cover
Contact Name
Nunung Ernawati
Contact Email
hws.healthjournal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
hws.healthjournal@gmail.com
Editorial Address
S. Supriadi No. 22, Malang. 65147
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti
ISSN : 23024283     EISSN : 25809571     DOI : https://doi.org/10.47794
Core Subject : Health,
Jurnal ini berisi tulisan tentang gagasan konseptual, kajian dan aplikasi teori, tulisan praktis dan hasil penelitian bidang kesehatan, umumnya bidang keperawatan, kebidanan, akupunktur, farmasi, fisioterapi, dan aplikasi kesehatan.
Articles 184 Documents
PENGARUH SENAM OTAK TERHADAP TINGKAT KONSENTRASI BELAJAR MAHASISWA Kristina .; Nunung Ernawati
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Latarbelakang konsentrasi suatu proses pemusatan pemikiran kepada objek tertentu. Kesulitan berkonsentrasi banyak dialami mahasiswa, terutama dalam mempelajari pelajaran yang tingkat kesulitannya cukup tinggi. Usaha untuk mengatasi gangguan konsentrasi dapat dilakukan dengan senam otak (brain gym). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh senam otak terhadap tingkat konsentrasi belajar pada mahasiswa Prodi Keperawatan Politeknik Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang. Metode desain penelitian adalah the one group sample pretest posttest design, populasinya adalah 35 orang mahasiswa yang sesuai kriteria populasi. Sampling menggunakan Simple Random Sampling, besar sampel 20 orang. Variable independen adalah senam otak dan variabel dependen adalah tingkat konsentrasi. Pengambilan data menggunakan instrumen SOP senam otak, lembnar observasi dan tabel acakan huruf dan angka. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon taraf kesalahan () 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebelum dilakukan senam otak sebagian besar (65%) responden tingkat konsentrasinya cukup, hampir setengah (35%) responden tingkat konsentrasinya baik, dan tidak satupun (0%) responden tingkat konsentrasinya kurang. Setelah dilakukan senam otak seluruhnya (100%) responden tingkat konsentrasinya baik. Hasilnya diketahui adanya pengaruh senam otak terhadap tingkat konsentrasi belajar pada mahasiswa Prodi Keperawatan Politeknik Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang dengan thitung (3) < ttabel 2,093 sehingga H1 diterima dan Ho ditolak. Kesimpulan hasil penelitian ini perlu dilakukan latihan senam otak secara teratur agar dapat meningkatkan tingkat konsentrasi belajar pada mahasiswa sehingga dapat meningkatkan prestasi akademik. Kata Kunci: senam otak, tingkat konsentrasi, belajar, mahasiswa Abstract Introduction Concentration mean the focused awareness at one particular certain or subjek object without transferring little attention to something else. Difficulty have concentration of a lot of experiencing of by student, especially in learning subject having high difficulty level enough. Effort to overcome the this concentration trouble earn doing with the brain gym. Methode, desain research is the one group sample pretest posttest design, aim to to know the influence brain gym exercise to concentration level student of learn at Prodi Keperawatan Rs dr. Soepraoen Malang. Population is all student of Prodi Keperawatan Politeknik RS dr. Soepraoen Malang as much 35 one who is as according to population criteria. Sampling method which is using Simple Random Sampling with the amount sample 20 people. Independent Variable is brain gym, taking with practice brain gym and variable dependen is concentration level student of learn, it the tables random of letter and number. Data analysis by Wilcoxon test with the significant level (á) 0,05. Result of research show before practice brain gym most ( 65%) from respondent have concentration level enough, almost from half ( 35%) from respondent have good concentration level, and (0%) respondent of have mount concentration less. And after brain gym exercise entirely ( 100%) from respondent have good concentration level. Result of research show that influence brain gym exercise to concentration level student of learn at prodi keperawatan Politeknik Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang show T calculate (3) < T tables 2,093) so H1 accepted, there is significant influence of brain gym exercise to concetration level student of learn at p keperawatan Politeknik kesehatan RS dr. Soepraoen Malang. Conclussion the effort for improve students had concentrating levels of student learning, student can choise brain gym exercise regularly Keywords: brain gym, concentration level, student, learning
HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA PEROKOK TENTANG ROKOK DENGAN PERILAKU MEROKOK DI SMA N 01 SINGOSARI, MALANG Kumoro Asto Lenggono
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Selama abad 20 ini merokok nampaknya sudah tidak menjadi sesuatu yang aneh lagi. Aktivitas merokok tidak hanya didominasi oleh laki-laki saja, bahkan merambah pada wanita dan remaja. Kita tahu bahwa masa remaja adalah masa transisi antara masa anak dan dewasa. Karakter mencari jati diri yang mendorong remaja untuk mencoba sesuatu yang baru. Dengan cara berinteraksi dengan kelompok sampai melakukan aktivitas bersama kelompoknya. Merokok dapat menjadi sebuah cara bagi para remaja agar mereka tampak bebas dan dewasa saat mereka menyesuaikan diri dengan teman sebaya yang merokok. Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian Deskriptif Korelasional dengan tujuan mencari hubungan antara pengetahuan remaja perokok tentang rokok dengan perilaku merokok. Terdiri dari 2 variabel yaitu variabel pengetahuan remaja tentang rokok dan perilaku merokok. Populasinya adalah semua siswa laki-laki yang merokok yang berjumlah 36 orang. Metode sampling yang digunakan adalah Total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 36 orang yaitu semua siswa laki-laki yang merokok di SMA N 01 Singosari, pada bulan Februari 2009. Data dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan kuisioner dan checklist. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Remaja yang mempunyai pengetahuan cukup baik tentang rokok, mempunyai perilaku perokok ringan sebanyak 11 responden (64,7%). Dengan adanya hasil penelitian ini diharapkan perlu adanya pemberian bimbingan pada remaja perokok tentang rokok terutama tentang kerugian merokok. Kata Kunci: pengetahuan, remaja perokok, perilaku merokok
THE POTENTIAL OF PSYCHOSOCIAL HEALTH INDICATORS THAT EFFECTS TO CHRONIC RENAL FAILURE (CRF) PATIENT WITH COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY (CBT) BASED Tutu April Ariani
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Chronic Renal Failure (CRF) is classified as a chronic disease that is due to take place throughout the life of the patient. Stress experienced by patients occur due to patient awareness that the disease can’t be cured, the patient difficulty adapting to the conditions and limitations experienced by many patients. Cognitive Behavior Therapy (CBT) is a therapy used to modify thoughts, feelings and behaviors by emphasizing the role of brain to analyzing, deciding, asking, doing and deciding so that it can change the feelings and thoughts from maladaptive become adaptive. Methods: This study included quasy experimental research. The method used the provision of CBT intervention and FGD (Focus Group Discussion) through 5 sessions. Data collection was done by means of interviews, questionnaires and participatory techniques. Results: Wilcoxon test for depression scale get p (0.00) < (0.05) and self efficacy p (0.00) < (0.05). As for the self-esteem of data analyzed by the McNemar test get p (0.00) < (0:05). Discussion: There is a change in degree of decreased depression psychosocial as well as increased self-efficacy and self-esteem. Result of statistical analysis shows significant differences between before and after the intervention CBT. This can happen because the CBT helps individuals to identify thoughts and beliefs are dysfunctional, negative, no correct and self-critical characteristic and transform them into positive thoughts.
