cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
EDUKASIA
ISSN : 19077254     EISSN : 25023039     DOI : -
Core Subject : Education,
Articles to be received and published in the Journal of EDUKASIA are included in the scope of Islamic Education.
Arjuna Subject : -
Articles 496 Documents
ANALISIS PERSEPSI PELAJAR TINGKAT MENENGAH PADA SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI KUDUS Akbar, Rofiq Faudy
EDUKASIA Vol 10, No 1 (2015): EDUKASIA
Publisher : EDUKASIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persepsi adalah pandangan secara umum atau global mengenai suatu obyek dilihat dari beberapa aspek yang dapat difahami oleh seseorang. Mengetahui persepsi masyarakat terhadap suatu lembaga pendidikan merupakan upaya untuk melihat keinginan atau ekspektasi masyarakat terhadap lembaga tersebut. Perguruan tinggi sebagai lembaga sosial yang tumbuh dan berkembang untuk masyarakat tidak terlepas dari target yang dibutuhkan oleh masyarakat itu sendiri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap STAIN Kudus. Masyarakat dalam penelitian ini dikhususkan pada pelajar tingkat menengah dari Madrasah Aliyah dan Sekolah Menengah Atas. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif  karena penelitian ini  disajikan dengan angka,  tabel  dan  diagram. Hasil  dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi perbedaan persepsi pelajar Madrasah Aliyah dan Sekolah Menengah Atas terhadap STAIN Kudus.Kata kunci: Persepsi, Pelajar, STAIN KudusHIGH SCHOOL STUDENTS’ PERSCEPTION ANALYSIS TO STATE ISLAMIC COLLEGE  OF KUDUS (STAIN  KUDUS). Perception is a general or global view on an object viewed from several aspects  that can  be  understood  by someone. Knowing the  public perception of an educational institution  is an attempt  to see the public desire or expectation of the institution. University as social institution which grows and develops for society can not be separated from the target required by the community itself.  This study is conducted to know the public perception of STAIN Kudus. The society in this study is devoted  to students of  Madrasah Aliyah and senior high school. The study uses quantitative approach because this study is presented in numbers, tables, and diagram. This study show that there are some factor which influence the perception diffferences between Madrasah Aliyah and Senior Hight School Student to STAIN Kudus.Keywords:  perception, student, STAIN Kudus
MODEL PENGEMBANGAN KARAKTER MELALUI SISTEM PENDIDIKAN TERPADU INSANTAMA BOGOR Retnanto, Agus
EDUKASIA Vol 8, No 2 (2013): EDUKASIA
Publisher : EDUKASIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam tentang bagaimana model  pengembangan  karakter siswa pada Pendidikan Terpadu Insantama Bogor. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif  yaitu mengkaji perilaku  manusia dalam setting alamiah dengan fokus interpretasi budaya terhadap perilaku siswa. Nilai kegunaan atau urgensi dari penelitian ini diharapkan mempunyai implikasi  untuk membantu menyumbangkan pemikiran yang berkaitan dengan pendidikan, dalam rangka pencapaian tujuan Pendidikan Nasional dalam Sistem Pendidikan Nasional sehingga dapat menambah khasanah ilmu pendidikan khususnya dalam rangka membentuk manusia Indonesia seutuhnya.   Membantu  memberikan sebuah  konsep  sistem pendidikan yang dapat digunakan untuk menciptakan manusia cerdas sekaligus berakhlaq mulia yang mampu mengatasi berbagai macam problem yang sedang melanda manusia Indonesia yang sedang membangun.Kata Kunci: model, karakter, pendidikan ,terpadu.Abstract CHARACTER DEVELOPMENT MODEL THROUGH INTE- GRATED EDUCATION SYSTEM OF INSANTAMA BOGOR. This study aims to learn in depth about how the character development model works in students of the Integrated Education Insantama Bogor. This study uses qualitative  approach which examines human  behavior in a natural  setting with a focus on cultural interpretation to such behavior. The urgency of this research is expected to have implications for helping contribute ideas related to education, in order to achieve the National  Education Goals in the national  education system so as to increase the repertoire of science education,  especially in order to form a good Indonesian. This study tries to provide an education system concept that can be used to create a smart man and have a good character which is able to a wide range of human problems that hit Indonesian.Keywords:  character, model, education system
EVALUASI HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) Ismanto, Ismanto
EDUKASIA Vol 9, No 2 (2014): EDUKASIA
