cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 25982397     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil yang diterbitkan 2 kali dalam setahun pada bulan Februari dan Agustus. Jurnal ini pertama kali terbit pada bulan Agustus 2012. Tujuan dari penerbitan jurnal ini adalah sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menyebarluaskan hasil penelitian bersama dengan dosen pembimbingnya dalam bidang keilmuan dan penerapan di bidang teknik sipil.
Arjuna Subject : -
Articles 899 Documents
ANALISA WAKTU KERJA AKTUAL PADA PROYEK KONSTRUKSI DENGAN METODE PERT PADA PROYEK X Kevin Kevin; Raphael C. Raphael C.; Sentosa L. Sentosa L.
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.906 KB)

Abstract

Dalam proyek konstruksi selalu tidak lepas dari jadwal dan waktu . Penjadwalan adalah salah satu faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan proyek tersebut. Penjadwalan sendiri merupakan suatu perangkat untuk menentukan aktivitas yang harus diselesaikan dalam rentang waktu tertentu. Waktu kerja merupakan waktu yang ditentukan untuk melakukan suatu pekerjaan. Waktu kerja pada proyek sangat berkaitan erat dengan penjadwalan proyek karena dengan penjadwalan, waktu kerja rencana dapat tersusun dengan efektif sehingga membantu keberhasilan dalam pelaksanaan penyelesaian proyek dengan tepat waktu. Namun seringkali terjadi waktu kerja rencana yang telah disusun tidak sesuai dengan waktu kerja aktual di lapangan. Banyak hal di lapangan yang terjadi diluar perkiraan rencana. PERT (Project Evaluation and Review Technique) adalah salah satu metode yang dapat membantu penyusunan jadwal kerja.Hasil dari metode PERT bisa didapatkan melalui pengolahan data di lapangan yang berupa data ta (waktu optimis) ,tb (waktu pesimis) , dan tm (waktu yang paling mungkin terjadi). Hasil dari data ta, tb, dan tm didapatkan te (waktu yang diharapkan). Hasil dari te pekerjaan bekisting kolom berbeda-beda bergantung dengan dimensi dan secara berurutan adalah 20; 21; dan 22 menit. Hasil dari te pekerjaan bekisiting plat serta balok adalah 540 dan 62 menit. Hasil te pekerjaan pembesian kolom adalah 29; 30; dan 27 menit. Hasil te pekerjaan pembesian plat serta balok adalah 552 dan 66 menit. Hasil te pekerjaan pengecoran kolom adalah 27; 33; dan 15 menit. Hasil te pekerjaan pengecoran plat serta balok adalah 164 dan 32 menit. Selain itu hasil te dari metode PERT lebih cepat dari waktu aktual proyek
PEMANFAATAN LUMPUR SIDOARJO SECARA MAKSIMAL DENGAN CAMPURAN FLY ASH DALAM PEMBUATAN MORTAR GEOPOLIMER Andi Widjaya; Chrysilla Natallia; , Antoni; Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.463 KB)

Abstract

Penelitian terhadap pemanfaatan lumpur Sidoarjo telah banyak dilakukan sebelumnya. Salah satu cara usaha pemanfaatan yang dilakukan adalah menggunakan lumpur Sidoarjo sebagai bahan pembuatan mortar geopolimer. Pada penelitian kali ini lumpur Sidoarjo yang digunakan digiling selama 12 jam dan fly ash digiling selama 6 jam. Ketika kedua material ini lebih halus, maka luas permukaan partikel bertambah sehingga partikel menjadi lebih reaktif dan juga mortar akan semakin padat. Pada penelitian ini menggunakan variasi water to binder ratio (w/b) dari 0,25; 0,3; 0,35; 0,4. Dari hasil yang didapat, dipilih komposisi campuran dengan w/b yang memiliki kuat tekan dan kelecakan yang bagus yaitu w/b 0,3 dan 0,35. Lumpur Sidoarjo dan fly ash digunakan bersama-sama, dengan perbandingan massa lumpur Sidoarjo yang digunakan mulai dari 0%, 25%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90%, 100%. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dengan penggilingan lumpur Sidoarjo dan fly ash, mortar memiliki berat jenis yang lebih tinggi, tetapi penggilingan fly ash tidak memberikan tambahan kuat tekan pada mortar geopolimer. Perbandingan massa lumpur Sidoarjo dan fly ash yang menghasilkan kuat tekan paling tinggai adalah 50% : 50%. Kemudian nilai kuat tekan mortar geopolimer dengan massa lumpur Sidoarjo dari 60% hingga 90% memiliki nilai yang tidak jauh berbeda.
CARA PENDEKATAN PERHITUNGAN KUANTITAS PEMBESIAN PADA PELAT LANTAI STRUKTUR BETON BERTULANG (STUDI KASUS RUKO 4 LANTAI DI SURABAYA) Andre Jayanata; Wilson Linardo; Indriani Santoso; Budiman Proboyo
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.816 KB)

