cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 25982397     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil yang diterbitkan 2 kali dalam setahun pada bulan Februari dan Agustus. Jurnal ini pertama kali terbit pada bulan Agustus 2012. Tujuan dari penerbitan jurnal ini adalah sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menyebarluaskan hasil penelitian bersama dengan dosen pembimbingnya dalam bidang keilmuan dan penerapan di bidang teknik sipil.
Arjuna Subject : -
Articles 899 Documents
PERANCANGAN TEBAL PERKERASAN DAN ESTIMASI BIAYA JALAN RAYA LAWEAN – SUKAPURA ( PROBOLINGGO ) Vinsensius Budiman Pantas; Indriani Santoso; Budiman Proboyo
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.815 KB)

Abstract

Jalan raya Lawean – Sukapura menghubungkan kota Probolinggo dengan kawasan wisata Gunung Bromo. Jalan ini akan dirancang tebal perkerasan dan perhitungan estimasi biayanya dengan menggunakan data yang didapat dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Propinsi Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk merancang tebal perkerasan lentur Jalan raya Lawean – Sukapura menggunakan metode Analisa Komponen Bina Marga 1987 dengan memasukan parameter perancangan jalan antara lain; daya dukung tanah yang dilihat memalui nilai CBR tanah dasar, Beban lalu lintas yang dilihat melalui lalu lintas harian rata – rata.Kemudian menghitung estimasi biaya dengan Standar Satuan Harga Dasar Konstruksi dan Analisa Harga Satuan Pekerjaan Dinas Pekerjaan Umum Jawa Timur Tahun Anggaran 2011 yang memperhatikan kuantitas jenis pekerjaan dan analisa harga satuannya. Melalui metode Analisa Komponen, jalan dengan panjang 10 Km,nilai CBR Urugan sebesar 10%, umur rencana 5 tahun, dan tetap menggunakan lapis pondasi bawah eksisting ( telford dan CTSB ) maka diperoleh tebal lapis permukaan ( laston ) 7,5 cm dan lapis pondasi ( laston atas ) bervariasi disesuaikan dengan elevasinya pada setiap stasioning . Dari perhitungan estimasi biaya, total biaya pekerjaan lapis permukaan ( laston ) dan lapis pondasi ( laston atas ) jalan raya Lawean – Sukapura sepanjang 10 Km adalah Rp. 38.244.446.423,75
APLIKASI PERHITUNGAN ALINYEMEN HORISONTAL DAN VERTIKAL DENGAN MICROSOFT EXCEL Christian Ferdinan Sanjaya; Andreas Pramono Setiawan; Rudy Setiawan; Tirsa Endeli Tumbelaka
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.264 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat aplikasi perhitungan alinyemen horisontal dan vertikal untuk mempermudah desain geometrik jalan berdasarkan spesifikasi desain yang ditentukan oleh pengguna aplikasi. Aplikasi ini terdiri dari dua folder, masing – masing untuk alinyemen horisontal dan vertikal. Setiap folder terdiri dari empat file, yaitu Input, Perhitungan, Output, dan Tabel. File pertama yaitu file Input, yang akan diisi oleh pengguna aplikasi. File kedua berupa file perhitungan dimana setiap sheet pada file ini akan dikunci (Protect) untuk mencegah pengguna mengganti rumus – rumus perhitungan yang digunakan dalam proses perhitungan. File ketiga berupa hasil perhitungan (Output) yang telah diproses pada file kedua dan sifat dari file ketiga ini terkunci (Protect). Pengguna akan memasukkan data-data awal pada File Input yang kemudian akan diproses pada File Perhitungan dengan File Tabel sebagai acuannya, setelah itu pengguna akan disajikan hasil pada File Output. File keempat akan berisikan standar – standar yang menjadi acuan dalam perhitungan alinyemen horisontal dan vertikal, sifat dari file ini juga terkunci (Protect). Aplikasi ini memiliki kelebihan dibandingkan dengan perhitungan manual, karena tidak memerlukan waktu yang lama dalam merencanakan alinyemen horisontal dan vertikal jalan, serta adanya visualisasi dari alinyemen yang telah direncanakan sehingga pengguna dapat memiliki gambaran mengenai perencanaannya.
APPROXIMATE COST ESTIMATE BERDASARKAN KANDUNGAN BESI DAN KEBUTUHAN BEKISTING PADA STRUKTUR BETON BERTULANG BANGUNAN RUKO (SOHO) Patricia Adriani Kwandou; Iswandi Yoseph; Indriani Santoso; Budiman Proboyo
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.911 KB)

