cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 1,592 Documents
HIKMAH DAN KESUKSESAN BISNIS Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2006
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hikmah merupakan sesuatu yang mempunyai arti atau makna yang mendalam atau sesuatu yang berupa kebijakksanaan yang berasal dari Allah. Meskipun kebijaksanaan itu dari Allah, tetapi tidak semua orang dapat menerima kesulitan, penderitaan, kesedihan dan kegagalan. Cara mengambil hikmah ini yang membedakan orang sukses dan orang yang gagal. Orang yang gagal begitu jatuh, ia tak pernah bangun lagi dan tidak dapat mengambil hikmah. Sedangkan orang yang sukses, begitu jatuh ia akan bangun dan mengambil hikmah. Filosofi keluarga Tionghoa belum mau putus asa sebelum gagal lebih dari tiga kali, sedangkan orang Jepang akan bangkit terus sebelum gagal tujuh kali. Itulah cara mereka menyikapi dari kegagalan dan mengambil hikmah. Ketika saya gagal memasuki Perguruan Tinggi yang saya idam-idamkan, yaitu Institut Teknologi Bandung jurusan Mesin, Maka saya menerima dengan lapang ketika diterima di FMIPA Fisika UGM. Saya dapat mengambil hikmah dari kejadian tersebut. Barangkali Tuhan menghendaki saya untuk ada di dunia pendidikan. Alhamdulillah, sekarang saya telah mengelola lebih dari sepuluh Perguruan Tinggi dari Akademi sampai Universitas. Ketika Primagama didirikan dengan modal yang sangat kecil, hanya mampu menyewa ruangan Rp25.000,00 per bulan. Setelah 3 bulan kita disuruh untuk pindah. “Dik Purdi biasanya kita berbicara masalah kekeluargaan, tetapi kali ini saya mau bicara masalah bisnis. Mengingat Anda belum melunasi sewa rumah saya selama tiga bulan, maka saya mohon semua barang yang ada di rumah saya ini Anda bawa pulang”, kata pemilik rumah. Pak Purdi menjawab, “Saya bersama kawan-kawan, baru saja menyebar brosur Pak. Mohon saya diberi kesempatan”. “Saya beri waktu satu minggu rumah saya harus bersih”, kata pemilik rumah. Kemudian Pak Purdi pulang menemui saya dan menyampaikan apa yang dikatakan si pemilik rumah. Ketika itu saya menjawab, “Insya Allah ada hikmahnya”. Kemudian kita berdua berjuang menyebar brosur agar dapat siswa dan tidak menyia-nyiakan waktu satu minggu itu. Dalam satu minggu itu akhirnya kami mendapatkan uang Rp50.000,00. Kemudian, saya bersama Pak Purdi mencari tempat lain dan akhirnya mendapat tempat dengan sewa Rp30.000,00 per bulan. Setelah menandatangani perjanjian, kemudian Pak Purdi saya ajak untuk melihat kantor yang baru dari depan. Kemudian saya katakan, “Kantor kita yang baru sedikit lebih baik dibanding kantor yang lama kan. Itulah hikmahnya”. Pak Purdi mengangguk. Demikian juga ketika saya mendirikan STMIK AMIKOM Yogyakarta, saya minta kepada Primagama untuk disewakan tempat atau kantor. Tetapi Primagama tidak mau menyewakan tempat atau kantor. Saya harus mengambil hikmah dari kejadian tersebut. “Barangkali saya harus belajar menemukan cara ketika tidak mempunyai uang untuk menyewa kantor” kata saya dalam hati. Dari kesulitan ini akhirnya saya menemukan jalan, yaitu mendatang pemilik rumah kosong di Jl. Monginsidi No. 8. Hal itu terjadi pada bulan April 1994.. Pemilik rumah itu bernama Bapak Drs. Budi Sutrisno. “Pak, saya ingin menyewa rumah Bapak selama dua tahun” kata saya. “Boleh. rumah itu kosong” kata Pak Budi. Kemudian saya mencoba untuk menyewa dengan membayar bulan Agustus dan September. Pak membolehkan untuk disewa dengan syarat dinotariskan. Setiap kegagalan selalu ada hikmahnya. Jika kita telah mengetahui sisi positifnya atau kita dapat mengambil hikmah, maka itulah awal dari kesuksesan.  “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”  (Alam Nasyrah : 5-6).
PENDIDIKAN SISTEM GANDA BUTUH DANA TIDAK KECIL Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1996: HARIAN SURYA POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.269 KB)

