cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,492 Documents
Evaluasi Penerapan Passive Cooling pada Malang Hill Gallery & Homestay Yuninda, Desy; Putranto, Ary Deddy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena Urban Heat Island (UHI) berdampak pada iklim mikro suatu bangunan atau site, hal tersebut berkaitan dengan kenaikan suhu salah satunya terjadi di Kota Malang. Terletak di iklim tropis lembab dengan kendala suhu, kelembapan cenderung tinggi dan kecepatan angin yang relatif rendah mengakibatkan bangunan didesain untuk beradaptasi menggunakan desain pasif dalam bentuk pendinginan pasif sehingga penggunaan penyejuk udara (AC) dapat diminimalisir. Penerapan tersebut salah satunya terdapat pada Malang Hill Gallery & Homestay yang menjadi bagian dari Yagasu (Yayasan Gajah Sumatera). Salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak dalam bidang lingkungan dengan berkontribusi pada mitigasi dan adaptasi perubahan iklim global (Sadiyah et al., 2015). Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif, diawali dengan observasi dan pengukuran pada kondisi eksisting yang dianalisa secara visual dilengkapi dengan parameter dan analisa evaluasi pengukuran sehingga menghasilkan rekomendasi desain agar pendinginan pasif yang telah diterapkan pada obyek dapat lebih optimal. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari analisa visual, Malang Hill Gallery & Homestay telah menghadirkan 15 poin strategi pendinginan pasif, kriteria yang masuk dalam kategori cukup sesuai menjadikan beberapa titik ukur penelitian selama enam hari di bulan April 2021 pada lantai dua massa homestay melebihi batas suhu nyaman atas sehingga ditambahkan rekomendasi desain. Kata kunci: Desain Pasif, Pendinginan Pasif, Analisa Visual, Performa Termal
Lingkungan Termal Alami Pada Model Rumah Tradisional Betawi Nur Fitriatus Sa'diah; Agung Murti Nugroho
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi berdampak pada budaya Indonesia salah satunya rumah tradisional yang mulai ditinggalkan yaitu Rumah Tradisional Betawi atau Rumah Kebaya. Rumah dengan gaya modern dan minimalis menjadi kriteria rumah saat ini. Rumah tradisional telah mengalami tahap trial and error dalam menghadapi kondisi lingkungan. Mengetahui elemen yang menyebabkan lingkungan termal terasa nyaman agar dapat diterapkan pada bangunan saat ini. Dengan metode analisis data komparatif antara data kualitatif dan kuantitatif. Data kuantitatif dibandingkan dengan standar yang ditentukan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa elemen pembentuk lingkungan termal alami pada model rumah kebaya yaitu Orientasi Bangunan, Tata Letak Vegetasi, Beranda atau Teras. Berdasarkan data dari observasi lapangan, elemen pembentuk lingkungan termal memenuhi standar rata – rata suhu menurut SNI, Peraturan Menteri Kesehatan, dan Suhu Netral serta memenuhi standar rata – rata kelembapan menurut penelitian Tirtha Paul pada buku Frick, H. et al. (2008).    
