cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Studi Komunikasi dan Media
ISSN : 19785003     EISSN : 24076015     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 207 Documents
KOMUNIKASI POLITIK BERMEDIA DAN PENGGUNAANNYA OLEH MASYARAKAT (Survey pada Masyarakat Palopo Sulawesi Selatan Tentang Kampanye Pilpres 2014) SYARIFUDIN SYARIFUDIN
Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 19, No 1 (2015): Jurnal Studi Komunikasi dan Media
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.223 KB) | DOI: 10.31445/jskm.2015.190103

Abstract

ABSTRACT Background of this research is about on political communication by media and its use among community/constituents in relation to the implementation of the campaign program of the presidential election campaign in 2014. By surveying Palopo community in South Sulawesi, this study focuses on media use in political communication, in the president/vice-president election campaign 2014. The result shows that the audience is active in using of media. They select media and the contents. It’s is marked by various forms of activity in media use, both media content use phenomenon, media type and exposure. Moreover, this phenomenon becomes a justification for the truth of uses and gratification theory model assumption that the formation of certain media usage patterns is a result of satisfaction fulfillment by the media. This study did not find any factors that determine media use patterns. Therefore, further research should improve the analysis by using LISREL analysis to find the dominating factor in determining media usage patterns. Key words: Political Communication; Media Usage ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena komunikasi politik bermedia dan penggunaannya oleh masyarakat konstituen dalam kaitan pelaksanaan program Kampanye Pilpres 2014. Dengan menggunakan metode survai dan menjadikan masyarakat Palopo Sulawesi Selatan sebagai kasus, penelitian difokuskan pada soal bagaimana masyarakat menggunakan media komunikasi politik dalam kampanye Pilpres/Cawapres 2014. Hasil penelitian memeperlihatkan bahwa khalayak itu aktif dalam penggunaan media. Mereka melakukan seleksi media dan isinya dalam kaitan penggunaan media. Kebenaran itu sendiri ditandai oleh ragam bentuk aktifitas dalam penggunaan media baik dari segi fenomena penggunaan isi media, jenis media dan terpaan media. Di sisi lain, terjadinya fenomena pola penggunaan yang demikian, juga dengan sendirinya menjadi justifikasi bagi kebenaran asumsi model teori uses and gratification. Kebenaran dimaksud yaitu bahwa terbentuknya pola tertentu dalam penggunaan media karena dorongan-dorongan untuk memenuhi kepuasan yang akan diperoleh dari media. Hanya saja dalam penelitian ini belum dapat ditemukan faktor apa yang paling diterminan dalam menentukan pola audiences dalam menggunakan media itu. Oleh karenanya, di masa mendatang, bagi peneliti yang tertarik untuk melakukan riset sejenis, hendaknya meningkatkan alat analisisnya dengan menggunakan lisrel analisis guna menemukan faktor dominan dalam menentukan pola audien dalam penggunaan media. Kata-kata kunci : Komunikasi politik; Penggunaan Media.
PENGGUNAAN DAN KONTEN INTERNET (Survai Aktifitas Penggunaan Perangkat dan Mediasi Konten Internet pada Masyarakat Kelurahan Rappojawa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar) Muhammad Rustam
Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 19, No 2 (2015): Jurnal Studi Komunikasi dan Media
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.714 KB) | DOI: 10.31445/jskm.2015.190205

