cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Elementary: Islamic Teacher Journal
ISSN : 23550155     EISSN : 25030256     DOI : -
Core Subject : Education,
ELEMENTARY Journal (Print ISSN: 2355-0155; Online ISSN: 2503-0256) is an Islamic teacher journal published by Islamic Elementary School Teacher Education Study Program (PGMI), Islamic Education (Tarbiyah) Department, State College on Islamic Studies (STAIN) Kudus. Elementary is published twice a year (every six months, i.e. January and July) as scientific communication means of academic people in the study of Islamic Elementary School Teacher Education. Editorial Board receives the articles from the educators, observers, researchers on Islamic Elementary School Teacher Education to be published after having tight selection, peer review, and serious editting.
Arjuna Subject : -
Articles 336 Documents
PENGALAMAN BELAJAR DARING SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS PADA PANDEMI COVID-19 DI SD INKLUSIF Rehan Nil Jannah; Nurul Lathifa Wulandari; Setia Budi
ELEMENTARY: Islamic Teacher Journal Vol 8, No 2 (2020): ELEMENTARY
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/elementary.v8i2.8040

Abstract

AbstractThe purpose of this research is to find out how the online learning experience of students with special needs in inclusive elementary schools in the covid-19 pandemic. This research is considered interesting because even though the whole world is being rocked by the covid-19 pandemic, education must continue to run well and each student still gets the learning experience that should be, including students with special needs. This research is a field research, with a qualitative approach and type of descriptive writing. For data collection, the authors use interview techniques and direct observation. The results of this study are students with special needs in inclusive elementary schools are given the opportunity to be able to understand the lessons, in a virtual classroom that is specifically provided by the teacher. Because some of the material provided by the teacher has not been modified according to the obstacles of the child. This is what makes children with special needs can try to learn through virtual classrooms google meet, obtain learning videos that can be accessed via youtube, to access material through google. Not only that, children with special needs can also operate the application whatsapp to communicate with teachers and classmates, both through chat and video calls. With this online learning, children with special needs get new experiences in utilizing technology, so that they can grow their confidence.  AbstrakProses pembelajaran bagi siswa berkebutuhan khusus harus tetap berjalan, walaupun di sebagian besar wilayah dunia tengah digemparkan dengan pandemi covid-19. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengalaman belajar daring siswa berkebutuhan khusus di SD inklusif pada masa pandemi covid-19. Penelitian ini dinilai menarik karena walaupun seluruh dunia tengah digemparkan dengan pandemi covid-19, pendidikan harus tetap berjalan dengan baik dan setiap siswa tetap mendapatkan pengalaman belajar yang seharusnya, termasuk siswa berkebutuhan khusus. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, dengan pendekatan kualitatif serta jenis penulisan deskriptif. Untuk pengumpulan data, penulis menggunakan teknik wawancara dan observasi langsung. Hasil dari penelitian ini adalah siswa berkebutuhan khusus di sekolah dasar inklusif diberikan kesempatan untuk dapat memahami pelajaran, di dalam ruang kelas virtual yang disediakan khusus oleh guru. Karena beberapa materi yang diberikan guru belum dimodifikasi sesuai dengan hambatan anak. Hal inilah yang membuat anak berkebutuhan khusus dapat mencoba belajar melalui ruang kelas virtual google meet, memperoleh video pembelajaran yang dapat diakses melalui youtube, hingga mengakses materi melalui google. Tidak hanya itu, anak berkebutuhan khusus juga dapat mengoperasikan aplikasi whatsapp untuk berkomunikasi dengan guru maupun teman sekelasnya, baik melalui chatting maupun video call. Dengan adanya pembelajaran daring ini membuat anak berkebutuhan khusus mendapat pengalaman baru dalam memanfaatkan teknologi sehingga menumbuhkan kepercayaan diri mereka. 
Konsep Pendididkan Kreativitas Anak Menurut Nasih Ulwan Siti Herawati
ELEMENTARY: Islamic Teacher Journal Vol 7, No 1 (2019): ELEMENTARY
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/elementary.v7i1.2877

