cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 1,592 Documents
JANGAN MEMPEKERJAKAN ANAK Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2006
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.054 KB)

Abstract

Tanggal 23 Juli 2006 oleh pemerintah Republik Indonesia ditetapkan sebagai Hari Anak Nasional (HAN). Penetapan ini di samping memberikan pengakuan kepada eksistensi anak sebagai bagian tak terpisahkan dari ma-syarakat kita, juga adanya pengakuan mengenai pentingnya anak bagi masa depan bangsa. Artinya, kalau anak tumbuh dan berkembang dengan baik maka cerahlah masa depan bangsa Indonesia.          Seperti biasanya, HAN senantiasa diperingati oleh pemerintah pusat, daerah maupun kelompok masyarakat yang kegiatannya melibatkan anak seperti Forum Komunikasi Pembinaan dan Pengembangan Anak Indonesia (FK-PPAI) misalnya. Lebih daripada itu masyarakat kita di luar negeri pun tak pelak ikut memperingatinya; apalagi yang tinggal di negara yang sangat peduli kepada anak seperti AS, Belanda, dan Switzerland. Di Switzerland sendiri HAN diperingati Sabtu, 22 Juli 2006, mulai jam 09.00 bertempat Wisma Duta, Hühnliwaldweg 9, 3073 Gümligen.          Pemerintah daerah, baik tingkat provinsi, kabupaten maupun kota juga banyak yang menyelenggarakan peringatan HAN secara meriah. Biasanya pada peringatan seperti ini digelar berbagai kegiatan yang berkait langsung maupun tak langsung dengan anak.
MASALAH PENELITIAN PADA PERGURUAN TINGGI KITA Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1989: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.222 KB)

Abstract

       Orang yang ingin maju adalah orang yang bersedia membuka diri terhadap respon, saran, dan kritik; hal ini sudah merupakan ?rule of thumb? atau hukum alami manusia. Itulah sebabnya maka saya selalu menerima dengan senang hati apabila ada tanggapan terhadap artikel-artikel yang saya komunikasikan melalui media massa, apalagi kalau tanggapan itu memang benar-benar berkualitas.       Terhadap tanggapan yang kurang berkualitas memang membuat saya enggan menanggapinya balik, kecuali apabila ada alasan "istimewa" tertentu, karena hal tersebut saya pandang tidak efektif dan edukatif.       Penulisan artikel ini sesungguhnya berangkat dari tanggap-an atas tulisan tulisan saya yang dikomunikasikan oleh KR edisi 23/01/1989 dibawah titel "Mengalokasikan Dana Penelitian dari Anggaran Sektor Pendidikan"; tetapi sengaja saya tidak akan menyebut nama "person" tertentu, maksudnya yang menanggapi tulisan saya tersebut di atas, dalam artikel ini.       Pertimbangan atas hal tersebut di atas ialah: (1) artikel ini bisa dinikmati oleh seluruh pembaca KR tanpa kecuali, dan tidak terbatas pada yang menanggapi tulisan saya yang lalu; di samping (2) sangat tidak etis membuat orang tertentu, maksudnya yang pernah menanggapi tulisan saya yang lalu, menjadi malu dengan kesadaran atas keter batasan cakrawala pengetahuannya setelah membaca artikel saya ini.
STRATEGI PENETAPAN HARGA NABI SAW (3) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2008
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemudian ia pulang ke rumahnya. Tatkala Fatimah mengetahui suaminya datang, ia menyambutnya dengan senyum kasih saying, sebagaimana kebiasaan yang ia lakukan setiap kali menyambut kedatangan suaminya. Fatimah lalu bertanya ?Wahai ayah Hasan, apa yang engkau bawa hari ini??. ?Wahai putri Rasulullah, aku telah membeli seekor unta dengan dihutang cara pembayarannya seharga 100 dirham. Aku lalu menjual unta tersebut dengan harga 300 dirham secara tunai? jawab Ali. ?Aku setuju saja terhadap apa yang kamu lakukan asalkan membawa kemanfaatan dan kemaslahatan? kata Fatimah. Sesudah berbincang-bincang dengan Fatimah dirasa cukup, ia keluar rumah lagi menuju tepat Rasulullah. Pada saat ia memasuki pintu masjid Rasulullah saw melihatnya dengan tersenyum dan ketika Ali sudah mendekat, beliau berkata ??Wahai ayah Hasan, apakah kamu yang bercerita kepadaku, ataukah aku yang memberi kabar kepadamu??. ?Engkau saja yang memberi kabar kepadaku? jawab Ali. Rasulullah berkata ??Wahai ayah Hasan, apakah kamu sudah mengerti, siapa sebenarnya Badui yang menjual unta kepadamu itu, dan siapa Badui kedua yang membelinya??. Ali: ?Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui?. Rasulullah: ?Beruntung sekali kamu???beruntung ???.beruntung???   Wahai Ali, kamu telah menghutangi Allah dengan 6 dirham, maka Allah memberimu 300 dirham sebagai pengganti setiap dirham mendapat 50 dirham. Adapun orang Badui yang pertama adalah Jibril, sedangkan yang kedua adalah Israfil?. Menurut riwayat lain menyebutkan bahwa orang pertama yang menjual unta adalah Jibril, sedangkan yang kedua adalah Mikail.  
MEMBERANTAS PEREDARAN BACAAN PORNO Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1996: MAJALAH PUSARA
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.263 KB)

