cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
FIKRAH
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 155 Documents
KONTRIBUSI IMAM ASY-SYAHID HASAN AL-BANNA TERHADAP PEMIKIRAN ISLAM MODERN Misbah, Muhammad
FIKRAH Vol 3, No 2 (2015): FIKRAH: JURNAL ILMU AQIDAH DAN STUDI KEAGAMAAN
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Jurusan Ushuluddin, Institut Agama Islam Negeri Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/fikrah.v3i2.1821

Abstract

Sesungguhnya Allah akan mengutus (menghadirkan) bagi umatini (umat Islam) orang yang akan memperbaharui (urusan)agama mereka pada setiap akhir seratus tahun” Inilah bunyisabda Rasulullah, sekaligus mempertegas bahwa agama ini akansenantiasa dijaga oleh Allah. Tulisan ini berupaya mengeksplorsalah satu pembarahu Islam abad 20, Hasan al-Banna. Beliauseorang pendiri gerakan Islam Ikhwanul Muslimin. Gerakanini banyak memberi sumbangsih yang luar biasa terhadapIslam. Kajian ini bersifat deskriptif-analisis yang mencobamenguraikan pembaharuan-pembaharuan yang telah dilakukanoleh Hasan al-Banna. Hasilnya, dalam rentang waktu yang relatifsingkat, al-Banna berhasil membangun pondasi yang kuat bagilahirnya gerakan Ikhwanul Muslimin. Selain itu, beliau banyakmelakukan pembaharuan di berbagai bidang, meliputi: akidah,fiih, ekonomi, dan politik.
PEMIKIRAN THOMAS KUHN DAN RELEVANSINYA TERHADAP KEILMUAN ISLAM Ulya, Inayatul; Abid, Nuskhan
FIKRAH Vol 3, No 2 (2015): FIKRAH: JURNAL ILMU AQIDAH DAN STUDI KEAGAMAAN
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Jurusan Ushuluddin, Institut Agama Islam Negeri Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/fikrah.v3i2.1797

Abstract

Thomas Kuhn dengan konsep revolusi ilmiahnya memiliki karakteristik pemikiran dan model filsafat baru dalam hal sejarah lahirnya ilmu pengetahuan dan filsafat sains serta peranan sejarah ilmu pengetahuan dalam mengkonstruksi ataupun merekonstruksi munculnya ilmu pengetahuan baru. Bagi Thomas Kuhn sejarah ilmu pengetahuan merupakan starting point dalam mengkaji permasalahan fundamental dalam epistemologi keilmuan karena sains pada dasarnya selalu ditandai dengan kuatnya paradigma serta revolusi ilmiah setelahnya. Fase inilah yang diistilahkan Thomas Kuhn sebagai fase sejarah lahirnya ilmu pengetahuan baru, dimulai dengan normal science, kemudian terjadi anomaly dan crisis, setelah itu barulah muncul revolusi ilmiah sebagai bentuk lahirnya ilmu pengetahuan baru. Pemikiran Thomas Kuhn tersebut dapat dikontekstualisasikan dengan pengembangan keilmuan Islam dengan tujuan membangun keterbukaan pemikiran keislaman terhadap anomali dan crisis serta munculnya revolusi dalam ilmu keislaman sehingga memotivasi munculnya paradigma baru di ranah keilmuan Islam. Berbagai pendekatan dalam studi Islam dapat digunakan seperti pendekatan normatif, historis, sosiologis, antropologis dan pendekatan lainnya dalam rangka membumikan Islam menjadi agama yang rahmatan lil alamin.
OKSIDENTALISME SEBAGAI PILAR PEMBAHARUAN (Telaah terhadap Pemikiran Hassan Hanafi) Umma Farida, Abdurrohman Kasdi dan
FIKRAH Vol 1, No 2 (2013): Fikrah
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Jurusan Ushuluddin, Institut Agama Islam Negeri Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/fikrah.v1i2.540

Abstract

Media dan Kontribusinya dalam Internalisasi Nilai Pluralisme Agama di Indonesia Al Mufti, Alex Yusron
FIKRAH Vol 5, No 2 (2017): December 2017
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Jurusan Ushuluddin, Institut Agama Islam Negeri Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/fikrah.v5i2.2636