Abstract

Permintaan akan ruko (SOHO) meningkat, sehingga menyebabkan timbulnya persaingan yang cukup ketat di dunia konstruksi, terutama dalam aspek biaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui approximate cost estimate bangunan ruko (SOHO) berdasarkan kebutuhan beton, besi, dan bekisting pada struktur beton bertulang bangunan ruko (SOHO) permeter persegi luas lantai, dan berdasarkan kandungan besi dan bekisting pada struktur beton bertulang bangunan ruko (SOHO) terhadap satu meter kubik beton. Dalam penelitian ini, metode approximate estimate yang akan digunakan adalah Estimasi Biaya Satuan Permeter Persegi. Data yang digunakan adalah, gambar konstruksi, dan RAB tiga proyek.Dari hasil pengamatan tiga proyek, didapati kebutuhan bahan untuk struktur bawah yaitu beton 0.12m3/m2, besi 14.69 kg/m2, dan bekisting 0.93 m2/m2 sedangkan struktur atas yaitu beton 0.25m3/m2, besi 35.98 kg/m2, dan bekisting 3.18 m2/m2. Angka kandungan besi dan bekisting permeter kubik beton pile cap, sloof, kolom, tangga, balok, plat adalah 108.97 kg/m3, 133.82 kg/m3, 170.47 kg/m3, 94.16 kg/m3, 204.22 kg/m3, 83.52 kg/m3 untuk besi. Dan untuk bekisting 5.02 m2/m3, 10.55 m2/m3, 14.08 m2/m3, 9.53m2/m3, 14.78 m2/m3, 83.52 kg/m3, 9.28 m2/m3 untuk bekisting. Kedua hasil pengamatan tersebut jika dikalikan dengan harga satuan masing-masing bahan, maka diperoleh approximate cost estimate
PERBANDINGAN METODE PENEMPATAN VSL GENSUI DAMPER TERHADAP KINERJA SEISMIK STRUKTUR BETON BERTULANG DENGAN KETIDAKBERATURAN VERTIKAL TINGKAT LUNAK Edwin Andini; Reynaldi Arvin Goenawan; Pamuda Pudjisuryadi; Benjamin Lumantarna
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (849.234 KB)

Abstract

Dalam perkuatan sktruktur, penggunaan damper adalah satu metode yang terbukti efektif. Pada umumnya, damper dipasang pada setiap lantai bangunan, namun timbul pertanyaan tentang efisiensi metode penempatan damper tersebut sehingga perlu dilakukan strategi penempatan damper yang lebih efisien. Penelitian ini meninjau seberapa efektif metode optimasi penempatan damper yaitu metode Uniform, Simplified Sequential Search Algorithm (SSSA), Simplified Sequential Search Algorithm Modified (SSSAmod), dan Optimum Damper Allocation Method (ODAM) pada bangunan yang memiliki ketidakberaturan vertikal tingkat lunak. Damper yang digunakan dalam penelitian ini adalah damper nonlinear, yaitu VSL Gensui Damper. Keempat metode tersebut diterapkan pada 2 jenis bangunan yang tidak beraturan secara vertikal dengan tinggi 10 lantai. Dilakukan analisis riwayat waktu nonlinier dengan beban percepatan gempa yang telah disesuaikan dengan respons spektrum Kota Surabaya dengan periode ulang 2500 tahun. Setelah dilakukan analisis, didapatkan bahwa keempat metode tersebut tidak dapat memperbaiki dua indikator yang diuji secara bersamaan. Metode SSSA kurang konsisten dalam memperbaiki indikator interstory drift dan kerusakan sendi plastis. Sedangkan Metode SSSAmod dan ODAM menunjukkan hasil yang mirip, kedua metode tersebut lebih efektif dalam mengurangi interstory drift, namun tidak konsisten dalam perbaikan kerusakan sendi plastis. Metode uniform, menunjukkan hasil yang baik dalam perbaikan kerusakan sendi plastis namun kurang efektif dalam mengurangi interstory drift.
PENENTUAN BUFFER SIZING DALAM PENERAPAN CRITICAL CHAIN PROJECT MANAGEMENT PADA SEBUAH PROYEK KONSTRUKSI Christian Hadisurya Suyansen; William Sandika Martanto; Paulus Nugraha
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.207 KB)