HUBUNGAN KADAR GULA DARAH DENGAN PENGENDALIAN EMOSI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS RAWAT INAP Nur Aini
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit metabolik yang menimbulkan dampak pada fisik dan psikologis pasien. Emosi manusia diatur oleh sistem limbik otak, yang sekaligus mengatur sistem endokrin dan fungsi sistem saraf otonom, suasana hati marah, depresi bisa melalui sitem limbik dan sitem saraf otonom mempengaruhi sekresi hormon insulin. Metode : Penelitian ini termasuk jenis penelitian observasional dengan desain cross sectional. Variabel penelitian adalah kadar gula darah dan pengendalian emosi dengan skala data interval. Data disajian secara deskriptif berupa prosentase, tabulasi frekuensi/cross tabulasi serta analisis dengan uji korelasi pearson product moment, yang terlebih dulu dilakukan uji normalitas. Bila data tidak berdistribusi normal maka digunakan uji korelasi Spearman. Hasil : Hasil uji normalitas dengan menggunakan Kolmogorov Smirnov didapatkan nilai p < 0.05 sehingga kesimpulannya distribusi data tidak normal. Kemudian digunakan uji non parametrik korelasi Spearman, yang didapatkan nilai p (0.000) < α (0.05). Diskusi : Terdapat hubungan antara hubungan antara kadar gula darah dengan pengendalian emosi. Kekuatan hubungan bersifat sedang dan memiliki arah negatif (-0.715), artinya hubungannya bersifat terbalik yaitu bila kadar gula darah tinggi maka pengendalian emosi akan rendah, sebaliknya bila kadar gula darah rendah maka pengendalian emosi akan tinggi.
PERILAKU IBU DALAM PENCEGAHAN ANEMIA ANAK PRASEKOLAH BERBASIS HEALTH PROMOTION MODEL wiwit dwi nurbadriyah
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan Anemia defisiensi besi adalah anemia yang timbul karena kekurangan zat besi (Fe). Besi merupakan elemen mikronutrien yang penting, jika kekurangan akan manghambat pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan, rentan terserang penyakit karena penurunan imunitas. Prevalensi tertinggi pada akhir masa bayi dan awal masa kanak-kanak (prasekolah). Zat besi bagi anak sangat penting sehingga perlu upaya pencegahan primer defisiensi besi melalui pemberian makanan sehat. Peran keluarga (ibu) sangat penting karena usia prasekolah belum mampu memenuhi kebutuhan gizi secara mandiri, sehingga perlu bantuan dari keluarga. Perilaku ibu dalam pemenuhan gizi anak dapat diidentifikasi dengan pendekatan teori Health Promotion Model (HPM). HPM merupakan perspektif teori yang mengeksplorasi perilaku ibu dalam pencegahan anak prasekolah. Metode Rancangan penelitian deskriptif eksploratif design dengan sampel 25 responden yaitu ibu dari anak prasekolah di PAUD An Nur Sawahan Turen Malang melalui teknik sampling purposive. Pengumpulan data menggunakan instrumen. Data yang diambil yaitu demografi meliputi usia ibu, suku, motivasi dan data khusus perceived benefit, peceived barrier, perceived self efficacy, activity related affect. Hasil penelitian motivasi 64% kuat dan data khusus perceived benefit 60% memiliki persepsi positif tentang manfaat pencegahan anemia, peceived barrier 52% mempersepsikan adanya hambatan, perceived self efficacy 68% mempunyai persepsi yang kuat tentang kemampuan diri, activity related affect 64% memiliki sikap yang kuat dalam pencegahan anemia. Diskusi Tenaga kesehatan diharapkan melakukan pendampingan kepada keluarga melalui kader kesehatan tentang praktek pencegahan anemia dan pengoptimalan program meja 4 di Posyandu Balita untuk memberikan pendidikan kesehatan tentang pentingnya zat besi. Kata kunci: perilaku, pencegahan anemia, health promotion model ABSTRACT Introduction Iron deficiency anemia is anemia resulting from a lack of iron (Fe). Iron is an important micronutrient elements. Anemia in children will gradually hinders the growth and development of intelligence, vulnerable to disease because of decreased immunity. The highest prevalence are in late infancy and early childhood (preschool). Iron is very important for children thus it needs primary prevention of iron