cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 25982397     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil yang diterbitkan 2 kali dalam setahun pada bulan Februari dan Agustus. Jurnal ini pertama kali terbit pada bulan Agustus 2012. Tujuan dari penerbitan jurnal ini adalah sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menyebarluaskan hasil penelitian bersama dengan dosen pembimbingnya dalam bidang keilmuan dan penerapan di bidang teknik sipil.
Arjuna Subject : -
Articles 899 Documents
ANALISA SEMEN CAMPURAN ABU DAUN BAMBU DAN KALSIUM HIDROKSIDA Benny Kurniawan; Jimmy Sugiarto; Handoko Sugiharto
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 11, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi semen memberikan dampak yang buruk pada lingkungan, yaitu pemanasan global dari karbon dioksida yang terbentuk selama proses produksi. Penggunaan bahan aditif untuk menggantikan semen sangat berpengaruh. Abu daun bambu adalah salah satu bahan aditif yang dapat menggantikan penggunaan semen. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti karakteristik dari abu daun bambu. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa abu daun bambu adalah pozzolan kelas N, dengan konsentrasi silika oksida yang tinggi. Namun silika dalam abu daun bambu tidak sepenuhnya amorf, penggunaan kalsium hidroksida dibutuhkan untuk membantu proses hidrasi. Kalsium hidroksida akan bereaksi dengan silika oksida untuk membentuk silika hidrat yang berujung pada percepatan proses hidrasi. Penggunaan 90% abu daun bambu + 10% kalsium hidroksida digunakan pada penelitian ini. Penggunaan aditif sebanyak 8% sangat optimal untuk hasil kuat tekan. Penelitian ini juga menyimpulkan semakin tinggi persentase abu daun bambu akan menghasilkan massa mortar yang lebih ringan dan memiliki porositas dan daya serap yang semakin kecil
PERBANDINGAN KOMPONEN DAYA DUKUNG PONDASI TIANG ANTARA HASIL STATIC LOAD TEST (SLT) DAN PILE DRIVING ANALYZER (PDA) Kenny Indrajaya Kusuma; Vincentius Ricky Kurniawan; Gogot Setyo Budi
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 11, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perhitungan desain pondasi perlu diverifikasi dengan kondisi sesungguhnya di lapangan. Dua metode uji tiang pancang yang populer yaitu Static Load Test (SLT) dan Pile Driving Analyzer (PDA). Tujuan penelitian ini untuk membandingkan perbedaan kedua uji tersebut dengan perhitungan desain melalui beberapa parameter, yaitu penurunan, tahanan ujung, tahanan friksi, dan daya dukung ultimate tiang pancang. Beberapa analisis dilakukan terhadap hasil SLT dan PDA, yaitu analisis dengan metode van Weele, M-K, Chin, dan analisis desain dengan metode Decourt. Penelitian ini menggunakan 21 tiang pancang yang ditanam dengan cara ditekan yang berasal dari 11 proyek berbeda di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan tiang pada beban yang sama dari hasil uji PDA dan SLT memiliki hasil yang cukup bervariasi (koefisien = 0.8835, R2 = 0.3756). Tidak ditemukan korelasi yang kuat antara nilai tahanan ujung dan tahanan friksi dari metode van Weele, M-K, PDA, dan Decourt. Beban ultimit berdasarkan metode Chin dan hasil uji PDA dinilai lebih mendekati dengan perkiraan desain metode Decourt.
