cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 25982397     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil yang diterbitkan 2 kali dalam setahun pada bulan Februari dan Agustus. Jurnal ini pertama kali terbit pada bulan Agustus 2012. Tujuan dari penerbitan jurnal ini adalah sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menyebarluaskan hasil penelitian bersama dengan dosen pembimbingnya dalam bidang keilmuan dan penerapan di bidang teknik sipil.
Arjuna Subject : -
Articles 899 Documents
EVALUASI BERBAGAI MACAM MATERIAL TAHAN API DALAM GEDUNG BERDASARKAN KLARIFIKASI STANDAR NASIONAL INDONESIA David Sangtania; udhiansyah Wijaya; Sentosa Limanto; Januar Buntoro
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2015): AGUSTUS 2015
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.592 KB)

Abstract

Saat ini kebutuhan akan material penghambat kebakaran pasif sangat diperhatikan untuk bangunan konstruksi, terutama untuk gedung – gedung tinggi. Namun biaya yang dibutuhkan untuk memperoleh gedung dengan fasilitas tersebut tergolong mahal, sehingga pemilihan material yang akan digunakan harus tepat. Penilitian ini bertujuan agar pemilik gedung dapat memilih material penghambat kebakaran pasif yang sesuai dengan peraturan SNI 03-1736-2000 dan dapat memilih material dengan harga yang tepat.Hasil penelitian menunjukkan material yang digunakan berdasarkan tingkat ketahanan api untuk dinding, atap, dan lantai adalah Promatect-H, untuk ducting adalah Promatect-H dan Cafco SprayFilm WB3, untuk balok dan kolom adalah Cafco Mandolite CP2, Cafco SprayFilm WB3, dan Promatect-H, untuk bagian lubang pada dinding dan lantai adalah Promaseal Bulkhead Sealer System dan Promastop Cement, dan untuk sistem pemipaan adalah Promaseal UniCollar dan Promaseal FlexiWrap. Material yang digunakan berdasarkan perbandingan harga antar material untuk dinding, atap, lantai, dan ducting adalah Promatect-H, untuk bagian balok dan kolom dipilih Cafco Mandolite CP2, untuk bagian lubang pada dinding dan lantai dipilih Promaseal Bulkhead Sealer System, dan untuk sistem pemipaan dipilih Promaseal FlexiWrap.
APPROXIMATE COST ESTIMATE BERDASARKAN PEMAKAIAN BAHAN BAJA DAN CAT PADA BANGUNAN STRUKTUR BAJA Dhendy P. Santoso; V.D.C. Watulangkow; Budiman Proboyo; Indriani Santoso
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.023 KB)

Abstract

Permintaan akan bangunan struktur baja meningkat, karena bangunan struktur baja memiliki beberapa kelebihan dari pada bangunan struktur beton sehingga menyebabkan timbulnya persaingan ketat di dunia konstruksi. Biaya menjadi salah satu aspek penting sehingga kemampuan kontraktor untuk melakukan estimasi biaya tentu menentukan posisi kontraktor dalam persaingan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui approximate cost estimate bangunan struktur baja berdasarkan kebutuhan besi dan cat pada bangunan struktur baja permeter persegi luas lantai. Dalam penelitian ini, metode approximate estimate yang akan digunakan adalah Estimasi Biaya Satuan Permeter Persegi. Data yang digunakan adalah, gambar konstruksi, dan RAB lima proyek gudang.Dari hasil pengamatan lima proyek, didapat kebutuhan baja 5 proyek berturut-turut adalah 9.89 kg/m2, 37.64 kg/m2, 54.82 kg/m2, 34.77 kg/m2, 47.86 kg/m2. Sedangkan untuk kebutuhan cat terbagi dalam satuan berat (kg/m2) dan satuan luas (m2/m2). Dalam satuan berat kebutuhan cat berturut-turut adalah 9.89 kg/m2, 37.64 kg/m2, 54.82 kg/m2, 34.77 kg/m2, 47.86 kg/m2 dan dalam satuan luas didapat kebutuhan cat berturut-turut adalah 0.6691 m2/m2, 1.71 m2/m2, 1.25 m2/m2, 0.51 m2/m2, 0.92 m2/m2. Hasil kebutuhan bahan tersebut jika dikalikan dengan harga satuan masing-masing bahan dan luas bangunan, maka diperoleh approximate cost estimate suatu bangunan struktur baja.
PENGARUH SUBSTITUSI SEMEN DENGAN BUBUK DRY SLUDGE DARI PROSES SPINNING PEMBUATAN TIANG BETON PADA KEKUATAN TEKAN MORTAR David Prayogo; Hansen Christian; Gogot Setyo Budi; Pamuda Pudjisuryadi
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (901.815 KB)