Abstract

       Pendidikan  senantiasa mendapatkan perhatian  yang  mahaserius dari berbagai kalangan,  baik kalangan pemerintah maupun kalangan masyarakat. Hal ini disebabkan karena disadari pendidikan merupakan media dan sarana yang paling potensial untuk mengembangkan mutu sumber daya manusia.  Asumsinya sederhana:  kalau pendidikan dapat ditangani secara proporsional maka pengembangan mutu sumber daya manusia akan lebih dekat realisasinya,  sebaliknya kalau penanganan pendidikan dilakukan kurang proporsional maka pengembangan mutu sumber daya manusia tentu banyak mengalami hambatan.       Itulah sebabnya  maka setiap RAPBN diumumkan  oleh pemerintah, dalam hal ini adalah oleh Presiden RI Soeharto,  maka anggaran pendidikan senantiasa memperoleh perhatian untuk dicermati nilainya; apakah anggaran sektor pendidikan mengalami kenaikan atau bahkan justru mengalami penurunan.       Sebagaimana dengan dinamika di dalam RAPBN itu sendiri maka anggaran sektor pendidikan pun mengalami dinamika dalam angka-angkanya. Di dalam sejarahnya anggaran sektor pendidikan dari tahun ke tahun senantiasa mengalami pasang surut;  terkadang naik dan ter-kadang turun kalau dibandingkan dengan anggaran dalam APBN yang sedang berjalan.        Tahun ini  RAPBN 1996/1997 baru saja "diumumkan"  pemerintah melalui sidang paripurna DPR yang disamping dihadiri oleh para wakil rakyat juga dihadiri oleh para pejabat tinggi negara, termasuk di dalamnya Wakil Presiden Try Soetrisno.  Penyampaian nota keuangan dan RAPBN oleh Presiden Soeharto tidak saja mendapat perhatian para wakil rakyat yang menghadiri sidang,  akan tetapi juga mendapat perhatian rakyat Indonesia pada umumnya;  lebih daripada itu pidato presiden juga mendapat perhatian dari para analis di luar negeri.
MERESPON POSITIF KELUHAN GUDACIL Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2001: HARIAN PIKIRAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.848 KB)

Abstract

       Sudah menjadi tradisi Depdiknas,  dalam rangka memberikan penghargaan kepada para guru  yang tidak mungkin lagi diragukan pengabdiannya maka setiap menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI mereka diundang ke Jakarta secara representatif. Mereka diikut sertakan dalam upacara peringatan HUT Kemerdekaan bersama pre-siden, wakil presiden, MPR, DPR, serta tamu terhormat yang lain;  sedangkan sebelum dan setelahnya mereka "disenang-senangkan" hatinya dengan mengunjungi berbagai acara rekreatif.          Beberapa tahun lalu yang terpilih mewakili para guru adalah mereka yang memenuhi kualifikasi sebagai guru teladan.  Di setiap propinsi dipilih seorang guru teladan pria  dan seorang guru teladan wanita untuk berkumpul di Jakarta. Namun sejak dua atau tiga tahun terakhir ini kualifikasi guru teladan dihilangkan dan diganti posisinya dengan guru daerah terpencil (gudacil); yaitu guru yang bertugas di daerah terpencil yang jauh dari keramaian kota.          Tahun ini sebanyak 60 orang gudacil didatangkan ke Jakarta dan mereka itu berasal dari 30 propinsi di Indonesia  sehingga tiap daerah diwakili seorang gudacil pria dan seorang gudacil wanita.          Berdialog dengan para gudacil,  baik ketika mereka diterima oleh menteri pendidikan, diterima oleh pimpinan Badan Pertimbang-an Pendidikan Nasional (BPPN),  maupun diterima oleh pejabat lain terasa ada sesuatu yang harus diperhatikan secara serius  oleh pe-merintah. Meskipun cara penyampaiannya dengan bahasa yang amat sederhana, lugas, dan apa adanya; ternyata banyak informasi ber-harga yang bisa kita terima dan bahkan seringkali terdapat ide-ide kreatif yang sering tidak kita bayangkan sebelumnya. 
AKTUALISASI KONSEP PEMERATAAN PENDIDIKAN Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1990: MAJALAH PUSARA
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.293 KB)