Abstract

       Pada akhir-akhir ini  aparat keamanan kita  gencar  memberantas peredaran ecstasy di tempat-tempat strategis.  Sasaran utama pembe-rantasan adalah bandara-bandara internasional kita yang difokuskan di sektor bea cukai sebagai "pintu awal" masuknya barang haram tersebut ke negara kita;  sedangkan sasaran kedua adalah diskotek sebagai tempat yang potensial untuk mendistribusi dan mengedarkan barang haram tersebut kepada (calon) pecandunya. Aktivitas pemberantasan ini telah berhasil menyita puluhan bahkan ratusan ribu butir ecstasy yang siap diperjual-belikan.       Pemberantasan peredaran obat terlarang tersebut  memang sangat tepat karena beredarnya obat terlarang di masyarakat sama saja arti-nya dengan beredarnya racun di tubuh kita. Keadaan ini akan merusak tubuh, merusak sendi-sendi kehidupan sosial masyarakat.  Sudah tentu pemberantasan peredaran obat terlarang harus kita dukung sepenuh- nya; akan tetapi perlu diketahui bahwa peredaran obat terlarang hanya merupakan satu dari tiga "fenomena besar" yang merusak sendi-sendi kehidupan sosial masyarakat kita masa kini.       Tiga "fenomena besar" yang sekarang sedang berlangsung adalah sbb: (1) barter seks termasuk pelacuran, seks bebas, dsb, yang pada mulanya didominasi orang tua dan sekarang sudah diikuti oleh remaja, (2) transaksi obat-obat terlarang termasuk ecstasy yang banyak dilakukan oleh orang tua dan remaja,  serta (3) peredaran bacaan porno termasuk buku dan majalah porno yang mulanya hanya disukai kaum remaja ternyata sekarang juga mulai diminati orang tua.        Apakah artinya semua itu?  Artinya bahwa  pemberantasan peredaran obat-obat terlarang memang perlu dilakukan,  bahkan juga perlu ditingkatkan efektivitasnya,  tetapi barter seks serta peredaran bacaan porno jangan dilupakan.  Pemberantasan ketiga aktivitas yang destruktif ini harus dilakukan secara simultan.
MASA DEPAN PENDIDIKAN NASIONAL Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2000: HARIAN SUARA KARYA
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.579 KB)

