cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,474 Documents
PERANCANGAN GALERI SENI BILAH NUSANTARA DENGAN PENERAPAN ARSITEKTUR JAWA DI SLEMAN, YOGYAKARTA Bramantio Darkim; Subhan Ramdlani; Ali Soekirno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.056 KB)

Abstract

Hampir tidak ada sebuah kawasan negara di dunia ini yang memiliki khazanah senjata berupa bilah tradisional sebanyak di kawasan kepulauan Nusantara – Indonesia. Senjata tradisional Indonesia penuh dengan makna simbol dan memiliki manifestasi kekuatan rohaniah yang sungguh banyak ragamnya, dan fungsinya erat dengan kehidupan sehari-hari. Namun karena kehidupan modern, masyarakat yang berpindah ke perkotaan sudah sangat jarang dan mulai melupakan bilah tradisional yang ada karena kemudahan hidup di perkotaan. Dari sinilah ide untuk membuat sebuah galeri yang mengakomodir pengenalan kembali dan edukasi bagi masyarakat tentang bilah-bilah nusantara yang ada di Indonesia. Kajian ini adalah untuk menghasilkan konsep desain arsitektur dengan penerapan prinsip dan konsep arsitektur Jawa untuk menghasilkan Galeri Seni dan Workshop Bilah Nusantara yang menarik dan informatif. Dasar desain diperoleh dari tipologi wilayah, bertempat di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, maka tipologi Arsitektur Jawa dipakai untuk mendesain bangunan galeri ini. Hasilnya adalah penggunaan zoning dan struktur yang dipakai di bangunan tradisional Jawa: Joglo. Kata kunci bangunan Joglo kemudian disesuaikan dengan kondisi tapak dan wilayah, pengaruh arah mata angin dan arah sinar matahari untuk mendesain kompleks bangunan. Kemudian, standar galeri seni digunakan untuk mendesain alur dan pola sirkulasi pada bangunan Galeri.Kata Kunci: Galeri Seni, Workshop, Bilah, Pisau, Senjata Tradisional, Indonesia, Nusantara
PERANCANGAN AKADEMI SEPAKBOLA DI KEDUNGKANDANG MALANG DENGAN PENERAPAN STRUKTUR RANGKA RUANG Dzulfikar Achmad Bachtiar; Edi Hari Purwono; Bambang Yatnawijaya S
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1037.375 KB)

Abstract

Akademi Sepakbola pada dasarnya bertujuan mengembangkan pembinaan yang lebih berkesinambungan dan terpadu serta sebagai solusi atas kurang efektifnya sistem pembinaan pemain muda di Indonesia selama ini. Akademi Sepakbola merupakan wadah pembinaan yang membutuhkan beragam fasilitas sebagai tempat pembelajaran dan pelatihan berupa indoor maupun outdoor yang membutuhkan ruang dengan dimensi yang besar dan luas. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan melalui teknologi struktur. Struktur bentang panjang yang diterapkan adalah struktur rangka ruang. Hasil perancangan Akademi Sepakbola ini menitikberatkan kepada penerapan teknologi struktur rangka ruang pada fasilitas-fasilitas latihan yang ada seperti pada lapangan futsal, area kolam renang, dan tribun penonton. Model struktur yang digunakan adalah struktur jenis square pyramid karena mudah dalam penyusunannya dan memungkinkan untuk dapat membuat bentukan yang dinamis. Member yang digunakan mempunyai dimensi panjang 1,5m dengan diameter sebesar 100mm (batang horizontal) dan 60mm (batang diagonal) serta diameter node sebesar 100mm. Pada perkembangannya kedepan, perancangan akademi sepakbola dengan pendekatan ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan rujukan ataupun jalan bagi perancang-perancang lainnya dalam mendesain suatu objek bangunan dengan fungsi keolahragaaan serta lebih bisa mengembangkan teknologi-teknologi dari konstruksi bangunan.Kata kunci : akademi, sepakbola, struktur, rangka ruang
Tatanan Elemen Visual Gedung Balai Kirti yang Kontekstual di Komplek Cagar Budaya Istana Bogor Nurhayati, Yuni Dizi; Suryasari, Noviani; Pamungkas, Sigmawan Tri
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2054.569 KB)

