Articles
899 Documents
STUDI LITERATUR TENTANG BERBAGAI MACAM SERTIFIKASI DI DUNIA KONSTRUKSI
Ari Wibisono;
Deni Soedarman;
Paul Nugraha
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (165.586 KB)
Saat ini sertifikasi di dunia konstruksi sangatlah diperlukan oleh para Project Manager khususnya yang bekerja di bidang konsruksi. Hal ini dikarenakan dengan mengikuti sertifikasi yang tepat akan sangat membantu bagi kemajuan karir Project Manager tersebut. Penelitian yang dilakukan pada tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui seberapa banyak manfaat yang akan didapatkan oleh Project Manager dengan mengikuti sertifikasi di dunia konstruksi. Metodologi yang dipergunakan adalah pengumpulan data survei dari internet dan analisa data survei. Berdasarkan hasil dari studi literatur tentang berbagai macam sertifikasi tersebut, dipilih 5 asosiasi sertifikasi untuk dibandingkan. Adapun ke-5 asosiasi tersebut adalah IPMA, PMI, PRINCE2, IAMPI dan ASTTI. Asosiasi sertifikasi IPMA, PRINCE2 dan PMI merupakan asosiasi sertifikasi yang paling banyak diikuti oleh Project Manager dibanding dengan asosiasi sertifikasi IAMPI dan ASTTI. Hal ini dikarenakan asosiasi sertifikasi IPMA, PRINCE2 dan PMI merupakan asosiasi sertifikasi yang berskala internasional dan memiliki daerah jangkauan serta pengaruh dan manfaat secara global
PENGARUH SENGKANG LUAR DAN SENGKANG DALAM TERHADAP KEKUATAN TEKAN PIPA BETON
Nico Christian S;
Mauriciano Victourious L;
Gogot Setyo Budi
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (606.495 KB)
Beton merupakan bahan utama yang sering digunakan untuk pondasi. Tiang pancang berongga atau pipa beton dengan rongga terbentuk akibat proses spinning yang dihasilkan melalui gaya sentrifugal pada saat proses pemadatan. Berbeda dengan beton pejal, keruntuhan pipa beton dapat terjadi pada sisi bagian luar maupun dalam dinding pipa beton, Pada penelitian ini, dicoba penambahan perkuatan tekan pada pipa beton dengan cara memberikan sengkang bulat pada dinding luar pipa beton dan sengkang dalam pada dinding bagian dalam pipa beton. Ukuran diameter tulangan yang digunakan untuk pembuatan sengkang bulat dan tulangan sengkang adalah 6mm. Hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa pemberian sengkang bulat dan sengkang dapat meningkatkan kekuatan tekan pipa beton dan regangan, serta pemberian sengkang yang paling optimal dengan bentuk segi empat dan segi lima, walaupun hasilnya tidak konsisten dan pemberian tulangan sengkang secara umum dapat meningkatkan regangan walaupun beberapa sampel pipa beton memiliki gaya tekan beton lebih kecil jika dibandingkan dengan pipa beton tanpa pemberian tulangan
PENYEBARAN KUAT TEKAN BETON PADA PENAMPANG SPUN-PILE
Prasetyo Kurniawan Suseno;
Stefanus Kurniawan Winata;
Gogot Setyo Budi;
Hurijanto Koentjoro
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (496.46 KB)
Spun pile dibuat dengan metode spinning. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai homogenitas kekuatan tekan beton pada spun pile karena proses pemadatan dilakukan dengan memanfaatkan gaya sentrifugal. Pada saat spun pile di spinning, material dengan massa jenis yang besar akan cenderung terlempar pada dinding luar tiang pancang sehingga menyebabkan sisi terluar tiang cenderung lebih padat. Penelitian ini mempelajari mengenai penyebaran kuat tekan beton pada penampang spun pile yang ada di lapangan. Dalam penelitian ini, pengambilan benda uji dilakukan dengan metode pengeboran (core drill) pada spun pile di lapangan. Pengambilan benda uji diambil masing-masing searah dan tegak lurus dengan panjang spun pile. Setelah itu benda uji diratakan dengan gerinda dan dilakukan pengujian kuat tekan. Hasil kuat tekan masing-masing benda uji dikoreksi berdasarkan dimensi dan arah pengambilan sesuai dengan standar pengeboran beton inti (SNI 03-3403-1994). Hasil penelitian awal ini menunjukkan bahwa, untuk hasil benda uji yang sejajar panjang tiang menunjukkan kepadatan benda uji yang diambil pada radius terjauh dari sumbu spun pile relatif lebih padat, akan tetapi kekuatan tekannya tidak manunjukkan konsistensi dengan kepadatan. Sedangkan untuk benda uji yang diambil tegak lurus panjang tiang, semakin jauh dari sumbu tiang semakin padat dan semakin kuat.