Pola Ruang Dalam Rumah Adat Kaki Seribu Di Kampung Demaisi Kabupaten Pegunungan Arfak,Papua Barat anviasty nur istiqomah; Antariksa Sudikno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kaki Seribu (ibeiya) ) merupakan rumah tradisional salah satu rumah adat di Indonesia yang berasal dari Papua Barat. Pola ruang dalam pada rumah tradisional Kaki Seribu ini merupakan salah satu pembahasan yang penting yang dapat diteliti dari keseluruhan bahan yang ada pada ibeiya ini. Salah satu lokasi yang masih banyak terdapat rumah Kaki Seribu (ibeiya) adalah Kampung Demaisi Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat. Letak Kampung ini berada di antara hutan yang dilindungi dan merupakan salah satu Kampung yang di lewati untuk menuju tempat wisata Danau Anggi. Penelitian ini merupakan salah satu maslah yang penting dalam ibeiya yaitu dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk pola ruang dari sebuah rumah ibeiya. Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus rumah tradisional Kaki Seribu (ibeiya) yang ada di Kampung Demaisi. Analisis penelitian ini dilakukan berdasarkan enam aspek yaitu Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah zonasi, fungsi, orientasi, hirarki, sirkulasi dan elemen pembentuk ruang. Studi ini akan menunjukan pola ruang yang tersusun dari rumah ibeiya. Pola ruang yang dihasilkan berdasarkan klarifikasi didalam kawasan tersebut. Kata kunci: ruang dalam, rumah kaki seribu (ibeiya)
Evaluasi Penerapan Passive Cooling pada Malang Hill Galery & Homestay Desy Yuninda; Ary Deddy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena Urban Heat Island (UHI) berdampak pada iklim mikro suatu bangunan atau site, hal tersebut berkaitan dengan kenaikan suhu salah satunya terjadi di Kota Malang. Terletak di iklim tropis lembab dengan kendala suhu, kelembapan cenderung tinggi dan kecepatan angin yang relatif rendah mengakibatkan bangunan didesain untuk beradaptasi menggunakan desain pasif dalam bentuk pendinginan pasif sehingga penggunaan penyejuk udara (AC) dapat diminimalisir. Penerapan tersebut salah satunya terdapat pada Malang Hill Gallery & Homestay yang menjadi bagian dari Yagasu (Yayasan Gajah Sumatera). Salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak dalam bidang lingkungan dengan berkontribusi pada mitigasi dan adaptasi perubahan iklim global (Sadiyah et al., 2015). Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif, diawali dengan observasi dan pengukuran pada kondisi eksisting yang dianalisa secara visual dilengkapi dengan parameter dan analisa evaluasi pengukuran sehingga menghasilkan rekomendasi desain agar pendinginan pasif yang telah diterapkan pada obyek dapat lebih optimal. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari analisa visual, Malang Hill Gallery & Homestay telah menghadirkan 15 poin strategi pendinginan pasif, kriteria yang masuk dalam kategori cukup sesuai menjadikan beberapa titik ukur penelitian selama enam hari di bulan April 2021 pada lantai dua massa homestay melebihi batas suhu nyaman atas sehingga ditambahkan rekomendasi desain. Kata kunci: Desain Pasif, Pendinginan Pasif, Analisa Visual, Performa Termal
Pemanfaatan Area Eks PKL Alun-alun Raden Bagus Asra Ki Ronggo Bondowoso Sebagai Ruang Komunal Muhammad Fahmi Aldy; Sigmawan Tri Pamungkas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alun-alun Raden Bagus Asra Ki Ronggo Bondowoso merupakan Taman Kota yang dimiliki oleh masyarakat Bondowoso. Beragamnya aktivitas yang terjadi salah satunya yang menjadi fokus penelitian yakni kegiatan yang dikaitkan dengan komunal masyarakat pada area Alun-alun sisi timur/area eks PKL. Alun-alun sisi timur di dominasi oleh Pedagang Kaki Lima sampai saat ini. Padahal berdasar Peraturan Bupati 2017, secara resmi pemanfaatan sebagai area PKL di hapuskan dan sempat pernah direlokasi. Namun saat ini, masih banyak dijumpai PKL untuk berdagang pada area tersebut. Dari situ, penelitian bertujuan mengetahui dan merumuskan pola pemanfaatan Alun-alun Raden Bagus Asra Ki Ronggo Bondowoso sisi timur/area eks PKL sebagai ruang komunal. Metode penelitian yang digunakan yakni kualitatif deskriptif-eksploratif. Pada penelitian tersebut menggunakan pendekatan behavioral mapping – place-centered mapping. Hasil penelitian didapatkan berupa pola pemanfaatan yang tergolong dalam komunal masyarakat, seperti kegiatan berdagang, kegiatan berkumpul/nongkrong, kunjungan/singgah, aktivitas bersantai, dan jogging. Pemanfaatan area sebagai ruang komunal dipengaruhi oleh karakter ruang dibentuk oleh pelaku, vegetasi, serta setting fisik. Termasuk kehadiran pedagang sebagai necessary activity mempengaruhi intensitas aktivitas yang terjalin (optional and social activity).
