cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 25982397     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil yang diterbitkan 2 kali dalam setahun pada bulan Februari dan Agustus. Jurnal ini pertama kali terbit pada bulan Agustus 2012. Tujuan dari penerbitan jurnal ini adalah sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menyebarluaskan hasil penelitian bersama dengan dosen pembimbingnya dalam bidang keilmuan dan penerapan di bidang teknik sipil.
Arjuna Subject : -
Articles 899 Documents
PERBANDINGAN SISTEM TUNGGAL DAN SISTEM GANDA PADA BANGUNAN TERBREIS EKSENTRIS BERBENTUK V TERBALIK DAN DIAGONAL PADA MID RISE BUILDING Evelin Puspa Riani; Avilia Tania; Effendy Tanojo; Hasan Santoso
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.049 KB)

Abstract

Perencanaan bangunan di Indonesia wajib didesain tahan terhadap gempa karena Indonesia merupakan daerah rawan gempa. Terdapat dua sistem penahan gempa yaitu, sistem tunggal dan sistem ganda. Dalam penelitian ini, bangunan didesain menggunakan sistem ganda berupa sistem Rangka Terbreis Eksentris (RTE) dan sistem Rangka Momen Khusus (RMK) serta sistem tunggal berupa RTE. Untuk sistem ganda, bangunan harus memenuhi peraturan dalam SNI 1726:2012 pasal 7.2.5.1, di mana rangka pemikul momen khusus mampu menahan paling sedikit 25% gaya gempa desain dengan distribusi yang proporsional terhadap kekakuannya. Untuk sistem tunggal, terdapat batasan ketinggian dalam tabel 9 yaitu 48m, tetapi batasan tersebut diijinkan untuk ditingkatkan sampai 72m apabila memenuhi persyaratan dalam pasal 7.2.5.4. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan menggunakan mid-rise building, yaitu 12 dan 18 lantai, dengan dua bentuk bresing (V terbalik dan diagonal) dan dua skenario yang berbeda (skenario Sistem Tunggal dan Sistem Ganda). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bangunan skenario Sistem Tunggal lebih hemat dan menghasilkan performa yang lebih baik, khususnya pada bangunan 12 lantai. Pada bangunan 18 lantai performa bangunan skenario Sistem Tunggal lebih buruk, tetapi perbedaan tersebut tidak signifikan. Selain itu, juga didapat kesimpulan bahwa secara keseluruhan bangunan terbreis eksentris V terbalik lebih baik dibandingkan dengan bangunan terbreis diagonal.
EVALUASI SNI 1726:2012 PASAL 7.2.5.1 MENGENAI DISTRIBUSI GAYA LATERAL PADA PENGGUNAAN SISTEM GANDA Christianto Tirta Kusuma; Tiffany Putri Tjipto; Hasan Santoso; Ima Muljati
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2016): FEBRUARI 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.006 KB)

Abstract

Gempa merupakan bencana alam yang tidak dapat dihindari dan dapat menyebabkan kerusakan pada struktur bangunan. Oleh karena itu, struktur bangunan harus didesain agar mampu menahan gaya gempa yang terjadi. Ada berbagai sistem yang dapat digunakan untuk menahan gaya gempa yang terjadi, baik berupa sistem tunggal maupun sistem ganda. Untuk sistem ganda, harus memenuhi syarat yang diatur dalam SNI 1726:2012 pasal 7.2.5.1 yang mengharuskan SRPM menerima minimal 25% gaya lateral. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi apakah pasal 7.2.5.1 SNI 1726:2012 perlu dipenuhi. Pada penelitian ini akan digunakan sistem ganda berupa SRPMK dan SRBE pada enam bangunan yang direncakanan dengan beban respons spektrum pada kota Surabaya dan Papua menurut SNI 1726:2012. Kinerja struktur akan diperiksa menggunakan nonlinear time history analysis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pasal 7.2.5.1 SNI 1726:2012 yang mensyaratkan pada sistem ganda SRPM harus mampu memikul minimal 25% gaya lateral yang terjadi tidak perlu dipenuhi.
PERBANDINGAN KINERJA STRUKTUR BAJA RANGKA TERBREIS KONSENTRIS KHUSUS BERBENTUK MULTISTORY X DAN ZIPPER V TERBALIK PADA BANGUNAN 12 DAN 18 LANTAI Christ Renaldi; Steven Setiawan; Effendy Tanojo; Hasan Santoso
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.083 KB)

