Articles
46 Documents
Search results for
, issue
"Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019"
:
46 Documents
clear
KARAKTERISTIK PENGGUNA SUROBOYO BUS
Frans Cristofer Sunirno;
Kevin Christopher Halim;
Rudy Setiawan
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (539.153 KB)
Kemacetan di Kota Surabaya kemungkinan disebabkan oleh banyaknya masyarakat yang lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi. Maka dari itu, pengoperasian Suroboyo Bus merupakan salah satu upaya untuk mengurangi kemacetan di Kota Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pengguna Suroboyo Bus, dan penilaian masyarakat tentang pelayanan Suroboyo Bus, serta faktor – faktor yang mempengaruhinya. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 247 orang responden hari kerja dan pada jam sibuk (jam 11.00 – 13.00 dan 16.00 – 18.00). Metode analisis yang digunakan adalah Importance Performance Analysis (IPA). Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa beberapa faktor yang perlu ditingkatkan yaitu: Kesesuaian jadwal, jarak antar kursi, sosialisasi aplikasi GOBIS, kebersihan dan keamanan halte, dan pemberitahuan pemberhentian selanjutnya.
KORELASI ANTARA UJI TARIK PONDASI TIANG DENGAN UJI PDA
Kevin Mario Wibisono;
Renardo David Budiman;
Gogot Setyo Budi
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (755.037 KB)
Penelitian ini berisi tentang studi daya dukung tarik pondasi tiang berdasarkan prediksi hasil uji PDA dan prediksi analitik menggunakan metode Decourt (1982), kemudian hasilnya dibandingkan dengan hasil uji Static Load Test (SLT). Pada penelitian ini pengumpulan data tanah yang berupa nilai SPT, data SLT, dan data uji PDA dilakukan pada 4 proyek yang berbeda. Metode yang digunakan untuk menginterpretasikan hasil uji SLT meliputi metode Chin (1970), metode Van der Veen (1953), metode Mazurkiewickz (1972), metode Tangent Intersection (O'Rourke dan Kulhawy, 1985), dan metode dari Sharma et al. (1984). Hasil penelitian menunjukan bahwa daya dukung tarik tiang pancang yang diinterpretasikan menggunakan metode Van der Veen terlihat paling mendekati dengan prediksi analitik menggunakan metode Decourt dan hasil uji PDA. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa prediksi daya dukung tarik tiang pancang menggunakan metode Decourt lebih besar daripada hasil uji PDA. Di samping itu, metode Tangent Intersection dan metode yang diusulkan oleh Sharma et al. lebih sesuai digunakan untuk menentukan daya dukung tarik tiang pancang yang diuji sampai menunjukan adanya penurunan tiang yang besar.
SURVEY STATUS RISIKO TERHADAP DAMPAK WAKTU DAN DAMPAK BIAYA PADA TAHAP PRA KONSTRUKSI DAN KONSTRUKSI PROYEK KONSTRUKSI
Yosua Hardistianto;
Angelita Wiyanto;
Paulus Nugraha
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (789.14 KB)
Industri konstruksi dapat mengalami banyak risiko. Untuk mengelola risiko secara efektif maka perlu dilakukan analisa terhadap status risiko. Status risiko diperoleh dengan cara menggabungkan frekuensi dan dampak risiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status risiko masing-masing risiko yang diidentifikasi dan mengelompokkannya berdasarkan kategori Extreme, High, Medium dan Low. Selain itu juga dicari apakah ada perbedaan pendapat antara Owner dan Kontraktor dalam hal frekuensi kejadian dan dampak risiko. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebar kuisoner kepada Owner dan perwakilannya dan Kontraktor yang melaksanakan proyek konstruksi High-Rise Building di Surabaya. Kemudian data akan dianalisa dengan uji mean untuk frekuensi dan dampak risiko dan uji t-test untuk analisa perbedaan pendapat. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat satupun risiko yang masuk kedalam kategori Extreme. Pada tahap Pra Konstruksi, status risiko yang paling tingi dampaknya adalah “Kesalahan desain oleh Konsultan”. Pada tahap Konstruksi, status risiko yang paling tinggi dampaknya adalah “Kontraktor dan supplier yang tidak berpengalaman” berdasarkan dampak waktu dan “Kelalaian / keterlambatan pekerjaan oleh sub-kontraktor” menurut dampak biaya. Perbedaan pendapat antara Owner dan Kontraktor pada frekuensi kejadian, dampak waktu dan dampak biaya secara berturut-turut adalah: “Ketidaktepatan dalam estimasi geoteknik dan kekuatan pondasi”, “Kontraktor dan supplier yang tidak berpengalaman” dan “Ketidaktepatan dalam estimasi geoteknik dan kekuatan pondasi”.