Kinerja Lingkungan Termal pada Bangunan Vernakular Madura di Kabupaten Probolinggo Mayasari Purwaningsih; Agung Murti Nugroho
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai wilayah beriklim tropis lembap, kelembapan tinggi serta suhu udara yang relatif panas sepanjang tahun menjadi permasalahan utama di dalam bangunan. Hal utama yang harus diperhatikan dalam mendesain bangunan di Indonesia adalah respon bukaan terhadap angin sebagai ventilasi alami, respon atap dan sun shading terhadap radiasi matahari dan hujan, serta respon material bangunan terhadap akumulasi kelembapan udara.  Bangunan vernakular pada dasarnya memiliki strategi dalam merespon kondisi iklim tersebut, termasuk juga pada bangunan vernakular madura di Kabupaten Probolinggo.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana respon elemen bioklimatik bangunan vernakular mampu memenuhi lingkungan termal yang nyaman bagi penghuninya.  Metode yang digunakan adalah dengan membandingkan dua bangunan terkait analisis visual elemen bioklimatik dengan hasil pengukuran lingkungan termal di lapangan untuk mengetahui elemen mana yang paling berpengaruh terhadap kenyamanan termal bangunan.  Hasil menunjukkan bahwa optimasi elemen bioklimatik berbanding lurus dengan hasil pengukuran lingkungan termal di lapangan.
Strategi Pencahayaan Alami Untuk Bangunan Tebal (Studi Kasus: Gedung Olahraga Ki Mageti Magetan) Adhyaksa Dwipantara; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencahayaan alami yaitu memanfaatkan cahaya matahari sebagai sumber cahaya utama dengan menciptakan akses ke dalam ruang. Manfaat pencahayaan alami dapat memberikan lingkungan visual yang menyenangkan dan nyaman dengan kualitas cahaya yang mirip kondisi alami di luar bangunan serta strategi penghematan energi. Kondisi eksisting Gedung Olahraga Ki Mageti Magetan menunjukkan distribusi pencahayaan alami yang masuk ke dalam bangunan gedung olahraga kurang merata karena posisi lubang bukaan yang kurang merata pada sisi dinding bangunan dan dimensinya kurang sesuai sehingga mempengaruhi tingkat kenyamanan visual dalam bangunan menjadi menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pencahayaan alami untuk bangunan tebal pada objek studi kasus Gedung Olahraga Ki Mageti Kabupaten Magetan yang disesuaikan dengan standar tingkat pencahayaan gedung olahraga. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan kuantitatif. Analisis deskripsi yaitu menganalisis secara deskriptif kondisi eksisting bangunan secara fisik yang selanjutnya dibantu dengan software simulasi DiaLux sebagai analisis kuantitatif. Hasil simulasi berdasarkan dengan kondisi eksisting menunjukkan nilai dibawah standar untuk tingkat pencahayaan alami dan nilai WWR (Window Wall Ratio). Selanjutnya merancang beberapa alternatif strategi desain yang hasil akhirnya menunjukkan nilai diatas standar untuk nilai WWR, tingkat pencahayaan, dan tingkat kemerataan cahaya pada bangunan Gedung Olahraga Ki Mageti Magetan.
Identifikasi Penerapan Prinsip Thaharah dalam Tata Ruang dan Sirkulasi pada Masjid Raden Patah Universitas Brawijaya Erykha Putri Anggraini; Rinawati P. Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini meneliti adanya prinsip thaharah dalam pada tata ruang dan sirkulasi  pada Masjid Raden Patah Universitas Brawijaya. Masjid merupakan tempat ibadah dengan syarat suci baik itu ruang shalatnya, lingkungan, dan manusianya. Pada masjid, tata ruang dan sirkulasi memperhatikan dua faktor, ‘batas suci’ dan pembeda gender. Batas suci di bagi atas area suci dan area tidak suci, sedangkan pemisah gender merupakan bentuk dari pembeda ruang dan sirkulasi bagi pengguna laki-laki dan pengguna perempuan. Sehingga bentuk dari prinsip thaharah yang menjadi fokus peneliti adalah cross circulation. Tujuan dari penelitian mengidentifikasi tata ruang dan sirkulasi pada Masjid, sejauh apa prinsip thaharah itu diterapkan pada bangunan terkait penggunanya.  Metode penelitian yang di gunakan adalah metode penelitian kualitatif engan pendekatan induktif.Penelitian ini nantinya akan berguna untuk memahami bagaimana prinsip thaharah pada masjid, dengan memperhatikan batas suci dan pemisah gender. Sehingga setiap elemennya seperti penanda batas suci, tata letak fungsi ruang, pencapaian dan sirkulasi bisa di perhatikan dan ditingkatkan secara optimal pada Masjid Raden Patah Universitas Brawijaya.