Abstract

Semen diproduksi dengan menggunakan bahan yang tidak tergantikan, serta proses pengolahannya menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, sehingga diperlukan alternatif dalam mengurangi dampak tersebut. Di sisi lain keberadaan limbah produksi spun pile kurang dimanfaatkan. Limbah ini mengandung kalsium hidroksida (Ca(OH)2) yang apabila dipanaskan dengan suhu 100°C-400°C akan menghasilkan kalsium oksida (CaO). Pada penelitian ini telah dipelajari pengaruh substitusi semen dengan bubuk dry sludge yang sudah dipanaskan pada suhu 100°C dan 400°C terhadap kekuatan tekan mortar. Penelitian dilakukan substitusi semen dengan bubuk dry sludge sebesar 10%, 20%, dan 30%. Dry sludge diayak masing-masing menggunakan ayakan No #200 dan #16 ASTM. Superplasticizer ditambahkan sehingga semua sampel mempunyai workability yang relatif sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggantian semen dengan bubuk dry sludge menurunkan kekuatan tekan mortar. Disamping itu, sludge pemanasan suhu 400°C dan maksimum butiran #200 memiliki flow yang rendah serta membutuhkan lebih banyak air dibandingkan sludge pemanasan suhu 100°C dan maksimum butiran #16.
PENGARUH PENAMBAHAN SABUT KELAPA TERHADAP STABILITAS CAMPURAN ASPAL EMULSI DINGIN Andhi Lim; Rudy Hermanto; Paravita Sri Wulandari; Harry Patmadjaja
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2017): FEBRUARI 2017
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.236 KB)

Abstract

Di Indonesia penggunaan aspal emulsi sebagai bahan dasar aspal dalam pekerasan lentur masih sangat jarang dijumpai. Hal ini mengakibatkan sedikitnya penelitian tentang aspal emulsi. Untuk itu dibutuhkan penelitian lebih lanjut tentang aspal emulsi. Salah satu hasil alam yang berpotensi dapat digunakan sebagai bahan tambahan pada aspal adalah serabut yang berasal dari buah kelapa. Dalam penelitian ini, sabut kelapa dijadikan sebagai bahan tambahan pada Campuran Aspal Emulsi Dingin (CAED). Sabut kelapa dipotong dan dibersihkan terlebih dahulu sebelum dicampurkan pada CAED. Kadar sabut kelapa yang dipakai beriksar antara 0,50 % - 1,50 % dari total berat aspal dengan panjang berkisar ± 5 mm. Pengujian awal dilakukan dengan pemeriksaan terhadap material yang akan dipakai dalam membuat benda uji. Pemeriksaan terhadap material dilakukan untuk mengetahui apakah material telah memenuhi spesifikasi apakah dapat digunakan sebagai bahan campuran dalam pembuatan benda uji. Pengujian Marshall dilakukan pada CAED dengan sabut kelapa dan tanpa sabut kelapa pada umur 0 hari dan 7 hari. Dari penelitian ini, didapatkan hasil bahwa kadar sabut kelapa optimum yang dapat ditambahkan pada CAED adalah sebesar 0,50 % dari total berat aspal pada umur 7 hari.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT AREN DENGAN ALKALI TREATMENT TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BETON Rogerd .; Yoga .; Handoko S.
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.699 KB)