Abstract

Abstract: This paper captures genaral educational moral though education in Islamic perspective. That one of the education purpose from one of the other purpose into form creativity for the child. For that creativity become real in teaching and child get the creative learning and innovative, then that creativity need to fertilizer, developed and on changed. Creativity will not appear to the educate participant who do not have the high motivation, curioostly and imagination of educate participant. So creativity education according to Nasih Ulwan that explicit explain some methods of the education  children that is not monotonous even more increased creativity for children.  By through learning that axist in i’ts holybook that is Tarbiyatul Aulad Fil Islam is one of them by education eith the advice that is innovated with the language style of the story that accompanied the lessons and advice even the Al-Qur’an direction that contains the massage and advice. And Nasih Ulwan this is a great Mufti Fiqh, Da’i and Educator. He is in a family which has been known with it’s scholar and godly and it’s nasab comes to Al Husain bin Ali bin Abi Thalib.Keywords : Creativity, Education, Nasih Ulwan Abstrak : Tulisan ini memotret Pendidikan Umum maupun Pendidikan dalam Pandangan Islam, bahwa salah satu tujuan Pendidikan dari salah satu tujuan lainnya yaitu membentuk Kreativitas untuk anak. Agar Kreativitas tersebut menjadi nyata dalam mengajar dan anak mendapatkan pembelajaran yang kreatif dan inovatif, kreativitas itu perlu dipupuk, dikembangkan dan ditingkatkan.  Kreativitas tidak akan muncul pada peserta didik yang tidak memiliki motivasi tinggi, rasa ingin tahu dan imajinasi peserta didik. Pendidikan kreativitas menurut Nasih Ulwan yang dengan gamblang menjelaskan beberapa metode mendidik anak yang  tidak monoton bahkan lebih meningkatkan Kreativitas untuk anak dan dapat membentuk anak menjadi anak yang lebih kreatif, dengan melalui pembelajaran yang terdapat didalam kitabnya berjudul Tarbiyatul Aulad Fil Islam yaitu salah satunya dengan mendidik dengan nasihat yang di inovasikan dengan gaya bahasa kisah yang disertai pelajaran dan nasihat bahkan pengarahan Al-Qur’an yang mengandung pesan dan nasihat. Dan Nasih Ulwan ini adalah seorang Ulama Besar Faqih,  Da’i dan Pendidik. Beliau berada di dalam keluarga yang sudah terkenal dengan ketakwaanya dan kesholehannya dan nasabnya sampai kepada Al Husain bin ‘Ali bin Abi Thalib.Kata Kunci: Kreativitas, Pendidikan, Nasih Ulwan 
PENINGKATAN PEMBELAJARAN RASUL ULUL AZMI DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK JIGSAW DAN MEDIA GAMBAR ILUSTRASI PADA SISWA KELAS V SD N TEGALOMBO 04 PATI Alfi Nikmah
ELEMENTARY: Islamic Teacher Journal Vol 6, No 1 (2018): ELEMENTARY
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/elementary.v6i1.4377

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatanpembelajaran rasul ulul azmi dengan menggunakan teknik jigzawdan media gambar. Metode yang digunakan dalam penelitian iniadalah penelitian deskriptif-analitis. Teknik pengumpulan datamelalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Pembelajarantentang Rasul Ulul Azmi dengan menggunakan teknik jigsaw danmedia gambar ilustrasi terbukti mengalami peningkatan. Hal inidapat dilihat hasil tes Pembelajaran pada pra siklus dengan nilairata-rata sebesar 63,5 atau 63,5% dan pada siklus I diperoleh nilairata-rata sebesar 71,6 atau 71,6%. Mengalami peningkatan sebesar8,6%. Pada siklus II diperoleh nilai rata-rata kelas sebesar 85 atau85%. Peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 13,4%. Hal inijuga dapat diketahui ada peningkatan sebesar 22% dari prasikluske siklus II. Peningkatan pembelajaran tentang Rasul Ulul Azmi jugadiikuti dengan perubahan perilaku siswa menjadi lebih baik. Hal initerlihat pada keaktifan dan keantusiasan siswa dalam mengikutipembelajaran.
KONTRIBUSI POLA ASUH GURU TERHADAP KREATIVITAS BERPIKIR SISWA Faiq Nurul Izzah; Ni’am Ni’am
ELEMENTARY: Islamic Teacher Journal Vol 4, No 2 (2016): Elementary
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/elementary.v4i2.3006

Abstract

Guru harus menampilkan sikap dan perilaku yang mendukung perwujudan bakat dan minat anak dengan cara memujinya, menghargainya, memperlakukannya secara wajar, memberikan dukungan positif serta bergaul secara hangat dan terbuka dengan anak. Guru harus memahami sudut pandang anak dan menanggapi perilaku anak secara logis sesuai dengan kapasitas berpikir anak. Guru memperhatikan dan menghargai setiap karya anak serta responsif terhadap perkembangan pemikiran anak. Selain itu juga bersifat permisif untukmempersilakan anak berinisiatif dan berkreasi serta terlibat aktif dalam pembelajaran. Penelitian berjenis kualitatif ini menyimpulkan bahwa siswa di MI XX yang diajar oleh guru yang friendly dan santai akan lebih mudah menjadi anak yang mempunyai kreativitas dalam berpikir. Mereka lebih berani mengungkapkan pendapatnya dan memperlihatkan apa yang mereka buat kepada gurunya. Sedangkan siswa yang diajar oleh guru yang sedikit lebih keras dan kurang friendly mereka lebih tenang tetapi tidak banyak mengeluarkan idenya. 
Pembelajaran IPA yang Efektif dan Menyenangkan bagi Siswa MI sulthon sulthon
ELEMENTARY: Islamic Teacher Journal Vol 4, No 1 (2016): Elementary
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/elementary.v4i1.1969