Abstract

Estimasi khususnya estimasi biaya, digunakan pada dunia konstruksi sebelum proyek dimulai atau pada saat tender. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuantitas pembesian dengan menggunakan dua metode yang berbeda, yaitu metode pendekatan dan metode definitif (bar bending schedule). Data yang digunakan adalah denah struktur, denah detail pelat dan RAB untuk pelat lantai struktur beton bertulang.Penelitian diawali dengan mencari kuantitas pembesian pelat struktur beton dengan metode pendekatan yang kemudian hasilnya disebut Wpendekatan. Perhitungan kuantitas pembesian pelat dengan metode definitif dihitung menggunakan bar bending schedule dan menghasilkan WBBS. Kemudian hasil dari kedua metode tersebut dibandingkan. Wpendekatan dibagi dengan WBBS, maka diperoleh suatu koefisien α.Dari penelitian ini didapat beberapa koefisien α yang diperoleh dari beberapa analisis seperti rata-rata langsung, blok ruko, posisi lantai, dan jenis pelat. Kemudian dari analisis tersebut diperoleh nilai α terendah sebesar 0.907 sedangkan tertinggi sebesar 1.387. Dalam menghitung WBQ, koefisien α yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan. Koefisien α kemudian dikalikan dengan Wpendekatan untuk mendapatkan WBQ.
PENGARUH KADAR SEMEN TERHADAP SOIL CEMENT COLUMN PADA TANAH MARGOMULYO - SURABAYA Harlim K.H; Hindrawan Y; Sugie Prawono
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2016): FEBRUARI 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.164 KB)

Abstract

Aplikasi dari soil cement column untuk meningkatkan kekuatan tanah lunak menjadi tanah yang memiliki daya dukung yang tinggi diteliti dalam penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kekuatan tanah lunak tersebut dengan waktu setelah dicampur dengan semen dengan kadar yang bervariasi dalam sebuah model test.12 kontainer berupa drum dengan diameter 46cm dan tinggi 80cm berisi tanah lunak Margomulyo digunakan dalam penelitian ini untuk membuat soil cement column. Bubuk semen, cement slurry, dan subtitusi bubuk semen dengan flyash sebanyak 15% digunakan dalam pembuatan soil cement colum berdiameter 300mm.Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan flyash sebanyak 15% terhadap penggunaan bubuk semen dengan kadar sama ternyata menunjukkan kekuatan campuran menjadi lebih tinggi yaitu 31 kg/cm2.Untuk campuran Semen slurry dengan kadar 35% menghasilkan kekuatan sebesar 33 kg/cm2 setelah 28 hari. Sedangkan,penggunaan bubuk semen dengan kadar 35% hanya menghasilkan kekuatan sebesar 18 kg/cm2.
PEMERIKSAAN STRUKTURAL DAN PERKUATAN JEMBATAN DI BRUNEI DARUSSALAM Stephen Dwiputra Djaya; Anastasia Valentina; Gunawan Budi Wijaya; Handoko Sugiharto
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.596 KB)

Abstract

Jembatan merupakan salah satu sarana infrastruktur yang penting. Hal ini karena jembatan berfungsi untuk memberi akses jalan bagi transportasi dari satu daerah ke daerah lain. Beban yang ditanggung jembatan dari waktu ke waktu dapat bertambah. Namun akibat beban yang bertambah diperlukan adanya pemeriksaan struktural dan perkuatan pada jembatan. Penambahan beban terjadi pada 5 jembatan yang berada di Brunei Darussalam. Akibat adanya penambahan beban tersebut maka perlu dilakukan pemeriksaan struktural pada jembatan dan dilakukan perkuatan jika dibutuhkan. Pemeriksaan struktural akan dilakukan terhadap ultimate limit state dan serviceability limit state. Jika kapasitas jembatan tidak mencukupi maka akan dilakukan perkuatan, dimana metode perkuatan akan disesuaikan dengan bagian kegagalan struktur yang dialami oleh jembatan. Semua perhitungan akan dilakukan berdasarkan peraturan dari British Standard 5400 dan pembebanan mengacu pada BD37-01. Setelah dilakukan strengthening pada jembatan, jembatan dapat menanggung normal traffic dan special case loading
EVALUASI KINERJA DIRECT DISPLACEMENT-BASED DESIGN DAN FORCE BASED DESIGN BANGUNAN IRREGULAR PLAN 6-LANTAI Charly Wijaya; Stephen Wibiatma Wijaya; Ima Muljati; Pamuda Pudjisuryadi
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.638 KB)