deficiency through the administration of healthy food for children. The role of the family (the mother) is very important since preschool ages have not been able to meet the nutritional needs independently, so it needs the help of the closest environment that is family. Mother's behavior in the child nutrition meet can be identified with the theoretical approach of Health Promotion Model (HPM). HPM is a theoretical perspective that explores the behavior of mothers in the prevention of pre-school children anemia. Method The design of descriptive was exploratory design study with a sample of 25 respondents namly mothers of preschool children in Early Childhood Education Program of An Nur Sawahan Turen Malang through purposive sampling techniques. Collecting data used instruments. Data taken were demography include maternal age, ethnicity, motivation and specific data perceived benefit, perceived barrier, perceived self-efficacy, activity related affect. Result The results of motivational research was 64% strong and specific data of perceived benefit was 60% have a positive perception of the benefits of prevention of anemia, perceived barrier was 52%, perceived self-efficacy was 68% have a strong perception of self-efficacy, activity related Affect was 64% have strong attitude in the prevention of anemia.DiscussThe health worker is expected to provide guidance for families through health volunteers in terms of anemia prevention practices and optimization of program in integrated services for children under five years old in providing health education about the importance of iron. Keywords: mother behavior, anemia prevention, health promotion models
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETERLAMBATAN DALAM MENGATASI PASIEN STROKE SAAT MERUJUK KE RSUD JOMBANG Didik Saudin; Achdiat Agoes; Ika Setyo Rini
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Stroke adalah serangan otak yang timbul secara mendadak ditandai adanya gangguan aliran darah karena adanya sumbatan atau pecahnya pembuluh darah tertentu di otak. Keberhasilan penanganan stroke sangat tergantung dari kecepatan, kecermatan dan ketepatan terhadap penanganan awal atau waktu emas dalam penanganan stroke adalah ± 3 jam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa faktor yang memepengaruhi keterlambatan dalam penanganan rujukan pasien stroke ke RSUD Jombang. Metode : Penelitian ini menggunakan methode Survey Cross Sectional merupakan suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor resiko atau efek melalui observasi. Responden berjumlah 60 orang yang didapatkan dengan metode rule of thumb. Hasil dan Analisa : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi keterlambatan pasien stroke saat merujuk ke RSUD Jombang diantaranya jarak rujukan didapatkan signifikasi p value 0.021 dan pendampingan rujukan didapatkan p value 0.026. Berdasarkan uji regresi logistik disimpulkan bahwa ke 2 faktor mempunyai korelasi yang sama dengan keterlambatan pasien stroke dengan OR jarak rujukan sebesar 2.42 dan OR Pendampingan sebesar 2.27 serta diperkirakan keterlambatan pasien stroke sebesar 23.4%. Diskusi dan kesimpulan: Diantara variabel independen 6 faktor yang berpengaruh terhadap variabel dependen hanya ada dua variabel yang memiliki korelasi yaitu jarak rujukan dan pendampingan petugas saat melakukan rujukan ke RSUD Jombang. Kedua fakor memiliki kekuatan dan pengaruh yang sama saat melakukan rujukan pada kasus stroke ke RSUD Jombang. Kata Kunci: Stroke, Keterlambatan, Rujukan, Faktor yang mempengaruhi ABSTRACT Background: Stroke is a brain attack which occur suddenly marked by the interruption of blood flow due to blockage or rupture of blood vessels of the brain. The success of stroke treatment is highly dependent on the speed, accuracy and precision of the handling of the initial or the golden time in the treatment of stroke is ± 3 hours. This study aims to determine some of the factors that affect delays in the handling of a stroke patient referrals to hospitals