cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,474 Documents
TRANSFORMASI RUPA TOPENG MALANGAN PADA PERANCANGAN MUSEUM SENI MALANG Aditya Taufiqurrahman; Abraham Mohammad Ridjal; Tito Haripradianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (987.053 KB)

Abstract

Kota Malang merupakan salah satu kota yang mempunyai kesenian khas yaitu topeng malangan. Namun pada perkembangannya hingga sekarang topeng mengalami fase naik turun sebelum benar-benar turun saat ini dikarenakan hilangnya peminat dan semakin sedikitnya pengrajin topeng malangan. Untuk itulah perlunya upaya pelestarian topeng hal ini dapat dilakukan dalam hal fisik dan nonfisik. Hal non fisik yaitu dengan cara menumbuhkan kembali minat masyarakat terhadap seni pertunjukan topeng agar masyarakat Malang sendiri tahu, dan memahami seni dan budayanya sendiri. Dalam hal pelestarian fisik, museum merupakan salah satu media dan wadah untuk tetap dijaga dan dilestarikannya hasil peninggalan budaya. Untuk mendapatkan hal tersebut perlu ada kajian analisis lebih dalam tentang objek yang akan dibahas yaitu topeng malangan serta metode transformasi yang dirasa dapat menjembatani untuk menjadi suatu hal yang lebih arsitektural. Hasil dari transformasi ini nantinya terfokus pada bagian depan atau fasad museum dengan penerapan transformasi sculpting topeng yang ditambahkan teknologi dapat bergerak pada fasadnya.Kata kunci: museum, seni rupa, transfomasi, rupa, topeng malangan
PASAR IKAN DENGAN KONSEP ARSITEKTUR LOKAL TANGGAP IKLIM DI PPN BRONDONG, LAMONGAN Rizki Astri Apriliani; Beta Suryokusumo; Sigmawan Tri Pamungkas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1061.293 KB)

Abstract

PPN Brondong memiliki peranan yang sangat strategis dalam usaha pengembangan perikanan tangkap yaitu sebagai pusat kegiatan perikanan laut di Kabupaten Lamongan. Kecamatan Brondong masuk dalam Wilayah Pengembangan II yang direncanakan menjadi kawasan minapolitan tangkap, sehingga dibutuhkan penambahan fasilitas yang disesuaikan dengan standar kawasan minapolitan. Aktivitas perdagangan saat ini meningkat seiring meningkatnya hasil tangkapan ikan yang menyebabkan kondisi PPN Brondong menjadi tidak tertata dengan baik. Menyikapi permasalahan tersebut maka dibutuhkan perancangan fasilitas fisik pasar ikan yang baik sesuai standar pasar sehat (Kepmenkes/519/SK/VI/2008) untuk menjual belikan ikan secara eceran serta rancangan bangunan yang dapat menyesuaikan iklim dan arsitektur lokal setempat. Metode perancangan yang digunakan ialah deskriptif kualitatif, programatik dan pragmatik. Pengumpulan data dilakukan dengan melihat kondisi tapak secara langsung dengan penggunaan teori yang dipaparkan secara kualitatif. Tahapan analisis dan sintesis dilakukan dengan metode programatik yang merupakan metode penyelesaian suatu masalah secara sistematis dan berurutan, sedangkan konsep arsitektur lokal tanggap iklim dikembangkan melalui metode pragmatik. Objek komparasi yang digunakan ialah komparasi bangunan dengan fungsi pasar ikan dan bangunan dengan fungsi pasar yang menerapkan konsep arsitektur lokal tanggap iklim. Hasil dari kajian menunjukkan bahwa konsep arsitektur lokal tanggap iklim yang diterapkan pada bangunan dengan fungsi utama pasar ikan melalui parameter dan kriteria desain yang telah ditetapkan dapat memberikan kenyamanan di dalam ruang sehingga dapat menurunkan suhu di dalam ruangan serta dapat mengalirkan angin dengan baik ke dalam ruangan di pasar ikan.Kata kunci: PPN Brondong, pasar ikan, arsitektur lokal, tanggap iklim
Pengaruh Tata Vegetasi Horizontal terhadap Peningkatan Kualitas Termal Udara pada Lingkungan Perumahan di Malang Ahmad Zakkisiroj; Damayanti Asikin; Haru Razziati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1010.5 KB)