Abstract

Beton serat adalah beton yang pada dasarnya terbuat dari semen, agregat, dan serat yang dicampurkan secara merata pada campuran beton. Penambahan serat ke dalam campuran beton mampu meningkatkan beberapa karakteristik beton yaitu meningkatkan kuat tarik, kuat tekan, ketahanan terhadap retak. Serat yang digunakan dalam penelitian ini adalah serat ampas aren yang diambil dari Dusun Bendo, Kabupaten Klaten, dengan kadar 1.1%, 1.6%, 2.2% dari berat semen untuk sampel kuat tekan dan 1.1%, 1.7%, 2.2% dari berat semen untuk sampel kuat tarik. Dalam penelitian ini akan diuji kuat tekan dan kuat tarik beton di mana untuk uji kuat tekan, dibuat sampel dalam bentuk kubus 15x15x15 cm3 dan untuk kuat tarik, dibuat sampel dalam bentuk silinder diameter 15 cm, tinggi 30 cm. Kelemahan utama penggunaan serat alami dalam beton adalah kurang baiknya adhesi antara matriks polimer dengan serat alami, sehingga untuk mengatasi masalah ini, dilakukanlah alkali treatment dengan molaritas larutan NaOH 0.25M dan 0.5M. Dari hasil penelitian, didapatkan bahwa terjadi peningkatan kuat tekan beton serat ampas aren dengan alkali treatment jika dibandingkan dengan beton normal maupun dengan beton serat ampas aren tanpa alkali treatment. Alkali treatment mampu meningkatkan kuat tekan beton serat hingga 50% jika dibandingkan dengan beton serat tanpa alkali treatment.
PENGARUH SERBUK BAN BEKAS SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT HALUS PADA CAMPURAN ASPAL EMULSI DINGIN DENGAN FILLER FLY ASH TIPE-C UNTUK GRADASI DGEM DAN OGEM Indra Kristanto; Aldo Lodi; Paravita Sri Wulandari; Harry Patmadjaja
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.448 KB)

Abstract

Studi tentang Campuran Aspal Emulsi Dingin (CAED) pada campuran tipe OGEM masih jarang dilakukan sehingga pengembangannya cukup lamban, walau penggunaan aspal OGEM dapat memanfaatkan agregat lokal sehingga tidak menguras agregat suatu daerah tertentu. Studi ini meneliti performa CAED dengan serbuk ban bekas atau Crumb Rubber (CR) sebagai pengganti agregat. Tipe gradasi agregat yang digunakan pada penelitian ini adalah Open Graded Emulsion Mix (OGEM) dan Dense Graded Emulsion Mix (DGEM) Campuran aspal yang digunakan menggunakan fly ash sebagai filler sebanyak 2% dengan tujuan untuk membantu pengikatan campuran aspal dengan agregat dan serbuk ban bekas. Ukuran Serbuk ban bekas yang digunakan dalam campuran adalah mesh 20 dengan alasan ekonomis sebagai pertimbangan. Perbandingan akan dilakukan terhadap besar kadar dari Serbuk ban bekas sebagai pengganti agregat halus yang lolos ayakan No. 8 (2,36mm) sebesar 0%, 25%, dan 50%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dampak dari subtitusi agregat halus dengan Serbuk ban bekas membuat campuran aspal menjadi lebih elastis dengan pertambahan Void in Mixture (VIM) yang meningkat seiring dengan penambahan serbuk ban bekas. Pertambahan dari VIM pada penelitian ini ditemukan bahwa masih memenuhi batas standar spesifikasi
PERSEPSI PEKERJA TERHADAP SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN PADA PROYEK KONSTRUKSI DI SURABAYA Yohana Eko; Andrean Prasetya Wijaya; Andi .
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.363 KB)

