cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
EDUKASIA
ISSN : 19077254     EISSN : 25023039     DOI : -
Core Subject : Education,
Articles to be received and published in the Journal of EDUKASIA are included in the scope of Islamic Education.
Arjuna Subject : -
Articles 496 Documents
MANAJEMEN EVALUASIPENDIDIKAN ISLAM DI STAIN KUDUS Kisbiyanto, Kisbiyanto
EDUKASIA Vol 9, No 2 (2014): EDUKASIA
Publisher : EDUKASIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencapaian tujuan  pendidikan Itu  diukur  melalui   evaluasi pendidikan. Evaluasi merupakan salah satu faktor penting dalam pembelajaran. Dalam penelitian  ini, tujuan yang ingin dicapai adalah mengetahui manajemen evaluasi pendidikan agama islam yang ada di STAIN Kudus. Penelitian  kualitatif ini mengolah data atau dokumen yang ada di STAIN Kudus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa STAIN Kudus memiliki banyak prosedur untuk mengevaluasi kompetensi  mahasiswa, baik test, non-test, presentasi makalah dan penelitian lapangan. Ada banyak jenis mata kuliah, baik mata kuliah yang bersifat teoritis dan praktis. Mahasiswa akan lulus memperoleh  nilai 2.00 akan lulus, kecuali Praktik Profesi Lapangan (PPL) yang menjadi mata kuliah utama. Mahasiswa akan lulus mata kuliah PPL jika memperoleh nilai minimal 3.49.kata kunci: manajemen, evaluasi, stain kudusEVALUATION MANAGEMENT OF ISLAMIC EDUCATION STUDY IN STAIN KUDUS. The attainment  of education purpose is measured by education evaluation. The evaluation is one of important factors in teaching and learning process. In this research, the purpose is knowing the evaluation management  of islamic education in State Islamic College of Kudus (STAIN Kudus). This qualitative research showed that STAIN Kudus has many procedures to evaluate students’ competence, whether it is test, non test, paper presentation and field research. There  are various  subjects, both theoritical and practical subject.  many procedures standard  to evaluate  the  competence of students, namely test and non-test, and also presentasion of papers and field research. There are many subject matters, both of theoritical and practical subject. Students who get 2.00 will pass, except practice of teaching as a main prophetic  subject, they  will pass with more condition, such as 3.49.Keywords: management, evaluation, STAIN Kudus
PENERAPAN BIMBINGAN KONSELING PENDIDIKAN DALAM MEMBENTUK KEDISIPLINAN LAYANAN BIMBINGAN PENGEMBANGAN DIRI Haryuni, Siti
EDUKASIA Vol 8, No 2 (2013): EDUKASIA
Publisher : EDUKASIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan  dari  tulisan ini  adalah untuk  mengetahui peranan bimbingan konseling pendidikan dalam membentuk kedisiplinan. Kajian ini membahas tentang proses pembentukan lingkungan dan upaya orang dewasa untuk membantu mencapai disiplin pribadi. Anak-anak kasus untuk mengikuti aturan menjadi tugas norma dewasa untuk membantu mereka menyesuaikan dan mengikuti aturan.  Disiplin milik aset anak dalam menghadapi tantangan hidup mandiri di fase berikutnya. Orang tua dan guru dapat bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang kondusif sehingga siswa dalam proses pendidikan dapat mengoptimalkan potensi daya untuk prestasi mereka, kemampuan untuk menangani masalah, dan tugas-tugas perkembangan  anak. Pendidikan yang lengkap dalam keluarga, di sekolah dan masyarakat akan membuat anak-anak menjadi generasi penerus yang terus mengembangkan diri memenuhi tuntutan budaya dan masa depan menjawab. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa peranan bimbingan konseling pendidikan dalam  membentuk kedisiplinan meliputi  menaati aturan, kesadaran diri, alat pendidikan, dan hukuman.Kata kunci: disiplin, bimbingan , konseling, pengembanganTHE APPLICATION OF  EDUCATION COUNSELING GUIDANCE IN  CREATING DISCIPLINE (Self Development Guidance  Service). The  aim of this  study  is to know the  role of education  counseling guidance in creating discipline. It is an environmental  formation  process and the efforts of adults in helping to achieve, personal discipline. Discipline becomes the children’s asset in facing the independent  life challenges in the next phase. Parents and teachers can work together to create a conducive environment  so that students in the educational process can optimize  the power potential for their achievement, the ability to deal with the problems, and child development tasks. Complete education in the family, at school and the community  will make the children become the next generation who constantly develop themselves meet the demands of culture and answering future. The result of this study  showed that the  role of education  conseling guidance in creating disciplines are obeying the rules, self-awareness, educational tools, and punishment.Keywords: discipline, guidance and counselling , self-development
PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM MENURUT M. AT}IYAH AL-ABRA>SYI DALAM KITA>B AT-TARBIYAH AL-ISLA>MIYYAH WA FALA>SIFATUHA Falah, Ahmad
EDUKASIA Vol 10, No 1 (2015): EDUKASIA
Publisher : EDUKASIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini mendeskripsikan pemikiran pendidikan Islam  Al Abras> yi dalam kitab> At Tarbiyah Al-Islam> iyyah wa Falas> ifatuha dan relevansinya dengan konsep pendidikan kekinian yang meliputi tujuan, metode, kurikulum, dan  juga menyangkut pendidik dan anak didik sangat relevan dengan pendidikan dewasa ini. Pendekatan dalam peneltian ini adalah penelitian kepustakaan. Al-Abra>syi    adalah seorang cendekiawan,  tokoh pendidikan, ulama dan seorang guru besar yang hidup pada abad XX di Mesir. Pemikirannya tentang pendidikan Islam banyak dipengaruhi oleh pemikiran Ibnu Sina, Imam al-Ghazali dan Ibnu Khaldun. Hasil dari kajian ini menyimpulkan bahwa pendidikan Islam memang mengutamakan pendidikan akhlak yang merupakan ruhnya, tetapi tidak mengabaikan  masalah mempersiapkan  seseorang untuk hidup, mencari rizki dan tidak pula melupakan pendidikan jasmani, akal, hati, kemauan, cita-cita, keterampilan tangan, lisan dan kepribadian.Kata kunci: pendidikan Islam, al Abra>syi, Kita>b at-Tarbiyah al- Isla>miyyah wa Fala>sifatuhaTHE ISLAMIC EDUCATION THOUGHT ACCORDING TO M. At}iyah AL-Abra>syi IN AL-TARBIYAH AL-ISLA>MIYYA WA FALA>SIFATUHA. This study aims to describe the Al Abra>syi Islamic educational thought  in the book At Tarbiyah  Al-Islamiyyah wa Falasifatuha and relevance to the educational concept of the present. The thinking of M. At}iyah al-Abra>syi in al-tarbiyah al-Islamiyah wa Falasifatuha book about education that includes the purpose, methods, curriculum, and also concerns to the educators and students are very relevant to education today. The approach of this study is library research. Al-Abra>syi was a scholar, an education personage, scholars and a great teacher who lived in the XX century in Egypt. His thoughts on the Islamic education thought much influenced by Ibn Sina, al- Ghazali and Ibn Khaldun. The result of this study show that Islamic education was indeed prioritizes the morals education which is their true meaning, but not neglecting the issue prepare a person for life, seeking rizqi nor forget the physical education, intellect, heart, will, goals, skills, and personality.Keywords: Islamic  education,  al Abra>syi,  Kitab at-Tarbiyah  al- Islamiyya wa Falasifatuha.