Abstract

Balai Kirti direncanakan untuk dibanguna di dalam Komplek Istana Bogor untuk menampung berbagai benda bersejarah koleksi Istana Bogor, sekaligus sebagai upaya untuk melengkapi program kunjungan wisata sejarah, pendidikan dan budaya ke Istana Bogor. Komplek Istana Bogor adalah Kawasan Cagar Budaya, maka penambahan bangunan Balai Kirti di dalamnya diharap tidak menganggu dan merusak wajah Istana Bogor dan memiliki keselarasan elemen visual dengan bangunan eksisting yang ada. Kajian ini bertujuan untuk mendapatkan tatanan elemen-elemen visual bangunan Balai Kirti yang kontekstual dan dapat memperkuat karakter lingkungan dan bangunan yang telah ada pada Kawasan Cagar Budaya Istana Bogor dengan memelihara pola-pola visual setempat. Kontekstual yang dimaksud pada kajian ini adalah menghadirkan bangunan Balai Kirti pada Komplek Cagar Budaya Istana Bogor dengan memperhatikan elemen visual bangunan eksisting, sehingga bangunan Balai Kirti dapat menyatu dan memiliki keserasian elemen visual dengan lingkungan sekitarnya. Perancangan Balai Kirti menggunakan metode Insertion dengan menggunakan pendekatan tipologi pada analisis elemen visual bangunan eksisting, sehingga didapatkan karakteristik elemen visual pada bangunan eksisting yang dapat diterapkan pada bangunan Balai Kirti. Dengan menerapkan karakteristik elemen visual yang dimiliki oleh bangunan eksisting, diharapkan untuk mendapatkan tatanan elemen visual bangunan Balai Kirti yang kontekstual dan memperkuat karakter lingkungan dan bangunan yang ada di sekitarnya, namun tetap mempertimbangkan fungsi yang diwadahi di dalamnya.Kata kunci: Istana Bogor, Balai Kirti, kontekstual, elemen visual bangunan
Tatanan Elemen Visual Gedung Balai Kirti yang Kontekstual di Komplek Cagar Budaya Istana Bogor Yuni Dizi Nurhayati; noviani Suryasari; Sigmawan Tri Pamungkas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2054.569 KB)

Abstract

Balai Kirti direncanakan untuk dibanguna di dalam Komplek Istana Bogor untuk menampung berbagai benda bersejarah koleksi Istana Bogor, sekaligus sebagai upaya untuk melengkapi program kunjungan wisata sejarah, pendidikan dan budaya ke Istana Bogor. Komplek Istana Bogor adalah Kawasan Cagar Budaya, maka penambahan bangunan Balai Kirti di dalamnya diharap tidak menganggu dan merusak wajah Istana Bogor dan memiliki keselarasan elemen visual dengan bangunan eksisting yang ada. Kajian ini bertujuan untuk mendapatkan tatanan elemen-elemen visual bangunan Balai Kirti yang kontekstual dan dapat memperkuat karakter lingkungan dan bangunan yang telah ada pada Kawasan Cagar Budaya Istana Bogor dengan memelihara pola-pola visual setempat. Kontekstual yang dimaksud pada kajian ini adalah menghadirkan bangunan Balai Kirti pada Komplek Cagar Budaya Istana Bogor dengan memperhatikan elemen visual bangunan eksisting, sehingga bangunan Balai Kirti dapat menyatu dan memiliki keserasian elemen visual dengan lingkungan sekitarnya. Perancangan Balai Kirti menggunakan metode Insertion dengan menggunakan pendekatan tipologi pada analisis elemen visual bangunan eksisting, sehingga didapatkan karakteristik elemen visual pada bangunan eksisting yang dapat diterapkan pada bangunan Balai Kirti. Dengan menerapkan karakteristik elemen visual yang dimiliki oleh bangunan eksisting, diharapkan untuk mendapatkan tatanan elemen visual bangunan Balai Kirti yang kontekstual dan memperkuat karakter lingkungan dan bangunan yang ada di sekitarnya, namun tetap mempertimbangkan fungsi yang diwadahi di dalamnya.Kata kunci: Istana Bogor, Balai Kirti, kontekstual, elemen visual bangunan
SEKOLAH NONFORMAL UNTUK ANAK JALANAN DI YOGYAKARTA Yogi Septian Pramudia; Edi Hari Purwono; Tito Haripradianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.356 KB)

