Articles
1,492 Documents
Pengaruh Luas Bukaan Ventilasi Terhadap Lingkungan Termal Pada Masjid Ulul Albab Insan Cendikia Mandiri
Andiavi Gilang Pradana;
Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kabupaten Sidoarjo merupakan kabupaten yang dekat dengan Surabaya, dan kota pahlawan adalah sebutan dari kota Sidoarjo. Sidoarjo merupakan daerah perbatasan Surabaya dan Gresik, Letak Geografis Sidoarjo berada di daerah yang memiliki daratan rendah dan berada pada dua aliran sungai yang besar, yaitu Kali Mas dan Kali Porong, asal mula keduanya sungai itu merupakan pecahan dari kali Brantas. Oleh karena itu, Sidoarjo dikenal dengan sebutan Kota Delta. Kota Sidoarjo memiliki beberapa masjid yang memiliki desain yang modern untuk memfasilitasi pengguna sekitar untuk beridadah. Seiring berjalannya waktu, terdapat beberapa masjid yang telah menggunakan desain modern dengan ramah lingkungan dan tidak menggunakan AC, namun letak geografi Sidoarjo dalah dataran rendah dan memeiliki suhu udara yang bisa dikatan hangat – panas. Pada beberapa masjid yang terletak di Kota Sidoarjo tentunya memiliki desain khusus untuk mengatasi dan mengaptasi bangunan dilingkungan hawa panas. Sehingga dengan desain khusus pada daerah yang memiliki suhu rata-rata hangat – panas bisa terasa sejuk dan nyaman saat digunakan untuk beribadah.
Komparasi Morfologi Stasiun Milik Nederlandsch Indische Sooorweg (NIS) Dengan Stasiun Milik Staatsspoorwegen (SS)
Aubrey Giandima;
Ema Yunita Titisari;
Joko Triwinarto Santoso
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Lahirnya jaringan rel kereta api bermula dari melimpahnya hasil panen saat Tanam Paksa. Setelah raja Belanda menurunkan maklumat, timbul perdebatan mengenai perusahaan seperti apa yang dapat melakukan bisnis kereta api tersebut. Hasil dari perdebatan tersebut adalah sebuah perusahaan swasta bernama Nederlandsch Indische Spoorweg (NIS). Akan tetapi, jalur yang dibangun oleh NIS memiliki banyak kekurangan sehingga akhirnya pemerintahan Hindia Belanda mendirikan perusahaannya sendiri yaitu Staatsspoorwegen (SS). Kedua perusahaan memiliki andil yang besar dalam perkembangan kereta api di Hindia Belanda. Dua entitas perusahaan yang berbeda menggunakan strategi yang berbeda dalam menjalankan bisnisnya. Hal ini tentu menimbulkan morfologi yang menarik untuk dikomparasikan. Penelitian ini membahas karakteristik morfologi stasiun kereta api dari dua perusahaan tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui skema komparasi. Variabel morfologi stasiun digunakan sebagai poin komparasi yang lalu dideskripsikan dengan aspek fungsi, bentuk, dan makna. Objek penelitian terpilih untuk dikomparasikan adalah Stasiun Tawang milik NIS dan Stasiun Cirebon milik SS. Hasil penelitian berupa room street sebagai karakteristik stasiun milik NIS dan kesimetrisan yang konstan pada stasiun milik SS.
IDENTIFIKASI PENERAPAN POLA BIOPHILIC DESIGN PADA INTERIOR RUMAH INDEKOS DI KOTA SURABAYA
vivi Rahmatika Widyadinata;
Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola apa saja yang mampu diterapkan dalam interior bangunan dengan fungsi rumah indekos. Penerapan pola biophilic design pada rumah indekos mampu memberi dampak positif bagi psikologis maupun kesehatan manusia dan menciptakan healing environment. Namun untuk menerapkan biophilic design harus memperhatikan batasan dan fungsi bangunan terutama pada bangunan dengan fungsi rumah indekos. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan melakukan analisis terhadap penerapan 14 pola design biophilic pada ruang komunal, ruang kamar tidur, ruang kamar mandi, area parkir, dan area dapur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseluruhan pola dapat diterapkan dalam bangunan dengan fungsi rumah indekos, namun pada beberapa ruang, diperlukan penyesuaian pola dengan penerapan terbatas dengan memperhatikan fungsi ruang dan juga tingkatan privasi ruang. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa penerapan pola paling tinggi terdapat pada ruang dengan tingkat privasi yang rendah seperti ruang komunal dan juga area parkir, sebaliknya penerapan pola paling sedikit ditemukan pada ruang dengan privasi yang tinggi, seperti ruang kamar tidur dan kamar mandi.