Publisher : EDUKASIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  evaluasi hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI). Melalui  library research, evaluasi diketahui dengan  menggunakan pengukuran informasi dan informasi hasil penilaian. Hasilnya diukur dengan memberikan skor (angka). Kemudian, skor tersebut dinilai dan ditafsirkan oleh aturan tertentu untuk menentukan tingkat kemampuan pribadi. Selain itu, hasil dari proses penilaian ini selanjutnya dievaluasi untuk menentukan tingkat pencapaian pribadi atau terprogram. Secara umum, ada dua teknik penilaian pendidikan,  yaitu tes dan  non-tes.  Berdasarkan hasil  penelitian   kualitatif  dengan memanfaatkan sumber berupa data atau dokumen, penelitian ini menggambarkan  bagaimana persiapan instrumen berdasarkan kognitif, afektif, dan psikomotor  evaluasi domain. Suatu set tes dan non-tes yang baik sebagai pengukur prestasi harus memiliki kriteria;  validitas, kepraktisan, kehandalan,  dan   ekonomi. Selanjutnya, analisis tes yang sesuai pada evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) terdiri dari tingkat kesukaran soal atau indeks kesulitan, daya pembeda, analisis pengecoh, analisis homogenitas item soal, dan efektivitas fungsi opsi.Kata kunci: Pendidikan  Agama Islam (PAI), belajar,evaluasiEVALUATION OF LEARNING RESULT ON ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION:  IDEALS AND  REALITY:  This study was conducted to know the studying result evaluation of Islamic Religious  Education.  The  evaluation  used  by using  information measurement  and asessment  result  information.   Through  library research, the result was measured by giving scores (number) then the score was assessed and interpreted by the rules to determine personal ability  level.  Moreover, the result of the  assessment  process is next evaluated to determine the personal or programmed achievement level. Generally, there are two educational  assessment techniques, namely test and non-test. This qualitative study used some data or document. Afterward, this study described how the preparation of the instrument, based on cognitive, affective, and psychomotor evaluation domains. A set  of good  tests  and non-tes  as achievement  measurer  should have these criteria; validity,  practicability, reliability, and economy. Furthermore, the analysis of test items which is appropriate for Islamic Religious Education  learning evaluation  consists of difficulty index, discriminating power, spieler analysis, item homogeneous analysis, and optional functioning effectiveness.Keywords: Islamic Religious Education, learning outcome evaluation
PENDIDIKAN KAUM MINORITAS Farihah, Irzum; Izzati, Afina
EDUKASIA Vol 11, No 1 (2016): EDUKASIA
Publisher : EDUKASIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masih   terjadinya  kesenjangan  dalam   dunia  pendidikan formal seperti perbedaan status sosial, perbedaan agama atau kepercayaan/keyakinan membuat di  beberapa daerah terjadi kesenjangan yang mengakibatkan  berbedanya suatu kebijakan. Salah satu fenomena yang terjadi dialami siswa yang berasal dari keluarga Samin. Permasalahan  yang muncul adalah belum diakuinya kepercayaan  warga samin dalam sistem administrasi sehingga munculah keresahan warga Samin atas aturan yang berlaku. Melihat problem tersebut penelitian ini bertujuan melihat sejauhmana proses pendidikan yang didapatkan kaum samin (sedulur sikep) yang tergolong masyarakat minoritas. Penelitian ini berjenis kualitatif  dengan pendekatan grounded research. Teknik pengumpulan data  menggunakan snowball  sampling dengan mengambil beberapa informan kunci. Hasil dari kajian ini didapatkan bahwa kaum Samin (Sedulur Sikep) sendiri sudah mulai terbuka dan menerima aturan-aturan dari pemerintah, mulai bisa menerima agama mayoritas dan mengikuti aturan yang berlaku di masyarakat meskipun dalam benak hati mereka tetap ingin memperoleh hak yang sama dan dihargai atas kepercayaan yang diyakininya.Kata kunci: pendidikan formal, minoritas,  saminMINORITY EDUCATION. The disparities in formal education such as social status, religion or belief/faith  differences make gaps in some areas. It leads the different policy. One of the phenomena  is experienced by students who come from Samin family. The problem is that their belief is not admitted  by administrative  system so they are still anxious with the applicable rules. Based on that problem, this study aims to examine  the extent of the educational process that obtained by Samin (Sedulur Sikep) belonging to minority. This research was qualitative research  with grounded approach. Data collection techniques  used snowball sampling which took several key informants. The results of this study showed that Saminists (Sedulur  Sikep) itself has begun to open and accept the rules of the government, the religion of the majority and follow the rules that are applied in the community. Even in their minds of hearts, they still want to acquire the same rights and their belief can be appreciated.Keywords:  formal education, minority, Samin.
