cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 304 Documents
KOMPOS SERASAH LAHAN PERTANIAN DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBELAJARAN SUB MATERI PELESTARIAN LINGKUNGAN Ariyati, Eka; Hayati, Mrs.
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 20, No 1 (2015): Jurnal Pengajaran MIPA - April 2015
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v20i1.566

Abstract

Most people in West Kalimantan rely heavily on the fields as an agricultural land. Farmers’ lacks of insight in terms of land management often cause damage to the environment. One alternative in processing agricultural land is to change the system of agricultural land by slash and burn clearing into composting, in which slash litter composting is a method where the slash was not burned but processed into compost. The use of compost from slash and burn activity has not yet tested as an alternative effort in reducing the environmental damage caused by fires. This study begins by examining the effect of slash and burn compost on  growth and production of lettuce (Lactuca sativa L). Information obtained from the results was then compiled into Student Worksheet (LKS) and applied on the environmental conservation sub material in class X of one of Senior High Schools in Pontianak-West Kalimantan. The purpose of this study was to observe students response towards worksheets uses. The method used in this study was descriptive, while instrument to distinguish students response was enclosed questionnaire using a Likert scale. Results showed that students response to the use of worksheets as a means to help learning process was strong (78.4%), with average worksheets score of  82.78.Keywords: compost, environment, worksheet, conservationABSTRAKSebagian besar masyarakat Kalimantan Barat sangat mengandalkan sawah atau ladang sebagai lahan pertanian. Kurangnya wawasan petani dalam pengelolaan lahan sering menyebabkan kerusakan lingkungan. Salah satu alternatif dalam pengolahan lahan pertanian adalah mengubah metode pembukaan lahan pertanian dari tebas bakar menjadi tebas kompos. Tebas kompos merupakan metode pemanfaatan serasah hasil tebasan ketika tebasan tidak dibakar melainkan diolah menjadi kompos. Penggunaan kompos serasah hasil tebasan belum pernah diujikan sebagai alternatif upaya dalam menurunkan kerusakan lingkungan akibat pembakaran lahan. Penelitian ini diawali dengan menguji kompos serasah lahan pertanian terhadap pertumbuhan dan  produksi selada (Lactuca sativa L). Informasi yang diperoleh dari hasil penelitian disusun menjadi Lembar Kerja Siswa (LKS) sub materi pelestarian lingkungan dan diaplikasikan dalam pembelajaran di kelas X salah satu SMA di Pontianak-Kalimantan Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat respon siswa terhadap pemanfaatan LKS. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsi, sedangkan instrumen yang digunakan untuk melihat respon siswa adalah angket tertutup dengan menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan respon siswa terhadap pemanfaatan LKS dalam membantu proses pembelajaran menunjukkan respon yang kuat sebesar 78,4% dengan rata-rata nilai pengerjaan LKS sebesar 82,78.Kata kunci: kompos, lingkungan, LKS, pelestarian
HUBUNGAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DENGAN PENGUASAAN KONSEP SERTA KAITANNYA DENGAN GAYA KOGNITIF FIELD DEPENDENT-FIELD INDEPENDENT Awalliyah, Santy; Siahaan, Parsaoran; Nugraha, Muhammad Gina; Kirana, Kartika Hajar
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 20, No 2 (2015): Jurnal Pengajaran MIPA - Oktober 2015
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v20i2.582