STUDI TENTANG ANALISA BIAYA KONSTRUKSI SNI 2008 (BSN) DAN ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN (AHSP) BIDANG PEKERJAAN UMUM 2013 (KPU)
Hans Christian Antonio;
Edward Edward;
Budiman Proboyo;
Indriani Santoso
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (471.181 KB)
Pada proyek konstruksi diperlukan adanya manajemen yang baik, antara lain perlu adanya penyiapan anggaran biaya untuk menghasilkan estimasi biaya yang baik dan dapat digunakan sebagai dasar untuk pembuatan Rencana Anggaran Biaya (RAB) pada proses tender. Estimasi biaya dimulai dari analisa biaya untuk memperoleh Harga Satuan Pekerjaan (HSP) untuk setiap jenis pekerjaan yangada dalam RAB. HSP dapat diperoleh dari pedoman-pedoman yang sudah ada. Penelitian ini adalah penelitian studi literatur, dimana pada penelitian ini membandingkan dua pedoman, yaitu Analisa Biaya Konstruksi tahun 2008 (SNI 2008) dan Analisa Harga Satuan Pekerjaan tahun 2013 (AHSP 2013). Pada kedua pedoman dilakukan kajian terhadap jenis-jenis pekerjaan, jenis-jenis bahan yang digunakan dan indeksnya, serta jenis-jenis tenaga kerja dan indeksnya untuk mengetahui perkembangan, perbedaan dan kesalahan/kekurangan yang ada pada AHSP 2013 yang seyogyanya menjadi pedoman terkini untuk penentu Harga Satuan Pekerjaan. Hasil penelitian terhadap 129 jenis pekerjaan dalam 6 kelompok pekerjaan (persiapan, tanah, pondasi, beton, pasangan dinding, dan plesteran) menunjukan adanya perbedaan antara SNI 2008 dengan AHSP 2013 yang telah diperbaiki/dilengkapi agar dapat dipergunakan dengan lebih tepat/baik.
PERBANDINGAN KARAKTERISTIK CAMPURAN EMULSI BERGRADASI RAPAT TIPE IV, LASTON (AC-WC) DAN LATASTON (HRS-A)
Marcelino Gosal;
Alexander Octovius;
Paravita Sri Wulandari;
Harry Patmadjaja
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (396.327 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk menguji karakteristik Campuran Aspal Emulsi Dingin (CAED) dan Campuran Aspal Panas (CAP) dengan memanfaatkan agregat lokal dari kota Jember. Benda uji pada penelitian ini merupakan Campuran Emulsi Bergradasi Rapat (CEBR) Tipe IV, Laston (AC-WC) dan Lataston (HRS-A). Aspal yang digunakan adalah aspal penetrasi 60-70 dan CSS-1h (Cationic Slow Setting – 1 hard). Benda uji dibuat dengan spesifikasi masing-masing, pemadatan identik, dan proses curing sesuai aturan. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa karakteristik CEBR Tipe IV tidak semua memenuhi spesifikasi Laston (AC-WC) dan Lataston (HRS-A). Karakteristik yang tidak memenuhi adalah flow, air void, dan void filled wih bitumen (VFB).