Jombang. Method: This study uses a method Cross Sectional Survey is a research study to study the dynamics of the correlation between risk factors or the effects through observation. Respondents were 60 people who obtained the rule of thumb method. Result and Anlisys : The results of this study indicate that there is a correlation delay time stroke patients referred to hospitals Jombang include a reference distance obtained significance p value of 0.021 and referral assistance obtained p value 0.026. Based on logistic regression test concluded that to two factors have the same correlation with the delay of stroke patients with a referral by the distance OR OR 2:42 and 2:27 as well as the assistance of an estimated delay of 23.4% of stroke patients. Discussion and summary: Among the independent variables six factors that only two variables affect the dependent variable they are referral time and advocacy officer when making referrals to Jombang General Hospital. Both factor have the same power and influence when making reference to the Stroke case at Jombang General Hospital. Keywords : Stroke, Delay, Referral, Factors affecting
NILAI SKOR GLASGOW COMA SCALE, AGE, SYSTOLIC BLOOD PRESSURE (GAP SCORE) DAN SATURASI OKSIGEN SEBAGAI PREDIKTOR MORTALITAS PASIEN CIDERA KEPALA DI RUMAH SAKIT SAIFUL ANWAR MALANG Dadang Surpiady Eka Putra; M Rasjad Indra; Djanggan Sargowo; Mukhamad Fathoni
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendahuluaan: Cidera kepala menjadi masalah bagi kesehatan masyarakat karena dapat menyebabkan kematian, kecacatan, dan mengurangi waktu produktif. Cidera kepala memiliki tingkat mortalitas yang tinggi, sehingga dibutuhkan metode prognosis cidera kepala dengan penilaian awal yang akurat dengan harapan dapat memprediksi keluaran dan tata laksana yang sesuai dengan kondisi pasien. GAP Score adalah salah satu skoring sistem fisiologis yang dapat digunakan sebagai prediktor mortalitas pasien cedera kepala. Sistem ini lebih mudah digunakan dan memberikan informasi prediktif yang berharga dari kondisi pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah nilai GAP score dan saturasi oksigen dapat menjadi prediktor dalam memprediksi mortalitas pasien cidera kepala di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan studi retrospektif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 96 orang yang didapatkan dari data rekam medis pasien cedera kepala yang masuk pada periode Januari hingga Desember 2015 di RSSA Malang. Sampel yang digunakan sebanyak 96 sampel sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil dan analisis : Uji Mann-Whitney pada penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara nilai GAP Score, dan saturasi oksigen dengan mortalitas pasien cidera kepala dalam 7 hari perawatan dengan p value dari semua variabel independen < 0,05. Hasil Uji regresi logistik menunjukkan bahwa persamaan GAP Score memiliki nilai p value Uji Hosmer and Lemeshow = 0,938 dengan AUC = 0,921 yang dapat memprediksi mortalitas 92,1% pasien cidera kepala. Persamaan saturasi Oksigen memiliki nilai p value Uji Hosmer and Lemeshow = 0,870 dengan AUC = 0.880 dapat memprediksi mortalitas sebesar 88%, dan persamaan GAP score dan saturasi Oksigen memiliki nilai p value Uji Hosmer and Lemeshow = 0,967 dengan AUC = 0.965 dapat memprediksi mortalitas sebesar 96,5%. Diskusi dan kesimpulan: Secara statistik terdapat perbedaan AUC antara persamaan tersebut, dengan kesimpulan bahwa gabungan antara akurasi skoring GAP dan akurasi saturasi oksigen secara statistik dapat meningkatkan akurasi dalam memprediksi kematian. Gabungan antara akurasi skoring GAP dan akurasi saturasi oksigen secara statistik dapat meningkatkan akurasi dalam memprediksi mortalitas pada pasien cidera kepala. Kata kunci : GAP Score, Saturasi Oksigen, Mortalitas, Cedera Kepala. ABSTRACT Background: Head injury is a problem for public health because it can cause death, disability, and reduce a person's productive time. Head injuries have high mortality, requiring a