Abstract

Pendidikan merupakan aspek penting yang mendasari perkembangan budaya, sosial, dan ekonomi, kesemuanya merupakan masalah yang selalu bersinggungan dengan perencanaan di Negara berkembang. Sebagai Negara berkembang permasalahan yang dihadapi Indonesia adalah kurang meratanya tingkat pendidikan yang diakibatkan kurang adanya fasilitas dan sistem pendidikan yang mewadahi, hal tersebut berdampak pada buruknya tingkat perekonomian dan sosial masyarakat di negara ini. Munculnya fenomena anak jalanan di Indonesia bermula pada akhir tahun 90-an, ketika krisis ekonomi di Indonesia semakin parah. Keberadaan anak jalanan sangat mencolok di berbagai kota yang sudah tidak terbatas pada kota-kota besar akan tetapi juga menjalar ke berbagai kota kecil, sama halnya dengan kota Yogyakarta yang memiliki tingkat persebaran anak jalanan tertinggi ketiga di Indonesia. Hingga saat ini masih belum ada langkah kongkrit pemerintah untuk melakukan perbaikan. Untuk itu diperlukan sebuah wadah berupa sekolah nonformal yang bertujuan untuk mengakomodasi permasalahan anak jalanan. Dalam sehari indonesia menghasilkan 205.200 sampah plastik, diantaranya 8840 stereofoam dan 2240 botol plastik. Permasalahan limbah juga menjadi permasalahan yang perlu diperhatikan, disetiap harinya rata – rata setiap kota di Indonesia menghasilkan kurang lebih sekitar 8350 m3 sampah anorganik dan 82% nya ditampung di tempat pembuangan akhir, Setiap harinya 1 individu menghasilkan 3 plastik dan 3 stereofoam, serta 1 kemasan botol plastik. Dalam proses perancangannya sekolah nonformal ini menggunakan metode pragmatis dengan pemanfaatan lahan sisa yang terletak di area gudang kereta api lama lempuyangan yang telah mengalami disfungsi. Serta memanfaatkan limbah botol mineral plastik sebagai dinding nonstruktural pada bangunan. Selain sebagai dinding nonstruktural, limbah plastik nantinya dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran daur ulang limbah.Kata kunci : pendidikan, anak jalanan, sekolah nonformal, limbah, plastik, pragmatis
ELEMEN FASAD RUANG PEMBELAJARAN SMK PERTANIAN MALANG DENGAN KONSEP AGRITECTURE Nadia Almira Jordan; Rinawati P. Handajani; Damayanti Asikin
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1102.467 KB)

Abstract

Kerusakan lingkungan, sebagai dampaknya pemanasan global semakin banyak dan semakin parah oleh terpangkasnya ruang terbuka hijau. Konsep agritecture merupakan konsep menyatukan arsitektur dengan agrikultur yang pada studi ini diterapkan pada fasad bangunan SMK pertanian agar dapat memberikan pembelajaran pertanian vertikal dan konsep ramah lingkungan kepada siswa dan masyarakat sekitar. Perancangan elemen fasad SMK pertanian dengan konsep agritecture ini menggunakan metode analitis dengan metode pendekatan programatis dengan dua analisis besarn yaitu analisis karakter ruang pembelajaran SMK pertanian dan analisis konsep agritecture terkait sistem perletakan, penyiraman dan jenis tanaman yang dibudidayakan. Penerapan pada dinding bangunan dimaksudkan untuk memaksimalkan sinar matahari pada proses pertumbuhan tanaman produksi yang dibudidayakan. Penanaman vertikal tanaman pada fasad bangunan dalam studi ini diterapkan pada empat jenis ruangan yang memiliki perbedaan kebutuhan penghawaan dan pencahayaan, yang tentunya akan menghasilkan jenis penerapan dan jenis tanaman yang berbeda di keempat jenis ruang tersebut. Manfaat yang diharapkan dari studi ini adalah terciptanya rancangan desain fasad ruang pembelajaran yang mendukung proses belajar siswa dan menjadi salah satu alternatif perancangan dengan konsep ramah lingkungan untuk bangunan pendidikan, sebagai salah satu upaya untuk menyelaraskan bangunan dengan lingkungan di sekitarnya.Kata kunci: elemen fasad, SMK pertanian, agritecture.
TAMAN VERTIKAL SEBAGAI PENDINGINAN ALAMI PADA RUMAH SEDERHANA SEHAT GRIYA SAXOPHONE KECAMATAN LOWOKWARU – KOTA MALANG Agung Rizky Luddityawan; Agung Murti Nugroho; Haru Agus Razziati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.3 KB)