Abstract

       Pada waktu-waktu yang tertentu sangat sering kita dihadapkan pada dua ekstremitas pendidikan yang sama pentingnya; yaitu antara meratakan pelayanan pendidikan kepada banyak orang yang kadang disertai konsekuensi logis berupa pengorbanan mutu, dengan meningkatkan kualitas pendidikan yang kadang disertai konsekuensi logis berupa kurang meratanya pelayanan pendidikan.       Ambil contoh: dapat saja kita membangun perguruan tinggi yang paling hebat di Asia dengan berbagai sarana dan fasilitasnya. Putra-putra bangsa secara selektif dapat memanfaatkannya; dan mereka akan mendapat kesempatan untuk menjadi orang-orang pilih-an di Indonesia khususnya dan di Asia pada umumnya.       Tentu saja itu semua sangat bagus; tetapi keadaan tersebut harus dibayar dengan pengorbanan putra-putra Indonesia yang lainnya.  Banyak putra-putra bangsa yang "batal" menikmati pelayanan pendidikan dasar maupun menengah;  hal ini disebabkan alokasi dananya sudah terhisap pada proyek perguruan tinggi yang serba hebat tersebut.
STRATEGI PROMOSI NABI SAW (2) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2008
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nabi Muhammad s.a.w. lebih mengutamakan keberkahan daripada keberhasilan penjualan. Dari Abu Hurarirah r.a., katanya dia mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda : “Sumpah itu melariskan dagangan, tetapi menghapus keberkahan” (Bukhari). Keberkahan juga dapat diperoleh jika menimbang atau menakar dalam jual beli. Dari Miqdam bin Ma’diytakriba r.a. dari Nabi saw, sabdanya : “Gantanglah (timbanglah) makananmu, kamu akan diberi berkah” (Bukhari). Selengkapnya……… Nabi Muhammad s.a.w. sangat memahami pelanggannya. Ketika ratusan utusan datang pada Nabi setelah kemenangan kota Mekah, seorang diantaranya Abdul Qais, datang menemui Nabi. Selanjutnya, meminta agar mereka memanggil dan memberitahukan pemimpin mereka, yaitu Al-Ashajj. Ketika menghadap, Nabi pun mengajukan bermacam-macam pertanyaan, tentang penduduk berbagai kota dan urusan-urusan mereka. Secara khusus Nabi juga menyebutkan nama-nama Sofa, Musyaqqar, Hijar dan beberapa kota lainnya. Pemimpin mereka Al-Ashajj, sangat terkesan dengan pengetahuan luas yang dimiliki Nabi tentang negerinya sehingga ia mengatakan “Ayah dan ibuku akan berkorban demi Anda, karena Anda tahu banyak tentang negeriku dibanding aku sendiri dan mengetahui nama-nama lebih banyak kota di negeri kami daripada yang kami ketahui.” Bahkan Nabi mengetahui kebiasaan orang Bahrain, cara hidup penduduk Bahrain, cara mereka minum dan cara mereka makan. Nabi Muhammad s.a.w. untuk mendapatkan kepercayaan mengandalkan akhlaknya atau budi pekertinya. Dari ‘Atha’ bin Yasar r.a, katanya dia bertemu dengan Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash, lalu katanya : “Ceritakanlah kepadaku tentang sifat Rasulullah saw. Seperti yang tersebut dalam Kitab Taurat”.Jawab Abdullah, “Baiklah ! Demi Allah sesungguhnya Rasulullah saw. Telah disebut di dalam Kitab Taurat dengan sebagian sifat beliau yang tersebut didalam Al Qur’an : “Wahai, Nabi ! Sesungguhnya Aku mengutus engkau untuk menjadi saksi, memberi kabar gembira, memberi peringatan dan memelihara orang ummi. Engkau adalah hamba-Ku dan pesuruh-Ku. Aku namakan engkau orang yang tawakkal (berserah diri), tidak jahat budi, tidak kesat hati, tidak pula orang yang suka berteriak di pasar-pasar, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi pemaaf dan memberi ampun. Dan Allah belum akan mencabut nyawanya sehingga dia menegakkan agama selurus-lurusnya, yaitu supaya mereka mengucapkan : “Laa illaaha illallaah” sehingga dengan ucapan itu Allah membukakan mata yang buta dan telinga yang tuli serta hati yang tertutup.” (Bukhari). Kepercayaan juga dibangun dari tidak adanya penipuan. Dari Abdullah bin Umar r.a., katanya : ”Seorang laki-laki bercerita kepada Rasulullah saw. Bahwa dia ditipu orang dalam hal jual beli. Maka sabda beliau ”Apabila engkau berjual beli, maka katakanlah : Tidak boleh ada tipuan.”(Bukhari).
RENDAH, MUTU PERGURUAN TINGGI INDONESIA Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2000: HARIAN SUARA KARYA
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.913 KB)

