cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 25982397     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil yang diterbitkan 2 kali dalam setahun pada bulan Februari dan Agustus. Jurnal ini pertama kali terbit pada bulan Agustus 2012. Tujuan dari penerbitan jurnal ini adalah sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menyebarluaskan hasil penelitian bersama dengan dosen pembimbingnya dalam bidang keilmuan dan penerapan di bidang teknik sipil.
Arjuna Subject : -
Articles 899 Documents
PEMILIHAN LEVEL KINERJA STRUKTUR PADA BANGUNAN SISTEM RANGKA BETON BERTULANG PEMIKUL MOMEN YANG DIRENCANAKAN SECARA DIRECT DISPLACEMENT BASED DESIGN STUDI KASUS : BANGUNAN BERATURAN DENGAN BENTANG SERAGAM Yonatan Yonatan; Adrian Hartono; Ima Muljati
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.864 KB)

Abstract

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa metode Direct Displacement Based Design (DDBD) pada bangunan beraturan beton bertulang cukup efektif untuk mendesain bangunan tahan gempa dan menunjukkan kinerja yang cukup baik. Namun, penelitian – penelitian sebelumnya menggunakan beban gempa sesuai SNI 1726-2002 dan SNI 1726-2012 yang ternyata tidak setara dengan target desain level-1, -2, dan -3 (periode ulang 100- ,500- , dan 2500-tahun) yang lazim digunakan dalam DDBD. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penelitian kembali yang direncanakan pada 3 level kinerja sesuai dengan A Model Code for DDBD, yaitu pada Level 1 – No Damage, Level 2 – Repairable Damage, dan Level 3 – No collapse sehingga dapat mengetahui level kinerja mana yang paling realistis dari segi desain untuk diwujudkan serta menguji kinerjanya pada level tersebut. Bangunan perkantoran 4- dan 8-lantai pada wilayah beresiko gempa tinggi dan rendah akan digunakan sebagai studi kasus. Struktur yang didesain diuji dengan melakukan analisis nonlinear time history. Hasil penelitian ini menunjukkan perencanaan DDBD yang paling realistis dari segi desain dilakukan pada level 2 dan DDBD memiliki kinerja yang cukup baik pada semua level gempa, baik diukur dalam parameter drift, damage index, maupun mekanisme keruntuhannya. Namun perlu diperhatikan bahwa kondisi beam side sway mechanism tidak dapat terjamin dengan sempurna. Meskipun demikian, kondisi strong column weak beam masih dapat terjaga pada seluruh bangunan.
PERBANDINGAN KOMPOSISI PEKERJA PASANGAN DINDING BATA ANTARA SNI 2008 DENGAN KENYATAAN DI LAPANGAN PADA PROYEK PERUMAHAN Stanislaus Tjahjadi; Yonathan Hans Christian; Ratna Setiawardani Alifen
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.519 KB)

Abstract

Komposisi pekerja merupakan salah satu hal pendukung untuk mencapai produktivitas yang diinginkan. Dalam hal ini yang dimaksud komposisi pekerja adalah komposisi pekerja untuk tukang ahli dan pekerja saja. Komposisi pekerja yang terdapat pada proyek perumahan ini akan dibandingkan dengan komposisi pekerja menurut SNI 2008, dalam hal ini digunakan SNI 2008 sebagai acuan. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data sesuai keadaan di lapangan dengan mencatat komposisi pekerja, jam kerja efektif, dan hasil pekerjaan per harinya. Setelah itu dilakukan analisa untuk mengetahui komposisi pekerja yang paling efektif dengan menghitung harga satuan pekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi pekerja untuk pekerjaan dinding pasangan batu bata di lapangan tidak sama seperti SNI 2008. Komposisi pekerja menurut SNI yaitu komposisi pekerja 1:3, sedangkan komposisi pekerja di lapangan dibagi menjadi 2 dalam aplikasinya, yaitu komposisi pekerja 4:5 ketika tidak menggunakan perancah dan komposisi pekerja 5:7 ketika menggunakan perancah. Penelitian ini juga mendapatkan beberapa faktor produktivitas yang terjadi di lapangan selama pengamatan dilakukan.
PERENCANAAN ELEMEN STRUKTUR BAJA CANAI DINGIN DENGAN PROGRAM EXCEL Frans Yuridion; Putra Wibawa; Bambang Wyanto; Hasan Santoso
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.485 KB)