ANALISIS PRODUKTIVITAS PENGERJAAN DINDING BATA RINGAN PADA PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT ROYAL SURABAYA Vincent Heraldi Purnama; Masagus Masagus; Sentosa Limanto
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 11, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor konstruksi yang saat ini sedang diperhatikan adalah sektor konstruksi yang bergerak dibidang penyediaan layanan kesehatan. Dalam penelitian ini sektor konstruksi yang dimaksud adalah proyek pembangunan rumah sakit Royal Surabaya. Penelitian ini dilakukan pada lantai 3 dan lantai 4 proyek pembangunan Rumah Sakit Royal Surabaya, dan berfokus pada konstruksi pengerjaan dinding bata ringan. Penelitian ini bertujuan menghitung nilai produktivitas dan jumlah efektif pekerja pada masing- masing pekerjaan pemasangan dinding di lantai 3 dan 4. Metode yang digunakan yaitu mengamati setiap pekerjaan selama 2 minggu kemudian mengelola data dengan rumus produktivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas pekerja yang efektif yaitu di atas 4,59 m2/jam, dengan jumlah pekerja 9 orang dan upah pekerja per hari sebesar Rp 970.000,00. Nilai tolak ukur tersebut bisa digunakan kontraktor untuk mendapatkan hasil pengerjaan dinding bata ringan yang efektif dan jika nilainya di bawah itu, pekerja dianggap kurang efektif.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI COST OVERRUN DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEUANGAN PROYEK KONSTRUKSI DI SURABAYA Gladys Jovita Sugiono; Julius Kevin Antonio; Suhendro Ratnawidjaja
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 11, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cost overrun merupakan suatu persoalan yang umumnya terjadi pada tahap pelaksanaan suatu proyek konstruksi. Hal tersebut dapat mempengaruhi keuangan proyek baik dari segi cash flow maupun keuntungan yang diperoleh. Salah satu usaha untuk mempertahankan biaya agar tidak membengkak dari yang telah dianggarkan adalah dengan mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya. Beberapa faktor yang menyebabkan cost overrun meliputi faktor material, peralatan dan tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor material, peralatan dan tenaga kerja terhadap cost overrun serta keuangan proyek konstruksi di Surabaya. Data diperoleh melalui hasil pengisian kuesioner yang disebarkan ke 11 perusahaan konstruksi di Surabaya. Kuesioner disebarkan kepada sejumlah staf yang memiliki pengetahuan mengenai keuangan proyek. Metode analisis data penelitian ini menggunakan analisis jalur dengan program SPSS dengan tingkat signifikan sebesar 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa material, peralatan, dan tenaga kerja berpengaruh terhadap cost overrun dan keuangan proyek. Faktor material, peralatan dan tenaga kerja memiliki indikator yang dominan karena mempunyai nilai rata-rata yang sangat tinggi
PERBANDINGAN UNSAFE ACT PADA JAM KERJA NORMAL DENGAN JAM KERJA LEMBUR PARA PROYEK “X” Rexy Stevenson Wuisan; Laurensius Alexander; Andi Andi
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 11, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor konstruksi kerap kali dikaitkan dengan kecelakaan kerja dengan unsafe act sebagai penyebabnya. Jam lembur umum dilakukan pula pada sektor konstruksi, dimana potensi terjadinya kecelakaan kerja lebih besar. Oleh karena itu, perlu diketahui apakah dalam jam lembur terjadi unsafe act lebih banyak dibandingkan dari jam normal. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode work sampling field count dengan checklist unsafe act yang telah dibuat. Pengambilan data pada jam normal dilakukan dengan 6 periode waktu pengambilan, sedangkan jam lembur dilakukan dengan 3 periode, digunakan pengamatan snap observation. Data diolah untuk memperoleh unsafe rating jam normal dan lembur. Hasil penelitian menunjukkan jam lembur memiliki unsafe rating lebih tinggi di angka 98,39% dengan proporsi pelanggaran masker (49,83%), APD tidak lengkap (37,92%), peralatan rusak (6,54%), posisi tidak aman (2,93%), pelanggaran lainnya (2,38%), untuk jenis unsafe act APD yang dilakukan adalah rompi (42,85%), sepatu (28,05%), helm (24,69%), body harness (4,05%), dan kaca mata (0,37%). Sedangkan untuk Jam normal berada diangka 94,69% dengan proporsi pelanggaran masker (51,55%), APD tidak lengkap (36,85%), peralatan rusak (7,76%), posisi tidak aman (1,91%), pelanggaran lainnya (1,63%), untuk jenis unsafe act APD yang dilakukan adalah rompi (39,19%), sepatu (33,33%), helm (23,51%), body harness (3,29%), dan kaca mata (0,68%).