OPTIMASI TOPOLOGI DAN UKURAN PENAMPANG STRUKTUR RANGKA BATANG DENGAN METODE METAHEURISTIK
Hieronimus Enrico Suryo;
Ricky Agusta Hartono;
Doddy Prayogo;
Wong Foek Tjong
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (664.403 KB)
Struktur rangka batang baja merupakan salah satu tipe struktur yang populer karena nilai fungsi dan kepraktisannya. Oleh karena itu optimasi struktur menjadi semakin penting untuk mendapatkan struktur rangka batang baja yang paling efisien. Optimasi topologi dari struktur rangka batang baja memberikan hasil yang lebih optimal dibandingkan optimasi luas penampang karena batang dan nodes yang tidak berguna pada struktur dapat dihilangkan. Fungsi objektif dari algoritma metaheuristik adalah untuk meminimalkan massa total struktur rangka batang baja terhadap constraints statis dan dinamis berdasarkan studi kasus dan spesifikasi bangunan baja struktural Indonesia, SNI 1729:2015. Empat algoritma yang digunakan pada studi ini adalah: Particle Swarm Optimization, Differential Evolution, Teaching-Learning-Based Optimization, dan Symbiotic Organisms Search. Algoritma-algoritma tersebut diuji pada satu studi kasus 72-bar truss. Performa dari algoritma tersebut diukur dari lima kriteria massa. Lima kriteria massa yang digunakan adalah massa terbaik, terburuk, rata-rata, standar deviasi, dan median dari struktur rangka batang baja. Hasil penelitian menunjukkan SOS memiliki performa terbaik pada studi kasus 72-bar truss.
SIFAT RHEOLOGY SEMEN PASTA DITINJAU DARI CAMPURAN MATERIAL PENYUSUNNYA DAN PENGGUNAAN SUPERPLASTICIZER
Ignatius Kevin Wibowoputra;
Christian Wanandi;
Antoni ,;
Effendy Tanojo
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (758.296 KB)
Rheology merupakan salah satu tolak ukur yang baik untuk menentukan sifat dari beton segar seperti kelecakan, kepadatan, dan sifat air dalam beton. Rheology suatu campuran sangat dipengaruhi oleh ratio volume air dan powder (Vw/Vp), jumlah air dan jumlah powder serta jenis dan jumlah superplasticizer yang digunakan dalam campuran. Pada penelitian ini, beberapa material yang akan diteliti antara lain semen, fly ash, calcium carbonate, silica fume dan kombinasinya. Penggunaan material cementitious berujuan untuk mengurangi banyaknya penggunaan semen karena hal ini menyebabkan temperatur pengecoran tinggi dan penyusutan jangka panjang yang lebih tinggi. Selain itu, penggunaan semen yang berlebihan juga boros dalam biaya. Material seperti silica fume dan calcium carbonate berguna sebagai partikel pengisi antara rongga-rongga semen agar didapatkan suatu campuran yang lebih padat. Dalam penelitian ini, variasi dari vw/vp dan penggunaan superplasticizer dalam skala kecil akan lebih diperhatikan. Pada penelitian ini didapat bahwa fly ash menunjukkan kebutuhan air yang paling sedikit jika dibandingkan material lain. Selain itu, penambahan fly ash ke dalam pasta semen mampu meningkatkan flowability jika dibandingkan dengan semen saja. Campuran semen dan silica fume menunjukkan kebutuhan superplasticizer yang menurun drastis jika dibandingkan dengan silica fume secara individu. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tiap material membutuhkan air dan superplasticiser yang berbeda-beda dan tiap material juga memiliki sifat yang berbeda.