Abstract

Gempa merupakan bencana alam yang sering terjadi di Indonesia, sehingga seluruh bangunan wajib didesain mengikuti peraturan gempa SNI 1726:2012. Penelitian ini mengevaluasi kinerja dari struktur penahan gempa yang menggunakan sistem rangka bangunan RTKK (Rangka Terbreis Konsentris Khusus). Ketinggian bangunan berdasarkan batasan maksimum menurut SNI 1726:2012 tabel 9 dan pasal 7.2.5.4. Berdasarkan batasan tersebut, digunakan ketinggian 12 lantai (48 meter) dan 18 lantai (72 meter) pada penelitian ini. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan adanya permasalahan pada balok yang berpotongan dengan breising bentuk V dan V terbalik akibat peninjauan terhadap desain kapasitas. Untuk mengatasinya maka dipilihlah breising berbentuk multistory X (MX) dan zipper V terbalik (ZIV) kemudian dibandingkan kinerjanya berdasarkan berat struktur, displacement, drift ratio, dan sendi plastis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada bangunan 12 lantai, nilai displacement dan berat struktur MX lebih baik daripada ZIV, tetapi nilai drift ratio tidak berbeda jauh. Pada bangunan 18 lantai, nilai displacement dan drift ratio MX lebih baik daripada ZIV, tetapi berat struktur MX naik dengan cepat seiring penambahan ketinggian. Sedangkan kinerja berdasarkan kerusakan sendi plastis menunjukkan bahwa MX memberikan hasil yang lebih buruk untuk elemen kolom dan lebih baik untuk elemen balok daripada ZIV.
EVALUASI KINERJA DIRECT DISPLACEMENT BASED DESIGN DAN FORCED BASED DESIGN PADA REGULAR FRAME 12 LANTAI Kristofer Widjaja; Nancy Weliem; Ima Muljati
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.582 KB)

Abstract

Adanya kelemahan pada metode Forced Based Design (FBD) membuat banyak peneliti untuk menemukan metode baru sebagai alternatif desain bangunan. Direct Displacement Based Design (DDBD) merupakan sebuah metode yang dikembangkan sebagai alternatif untuk menangani kelemahan dari metode FBD. Prosedur desain pada metode ini juga lebih singkat dibandingkan metode FBD. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja bangunan hasil desain DDBD dan kemudian membandingkannya dengan kinerja bangunan FBD, sehingga dapat dilihat metode mana yang memiliki kinerja lebih unggul. Bangunan yang diteliti adalah bangunan regular frame 12 lantai di wilayah 2 dan 6 Peta Gempa Indonesia. Kinerja bangunan diuji dengan analisis dynamic nonlinear time history. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bangunan yang direncanakan secara DDBD menghasilkan kinerja yang tidak jauh berbeda dengan bangunan yang didesain secara FBD. Kebutuhan bahan dari kedua metode juga tidak jauh berbeda. Kedua metode memiliki performa yang baik, akan tetapi hasil DDBD memberikan hasil yang lebih mendekati target.
PENERAPAN METODE TIME IMPACT ANALYSIS PADA SEBUAH PROYEK BANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT DI SURABAYA Yonri Tjanlisan; Rivan Cuntoro; Paulus Nugraha
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.522 KB)

Abstract

Ketepatan waktu merupakan tujuan utama bagi owner maupun kontraktor. Namun keterlambatan tidak dapat dihindari, dan keterlambatan ini dapat mengakibatkan bertambahnya durasi proyek dan biaya proyek yang dikeluarkan. Delay Analysis dikembangkan untuk mengatasi keterlambatan. Salah satu metode yang ada yaitu Time Impact Analysis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara menganalisa keterlambatan yang terjadi pada sebuah bangunan bertingkat di Surabaya menggunakan metode Prospective Time Impact Analysis. Metode ini dilakukan dengan membandingkan As-Planned Schedule dengan Impacted Schedule yang telah dibuat. Penelitian ini menggunakan Master Schedule yang diolah menjadi As-Planned Schedule dan As-Built Schedule yang dibuat berdasarkan fakta di lapangan. Berdasarkan analisa yang telah dilakukan, didapatkan hasil berupa pertambahan durasi pekerjaan, pekerjaan yang mengalami keterlambatan dan hasil ini dapat digunakan untuk proyek yang akan datang sebagai pengalaman. Hasil yang didapatkan kurang maksimal dikarenakan kurangnya data seperti Site Memo, Critical Path Method (CPM), dan Master Schedule yang diberikan kurang detail.
PENELITIAN AWAL PENGGUNAAN POLYETHYLENE STRAP SEBAGAI BAHAN PEMBUAT GABION Aga ,; Leonard Alan Christandy; Handoko Sugiharto; Gogot Setyo Budi
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.92 KB)