Abstract

Budaya keselamatan kerja merupakan hal yang harus diterapkan pada industry konstruksi. Budaya keselamatan terdiri dari tiga aspek yang saling tergantung satu sama lain. Salah satu aspeknya adalah aspek person. Aspek person meliputi persepsi pekerja yang merefleksikan budaya keselamatan di tempat kerja. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persepsi pekerja terhadap sistem manajemen keselamatan pada proyek konstruksi di Surabaya. Persepsi pekerja sendiri terdiri empat dimensi yaitu awareness, acceptance, accountability, dan others. Untuk mengetahui persepsi pekerja di proyek konstruksi, peniliti melakukan penyebaran kusioner berisi 27 butir pertanyaan yang mencakup keempat dimensi persepsi. Di peroleh data sebanyak 226 kusioner dari empat proyek konstruksi di Surabaya. Dengan menggunakan analisa rata-rata (mean) jawaban responden didapatkan bahwa persepsi pekerja pada proyek konstruksi di Surabaya sudah sama dengan tujuan dari sistem manajemen keselamatan. Hal ini berarti persepsi pekerja sudah baik, namun untuk dimensi accountability perlu ditingkatkan lebih lagi. Dimensi accountability dapat ditingkatkan dengan penyampaian sistem manajemen keselamatan yang tegas oleh kontraktor.
STUDI PENERAPAN MANAJEMEN RANTAI PASOK PENGADAAN MATERIAL PROYEK KONSTRUKSI Steven Steven; Richard Ch Ali; Ratna Setiawardani Alifen
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2017): AGUSTUS 2017
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.076 KB)

Abstract

Pengadaan material dalam sebuah proyek konstruksi merupakan hal yang rumit. Bermacam-macam jenis material dari berbagai sumber yang harus dikelola dengan baik. Salah satu cara pengelolaannya adalah dengan menggunakan manajemen rantai pasok (supply chain management). Konsep manajemen rantai pasok awalnya diterapkan di dunia industri manufaktur untuk menjaga kelancaran aliran informasi, dana, dan barang yang terjadi diantara banyak pihak. Konsep ini pun mulai diterapkan di dunia konstruksi untuk alasan yang sama. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui bagaimana penerapan manajemen rantai pasok pada proyek konstruksi dari sisi kontraktor beserta tantangan yang dihadapi. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada kontraktor-kontraktor di Surabaya. Dari penelitian ini didapat bahwa kontraktor sudah menerapkan manajemen rantai pasok walaupun belum seluruhnya.
KORELASI NILAI MACKINTOSH DENGAN N-SPT PADA TANAH URUGAN Arnold Yapeter; David Tanujaya; Johanes I. Suwono; Daniel Tjandra
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2016): FEBRUARI 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.747 KB)

Abstract

Para kontraktor di Indonesia umumnya menggunakan Standard Penetration Test (SPT) dan Cone Penetration Test (CPT) untuk menganalisa daya dukung tanah. Namun, metode tersebut masih menjadi pertimbangan bila harus dilakukan penyelidikan tanah di area terpencil. Solusi utamanya adalah dengan menggunakan metode Mackintosh Probe. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan korelasi antara hasil Mackintosh Probe (MPT) dengan hasil N-SPT serta gradasi agregat.Penelitian langsung di lapangan ini dilakukan pada tiga lokasi dengan kondisi dan jenis tanah yang berbeda, yaitu di lokasi Jasem, Dian Istana, Lingkar Timur, Sidoarjo. Dari penelitian ini dihasilkan korelasi MPT = 13 SPTuntuk tanah sirtu dan MPT = 17 SPT untuk tanah urugan lempung. Tanah yang mengandung pecahan dari batu besar tidak dapat dikorelasikan dengan baik.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI NIAT PENGGUNA BUS TRANS SIDOARJO Michael Kusuma; Matius Edward; Rudy Setiawan
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1043.575 KB)

Abstract

Untuk mengatasi kemacetan di kota Sidoarjo, pemerintah kabupaten Sidoarjo menyediakan Bus Trans Sidoarjo. Maka dari itu, untuk memaksimalkan penggunaan BTS tersebut perlu dilakukan analisa untuk mengetahui apa saja dari diri seseorang dan dukungan pemerintah yan memengaruhi niat seseorang untuk menggunakan BTS sebagai moda transportasi.Tujuan dari penelitian ini adalah utuk mengetahui hubungan antar faktor yang mempengaruhi niat pengguna BTS dan faktor apa yang paling mempengaruhi niat pengguna BTS. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuisioner kepada setiap pengguna BTS dan didapatkan sebanyak 328 responden. Dari penilitian ini didapatkan hasil bahwa Attitude merupakan variabel yang paling memengaruhi niat (Intention) pengguna BTS . Subjective norm dan Perceived Behavior Control juga mempengaruhi Niat secara positif namun tidak maksimal . Sedangkan Habit dan Perceived Ease of Use memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap (Attitude).