Abstract

Kenyamanan termal merupakan kebutuhan manusia terhadap kondisi fisik disekitarnya agar merasa nyaman dalam menjalankan aktivitas. Pada wilayah khatulistiwa, Lippsmeir (1994) mengemukakan bahwa batas kenyamanan udara adalah pada suhu 22,5°C – 29°C dengan kelembapan antara 20% – 50%. Di Kota Malang, pada 2012, tercatat bahwa suhu tertinggi harian mencapai 32,6°C dan suhu terendah mencapai 14,2°C. Salah satu penyebab tingginya suhu maksimum tersebut adalah fenomena Urban Heat Island, dimana ruang terbuka hijau banyak beralih fungsi menjadi bangunan. Untuk mengatasi masalah tersebut, melalui peran vegetasi dalam menurunkan suhu, dilakukan beberapa penelitian sebelumnya oleh Rahwuli (2013) dan Luddityawan (2014) menggunakan tanaman produktif, yakni sayuran dan TOGA sebagai penerapan konsep sustainability, yang diaplikasikan dengan penataan vertikal sebagai sistem pendingin udara pada rumah tinggal. Mengacu pada 2 penelitian tersebut, penggunaan tata vegetasi secara horizontal, dengan menggunakan 2 jenis tanaman produktif yakni kumis kucing dan bayam merah, dilakukan sebagai alternatif untuk mengatasi masalah kenyamanan termal dan kurangnya RTH perkotaan, khususnya perumahan. Melalui analisis terhadap suhu, kelembapan, kadar karbondioksida dan oksigen pada udara, diperoleh penataan vegetasi yang efektif dalam meningkatkan kualitas termal udara, yakni kumis kucing mampu menurunkan suhu hingga 7°C dan bayam merah mampu menurunkan kadar CO2 hingga 65 ppm.Kata kunci: tata vegetasi, kenyamanan termal, kualitas udara, bangunan perumahan
Perancangan Bangunan Industri Terasi di Tuban Reni Dwi Rahayu; Edi Hari Purwono; Nurachmad Sujudwijono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1284.043 KB)

Abstract

Potensi perikanan Indonesia yang memenangkan pasar MEA dan meraih green ticket berpengaruh terhadap berkembangnya industri pengolahan hasil laut. Kabupaten Tuban merupakan salah satu daerah pengembangan industrialisasi di Jawa Timur dengan potensi perairan sepanjang 65 km, wilayah lautan sebesar 22.608 km2, dan menghasilkan perikanan laut mencapai 10.740,07 ton (BPS Kab.Tuban, 2013). Industri yang berkembang di Tuban adalah industri terasi yang merupakan oleh-oleh khas Tuban.Peluang industri terasi didukung dengan adanya pengembangan kawasan minapolitan di Kecamatan Palang dengan berbagai fasilitas seperti PPI, cold storage, dan pasar ikan.Namun, peningkatan industri terasi tidak diimbangi dengan pengolahan limbah maupun penanganan higienis ruang dan pekerja, serta limbah gas berupa polutan bau ammonia dari terasi mempengaruhi kualitas udara di dalam ruang produksi maupun di sekitar kawasan industri. Higienis bangunan industri terasi ditunjang dengan penggunaan material ruang yang sesuai dengan persyaratan ruang per-proses produksi, standar higienis pengolahan pangan, serta sistem penanganan limbah dan hama. Polutan gas diatasi dengan penggunaan adsorben berupa karbon aktif dan vegetasi peredam bau.Bangunan industri terasi dirancang pada area pantai utara sehingga dapat mengoptimalkan pemanasan matahari pada ruang penjemuran berupa glass house. Selain adanya ruang isolasi khusus untuk proses fermentasi, penunjang higienis juga berupa ruang dekontaminasi, air-lock system, ruang kontrol, dan ruang bersih.Kata kunci: bangunan industri, terasi, higienis, penanganan limbah
Sports Club dengan Aspek Desain Fasade Interaktif di Kota Malang Yudha Prasetia Negara; Beta Suryokusumo; Rinawati P Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1030.116 KB)