Abstract

Pembelajaran di dalam kelas merupakan ujung tombak dari seluruh kegiatan pendidikan yang dilakukan oleh guru, keberhasilan guru dalam pembelajaran sangat dipengaruhi oleh beberapa aspek diantaranya performansi guru dalam pembelajaran. Kemampuan guru dalam pembelajaran menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Sedang keberhasilan pembelajaran siswa sangat ditentukan oleh aktivitas siswa dalam proses pembelajaran yang diciptakan guru.Dalam pembelajaran IPA, guru harus memanfaatkan berbagai fasilitas dan sumber belajar yang berorientasi pada keterampilan proses dengan mengadakan pengamatan dan penelitian sehingga siswa akan aktif dan kreatif untuk menemukan suatu konsep dalam  IPA selanjutnya siswa menjadi aktif dan asyik sehingga belajar IPA akan menyenagkan. 
SELF DIRECTED LEARNING BERBASIS LITERASI DIGITAL PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI MADRASAH IBTIDAIYAH Elya Umi Hanik
ELEMENTARY: Islamic Teacher Journal Vol 8, No 1 (2020): ELEMENTARY
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/elementary.v8i1.7417

Abstract

Abstract: The Implementation of Educational Policy in the Corona Virus Disease Emergency Period, requires educators to make a learning innovation, namely learning self directed learning based on digital literacy. This study aims to discuss 1) the concept of self directed learning, 2) the concept of digital literacy, 3) analysis of self directed learning based on digital literacy based on the co-19 pandemic at Madarasah Ibtidaiyah. This type of research used in this study is a qualitative study of literature approach with technical content analysis, the results of this study are 1) Self directed learning learning is independent learning to increase the responsibilities of students in the learning process. 2) Digital literacy is the knowledge and skills to use digital media, communication tools, or networks in finding, evaluating, using, making information, and using it in a healthy, wise, intelligent, accurate, precise, and law-abiding manner in order to foster communication and interactions in everyday life. 3) implement the implementation of digital literacy-based self direct learning during the Covid-19 pandemic, as follows; Provision of Educative Sites as School Community Learning Resources, Use of Educational Applications as School Community Learning Resources and online learning by making learning programs from home that are broadcast through the National TV channel of the Republic of Indonesia by the Ministry of Education and Culture   Abstrak: Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Corona Virus Disease, menuntut pendidik untuk melakukan sebuah inovasi pembelajaran, yaitu pembelejaran self directed learning berbasis literasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk membahas 1) konsep pembelajaran self directed learning, 2) konsep literasi digital, 3) analisis self directed learning berbasisi literasi digital pada masa pandemi covid-19 di Madarasah Ibtidaiyah. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan pendekatan kualitatif dengan teknis analisis isi, hasil penelitian ini adalah 1)Pembelajaran self directed learning adalah  belajar mandiri untuk meningkatkan tanggung jawab peserta didik dalam proses pembelajaran. 2)Literasi digital adalah  pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi, dan memanfaatkannya secara sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat, dan patuh hukum dalam rangka membina komunikasi dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari. 3)mplementasikan pelaksanaan pembelajaran self direct learning berbasis litersi digital pada masa pandemi Covid-19, sebagai berikut; Penyediaan Situs-Situs Edukatif sebagai Sumber Belajar Warga Sekolah, Penggunaan Aplikasi-Aplikasi Edukatif sebagai Sumber Belajar Warga Sekolah dan pembelajaran daring dengan membuat progam belajar dari rumah yang ditayangkan melalui saluran TV Nasional Republik Indonesia oleh Mendikbud  
Pengembangan Media Pembelajaran Augmented Reality (AR) di Kelas V MI Wahid Hasyim Fajar Dwi Mukti
ELEMENTARY: Islamic Teacher Journal Vol 7, No 2 (2019): ELEMENTARY
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/elementary.v7i2.6351

