cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 25982397     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil yang diterbitkan 2 kali dalam setahun pada bulan Februari dan Agustus. Jurnal ini pertama kali terbit pada bulan Agustus 2012. Tujuan dari penerbitan jurnal ini adalah sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menyebarluaskan hasil penelitian bersama dengan dosen pembimbingnya dalam bidang keilmuan dan penerapan di bidang teknik sipil.
Arjuna Subject : -
Articles 899 Documents
CONDITION ASSESMENT PADA JEMBATAN WONOKROMO Kiki Tamara; Andre Kurniawan; Handoko Sugiharto; Gunawan Budi Wijaya
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2017): AGUSTUS 2017
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.058 KB)

Abstract

Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dari Jembatan Wonokromo, Surabaya. Latar belakang dari penelitian ini adalah pentingnya peranan jembatan sebagai media transportasi bagi masyarakat Indonesia khususnya Surabaya. Dalam penelitian kali ini, penulis berkoordinasi dengan pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN). Penulis berdiskusi dengan BBPJN untuk penentuan perijinan pelaksanaan Condition Assessment, jadwal pelaksaan, dokumen sejarah, fasilitas dan test yang akan dilakukan. Untuk test, penulis melakukan beberapa Non Destructive Test yaitu visual inspection, condition mapping, sounding impact, rebound hammer, dan Ultrasonic Pulse Velocity. Hasil dari Condition Assessment ini adalah bahwa terdapat banyak kerusakan pada jembatan Wonokromo, Surabaya yaitu retak, spalling, delaminasi dan effloressences. Dari hasil test, jembatan Wonokromo memiliki beton dengan tingkat keseragaman yang bagus, keras permukaan yang tergolong bagus, namu kerapatan beton masih tergolong kurang bagus
PENGARUH PENGGUNAAN KOMBINASI VISCOSITY MODIFYING ADMIXTURES DAN SUPERPLASTICIZER TERHADAP RHEOLOGI MORTAR DAN BETON SELF COMPACTING CONCRETE Masyogo Pangestu; Ariyanto Mulya Sim; Antoni .; Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2015): AGUSTUS 2015
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.992 KB)

Abstract

Self Compacting Concrete (SCC) merupakan salah satu teknologi bahan konstruksi yang berkembang dengan pesat karena kebutuhan terhadap SCC yang semakin banyak. Hal ini disebabkan semakin banyaknya struktur beton yang mempunyai keanekaragaman bentuk dan nilai artistik yang tinggi, yang menimbulkan tantangan dalam pembuatannya. Dalam pembuatan SCC terdapat banyak faktor yang mempengaruhi kinerjanya, namun penelitian ini difokuskan terhadap pengaruh admixtures yang digunakan. Penelitian dilakukan dengan mengevaluasirheologi dan kuat tekan mortar dan beton SCC. Penelitian ini menggunakan dua jenis admixtures yaitu superplasticizer dan Viscosity Modifying Admixtures (VMA). Pada mortar digunakan mix design berdasarkan volume, dengan perbandingan pasir : pasta sebesar 50:50 dan Vw/Vp sebesar 0.8. Pada beton SCC digunakan mix desain berdasarkan volume dengan perbandingan agregat kasar : mortar sebesar 30:70, pasir : pasta sebesar 40:60, dan Vw/Vp sebesar 0.8. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kombinasi VMA dan Superplasticizer yang tepat pada mortar dan beton dapat menstabilkan campuran yang mengalami bleeding dan segregasi. Selain itu juga dapat meningkatkan nilai flow dan kuat tekan bila dibandingkan dengan campuran yang mengalami bleeding dan segregasi.
PEMBUATAN ULTRA HIGH STRENGTH CONCRETE DENGAN MATERIAL LOKAL Giovanni Genial; Veronika Violintina; Antoni .
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.467 KB)