Abstract

Malang merupakan salah satu kota pendidikan dan industri yang terletak di provinsi Jawa Timur dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi. Sebagai kota metropolis, Malang memiliki masyarakat yang sangat sibuk dengan berbagai macam aktivitasnya, sehingga membutuhkan suatu edukasi pola hidup sehat sebagai penyeimbang agar dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Dalam hal ini, penyediaan fasilitas Sports Club merupakan solusi yang langsung melibatkan masyarakat. Namun, kurangnya minat masyarakat merupakan kendala utama dalam realisasinya. Hal ini terjadi karena kurangnya daya tarik bangunan, dimana berkaitan dengan fasade yang berperan sebagai penentu citra positif terhadap bangunan tersebut. Oleh karena itulah dibutuhkan suatu rancangan desain fasade yang interaktif pada bangunan Sports Club. Metode perancangan menggunakan pendekatan programatik dengan penggabungan penelitian tentang pemanfaatan teknologi fasade terkini. Perancangan ini menghasilkan suatu desain fasade interaktif pada bangunan Sports Club, sehingga tidak hanya menciptakan suatu daya tarik yang tinggi, namun juga fungsionalitas yang optimal dalam memberikan kenyamanan di luar dan dalam bangunan tersebut.Kata kunci: fasade bangunan, fasade interaktif
Interior Ruang Kelas Sekolah Dasar dengan Pendekatan Konsep Permainan Tradisional pada Program Full day School di Malang Gentha Fernanda; Damayanti Asikin; Triandi Laksmiwati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1123.232 KB)

Abstract

Program Full day School pada jenjang sekolah dasar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dengan penerapan waktu belajar dari pagi hingga sore hari. Namun hal ini berpotensi menyebabkan kebosanan pada diri anak yang dalam karakternya masih senang bermain. Melalui bermain, anak dapat belajar sekaligus merasakan suasana menyenangkan pada waktu bersamaan. Permainan yang memiliki nilai edukasi tinggi dan manfaat yang baik bagi anak adalah permainan tradisional. Sehingga konsep permainan tradisional inilah yang akan diterapkan pada ruang kelas. Metodologi yang digunakan adalah metode deskriptif, dengan pengumpulan data primer melalui observasi dan wawancara serta pengumpulan data sekunder berupa pustaka dan studi komparasi objek sejenis. Dari hasil analisis telah didapatkan konsep dari permainan tradisional yaitu konsentrasi dan cermat, kreatif dan terampil, interaksi sosial yang membentuk kiteria desain ruang kelas. Kriteria desain ruang kelas tersebut digabungkan dengan tema interior yang disesuaikan dengan tahapan usia anak pada masing-masing kelas yang menjadi dasar dalam merancang interior ruang kelas.Kata kunci: interior, anak usia SD, full day school, permainan tradisional
RUANG BERSAMA KAMPUNG TEMENGGUNGAN LEDOK MALANG Mochammad Najib; Subhan Ramdlani; Damayanti Asikin
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1078.757 KB)

Abstract

Ruang dipandang hanya sebagai entitas ekonomi, industri, perdagangan dan jasa suatu kota. Ruang-ruang publik keadaannya tidak menemui titik terang, pemerintah sebagai pengelolanya selalu menempatkan sebagai ujung prioritas. Begitu juga pada ruang permukiman Kampung Temenggungan Ledok yang eksis dengan kompleksitas kualitas dan kearifan lokalnya, juga diletakkan di ujung akhir prioritas pengetahuan keruangan, perencanaan wilayah kota dan arsitektur. Dibalik fenomena tersebut, keterbatasan lahan dan setting fisik kampung-kampung kota ternyata masih memiliki eksistensi ruang-ruang sosial-budayanya, ialah ruang bersama. Kompleksitas dan kemajemukan subjek pelakunya, ruang bersama memiliki dinamika dan pola dimana didalamnya sesama warga meningkatkan kualitas daya hidup dengan nilai-nilai kearifan lokal melalui wujud pengelolaannya. Kunci kualitas ruang bersama adalah pengelolaan notion teritorialitasnya, yaitu dari pihak yang mengelola dan bertanggung jawab. Pengembangan komponen unsur pembentuk ruang adalah upaya untuk melestarikan nilai-nilai dalam pengelolaan ruang bersama. Metode pragmatik digunakan dalam pepaduan aspek programatik dan diagramatik komponen ruang. Pada aspek programatik membahas akan aktivitas dan fungsi serta komponen yang dibutuhkan sehingga pembahasan ini mengarah pada struktur tata ruang, pada aspek diagramatik membahas tentang nilai dan ide, yaitu mengarah kepada sistem ruang.Kata kunci: ruang bersama, setting, dinamika, territorialitas
TAMAN GEOLOGI (GEOPARK) SIDOARJO DENGAN PEMANFAATAN MATERIAL LUMPUR SIDOARJO Ainy Muyassaroh; Agung Murti Nugroho; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (929.437 KB)