Abstract

Sekarang ini baja canai dingin (cold-formed steel) sudah mulai banyak digunakan dalam struktur bangunan seperti gording, panel, dan dak. Dibandingkan dengan hot-rolled, baja canai dingin relatif lebih ringan,cepat ,dan mudah perakitannya. Namun dalam hal desain perencanaan di Indonesia, belum banyak panduan yang tersedia. Untuk desain perencanaan, dikembangkan spreadsheet untuk melakukan perhitungan kapasitas baja canai dingin yang mengacu pada SNI 7971:2013. Dari penelitian-penelitian sebelumnya tentang spreadsheet desain baja canai dingin, penelitian ini bertujuan untuk melakukan verifikasi dari spreadsheet yang ada. Spreadsheet tersebut dapat menentukan kapasitas profil tarik, lentur, tekan, geser, tumpu, kombinasi lentur dan geser, kombinasi lentur dan tumpu, kombinasi aksial tekan dan lentur, serta kombinasi aksial tarik dan lentur yang sesuai dengan beban-beban yang terjadi pada beberapa jenis profil baja canai dingin. Dari penelitian ini, didapati pada SNI 7971:2013 ada beberapa rumus yang masih perlu dikoreksi dan tidak dapat mengakomodasi profil hat yang terdapat pada spreadsheet.
ANALISIS FREKUENSI, DAMPAK, DAN JENIS KETERLAMBATAN PADA PROYEK KONSTRUKSI Theresia Monica Sudarsono; Olivia Christie; Andi ,
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.231 KB)

Abstract

Dalam proyek konstruksi terdapat beberapa kemungkinan terjadinya keterlambatan yang disebabkan oleh keunikan yang dimiliki setiap proyek. Keterlambatan proyek konstruksi akan sangat berdampak pada pihak yang terlibat di dalamnya, yaitu pemilik dan kontraktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang paling sering terjadi, faktor yang berdampak besar terhadap waktu penyelesaian proyek, dan untuk mengetahui termasuk jenis keterlambatan apakah faktor-faktor tersebut menurut pengalaman dan harapan kedua pihak. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada pemilik dan kontraktor yang berada di Surabaya. Hasil yang diperoleh diolah dengan Microsoft Excel dan Statistical Product and Service Solution (SPSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang paling sering terjadi dan berdampak besar terhadap keterlambatan proyek dari sisi pemilik adalah faktor kekurangan tenaga kerja. Dari sisi kontraktor, perubahan desain/detail pekerjaan pada waktu pelaksanaan merupakan faktor yang sering terjadi dan berdampak besar. Selain itu, kedua pihak juga berpendapat bahwa faktor keterlambatan subkontraktor merupakan faktor yang sering terjadi dan berdampak besar. Jenis keterlambatan yang dihasilkan pada penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan pengalaman dan harapan pemilik pada umumnya sama, sedangkan menurut kontraktor, apa yang terjadi selama ini masih ada yang tidak sesuai dengan harapan.
PERBANDINGAN BEBERAPA PROSEDUR PEMBUATAN GEOPOLIMER BERBAHAN DASAR FLY ASH TIPE C Reiner Tirtamulya Surja; Ricard Mintura; Antoni Antoni; Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2017): AGUSTUS 2017
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.013 KB)

Abstract

Fly ash merupakan limbah industri yang sering digunakan untuk menggantikan Portland Cement dalam pembuatan beton. Fly ash tersedia dalam jumlah banyak dan penggunaannya masih terbatas. Namun penggunaan fly ash tipe C dengan kandungan kalsium yang tinggi bisa menyebabkan terjadinya flash set dimana beton geopolimer mengeras dengan sangat cepat. Penelitian sebelumnya membuat prosedur pembuatan mortar geopolimer berbahan dasar fly ash tipe C dengan urutan yang berbeda dan menghasilkan beton yang sedikit lebih baik jika dibandingkan dengan prosedur pada umumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh prosedur mix design terhadap karakteristik mortar geopolimer. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan dengan mencampurkan fly ash terlebih dahulu dengan larutan NaOH selama 5 menit dan kemudian ditambahkan dengan larutan sodium silikat akan menghasilkan mortar dengan kuat tekan yang tinggi setelah dilakukan curing oven pada suhu 60 ºC selama 24 jam. Begitu pula dengan prosedur ini initial set yang didapatkan bertambah dengan signifikan dari 9 menit hingga 165 menit
TANGGUNGJAWAB PENYEDIA DAN PENGGUNA JASA KONSTRUKSI MENURUT SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NO. 07/PRT/M/2011 & MENURUT GENERAL CONDITION FIDIC RED BOOK Yefta Gavra Garland; Ary Arland Pasande; Paulus Nugraha
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2015): AGUSTUS 2015
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.484 KB)