Abstract

The aim of this research was to find out correlation between science process skill and conceptual mastery of 7th grade students related to different cognitive style, i.e. field dependent and field independent. This study involves 108 students in one of public schools in Bandung. Science process skill and conceptual mastery were evaluated by test instruments, which were already validated and tested, while Group Embedded Figure Test (GEFT) was used to classify students cognitive style. Results suggested that there was a significant correlation between science process skill and conceptual mastery for students with dependent cognitive style ( r (36) = 0,564, tvalue > ttable), while for students with independent cognitive style the correlation was insignificant ( r (38) = 0,431, tvalue > ttable).ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui hubungan keterampilan proses sains dengan penguasaan konsep siswa kelas VII terkait dengan gaya kognitif field dependent dan gaya kognitif field independent. Penelitian korelasional ini melibatkan 108 siswa kelas VII di salah satu SMPN di Kota Bandung. Keterampilan proses sains dan penguasaan konsep dievaluasi dengan menggunakan instrumen tes yang telah melalui proses judgement dan uji coba, sedangkan untuk mengklasifikasikan gaya kognitif siswa digunakan instrumen tes standar Group Embedded Figure Test (GEFT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan proses sains dengan penguasaan konsep memiliki hubungan yang signifikan untuk siswa kelas VII bergaya kognitif field dependent ( r (36) = 0,564, thitung > ttabel), sedangkan pada siswa bergaya kognitif field independent hubungan keterampilan proses sains dengan penguasaan konsep tidak signifikan ( r (38) = 0,431, thitung > ttabel).
PENGGUNAAN MEDIA MIE INSTAN DAN PENDEKATAN SOMATIC AUDITORY VISUAL INTELLECTUAL (SAVI) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP KALOR Rukmansyah, Enjah Takari
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 20, No 1 (2015): Jurnal Pengajaran MIPA - April 2015
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v20i1.561

Abstract

The concept of heat is one of physics concepts that students considered as difficult to understand. To solve this problems, this study used instant noodles as learning media, with Somatic Auditory Visual Intelllectual (SAVI) approach. The results of this classroom action research involving  42 junior high school students showed that postes result was increased from 58.86 in Cycle I to 76.10 in Cycle II, and percentage of learning completedness was also increased from 16.67% in Cycle I to 85.71% in Cycle II. Students’ average ability to conduct lab work was 94%. Thus, it can be concluded that instant noodles as SAVI learning approach medium could increased the understanding of heat concept.Keywords: heat concept, instant noodles media, SAVI approach, understanding of conceptsABSTRAKKonsep kalor merupakan salah satu konsep fisika yang masih dirasakan sulit dipahami oleh sebagian besar siswa. Untuk menyelesaikan  permasalahan  tersebut, penelitian ini  menghadirkan media pembelajaran mie instan dengan pendekatan Somatic Auditory Visual Intelllectual (SAVI). Hasil dari penelitian tindakan kelas yang melibatkan 42 siswa SMP ini menunjukkan adanya peningkatan nilai postes dari 58,86 pada Siklus I menjadi 76,10 pada Siklus II, persentase siswa yang mencapai ketuntasan juga meningkat dari 16,67% pada Siklus I menjadi 85,71% pada Siklus II. Selain itu, rata-rata kemampuan praktikum siswa juga mencapai 94%. Dapat ditarik kesimpulan bahwa media mie instan sebagai media pembelajaran SAVI efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep kalor.Kata kunci: pendekatan SAVI, media mie instan, pemahaman konsep, konsep kalor
PENGEMBANGAN TES DIAGNOSTIK TWO-TIER BERBASIS PIKTORIAL UNTUK MENGIDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT Siswaningsih, Wiwi; Firman, Harry; Rofifah, Rifa
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 20, No 2 (2015): Jurnal Pengajaran MIPA - Oktober 2015
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v20i2.577