SURVEI PEMAHAMAN DAN KESIAPAN PELAKU KONSTRUKSI DI SURABAYA DALAM PENGGUNAAN AUGMENTED REALITY (AR) Budiarto Hutomo Salim; Jenio Sudibio; Paulus Nugraha
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 11, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Augmented Reality (AR) merupakan perkembangan teknologi yang menggabungkanbenda maya dua dimensi maupun tiga dimensi dengan diproyeksikan ke dunia nyata dalam waktubersamaan. Saat ini banyak pengembangan teknologi Augmented Reality (AR), hampir segala sektormenggunakan teknologi ini layaknya pendidikan, hiburan, kesehatan, hingga konstruksi. Banyakkegunaan Augmented Reality (AR) dalam dunia konstruksi mulai dari fase pra-konstruksi, fasekonstruksi, hingga fase pasca konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman dankesiapan pelaku konstruksi di Surabaya dalam penggunaan Augmented Reality (AR). Pengumpulandata dilakukan dengan cara membagikan kuesioner kepada kontraktor, konsultan MK, konsultanperencana, dan owner/wakil owner yang berada di area Surabaya. Melalui data yang didapatkan,pelaku konstruksi di Surabaya masih belum sepenuhnya paham dan siap dalam menggunakanAugmented Reality (AR) pada pekerjaan konstruksi. Selain itu terdapat faktor-faktor eksternal daninternal yang mempengaruhi pelaku konstruksi dalam menerapkan teknologi Augmented Reality (AR).Faktor-faktor eksternal lebih berpengaruh dibandingkan faktor internal, faktor tersebut antara lainketersediaan alat pendukung, tenaga ahli, biaya yang diperlukan, peraturan/kebijakan pemerintah, dandukungan dari perusahaan.
PERBANDINGAN PERSIMPANGAN DENGAN PUTAR BALIK (U-TURN) DAN LAMPU LALU LINTAS DENGAN METODE TRADISIONAL DAN IDEAL FLOW NETWORK Leonardus Michael Gunawan; William Natanael Hernawan; Kardi Teknomo
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 11, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam persimpangan jika kendaraan diperbolehkan langsung belok ke kanan dan tidak diperbolehkan langsung belok ke kanan tetapi harus berputar balik untuk sampai pada tujuan ke kanan akan menimbulkan total waktu tempuh yang berbeda. Perbedaan pada kedua model ini adalah waktu tempuh akibat jarak dan waktu tunda akibat lampu merah. Di mana model belok kanan (lampu lalu lintas) akan memiliki waktu tempuh akibat jarak yang lebih pendek tetapi waktu tunda akibat lampu merah yang lebih lama jika dibandingkan dengan model putar balik. Pada penelitian ini perhitungan akan didasarkan pada 2 metode perhitungan yaitu metode tradisional dan metode ideal flow network. Pengumpulan data akan menggunakan metode monte carlo di mana akan dilakukan angka acak yang memiliki probabilitas muncul yang sama sebagai arus kendaraan yang akan lewat. Penelitian ini akan menghasilkan angka kritis yang menunjukan kapan model lampu lalu lintas lebih baik dan kapan model lampu lalu lintas lebih buruk dibandingkan model putar balik.
