cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,474 Documents
MUSEUM LAYANG-LAYANG DI KUTA SELATAN DENGAN PENDEKATAN KONSEP ARSITEKTUR KINETIK Guruh Pratama Zulkarnaen; Agung Murti Nugroho; Nurachmad Sujudwijono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1107.319 KB)

Abstract

Museum Layang-layang di Kuta Selatan merupakan suatu tempat pendidikan, penelitian dan rekreasi baru yang ingin memperkenalkan aneka macam jenis layang-layang baik berasal dari Indonesia khususnya dan seluruh dunia pada umumnya dalam bentuk dua dimensi hingga tiga dimensi. Desain museum yang mengambil pendekatan dari arsitektur bergerak yang respon terhadap alam yaitu aliran angin sangat berhubungan erat dimana tanpa bantuan angin yang mengalir kencang layangan tidak dapat terbang dengan bebas begitu pula ruang pamer (publik) dan fasilitas pendukungnya merupakan bagian yang saling berhubungan dan saling terkait. Metode parametric untuk mentransformasikan hasil sintesa dalam wujud desain dengan mengkombinasikan pendekatan yaitu pendekatan programatik fungsional objek yang diwadahi berupa layang-layang dan pendekatan konsep arsitektur kinetik kanonik dan numerik terhadap potensi aliran angin untuk desain fasad kinetik yang sesuai pada museum. Penggunaan selubung bangunan fasad bergerak (kinetik) sebagai strategi penerapan konsep arsitektur kinetik berfungsi bagi kenyamanan pengunjung dan untuk objek pamer serta terkait dengan komponen fasad museum yang dapat bergerak akibat aliran angin. Desain bangunan secara optimal menangkap dan mengalirkan aliran angin dari luar ke dalam bangunan melalui fasad kinetik sederhana pada selubung bangunan, sebagai penyelesaian arsitektur yang selaras lingkungan dalam iklim pesisir pantai.Kata Kunci: museum, layang-layang, arsitektur kinetik sederhana, fasad kinetik
Penerapan Konstruksi Space Frame pada Kawasan Kandang Kucing Besar Kebun Binatang Surabaya Afif Fajar Zakariya; Edi Hari Purwono; Totok Sugiarto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.105 KB)

Abstract

Space frame adalah salah satu konstruksi bentang panjang yang efektif, fleksibel danmemungkinkan diterapkan pada fungsi-fungsi khusus seperti kebun binatang. Kandangkucing besar pada Kebun Binatang Surabaya (KBS) memiliki permasalahan yang perludiperbaiki dengan cara memenuhi standar. Fleksibilitas space frame menjadi unggul untukditerapkan pada area kandang saat melakukan rotasi kandang. Penerapan space framedidahulukan dengan metode penelitian terhadap penggunanya yaitu satwa, pengelola danpengunjung. Metode deskripsi analisis untuk mengidentifikasi kandang yang sesuaidengan fungsi, aktivitas dan kebutuhan pelaku. Kemudian pada perancangannya bentukdimensi kandang disesuaikan dengan standar modular space frame. Space framediterapkan pada bagian atap dan dinding dan terlihat fleksibel saat diterapkan pada tapakyang meruncing. Dalam perancangan kandang kucing besar perlu memenuhi kebutuhansatwa, pengelola/pawang dan pengunjung dalam segi keamanan dan kenyamanan. Daribahasan ini diharapkan dapat digunakan dan dikembangan lagi oleh pihak terkait sepertilembaga konservasi dan pelaku arsitektur.Kata kunci: space frame, kandang, kucing besar
Pengolahan Elemen Visual pada Interior Ruang Pamer Galeri Topeng Malangan Tiara Ridhani Putri Arindra; Rina P Handajani; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.244 KB)