Abstract

The aim of of this research was to develop two-tier pictorial-based diagnostics test to identify students’ misconception about the concept of electrolyte and non-electrolyte, or Diagnostics Test for Misconception about Electrolyte and Non-Electrolyte Solution (TDM-LENON). Research method was Development and Validation. Questions were validated its content validity and reliability.  Based on content validity,  19 questions were deemed valid with  1 Content Validity Ratio (CVR) value. In terms of its reliability, 18 questions were deemed reliable with Cronbach’s Alpha value 0,706. All validated questions were applied to 34 students in one of Senior High Schools in Bandung. Based on this application results, students’ misconceptions regarding electrolyte and non-electrolyte solution were discovered, with misconception that all electrolyte are ionic compound was found as common misconception in the students (64,7%).ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan tes diagnostik two-tier berbasis piktorial yang dapat mengidentifikasi miskonsepsi siswa pada materi larutan elektrolit dan nonelektrolit, atau disebut Tes Diagnostik Miskonsepsi Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit (TDM-LENON). Penelitian ini menggunakan metode Development and Validation. Validasi butir soal meliputi validitas isi dan reliabilitas. Berdasarkan validitas isi, 19 butir soal dinyatakan valid dengan nilai CVR (Content Validity Ratio) untuk masing-masing butir soal sebesar 1. Berdasarkan uji reliabilitas, diperoleh 18 soal yang secara keseluruhan memiliki nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,706 yang menunjukkan bahwa tes yang dikembangkan masuk ke dalam kategori dapat diterima. Butir soal yang telah memenuhi kriteria validitas isi dan reliabilitas diaplikasikan kepada 34 siswa kelas X di salah satu SMA Negeri di Kota Bandung. Berdasarkan hasil aplikasi tersebut, teridentifikasi miskonsepsi yang yang dialami siswa pada materi larutan elektrolit dan nonelektrolit, dengan miskonsepsi bahwa semua elektrolit merupakan senyawa ion adalah miskonsepsi yang paling banyak terjadi (64,7%).
MIND MAP SIKLUS DAN MIND MAP LABA-LABA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMP PADA POKOK BAHASAN BANGUN RUANG Zuraida, Ida; Kariadinata, Rahayu; Susilawati, Wati
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 20, No 1 (2015): Jurnal Pengajaran MIPA - April 2015
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v20i1.556

Abstract

This study aimed to determine creative thinking ability of students received Mind Map Cycle, Spiders Mind Map and Conventional learning. Research was quasi experimental method with 8th grade students in one of junior high schools in Bandung as the subjects. Research instrument consist of pretest and posttest that contains questions to determine students ability to think creatively on geometry subjects. Results showed that based on posttest score, students’ creative thinking ability was as follows: average score was 60.0 for Cycle Mind Map class, 66.2 for Spiders Mind Map class and 54.2 for Conventional class, from maximum score of 100. Anova analysis suggested that differences between treatment (class) did occur (p= 0.00, p< 0,05). Furthermore, average N-gain for Cycle Mind Map Class and Spiders Mind Map class were 0.47 and 0.51 (moderate), while for Conventional class was 0.36 (low). Thus, it can be concluded that students’ creative thinking ability was increased after Mind Map Cycle and Spider Mind Map treatment.Keywords: cycle mind map , spiders mind map, creative thinking, conventional classABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif siswa yang memperoleh pembelajaran dengan Mind Map Siklus, Mind Map Laba-laba dan Konvensional pada pokok bahasan bangun ruang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen. Sampel penelitian adalah siswa kelas delapan di salah satu SMP di Kota Bandung. Instrumen penelitian terdiri atas pretest dan posttest yang berisi soal-soal untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi bangun ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan  nilai rata-rata skor posttest, kemampuan berpikir kreatif siswa di ketiga kelas berbeda yaitu kelas Mind Map Siklus sebesar 60,0,  kelas Mind Map Laba-laba sebesar 66,2 dan kelas Konvensional sebesar 54,2 dari skor maksimum ideal 100. Hasil analisis Anova menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif matematika antara siswa yang menggunakan Mind Map Siklus, Mind Map Laba-laba dan Konvensional (p= 0,001, p< 0,05). Rata-rata N-gain untuk kelas Mind Map Siklus dan Mind Map Laba-laba masing-masing adalah sebesar 0,47 dan 0,51 dengan interpretasi sedang, sementara untuk kelas Konvensional adalah sebesar 0,36 dengan interpretasi rendah. Dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa setelah diberikan perlakuan pembelajaran Mind Map Siklus dan Mind Map Laba-laba.Kata kunci: mind map siklus, mind map laba-laba, berpikir kreatif,  kelas konvensional
PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA Abdullah, In Hi; Suratno, Joko
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 20, No 2 (2015): Jurnal Pengajaran MIPA - Oktober 2015
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v20i2.572