IDENTITAS VISUAL PADA MASJID AL – WUSTHO MANGKUNEGARAN SURAKARTA Andi Muhammad Aria Pinandita; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masjid Al – Wustho Mangkunegaran mulai dipugar oleh KGPAA Mangkunegaran VII pada tahun 1878-1918 yang dirancang oleh Ir. Herman Thomas Karsten arsitektur asal Belanda, tidak heran meskipun dibangun dalam bentuk arsitektur khas Jawa tetapi juga terdapat banyak pengaruh gaya Kolonial. Adapun Masjid Al – Wustho merupakan masjid yang dijadikan cagar budaya di Kota Surakarta dan teregistrasi dalam sistem registrasi nasional cagar budaya oleh Kementrian Pendidikan Budaya. Oleh karena itu, dengan kemunculan identitas serta karakteristik yang beragam, diperlukan adanya peninjauan dalam identitas masjid pada elemen visual. Kajian ini merupakan media untuk membantu dalam memahami identitas visual Masjid Al – Wustho Mangkunegaran berdasarkan karakter visual yang menjadikan ciri khas sebagai masjid kraton di kota Surakarta. Metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil akhir analisis ini menghasilkan identitas visual bangunan yang dipengaruhi oleh gaya bangunan yang digunakan. Secara garis besar identitas bangunan masjid Al – Wustho Mangkunegaran dibangun dengan dominasi langgam arsitektur tradisional Jawa pada aspek visual dan juga langgam arsitektur Kolonial. Namun, kedua langgam ini berakulturasi menjadi satu diikuti dengan budaya lokal Surakarta yang menghasilkan bangunan bersejarah yang vital di kota Surakarta.
Evaluasi Desain Pencahayaan Alami Rumah Tinggal Di Bekasi Selama WFH Dalam Masa Pandemi Covid-19 Ratrika Rafhaella; Wasiska Iyati, S.T., M.T.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di masa pandemi Covid-19, setiap orang melakukan pekerjaannya dari rumah. Kebutuhan ruang yang tadinya digunakan untuk beristirahat, mendadak digunakan sebagai aktivitas bekerja. Perbedaan ini menimbulkan masalah baru saat aktivitas yang digunakan di dalam ruang tidak sesuai dengan kebutuhan pencahayaan alami. Penghuni rumah tinggal sebagai subjek yang merasakan kenyamanan memiliki perilaku berbeda sehingga mempengaruhi persepsi mereka terhadap kenyamanan pencahayaan dalam ruang. Penelitian ini akan mengevaluasi kondisi desain pencahayaaan alami serta respon pengguna terhadap kenyamanan visual di rumah tinggal Perumahan Palm Residence Bekasi dalam mendukung aktivitas WFH dan SFH. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif evaluatif melalui beberapa tahapan analisis yaitu analisis visualisasi, pengukuran lapangan, kuesioner, korelasi, dan evaluasi. Hasil data objektif akan dikorelasikan dengan data subjektif sehingga diketahui hasil evaluasi berupa hubungan desain pencahayaan alami dan kenyamanan visual berdasarkan persepsi pengguna dalam mendukung aktivitas bekerja dan bersekolah dari rumah. Hasil penelitian ini mendapati Ruang Tidur Utama termasuk kategori tidak nyaman dengan presentase nilai DF 5,4% sehingga memerlukan rekomendasi desain untuk menurunkan presentase tersebut di rentang kategori nyaman yaitu 2%-3%.

Page 92 of 150 | Total Record : 1492