Abstract

       Jauh hari sebelum pemerintah  menyampaikan nota keuangan di hadapan para anggota DPR maka Badan Pertimbangan Pendidikan Nasional (BPPN)  telah mengadakan pengkajian yang menghantarkan pada suatu konklusi  mengenai pentingnya dana  untuk menjalankan roda-roda pendidikan nasional secara dinamis dan akseleratif. Oleh karena itu  dana yang dianggarkan kepada sektor pendidikan dalam konstruksi RAPBN harus proporsional.       Memang,  roda pendidikan nasional kita harus dapat dijalankan secara dinamis dan akseleratif dikarenakan kinerja pendidikan nasional kita memang tertinggal  kalau dibandingkan negara-negara maju seperti Jepang, Amerika Serikat (AS), Inggris, Jerman, dsb. Lebih daripada itu bahkan bila dibandingkan dengan negara-negara tetangga pun kinerja pendidikan nasional Indonesia tidak menunjuk-kan angka yang lebih baik; katakanlah dibanding dengan Malaysia, Singapura, Thailand, Australia, dan sebagainya.       Pentingnya proporsionalisme  sistem pengalokasian dana pen-didikan dalam  konstruksi RAPBN tersebut segera disosialisasi pada pejabat atau instansi yang berkepentingan;  antara lain  pada menteri pendidikan nasional,  direktur-direktur jenderal di lingkungan departemen pendidikan, pejabat Badan Kepegawaian Negara (BKN), anggota DPR RI,  dan sebagainya.  Ini semua dilakukan oleh BPPN dalam rangka  meyakinkan  para pejabat tinggi dan pengambil kebi-jakan pendidikan nasional  bahwa  dana pendidikan memang teramat menentukan masa depan pendidikan nasional Indonesia.       Menjelang nota keuangan pemerintah RI "diumumkan" kepada publik pun  BPPN memberikan masukan langsung  kepada  Presiden Abdurrahman Wahid agar supaya dana pendidikan bisa ditingkatkan senilai 20 s/d 25 persen terhadap RAPBN,  ataukah 3 s/d 6 persen terhadap GNP negara kita.
MEWASPADAI BERJANGKITNYA PENYAKIT AIDS (2) Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1988: HARIAN SUARA KARYA
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.062 KB)

Abstract

        Kaum homoseksual di New York dan San Fransisco, dan pertama kali dilaporkan pada tahun 1981. Berdasarkan peristiwa ini maka kegiatan penelitian pada mulanya lebih terfokus pada kaum homoseksual ini.Kegiatan homoseks (melakukan kegiatan seksual dengan pasangan yang sama jenis) pada mulanya dicurigai sebagai satu-satunya penyebab menularnya penyakit AIDS.       Pada akhir penelitian memang ditemukan kesimpulan bahwa kegiatan homoseks dapat menularkan penyakit AIDS. Tetapi, ditemukan pula kesimpulan bahwa kegiatan homoseks bukan merupakan satu-satunya cara penularan. Masih banyak kegiatan-kegiatan lain yang bisa menularkan penyakit AIDS, diantarnya adalah kegiatan heteroseks, atau melakukan kegiatan seksual dengan pasangan yang berlainan jenisnya.
BELAJAR EFEKTIF DI PERGURUAN TINGGI Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1997: HARIAN BALI POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.539 KB)