Abstract

The purpose of this study was to assess the effect of Problem-Based Learning (PBL) approach on students mathematical communication ability. The method used was quasi-experimental research with Posttest-Only Design. The subjects were 36 seventh grade students in one of Junior High Schools in Ternate. Students were grouped as control class (conventional learning) and experimental class (Problem Based-Learning / PBL). Research instruments were initial mathematical ability and mathematical communication test. The data was analyzed using Two Way ANOVA. Results showed that students understanding of triangle concept was still not deep. Statistical analysis of the collected data showed that PBL effect on students mathematical  communication  ability  was  insignificant  (p  =  0.370). Result  also  indicated  that  initial mathematical ability also has an insignificant effect on mathematical communication ability (p = 0.732).ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh pendekatan Problem Based-Learning (PBL) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuasi eksperimen dengan Posttest-Only Design. Subjek penelitian adalah 36 siswa Kelas VII di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Ternate. Siswa dikelompokkan berdasarkan kelas kontrol (pembelajaran konvensional) dan kelas eksperimen (pembelajaran berbasis masalah/PBL). Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes kemampuan awal matematis dan komunikasi matematis. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji Two Way Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pema- haman siswa tentang konsep segitiga masih belum mendalam. Analisis data secara statistik menunjukkan bahwa pembelajaran PBL tidak berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa (p =0,370) dan kemampuan komunikasi matematis siswa juga tidak dipengaruhi oleh kemampuan awal matematis (p = 0,732).
PENGEMBANGAN MODEL ASESSMENT AUTENTIK GUNA MENILAI KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH DALAM KEGIATAN PRAKTIK LAPANGAN CALON GURU BIOLOGI Cartono, Mr.; Ibrahim, Yusuf; Tresnawati, Cita; Nurdiani, Nia
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 20, No 1 (2015): Jurnal Pengajaran MIPA - April 2015
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v20i1.567