PENILAIAN RANAH PSIKOMOTORIK SISWA DALAM PELAJARAN BAHASA Nurwati, Andi
EDUKASIA Vol 9, No 2 (2014): EDUKASIA
Publisher : EDUKASIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilaian tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar mengajar. Untuk memperoleh keterampilan  berbahasa yang baik,  maka penilaian psikomotorik  siswa dalam proses belajar mengajar perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penilaian psikomotorik  siswa dengan menggunakan  metode library research. Hasilnya menunjukkan bahwa penilaian hasil belajar psikomotor atau keterampilan harus mencakup persiapan, proses, dan produk. Ketiganya harus seimbang. Penilaian dapat dilakukan pada saat proses berlangsung yaitu pada waktu peserta didik melakukan praktik, atau sesudah proses berlangsung dengan cara mengetes peserta didik. Sebagai alternatif, tes pragmatik adalah tes untuk kompetensi psikomotorik yang ditawarkan. Tes tersebut adalah dikte,  berbicara, pemahaman parafrase, jawaban pertanyaan dan teknik cloze.Kata kunci: keterampilan berbahasa, penilaian psikomotorik, proses belajar mengajarAssessment cannot be separated from teaching and learning process. For having  good language  skills, psychomotoric  assessment  should be used. The purpose of this study was knowing the psychomotoric assessment  in language teaching. This  study  used  library  research method. The result showed that assessment of psychomotoric learning result or the  skills should  cover preparation,  process, and product. These three points dhould  be balanced. The assessment can be done when they have teaching and learning process. The appropriate  time is when students practice or after the students having learning process by testing them. As the alternatives, pragmatic test is offered. It is for measuring  the students’ psychomotoric competence. Those tests are dictation,  understanding   parafrase,  answering  question  and cloze technique. Keywords:  language skill, psychomotoric assessment, teaching and learning process
KONSEKUENSI PENDIDIKAN BAGI PEMELUK AGAMA LOKAL: ANALISIS KEBIJAKAN PENDIDIKAN Rosyid, Moh.
EDUKASIA Vol 9, No 1 (2014): EDUKASIA
Publisher : EDUKASIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan menelaah tentang konsekuensi pendidikan bagi pemeluk agama lokal. Untuk itu, dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif. Perolehan data bersifat studi kasus dan sumber data berupa pelaku yang merespon atas kebijakan negara di bidang pendidikan agama dalam jenjang pendidikan formal.  Pengumpulan data bersifat interaktif  dan fleksibel meliputi perumusan, pembatasan  masalah, dan informan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peserta didik yang beragama lokal (agama Adam) harus mengikuti pendidikan fomal dan menerima materi ajar pendidikan ‘Pancasila’,  sebagaimana amanat UU Nomor 20 Tahun 2003 yang menuangkan materi kurikulum dan PP Nomor 55 Tahun 2007 tentang pendidikan agama dan keagamaan. Disamping itu, peserta didik yang berusia produktif  jika tidak dididik dalam pendidikan formal pada dasarnya mengekang keinginan luhur diri anak yang bertolak belakang dengan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Pasal 9 ayat (1).Kata kunci: pendidikan,  agama, saminTHE   EDUCATIONAL  CONSEQUENCES  FOR   LOCAL RELIGIONS PEOPLE (EDUCATION POLICY ANALYSIS). This article aims at studying the education consequences for the local religions people. For that reason, in conducting the study author used a qualitative approach. The data achievement  are case studies and data sources in the form of principals who responded over the State policy in the field of religious education in the level of formal education. Data collection  is both interactive and flexible include formulation, restrictions on the issue, and the informant. The results of this research show that learners who are local religious people (the religion of Adam) should follow fomal education and receive the teaching material  of Pancasila education, as the mandate of the ACT Number 20 in 2003 that containing the curriculum material and government rule (PP) Number 55 in 2007 about religious education and religious affairs. In addition, learners who are productive if not trained in formal education basically curb the desire of the sublime self of the child flips with ACT Number 23 of 2002 on child protection article 9 paragraph (1). Keywords: education, religion, samin
PARADIGMA KRITIS PANCASILA DALAM DIMENSI PENDIDIKAN ISLAM Rahman, Arif
EDUKASIA Vol 10, No 1 (2015): EDUKASIA