Abstract

Metode Direct Displacement-Based Design (DDBD) merupakan metode baru dalam perhitungan struktur bangunan terhadap gempa yang membutuhkan verifikasi secara global. Metode ini memiliki proses perhitungan yang lebih singkat dan sederhana jika dibandingkan dengan metode Force Based Design (FBD) yang telah banyak diaplikasikan saat ini. Penelitian kali ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja bangunan yang dihitung dengan masing-masing metode untuk melihat performanya terhadap target desain sehingga dapat diverifikasi keandalannya. Bangunan yang diteliti memiliki bentuk irregular plan setinggi 6-lantai yang berada pada wilayah gempa 2 dan 6 Peta Gempa Indonesia. Verifikasi terhadap kinerja bangunan didapatkan dari hasil analisis dynamic nonlinear time history. Hasil verifikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa kedua metode memberikan kinerja yang baik, namun bangunan yang didesain menggunakan metode DDBD lebih mendekati target desain yang telah ditentukan sebelumnya dibandingkan dengan yang menggunakan metode FBD. Selain itu, metode DDBD cocok untuk diterapkan pada konsep Performance Based Design yang memakai drift sebagai batasan desain.
PEMBUATAN ALAT BANTU DESAIN PERKUATAN LENTUR BALOK BETON BERTULANG DENGAN FRP BERDASARKAN ACI 440.2R-17 Reynold Judithia; Gilbert Alexander; Pamuda Pudjisuryadi; Gunawan Budi Wijaya
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.089 KB)

Abstract

Ada berbagai cara untuk memperkuat struktur bangunan beton bertulang. Memperbesar dimensi, memperpendek bentang, hingga menggunakan FRP adalah beberapa metode untuk memperkuat kapasitas elemen struktur. Seiring berkembangnya teknologi, nilai ekonomis FRP menjadi semakin tinggi. Hal inilah memacu permintaan terhadap alat bantu untuk merencanakan FRP. Sayangnya, alat bantu perhitungan perkuatan dengan FRP mayoritas dibuat oleh para produsen FRP, sehingga penggunaanya dibatasi pemakaiannya hanya untuk produk tertentu. Oleh karena itu, dibuat sebuah alat bantu FRP yang umum, mudah untuk digunakan, serta memiliki hasil output yang cukup lengkap seperti regangan, tegangan, gaya dalam masing – masing penampang baik dalam kondisi batas ultimit maupun kondisi batas kemampuan layan, sebelum dan sesudah diperkuat hingga notifikasi – notifikasi yang sekiranya membantu para pengguna program untuk mengoptimalkan perhitungan perkuatan lentur pada balok beton bertulang dengan menggunakan FRP. Program telah terverifikasi terhadap berbagai kemungkinan kasus sehingga terbukti mempunyai perhitungan yang sesuai dengan ACI 440.2R-17. Program yang dibuat dengan basis Visual Basic 2015 .Net cocok untuk digunakan sebagai sarana edukasi maupun untuk kepentingan profesional karena ramah kepada pengguna program
PENGEMBANGAN PENGHALUSAN JARING ELEMEN SEGITIGA REGANGAN KONSTAN SECARA ADAPTIF Kevin Tjoanda; Wong Foek Tjong; Pamuda Pudjisuryadi
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.196 KB)