Abstract

Kota Malang membutuhkan Galeri Topeng Malangan yang dapat menampung sertamengembangkan topeng Malangan yang merupakan ikon budaya Malang. Ruang utamapada Galeri adalah Ruang Pamer Topeng Malangan, sehingga memerlukan pengolahandesain yang khusus. Desain yang baik adalah desain yang memiliki keselarasan didalamnya, keselarasan dapat dicapai melalui pengolahan elemen-elemen visual danmelalui pemilihan, penggunaan, serta penyusunan objek yang didasarkan pada ide yangsama. Maka untuk mencapai desain ruang pamer topeng Malangan yang baik sertaselaras dapat dilakukan pengolahan elemen visual ruang pamer topeng Malanganberdasarkan watak tokoh topeng Malangan. Untuk mencapai hal tersebut, pertamadilakukan pengumpulan data, data utama yang dibutuhkan adalah tinjauan persyaratanruang pamer, tinjauan elemen visual, dan tinjauan sifat tokoh berdasarkan bentukantopeng Malangan. Tahapan kedua adalah tahapan analisis yang meliputi analisispembentukan tema ruang berdasarkan watak tokoh topeng Malangan yang padaakhirnya menghasilkan enam kelompok ruang dan masing-masing memiliki temaberbeda, serta analisis variabel elemen visual dan variabel persyaratan ruang pamer,hasil dari analisis kemudian menjadi konsep desain. Tahapan terakhir adalahperancangan Ruang Pamer Topeng Malangan. Adanya perbedaan sifat pada tiapkelompok tokoh menghasilkan tema ruang yang berbeda sehingga menghasilkandesain ruang pamer topeng Malangan yang berbeda pula pada setiap ruangnya.Kata kunci: elemen visual, interior, ruang pamer, topeng Malangan
INTERIOR RUANG KELAS DAN BENGKEL KERJA DENGAN PEMANFAATAN BARANG BEKAS OTOMOTIF DI SMK KOTA MALANG Baskoro Azis; Damayanti Asikin; Triandi Laksmiwati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (812.866 KB)

Abstract

Kota Malang merupakan kota pendidikan dengan kapasitas 50:50 antara SMK dan SMAsehingga diknas pada tahun 2007 berminat menambah jumlah SMK menjadi 70:30karena permintaan masyarakat agar setelah lulus dari SMK dapat langsung bekerja.Seiring meningkatnya perkembangan masyarakat semakin tinggi pula kebutuhan akankendaraan bermotor. Dari kendaraan bermotor tersebut terdapat pula barang yang tidakterpakai lagi atau sudah menjadi barang bekas. Barang bekas otomotif merupakanbarang bekas yang berperan cukup besar jumlahnya di lingkungan masyarakat. Untukmengurangi pencemaran barang bekas otomotif dapat dilakukan 3R (reduce, reuse,recycle) untuk mengatasinya. Penerapan 3R untuk interior ruangan merupakan salahsatu alternatif mengurangi pencemaran lingkungan. Penerapan barang bekas otomotifpada sekolah otomotif diterapkan pada ruang kelas dan bengkel kerja setelah melaluianalisis barang bekas otomotif sesuai dengan kebutuhan masing-masing ruang. Darihasil analisis pemanfaatan tersebut barang bekas pada interior ruang kelas dan bengkelkerja menggunakan barang bekas otomotif berupa kaca dan ban bekas.Kata kunci: interior ruang kelas, interior bengkel, barang bekas otomotif
Morfologi Spasial Fasilitas Penginapan PTPN XII Kebun Blawan dan Kalisat Jampit – Bondowoso Annisa Paramitha; Sigmawan Tri Pamungkas; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.275 KB)

Abstract

PTPN XII memiliki salah satu Objek Wisata Agro yang sedang berkembang, diantaranya adalah Kebun Blawan dan Kalisat Jampit di Kabupaten Bondowosodengan komoditas utama kopi arabika. Masing-masing kebun memiliki fasilitaspenginapan yaitu Catimor Homestay di Kebun Blawan dan Arabica Homestay diKalisat Jampit. Pada kedua fasilitas penginapan tersebut perkembangan yang terjadidi spasial tapak maupun bangunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui morfologi spasial tapak dan bangunan pada fasilitas penginapanCatimor Homestay dan Arabica Homestay. Metode yang digunakan adalah kualitatifdengan pendekatan sinkronik. Variabel yang dikaji meliputi morfologi spasial tapakberupa tata guna lahan, tata letak massa, dan sirkulasi serta morfologi spasialbangunan berupa tata letak ruang dan sirkulasi. Kesimpulan yang didapatkan adalahbahwa tiap-tiap indikator dalam variabel saling mempengaruhi satu sama lain dankondisi spasial kedua penginapan memiliki karakteristik yang hampir sama.Kata kunci: morfologi, spasial, penginapan
Model Atap Rumah yang Tanggap terhadap Abu/Pasir Vulkanik Studi Kasus: Letusan Gunung Kelud Kecamatan Ngantang Malang Firman Akbar; Heru Sufianto; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.145 KB)