MANAJEMEN KURIKULUM BIDANG PENELITIAN DI STAIN KUDUS Hikmah, Nurul
EDUKASIA Vol 9, No 1 (2014): EDUKASIA
Publisher : EDUKASIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang pengorganisasian kurikulum bidang penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.  Tujuannya untuk (1) menjelaskan perencanaan kebijakan kurikulum bidang penelitian, (2)  mendeskripsikan  silabi kurikulum bidang penelitian,  dan (3)   mendeskripsikan satuan  acara  perkuliahan kurikulum bidang penelitiandi STAIN Kudus. Adapun hasil penelitiannya sebagai berikut: (1) perencanaan kurikulum 2008 STAIN Kudus menggunakan pendekatan dengan polaintegrated  curriculum, (2)  Silabi  ketiga mata kuliah serumpun bidang penelitian itu berbeda secara jelas dari aspek ruang lingkupnya, (3) Satuan acara perkuliahan untuk ketiga mata kuliah rumpun bidang penelitian disusun dengan komponen kode mata kuliah, kelompok jenis mata kuliah, program studi, strata kesarjanaan, bobot sistem kredit semester, tatap muka empat belas kali, waktu sesuai bobot kredit, standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, materi pokok, metode pembelajaran, sistem penilaian, serta bahan dan sumber belajar.Kata kunci : kurikulum, penelitian, STAIN Kudus CURRICULUM MANAGEMENT OF RESEARCH  IN STAIN KUDUS. Research on organizing curriculum in area of research uses a qualitative approach. The goal is to (1) describe the policy planning  curriculum  research  field,  (2)  describe the  curriculum  syllabus  of research areas, and (3) describe the event lecture curriculum unit area of research at STAIN Kudus. The results of his research as follows: (1) curriculum planning 2008 of STAIN Kudus uses integrated curriculum approach, (2) the syllabus of three subjects allied fields of study that differs clearly from the aspect of its scope, (3) Units event lecture for three courses grove area of research compiled by the component  code of subjects, types of courses, programs of study, undergraduate scholarship, the weight of credit semester system, face to face fourteen times, time according to the weight of the credit, the standard  of competence, basic competence, indicators, materials  principal, teaching methods, assessment systems, as well as materials and learning resources. Keywords: curriculum, research, STAIN KUDUS
Pendidikan Karakter Siswa Melalui Ibadah Puasa Dermawan, Oki
EDUKASIA Vol 8, No 2 (2013): EDUKASIA
Publisher : EDUKASIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengajarkan agama menggunakan nilai-nilai etika dengan contoh dari keluarga, sekolah dan masyarakat melalui  praktek ibadah, seperti puasa bersama, membaca dan memahami kitab suci Al-Qur’an. Dalam bahasan ini digunakan metode pustaka dengan menggunakan deskripsi analisis. Puasa akan menyebabkan orang untuk memiliki prinsip yang kuat, kesabaran, dan keikhlasan tidak menyerah dan memiliki solidaritas dan saling mencintai.  Ketika nilai dari sifat manusia kembali, maka nilai kesetaraan dan solidaritas akan mewarnai hari- hari siswa, puasa memiliki dimensi horizontal dengan kehidupan sosial yang kuat seperti amal, disajikan makanan anak-anak yatim, menjadi sabar ketika mendapat cobaan. Setelah bulan Ramadan, siswa diajarkan kegiatan Sunah puasa bersama dua kali seminggu yaitu Senin-Kamis. Ide Sunah puasa adalah menjadi pengaruh yang sangat efektif pada pembentukan karakter siswa. kata kunci: pendidikan karakter, puasaAbstract STUDENTS’ CHARACTER EDUCATION TROUGH  THE FASTING. This study examine how the way to teach a religion using ethical values by example from the family,  school and community through the practice of worship, such as fasting together, reading and understanding the Qur’an. In the discussion, this study uses library risearch throught  analytical descriptive approach. Fasting will cause people to have strong principles, patience, and sincerity does not give up and have the solidarity and love each other. The result of this study show that the fasting is able to return, so at thet time. When the value of human nature came back, then the value of equality and solidarity will color the days of the student, fasting has a horizontal dimension with a strong social life such as charity, served meals the orphans, be  patient in accepting the  problem.  After  Ramadanin,  students are taught the activities of Sunnah  fasting together twice a week on Monday-Thursday. The idea of Sunnah  fasting is to be very effective influence on the formation of student character.Keywords: character education, fasting
MODEL EVALUASI PEMBELAJARAN MATA KULIAH STRATEGI PEMBELAJARAN PAI Miftahurrohmah, Miftahurrohmah
EDUKASIA Vol 9, No 2 (2014): EDUKASIA