Publisher : EDUKASIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengkaji  pancasila dalam dimensi pendidikan Islam. falsafah Pancasila belum dijadikan primadona utama  dalam setiap diskusi pendidikan.  Pendekatan dalam peneltian ini adalah penelitian kepustakaan. Lembaga-lembaga pendidikan belum begitu banyak memaknai Pancasila  bagian hal terpenting dan menjiwainya secara sadar. Apa yang digagas kemudian  adalah  bagaimana falsafah Pancasila   selayaknya dijadikan paradigma kritis dalam kondisi pendidikan saat ini. Hal yang demikian bisa jadi akan melahirkan sebuah pandangan yang genuine yang menawarkan sebuah gerakan dan kesadaran untuk menyelesaikan berbagai problem pendidikan. Perbedaan kondisi di bagian negara lain memberikan kita kesempatan menampilkan sebuah gagasan paradigma kritis pancasila.  Dalam kehidupan masyarakat  yang lebih luas Pancasila  yang menggema hanya sebatas nama kurang terlihat bentuknya seperti apa jika menjadi penawar obat kesembuhan pendidikan saat ini. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa posisi pancasila seharusnya memang mendapat ruang yang berarti, di satu sisi karena prinsip-prinsip Pancasila  terilhami dari Islam, disisi lain  Islam memberikan legitimasi yang kuat bagi terlaksananya prinsip Pancasila yang sejalan dengan landasan Islam.Kata kunci: paradigma, kritis, Pancasila, pendidikan, IslamCRITICAL PARADIGM  OF  PANCASILA IN THE DIMEN- SIONS OF ISLAMIC EDUCATION. This study aims to examine the Pancasila in the Islamic educational dimension.The philosophy of Pancasila  has not made a prima donna in any discussion  of education. This study  uses library research. Institutions  have not so many interpret Pancasila as the most important thing and make it as the spirit consciously. What was conceived then is how the philosophy of Pancasila should be made as a critical paradigm in the condition of education today. Such things could be going to deliver a view that offers a genuine movement  and awareness to resolve various problems in education. The difference of conditions in others countries gives us a chance to display a critical paradigm of Pancasila. In the life of the wider community, Pancasila that echoes only as the name. Its shape is less visible if it be the antidote to cure a disease of the current education. The result of tihis articel shows that the position of Pancasila indeed should get a meaning space, on the one hand it because the principles of Pancasila was inspired from Islam, on the other hand Islam gave strong legitimacy to the implementation  of the principles of Pancasila which is in line with Islam.Keywords: critical, paradigm, Pancasila, Islamic, education
PERAN KELUARGA, SEKOLAH, DAN MASYARAKAT DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER BERKUALITAS Subianto, Jito
EDUKASIA Vol 8, No 2 (2013): EDUKASIA
Publisher : EDUKASIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter merupakan langkah  sangat penting dan strategis dalam  membangun kembali jati  diri  bangsa dan menggalang pembentukan masyarakat Indonesia baru. Pendekatan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa membentuk  siswa yang berkarakter bukan suatu upaya mudah dan cepat. Hal tersebut memerlukan upaya terus menerus dan refleksi mendalam  untuk membuat rentetan (Moral  Choice)  keputusan moral yang harus ditindaklanjuti dengan aksi nyata, sehingga menjadi hal yang praktis dan reflektif. Diperlukan sejumlah waktu untuk membuat semua itu menjadi (custom) kebiasaan dan membentuk watak atau tabiat seseorang. Karakter pendidikan harus  melibatkan   berbagai pihak,   di keluarga dan rumah tangga, lingkungan sekolah, dan masyarakat. Hal ini merupakan langkah utama yang harus dilakukan ialah menyambung kembali hubungan dan jaringan pendidikan yang nyaris putus diantara ketiga lingkungan  pendidikan tersebut. Pembentukan sifat dan karakter pendidikan tidak akan pernah berhasil  selama  diantara ketiga lingkungan  pendidikan tidak ada keharmonisan dan kesinambungan. Melihat kenyataan ini, membentuk  karakter siswa yang berkualitas diperlukan pengaruh yang kuat dari keluarga, sekolah, dan mayarakat.Kata kunci: peran keluarga, sekolah, masyarakat, karakterROLE OF THE FAMILY, SCHOOL AND SOCIETY IN CREATING A QUALITY CHARACTER. Character education is a very important  and strategic step in the rebuilding of national identity and mobilize  the formation  of new Indonesian  society. This study uses library research. The result of this study is that forming character of students  is not an easy and quick effort. It requires continuous effort and deep reflection to make  a series of Moral Choice (moral judgment) that must be followed  up with concrete action,  so that it becomes practical and reflective. The necessary amount  of time to make it into a custom (habit) and establish a character or a person’s character. Character education should involve various stakeholders, in the family and household, school, and community. This is a major step that must be done  is to reconnect the relationship and educational networks that breaking point between the third educational environment. The formation of the nature and character education will never succeed as long as the third among the educational environment there is no harmony and continuity.Keywords: The role of family, school, community, character