Abstract

Dalam dunia konstruksi di Indonesia, standar yang digunakan untuk dokumen kontrak harus berdasarkan pada Peraturan Presiden No.54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang/Jasa dan Undang-Undang No.18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi. Dalam praktiknya, para pengguna dan penyedia jasa mulai menggunakan dokumen kontrak internasional karena tuntutan perkembangan konstruksi secara global. FIDIC (Fédération Internationale des Ingénieurs-Conseils) merupakan salah satu institusi yang mengeluarkan standar kontrak tersebut dan The New Red Book merupakan standar yang sering digunakan. Dalam standar tersebut terdapat General Conditions yang merupakan acuan umum yang berisi tanggungjawab pihak-pihak yang terlibat. Untuk memberikan pemahaman yang lebih baik terhadap FIDIC, penelitian ini dilakukan dengan membandingkan tanggungjawab pihak-pihak yang terlibat dalam General Conditions FIDIC Red Book dengan salah satu kontrak Indonesia yang diterbitkan oleh Menteri Pekerjaan Umum berdasarkan Peraturan Menteri PU No.07/PRT/M/2011. Perbandingan dilakukan dengan melihat aspek teknis, hukum, keuangan, perpajakan, perasuransian, dan sosial ekonomi (Yasin 2014). Secara umum kedua syarat umum kontrak mencakup setiap aspek tersebut. Namun pada FIDIC, tanggungjawab pihak yang terlibat dicantumkan lebih jelas dan memiliki cakupan yang lebih luas. Pada Syarat-Syarat Umum Kontrak (SSUK), beberapa klausul harus merujuk pada peraturan pemerintah di luar SSUK sehingga untuk memahami tanggungjawab secara utuh harus melihat peraturan-peraturan tersebut.
TINGKAT KEPATUHAN PERATURAN KESELAMATAN KESEHATAN KERJA LINGKUNGAN PADA PENGGUNAAN ALAT PEMANCANG & BORE PILE Hendy Eka Putra; Erick Mulya Wijaya; Sentosa Limanto
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.161 KB)

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) merupakan salah satu aspek yang penting dalam pekerjaan pondasi menggunakan alat pemancang & bore pile. Oleh karena itu, tingkat kepatuhan pekerja pada peraturan K3L sangat penting untuk diketahui, Sebab, peraturan K3L yang dilaksanakan dengan baik dapat mengurangi tingkat kecelakaan pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan K3L para pekerja di wilayah Surabaya. Penelitian ini diharapkan mampu untuk mengetahui apa saja peraturan – peraturan yang masih dapat ditingkatkan tingkat kepatuhannya. Dengan metode pengujian deskriptif , dapat diketahui bahwa indikator persyaratan yang memiliki nilai tertinggi dari faktor manusia adalah dengan nilai rata-rata sebesar 4.30, yaitu bahwa operator memiliki sertifikat. Sedangkan yang terendah adalah operator memiliki pendidikan terakhir dibawah SLTP dan memilliki umur minimal 19 tahun dengan nilai rata-rata sebesar 4.00. Ditinjau dari faktor lingkungan, hal yang perlu ditingkatkan adalah memastikan bahwa ruang yang cukup di sekitar Kawasan alat pancang , yaitu dengan nilai rata-rata 3.93. Sedangkan yang paling tinggi adalah overhead protector tidak menutupi pandangan operator dengan nilai 4.55. Dari faktor alat dan penggunaan, yang memiliki nilai rata-rata terendah adalah menggunakan blocking devices pada alat pancang dengan nilai 3.38 , dan yang tertinggi adalah menggunakan lead yang sesuai pada alat pancang dengan nilai 4.50. Perlu adanya penilitian lebih lanjut terhadap alat-alat berat yang lain, dan juga pada daerah di luar Surabaya.
AGREGAT RINGAN GEOPOLIMER BERBASIS LUMPUR SIDOARJO Erwin Suryawangi; Yohanes Takarendehang; Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.464 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pengaruh komposisi pasta dan waktu curing terhadap karakteristik agregat buatan yang terbuat dari lumpur sidoarjo berbasis geopolimer. Lumpur Sidoarjo di bakar pada suhu 945oC selama 5 jam, dan kemudian digiling untuk mengurangi ukuran partikel menjadi kurang dari 63μm. Karakteristik lumpur di cek menggunakan X-Ray fluorescence (XRF). Pasta geopolimer dicampurkan menggunakan penggabungan NaOH ke dalam campuran, bersama-sama dengan larutan sodium silikat dan juga tanpa NaOH. Konsentrasi sodium silikat divariasikan menjadi empat variasi yang berbeda, sedangkan waktu curing di variasikan menjadi 24 jam, 48 jam dan 72 jam. Kelecakan dari pasta geopolimer ditentukan terlebih dahulu untuk menentukan pembuatan pelet agregat dengan diameter kurang dari 1,5 cm. Uji berat jenis dan stabilitas pelet agregat dilakukan di dalam air, sedangkan pengujian terhadap kuat tekan dilakukan pada sampel kubus 5x5x5 cm3. Hasil menunjukkan bahwa komposisi terbaik memiliki berat jenis 1,6 gr/cm3 dan kuat tekan 3.2MPa. Ketika diterapkan sebagai agregat di dalam beton, kuat tekan Beton menjadi sekitar 10MPa dengan berat jenis 2kg/cm3.
PERMODELAN LENTUR DINDING BETON UNTUK ANALISIS NON-LINIER Kevin Cornelius Gondomartono; Sunardi Widjaja; Jimmy Chandra; Joko Purnomo
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.026 KB)