PENGARUH KETIDAKBERATURAN MASSA VERTIKAL PADA BANGUNAN YANG DIRENCANAKAN SECARA DIRECT DISPLACEMENT BASED DESIGN
Yoseph Ivan Hartono;
Misael Algape;
Ima Muljati;
Benjamin Lumantarna
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2017): FEBRUARI 2017
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (558.447 KB)
Direct Displacement Based Design (DDBD) merupakan metode untuk mendesain bangunan tahan gempa yang hanya mengenal pendistribusian gaya gempa secara vertikal berdasarkan inertia force di setiap lantai yang menyerupai metode statis ekivalen. DDBD tidak meninjau adanya ketidakberaturan massa vertikal. Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah cara DDBD dapat digunaan untuk bangunan dengan ketidakberaturan massa vertikal. Bangunan 12 lantai dengan massa yang tidak beraturan di wilayah Surabaya dan Jayapura akan digunakan sebagai studi kasus. Kinerja bangunan diuji menggunakan analisis dinamis riwayat waktu nonlinier terhadap performace criteria yang diberikan oleh Model Code DDBD. Hasil analisis menunjukkan bahwa rumusan distribusi gaya lateral di setiap lantai tidak dapat digunakan karena meskipun drift ratio yang terjadi pada bangunan dengan desain level 1 di wilayah Surabaya dan Jayapura memenuhi persyaratan drift limit. Untuk parameter damage index, kinerja bangunan desain level 1, 2, dan 3 pada wilayah Surabaya dan Jayapura tidak memenuhi persyaratan. Selain itu, konsep strong column weak beam dan beam side sway mechanism tidak terpenuhi.
KINERJA STRUKTUR YANG DIRENCANAKAN BERDASARKAN PERATURAN GEMPA TAHUN 2002 TERHADAP SNI 1726:2012: STUDI KASUS STRUKTUR HOTEL X DI KUPANG
Christian Handoko;
Ryan Setiawan;
Pamuda Pudjisuryadi;
Benjamin Lumantarna
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (759.467 KB)
Bangunan di Indonesia didesain berdasarkan peraturan gempa yang terus diperbarui secara berkala. Peraturan gempa terakhir kali mengalami pembaruan dari SNI-1726-2002 menjadi SNI 1726:2012. Level gempa maksimum yang disyaratkan dan peta gempa berubah secara signifikan. Gempa periode ulang 500 tahun adalah level gempa maksimum pada SNI-1726-2002, sedangkan pada SNI 1726:2012, level gempa maksimum adalah gempa periode ulang 2500 tahun. Akibatnya, bangunan yang didesain berdasarkan peraturan lama dapat mengalami kegagalan struktur jika dievaluasi terhadap peraturan baru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginvestigasi performa seismik bangunan Hotel X yang didesain berdasarkan SNI-1726-2002.Struktur dianalisis menggunakan Nonlinear Time History Direct Integration Analysis dengan beban percepatan gempa yang disetarakan terhadap respons spektrum gempa desain dan gempa maksimum di Kupang. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur Hotel X mampu memikul beban gempa maksimum berdasarkan SNI 1726:2012. Drift ratio maksimum akibat gempa periode ulang 2500 tahun adalah 0,81%, sedangkan drift ratio maksimum yang diijinkan pada FEMA 356-2000 adalah 2%. Pada kasus gempa desain (2/3 dari 2500 tahun), drift ratio maksimum yang terjadi adalah 0,55% sedangkan batas yang diijinkan pada FEMA 356-2000 adalah 1%. Level kerusakan sendi plastis juga belum melebihi batas yang ditentukan pada ACMC.