Abstract

The background of this research is the phenomenon of easyness of community to communicate since of ICT development, this article deals with phenomenon of the internet use, and access enabler, and mediating messages. This research uses the concept of activity within the concepts of Uses introduced by Levy in theoretical models of Uses and Gratifitcation. Data Collection is by survey. Based on the findings about the second dimension of activity phenomenon (communication sequence), especially in the second one, which concerns the applications phenomenon: browser; channel; and a variety of individual issues mediated by internet use. This existing diversity shows the selection process by respondents. In using media, individuals are assumed to be active selectors in the model of uses and gratification theory. This activation is caused by individuals, who are psychologically have needs and gratification. Thus, the emergence of diverse forms of activity, theoretically is possible because of the five alternative "needs and gratification " within the respondent. This study do not explore variable "needs and gratification".Therefore, which the most influencing minor variables of major variables of "needs and gratification" on the respondent's Internet uses activity are not identified. Hence, further researches need to analyze for example by LISREL analysis. Key words : Usage;  content; internet. ABSTRAKBerlatarbelakangkan fenomena kemudahan berkomunikasi di kalangan anggota masyarakat karena kemajuan ICT, penelitian diorientasikan pada masalah penggunaan internet dan fokus pada fenomena enabler akses dan mediating messages. Dengan menggunakan konsep aktivitas Levy dalam kaitan konsep Uses dalam model teori Uses and Gratifitcation, penelitian gunakan survai dalam pengumpulan datanya. Berdasarkan temuan terkait fenomena aktifitas dimensi kedua (urutan komunikasi), terutama pada urutan kedua, yaitu menyangkut fenomena aplikasi browser; channel; dan ragam permasalahan yang dimediasi individu melalui penggunaan internet, kiranya semua keragaman yang ada itu menunjukkan adanya proses seleksi dalam diri responden. Dalam penggunaan media, individu diasumsikan sebagai selector aktive oleh model teori uses and gratification. Aktifasi ini sendiri karena dalam diri individu itu secara psikologis memang telah dilengkapi beberapa “needs and gratification”. Ada lima kategori “Needs and gratification” itu. Dengan demikian, munculnya bentuk ragam aktifitas sebagaimana ditemukan dalam penelitian ini, secara teoritis itu dimungkinkan karena adanya lima alternatif “needs and gratification” dalam diri responden. Upaya eksplor terhadap variabel “needs and gratification” tidak dilakukan dalam penelitian ini dan karenanya variabel minor mana dari variabel mayor “needs and gratification” yang paling berpengaruh terhadap aktivitas responden menggunakan internet itu belum diketahui. Guna mengetahuinya karenanya diperlukan semacam analisis LISREL pada penelitian sejenis di masa mendatang.     Kata-kata Kunci : Penggunaan;  Konten; Internet 
PENGGUNAAN INTERNET OLEH MASYARAKAT (Survai pada Masyarakat Kelurahan Tamamaung, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Propinsi Sulawesi Selatan) Pala Rukman
Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 19, No 1 (2015): Jurnal Studi Komunikasi dan Media
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31445/jskm.2015.190108

Abstract

ABSTRACT The phenomenon of the development of ICT allows the public to use convergence media (internet). This study focuses on the use of the internet among community members in Kelurahan Tamamaung, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar. By using the survey method and using the concept of activity introduced by Levy in second dimension in context of uses concept in model of uses and gratificationintroduced by Katz, Gurevitch dan Hass, this research conclude that assumption in model of uses and gratification theory that audience activities in consuming the media is proven. the proof is the presence of diverse activities of internet use in the second dimension. Variety phenomenon of Internet usage activity itself becomes the pattern for every individual who theoretically according to model assumptions uses and gratification theory get formed because of fullfilling each satisfaction. Key words : uses, internet, information. ABSTRAK Berlatarbelakangkan fenomena perkembangan ICT yang memungkinkan anggota masyarakat menggunakan media konvergensi (internet), penelitian ini memfokuskan permasalahannya pada soal penggunaan internet anggota masyarakat di Kelurahan Tamamaung, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar. Dengan menggunakan metode survai melalui pemakaian konsep aktifitas Levy dalam dimensi kedua dalam konteks konsep uses dalam model teori uses and gratification Katz, Gurevitch dan Hass, penelitian ini menyimpulkan bahwa asumsi yang dikemukakan oleh model teori uses and gratification bahwa adanya aktifitas khalayak dalam mengkonsumsi media itu, memang terbukti dalam penelitian ini. Bukti itu ditandai oleh adanya ragam fenomena aktifitas penggunaan internet dalam dimensi kedua tadi. Ragam fenomena aktifitas penggunaan internet itu sendiri, tampak menjadi pola tersendiri bagi setiap individu yang notabene secara teoritis menurut asumsi model teori uses and gratification terbentuk karena dorongan untuk memenuhi kepuasan masing-masing. Kata-kata kunci : Penggunaan, internet, informasi.
KOMUNIKASI, GAYA KEPEMIMPINAN, DAN MOTIVASI DALAM ORGANISASI Dede Mahmudah
Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 19, No 2 (2015): Jurnal Studi Komunikasi dan Media
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.999 KB) | DOI: 10.31445/jskm.2015.190210