Abstract

       Hasil Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN) baru saja diumumkan, tepatnya pada hari Sabtu tanggal 26 Juli 1997 yang lalu, sebagaimana yang telah direncanakan jauh hari sebelumnya. Memang, sejak awal penanggung-jawab pelaksanaan UMPTN ingin membuat semacam "memorial day" pada ujung bulan Juli; kalau hasil UMPTN 1993 diumumkan pada tanggal 31 Juli,  hasil UMPTN 1994 diumumkan pada tanggal 30 Juli,hasil UMPTN 1995 diumumkan pada tanggal 29 Juli,  dan UMPTN 1996 diumumkan 27 Juli,  maka sesuai rencana UMPTN 1997 ini diumumkan tanggal 26 Juli.       Tahun ini sebanyak 63.569 kandidat dinyatakan lulus; mereka ini berhasil  memenangkan ketatnya kompetisi untuk menembus tebalnya dinding UMPTN.  Bagaimana pun mereka pantas mendapat ungkapan "kesalutan" karena berhasil menyisihkan pesaing lainnya yang jumlah-nya mencapai 348.734 orang.  Secara relatif jumlah peserta UMPTN tahun ini memang turun dari tahun lalu,  tetapi secara mutlak masih menunjuk bilangan yang tidak sedikit.      Dengan adanya kebijakan pemerintah c/q Departemen Pendidikan dan Kebudayaan untuk sementara tidak menambah PTN baru di dalam beberapa tahun terakhir ini,  terkecuali menambah beberapa jurusan maupun program studi yang dianggap perlu,  maka daya serap PTN boleh dikatakan tidak mengalami perubahan yang berarti. Di dalam beberapa tahun terakhir ini daya serap PTN terhadap lulusan sekolah menengah berkisar pada angka  60.000 s/d 65.000 untuk setiap tahunnya; kalau pun jumlahnya keluar dari interval tersebut maka angka simpangan atau tingkat deviasinya tidaklah tinggi.       Dalam beberapa tahun ini  peserta UMPTN  menunjukkan grafik menurun.  Bila peserta UMPTN 1991 masih menunjuk angka 479.709 maka UMPTN 1997 ini tinggal 348.734 orang.  Selama enam tahun terakhir terjadi penurunan lebih dari 27 persen.
SI KECIL MENANG DENGAN SI BESAR Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2006
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UNTUK bersaing dengan perusahaan besar, perusahaan kecil memang tidak mudah. Meskipun demikian perusahaan kecil janganlah putus asa, karena masih ada jalan atau strategi perusahaan kecil untuk memenangkan persaingan dengan perusahaan besar. Dari hasil riset yang dilakukan oleh James G Barnes bahwa perusahaan kecil dibanding perusahaan besar mempunyai beberapa keunggulan. Keunggulan inilah yang dapat kita pakai sebagai strategi untuk bersaing dengan perusahaan besar. Perusahaan kecil dapat menciptakan nilai yang selama ini dicari oleh pelanggan dengan menggunakan keunggulannya. Pelayanan merupakan senjata yang dapat dipakai oleh perusahaan kecil. Perusahaan mempunyai peluang untuk melayani lebih baik dibandingkan dengan perusahaan besar. Hal ini karena perusahaan kecil tidak dibatasi dengan prosedur dan kebijakan perusahaan yang kaku. Perusahaan dapat bertindak lebih cepat karena lebih sedikit orang yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan. Pada perusahaan kecil tidak dibutuhkan persetujuan dari kepala kantor bahkan pimpinan tertinggi. Lapisan manajemen yang sedikit tersebut menjadikan pelanggan lebih dekat dengan bisnis tersebut sekaligus dekat dengan karyawan yang bekerja di tempat tersebut. Jiwa entrepreneur lebih muncul pada perusahaan kecil, termasuk dalam mengembangkan inovasi dan pengambilan risiko. Dengan sumber daya manusia yang sedikit, maka dapat beroperasi secara efisien. Terkait dengan inovasi, perusahaan kecil mempunyai kemampuan untuk memberikan respons dengan cepat jika terjadi perubahan pasar dan perubahan ekonomi. Perusahaan kecil dapat melakukan ini, selain karyawan yang sedikit, juga karena deskripsi kerja yang didefinisikan secara luas dan komunikasi terbuka yang terjadi di kebanyakan bisnis kecil. Kedekatan dengan pelanggan didemonstrasikan melalui percakapan antara pelanggan dan pelaku bisnis, bukan hanya topik percakapan tetapi lebih dari itu juga nada dan emosi. Hal ini kadangkala hanya dari hal-hal yang kecil, tetapi dapat membuat pelanggan merasa istimewa. Mulai dari menyapa namanya memberi kartu ucapan ulang tahun sampai hari besar keagamaan, seperti Idul Fitri. Mulai memberi bingkisan-bingkisan kecil, memuji putranya pelanggan yang sedang ikut berbelanja sampai memuji pelanggan itu sendiri. Menanyakan keadaan keluarganya yang dalam keadaan baik. Itu semua membuat hubungan istimewa yang dapat mengalahkan segalanya. Pengalaman pribadi saya ketika mengelola Amikom Yogyakarta ketika di awal berdirinya. Perguruan Tinggi (PT) dengan menyewa rumah seadanya, karena tidak punya uang maka salah satu senjata yang saya pakai bersama kawan-kawan adalah melayani mahasiswa seperti di rumahnya sendiri. Mahasiswa boleh di laboratorium 24 jam dan boleh mengambil kopi dan teh sendiri. Saya memperlakukan mereka seperti keluarga saya, seperti adik saya, atau bahkan seperti anak saya dalam keluarga. Tidak ada jarak antara Pimpinan PT dengan mahasiswa. Dengan cara demikian mahasiswa yang ada di Amikom merasa sayang kalau harus keluar dari Amikom, sehingga tingkat peluruhan mahasiswa kecil sekali. Kepada mahasiswa-mahasiwa awal tersebut, saya hampir semua namanya hafal. Saya sapa dengan menyebut namanya.
KEBIJAKAN BUKU PELAJARAN LIMA TAHUNAN Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2005: HARIAN MEDIA INDONESIA
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.08 KB)