Abstract

Ultra High Strength Concrete (UHSC) merupakan terobosan yang sedang dikembangkan dalam beberapa dekade terakhir ini. UHSC memiliki beberapa kelebihan dibandingkan Normal Strength Concrete (NSC), yaitu beton UHSC memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap asam, kebakaran, maupun ketahanan jangka panjang. Pada tahun 2010, di Indonesia telah dapat dibuat beton UHSC dengan kekuatan mencapai 140 MPa dengan memanfaatkan material lokal dengan ukuran yang sangat halus walaupun masih di laboratorium. Dalam penelitian ini akan dicari mix design yang dapat mencapai kuat tekan UHSC, pengaruh steam curing, penambahan steel fibres, dan proses vacuum dalam pembuatan UHSC.Pencarian mix design dilakukan terebih dahulu sebelum melakukan penelitian yang lain. Kuat tekan maksimum yang dicapai adalah sebesar 115 MPa pada umur 28 hari. Perlakuan steam curing memberikan pengaruh pada kuat tekan awal dan dengan melakukan proses vacuum dalam proses pemadatan benda uji tidak memberikan pengaruh dalam kekuatan. Penambahan steel fibres memberikan pengaruh yang baik dari segi ketahan dalam mengatasi keruntuhan yang getas.
PERBANDINGAN SISTEM TUNGGAL DAN SISTEM GANDA STRUKTUR BAJA RANGKA TERBREIS KONSENTRIS KHUSUS BERBENTUK V TERBALIK DENGAN DIRECT ANALYSIS METHOD Ian Dharmawan Saputra; Louis Antonio Tjandra; Effendy Tanojo; Hasan Santoso
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.028 KB)

Abstract

Untuk keperluan menghadapi gempa, perencanaan bangunan di Indonesia mengikuti SNI 1726:2012. Umumnya terdapat dua sistem penahan gempa, yaitu sistem tunggal dan sistem ganda. Untuk sistem tunggal, gaya gempa hanya signifikan pada portal baja yang terdapat breising. Sistem tunggal dalam penelitian ini menggunakan Rangka Terbreis Konsentris Khusus (RTKK). Sistem ganda pada penelitian ini berupa RTKK dan Rangka Momen Khusus (RMK) dengan mengikuti persyaratan SNI 1726:2012 pasal 7.2.5.1, yakni sistem rangka pemikul momen harus mampu menahan 25% dari gaya lateral terhadap proporsi kekakuannya. Kedua sistem dibandingkan agar dapat diketahui sistem penahan gaya gempa yang lebih baik performanya secara kekuatan serta serviceability. Direct Analysis Method (DAM) digunakan pada penelitian ini sekaligus dibandingkan tingkat keekonomisannya dengan hasil desain sistem ganda menggunakan Effective Length Method (ELM) sebagai metode desain stabilitas pada penelitian sebelumnya. Langkah penelitian meliputi verifikasi penggunaan DAM pada program analisis struktur, preliminary design, pemodelan dan pembebanan, desain kapasitas, pengecekan drift, pengujian kinerja bangunan, dan evaluasi performa bangunan beserta diskusi hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem tunggal lebih baik performanya daripada sistem ganda, meski sedikit lebih buruk dari segi serviceability pada bangunan 18-lantai. Secara khusus, sistem ganda yang didesain dengan DAM lebih ekonomis daripada ELM
ALAT BANTU DESAIN INTERAKTIF ELEMEN STRUKTUR BAJA Dicky Fredy Widjaja; Alex Jayanata; Effendy Tanojo; Pamuda Pudjisuryadi
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2015): AGUSTUS 2015
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.99 KB)

Abstract

Material baja semakin sering digunakan dalam dunia konstruksi terbukti dengan munculnya berbagai peraturan dan tabel baja untuk memudahkan desain struktur. Dengan adanya SNI 1729:2015 dan Tabel Profil Konstruksi Baja 1987 sebenarnya sudah cukup memudahkan dalam mendesain. Namun ternyata SNI dan tabel profil ini belum cukup praktis untuk digunakan karena masih terdapat banyak variabel yang tidak dapat ditabelkan. Tugas akhir ini bertujuan untuk membuat alat bantu berupa spreadsheet yang dapat membantu dalam mendesain. Alat bantu desain interaktif elemen struktur baja ini dapat menampilkan daftar profil sesuai dengan beban rencana serta kapasitas struktur baja meliputi kapasitas aksial, kapasitas lentur, dan kapasitas geser serta kombinasi aksial-lentur dari profil berdasarkan SNI 1729:2015. Untuk memudahkan pengecekan, program juga dapat menampilkan langkah-langkah dan rincian perhitungan profil yang dipilih oleh user.
CAMPURAN SLURRY LEMPUNG SETEMPAT SEBAGAI PENGGANTI BENTONITE Grant Rich; Rinaldi The; Johanes Indrojono Suwono
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.987 KB)