Abstract

Atap adalah bagian rumah yang sangat penting sebagai pelindung penghuni dari keberagaman iklim sekitarnya antara lain: hujan, salju, panas matahari, angin, khusunya didaerah pegunungan.Adanya material vulkanik berupa abu/pasir vulkanik di atap dapat mengakibatkan runtuhnya konstruksi atap dan berujung pada ancaman keselamatan penghuni dibawahnya. Dari hasil survey185 sampel rumahdesa Pandansari dusun Munjung Malang sebagai daerah yang terdampak letusan gunung Kelud (2014) ditemukan beberapa kelompok sebagai studi kajian meliputi material penutup atap, bentuk atap, jenis konstruksi dan sudut kemiringan atap.metode yang digunakan adalah melalui uji statistika dan eksperimen sudut kemiringan. Statistika digunakan untuk mengklasifikasi hubungan prosentase kerusakan atap terhadap material penutup atap, prosentase kerusakan terhadap bentuk atap dan prosentase kerusakan terhadap konstruksi atap.Sedangkan eksperimen kemiringan dilakukan untuk mencari sudut istirahat abu/pasir vulkanik kemudian dilanjutkan dengan mencari sudut minimal kemiringan atap melalui sudut 30o – 90o.pasir yang digunakan adalah jenis pasir vulkanik kering, pasir vulkanik lembab dan pasir vulkanik basah yang sudah menyesuaikan dengan kondisi dilokasi kejadian. dengan metode ini nantinya akan didapatkan perbedaan sudut setiap material penutup atap dengan menggunakan jenis pasir yang berbeda. Hasil yang diharapkan adalah bagaimana menemukan model atap yang sesuai dengan keadaan pasir, jenis material penutup, jenis konstruksi, bentuk atap , dan sudut kemiringan atap yang digunakan oleh masyrakat desa Pandansari kecamatan Ngantang Malang.Kata kunci: atap, pasir vulkanik, sudut kemiringan
KONSEP EKOLOGI-TEKNIK PADA PERANCANGAN RESORT DI PANTAI SENDANG BIRU MALANG Alfa Septy Kristyarini; Subhan Ramdlani; Ali Soekirno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.145 KB)

Abstract

Pantai Sendang Biru ditetapkan oleh pemerintah sebagai kawasan pariwisatadikarenakan potensi alamnya. Hal ini dapat dilihat dari kondisi topografinya berupakawasan perbukitan, pegunungan, hutan, pantai berpasir putih. Pantai Sendang Biruberada dalam satu kawasan dengan Pelabuhan Perikanan Pondokdadap dan PulauSempu yang terkenal dengan panorama alam yang menarik. Pengembangan danpendayagunaan potensi yang ada belum optimal, hal ini terlihat dari kurangterpenuhinya fasilitas akomodasi bagi wisatawan. Selain itu kegiatan yang ada di pantaidan pelabuhan mengakibatkan pencemaran lingkungan. Hal tersebut menjadi salahsatu penyebab naik turunnya jumlah wisatawan. Oleh karena itu diperlukanpemecahan menggunakan konsep ekologi teknik berkelanjutan. Penelitian inidilakukan melalui survei lokasi untuk mendapatkan data fisik maupun non fisik tapak,sedangkan studi komparatif digunakan sebagai referensi terhadap perancangan.Penelitian mengenai parameter ekologi teknik ini didasarkan pada variabel analisisyang dijadikan dasar dalam konsep perancangan resort di Pantai Sendang Biru Malang.Konsep ekologi teknik diwujudkan melalui organisasi massa bangunan, sistempenghawaan, sistem pencahayaan, pemilihan material, dan sistem sanitasi padaperancangan resort di Pantai Sendang Biru Malang beserta aspek pelengkap yangmempengaruhi didalamnya seperti pemilihan dan peletakan elemen vegetasi. Darikeseluruhan aspek tersebut dapat saling mempengaruhi dan terkait satu sama lainuntuk menghasilkan rancangan resort dengan konsep ekologi-teknikKata kunci: resort, ekologi-teknik, pariwisata
Pusat Rehabilitasi Sosial Anak Pelaku Kriminalitas di Kota Malang dengan Pendekatan Faktor Depresi Ayu Dyah Permatasari; Rinawati P Handajani; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.361 KB)