method of head injury prognosis with early and accurate assessment in the hope of predicting outcomes and governance in accordance with the patient's condition. GAP Score is one of physiological scoring system that can be used as predictors of mortality of patients with head injury. This system is easier to use and provide valuable predictive information of the patient's condition. Patients who suffered a head injury requiring adequate oxygen supply to meet the needs of brain metabolism that required ongoing monitoring of the oxygen saturation in order to prevent the occurrence of secondary trauma that can worsen the condition of patients with head injury. The purpose of this study to determine whether the value GAP scores and oxygen saturation can be a predictor for predicting mortality in patients with head injury Saiful Anwar Hospital in Malang. Method: This type of research is observational analytic retrospective study. The sample in this study amounted to 96 people were obtained from medical records head injury patients who entered the period January to December 2015 in RSSA Malang. The samples used were 96 samples in accordance with the inclusion and exclusion criteria. Result and Analysis : The results of the Mann-Whitney test analysis showed that there was significant relationship between the value of GAP Score, and oxygen saturation of patients with head injury mortality within 7 days of treatment with p value of all the independent variables
RANCANGAN MEDIA PEMBELAJARAN DENGAN KONSEP DASAR KEPERAWATAN KEGAWATDARURATAN Didik Saudin; Heri Kristianto
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RANCANGAN MEDIA PEMBELAJARAN DENGAN KONSEP DASAR KEPERAWATAN KEGAWATDARURATAN Didik Saudin, Heri Kristianto Universitas Brawijaya Malang. E-mail: Heri.kristianto@ub.ac.id ABSTRAK Pendahuluan : Konsep dasar keperawatan gawat darurat merupakan keilmuan yang melandasi dari suatu pelayanan yang memerlukan reaksi yang cepat, cermat dan tepat dalam memberikan bantuan. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang media pembelajaran Konsep dasar keperawatan gawat darurat berbasis video yang menarik dan mudah dipahami. Metode: Metode yang digunakan pada perancangan media pembelajaran ini menggunakan pengembangan multimedia. Hal yang dilakukan dalam pembuatan video adalah, perancangan, pengumpulan materi, pembuatan video, dan distribusi. Media pembelajaran ini dibuat dengan menggunakan aplikasi Microsoft Power Point 2013, Windows Movie Maker 2.6, dan Camtasia Studio 8. Hasil yang diharapkan adalah seorang penguna mampu mengaplikasikan apabila menemukan kegawatdaruratan disekitar. Hasil dan Analisa : Keberhasilan media pembelaran tentang konsep keperawatan gawat darurat dalam karya ilmiyah ini dibuktikan dengan jumlah kepuasan penguna media yang mencapai 70% berkomentar menarik dan 30% tampa penjelasan. Diskusi dan kesimpulan : Hal ini sebagai salah satu motivasi untuk perbaikan methode pembelajaran selanjutnya bagi pendidikan seorang perawat Kata kunci : Media pembelajaran, keperawatan, gawat darurat ABSTRACT Background : The basic concept of emergency nursing an underlying science of a service that requires quick reactions, careful and precise in providing assistance. The purpose of this study is to design a basic concept of learning media video-based emergency nursing attractive and easy to understand. Method: The method used in this study media design using multimedia development . Video making processe include creating the design, collection of material, video creation, and distribution. This instructional media created using Microsoft Power Point 2013 , Windows Movie Maker 2.6, and Camtasia Studio 8. The expected result is a user is able to apply when finding emergencies around. Result and analysis : Study media success of the concept of nursing in the emergency department of scientific work is evidenced by the number of media user satisfaction reached 70 % and 30 % interesting comment without explanation. Discussion and summary: It is as one of the motivations for the further improvement of learning method for nurse education Key word: Education Media, Nursing, Emergency