ANALISA KARAKTERISTIK DAN APLIKASI CAMPURAN ASPAL EMULSI DINGIN DENGAN SPESIFIKASI CAMPURAN ASPAL PANAS
Kevin Alexander;
Timotius Prasetyo;
Paravita Sri Wulandari;
Harry Patmadjaja
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2016): FEBRUARI 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (490.469 KB)
Jenis perkerasan lentur yang digunakan di Indonesia pada umumnya menggunakan campuran aspal panas. Adapun jenis-jenis campuran aspal panas tersebut antara lain: Lapis Aspal Beton (Laston) atau AC (Asphalt Concrete), Lapis Tipis Aspal Beton (Lataston) atau HRS (Hot Rolled Sheets) dan Lapis Tipis Aspal Pasir (Latasir). Mulai sekitar tahun 1990-an untuk pekerjaan jalan di Indonesia mulai dipergunakan jenis aspal lain yaitu aspal emulsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kadar Aspal Residu Optimum (KARO) dan karakteristik Campuran Aspal Emulsi Dingin (CAED) jika gradasinya mempergunakan spesifikasi campuran beraspal panas dengan membandingkan campuran aspal panas dan campuran aspal dingin. Agregat yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari Pandaan, sedangkan aspal yang digunakan yaitu aspal emulsi dingin type css-1h dan aspal panas Pen.60-70. Variasi kadar aspal yang digunakan yaitu : 5%, 5.5%, 6%, 6.5%, dan 7%. Untuk mendapatkan nilai kadar aspal optimum dilakukan pengujian Marshall dengan parameter yaitu stabilitas, flow, VIM, dan VMA. Hasil yang diperoleh pada KARO 7% yaitu nilai stabilitas sebesar 1075.310 kg, nilai VIM 7.36%, nilai VMA 20.74% dan nilai flow 3.98%. Dengan nilai parameter yang didapatkan maka campuran aspal emulsi dingin dengan spesifikasi campuran aspal panas memenuhi syarat spesifikasi parameter untuk campuran beraspal lalu lintas berat yaitu campuran laston.
PENGGUNAAN BOTTOM ASH DARI SISTEM PEMBAKARAN CIRCULATED FLUIDIZES BED BURNING DAN DARI BOILER SEBAGAI AGREGAT HALUS DALAM PEMBUATAN MORTAR
Wangsa Hioewono Chandra;
Kevin Saputra Yusuf;
Antoni Antoni;
Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (637.995 KB)
PLTU Ngoro adalah PLTU yang menggunakan sistem pembakaran CFBD (Circulated Fluidzied Bed Burning) terletak di Mojokerto, Jawa Timur. Terdapat juga perusahaan M yang menggunakan boiler dengan sistem pembakaran PCC (Pulverized Coal Combustion). Batu bara yang digunakan menghasilkan limbah berupa fly ash dan bottom ash. Karena bottom ash memiliki permukaan yang kasar dan berpori, pemanfaatannya sebagai agregat halus akan mengakibatkan penurunan workability campuran. Tetapi penggunaan fly ash berkualitas baik dapat membantu melawan sifat bottom ash yang menurunkan workability campuran. Bottom ash yang didapat dari PLTU Ngoro dengan sistem pembakaran CFBD dapat dibedakan menjadi dua, yaitu yang berwarna lebih terang dinamakan bottom ash Ngoro cerah, dan yang berwarna lebih gelap dinamakan bottom ash Ngoro gelap, sedangkan bottom ash dari perusahaan M yang menggunakan boiler dengan sistem pembakaran PCC bersifat homogen. Dari penelitian ini, penggunaan bottom ash Ngoro cerah dengan kadar fly ash hingga 50 % dapat mencapai kuat tekan 52,27 MPa pada umur 56 hari. Penggunaan bottom ash Ngoro gelap menghasilkan rata - rata kuat tekan tertinggi yaitu 38 MPa pada umur 7 hari, 55 MPa pada umur 28 hari, dan 58 MPa pada umur 56 hari. Sedangkan penggunaan bottom ash dari perusahaan M memiliki rata – rata kuat tekan yang relatif rendah.
PEMBUATAN PROGRAM ANALISA BIAYA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN BELI-SEWA BACKHOE
Fandi .;
Christopher .;
Ratna S. Alifen
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (528.551 KB)
Dalam pengadaan alat berat untuk sebuah proyek konstruksi, dikenal dua alternatif pemilihan yaitu beli dan sewa. Keputusan pemilihan alternatif dalam pengadaan alat berat dapat diambil setelah melakukan analisa biaya beli dengan biaya sewa. Parameter- parameter yang dipertimbangkan dalam analisa biaya beli dengan biaya sewa adalah biaya kepemilikan, biaya operasional, biaya sewa, dan nilai sisa dengan mempertimbangkan nilai uang terhadap waktu.Dalam skripsi ini, dihasilkan sebuah program yang akan membantu manajer proyek dalam menentukan pilihan alternatif pengadaan alat berat. Program ini dikhususkan pada peralatan backhoe. Program dibuat dengan menggunakan bahasa pemograman PHP yang berbasis web browser dengan harapan dapat diakses melalui internet.Program ini menghasilkan grafik yang dapat menunjukkan hubungan antara biaya dan jam penggunaan alat untuk membantu dalam keputusan beli-sewa backhoe.