Abstract

Running an organization is not an easy thing to do.It takes a lot of elements in doing it.Of all important elements in an oganization,there is one element which can make all of the aspects work together to reach one vision in the organization.It is a leader who has the ability to communicate well and to lead effectively so that he can motivate his people to give their best.In this paper,I will explain about concepts of  communication in organizations and leadership styles.Based on many concepts available,it can be concluded that there is no such thing as a fixed period of time for a leader to use a certain style of communication or a certain style of leadership.In the discussion part, the concepts do not mention any conditions that a leader should meet in order to apply a certain communication style for a certain leadership style, so that the leadership style becomes effective.To have a full understanding of communication concepts and leadership styles in organizations,we also need to learn other subjects,such as economics,laws,corporate operation, and psychology to measure a leader's success.Key words : Communication; Leadership Style; Motivation; Organization. ABSTRAKMengelola organisasi bukanlah hal yang mudah, sehingga membutuhkan banyak elemen dalam pelaksanaannya. Di antara begitu banyak  elemen dalam organisasi ada satu elemen yang dapat menyatukan seluruh aspek untuk bersinergi mencapai satu tujuan organisasi, yaitu elemen pemimpin yang memiliki kemampuan dalam berkomunikasi serta dapat mengkombinasikannya dengan gaya kepemimpinan yang efektif sehingga dapat menciptakan suasana berorganisasi yang dapat memotivasi para pegawainya untuk memberikan kinerja terbaiknya. Dalam tulisan ini dipaparkan konsep mengenai komunikasi organisasi serta gaya kepemimpinan. Dari berbagai konsep tersebut disimpulkan bahwa dalam kepemimpinan tidak digunakan periode waktu tertentu bagi seorang pemimpin untuk menggunakan jenis komunikasi tertentu, atau dalam konteks seperti apa gaya kepemimpinan tertentu digunakan. Dalam konsep-konsep yang disebutkan dalam pembahasan tidak dibahas syarat-syarat apa yang harus dipenuhi untuk menggunakan jenis komunikasi tertentu dalam gaya kepemimpinan tertentu, sehingga gaya kepemimpinan dapat efektif. Memahami konsep komunikasi dan gaya kepemimpinan dalam organisasi hendaknya mempelajari disiplin ilmu lainnya seperti ekonomi, hukum, operasional perusahaan dan psikologi guna mengukur keberhasilan seorang pemimpin.Kata-kata Kunci : Komunikasi; Gaya Kepemimpinan; Motivasi; Organisasi
Desain Penelitian Dampak Penggunaan broadband terhadap perilaku Keamanan Informasi Dewi Hernikawati
Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 20, No 1 (2016): JURNAL STUDI KOMUNIKASI DAN MEDIA
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31445/jskm.2016.200105

Abstract

AbstrakBroadband memberikan kecepatan tinggi dalam berinternet dan  penggunakan data. Manusia sebagai titik terlemah dari rantai kemananan yang perlu selalu dibina agar dapat meminimalisasi dampak serangan keamanan yang bisa menjadi ancaman untuk organisasi. Oleh karena itu, dalam tulisan ini akan merumuskan desain penelitian dampak penggunaan broadband terhadap perilaku keamanan informasi. Metode yang digunakan adalah studi literatur. Hasilnya pada desain penelitian ini melibatkan variabel risk tolerance, risk perception, past experience severity, past experience frequency, penggunaan broadband sebagai variable independen sedangkan variabel Keamanan informasi sebagai variable dependen.Kata kunci : broadband, keamanan informasi, perilaku AbstractBroadband give high speed to surfing, downloading, uploading and using data. Humans are the weakess point in security that needs to be educated in order to minimize the impact of security attach to organization. This paper will purpose design of research the impact of broadband to information security behavior. Literature study used as a method. Result of this design are risk tolerance, risk perception, past experience severity, past experience frequency, use of broadband as independen variable and information security as dependen variable.Key Word : broadband,behavior, information security
PERAN NORMALITAS DATA DALAM PENELITIAN KOMUNIKASI PENDEKATAN KUANTITATIF Bambang Mudjiyanto
Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 20, No 1 (2016): JURNAL STUDI KOMUNIKASI DAN MEDIA
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31445/jskm.2016.200107