Abstract

Bentonit-semen telah banyak digunakan dalam teknik pengeboran maupun dalam pelaksanaan teknik sipil. Campuran ini diperlukan sebagai penahan dinding lubang bor atau diafragma dan sebagai pengganti struktur balok-balok penopang dalam pembangunan basement. Selain direkayasa mampu menahan dinding galian yang dalam, campuran ini harus memungkinkan pengerjaan struktur penahan yang permanen di dalamya. Sebagai pengganti bentonit dipakai tanah lempung setempat dengan kadar semen 10 dan 15%. Tanah lempung yang dipakai dalam penelitian ini adalah tanah lempung berplastisitas tinggi dari daerah Margomulyo yang mewakili lempung lunak, dan lempung daerah Pakuwon Indah yang mewakili lempung medium-kaku. Campuran lempung kaku dengan semen memberikan kokoh geser dan modulus elastis yang mendekati bentonit-semen. Campuran lempung lunak dengan semen memberikan kokoh geser dan modulus elastis yang jauh lebih rendah namun masih di atas tanah asli yang bersangkutan. Kokoh geser dan modulus elastis campuran meningkat dengan umur dan mulai konstan setelah umur 28 hari.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SAFETY BEHAVIOUR DARI SUDUT PANDANG KONTRAKTOR Ignatius Farandy Setiawan; Denny Wijaya; Herry Pintardi Chandra
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.89 KB)

Abstract

Tingginya angka kecelakaan kerja yang disebabkan oleh perilaku pekerja. Hal ini menunjukkan bahwa perilaku pekerja memiliki peranan penting dalam upaya meningkatkan keselamatan kerja. Dalam penelitian ini dilakukan studi mengenai safety behaviour yang berfokus pada proyek One Galaxy dimana studi yang dilakukan akan membahas tentang tingkat persetujuan kontraktor terhadap faktor yang mempengaruhi safety behaviour. Untuk memperoleh data tentang tingkat persetujuan kontraktor, penulis menggunakan metode penyebaran kuesioner yang dianalisa menggunakan analisis mean dimana hasil dari pengolahan data tersebut diperoleh faktor yang paling mempengaruhi safety behaviour menurut kontraktor adalah safety incentive program dengan nilai mean 5.057. Faktor safety incentive program yang dimaksud adalah pemberian penghargaan (award) bagi para pekerja yang dapat menjaga perilaku aman selama bekerja.
TANTANGAN YANG BERPENGARUH DAN KETERAMPILAN MANAJER PROYEK PADA PROYEK YANG BERUPAYA MENJADI BANGUNAN HIJAU Jimantoro Jimantoro; Billie Jaya; Herry P Chandra
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2017): FEBRUARI 2017
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.406 KB)

Abstract

Pemanasan global dan perubahan iklim menjadi masalah lingkungan yang paling kritis dan banyak mendapat perhatian dewasa ini. Menjawab terjadinya masalah tersebut timbul sebuah konsep bangunan yang disebut bangunan hijau dimana dalam tahap perencanaan, pembangunan, dan pemeliharaannya mengurangi penggunaan energi dan sumber daya alam. Pada proyek yang berupaya menjadi bangunan hijau terdapat berbagai macam tantangan yang dihadapi. Dimana setiap tantangan memiliki pengaruh yang berbeda-beda bagi masing-masing manajer proyek. Penulis menggunakan kuisioner dengan sistem skala likert untuk mengetahui tingkat pengaruh dari setiap indikator pada variabel tantangan. Selanjutnya semua kuesioner yang berhasil dikumpulkan akan diolah dengan menggunakan analisis deskriptif yang terdiri dari analisis distribusi frekuensi, mean, peringkat & kualitatif. Tujuannya adalah untuk mengetahui tantangan yang paling berpengaruh dari sudut pandang manajer proyek pada proyek yang berupaya menjadi bangunan hijau. Dari hasil analisis didapatkan bahwa tantangan yang paling berpengaruh yaitu desain, orientasi & struktur bangunan, perencanaan teknik konstruksi, penyediaan spesifikasi sesuai kontrak, perubahan & variasi terhadap desain selama proses konstruksi dan ketersediaan informasi mengenai produk & sistem bangunan hijau.
STUDI PENENTUAN DIMENSI ELEMEN STRUKTUR PADA SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN BERATURAN YANG DIDESAIN DENGAN METODE DIRECT DISPLACEMENT BASED DESIGN Alvina Surya Wijaya; Eunike Yenatan; Ima Muljati
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.778 KB)