Abstract

Strategi pendinginan alami merupakan kriteria utama untuk mencapai kenyamanan termal penghuni dan rumah tinggal dalam lingkungan permukiman di Indonesia. Tata guna lahan Kota Malang khususnya Kecamatan Lowokwaru didominasi pertumbuhan sektor permukiman dan sektor perdagangan dan jasa, hal ini diikuti berkurangannya lahan hijau dalam upaya penyerapan karbon dioksida sebagai faktor penurun suhu permukaan pada lingkungan. Oleh karena itu kemungkinan penggunaan taman vertikal sebagai strategi pendinginan alami dengan memadukan potensi menurunkan suhu dalam dan luar bangunan dengan penyerapan karbondioksida dalam upaya memasukkan aliran udara dingin kedalam bangunan pada permukiman tipe rumah sederhana sehat penting untuk dikaji. Kajian ini merupakan pengembangan penelitian sebelumnya terutama tentang ventilasi dan selubung pintar bangunan oleh Nugroho (2001, 2002, 2003, 2005, 2006,2007 2009, 2010, 2011), Racmad (2013) dan Rawuli (2013). Penelitian ini akan melanjutkan penelitian tentang pendinginan alami bangunan dengan mengembangkan taman vertikal yang optimum pada lahan rumah yang terbatas untuk mengurangi suhu luar bangunan serta dalam ruang sebagai penyelesaian arsitektur lingkungan dalam iklim panas dan lembab. Kata kunci : pendinginan alami, rumah sederhana sehat, taman vertikal
OPTIMALISASI RUANG DALAM PADA PUSAT KOMUNITAS FILM INDIE DI KOTA MALANG Ario Desta; Rinawati P Handajani; Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.019 KB)

Abstract

Sebuah pusat komunitas film indie memiliki karakter sendiri baik dari film indie maupun komunitasnya. Dengan memiliki karakter tersendiri maka sebuah pusat komunitas film indie yang memiliki studio bioskop memiliki konsep yang berbeda dengan bioskop komersial. Dengan menggunakan karakter film inide dan komunitasnya ini bangunan ini akan memaksimalkan tingkat kenyamanan di dalamnya. Walaupun memiliki karakter yang berbeda, studio pada pusat komunitas film indie ini dirancang sesuai dengan standar akustik dan sudut pandang pada bioskop, sehingga selain menambah tingkat kenyamanan dengan menyesuaikan karakter ruangan dengan penggunanya, tingkat kenyamanan ini ditambah dengan sudut pandang dan akustik yang sesuai standar.Studi utama yang dilakukan adalah studi karakter film indie dan komunitasnya. Dengan mengamati dan menganalisa film indie akan didapatkan sifat-sifatnya dan dengan mengamati dan menganalisa komunitasnya ini akan mendapatkan macam-macam aktifitas yang dilakukan dalam sekaligus sifatnya. Berdasarkan hasil analisa dan pengamatan itu maka dihasilkan kebutuhan ruang yang sesuai dengan kegiatan komunitas film indie dan sifat-sifatnya.Hasil dari studi tersebut berupa desain sebuah pusat komunitas film indie dengan ruang-ruang yang diperlukan untuk aktifitas komunitas film indie dan karakter-karakter ruang yang sesuai dengan karakter komunitas film indie dan film indie itu sendiri. Harapannya pusat komunitas film indie ini akan menjadi sebuah percontohan bagi kota-kota lainnya untuk membuat bangunan serupaKata kunci : Film indie dan komunitas, Karakter , Tingkat kenyamanan.
PERANCANGAN RESORT HOTEL PADA LERENG GUNUNG PANDERMAN KOTA BATU Irwansyah Digma Pratama; subhan ramdlani; Bambang Yatnawijaya S
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1032.293 KB)