PEMBELAJARAN MELALUI BRAIN BASED LEARNING DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Chamidiyah, Chamidiyah
EDUKASIA Vol 10, No 2 (2015): EDUKASIA
Publisher : EDUKASIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel  ini bertujuan untuk memberikan gambaran serta menganalisis model pembelajaran  melalui “brain based learning” dalam pendidikan anak usia dini. Penelitian  ini  berbentuk penelitian kepustakaan (library  research) dengan menggunakan metode pendekatan deskriptif analisis terhadap tema-tema Brain based learning yang merupakan model pembelajaran yang sangat tepat diterapkan dalam pendidikan anak usia dini. Pembelajaran dan pengajaran  Brain based mengacu pada pemberdayaan potensi otak.  Ada tiga strategi dalam brain based  learning.  Pertama, menciptakan lingkungan  belajar yang menantang kemampuan berfikir  siswa.  Kedua,  menciptakan lingkungan pembelajaran yang menyenangkan. Ketiga, Menciptakan situasi yang aktif dan bermakna bagi siswa (active learning). Pada periode anak usia dini seluruh aspek perkembangan anak sangat peka, sehingga masa ini perlu dikelola secara optimal melalui upaya berbagai stimulasi yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Dengan mengetahui perkembangan anak,  brain based learning sesuai diterapkan dalam pengajaran dalam pendidikan anak usia dini.kata kunci: pembelajaran, pendidikan, anak usia dini, brain based learningBRAIN BASED LEARNING IN CHILDHOOD EDUCATION. This article aims to provide an overview of the learning through brain based learning in childhood  education.  This study is library research by using analytical descriptive approach to Brain based learning themes as a learning model actually has its own interesting bargaining power to be applied in the learning process ecpecially in the Early Childhood Education.  Brain-based teaching and learning offers a concept to create learning oriented to the empowerment of student’s brain potential. There are three strategies that can be developed in implementation of brain based  learning.  First, create a learning environment that challenges students’ thinking  ability.  Second, create a fun learning environment.  Third, create a situation of active and meaning ful for students.  By knowing  the brain development  in children,  parents and teachers can apply the appropriate education and teaching to the children.Keywords: learning , early childhood education, brain based learning
DINAMIKA MADRASAH DINIYAH: SUATU TINJAUAN HISTORIS Nizah, Nuriyatun
EDUKASIA Vol 11, No 1 (2016): EDUKASIA
Publisher : EDUKASIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi  madrasah diniyah dari tinjauan historis. penelitian ini adalah dengan pendekatan kepustakaan. Madrasah Diniyah memberikan kesadaran untuk Masyarakat Islam tentang keberadaan Pendidikan Agama. Dalam perkembangannya, telah menyebabkan pembaharuan Pendidikan Islam.  Pada Madrasah tahap berikutnya diniyah masih telah menerima pengakuan dari pemerintah sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional di Indonesia.  Ini juga memiliki  tingkat pendidikan seperti pendidikan dasar yang disebut madrasah diniyah ula atau awaliyah, sekunder pendidikan disebut diniyah wustho dan ulya terdiri dari tiga tingkat,  yang setara dengan tingkat MTs dan MA.  Madrasah diniyah adalah karakteristik pendidikan  Islam yang memiliki dinamika yang signifikan sejak awal keberadaannya.Kata kunci: madrasah, sejarah, pengembanganTHE DYNAMICS OF MADRASAH DINIYAH: A HISTORICAL REVIEW. Madrasah Diniyah provides awareness to Islamic Society on the existence of Religious Education. In its development, it has led to the renewal of Islamic Education. At a later stage Madrasah diniyah has still been receiving recognition from the government  as part of the national education system in Indonesia. It also has education levels such as primary education called madrassas Diniyah ula or awaliyah, secondary education called diniyah wustho and Ulya consist of three levels, which are equivalent to the level of MTs and MA. The Madrasah diniyah is the characteristic of Islamic education which has significant dynamics since the beginning of its existence.Keywords: madrasah, history, development

Page 5 of 50 | Total Record : 496