Abstract

Membicarakan persoalan normalitas data dalam kaitan permasalahan penelitian (baca : penelitian komunikasi), secara filosofis ilmu hal ini sebenarnya termasuk menjadi bagian dari telaahan elemen epistemologis.  Elemen epistemologis sendiri, secara esensial berarti sebagai suatu elemen yang secara khusus menelaah cara suatu ilmu dalam berupaya menemukan kebenaran ilmiahnya. Selain masalah distribusi atau normalitas data terkait dengan penelitian komunikasi pendekatan kuantitatif ini, maka persoalan-persoalan lain yang juga termasuk dalam telaah epistemologis ini, diantaranya yaitu menyangkut prosedur sampling, pre test, paradigma teori, paradigma penelitian dan metode penelitian. 
PRAKTIK PENGGUNAAN KONSEP TEORITIK DALAM PERUMUSAN MASALAH PENELITIAN KOMUNIKASI hasy Imron
Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 20, No 1 (2016): JURNAL STUDI KOMUNIKASI DAN MEDIA
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31445/jskm.2016.200108

Abstract

Dalam dunia akademik/riset konsep teoritik memiliki fungsi yang vital. Kevitalan dimaksud baik dalam pendekatan kuantitatif maupun kualitatif. Terdapat persamaan dan perbedaan terkait kevitalan fungsi konsep teoritik tersebut pada kedua pendekatan penelitian tadi.Persamaannya yaitu terjadi pada fase awal penelitian, tepatnya yaitu pada upaya membuat perumusan masalah, di mana konsep teoritik berfungsi sebagai petunjuk bagi peneliti untuk melihat fenomena yang hendak dikonseptualisir. Sementara perbedaannya yaitu pada fase-fase berikutnya. Fase-fase berikut dimaksud, misalnya seperti fase kedua, atau lazim juga dikenal dengan bab Kerangka teori atau Landasan Konseptual.
REPRESENTASI ISU HIGH TASTE CONTENT DALAM AGENDA MEDIA felix tawaang
Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 20, No 1 (2016): JURNAL STUDI KOMUNIKASI DAN MEDIA
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31445/jskm.2016.200104

Abstract

Proses komunikasi antar manusia terjadi dalam beberapa konteks atau level (lihat, Ifante, Rancer, dan Womack,1990:124-127; littlejohn (2005:11), yaitu interpersonal, kelompok, public dan komunikasi organisasi, dan yang paling komplek yaitu level mass (massa).Dalam aplikasinya, konteks massa tersebut dilakukan dengan atau tanpa media. Namun, seperti dikatakan Littlejohn, biasanya ini dilakukan dengan memanfaatkan media. Terkait dengan pemanfaatannya, maka ada yang melalui media elektronik (televisi, radio), cetak (press, missal suratkabar, majalah) dan belakangan ada yang melalui media online.
REPRESENTASI IDEOLOGI MEDIA DI BALIK WACANA CALON GUBERNUR (Analisis Framing Versi Gamson dan Modigliani terhadap Wacana Pilgub Sulsel 2018 dalam Pemberitaan Tribunnews.com edisi Rabu, 23 Maret 2016) syarifuddin akbar
Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 20, No 1 (2016): JURNAL STUDI KOMUNIKASI DAN MEDIA
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31445/jskm.2016.200101