Publisher : EDUKASIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model  evaluasi pembelajaran  harus  senantiasa ditingkatkan kualitasnya, tidak hanya pada proses belajar mengajar di kelas saja. Model  evaluasi pembelajaran  akan meningkatkan kualitas belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji model pembelajaran yang dipakai dalam proses belajar mengajar mata kuliah Model  Belajar  Mengajar Pendidikan Islam dan untuk mengetahui peran antar  variabel yaitu   proses  pembelajaran mata kuliah strategi pembelajaran  pendidikan Agama Islam (PAI) terhadap output pembelajaran mata mata kuliah Strategi Pembelajaran  pendidikan Agama Islam (PAI). Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa  Tarbiyah Jurusan Pendidikan Islam, STAIN  Kudus  yang  berjumlah 152  orang.  Subjek penelitian diambil dengan menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data  dilakukan   dengan  menyebarkan angket dan analisis menggunakan   Structural  Equation  Model (SEM). Hasil  penelitian   ini  menunjukkan bahwa pengaruh  proses pembelajaran  mata kuliah Strategi Pembelajaran  PAI terhadap output  pembelajaran  mata kuliah strategi pembelajaran  PAI dapat diterima. Dan proses pembelajaran mata  kuliah strategi pembelajaran  pendidikan  Agama Islam (PAI) memiliki pengaruh besar terhadap output pembelajaran mata mata kuliah Strategi Pembelajaran pendidikan Agama Islam (PAI).Kata kunci: model, evaluasi, pembelajaran, pendidikan,  PAI.EVALUATION MODEL ON  “STRATEGI  PEMBELAJARAN PAI” TEACHING. Teaching evaluation model should be improved, not only its teaching and learning process. Teaching evaluation model improve the teaching and learning quality. This research aims to test the process of learning and teaching subject lesson of process of learning and teaching Islamic Education model and to know the analysis result of variables. They are teaching and learning process of subject ‘Strategi Pembelajaran PAI’ (Learning Strategy of Islamic Education).  The subjects in this research were Tarbiyah Department students on Islamic Education  Major of Kudus State Islamic College. The subjects in this study taken by using random  sampling  technique. They were 152 students. The data collection conducted by disseminating questionare. The analisis used Structural Equation Model (SEM). Then, the result of research showed that the influence of teaching and learning process to the output  was received and the process of learning and teaching had good influence to the learning and teaching output.Keywords: model, evaluation, learning , education islam
“SEKOLAH JALANAN” POTRET PENDIDIKAN KOMUNITAS PALL PUNK KUDUS Hidayah, Nur
EDUKASIA Vol 11, No 1 (2016): EDUKASIA
Publisher : EDUKASIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persepsi orang terhadap pendidikan sangat beragam. “Sekolah Jalanan”  menjadi jargon dari komunitas Pall Punk terhadap pendidikannya.  Jargon  “Sekolah Jalanan” yang diucapkan para anggota komunitas Pall Punk menunjukkan bahwa pada dasarnya komunitas Pall Punk membutuhkan pendidikan seperti masyarakat pada umumnya. Penelitian ini berusaha menyingkap lebih jauh pandangan komunitas Pall Punk terhadap pendidikan, khusunya terhadap jargon “sekolah jalanan”. Penelitian  ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil dari kajian ini adalah potret pendidikan jalanan ala Pall punk.  Hal ini ditandai dengan adanya beberapa anggota Pall Punk dalam memenuhi kebutuhan -pendidikan- melalui sebuah institusi. Disisi lain tidak sedikit anggota Pall Punk tidak sekolah, karena implikasi dari jargon “sekolah jalanan”. Sedangkan  polarisasi yang terjadi bukanlah suatu kontradiksi melainkan -dalam pandangan mereka adalah-kebebasan berekspresi dan memilih, dan hal itu menjadi hak bagi setiap anggota yang bergabung dalam komunitas. Hal itu tidak menjadikan anggota punk yang sekolah –di lembaga- berani keluar dari komunitasnya.kata kunci : Pendidikan, Jalanan, Pall Punk.“SEKOLAH JALANAN” EDUCATION IN PALL PUNK COMMUNITY OF  KUDUS. The  perception  of people towards education  is very diverse. «Sekolah Jalanan” becomes jargon of Pall Punk  community  towards education. Jargon “Schools Streets” which is stated  by Pall  Punk community  members  shows that basically Pall Punks  need education community. This research analyzed the Pall Punk community’s view to education, especially jargon “Sekolah Jalanan”. This study used a qualitative method with phenomenological approach. Result from this study was style portrait of Pall punk. It is characterized by the presence of several members of Pall Punk joining class or education. In contrary, not few members of Pall Punk who do not study because of the implications of jargon “Sekolah Jalanan”. The polarization is not a contradiction but -in their view is-freedom of expression and choice, and it will be right for every member who joined the community.  This reason does not make the punk members who study in the formal institution will stop their study.keywords: Education, Street,Pall Punk .