Abstract

Kota Batu merupakan kota Pariwisata unggulan di JawaTimur yang banyak di kunjungi wisatawan lokal dan asing beragam tempat wisata baik yang mengandalkan alam seperti pendakian Gunung Panderman, Wisata Songgoriti, Wisata Desa Bunga, Wisata sayur, Wisata Agro dan juga wisata edukasi seperti Musium Satwa. Jatim Park, Pasar Malam yang berdekatan denganalun – alun, BNS ( Batu Night Spectacular ) dan lain sebagainya. Mengingat Kota Batu sebagai kunjungan kota wisatawan di Jawa Timur ini, sarana penunjang yang dibutuhkan bagi wisatawan yang berkunjung adalah fasilitas akomodasi, Menurut data dinas pariwisata dan kebudayaan kota Batu, wisatawan yang berkunjung ke kota ini rata – rata 10 % individual, 40 % pasangan, 50 % keluarga. Sementara jumlah semua kamar hotel yang tersedia saat ini di Batu secara keseluruhan menyediakan 2.326 kamar. Jumlah tersebut hanya mampu menampung pengunjung sebesar 6.984 orang, dan di tahun 2018, jumlah wisatawan yang berkunjung ke kota batu dan hadir untuk di akomodasi membutuhkan kamar sebesar 2.523 kamar, jumlah tersebut memiliki selisih 197 kamar yang di butuhkan untuk dapat menampung 7.441 wisatawan yang hadir di tahun 2018 ini. Dalam RDTRK ( Rencana Detail Tata Ruang Kota ), Pemerintah Kota Batu juga mengatur untuk pengembangan fasilitas akomodasi, yaitu yang berlokasi di Dusun Toyomerto, Oro – Oro Ombo ( Kawasan Villa Panderman Hill ) dan Gangsiran Putuk di Desa Tlekung. Pada Kawasan tersebut saat ini lokasinya di manfaatkan oleh warga untuk kegiatan pertanian sayur dan buah –buahan. Berbagai fasilitas yang sesuai untuk area yang bertopografi seperti di Kota Batu ini adalah Resort dan menurut pengertian dari ( Nyoman S. Pendit. Ilmu Pariwisata. Jakarta ;AkademiPariwisataTrisakti, 1999 ), Sebuah Resort Hotel sebaiknya mempunyai lahan yang ada kaitannya dengan obyek wisata, dan berada pada perbukitan, pegunungan, lembah, pulung kecil atau juga di pinggir pantai.Kata Kunci : Resort Hotel, Penerapan, Struktur Dinding Penahan Tanah
RUMAH SUSUN NELAYAN DENGAN KONSEP TANGGAP IKLIM DI ROMOKALISARI SURABAYA Faizatul Ummah; Agung Murti Nugroho; Damayanti Asikin
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.652 KB)

Abstract

Ketersediaan lahan di kota Surabaya semakin menipis sehingga perlu adanya pembangunan secara vertikal yakni dengan rumah susun. Rumah susun yang akan dibangun tletak dipesisir pantai dekat dengan Tempat Pelelangan Ikan dan mayoritas penduduknya adalah nelayan. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk menerapkan rumah susun yang akan dihuni oleh Nelayan dengan konsep tanggap iklim sebagai solusi dari masalah iklim dan bau dari hasil pengolahan ikan. Metode yang digunakan adalah konten analisis dan sintesis yang kemudian akan dikembangkan selama proses desain menghasilkan desain skematik, kemudian desain skematik akhir, sesuai dengan metodologi perancangan yang digunakan. Hasil yang diharapkan adalah desain yang mampu menerapkan konsep tanggap iklim pada tapak dan bangunan melalui orientasi bangunan, bukaan, shading devices, material dan vegetasi.Kata kunci : rumah susun. Tanggap iklim , nelayan.

Page 2 of 148 | Total Record : 1474