Abstract

         ?Tidak ilmu suluh padam?, demikianlah bunyi pepatah lama bangsa Indonesia yang kira-kira artinya ialah, orang yang tidak memiliki ilmu atau kepandaian yang cukup maka kehormatannya di mata masyarakat akan sirna. Dengan kalimat pendek: tidak berilmu, kehormatan diabaikan orang.          Pepatah serupa ternyata juga kita dapati di negara-negara manca. Di Malaysia dan Brunei Darussalam tetangga kita ada pepatah, ?Hitam-hitam bendi, putih-putih sadah?, yang artinya kurang lebih sbb: orang yang berilmu akan dihormati sekalipun berwajah buruk, sedangkan orang yang tidak berilmu akan ditindas sekalipun berwajah elok. Sementara bangsa Arab pun mempunyai pepatah kuno, ?al ngilmu shoidun, walkitaabahu khoiduh(u)?, yang artinya ilmu itu seperti binatang buruan atau liar dan buku itu sebagai tali pengikatnya.          Dari ?serangkaian? pepatah kuno tersebut di atas kiranya dapat kita tarik benang merah antara buku, ilmu dan kehormatan. Ketersediaan buku yang cukup, memungkinkan seseorang atau sebuah bangsa menjadi berilmu alias pandai; selanjutnya keberilmuan atau kepandaian inilah yang dapat mengangkat kehormatan orang atau bangsa yang bersangkutan.          Apakah buku merupakan satu-satunya media yang menyebabkan orang atau bangsa menjadi berilmu? Tentu saja tidak! Kalau ada dua orang atau lebih yang saling berdialog maka masing-masing dapat meningkat ilmunya. Kalau ada orang yang duduk sendirian sambil mengamati kejadian alam di sekitarnya pun juga dapat meningkat ilmunya. Bahkan di jaman yang serba elektronik sekarang ini, orang dapat membaca kejadian dunia tanpa harus beranjak dari kamar karena keberilmuannya.
MELAKUKAN PENIPUAN DAN BERLAKU CURANG Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2009
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.478 KB)

Abstract

 Seorang pembeli akan merasa kecewa, kalau barang yang dibeli ternyata tidak sesuai dengan yang diharapkan, karena ditipu atau dicurangi. Bila pembeli kecewa, maka tidak akan membeli lagi dan tidak akan membeli produk lain di tempat tersebut serta merekomendasikan pada teman-temannya, keluarganya, tetangganya tentang keburukan perusahaan tersebut dan untuk tidak membeli produk-produknya. Akibatnya perusahaan akan ditinggalkan pelanggannya dan penjualannya akan semakin menurun. Apalagi penjual menggunakan sumpah-sumpah untuk meyakinkan kualitas produknya. Allah melarang menggunakan sumpah sebagai alat penipu. Dalam surat An Nahl ayat 92 : Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat menjadi cerai berai kembali, kamu menjadikan sumpahmu sebagai alat penipu di antaramu disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan lain. Rasulullah s.a.w. juga melarang melakukan penipuan dalam jual-beli. Dari Abdullah bin Umar r.a. katanya : ?Seorang laki-laki bercerita kepada Rasulullah s.a.w. bahwa dia ditipu orang dalam hal jual beli. Maka sabda beliau : ?Apabila engkau berjual beli, maka katakanlah jangan menipu? (Bukhari dan Muslim). Demikian pula diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a.,ia berkata : ?Rasulullah s.a.w. melarang jual beli dengan cara pelemparan batu kerikil dan cara yang mengandung penipuan (Muslim). Demikian pula penjual yang berbuat curang, maka pembeli bila tahu akan merasa tidak puas dan akan melakukan hal yang serupa dengan pembeli yang tidak puas karena ditipu.  Allah melarang berlaku curang dan merugikan orang lain. Firman Allah dalam surat Al Muthaffifiin ayat 1-3 : Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain mereka mengurangi. Disamping menipu dan berbuat curang, Allah juga melarang merugikan orang lain dan berbuat kejahatan. Dalam surat Huud ayat 85 : Dan Syuaib berkata : ?Hai kaumku cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan. Rasulullah s.a.w. melarang untuk menipu, berbuat curang dan berbuat kejahatan. Dari Ibnu Abbas r.a., ia berkata : Tidaklah perbuatan menipu itu muncul dalam suatu kaum, melainkan Allah akan menimpakan perasaan takut dalam hati mereka dan tidaklah perbuatan zina itu menyebar dalam suatu kaum, melainkan akan banyak kematian di antara mereka. Dan tidaklah suatu kaum mengurangi takaran dan timbangan, melainkan Allah akan memutuskan rezki dari mereka dan tidaklah suatu kaum berhukum dengan benar, melainkan akan menyebar di antara mereka pertumpahan darah. Dan tidaklah suatu kaum mengkhianati perjanjian, melainkan Allah akan kuasakan musuh atas mereka (Malik dan Thabrani). Demikian pula diriwayatkan dari Ibnu Umar r.a. katanya : ?Pada masa Rasulullah s.a.w., saya melihat orang-orang yang memperjual belikan makanan dengan kira-kira (tanpa ditimbang atau digantang), mereka dipukul, karena menjualnya hingga mereka pindahkan ke tempat mereka.?  