PERBANDINGAN HASIL PERHITUNGAN KAPASITAS LENTUR ANTARA ANALISIS TEORITIS MENGGUNAKAN SNI 7971:2013 DAN UJI EKSPERIMENTAL PADA PROFIL BAJA COLD FORMED SINGLE CHANNEL DAN DOUBLE CHANNEL BACK TO BACK Adrian Hartanto; Yuwono Sugiarto; Hasan Santoso; Effendy Tanojo
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 11, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ilmu konstruksi dari waktu ke waktu, selalu menginginkan material dengan kualitas lebih baik dari sebelumnya, dengan efisiensi waktu dan penekanan biaya semaksimal mungkin. Baja canai dingin mulai banyak digunakan di Indonesia terutama sebagai rangka atap, namun peraturan yang mengatur tentang baja canai dingin yaitu SNI 7971:2013 sendiri masih relatif baru dan perlu untuk diteliti. Penilitian sebelumnya telah menunjukan bahwa perhitungan teoritis yang didapat bisa berbeda ketika dibandingkan dengan kekuatan aktualnya, maka dari itu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang perbedaan yang terjadi ini. Penilitian kali ini akan membandingkan kapasitas lentur balok yang tertumpu secara sendi-rol dan juga defleksi yang terjadi pada setengah dan seperempat bentang. Penelitian akan menggunakan profil kanal tunggal dengan bentang 1,2 meter dan profil kanal ganda dengan bentang 3 meter dan akan dibebani pada tengah bentang. Total sampel yang digunakan adalah 8 sampel dengan ketebalan dan ukuran penampang yang bervariasi . Uji eksperimen dilakukan di lab struktur Universitas Kristen Petra. Hasil penelitian secara garis besar menunjukan bahwa pada profil kanal tunggal terjadi perbedaan sekitar 16%-29% pada kapasitas lentur dengan hasil uji eksperimen lebih kecil dari perhitungan teoritis. Sedangkan profil kanal ganda terjadi perbedaan yang signifikan dimana hasil uji eksperimen jauh lebih besar dan perlu untuk diteliti lebih lanjut.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA STAF DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEPUASAN KERJA PADA PROYEK KONSTRUKSI DI SURABAYA Hans Kurnia; Tianka Eka Syahputra; Suhendro Ratnawidjaja
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 11, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi Kinerja Staf dan pengaruhnya secara langsung maupun tidak langsung terhadap Kepuasan Kerja pada Proyek Konstruksi di Surabaya. Dalam mengelola suatu proyek konstruksi dibutuhkan Kinerja Staf yang optimal untuk mencapai tujuan pada proyek tersebut. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi Kinerja dari Staf yang terlibat pada suatu proyek konstruksi yaitu kompetensi kerja, motivasi kerja, loyalitas kerja, disiplin kerja dan insentif kerja. Data penelitian ini diperoleh dari hasil pengisian kuesioner yang disebarkan kepada para staf pada 12 perusahaan konstruksi di Surabaya. Pengolahan menggunakan metode analisis jalur tersebut dilakukan menggunakan bantuan program Statistical Product and Service Solutions (SPSS). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa faktor-faktor kompetensi kerja, motivasi kerja, loyalitas kerja, disiplin kerja dan insentif kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Staf dan Kepuasan Kerja baik secara langsung maupun tidak langsung.
ANALISIS DIFFERING SITE CONDITIONS PADA PROYEK KONSTRUKSI DI SURABAYA Yafet Setiawan; Jonathan Kurniawan; Andi Andi
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 11, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini sebagian besar proyek konstruksi harus mengalami hambatan fisik berupaperubahan kondisi lapangan tak terduga. Sangat jarang pelaksanaan proyek dapat berjalan persis denganapa yang dikatakan dalam dokumen kontrak maupun kondisi yang diharapkan secara wajar. Perubahankondisi lapangan tersebut umumnya dikenal dengan istilah Differing Site Conditions (DSC). Tujuan daripenelitian ini yaitu mengidentifikasi tingkat frekuensi dan alokasi risiko aktual dari kejadian DSC,keberadaan klausul DSC, tingkat signifikansi dampak maupun strategi yang efektif untuk meminimalisirterjadinya DSC. Penelitian diawali dengan studi literatur penelitian terdahulu terkait DSC dilanjutkanpenyebaran kuesioner kepada pihak owner maupun kontraktor di Surabaya. Pengolahan dan analisisdata dibantu dengan mean maupun standar deviasi guna menghindari perolehan urutan yang sama. Hasilpenelitian menunjukan bahwa tingkat frekuensi terbesar dari kejadian DSC Tipe I adalah kehadiranmuka air tanah yang tidak diindikasi kontrak sedangkan kejadian Tipe II adalah muka air tanah yangkorosif. Terjadi kesamaan dan perbedaan pandangan pada pengalokasian risiko kejadian DSC.Keberadaan pasal kontrak yang mengatur DSC dalam proyek cenderung kecil bahkan tidak ada.Dampak waktu dan biaya terkait DSC yang paling signifikan adalah penundaan waktu karena redesigndan adanya biaya akibat time delay. Keterlibatan profesional dalam membuat laporan geoteknik menjadistrategi yang paling efektif meminimalisir terjadinya DSC.