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui hasil respon guru dan siswa sehingga media layak digunakan dalam pembelajaran. Model pengembangan yang digunakan dalam media ini adalah model 4D Thiagarajan yang telah dimodifikasi. Tahapan yang dilakukan terdiri dari tiga tahap yaitu Define (pendefinisian), Design (perancangan), dan Develop (pengembangan). Media pembelajaran  Augmented Reality (AR) ini dinilai oleh 1 orang ahli media, 1 orang ahli materi, 1 orang peer reviewer, 1 orang guru kelas V dan 10 siswa kelas V MI Wahid Hasyim untuk mengetahui tanggapan siswa. Instrumen yang digunakan adalah lembar angket dan evaluasi menggunakan bentuk uraian non objektif untuk uji kualitas produk media pembelajaran. Hasil penelitian adalah respon atau tanggapan guru kelas V Sangat Baik dengan diperoleh persentase 82.57%. Begitu juga tanggapan siswa diperoleh persentase 90.2%  dengan tanggapan positif sehingga media pembelajaran memiliki kategori kualitas pada kriteria Sangat Baik yang didukung juga dengan hasil nilai siswa yang mengalami penaikan 35.8%. Berdasarkan hasil perolehan data menunjukkan bahwa media pembelajaran Augmented Reality (AR) di kelas V MI Wahid Hasyim layak dipergunakan sebagai sumber belajar siswa.
THE INTEGRATIVE THEMATIC LEARNING MODEL IN CURRICULUM 2013 IN MADRASAH IBTIDAIYAH Sanusi Sanusi
ELEMENTARY: Islamic Teacher Journal Vol 5, No 2 (2017): Elementary
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/elementary.v5i2.2995

Abstract

This paper comes as a reflection as well as aims to describe the concept and implementation of thematic-integrative learning in Madrasah Ibtidaiyah in the curriculum 2013. Basically the idea of the concept of thematic-integrative learning model in the curriculum 2013 is in response to the dynamics of education-oriented efforts to improve the quality of education through giving a more meaningful experience to the learners in the learning process that takes place in their educational environment. The integration effort is done through a learning approach that combines the various competencies from various subjects into specific themes that become a unified whole. Thematic-integrative learning is an approach in learning that is oriented at the stage of the development of learners, especially at the level of Madrasah Ibtidaiyah which in its development still see everything as a whole unity and only able to understand the relationship between the concept simply.
Development Of Teacher Competence In Creative Writing To Actualize Literacy Of Madrasah Makherus Sholeh; Abd Aziz; Nur Kholis
ELEMENTARY: Islamic Teacher Journal Vol 9, No 2 (2021): ELEMENTARY
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/elementary.v9i2.11903

Abstract

AbstractTeachers often have difficulty in developing competence in the writing aspect, especially in Islamic-based educational institutions. This study aims to explain the concept of developing teacher competence in creative writing to realize madrasa literacy. This study involved six informants, including school principals and teachers who are members of the writing community. Data was collected through direct interviews (telephone, WhatsApp messages, and video calls), observation, and documentation. The results showed several steps to developing teacher competence in writing at MI Perwanida Blitar: 1) Forming a writing community called ARUNIKA CAKRAWALA. It was started by building mutual commitment, self-efficacy, motivation, and writing habits, and determining rewards and punishments. 2) Implementation of the writing community by actively participating in seminars, workshops, writing training, and webinars, actively writing in external and internal communities of the institution, holding peer tutors, supporting school literacy programs, and publishing teacher and student writings in various genres. 3) Obstacles faced by writing teachers are limited time, limited ideas, and unstable teachers' motivation in writing. This finding offers the concept of developing teacher competence in writing. The findings are expected to be adopted in developing teacher competence in creative writing in other institutions.
PENDIDIKAN BAGI PENYANDANG DISABILITAS DAN ANAK BERKESULITAN BELAJAR ; ANALISIS PENANGANAN BERBASIS BIMBINGAN KONSELING ISLAM Mubasyaroh Mubasyaroh
ELEMENTARY: Islamic Teacher Journal Vol 3, No 2 (2015): Elementary
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/elementary.v3i2.1453

Abstract

Disabilities are those who have physical, mental,intellectual limitations or sensory impairments in the long term. When they deal with various obstacles, they may hinder their fulland effective participation in society on an equal basis with others.Besides, the disabilities, this paper will reveal Islamic counseling forchildren in learning disabilities. Basically, people with disabilitiesneed an intervention in order to run a normal and decent life andto function as a member of society. But on the other hand, they alsowant to be treated as equal and independent individuals, withouthaving to invite pity excessive.The emergence of learning disabilities is influenced by severalfactors coming from both inside and outside of the individualconcerned. The cause of learning difficulties disabilities consistsof two factors; internal factors are the possibility of neurologicaldysfunction, whereas the main cause of the learning problems isthe external factors, which include learning strategies are wrong,the management of learning activities that do not generate themotivation to learn the child, and the inappropriate provisionreplicates reinforcement.