Abstract

Plastik merupakan bahan yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Plastik juga mempunyai banyak kelebihan seperti ringan, kuat, mudah dibentuk, anti karat, tahan terhadap bahan kimia, mempunyai sifat isolasi listrik yang tinggi, juga biaya proses yang lebih murah. Penelitian ini berfokus pada penggunaan plastik jenis polyethylene terephthalathe sebagai bahan pengganti kawat baja pada gabion. Ada tiga tipe dari polyethylene terephthalathe yang akan digunakan yaitu 1510-E, 1910-E , dan 1910-NE. Pengujian dibagi menjadi dua tahap yaitu pengujian kuat Tarik terhadap masing-masing polyethylene terephthalathe dan kawat baja secara individu untuk mendapatkan regangan yang terjadi, dan pengujian kuat tarik rangkaian polyethylene terephthalathe dan gabion untuk mendapatkan kapasitas tarik maksimum. Hasil dari pengujian pertama menunjukkan kuat tarik maksimum dari polyethylene terephthalathe tipe 1510-E, 1910-E ,1910-NE, dan kawat baja Ø2,7mm sebesar 555,607kg; 608,52kg; 608,52kg; dan 317,49kg dengan regangan sebesar 5,889%; 7,067%; 4,312%; dan 4,381%. Setelah dilakukan pengujian pertama didapat bahwa polyethylene terephthalathe tipe 1510-E mempunyai kuat tarik yang paling mendekati kawat baja sehingga digunakan sebagai bahan pengujian kedua. Sedangkan hasil pengujian kedua didapat kuat Tarik maksimum rangkaian polyethylene terephthalathe tipe 1510-E dan gabion sebesar 2010,77kg atau 16,39kg/cm2 dan 1852,025kg atau 15,1kg/cm2.
PENGARUH PENAMBAHAN SEMEN PADA KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL EMULSI DINGIN Kevin Chandra; Percy Tambran; Paravita Sri Wulandari; Harry Patmadjaja
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2017): AGUSTUS 2017
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.319 KB)

Abstract

Penggunaan Campuran Aspal Emulsi Dingin (CAED) di Indonesia masih jarang dijumpai. Hal ini mengakibatkan sedikitnya penelitian tentang aspal emulsi. Untuk itu, dibutuhkan penelitian lebih lanjut tentang aspal emulsi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik CAED terhadap penambahan semen sebagai bahan aditif. Variasi kadar semen yang digunakan sebesar 1%, 2%, dan 3% dari total berat agregat. Pengujian awal dilakukan dengan pemeriksaan terhadap material yang akan dipakai dalam membuat benda uji. Pemeriksaan terhadap material dilakukan untuk mengetahui apakah material telah memenuhi spesifikasi agar dapat digunakan sebagai bahan campuran dalam pembuatan benda uji. Pengujian Marshall dilakukan pada CAED dengan semen pada umur 3, 7, dan 14 hari. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa nilai yang didapatkan telah memenuhi semua persyaratan, meskipun nilai stabilitas pada CAED yang ditambahkan dengan semen pada awal umur sampel lebih kecil daripada CAED tanpa semen.
PERHITUNGAN DAN METODE KONSTRUKSI SISTEM PENDINGINAN TERHADAP AUDITORIUM Krisanto Elim; Anthony Carissa Surja; Prasetio Sudjarwo; Nugroho Susilo
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2015): AGUSTUS 2015
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.792 KB)