Abstract

Penelitian ini menghasilkan program matlab yang mampu melakukan penghalusan secara adaptif pada diskretisasi awal yang kasar sampai mendapatkan diskretisasi optimal dimana nilai error pada hasil analisanya memenuhi syarat/target yang ditentukan. Elemen yang digunakan adalah elemen segitiga regangan konstan untuk menganalisa masalah tegangan dan regangan bidang. Pengujian program dilakukan dengan menggunakan berbagai benchmark problems yang disediakan oleh literature. Hasil pengujian menunjukkan bahwa parameter strain energy error dapat digunakan untuk perhitungan adaptifitas dan pada diskretisasi optimalnya menghasilkan nilai yang sangat mendekat solusi referensinya. Sebagian besar proses sudah dapat dilakukan secara otomatis namun untuk masalah tertentu diperlukan penyesuaian pada kondisi batas dan pembebanannya agar mengikuti diskretisai baru. Masalah otomasi juga muncul pada struktur dengan sisi lengkung. Diskretisasi optimal pada akhir dari proses adaptifitas memang memberikan hasil yang mendekati eksak, namun karena menggunakan metode element subdivision dan alat bantu delaunay triangulation, maka terdapat ketidakefektifan yaitu banyak elemen yang ukurannya lebih kecil dari ukuran yang diperlukan.
FAKTOR – FAKTOR PENYEBAB POOR WORKMANSHIP DAN ANTISIPASINYA PADA PROYEK KONSTRUKSI DI SURABAYA Ronald Winarto; Ryan Chrismawan Sukamto; Andi Andi
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.215 KB)

Abstract

Cacat konstruksi merupakan hal yang sering terjadi pada proyek konstruksi. Terdapat tiga penyebab cacat konstruksi yaitu poor design, poor workmanship dan poor material. Penyebab cacat konstruksi yang paling sering terjadi yaitu poor workmanship. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor penyebab poor workmanship yang paling sering terjadi dan tingkat kesulitan antisipasinya, dan mengidentifikasi antisipasi yang efektif dalam mengatasi faktor penyebab poor workmanship. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang disebar pada proyek konstruksi di Surabaya. Kuesioner ini disebar kepada 105 responden yang terdiri dari 70 pekerja dan 35 staf kontraktor. Faktor penyebab poor workmanship yang paling sering terjadi dan sulit diantisipasi menurut staf kontraktor adalah cuaca buruk. Faktor penyebab poor workmanship yang paling sering terjadi menurut pekerja adalah waktu terbatas. Faktor penyebab poor workmanship yang paling sering terjadi dan sulit diantisipasi dapat diantisipasi dengan pengelolaan manajemen yang baik dan perketatan pengawasan oleh kontraktor.
PRODUKTIVITAS ALAT BERAT PADA PEKERJAAN GALIAN GEDUNG P1 P2 UK PETRA Kelvin Rudy Sutanto; Michael Halmar Kosasi; Andi Andi
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.267 KB)

Abstract

Pemilihan alat berat mempengaruhi efisiensi dan profitabilitas pada pekerjaan konstruksi. Tingkat efektivitas alat berat dinilai berdasarkan produktivitas alat. Produktivitas merupakan hasil bagi dari output terhadap input. Metode penelitian yaitu dengan menghitung volume aktual (VA) yang tercapai per hari, mencatat volume bucket, waktu siklus (Cm), waktu kerja dan waktu efektif backhoe menggali setiap hari. Dua pendekatan dilakukan untuk perhitungan produktivitas menggunakan waktu siklus untuk satu kali siklus backhoe dan waktu kerja harian yang dibagi menjadi waktu kerja selama 8 jam serta waktu efektif tanpa idle. Hasil pengolahan data waktu siklus diperoleh produktivitas ideal (PI) menggunakan waktu siklus baseline sebesar 140.05 m3/jam, produktivitas teoritis (PT) menggunakan waktu siklus teoritis sebesar 67.185 m3/jam, produktivitas aktual mean (PA) menggunakan waktu siklus rata-rata sebesar 110.83 m3/jam. Sedangkan hasil pengolahan data dari waktu kerja adalah produktivitas aktual kinerja (PAK) yang dibagi dengan waktu kerja 8 jam sebesar 28.91 m3/jam, produktivitas aktual efektif (Pefektif) dengan waktu efektif tanpa idle sebesar 47.35 m3/jam. Pada akhirnya, dengan menggunakan PAK disimpulkan bahwa produktivitas backhoe pada proyek gedung P1 P2 UK Petra adalah 28.91 m3/jam/alat. Selisih nilai produktivitas tersebut dipengaruhi oleh double handling dan waktu tidak efektif backhoe akibat idle, maintenance, menunggu dump truck, merapikan tanah, dan moving.