Abstract

Fenomena semburan lumpur Sidoarjo merupakan fenomena yang menyebabkanbanyak kerugian diberbagai aspek terutama lingkungan yang menenggelamkanbeberapa desa di beberapa kecamatan di Sidoarjo. Pada tahun 2012, BadanPenanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) selaku pengelola area lumpur Sidoarjomerencanakan masterplan area luar terdampak Lumpur Sidoarjo yang digunakansebagai pengembangan wisata, salah satunya taman geologi (geopark). Sementara itulumpur Sidoarjo memiliki potensi yang telah dikembangkan sebagai material bangunan.Meski telah memenuhi persyaratan fisik rancangan taman geologi (geopark) Sidoarjoperlu adanya kajian bagaimanakah pemanfaatan material lumpur Sidoarjo padarancangan taman geologi (geopark) Sidoarjo. Metode yang digunakan dalam kajian iniantara lain metode programatik, pragmatis dan kanonik. Hasil desain rancangan tamangeologi (geopark) yang didesain mengikuti kriteria geopark berupa bangunan tidakmasif yang ditunjukkan dengan pemanfaatan sistem panggung dan pemanfaatanmaterial ringan lumpur Sidoarjo sebagai material pengisi sebagai elemen dinding atapdan lantai pada bangunan taman geologi ini.Kata kunci: taman geologi (geopark), material lumpur Sidoarjo
SECONDARY SKIN MOTIF BATIK JAWA TIMUR PADA HOTEL DI SURABAYA Razqyan Mas Bimatyugra Jati; Jusuf Thojib; Chairil Budiarto Amiuza
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1130.781 KB)

Abstract

Surabaya menjadi salah satu destinasi bisnis dalam tingkat lokal, nasional, maupun internasional.Salah satu kebutuhan penunjang kondisi demikian adalah penginapan (hotel). Hotel bangunan tinggi di daerah tropis umumnya memiliki permasalahan visual, yaitu silau. Salah satu carapenyelesaian silau adalah dengan memberikan secondary skin pada bangunan. Selain mengurangi silau,secondary skin juga dapat memberikan citra pada bangunan. Untuk mengoptimalkan fungsi dan makna secondary skin, dipandang perlu untuk memanfaatkan kekayaan budaya, satu diantaranya adalah batik Jawa Timur. Berdasarkan pemikiran ini, maka dibutuhkan secondary skin motif batik Jawa Timur pada hotel di Surabaya.Perancangansecondary skin ini menggunakan metode programatik dengan penggabungan prinsipsecondary skindengan motif batik Jawa Timur yang mampu mengurangi silau pada kamar hotel menjadi ±200 lux. Rancangansecondary skin menggunakan batik Probolinggo motif mangga dengan Window to Wall Ratio (WWR) 30%, ketebalan0,2 m dengan jarak 1m di sisi timur dan tebal 0,5 m dengan jarak 1,65 m di sisi barat bangunan, material menggunakan alumunium composit panel (ACP).Kata kunci: secondary skin, motif batik Jawa Timur, hotel, Surabaya
Sistem Ventilasi Alami sebagai Dasar Perancangan JFC Center di Kabupaten Jember Nastiti Kusumawardani; Jusuf Thojib; Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1215.356 KB)

Abstract

JFC Center sebagai tempat untuk menampung seluruh kegiatan yang berhubungandengan acara tahunan JFC di Kabupaten Jember. Terdiri dari fasilitas pelatihan, fasilitaspenerima, fasilitas pengelola, fasilitas servis, serta fasilitas pendukung. Menerapkansistem ventilasi alami sebagai dasar perancangan pada bangunan terdiri dari sistemventilasi silang dan sistem stack effect melalui desain bukaan yang sesuai, yaitu ukuran,letak, dan jenis. Kriteria yang diterapkan, yaitu bukaan, kemerataan, dan turbulensi.Metode terbagi menjadi dua tahap, yaitu evaluasi pada bangunan eksisting untukmenemukan permasalahan termal kemudian melakukan perancangan bangunan yangbaru pada tapak yang baru pula berdasarkan permasalahan yang telah ditemukan.Letak bukaan terdiri dari bukaan bawah, bukaan tengah, dan bukaan atas. Jenis bukaanyang digunakan adalah vertical pivot, the project sash, awning, horizontal pivot, jalousie,dan jendela mati. Rasio inlet cenderung sama dengan outlet karena rata-rata kecepatanangin yaitu 0,33 m/s sudah memenuhi standar kecepatan angin yang paling sesuai dandapat diterima dengan nyaman oleh penghuni bangunan. Kemerataan dan turbulensiditunjukkan dari hasil analisis menggunakan software ANSYS Lisensi LaboratoriumStudio Perancangan dan Rekayasa Sistem, Teknik Mesin, Universitas Brawijaya.Kata kunci: sistem ventilasi alami, JFC Center, Jember

Page 7 of 148 | Total Record : 1474