Abstract

Untuk yang keempat kali, Asiaweek kembali membuat sensasi akademis dengan memuat daftar perguruan tinggi terbaik di Asia dan Australia.  Kali ini majalah tersebut membedakan dua kelompok perguruan tinggi,  yaitu perguruan tinggi umum (multi disciplinary university) dan perguruan tinggi iptek (science and technology university). Untuk kelompok umum terdiri dari 77 perguruan tinggi, sedangkan untuk iptek terdiri dari 39 perguruan tinggi.       Untuk mengurutkan nama-nama dalam daftar tersebut dipakai  sistem evaluasi kuantitatif  dengan cara pengumpulan nilai dari lima komponen;  yaitu komponen reputasi akademik dengan nilai teoretis 0 s/d 20,  selektivitas mahasiswa 0 s/d 25,  mutu dosen di masing-masing fakultas 0 s/d 25,  hasil penelitian 0 s/d 20,  serta sumber keuangan 0 s/d 10.  Secara teoretis nilai total maksimal adalah 100; ini hanya dapat diraih oleh perguruan tinggi yang memiliki kriteria ideal atas kelima komponen itu.  Makin tinggi nilai total suatu per-guruan tinggi makin tinggi pula kualitas akademiknya; sebaliknya, makin rendah nilai total makin rendah pula kualitas akademiknya.       Tidak semua perguruan tinggi di Asia dan Australia dievalu-asi karena masing-masing negara hanya diambil beberapa perguruan tinggi yang layak dinilai.  Perguruan tinggi yang dianggap kurang bermutu tidak termasuk dalam daftar yang dinilai secara langsung oleh tim yang sudah dipersiapkan sebelumnya.       Di Indonesia misalnya, dari 1.500-an perguruan tinggi (PTN dan PTS) yang ada ternyata hanya lima yang dianggap layak untuk dinilai;  yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI),  Universitas Diponegoro (Undip),  Universitas Airlangga (Unair), dan Istitut Teknologgi Bandung (ITB).
"REASONED ACTION" DALAM KB MANDIRI Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1990: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.676 KB)

Abstract

       Keberhasilan pelaksanaan program  Keluarga Berencana (KB), atau yang di luar negeri lazim disebut dengan "family planning", di Indonesia semakin tidak diragukan; hal  ini secara kuantitatif dapat dilihat  dari  semakin banyaknya peserta KB,  sedangkan secara kualitatif dapat dilihat dari semakin mandirinya peserta KB itu sendiri.       Negara-negara lain dan badan-badan internasional pun juga mengakui keberhasilan tersebut. Kalau dua tahun lalu Indonesia berhasil meraih penghargaan internasional bidang per-KB-an, maka satu tahun kemudian penghargaan kependudukan dari PBB, UN Population Award, pun berhasil diraih pula. Keberhasilan ini mendudukkan program KB di dalam posisi yang semakin strategis; bahkan, Presiden Soeharto menyatakan bahwa keberhasilan gerakan KB makin menjadi unsur penentu keberhasilan pembangunan nasional.       Logikanya: keberhasilan gerakan KB dalam menekan tingkat pertumbuhan penduduk secara langsung telah mengurangi beban pembangunan, sehingga dana pembangunan yang terbatas jumlahnya lebih dapat dialokasidistribusikan pada berbagai sektor pembangunan yang ada.
PENDIDIKAN MURAH Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2005
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.985 KB)