Abstract

The aim of this study was to generate an authentic assessment model which has tested-distinctive characteristics so that it can be used to assess pre service Biology teachers’ problem-solving skills in an integrated field practice activities. This study consists of Needs Analysis, Process and Learning Product Analysis, Study Objectives and Benefits Determination, Authentic Assessment Model and Instrument Designing, as well as Design and Instrument Validation. The first three steps are based on lecturers and participating students interview results, and also direct observation of two field practice activities in coastal and rangeland ecosystems. The authentic assessment design and instrument development  was based on the results of needs analysis, while validation is done based on experts’ judgements and trials in limited audience. The model of authentic assessment instrument developed in this study includes assessment of the realm of knowledge, skills, and scholarly behavior. Moreover, its content and construct were validated as logically and empirically adequate to assess problem-solving skill. Socialization of assessment aspects encourages the students to show their best performances, explore knowledge by themselves, and be more scholarly during field practice activities. The existence of this authentic assessment instrument provides convenience for supervisors in determining student’ learning objective achievement and further guiding actions.Keywords: authentic assessment, problem-solving skill, education of prospective biology teachers, integrated field practicePenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan suatu model asessment autentik yang memiliki karakter khusus dan teruji sehingga layak digunakan untuk menilai keterampilan pemecahan masalah mahasiswa calon guru biologi dalam kegiatan praktik lapangan terpadu. Penelitian ini terdiri atas tahapan Analisis Kebutuhan, Analisis Proses dan Produk Pembelajaran, Penentuan Tujuan dan Manfaat Penelitian, Merancang Model dan Instrumen Asessment Autentik, serta Validasi Rancangan Model dan Instrumen Asessment Autentik yang dikembangkan. Tiga tahap pertama didasarkan pada wawancara terhadap dosen pembimbing dan mahasiswa peserta, serta pengamatan langsung dua kegiatan praktik lapangan di ekosistem pantai dan pegunungan.  Pengembangan rancangan model dan instrumen asessment autentik didasarkan atas hasil analisis kebutuhan, sedangkan validasi dilakukan melalui penilaian pakar dan uji coba pada kalangan terbatas. Model instrumen asessment autentik yang dikembangkan dalam penelitian ini meliputi penilaian ranah pengetahuan, keterampilan dan sikap ilmiah, serta memiliki validitas isi dan bentuk/susunan  yang cukup memadai secara logis dan empiris untuk mengukur keterampilan pemecahan masalah mahasiswa  calon guru biologi dalam kegiatan praktik lapangan terpadu. Sosialisasi aspek-aspek penilaian mendorong mahasiswa untuk menunjukkan kinerja terbaiknya, menggali pengetahuan sendiri dan lebih bersikap ilmiah selama kegiatan praktik lapangan. Keberadaan instrumen penilaian autentik ini memberi kemudahan bagi dosen pembimbing untuk menentukan ketercapaian tujuan pembelajaran mahasiswa dan menentukan bentuk tindakan bimbingannya lebih lanjut.Kata kunci: asessment autentik, keterampilan pemecahan masalah, pendidikan calon guru biologi, praktik lapang terpadu
PENERAPAN KURIKULUM 2013 PADA PEMBELAJARAN TEMATIK SAINTIFIK DENGAN MEDIA LINGKUNGAN SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA Chusni, M. Minan; Mahardika, Astuti; Sukmarani, Dhuta
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 20, No 2 (2015): Jurnal Pengajaran MIPA - Oktober 2015
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v20i2.583

Abstract

The objective of this classroom action research was to identify impact of the implementation of curriculum 2013 on science thematic learning by using school environment media to improve students’ science process skill. Classroom action research design The design of the classroom action research applies cycle model that, consists of planning, action, observation and reflection steps. Research subjects were fourth grade students in one of elementary schools in Magelang. Data analysis technique was quantitative and qualitative descriptive data analysis. Science process skill data of the student were described in percentage and then classified in categories to describe the achievement level of each assessment aspect. Students’ science process skills in cycle I was 84.5% whereas in cycle II was 87.1%, therefore we concluded that the implementation of curriculum 2013 on scientific thematic learning by using school environment media can improve students’ science process skill, in which it increased learning quality in “Peduli terhadap Makhluk Hidup” theme and “Ayo Cintai Lingkungan” subtheme.  ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pembelajaran tematik menggunakan pendekatan saintifik dengan media lingkungan sekolah sehingga dapat meningkatkan keterampilan proses siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK). Rancangan penelitian tindakan kelas yang diambil yaitu model siklus, yang pada setiap siklus terdiri atas perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas IV di salah satu Sekolah dasar (SD) di Magelang. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data deskriptif kuantitatif. Data keterampilan proses dan penguasaan konsep siswa dideskripsikan dalam persentase kemudian diklasifikasikan dalam kategori untuk mengetahui tingkatan keberhasilan setiap aspek penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil penilaian keterampilan proses sains siswa pada siklus I adalah 84,5% sedangkan pada siklus II adalah 87,1%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Pembelajaran tematik menggunakan pendekatan saintifik dengan media lingkungan sekolah dapat meningkatkan keterampilan proses siswa, sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran khususnya pada tema Peduli terhadap Makhluk Hidup dan subtema Ayo Cintai LingkunganKata kunci: keterampilan proses sains, media lingkungan sekolah, pembelajaran tematik saintifik
PENGEMBANGAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA MELALUI PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING (POGIL) Subarkah, Cucu Zenab; Winayah, Ade
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 20, No 1 (2015): Jurnal Pengajaran MIPA - April 2015
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v20i1.562