PENGARUH LINGKUNGAN, CITRA PERGURUAN TINGGI, MOTIVASI DAN PROSPEK TERHADAP KEPUTUSAN MAHASISWA MEMILIH KULIAH DI POLTEKKES RS dr. SOEPRAOEN MALANG Fita Rusdian Ikawati; Nur Hidayati; Hadi Sunaryo
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di Politeknik RS dr. Soepraoen Malang yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh lingkungan, citra perguruan tinggi, motivasi dan prospek ke arah keputusan mahasiswa dalam memilih kuliah di dr politeknik. Soepraoen Malang dan untuk mengetahui variabel yang dominan yang mempengaruhi keputusan mahasiswa dalam memilih dr politeknik. Soepraoen. Dengan menggunakan teknik jenis sampling probabilitis pengambilan sampel menggunakan random sampling sederhana sebanyak 55 responden sebagai perwakilan dari populasi keputusan mahasiswa dalam memilih kuliah di dr politeknik. Soepraoen Malang. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dengan menggunakan analisis regresi linier berganda dibantu program komputer SPPS for windows dapat ditarik kesimpulan dan persamaan yang diperoleh dari hasil perhitungan dapat terdiri dari beberapa persamaan regresi linier sebagai berikut: Y = 16,542+ 0,300X1 + 0,046X2 - 0,405X3 - 0026 X4 + e. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa masing-masing variabel independen, faktor lingkungan dan citra universitas parsial, memiliki efek positif. Faktor lingkungan, citra perguruan tinggi, motivasi dan prospek secara bersamaan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan siswa dalam memilih perguruan tinggi di Politeknik RS dr. Soepraoen Malang. variabel lingkungan, citra perguruan tinggi, motivasi dan prospek mampu memberikan kontribusi 21,6% terhadap variabel keputusan, sehingga sisanya ditentukan oleh variabel lain yang tidak diteliti. Kata Kunci: Lingkungan, Citra Pendidikan Tinggi, Motivasi, Prospek, Keputusan ABSTRACT This research was conducted at the Polytechnic dr. Soepraoen Malang which aims to identify and analyze the influence of the environment, the image of higher education, motivation and prospects towards the decision in choosing a college student at the Polytechnic dr. Soepraoen Malang and to determine the dominant variable influencing the decision polytechnic students in choosing dr. Soepraoen. By using the technique of sampling probabilities sampling using simple random sampling as 55 respondents representative of the population in the student's decision to study at the Polytechnic dr. Soepraoen Malang. The results show based on the results of research and discussion by using multiple linear regression analysis computer program assisted SPPS for Windows can be deduced and the equation obtained from the calculation results can be comprised of multiple linear regression equation as follows: Y = 16,542+ 0,300X1 + 0,046X2 - 0,405X3 - 0026 X4 + e. The results of this study concluded that each independent variable, environmental factors and the partial image of the university, has a positive effect. Environmental factors, the image of higher education, motivation and prospects simultaneously have a significant influence on the decision in choosing a college student at the Polytechnic dr. Soepraoen Malang. Environment variables, the image of the college, motivation and prospects are able to contribute 21.6% of the decision variables, so the determined by other variables not examined. Keywords: Environment, Image Of Higher Education, Motivation, Prospect, Decision
SHOCK INDEX (SI) DAN MEAN ARTERIAL PRESSURE (MAP) SEBAGAI PREDIKTOR KEMATIAN PADA PASIEN SYOK HIPOVOLEMIK DI RSUD GUNUNG JATI CIREBON Junaedi .; Janggan Sargowo; Tina Handayani Nasution