Abstract

         Sebagaimana diberitakan KR 15 Mei 2005, Prof. Bambang Soedibyo selaku menteri pendidikan menyatakan, ”Kalau mau pendidikan yang bagus berkualitas ya memang harus mahal. Segala yang gratis cenderung tidak dijamin kualitasnya”. Hal itu disampaikan untuk menanggapi pertanyaan salah seorang mahasiswa pengunjuk rasa yang tergabung dalam BEM Republik Mahasiswa (Rema) UNY di kampus UNY pada hari Sabtu tanggal 14 Mei yang lalu.          Pendidikan murah telah menjadi wacana yang berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Dalam peringatan hari pendidikan nasional 2 Mei yang lalu ada puluhan mungkin bahkan ratusan aktivis pendidikan yang ”menggerudug” Kantor Depdiknas di Senayan Jakarta sembari menuntut diberlakukannya kebijakan pendidikan murah. Di Yogyakarta sendiri terjadi banyak kali demonstrasi yang temanya sama, yaitu soal pendidikan murah. Majelis Luhur Tamansiswa dalam peringatan hari pendidikan nasional juga mengadakan sarasehan dengan tema pendidikan murah. Sebelumnya, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta bekerja sama dengan KR Group juga menyelenggarakan ”roundtable discussion” dengan tema pendidikan murah.          Ternyata pendidikan murah tidak hanya sebatas wacana, akan tetapi telah berkembang menjadi tuntutan. Para aktivis pada khususnya dan anggota masyarakat pada umumnya menuntut pemerintah segera dapat memberlakukan kebijakan pendidikan murah agar supaya masyarakat bawah, kecil, miskin, tak berpunya, dan aneka sebutan lainnya, dapat ikut mengenyam pelayanan pendidikan sebagaimana mestinya. Tuntutan itu didasarkan pada sebuah realitas banyaknya rakyat miskin yang tidak mampu bersekolah dan melanjutkan studi di lembaga pendidikan yang bermutu, bahkan di lembaga pendidikan pada umumnya.
SIPENMARU: TAMATLAH RIWAYATMU Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1987: HARIAN SURYA POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.126 KB)

Abstract

       Ini bukan berita sensasional, namun konsepsional! Dari rapat kerja nasional (rakernas) Depdikbud yang melibatkan para top manager dalam dunia pendidikan di negara kita yang berlangsung di Jakarta baru-baru ini diperoleh khabar bahwa sistem penerimaan mahasiswa baru Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang selama ini berbentuk  seleksi, baik yang berupa ujian tulis maupun non-tulis secara bertahap akan diganti dengan sistem ujian masuk yang kriterianya ditentukan oleh masing-masing lembaga  pendidik-an penerima calon yang bersangkutan.       Kalimat tersebut di atas berarti bahwa Sipenmaru, Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru tidak lama lagi  akan segera tamat ri-wayatnya.       Seperti diketahui, dalam beberapa tahun terakhir ini sistem penerimaan mahaiswa baru di PTN menggunakan dua macam model atau pola seleksi; masing-masing adalah pola seleksi ujian tulis Sipenmaru serta pola seleksi panduan/pembinaan PMDK, Penelusuran Minat dan Kemampuan.       Sipenmaru memang terasa lebih "bergaung"  apabila diban-dingkan dengan PMDK;  bukan saja karena calon  yang diterima melalui Sipenmaru ini jumlahnya mencapai  angka tigakali lipat dari seluruh mahasiswa baru yang diterima melalui jalur PMDK,  tetapi calon mahaiswa yang terlibat dalam kompetisi tahunan Sipenmaru selalu berlipat  ganda  bila dibandingkan dengan daya tampung PTN itu sendiri.