Abstract

Pemilihan dimensi elemen struktur dalam metode Direct Displacement Based Design (DDBD) berperan penting pada efektifitas proses desain dan kinerja bangunan. Studi ini mencoba mengestimasi dimensi balok dan kolom pada sistem rangka pemikul momen beraturan berdasarkan beban gravitasi dan bentang balok, serta rasio tegangan kolom terhadap kokoh tekan beton yang dipergunakan. Dimensi balok dan kolom diambil seragam untuk seluruh struktur. Bangunan yang diteliti terdiri dari 8 varian, bentang 6- dan 8- meter, 6- dan 10-lantai, terletak di wilayah gempa-2 dan -6 Peta Gempa Indonesia, dan direncanakan untuk kondisi damage control. Kinerja bangunan yang didesain menggunakan estimasi yang diusulkan dilakukan menggunakan dynamic nonlinear time history analysis (NLTHA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi balok tidak dapat disetimasi berdasarkan beban gravitasi karena semua varian menunjukkan lebih didominasi oleh beban gempa. Penelitian ini merekomendasikan tinggi dan lebar balok diambil sebesar 1/11–1/10 kali bentang balok dan sebesar 2/3 kali tinggi balok. Dimensi kolom dapat diperkirakan berdasarkan tegangan penampang sebesar 0.13-0.17 kali kuat tekan beton yang digunakan. Struktur memiliki kinerja yang cukup baik ditinjau dari parameter storey displacement, storey drift, rata-rata momen dan geser kolom, serta damage indices. Seluruh parameter yang dihasilkan dari analisis NLTHA sudah mendekati target perencanaan yang ditentukan. Prosedur desain kapasitas menghasilkan kondisi strong column weak beam. Walaupun demikian seluruh ujung atas kolom lantai dasar mengalami pelelehan awal (first yield) yang dapat mengarah pada kondisi soft storey yang tidak diharapkan. Oleh sebab itu penelitian ini menyarankan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai estimasi dimensi balok dan kolom berdasarkan parameter lainnya agar dihasilkan struktur yang memiliki kinerja yang lebih baik.
ANALISA PENYEBAB, DAMPAK, PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KORBAN KECELAKAAN KERJA DI PROYEK KONSTRUKSI Jonathan Muliawan; Abraham Yudhistira; Herry Pintardi Pintardi Chandra; Soehendro Ratnawidjaja
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.982 KB)

Abstract

Setiap tahun, ribuan kecelakaan terjadi di tempat kerja khususnya pada proyek konstruksi. Hasil analisa statistik dari beberapa negara menunjukkan tingkat kecelakaan fatal pada proyek konstruksi adalah lebih tinggi dibanding rata-rata untuk semua industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja penyebab dan dampak dari kecelakaan kerja, serta mengetahui bagaimana pencegahan dan penanganan pada korban kecelakaan kerja di proyek konstruksi. Untuk penyebab dan dampak dari kecelakaan kerja digunakan metode kuisioner. Kuisioner disebar ke 4 kontraktor besar di Surabaya yang telah memiliki K3. Sedangkan untuk pencegahan dan penanganan korban kecelakaan kerja dilakukan dengan metode studi kasus di Proyek Capital Square, Surabaya. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyebab kecelakaan kerja yang paling berpengaruh adalah kondisi berbahaya yang tidak segera dikoreksi dan membutuhkan alat pengaman tapi tidak disediakan. Untuk dampak kecelakaan kerja yang paling besar adalah biaya tunjangan cacat, produktivitas pekerja yang berkurang, alat yang menganggur, dan terhambatnya pembangunan proyek. Sedangkan untuk pencegahan dan penanganan korban kecelakaan kerja telah dilakukan sesuai dengan prosedur yang dimiliki Proyek Capital Square yaitu Rencana MK3L Proyek.