Abstract

Tujuan penelitian sistem tata udara pada auditorium ini adalah apakah sistem tata udara eksisting sudah sesuai dengan beban pendinginan yang dibutuhkan oleh bangunan, kontribusi faktor beban eksternal dan internal terhadap total beban pendinginan, Rule of Thumb khusus untuk auditorium berdasarkan perhitungan CLTD (Cooling Load Temperature Difference), alternatif penggantian sistem tata udara dan struktur penunjangnya. Penelitian ini dilakukan pada tiga auditorium di Surabaya yang mempunyai luas lantai lebih dari 1200 m2. Perhitungan beban pendinginan menggunakan metode CLTD berdasarkan SNI Ventilasi Udara (SNI 03-6572-2001). Dengan menggunakan metode ini akan diperlihatkan profil beban pendinginan dan juga komposisi beban pendinginan eksternal dan internal yang dialami masing-masing auditorium. Perbandingan perhitungan beban pendinginan dengan metode CLTD akan dibandingkan, baik dengan kapasitas eksisting pada auditorium yang bersangkutan maupun metode Rule of Thumb. Penelitian ini juga dilengkapi dengan alternatif penggantian sistem tata udara, analisis perbandingan biaya listrik sistem tata udara eksisting dan sistem tata udara desain beserta perhitungan struktur penunjang.
RETROFIT TERHADAP GEMPA MENGGUNAKAN BUCKLING RESTRAINED BRACES DAN CARBON FIBER- REINFORCED POLYMER JACKETING PADA BANGUNAN RUKO EMPAT LANTAI TIDAK BERATURAN YANG DIDESAIN TERHADAP BEBAN GRAVITASI Atteroni Pratomo; Kevin Richard Anggrek; Jimmy Chandra; Joko Purnomo
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.099 KB)

Abstract

Penelitian kali ini akan meninjau sebuah bangunan yang hanya didesain terhadap beban gravitasi saja (Gravity Load Designed/GLD) berupa ruko empat lantai. Penelitian ini akan berfokus pada pemberian perkuatan menggunakan Buckling Restrained Braces (BRB) dan Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP) pada bangunan GLD yang ditinjau. Tujuan dari peneltian ini adalah meninjau kinerja struktural dari bangunan GLD sebelum dan sesudah diberikan perkuatan. Dalam penelitian ini, bangunan GLD ditinjau menggunakan pemodelan secara nonlinear pada elemen-elemen struktural termasuk pemodelan non-ductile pada joint balok-kolom dan dinding untuk memperoleh hasil yang realistis. Untuk meninjau performa struktural dari bangunan GLD sebelum dan sesudah diberikan perkuatan, dilakukan analisis dinamis nonlinear riwayat waktu tiga dimensi menggunakan program SAP2000. Hasil analisis dalam penelitian ini ditampilkan melalui simpangan lantai maksimum, drift lantai maksimum, dan juga lokasi-lokasi terjadinya kerusakan pada bangunan GLD sebelum dan sesudah diberikan perkuatan. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa BRB dan CFRP sebagai metode perkuatan pada bangunan GLD dapat bekerja dengan efektif secara bersamaan dalam mengurangi kerusakan dan drift yang terjadi.
DURABILITAS MORTAR GEOPOLYMER BERBASIS LUMPUR SIDOARJO David Wiyono; Agie Vianthi; Antoni .; Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.879 KB)

Abstract

Lumpur Sidoarjo merupakan salah satu material yang sedang dikembangkan sebagai pengganti semen selain fly ash. Alasan yang mendasari digunakannya lumpur Siodarjo adalah jumlahnya yang melimpah di lapangan yang dianggap sebagai permasalahan lingkungan yang belum dapat teratasi, serta telah terbukti memiliki kandungan yang dapat menggantikan fungsi semen.Adapun salah satu karakteristik material konstruksi yang penting untuk diperhatikan pada lingkungan agresif adalah durabilitas.Mengingat belum adanya penelitian mengenai durabilitas geopolymer dengan lumpur Sidoarjo, maka penelitian ini sangat penting untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak dari serangan asam dan difusi ion klorida terhadapmaterial geopolimer dengan lumpur Sidoarjo. Pada penelitian ini dilakukan pengujian durabilitas, yaitu ketahanan terhadap serangan asam sulfat dan penetrasi ion klorida. Pada pengujian terhadap serangan sulfat digunakan dua metode yaitu metode perendaman biasa dan wet dry cycle. Pengujian penetrasi ion klorida menggunakan metode Rapid Migration Test dengan standart Nordtest 492. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa durabilitas mortar geopolimer dengan lumpur Sidoarjo dapat dikatakan baik terutama pada segi penampilan fisik mortar.