INOVASI DALAM PEMBELAJARAN MATA KULIAH PRAKTIKUM BAHASA INGGRIS DI STAIN KUDUS Erzad, Azizah Maulina
EDUKASIA Vol 10, No 2 (2015): EDUKASIA
Publisher : EDUKASIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulisan artikel ini dilatarbelakangi oleh semakin berkembangnya teknologi dan informasi yang meningkat dengan bebas. Atas dasar tersebut, penulis memandang bahwa perkembangan  teknologi ini harus dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh guru dalam dunia pendidikan.  Penelitian  ini, berbentuk penelitian kualitatif dengan pendekatan. Penulis telah mengamati beberapa inovasi dalam pengajaran Praktik Bahasa Inggris yang diterapkan oleh beberapa dosen Bahasa Inggris di STAIN Kudus. Berbagai macam metode telah  diterapkan oleh Dosen Bahasa Inggris di STAIN Kudus dalam mengajar Praktikum Bahasa Inggris. Hal ini dipengaruhi oleh berbedanya daya kreativitas masing- masing dosen, sarana atau fasilitas yang dimiliki oleh dosen atau kampus, dan yang lebih utama ialah berbedanya kompetensi dari mahasiswa tiap-tiap kelas,  prodi atau jurusan.  Sehingga metode yang dipilih pun harus disesuaikan dengan kemampuan dari  mahasiswa masing-masing kelas/prodi/jurusan.   Inovasi pembelajaran ini dimaksudkan untuk mewujudkan pembelajaran yang aktif, efektif, menyenangkan,  dan menarik bagi mahasiswa. Serta yang terpenting yaitu pesan yang ingin disampaikan dosen kepada mahasiswa dapat diterima dan dipahami.Kata kunci: inovasi, praktikum, bahasa InggrisLEARNING INNOVATION IN ENGLISH PRACTICUM CLASS IN STAIN KUDUS. The writing of this article was effected by the development of technology and information  which increasing freely. On the basis of these, the author looked at that development of this technology should be utilized with the best by the teachers in the world of education. This study  is Qualitative  research by using analytical descriptive approach. The author  had observed some innovation  in the teaching of English Practicum which has been applied by English lecturers of STAIN Kudus. A variety of methods have been applied by them in teaching English Practicum. It is influenced by a different power of creativity each lecturer, means or facilities owned by a lecturer or campus, and the more mainstream is the different competencies of students  for each class, study program  or majors. Therefore, the selected method must be adjusted with the ability of the students of each class/ study program/majors. The learning innovation  is intended to embody the learning that is active, effective, fun, and interesting for the students. Furthermore, the most important  thing is the message that will be delivered by lecturers to students can be accepted and understood.Keywords: innovation, practicum, English
HOMESCHOOLING DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM DAN UNDANG-UNDANG SISDIKNAS Asrori, Asrori
EDUKASIA Vol 9, No 1 (2014): EDUKASIA
Publisher : EDUKASIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang homeschooling dalam sudut pandang pendidikan islam dan undang-undang sisdiknas.  Berdasarkan hasil analisis kepustakaan,  diperoleh hasil bahwa homeschooling adalah sebuah kegiatan belajar yang dilakukan di rumah dan tidak di lembaga sekolah dengan sistem yang terprogram. Di Indonesia mempunyai pijakan yang sangat kuat yaitu berdasarkan undang- undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 27 termasuk pendidikan informal, dasar lain yang bisa di jadikan pijakan adalah dasar filosofi yaitu pembukaan UUD 1945 dimana pemerintah diwajibkan melindungi seluruh rakyatnya.  