Page 97 of 160 | Total Record : 1592


Filter by Year

1982 2010


Filter By Issues
All Issue 2010: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2010 2010: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI-MARET 2010 2010: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2010 2010: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI-MARET 2010 2010: HARIAN JAWA POS 2010: HARIAN MEDIA PIKIRAN RAKYAT 2010: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN KOMPAS 2009: HARIAN KOMPAS 2009: HARIAN MEDIA INDONESIA 2009: HARIAN JAWA POS 2009: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2009: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2009: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2009: HARIAN SINAR HARAPAN 2009: HARIAN SINAR HARAPAN 2009: HARIAN SUARA KARYA 2009: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2009: HARIAN JAWA POS 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2008: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2008: HARIAN JAWA POS 2008: HARIAN SINAR HARAPAN 2008: HARIAN JAWA POS 2008: HARIAN SINAR HARAPAN 2008: HARIAN SUARA MERDEKA 2008: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2008: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2008: HARIAN KOMPAS 2008: HARIAN KOMPAS 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: MOZAIK OBITUARI 2007: HARIAN MEDIA INDONESIA 2007: HARIAN MEDIA INDONESIA 2007: HARIAN KOMPAS 2007: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2007: MAJALAH FASILITATOR 2007: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2007: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2007: MAJALAH FASILITATOR 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: MAJALAH FASILITATOR 2006: HARIAN MEDIA INDONESIA 2006: MAJALAH METODIKA 2006: MAJALAH FASILITATOR 2006: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2006: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2006: HARIAN JAWA POS 2006: HARIAN SUARA MERDEKA 2006: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2006: HARIAN SUARA MERDEKA 2006: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2006: HARIAN KOMPAS 2006: HARIAN KOMPAS 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN MEDIA INDONESIA 2005: HARIAN JAWA POS 2005: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2005: MAJALAH FASILITATOR 2005: HARIAN MEDIA INDONESIA 2005: HARIAN JAWA POS 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN MEDIA INDONESIA 2004: HARIAN MEDIA INDONESIA 2004: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2004: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2004: MAJALAH FASILITATOR 2004: HARIAN KOMPAS 2004: HARIAN JAWA POS 2004: HARIAN KOMPAS 2004: MAJALAH FASILITATOR 2004: HARIAN JAWA POS 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI APRIL-JUNI 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI APRIL-JUNI 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI OKTOBER-DESEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI JULI-SEPTEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI JULI-SEPTEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI OKTOBER-DESEMBER 2003 2003: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2003: HARIAN KOMPAS 2003: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2003: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2003 2002: Tabloid Pelajar PELAJAR INDONESIA 2002: HARIAN KOMPAS 2002: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2002: HARIAN SUARA KARYA 2002: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2002: HARIAN KOMPAS 2002: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2002: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2002: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2002: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2001: MAJALAH PUSARA 2001: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2001: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2001: HARIAN KOMPAS 2001: HARIAN SUARA KARYA 2001: HARIAN SUARA MERDEKA 2001: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2001: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2001: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2001: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2000: MAJALAH PUSARA 2000: HARIAN SUARA KARYA 2000: MAJALAH TRANSFORMASI 2000: HARIAN SUARA KARYA 2000: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2000: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2000: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2000: HARIAN SUARA MERDEKA 2000: HARIAN KOMPAS 2000: MAJALAH PUSARA 2000: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2000: HARIAN MEDIA INDONESIA 2000: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2000: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2000: HARIAN KOMPAS 1999: HARIAN SUARA MERDEKA 1999: MAJALAH PUSARA 1999: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1999: HARIAN SUARA KARYA 1999: HARIAN SUARA KARYA 1999: HARIAN REPUBLIKA 1999: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1999: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1999: HARIAN KOMPAS 1999: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1999: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1999: MAJALAH PUSARA 1998: MAJALAH PUSARA 1998: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1998: HARIAN SUARA MERDEKA 1998: HARIAN SRIWIJAYA POS 1998: HARIAN SUARA KARYA 1998: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1998: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1998: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1998: HARIAN SUARA KARYA 1998: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1998: HARIAN BALI POS 1998: MAJALAH PUSARA 1997: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1997: HARIAN KOMPAS 1997: HARIAN BERITA NASIONAL 1997: HARIAN BALI POS 1997: HARIAN SRIWIJAYA POS 1997: HARIAN SUARA KARYA 1997: HARIAN SUARA MERDEKA 1997: HARIAN KOMPAS 1997: HARIAN BALI POS 1997: HARIAN YOGYA POS 1997: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1997: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1997: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1997: HARIAN SUARA KARYA 1997: HARIAN SRIWIJAYA POS 1997: MAJALAH PUSARA 1997: HARIAN SURYA POS 1997: MAJALAH PUSARA 1997: HARIAN BERITA NASIONAL 1997: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1997: HARIAN SUARA MERDEKA 1996: HARIAN KOMPAS 1996: HARIAN SUARA KARYA 1996: HARIAN BERITA NASIONAL 1996: MAJALAH PUSARA 1996: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1996: HARIAN YOGYA POS 1996: HARIAN SURYA POS 1996: HARIAN SURYA POS 1996: MAJALAH PUSARA 1996: HARIAN SUARA MERDEKA 1996: MAJALAH SUARA MUHAMMADIYAH 1996: HARIAN BALI POS 1996: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1996: HARIAN YOGYA POS 1996: HARIAN SUARA KARYA 1996: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1996: HARIAN BALI POS 1996: HARIAN BISNIS INDONESIA 1996: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1996: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1995: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1995: HARIAN SURABAYA POS 1995: HARIAN BERNAS 1995: HARIAN SUARA KARYA 1995: HARIAN BERNAS 1995: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1995: HARIAN BALI POS 1995: HARIAN SUARA MERDEKA 1995: HARIAN BALI POS 1995: HARIAN SUARA KARYA 1995: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1995: HARIAN SURABAYA POS 1995: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1995: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1995: HARIAN JAWA POS 1995: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1995: HARIAN SUARA MERDEKA 1994: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1994: HARIAN BALI POS 1994: HARIAN SURABAYA POS 1994: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1994: HARIAN BERNAS 1994: HARIAN SUARA KARYA 1994: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1994: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1994: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1994: HARIAN BALI POS 1994: HARIAN SURABAYA POS 1994: HARIAN SUARA MERDEKA 1994: HARIAN SUARA KARYA 1994: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1993: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1993: HARIAN SURABAYA POS 1993: HARIAN JAWA POS 1993: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1993: HARIAN BERNAS 1993: HARIAN KOMPAS 1993: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1993: HARIAN SURABAYA POS 1993: HARIAN SUARA KARYA 1993: HARIAN BALI POS 1993: HARIAN SUARA KARYA 1993: HARIAN BALI POS 1993: HARIAN BERNAS 1992: HARIAN SUARA KARYA 1992: HARIAN BALI POS 1992: HARIAN WAWASAN 1992: HARIAN SUARA MERDEKA 1992: HARIAN SURABAYA POS 1992: HARIAN SURABAYA POS 1992: HARIAN SUARA KARYA 1992: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1992: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1992: HARIAN SUARA MERDEKA 1992: HARIAN WAWASAN 1992: HARIAN BALI POS 1992: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1992: HARIAN BERNAS 1992: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1991: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1991: HARIAN BERNAS 1991: HARIAN SUARA MERDEKA 1991: HARIAN SUARA MERDEKA 1991: HARIAN YOGYA POS 1991: HARIAN YOGYA POS 1991: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1991: HARIAN WAWASAN 1991: HARIAN BALI POS 1991: HARIAN SUARA KARYA 1991: HARIAN SURABAYA POS 1991: HARIAN SUARA KARYA 1991: HARIAN SURABAYA POS 1991: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1991: HARIAN MEDIA INDONESIA 1991: HARIAN BALI POS 1990: HARIAN SUARA MERDEKA 1990: HARIAN YOGYA POS 1990: MAJALAH POPULASI 1990: HARIAN MEDIA INDONESIA 1990: HARIAN WAWASAN 1990: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1990: HARIAN SUARA MERDEKA 1990: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1990: HARIAN KOMPAS 1990: HARIAN BALI POS 1990: HARIAN WAWASAN 1990: HARIAN KOMPAS 1990: HARIAN MEDIA INDONESIA 1990: HARIAN JAWA POS 1990: HARIAN SURYA POS 1990: HARIAN BALI POS 1990: HARIAN YOGYA POS 1990: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1990: HARIAN SUARA KARYA 1990: MAJALAH PUSARA 1990: HARIAN SUARA KARYA 1990: MAJALAH PUSARA 1989: HARIAN JAWA POS 1989: MAJALAH PUSARA 1989: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1989: HARIAN WAWASAN 1989: HARIAN JAWA POS 1989: HARIAN SUARA KARYA 1989: HARIAN YOGYA POS 1989: HARIAN SUARA MERDEKA 1989: HARIAN SUARA KARYA 1989: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1989: MAJALAH PENDOPO 1989: HARIAN WAWASAN 1988: HARIAN SUARA KARYA 1988: HARIAN SURYA POS 1988: HARIAN KOMPAS 1988: MAJALAH PENDOPO 1988: HARIAN WAWASAN 1988: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1988: HARIAN SURYA POS 1988: HARIAN SUARA MERDEKA 1988: HARIAN SUARA MERDEKA 1988: HARIAN WAWASAN 1988: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1988: HARIAN SUARA KARYA 1987: HARIAN KOMPAS 1987: HARIAN JAWA POS 1987: HARIAN SUARA KARYA 1987: HARIAN JAWA POS 1987: HARIAN SURYA POS 1987: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1987: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1987: HARIAN PRIORITAS 1987: HARIAN WAWASAN 1987: HARIAN SUARA MERDEKA 1987: HARIAN SUARA KARYA 1987: HARIAN SUARA MERDEKA 1987: HARIAN KOMPAS 1987: HARIAN PRIORITAS 1987: HARIAN SURYA POS 1986: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1986: HARIAN SUARA MERDEKA 1986: HARIAN PRIORITAS 1986: HARIAN SUARA KARYA 1986: HARIAN SUARA MERDEKA 1986: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1986: MAJALAH ARENA 1986: HARIAN JAWA POS 1986: HARIAN PRIORITAS 1985: MAJALAH PUSARA 1985: MAJALAH PUSARA 1985: HARIAN SUARA MERDEKA 1985: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1985: HARIAN SUARA MERDEKA 1985: MINGGUAN MINGGU PAGI 1985: HARIAN BERITA NASIONAL 1985: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1984: HARIAN MASA KINI 1984: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1984: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1984: HARIAN BERITA NASIONAL 1984: HARIAN BERITA NASIONAL 1984: MINGGUAN MINGGU PAGI 1983: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1983: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1983: HARIAN MASA KINI 1983: HARIAN BERITA NASIONAL 1983: MAJALAH PUSARA 1983: MAJALAH MAHASISWA 1982: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1982: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT More Issue