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Hipovolemik syok yang diakibatkan trauma maupun non trauma dapat menyebabkan kematian. Kematian disebabkan kehilangan sejumlah besar cairan tubuh atau darah yang terjadi pada kurang dari 24 jam atau 48 jam pertama sejak masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD). Diperlukan pengenalan tanda-tanda pada pasien yang berisiko terhadap kejadian syok untuk meningkatkan angka harapan hidup. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh Shock Index (SI) yang dihasilkan dari perhitungan dari rasio denyut nadi (HR) dan tekanan darah sistolik (SBP) dan Mean Arterial Pressure dari perhitungan 1/3 SBP + 2/3 DBP (tekanan darah diastolik) yang bermanfaat memprediksi kematian pasien syok hipovolemik < 24 jam dan 48 jam pertama masuk ke IGD RSUD Gunung Jati Kota Cirebon, Jawa Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kohort retrospektif pada bulan Januari 2015 – April 2016, terdiri atas variabel independen SI dan MAP dan variabel dependen yaitu mortalitas yang dibagi < 24 jam dan 48 jam. Kelompok SI dan MAP dibagi masing-masing dalam dua kelompok, yaitu SI ≤ 0,9 dan SI > 0,9 dan MAP ≥ 60 dan MAP < 60. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 29 data pasien, data SI dan MAP dicatat untuk dianalisa terhadap prediktor kematian < 24 jam dan 48 jam. Hasil dan Analisis: Analisis multivariat dengan regresi logistik menunjukkan MAP < 60 berpengaruh terhadap kematian pasien < 24 jam (Resiko Relatif (RR) 11,375, confidence interval (CI) 1,172-110,419, p = 0,036) dan memiliki nilai RR lebih tinggi dibandingkan dengan prediksi kematian 48 jam (RR 0,067 CI 0,007-0,653, p = 0,020). Area di bawah kurva (AUC) menunjukkan MAP 0,9 dan merupakan parameter yang cepat, akurat dan mudah digunakan. Kata kunci: syok hipovolemik, Shock Index, Mean Arterial Pressure, prediksi kematian. ABSTRACT Background: Hypovolemic shock resulting from traumatic injuries or nontraumatic continous to be the leading cause of death. Body of fluids loss or hemorrhagic deaths usually occur within the first 24 h or 48 h of admission to emergency department. Therefore, early identification of patients who are at risk for developing shock may improve survival. Objective the study was analyze whether the shock index (SI), given by the formula SI = heart rate/systolic blood pressure (HR/SBP), and Mean Arterial Pressure (MAP), given by the formula MAP = 1/3 SBP + 2/3 DBP (Diastolic Blood Pressure) are useful for predicting mortality at < 24 h and 48 h in hypovolemic shock adult patients admitted to the emergency department of Gunung Jati hospital at Cirebon City, West Java. Methods: A database of trauma patients admitted between January 2015 and April 2016 were retrospectively reviewed; the result according to the shock index and MAP were Independent variable determined, generating a dichotomous variable mortality was dependent variable with two groups: mortality at less than 24 h and mortality at 48 h, Both group SI and MAP divide into two groups for variable SI: (SI ≤ 0.9) and (SI > 0.9) and for variable MAP: (MAP ≥ 60) and (MAP < 60). Statistical analysis was performed. Results and Analysis: A total of 29 patients were analyzed, all had admission SI and admission MAP were noted to analyze with predictors of hostpital mortality by less than 24 h and 48 h. Multivariat regression analyses demonstrated that MAP < 60 correlate with predict hospital mortality less than 24 h (Risk Relative, RR 11,375, confidence interval (CI) 1,172-110,419, p = 0,036) and had higher RR of predict hospital mortality as compared to 48 h (RR 0,067 CI 0,007-0,653, p = 0,020) respectively. Study have used Receiver Operating Characteristic Curves to determine the accuracy of MAP in predicting hospital mortality by less than 24 h ranged from 0,555 – 0,939 (p = 0,043, AUC = 74,7%) that maintened higher sentivity (72,4%) specificity (68,9%) than 48 h (45% and 27,6%). Discussion and Summary: An initial MAP < 60 were strongest mortality predictor by less than 24 h greater than SI > 0,9 in hypovolemic shock adult patient in the emergency department and is also a quick, applicable and more accurate. Keyword: hypovolemic shock, Shock Index, Mean Arterial Pressure, mortality predictor

Page 2 of 19 | Total Record : 184