Rekayasa Pendinginan Evaporatif Lingkungan Termal Rumah Tinggal
Azizah Fairuz Basyair;
Agung Murti Nugroho
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Indonesia yang terletak di garis khatulistiwa hanya memiliki 2 macam musim, yaitu musim panas dan musim dingin. Musim panas umumnya terjadi terhitung dari bulan April hingga September. Terpantau dari data cuaca online BMKG disimpulkan bahwa rata-rata temperature tertinggi pada bulan April 2019 lebih tinggi disbandingkan dengan temperature maksimal April 2017. Warga negara tropis termasuk Indonesia berusaha untuk tetap merasa nyaman di rumah tinggalnya dengan cuaca yang sedang tinggi-tinggi nya ketika musim panas. Beberapa usaha yang dapat dilakukan yaitu memasang pendingin buatan seperti, Air Conditioner (AC), kipas angin, ventilating fan, cooling pack, exhaust fan, atau dengan penghawaan alami seperti tanaman dan evaporative cooler. Evaporative cooler yang terdapat di rumah tinggal berupa kolam nantinya akan dipantau pepengaruhnya sebagai pendingin alami kemudian dibandingkan dengan rumah tinggal tanpa pendingin alami maupun buatan
Membaca Ruang Kosmologi dalam Sumbu Orientasi Sakuren antara Indung-Pangawasa di Kasepuhan Ciptagelar
Youla Ela Kafila;
Susilo Kusdiwanggo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Masyarakat Adat Pancer-Pangawinan Kasepuhan Ciptagelar adalah salah satu masyarakat adat yang masih memegang teguh budaya padi (padi-culture), di mana konsep pasangan dualisme-harmoni. Sakuren hadir sebagai salah satu rujukan konsep kehidupan masyarkat adat Pancer-Pangawinan Kasepuhan Ciptagelar. Konsep sakuren menjadi kritik atas konsep dualisme-antagonistis yang selama ini diidentikkan sebagai konsep sepasang yang saling berlawanan. Pada kenyataanya sakuren hadir sebagai konsep sepasang yang berdampingan, melengkapi, dan mengada. Setiap entitas akan memperkuat entitas lainnya. Terdapat beberapa pasangan sakuren di Kasepuhan Ciptagelar, antara lain adalah sumbu orientasi indung-pangawasa dan bapa-cahaya. Di setiap pasang sumbu orientasi sakuren tersebut memuat sarat makna ruang kosmologis. Dari dua sumbu orientasi tersebut, penelitian ini membatasi pada sumbu orientasi indung-pangawasa. Dengan menggunakan entitas padi sebagai acuan utama, bagaimana relung ruang kosmologi yang terjadi di antara sumbu orientasi indung-pangawasa? Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi makna ruang kosmologi di sepanjang kisah perjalanan sumbu indung ke pangawasa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif-eksploratif yang bersandar pada pengetahuan aposteriori. Dengan pendekatan etnografi melalui paradigma induktif, makna dibahas secara diakronik. Hasil penelitian ini menujukan bahwa sakuren memiliki makna ruang kosmologi yang terikat erat pada konstanta waktu-ruang. Ruang bergantung pada waktu. Selama proses memahami akan muncul relasi antara waktu-ruang. Relasi itu mengahasilkan makna taksa.
Arsitektur Bioklimatik pada Rumah Vernakular Madura di Probolinggo
Bagus Fajar Novianto;
Agung Murti Nugroho
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Makalah ini membahas tentang arsitektur bioklimatik yang terdapat pada rumah vernakular Madura yang berlokasi di Kabupaten Probolinggo. Kajian pada arsitektur bioklimatik bertujuan selain mempertahankan eksistensi arsitektur lokal juga untuk mengupayakan pencapaian kenyamanan termal dengan memaksimalkan sistem pasif. Metode penelitian dengan cara kajian visual terhadap komponen bioklimatik, melakukan pengukuran suhu dan kelembapan serta simulasi bangunan untuk mengembangkan komponen bioklimatik agar mencapai kenyamanan termal yang lebih baik. Hasil penelitian menunjukkan jumlah poin bioklimatik yang dijumpai tidak berbanding lurus dengan hasil pengukuran performa termal rumah. Selain itu ketika suhu luar mencapai suhu diatas standar kenyamanan, suhu dalam rumah juga melebihi batas atas suhu nyaman. Dengan dilakukan simulasi penggantian material pada rumah dengan performa termal yang lebih rendah, didapatkan penurunan suhu dibandingkan sebelumnya saat menggunakan material eksisting. Kata kunci: arsitektur bioklimatik, kenyamanan termal, material
Morfologi Arsitektur Masjid Agung Jami' Malang
Yoshinta Aqilla Arawinda Putri;
Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Masjid Agung Jami’ Malang merupakan bangunan warisan budaya Kota Malang yang didirikan pada tahun 1875 dengan langgam masjid Jawa. Setelah melalui beberapa kali perkembagan, kini Masjid Agung Jami’ Malang menerapkan dua langgam sekaligus.Tampilan luar masjid menerapkan langgam masjid Timur Tengah, sedangkan pada bagian dalam masjid masih menerapkan langgam masjid Jawa. Kajian morfologi dilakukan guna mengidentifikasi dan melacak perubahan elemen arsitektur yang mengakibatkan adanya pergeseran langgam yang semula berlanggam masjid Jawa menjadi masjid Timur Tengah. Pendekatan morfologis dilakukan dengan mengumpulkan data mengenai perubahan elemen masjid terutama elemen ruang, atap,menara (minaret), dan arkade. Data tersebut kemudian disusun dan dianalisis dengan pendekatan diakronis (historis) guna melacak perubahan yang terjadi sejak awal didirikan hingga kini. Melalui kajian ini, diperoleh hasil bahwa berdasarkan morfologinya masjid ini melewati enam periode perkembangan. Tampilan masjid ini mulai bergeser menjadi langgam masjid Timur Tengah sejak periode tiga (1930) hingga empat (1950) dengan adanya penambahan elemen atap kubah, minaret, dan arkade. Hingga akhirnya langgam masjid Jawa, yang diterapkan pada bagian dalam masjid, tertutupi sepenuhnya oleh langgam masjid Timur Tengah pada awal periode enam(2000).
Kinerja Lingkungan Termal Rumah Vernakular Suku Osing
Avief Wahyu Hidayat;
Agung Murti Nugroho
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Di masa sekarang rumah vernakular Suku Osing hanya bisa ditemui di beberapa desa adat di Banyuwangi. Kemajuan teknologi dan konstruksi banyak menggeser rumah vernakular sebagai hunian di kalangan masyarakat Banyuwangi. Salah satu faktor vital yang membuat perbedaan antara rumah tinggal masa kini dan rumah vernakular Suku Osing adalah kenyamanan termal yang tercipta. Rumah vernakular Suku Osing banyak dinilai tidak praktis dalam mengendalikan kinerja termal di dalam rumah dibandingkan dengan rumah masa kini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah masih ada elemen bangunan rumah vernakular Suku Osing yang bisa berpengaruh dalam menurunkan suhu dan kelembapan di dalam ruang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Hasilnya menyimpulkan jika beberapa elemen strategi lingkungan termal alami pada rumah vernakular Suku Osing masih sangat bisa digunakan dan dimanfaatkan dalam menurunkan suhu sekaligus mencapai kenyamanan termal.
Teritori Ruang Pada Aktivitas Budaya Dan Ritual di Dusun Tambakwatu, Pasuruan
Diana Stefanie;
Antariksa Sudikno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dusun Tambakwatu merupakan daerah yang masih kental akan adat dan budaya kejawennya. Hal ini dapat dilihat dari rangkaian pernikahan dan selametan yang masih menggunakan pakem-pakem Jawa. Aktivitas ritual dan budaya yang berjalan di Dusun Tambakwatu bersifat komunal dan sebagian besar terjadi di dalam rumah. Hal ini bersebrangan dengan pemahaman bahwa rumah adalah teritori primer dalam skala meso dan makro. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan teritori ruang yang terbentuk pada aktivitas budaya dan ritual dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini menghasilkan bahwa semakin besar dan semakin banyak aktivitas dalam suatu acara membutuhkan area yang lebih luas dan dapat menginvasi teritori orang lain.
Kualitas Visual Wisata Telaga Sarangan di Kabupaten Magetan
Sonia Pristika Widodo;
Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Telaga Sarangan di Magetan merupakan destinasi liburan yang menjadi andalan kota Magetan. Sebuah konfigurasi wilayah seharusnya dimungkinkan jika komponen-komponennya dirancang sedemikian rupa untuk mencapai keselarasan dan konkordansi. Alasan penelitian ini adalah untuk menentukan sifat visual kawasan Telaga Sarangan tergantung pada kecenderungan pengunjung dan penghuni lingkungan setempat. Teknik yang digunakan adalah strategi campuran, khususnya subjektif dan kuantitatif. Hasil yang diperoleh dari pengujian yang dilakukan adalah terdapat tiga belas boost yang memiliki kualitas kualitas sedang berdasarkan kedua responden, dan sifat visual Telaga Sarangan memiliki karakterisasi kualitas mid-range. Sifat visual ruang dapat ditingkatkan dengan memberikan ide rencana dan proposal desain.