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas siswa pada pembelajaran menggunakan model POGIL, menganalisis kemampuan siswa menyelesaikan Lembar Kerja Siswa (LKS) dan menganalisis keterampilan berpikir kritis siswa pada konsep kesetimbangan kelarutan. Tahapan model POGIL meliputi: dihadapkan pada masalah, pengumpulan data melalui eksperimen, dan menganalisis proses inkuiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mix method quantitative embedded dengan subjek penelitian 23 orang siswa kelas XI di salah satu SMA Swasta di Kota Bandung. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi lembar observasi, LKS, dan tes tertulis. Hasil menunjukkan bahwa nilai rata-rata keaktifan siswa untuk keseluruhan tahapan POGIL adalah 83,7 yang dikategorikan sebagai keaktifan sangat baik, nilai rata-rata LKS siswa adalah 74, dan keterampilan berpikir kritis siswa yang dapat dikembangkan dengan sangat baik adalah indikator mengidentifikasi, membuat hipotesis dan membuktikan hipotesis. Metode pembelajaran POGIL memberikan pengaruh yang positif bagi tingkat keaktifan dan hasil belajar  siswa serta mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis sampai tingkatan tertentu.Kata kunci: model pembelajaran POGIL, keterampilan berpikir kritis, kesetimbangan kelarutan. ABSTRACTThis study aimed to describe students’ activity in learning using POGIL models, analyze students’ ability in completing Student Worksheet (LKS) as well as their critical thinking skills on the concept of equilibrium solubility. Stages of POGIL models includes: faced with the problem, collecting data through experiments and analyze inquiry process. The method used in this research was quantitative mix method embedded with 23 class XI students in one of private high school in Bandung as research subjects. Research instruments were observation sheets, LKS, and written test. Results showed that the average activity value was 83,7, LKS  score was 74, whereas critical thinking skills develop were identifying, making hypothesis, and proving hypothesis. POGIL learning model have positive impact on students’ activeness and learning achievements as well as have the ability to develop critical thinking skills to a certain degree.Keywords: POGIL learning model, critical thinking skills, equilibrium solubility
THE EFFECT OF FLAP POSTER ON STUDENTS’ CREATIVITY IN LEARNING HUMAN RESPIRATORY SYSTEM Rahmawati, Juwita; Solihin, Hayat; Rusyati, Lilit
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 20, No 2 (2015): Jurnal Pengajaran MIPA - Oktober 2015
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v20i2.578

Abstract

This descriptive research investigated the influence of the flap poster on students’ creativity in studying human respiratory system. Samples were 34 eight grade students in one of Private International Schools in Bogor, in which they were divided into experimental or control class, 17 students for each class. Qualitative data were obtained by using rubric and questionnaire. Results showed that experimental class students’ creativity was higher than control class students, in which this indicates that flap poster can facilitate students in developing their creativity. Furthermore, results also indicated that when the flap poster was implemented in learning Human Respiratory concept, experimental class achieved better results in every creativity dimension compared to control class. ABSTRAKPenelitian deskriptif ini menyelidiki pengaruh penggunaan flap poster terhadap kreativitas siswa dalam mempelajari materi Sistem Pernapasan Manusia. Sampel adalah 34 siswa kelas delapan di salah satu sekolah swasta internasional yang ada di Bogor. Siswa kemudian dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol dengan 17 siswa untuk masing-masing kelas. Data kualitatif diperoleh dengan menggunakan rubrik dan kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa siswa di kelas eksperimen memiliki kreativitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol, dan ini mengindikasikan bahwa flap poster dapat memfasilitasi siswa dalam mengembangkan kreativitasnya. Selain itu, hasil juga mengindikasikan bahwa ketika flap foster diimplementasikan dalam mempelajari konsep Pernapasan Manusia, kelas eksperimen meraih hasil yang lebih baik dalam semua dimensi kreativitas dibandingkan dengan kelas kontrol.