SEKOLAH BISNIS TERBAIK Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2004
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Harvard Univesity, terpilih sebagai sekolah bisnis terbaik dunia. Meskipun demikian Harvard University masih mendapatkan kritik dari salah seorang pengusaha yang pernah diundang menjadi dosen tamu di Harvard University. Dosen tersebut adalah McCormack, dengan membeberkan apa yang tidak diajarkan di Sekolah Bisnis (Harvard Univesity). Kenapa tidak diajarkan? Karena dosen Harvard tidak bisa mengajarkannya. Hal yang tidak diajarkan adalah kreatifitas dan inovasi. Ada sekolah yang dapat mengajarkan tidak saja kreatifitas dan inovasi, tetapi mengajarkan manusia dengan kemampuan yang lengkap. Sekolah tersebut mengajarkan manusia sebagai Bani Adam yang sebenarnya, yaitu manusia yang mampu mengendalikan diri dari makan dan minum berlebihan, berpakaian berlebihan, berkendaraan berlebihan dan berkeinginan yang berlebihan. Manusia yang tidak serakah. Sekolah tersebut juga mengajarkan manusia menjadi basyar, yaitu orang yang mempunyai kemampuan menjaga jasmaninya  dan jiwanya tetap sehat dan fit. Jasmani ibarat sebuah mesin yang terus menerus bekerja. Agar mesin tersebut bekerja dengan baik dan tahan lama perlu dipelihara dengan baik. Jiwa ibarat irama mesin bekerja.  Keduanya harus berpadu menjadi satu dan harmonis. Sekolah tersebut membuat muridnya menjadi insan, yaitu orang mempunyai kemampuan berfikir yang luarbiasa, sehingga dapat menyeral ilmu pengetahuan yang luar biasa, termasuk pengetahuan bisnis. Peluang cenderung berpihak pada orang yang terlatih, yang tidak sekedar menggunakan logika, tetapi memadukan dengan intuisi. Jika logika diibaratkan matahari, maka intuisi merupakan bulannya. Keduanya merupakan hal yang sangat penting dalam bisnis yang harus dimiliki oleh orang yang bergelar insan.   Sekolah tersebut membuat muridnya menjadi annas, yaitu murid yang dapat bergaul dengan atasan, bawahan dengan teman sekerja dengan baik. Rahasia bekerjasama hádala komunikasi. Komunikasi yang sejati hanya akan terwujud jika mampu mengerti maksud, perkataan dan perasaaan lawan komunikasi kita. Kita harus memahami lawan bicara kita, setelah itu kita baru difahami oleh lawan bicara kita. Sekolah tersebut dapat pula menjadikan muridnya dengan sebutan abdun,   yaitu murid yang mempunyai kemampuan mengabdi kepada Allah dengan baik, sebagai senjata pamungkas dikala menemui cobaan ataupun kesulitan. Sekolah yang dapat meningkatkan kecerdasan spiritual. Kecerdasan spiritual membuat kecerdasan rasional dan kecerdasan emosi menjadi lebih efektif. Memanglah sekolah ini menjadikan manusia paripurna, atau insan kamil. Sekolah yang dapat mengalahkan Harvard University tersebut, bahkan sekolah terbaik tanpa tandingan di dunia ini bernama Puasa Ramadhan.