Abstract

Shear wall merupakan salah satu komponen penting dalam bangunan tinggi karena memiliki kekuatan dan kekakuan yang tinggi. Oleh karena itu shear wall diharapkan dapat menahan beban lateral (angin atau gempa) dan mengurangi deformasi lateral (drift) yang terjadi. Atas dasar fungsinya tersebut, maka diperlukan permodelan shear wall secara tepat dan efisien. Pada penelitian ini dilakukan validasi permodelan shear wall secara makroskopis menggunakan model Shear-Flexure Interaction Multiple Vertical Line Element Model yang digagas dalam penelitian oleh Kolozvari (2013) dengan ruang lingkup yang lebih luas. Validasi model SFI-MVLEM dilakukan terhadap beberapa spesimen shear wall yang telah dipakai dalam beberapa eksperimen. Spesimen yang digunakan merupakan spesimen yang mengalami kegagalan lentur tetapi dengan beragam konfigurasi. Validasi ini dilakukan dengan melakukan kalibrasi parameter-parameter material baja, beton, dan parameter penahan geser yang dipakai dalam eksperimen, yang kemudian dianalisis menggunakan open source program yaitu OpenSees. Hasil validasi model SFI-MVLEM ini menunjukkan bahwa SFI-MVLEM dapat digunakan untuk memprediksi perilaku rectangular shear wall dengan cukup tepat dibandingkan shear wall dengan penampang barbell dan flange. Model SFI-MVLEM dianggap belum mampu mensimulasi local failure yang terjadi pada eksperimen. Selain itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui korelasi antara parameter penahan geser dengan hasil permodelan SFI-MVLEM.
PEMANFAATAN BOTTOM ASH DAN FLY ASH TIPE C SEBAGAI BAHAN PENGGANTI DALAM PEMBUATAN PAVING BLOCK Kevin Klarens; Michael Indranata; Antoni Antoni; Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.834 KB)

Abstract

PT. PLTU Paiton menghasilkan 7.5 ton fly ash dan 2.5 ton bottom ash setiap jam. Pemanfaatan bottom ash masih sangat minimal, sehingga mengakibatkkan timbunan bottom ash yang semakin meningkat, dan cendrung mencemari lingkungan dan kesehatan. Berdasarkan alasan tersebut maka perlu adanya usaha untuk memanfaatkan limbah batu bara, salah satunya melalui pembuatan paving block. Sampel tahap pertama terbuat dari campuran semen dan bottom ash (lolos ayakan 2 atau 5 mm) dengan perbandingan massa 1:3, 1:4, dan 1:5. Komposisi campuran dengan properti paling baik (kuat tekan, serapan air, dan ketahanan aus) dimodifikasi dalam tahap kedua, yaitu mengganti porsi semen sebanyak 10, 20, 30, 40, 50, 60, 70, dan 80% dengan fly ash tipe C. Pada tahap ketiga, sampel dengan 30 dan 50% fly ash dibuat kembali menggunakan gabungan bottom ash lolos ayakan 5 dan 10 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah curing selama 28 hari, penggunaan bottom ash lolos ayakan 5 mm menghasilkan paving dengan properti lebih baik dibanding bottom ash lolos ayakan 2mm. Penambahan jumlah bottom ash menurunkan properti paving dan penggantian fly ash atas semen paling optimum adalah sebesar 20-50%. Penggunaan 50% bottom ash lolos ayakan 10 mm dan 50% lolos ayakan 5 mm meningkatkan properti paving dengan kuat tekan melampaui 40 MPa.