Abstract

Berlatarbelakangkan mengemukanya wacana cagub Sulsel 2018 di media, penelitian fokus pada pengkonstruksian realitas calon gubernur Pilgub Sulsel 2018 yang dilakukan -- Tribunnews.com -Rabu, 23 Maret 2016 melalui bingkai pemberitaannya dan berupaya melihat representasi ideologi mereka di balik wacana yang dikonstruksinya melalui framing realitas calon gubernur tadi. Dengan pendekatan kualitatif berparadigma kritikal melalui analisis teks model Analisis Framing Gamson-Modigliani, penelitian menemukan bahwa : 1) pihak media memuncul sejumlah tema minor dari tema mayor “wacana Cagub Sulsel”, ketiganya yaitu “Upaya Pencitraan Cagub Ideal dalam Pilgub 2018”; “upaya khusus Pencitraan Cagub Ideal tertentu dalam Pilgub 2018” dan “upaya marginalisasi cagub dari parpol tertentu”.; 2) Ideologi yang terepresentasikan dari sejumlah tema minor tadi yaitu ideologi “Pro Nurdin Abdullah” dan “Busines interest”. Terkait gagasan Altschull bahwa bekerjanya media memang sudah tidak mungkin bisa benar-benar independen sehubungan media memang sudah merupakan agen dari pihak-pihak yang memiliki kekuasaan ekonomi, politik dan sosial serta ditambah pendapat Fairclough bahwa isi media itu harus senantiasa dicurigai dan dibongkar (unmasking) dan mengingat awak media itu menurut Althusser memang “binatang ideologis”, maka bagi konsumen isi media, hendaknya menjadikan hasil penelitian ini sebagai bahan dasar untuk menyikapi isi media agar dengan demikian terhindar dari hegemonisasi media dan terjebak dalam situasi false consciousness.
REPRESENTASI SIKAP MEDIA TERHADAP CALON KEPALA DAERAH RUKMAN PALA
Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 20, No 1 (2016): JURNAL STUDI KOMUNIKASI DAN MEDIA
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31445/jskm.2016.200103

Abstract

Sikap merupakan a "readiness of the psyche to act or react in a certain way" (Jung, [1921] 1971:par. 687). Dijelaskan pula bahwa sikap ini merupakan suatu konstruksi yang bersifat hipotesis yang mencerminkan suka tidak suka atau netralnya individu terhadap suatu persoalan. Ini sejalan dengan asumsi Sherif (2003.) yang dikemukakannya melalui Social Judgement Theory.-nya, bahwa dalam diri individu itu memang ada wilayah sikap yang terbagi menjadi tiga, dan masing-masing wilayah ini berisi tentang bentuk-bentuk sikap individu terhadap obyek. Tiga bentuk sikap tadi  terdiri dari : latitude of acceptance (sikap menerima) ; latitude of non commitment (netral) ; latitude of rejection (sikap menolak). Namun, ke mana pilihan bentuk sikap ini ditentukan, maka menurut Sherif ini dipengaruhi oleh faktor ego involvement, yaitu relevansi individu dengan sesuatu obyek sikap. 

Page 8 of 21 | Total Record : 207


Filter by Year

2011 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 28 No No. 2 (2024): JURNAL STUDI KOMUNIKASI DAN MEDIA (JSKM) Vol 28 No No 1 (2024): JURNAL STUDI KOMUNIKASI DAN MEDIA (JSKM) Vol 27 No 2 (2023): JURNAL STUDI KOMUNIKASI DAN MEDIA (JSKM) Vol 27 No 1 (2023): JURNAL STUDI KOMUNIKASI DAN MEDIA Vol 26 No 2 (2022): JURNAL STUDI KOMUNIKASI DAN MEDIA Vol 26 No 1 (2022): JURNAL STUDI KOMUNIKASI DAN MEDIA Vol 25, No 2 (2021): Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 25, No 1 (2021): Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 24, No 2 (2020): Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 24, No 1 (2020): Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 23, No 2 (2019): Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 23, No 1 (2019): Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 22, No 2 (2018): Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 22, No 2 (2018): Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 22, No 1 (2018): Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 22, No 1 (2018): Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 21, No 2 (2017): Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 21, No 2 (2017): Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 21, No 1 (2017): Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 21, No 1 (2017): Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 20, No 2 (2016): Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 20, No 1 (2016): JURNAL STUDI KOMUNIKASI DAN MEDIA Vol 19, No 2 (2015): Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 19, No 1 (2015): Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 18, No 2 (2014): Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 18, No 1 (2014): Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 17, No 2 (2013): Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 17, No 1 (2013): Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 16, No 2 (2012): Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 16, No 1 (2012): Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 15, No 2 (2011): Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 15, No 1 (2011): Jurnal Studi Komunikasi dan media More Issue