Page 72 of 160 | Total Record : 1592


Filter by Year

1982 2010


Filter By Issues
All Issue 2010: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI-MARET 2010 2010: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2010 2010: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI-MARET 2010 2010: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2010 2010: HARIAN JAWA POS 2010: HARIAN MEDIA PIKIRAN RAKYAT 2010: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2009: HARIAN SINAR HARAPAN 2009: HARIAN SINAR HARAPAN 2009: HARIAN SUARA KARYA 2009: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2009: HARIAN JAWA POS 2009: HARIAN KOMPAS 2009: HARIAN KOMPAS 2009: HARIAN MEDIA INDONESIA 2009: HARIAN JAWA POS 2009: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2009: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN KOMPAS 2008: HARIAN KOMPAS 2008: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2008: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2008: HARIAN SINAR HARAPAN 2008: HARIAN JAWA POS 2008: HARIAN JAWA POS 2008: HARIAN SINAR HARAPAN 2008: HARIAN SUARA MERDEKA 2008: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2008: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2007: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2007: MAJALAH FASILITATOR 2007: MOZAIK OBITUARI 2007: HARIAN MEDIA INDONESIA 2007: HARIAN MEDIA INDONESIA 2007: HARIAN KOMPAS 2007: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2007: MAJALAH FASILITATOR 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN KOMPAS 2006: MAJALAH FASILITATOR 2006: HARIAN MEDIA INDONESIA 2006: MAJALAH METODIKA 2006: MAJALAH FASILITATOR 2006: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2006: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2006: HARIAN JAWA POS 2006: HARIAN SUARA MERDEKA 2006: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2006: HARIAN SUARA MERDEKA 2006: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2006: HARIAN KOMPAS 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN JAWA POS 2005: HARIAN MEDIA INDONESIA 2005: HARIAN JAWA POS 2005: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2005: MAJALAH FASILITATOR 2005: HARIAN MEDIA INDONESIA 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN JAWA POS 2004: HARIAN MEDIA INDONESIA 2004: HARIAN MEDIA INDONESIA 2004: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2004: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2004: MAJALAH FASILITATOR 2004: HARIAN KOMPAS 2004: HARIAN JAWA POS 2004: HARIAN KOMPAS 2004: MAJALAH FASILITATOR 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI JULI-SEPTEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI JULI-SEPTEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI OKTOBER-DESEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI APRIL-JUNI 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI APRIL-JUNI 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI OKTOBER-DESEMBER 2003 2003: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2003 2003: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2003: HARIAN KOMPAS 2003: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2002: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2002: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2002: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2002: Tabloid Pelajar PELAJAR INDONESIA 2002: HARIAN KOMPAS 2002: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2002: HARIAN SUARA KARYA 2002: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2002: HARIAN KOMPAS 2002: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2001: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2001: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2001: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2001: MAJALAH PUSARA 2001: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2001: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2001: HARIAN KOMPAS 2001: HARIAN SUARA KARYA 2001: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2001: HARIAN SUARA MERDEKA 2000: HARIAN MEDIA INDONESIA 2000: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2000: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2000: HARIAN KOMPAS 2000: MAJALAH PUSARA 2000: HARIAN SUARA KARYA 2000: MAJALAH TRANSFORMASI 2000: HARIAN SUARA KARYA 2000: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2000: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2000: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2000: HARIAN SUARA MERDEKA 2000: MAJALAH PUSARA 2000: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2000: HARIAN KOMPAS 1999: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1999: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1999: MAJALAH PUSARA 1999: HARIAN SUARA MERDEKA 1999: MAJALAH PUSARA 1999: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1999: HARIAN SUARA KARYA 1999: HARIAN SUARA KARYA 1999: HARIAN REPUBLIKA 1999: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1999: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1999: HARIAN KOMPAS 1998: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1998: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1998: HARIAN SUARA KARYA 1998: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1998: HARIAN BALI POS 1998: MAJALAH PUSARA 1998: MAJALAH PUSARA 1998: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1998: HARIAN SUARA MERDEKA 1998: HARIAN SRIWIJAYA POS 1998: HARIAN SUARA KARYA 1998: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1997: MAJALAH PUSARA 1997: HARIAN BERITA NASIONAL 1997: HARIAN SURYA POS 1997: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1997: HARIAN SUARA MERDEKA 1997: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1997: HARIAN KOMPAS 1997: HARIAN BERITA NASIONAL 1997: HARIAN BALI POS 1997: HARIAN SRIWIJAYA POS 1997: HARIAN SUARA KARYA 1997: HARIAN SUARA MERDEKA 1997: HARIAN KOMPAS 1997: HARIAN BALI POS 1997: HARIAN YOGYA POS 1997: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1997: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1997: HARIAN SUARA KARYA 1997: HARIAN