IMPLEMENTASI DAN FAKTOR HAMBATAN DESIGN FOR CONSTRUCTION SAFETY (DfCS)
Valentinus Alvin;
Surya Nugroho;
Ratna Setiawardani Alifen
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (497.255 KB)
Keselamatan kerja dalam proyek konstruksi masih menjadi sorotan karena masih banyak terjadi kecelakaan kerja. Selama ini banyak pihak yang masih menganggap bahwa keselamatan kerja merupakan tanggung jawab kontraktor. Padahal keputusan pihak lain seperti perencana, yaitu arsitek dan enjinir (A/E) secara langsung dapat mempengaruhi keselamatan kerja konstruksi. Di beberapa negara, banyak yang memberikan perhatian dengan menerapkan konsep Design for Construction Safety (DfCS). DfCS adalah konsep dimana keselamatan kerja konstruksi mulai dipertimbangkan oleh perencana pada fase perencanaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi DfCS yang telah dilakukan, dan faktor hambatan yang sering ditemui oleh perencana. Penelitian ini menggunakan kuisioner yang dibagikan kepada perencana struktur di Surabaya.Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden belum pernah mendengar istilah DfCS dan juga termasuk masih kadang - kadang menerapkannya. Faktor yang paling menghambat implementasi DfCS adalah kurangnya pengetahuan serta pelatihan, kurangnya komunikasi, kolaborasi, dengan pihak lain, kurangnya kesadaran perencana, dan biaya. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa responden dengan pengalaman kerja lebih dari lima tahun lebih sering mempertimbangkan keselamatan kerja saat perencanaan dibandingkan dengan responden dengan pengalaman kurang dari lima tahun.
ANALISIS DAMPAK UKURAN TERHADAP KEKUATAN GESER DINDING BETON BERTULANG
GHO Danny Wahyudi;
David Ardhyan Sutanto;
Jimmy Chandra;
Joko Purnomo
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (845.069 KB)
Dampak ukuran telah diteliti secara komprehensif pada balok, tetapi pada elemen struktur lainnya (seperti dinding beton bertulang) penelitian akan dampak ukuran belum komprehensif sehingga perlu dilakukan penelitian yang lebih lanjut. Mengingat keterbatasan peralatan untuk melakukan penelitian eksperimental dengan dinding beton bertulang dengan ukuran besar maka untuk menganalisis dampak ukuran dilakukan menggunakan simulasi komputer dengan macro-model SFI-MVLEM. Data simulasi yang dilakukan telah mengkonfirmasi penelitian lainnya akan adanya dampak ukuran pada kekuatan geser dinding beton bertulang. Pada berbagai macam variasi perbandingan tinggi terhadap panjang dinding (Hw/Lw) dan rasio tulangan badan (ρ) terlihat akan adanya dampak ukuran. Ditemukan bahwa dampak ukuran terjadi paling signifikan pada dinding dengan nilai Hw/Lw 0,5. Selain itu, dinding beton bertulang dengan rasio tulangan badan melebihi batas peraturan mempunyai dampak ukuran yang lebih tinggi dibandingkan dengan dinding beton bertulang dengan rasio tulangan badan minimal.
ANALISA BIAYA PROYEK RUMAH TINGGAL DUA LANTAI DI SURABAYA TIMUR
Johan Tirta Setiawan;
Albert Jefferson;
Sentosa Limanto
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (517.174 KB)
Dalam kenyataannya biaya yang dikeluarkan untuk menyelesaikan suatu proyek tidak sama dengan biaya yang dihitung menggunakan pedoman AHSP. Penelitian ini menganalisa perbandingan antara biaya yang terjadi di lapangan dengan biaya jika dihitung dengan AHSP. Penelitian dilakukan pada proyek rumah tinggal dua lantai yang terletak di Surabaya bagian Timur. Perbandingan ini bertujuan untuk mendapat bobot biaya di lapangan dengan perhitungan biaya menggunakan AHSP. Pertama, dilakukan Pekerjaan Persiapan, jika dilihat dari biaya di lapangan, hanya berbobot 19% dari biaya jika dihitung menggunakan metode AHSP 2013. Lalu Pekerjaan Tanah dan Galian, jika dilihat dari biaya di lapangan, hanya berbobot 66% dari biaya jika dihitung menggunakan metode AHSP 2013. Kemudian Pekerjaan Pondasi, jika dilihat dari biaya di lapangan, hanya berbobot 55% dari biaya jika dihitung menggunakan metode AHSP 2013. Setelah itu Pekerjaan Struktur Atas, jika dilihat dari biaya di lapangan, hanya berbobot 57% dari biaya jika dihitung menggunakan metode AHSP 2013. Terakhir yaitu Pekerjaan Dinding, Plesteran & Acian, jika dilihat dari biaya di lapangan, hanya berbobot 75% dari harga jika dihitung menggunakan metode AHSP 2013. Dari rata-rata tiap pekerjaan di atas, biaya di lapangan tersebut berbobot 58% kecil dari harga menggunakan metode AHSP 2013.