Sedangkan  homeschooling berda- sarkan perspektif Pendidikan Islam mempunyai dasar dalam al- Qur’an dan as-Sunnah dan telah di lakukan oleh para penyebar agama Islam yang telah mendidik masyarakat Islam dengan nilai- nilai al-Qur’an di surau, masjid dan pondok pesantren.kata kunci: Homeschooling, Perspektif, Pendidikan, islamHOMESCHOOLING  IN THE PERSPEKTIVE  OF ISLAMIC EDUCATION AND SISDIKNAS RULES. This  study  aims  to examine about home schooling in islamic education and sisdiknas rules point of view. Based on the analysis of literature, the result showed that homeschooling  is a learning activity that is done at home and not in school institutions  with programmed  systems. Indonesia has a very strong foundation  to hold it.   That is based  on Law No. 20, 2003Article 27, including informal education. Another  foundation  is the basic philosophy of the opening of UUD 1945 in which the government is obliged  to protect all citizens. While  based on the perspective of Islamic Education, homeschooling has basis in the Qur’an and Sunnah and has been done by Muslim missionaries who have educated Islamic society with the values of the Koran in the mosque and boarding. Keywords: Homeschooling , Perspective, Islamic, Education
REDEFINISI ONTOLOGI ASWAJA DALAM PENDIDIKAN MA’ARIF DI ERA KONTEMPORER Hidayah, Nur
EDUKASIA Vol 10, No 1 (2015): EDUKASIA
Publisher : EDUKASIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan redefinisi ontologi aswaja dalam pendidikan ma`arif di era kontemporer. Pendekatan dalam peneltian ini adalah penelitian kepustakaan. Makna Aswaja selalu mengalami pergeseran dari waktu ke waktu. Di sisi lain, konsep aswaja selalu memiliki makna yang berbeda ketika sudah berafiliasi dengan kelompok tertentu. Tak terkecuali, Nahdhatul Ulama sebagai organisasi kemasyarakatan juga memiliki konsep yang khas mengenai aswaja. Hal ini secara langsung berpengaruh pada lembaga-lembaga yang bernaung dibawahnya, seperti halnya Ma’arif. Seiring dengan perkembangan zaman, aswaja NU menjadi semakin ekslusif akibat dari pemahaman para pengikutnya. Banyak kritikan-kritikan dari para tokoh NU kontemporer yang muncul. Definisi aswaja kemungkinan besar akan kembali menjadi ekslusif di kalangan NU. Dari sini diperlukan definisi baru dari sudut pandang lain. Hasil dari kajian ini menyimpulkan bahwa sikap taat dan tunduk pada Allah secara total yang bermuara dari ilmu yang senantiasa diamalkannya adalah definisi baru dari Aswaja ditinjau dari sudut pandang ontologi yang penulis coba tawarkan dalam penulisan ini.Kata kunci: ontologi aswaja, pendidikan ma’arif, kontemporerREDEFINITION OF ASWAJA ONTOLOGY IN THE CONTEM- PORARY ERA OF MA’ARIF  EDUCATION.  This study aims to describe the redefinition of aswaja ontology in ma’arif education in the contemporary  era. The approach of this study is library research. The meaning of Aswaja has always experienced a shift from time to time. On the other hand, the concept of aswaja has always had a different meaning when it was affiliated with a particular group. No exception, Nahdhatul  Ulama as a civic organization   also  has a distinctive concepts regarding aswaja. It is directly influential on the institutions which take shelter below, as does Ma’arif. Along with the development of the times, aswaja NU are becoming increasingly exclusive as the result of understanding his followers understanding. Much of the criticisms from the contemporary proponents of NU has been appeared. The definition of aswaja will most likely return to being exclusive among NU. Consequently, it takes a new definition from another point of view. The result of this study sum that attitude of obedience and submission to God in total that rises from the science that always be applied is the new definition of Aswaja reviewed from the viewpoint of ontology that the writer tries to offer in this writing.Keywords: Aswaja ontology, ma’arif education, contemporary

Page 6 of 50 | Total Record : 496