SRIWIJAYA POS 1997: MAJALAH PUSARA 1997: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1996: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1996: HARIAN BALI POS 1996: HARIAN BISNIS INDONESIA 1996: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1996: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1996: HARIAN KOMPAS 1996: HARIAN SUARA KARYA 1996: HARIAN BERITA NASIONAL 1996: MAJALAH PUSARA 1996: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1996: HARIAN YOGYA POS 1996: HARIAN SURYA POS 1996: HARIAN SURYA POS 1996: MAJALAH PUSARA 1996: HARIAN SUARA MERDEKA 1996: MAJALAH SUARA MUHAMMADIYAH 1996: HARIAN BALI POS 1996: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1996: HARIAN YOGYA POS 1996: HARIAN SUARA KARYA 1995: HARIAN JAWA POS 1995: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1995: HARIAN SUARA MERDEKA 1995: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1995: HARIAN SURABAYA POS 1995: HARIAN BERNAS 1995: HARIAN SUARA KARYA 1995: HARIAN BERNAS 1995: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1995: HARIAN BALI POS 1995: HARIAN SUARA MERDEKA 1995: HARIAN BALI POS 1995: HARIAN SUARA KARYA 1995: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1995: HARIAN SURABAYA POS 1995: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1995: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1994: HARIAN SUARA MERDEKA 1994: HARIAN SUARA KARYA 1994: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1994: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1994: HARIAN BALI POS 1994: HARIAN SURABAYA POS 1994: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1994: HARIAN BERNAS 1994: HARIAN SUARA KARYA 1994: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1994: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1994: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1994: HARIAN BALI POS 1994: HARIAN SURABAYA POS 1993: HARIAN BALI POS 1993: HARIAN BERNAS 1993: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1993: HARIAN SURABAYA POS 1993: HARIAN JAWA POS 1993: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1993: HARIAN BERNAS 1993: HARIAN KOMPAS 1993: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1993: HARIAN SURABAYA POS 1993: HARIAN SUARA KARYA 1993: HARIAN BALI POS 1993: HARIAN SUARA KARYA 1992: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1992: HARIAN SUARA KARYA 1992: HARIAN BALI POS 1992: HARIAN WAWASAN 1992: HARIAN SUARA MERDEKA 1992: HARIAN SURABAYA POS 1992: HARIAN SURABAYA POS 1992: HARIAN SUARA KARYA 1992: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1992: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1992: HARIAN SUARA MERDEKA 1992: HARIAN WAWASAN 1992: HARIAN BALI POS 1992: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1992: HARIAN BERNAS 1991: HARIAN SUARA KARYA 1991: HARIAN SURABAYA POS 1991: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1991: HARIAN MEDIA INDONESIA 1991: HARIAN BALI POS 1991: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1991: HARIAN BERNAS 1991: HARIAN SUARA MERDEKA 1991: HARIAN SUARA MERDEKA 1991: HARIAN YOGYA POS 1991: HARIAN YOGYA POS 1991: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1991: HARIAN WAWASAN 1991: HARIAN BALI POS 1991: HARIAN SUARA KARYA 1991: HARIAN SURABAYA POS 1990: MAJALAH PUSARA 1990: HARIAN SUARA MERDEKA 1990: HARIAN YOGYA POS 1990: MAJALAH POPULASI 1990: HARIAN MEDIA INDONESIA 1990: HARIAN WAWASAN 1990: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1990: HARIAN SUARA MERDEKA 1990: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1990: HARIAN KOMPAS 1990: HARIAN BALI POS 1990: HARIAN KOMPAS 1990: HARIAN MEDIA INDONESIA 1990: HARIAN JAWA POS 1990: HARIAN WAWASAN 1990: HARIAN SURYA POS 1990: HARIAN BALI POS 1990: HARIAN YOGYA POS 1990: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1990: HARIAN SUARA KARYA 1990: MAJALAH PUSARA 1990: HARIAN SUARA KARYA 1989: MAJALAH PENDOPO 1989: HARIAN WAWASAN 1989: HARIAN JAWA POS 1989: MAJALAH PUSARA 1989: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1989: HARIAN WAWASAN 1989: HARIAN JAWA POS 1989: HARIAN SUARA KARYA 1989: HARIAN YOGYA POS 1989: HARIAN SUARA MERDEKA 1989: HARIAN SUARA KARYA 1989: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1988: HARIAN SUARA MERDEKA 1988: HARIAN SUARA MERDEKA 1988: HARIAN WAWASAN 1988: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1988: HARIAN SUARA KARYA 1988: HARIAN SUARA KARYA 1988: HARIAN SURYA POS 1988: HARIAN KOMPAS 1988: MAJALAH PENDOPO 1988: HARIAN WAWASAN 1988: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1988: HARIAN SURYA POS 1987: HARIAN PRIORITAS 1987: HARIAN SURYA POS 1987: HARIAN KOMPAS 1987: HARIAN JAWA POS 1987: HARIAN SUARA KARYA 1987: HARIAN JAWA POS 1987: HARIAN SURYA POS 1987: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1987: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1987: HARIAN PRIORITAS 1987: HARIAN WAWASAN 1987: HARIAN SUARA MERDEKA 1987: HARIAN SUARA KARYA 1987: HARIAN SUARA MERDEKA 1987: HARIAN KOMPAS 1986: HARIAN JAWA POS 1986: HARIAN PRIORITAS 1986: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1986: HARIAN SUARA MERDEKA 1986: HARIAN PRIORITAS 1986: HARIAN SUARA KARYA 1986: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1986: HARIAN SUARA MERDEKA 1986: MAJALAH ARENA 1985: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1985: MAJALAH PUSARA 1985: MAJALAH PUSARA 1985: HARIAN SUARA MERDEKA 1985: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1985: HARIAN SUARA MERDEKA 1985: MINGGUAN MINGGU PAGI 1985: HARIAN BERITA NASIONAL 1984: MINGGUAN MINGGU PAGI 1984: HARIAN MASA KINI 1984: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1984: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1984: HARIAN BERITA NASIONAL 1984: HARIAN BERITA NASIONAL 1983: HARIAN BERITA NASIONAL 1983: MAJALAH PUSARA 1983: MAJALAH MAHASISWA 1983: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1983: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1983: HARIAN MASA KINI 1982: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1982: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT More Issue