PENGARUH UKURAN PARTIKEL CALCINED CLAY DAN PENGGANTIAN SEBAGIAN SEMEN DENGAN KALSIUM HIDROKSIDA PADA MORTAR LIMESTONE CALCINED CLAY CEMENT (LC3)
Arthur Arthur;
Kevin Saputra;
Antoni Antoni;
Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (431.009 KB)
Limestone calcined clay cement (LC3) memiliki potensi dalam menggantikan penggunaan semen dalam pembuatan beton. Dimana campuran LC3 sendiri terdiri dari calcined clay, kalsium hidroksida, semen dan gypsum. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan campuran LC3 pada mortar dapat menghasilkan kuat tekan yang sama dengan mortar OPC, dimana campuran LC3 yang digunakan memiliki persentase penggantian semen terbatas hingga 50% dari binder. Untuk meningkatkan persentase penggantian semen digunakan larutan kalsium hidroksida dengan suhu larutan 50°C. Variasi ukuran partikel calcined clay juga dilakukan dengan menggiling calcined clay berdiameter 1-2 cm dengan ball mill selama 1, 2 dan 4 jam. Hasil penelitian menunjukkan penggantian 15% semen dengan larutan kalsium hidroksida dapat menghasilkan kuat tekan yang sama dengan mortar LC3 kontrol. Dan semakin halus ukuran partikel calcined clay yang digunakan semakin tinggi kuat tekan mortar, dengan kuat tekan tertinggi didapat pada mortar dengan calcined clay yang digiling selama 2 jam (15% tertahan pada ayakan No. 325). Semakin tinggi persentase kalsium hidroksida yang digunakan menyebabkan menurunnya kuat tekan dan work ability dari mortar, namun besarnya penurunan kuat tekan berkurang pada saat calicined clay yang digunakan semakin halus.
ANALISIS LABOR UTILIZATION RATE PADA JAM KERJA NORMAL DAN JAM KERJA LEMBUR
Jeremy Kevin Pranoto;
Gordon Thiery Kurniawan;
Ratna Setiawardani Alifen
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (719.105 KB)
Efektivitas pemakaian tenaga kerja di lapangan dapat dinyatakan dengan nilai Labor Utilization Rate (LUR). Pengukuran efektivitas pekerja sulit dilakukan secara akurat karena sifat pekerja yang tidak stabil dalam pelaksanaan konstruksi. Oleh karena itu, pengukuran dapat dilakukan dengan pendekatan, salah satunya yaitu dengan metode work sampling. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar nilai LUR untuk pekerjaan bekisting dan pembesian di proyek Apartemen Darmo Hill pada jam kerja normal dan jam kerja lembur. Dari penelitian yang telah dilakukan, didapatkan nilai LUR untuk pekerjaan bekisting pada jam kerja normal adalah 48.15%, lebih tinggi jika dibandingkan dengan nilai LUR pada jam kerja lembur yang besarnya 38.55%, sedangkan nilai LUR untuk pekerjaan pembesian pada jam kerja normal adalah 56.04%, tidak berbeda jauh jika dibandingkan dengan nilai LUR pada jam kerja lembur yang besarnya 55.85%.