Abstract

Critical Chain Project Management (CCPM) merupakan metode penjadwalan proyek yang diperkenalkan oleh Goldratt pada tahun 1997, namun penggunaannya kurang dimanfaatkan dalam proyek konstruksi di Indonesia. Metode penentuan besarnya buffer yang populer yaitu Cut &Paste Method (C&PM) dan Root Square Error Method (RSEM). Dalam penelitian ini, penentuan besarnya buffer menggunakan hasil penelitian oleh Shi pada tahun 2009 karena mempertimbangkan faktor-faktor seperti keterbatasan sumber daya dan kompleksitas jaringan. Penelitian ini menggunakan sampel proyek Hotel Alimar di kota Malang dengan data dari dokumen penawaran 2 kontraktor. Perhitungan dimulai dengan menentukan durasi optimis, most likely, dan pesimis untuk tiap pekerjaan. Perhitungan selanjutnya meliputi faktor keterbatasan sumber daya, kompleksitas jaringan, dan risk preference. Durasi tiap pekerjaan dari jadwal pelaksanaan kontraktor dianggap sebagai durasi pesimis. Dari hasil analisa dan perhitungan didapatkan buffer sebesar 28,43% untuk pekerjaan struktur. Penerapan selanjutnya dilakukan dengan mengganggap durasi tiap pekerjaan dari jadwal pelaksanaan kontraktor sebagai durasi most likely. Dari hasil analisa dan perhitungan didapatkan buffer sebesar 41,04% untuk pekerjaan struktur.
PENGGUNAAN BOTTOM ASH YANG TELAH DIOLAH UNTUK PEMBUATAN BETON HVFA MUTU MENENGAH Yohanes Christian; Andry Wirananda; Antoni Antoni; Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2017): FEBRUARI 2017
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.387 KB)

Abstract

Bottom ash merupakan limbah pembakaran batu bara dari PLTU. Di Indonesia pemanfaatan bottom ash sebagai material konstruksi belum maksimal. Terdapat potensi penggunaan bottom ash sebagai pengganti agregat halus pada beton. Dalam penelitian ini, bottom ash akan diberikan treatment ayak dan tumbuk sebelum digunakan sebagai pengganti agregat halus pada beton high volume fly ash (HVFA). Pengujian awal dilakukan dengan menguji karakteristik dari pasir Lumajang dan bottom ash yang akan dipakai seperti water content, analisa ayakan, dan fineness modulus. Pengujian kuat tekan dan slump test dilakukan pada beton HVFA yang menggunakan pasir Lumajang dibandingkan dengan beton HVFA yang menggunakan bottom ash yang telah diberi treatment. Dari penelitian ini, didapatkan hasil bahwa semakin banyak persentase penggantian pasir Lumajang dengan bottom ash maka semakin banyak pula penurunan kekuatan dan workability dari beton HVFA. Penurunan workability dapat diatasi dengan memberikan treatment penumbukan pada bottom ash.
KAJIAN TERHADAP BEBERAPA DESAIN DAN ESTIMASI BIAYA TEBAL PERKERASAN JALAN Kevan Pratama; Yonathan Eldove Wijaya; Indriani Santoso; Budiman Proboyo
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.115 KB)

Abstract

Jenis perkerasan jalan raya di Indonesia saat ini yaitu perkerasan lentur, concrete block, dan beton semen. Jalan yang akan dirancang dan dihitung estimasi biayanya adalah Jalan Raya Lawean – Sukapura dengan panjang total 10 km menggunakan data yang didapat dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Propinsi Jawa Timur. Dalam mengkaji perkerasan digunakan metode analisa komponen untuk perkerasan lentur, metode modifikasi perkerasan lentur untuk perkerasan concrete block, dan Peraturan Perencanaan Perkerasan Jalan Beton Semen Pd T-14-2003 untuk perkerasan beton semen dengan memasukkan parameter perancangan jalan: nilai CBR tanah dasar dan beban lalu lintas yang sama. Perhitungan estimasi biaya berdasarkan Standar Satuan Harga Dasar Konstruksi dan Analisa Harga Satuan Pekerjaan Dinas Pekerjaan Umum Jawa Timur Tahun Anggaran 2011. Dari masing – masing metode didapat tebal tiap lapis perkerasan yaitu perkerasan lentur : lapis permukaan = 7,5 cm, lapis pondasi atas = 20 cm, lapis pondasi bawah = 27 cm; perkerasan concrete block : lapis permukaan = 8 cm, lapis sand bedding = 3 cm, lapis pondasi atas = 20 cm, lapis pondasi bawah = 22 cm; perkerasan beton semen : lapis permukaan = 24 cm, lapis pondasi bawah = 10 cm. Perhitungan estimasi biaya didapat perkerasan concrete block lebih murah 18,23% dari perkerasan lentur, sedangkan perkerasan beton semen lebih mahal 62,55% dari perkerasan lentur.
PERFORMA BANGUNAN YANG DIDESAIN MENURUT SNI 1726-2002 DAN SNI 1726-2012 PADA BANGUNAN BERATURAN 7- DAN 3-LANTAI DI WILAYAH SURABAYA PETA GEMPA INDONESIA Karel Abraham Tantra; Zendy Sutanto; Pamuda Pudjisuryadi; Benjamin Lumantarna
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2016): FEBRUARI 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.387 KB)