Abstract

Tingginya kriminalitas anak di Jawa Timur pada tahun 2013 seharusnya diimbangi denganpusat rehabilitasi sosial dengan pendekatan yang tepat. Hasil kajian yang telah dilakukan,menunjukkan adanya tingkat depresi pada LAPAS Anak Klas II Blitar, yang disebabkanoleh karena kurangnya privasi, kesesakan, suhu yang tinggi, kejenuhan karena kegiatanyang membosankan, kurangnya stimulasi intelektual seperti pendidikan yang minim dankebisingan. Maka pendekatan faktor depresi anak diperlukan pada perancangan pusatrehabilitasi sosial. Kota Malang sendiri dipilih dengan dasar kota Malang merupakan kotaterbesar ketiga di Jawa Timur dengan angka kriminal anak paling tinggi. Dalampendekatan faktor depresi dilakukan kajian pada elemen arsitektural yang bertujuanuntuk menghindari depresi anak baik disebabkan karena rindu terhadap keluarga,kejenuhan, kurangnya privasi, kebisingan, kesesakan, suhu tinggi maupun kurangnyastimulus intelektual, dengan cara mengendalikan lingkungan sekitar. Dengan metodekanonik dan metode pragmatis, perancangan ini diharapkan menghasilkan suaturancangan yang mempertimbangkan kriteria dalam pengawasan serta kemudahan aksesuntuk berbagai program bagi anak serta memaksimalkan ruang-ruang yang terkoneksidengan ruang luar agar anak tidak merasa dikurung.Kata kunci: rehabilitasi, depresi, kontrol
Karakter Visual Bangunan Utama Kompleks Asrama Inggrisan Kota Banyuwangi Agustinha Risdyaningsih; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1072.016 KB)

Abstract

Karakter visual merupakan bagian yang dapat dilihat langsung pada bangunan. Studi ini bertujuaan untuk mengetahui karakter visual pada bangunan utama kompleks Asrama Inggrisan di kota Banyuwangi yang merupakan bangunan bersejarah yang saat digunakan Inggris berfungsi sebagai Lodge atau tempat penginapan dan kemudian digunakan juga sebagai barak prajurit. Dalam studi ini, digunakan metode deskriptif-analitis. Variabel yang digunakan adalah elemen visual bangunan yang meliputi bentuk denah, jendela, ventilasi, pintu, lantai, dinding, atap, kolom, kolong bangunan dan fasade. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa bangunan utama kompleks Asrama Inggrisan memiliki bentuk denah simetris yang dibentuk dari geometri sederhana tanpa ada elemen lengkung. Bangunan didominasi dengan pintu yang pada bangunan utama memiliki ukuran yang besar dengan jumlah yang lebih banyak dibandingkan pada bangunan pendukung. Bangunan yang berbentuk panggung menciptakan ruang pada bagian bawahnya (kolong bangunan) dan bangunan disokong oleh kolom yang berperan seperti umpak. Fasade bangunan didominasi dengan atap bangunan yang besar dan banyak terjadi pengulangan pada kolom dan bukaan lengkung pada kolong bangunan yang memberikan kesan kokoh pada bangunan ini.Kata kunci: karakter, visual, kolonial
PERANCANGAN SARANA PAUD DENGAN KONSEP FRUGAL ARCHITECTURE DI KARANGPLOSO KABUPATEN MALANG Hellen Kirana; Rinawati P Handajani; Beta Suryokusumo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1136.671 KB)

Abstract

Frugal architecture merupakan sebuah konsep perancangan guna menghemat biaya pembangunan dan memanfaatkan bahan bangunan yang ada di sekitar demi keberlangsungan masyarakat lokal terutama masyarakat tidak mampu untuk dapat menciptakan sebuah bangunan yang terjangkau bagi masyarakat tidak mampu sehingga tetap dapat merasakan atau menikmati karya arsitektural pada bangunan. Dewasa ini, kondisi pendidikan di Negara Indonesia sangat memprihatinkan. Mahalnya biaya pendidikan menjadi pengambat anak bangsa untuk mendapatkan pendidikan. Masyarakat kurang mampu menjadi korban mahalnya biaya pendidikan sehingga para orang tua tidak bisa menyekolahkan anak-anak mereka. Oleh karena itulah diperlukan sarana pendidikan anak usia dini yang dapat membantu masyarakat tidak mampu untuk mengenyam pendidikan dengan menerapkan konsep Frugal Architecture pada bangunan PAUD. Tujuan penulisan skripsi ini adalah merancang bangunan pendidikan dengan memanfaatkan potensi bahan material lokal yang tersedia dengan bentukan yang hemat dan sederhana sesuai dengan konsep Frugal Architecture. Proses pemilihan material yang digunakan, dengan menggunakan metode pemilihan material Frugal Architecture, yaitu beberapa jenis bahan bangunan dan berbagai macam kriteria-kriteria Frugal Architecture dikumpulkan, untuk kemudian di lakukan proses penilaian sehingga mendapatkan material Frugal Architecture. Hasil desain yang didapat berupa bangunan Pendidikan Anak Usia Dini yang menggunakan material Frugal Architecture.Kata kunci: frugal architecture, PAUD, masyarakat tidak mampu, material lokal

Page 8 of 148 | Total Record : 1474