Abstract

Gempa besar yang terjadi di Indonesia belakangan ini, mengakibatkan perubahan pada peraturan gempa Indonesia dari SNI 1726-2002 menjadi SNI 1726-2012. Perubahan pada isi peraturan ini salah satunya mengenai besar respon spektrum desain dimana banyak wilayah menunjukan peningkatan, salah satunya di Surabaya. Hal ini menimbulkan pertanyaan bagaimana kinerja bangunan yang direncanakan berdasarkan SNI 1726-2002 dan SNI 1726-2012 jika dianalisa dengan beban gempa riwayat waktu yang disesuaikan dengan respon spektrum sesuai SNI 1726-2012. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan mengevaluasi kinerja bangunan beton bertulang yang direncanakan berdasarkan SNI 1726-2002 pada sistem rangka pemikul momen khusus (SRPMK), menengah (SRPMM), dan biasa (SRPMB) dan berdasarkan SNI 1726-2012 dengan sistem SRPMK jika dianalisa dengan beban gempa riwayat waktu yang disesuaikan dengan respon spektrum sesuai SNI 1726-2012, dengan berbagai level gempa sesuai FEMA 356. Penelitian dilakukan pada bangunan beraturan 7 dan 3 lantai di wilayah Surabaya kelas tanah sedang. Kinerja bangunan diuji dengan analisis dinamis time history nonlinier menggunakan program SAP2000v.11. Hasil penelitian gedung 3 lantai menunjukan bangunan yang direncanakan tidak dapat bertahan saat diberikan beban gempa rencana SNI 1726-2012. Drift ratio bangunan 7-lantai untuk bangunan SRPMK yang didesain dengan SNI 1726-2002 dan SNI 1726-2012 menunjukan performa yang baik saat gempa menurut SNI 1726-2012 diberikan, sedangkan bangunan SRPMM dan SRPMB yang didesain dengan SNI 1726-2002 menujukan performa yang buruk karena kerusakan getas terjadi pada bagian kolom.
MANAJEMEN LALULINTAS DAERAH SEKITAR UNIVERSITAS KRISTEN PETRA Trimardiyanto Pamuji; Firman Samparaya; Rudy Setiawan
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.322 KB)

Abstract

Jumlah pengguna kendaraan bermotor di daerah Siwalankerto dan Kutisari terus bertambah tiap tahunnya namun tidak diimbangi dengan penambahan akses sehingga menyebabkan kinerja jaringan jalan menurun tiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja jaringan jalan saat ini dan mengidentifikasi akses keluar masuk parkir mobil dikampus Petra dan menganalisa kinerja jaringan dari akses tersebut lalu mengusulkan akses terbaik untuk melakukan manajemen lalulintas. Penelitian ini dilakukan dengan meriset jurnal ketersediaan parkir mobil di Petra, survei jaringan jalan dan alternatif akses, mengolah data Origin-Destination yang didapat dan membebankan beban lalulintas di Trafikplan. Output dari Trafikplan dianalisis dan dilakukan perbandingan. Dari analisis, kondisi jaringan jalan saat ini memiliki nilai Degree Of Saturation (DS)1.4 dan pada tahun 2023 akan meningkat 28.57% menjadi 1.8. Bila diterapkan alternatif 7 yaitu diberlakukan Ride Sharing dan membuka akses dari Jalan Kutisari Besar menuju Kampus Utara serta akses dari Jalan Kutisari Indah Barat menuju Kampus Timur, nilai DS saat ini 1, dan pada 2023 meningkat 30% menjadi 1.3.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MAHASISWA MENGGUNAKAN MOBIL KE KAMPUS BERDASARKAN MODEL AKTIVASI NORMA Erlangga E C Oematan; Rudy Setiawan; Harry Patmadjaja
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.858 KB)

Abstract

Setiap tahunnya jumlah mahasiswa selalu bertambah, begitu juga dengan mahasiswa yang berkendara mobil ke kampus. Banyaknya mahasiswa yang menggunakan mobil ke kampus seringkali mengakibatkan kemacetan. Untuk mengatasi masalah ini maka pihak kampus perlu mempengaruhi mahasiswa untuk mengurangi penggunaan mobil ke kampus. Menurut model aktivasi norma (NAM), ada dua faktor utama yang mempengaruhi mahasiswa menggunnakan mobil ke kampus yaitu pembebanan tanggung jawab dan kesadaran akan konsekuensi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor mana yang lebih mempengaruhi mahasiswa menggunakan mobil ke kampus berdasarkan model aktivasi norma. Pengumpulan data dilakukan dengan mewawancarai responden yang adalah mahasiswa untuk mengisi kuisioner. Analisis data menggunakan model persaman struktural (SEM). Dari hasil analisis data, diketahui bahwa pembebanan tanggung jawab lebih mempengaruhi mahasiswa menggunakan mobil ke kampus dari pada kesadaran akan konsekuensi.