Abstract

This study aims to find out and to describe the media and its contribution in internalizing the value of religious pluralism in Indonesia. This article used a descriptive qualitative method, with the Research library approach. The finding showed that mass media in its role have two tendencies, 1) creating potential conflicts, and 2) religious pluralistic harmony and awareness. The mass media has a role to inform and educate the public about the reality of pluralism and plurality of religions in Indonesia. In plural society, mass media plays an important role in creating peaceful conditions. The contribution of the media should be directed to consider the public interest in creating peace conditions. The existence of mass media as reported through TV, radio and newspapers contributes to the internalization of the values of religious pluralism on the grounds that the mass media informs the public that the difference in Indonesia is a necessity. The implications of this are people will be able to recognize, accept and appreciate the differences that exist, whether differences in race, language, color, culture and religion.
Dialektika Agama: Harmoni dalam Jemaat Ahmadiyah (Resepsi Jemaat Ahmadiyah Indonesia Manislor Kuningan Jawa Barat terhadap Ayat-Ayat Jihad dan Perdamaian) Mustaqim, Abdul
FIKRAH Vol 4, No 2 (2016): FIKRAH: JURNAL ILMU AQIDAH DAN STUDI KEAGAMAAN
Publisher : Prodi Ilmu Aqidah Jurusan Ushuluddin STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/fikrah.v4i2.1768

Abstract

Intoleransi, diskriminasi, dan kekerasan kerap terjadi di mana-mana di bumi Nusantara ini, sebagaimana sikap kekerasan yang terjadi di kelompok Ahmadiyah Manislor Kuningan beberapa tahun lalu. Kejadian yang seperti ini perlu adanya suatu konfirmasi penafsiran mengenai ayat al-Qur’an yang mengacu pada signifikansi nilai-nilai perdamaian yang harus dijunjung antar sesama. Al-Qur’an juga membincangkan mengenai perdamaian (rekonsiliasi). Reinterpretasi tersebut berguna untuk penghapusan penindasan, penegakkan kebebasan beragama, dan perdamaian. Adapun tulisan ini mengambil dua pokok permasalahan, yakni nilai-nilai perdamaian apa saja yang ada dalam jemaat Ahmadiyah?, kemudian bagaimana pemahaman Jema’at Ahmadiyah Manislor Kuningan terhadap ayat-ayat tentang perdamaian yang diresepsi sehingga membentuk suatu konsep yang menjadi tameng terhadap terjadinya kekerasan selanjutnya. Dari beberapa telaah pustaka yang penulis lakukan, belum ada penelitian yang membahas mengenai dialektika agama dalam Jemaat Ahmadiyah yang difokuskan pada studi resepsi. Hasil ini penelitian ini menunjukkan bahwa Jema’at Ahmadiyah Manislor dalam memahami ayat al-Qur’an tentang Jihad dengan pendekatan resepsi, di mana ayat jihad tersebut tidak hanya diartikan dan diaplikasikan begitu saja, akan tetapi dilihat dari sisi historis dan konteks masa sekarang yang secara tidak sadar melibatkan horison (pre understanding) mereka. Oleh karena itu, ayat tersebut dengan sendirinya sebenarnya dapat menjadi solusi dari perselisihan yang terjadi dalam Jema’at Ahmadiyah Manislor Kuningan.
PEMIKIRAN ISMAIL RAJI AL-FARUQI TENTANG TAUHID, SAINS, DAN SENI Farida, Umma
FIKRAH Vol 2, No 2 (2014): Fikrah
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Jurusan Ushuluddin, Institut Agama Islam Negeri Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/fikrah.v2i2.669

Abstract

IMPLIKASI PERENIAL ISLAM TERHADAP KEBERAGAMAAN UMAT KONTEMPORER MENURUT SEYYED HOSSEIN NASR *, Masudi
FIKRAH Vol 1, No 2 (2013): Fikrah
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Jurusan Ushuluddin, Institut Agama Islam Negeri Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/fikrah.v1i2.547

Abstract

Potensi Keberagamaan Masyarakat Kudus: Upaya Memperkuat Ideologi Pancasila Melalui Local Wisdom Adlina, Atika Ulfia
FIKRAH Vol 5, No 1 (2017): June 2017
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Jurusan Ushuluddin, Institut Agama Islam Negeri Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/fikrah.v5i1.2181

Abstract

The religious community in Indonesia need to be empowered to improve the religiosity of it quality. This religious community empowerment to maintain unity and harmony between religious livings in Indonesia. Increasing the religiosity will strengthen the Pancasila ideology of as the culture of the nation so that the massive impact of globalization reduced. The impact of globalization like changing ways of live, lifestyle, identity crisis that could trigger the morality degradation. This type of research is a qualitative descriptive study. The results of this study show that the religious community is an important potential for empowered in the framework of strengthening ideology of Pancasila. The religious community empowerment can be done via religious attributes and local wisdom.
SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN Karim, Abdul
FIKRAH Vol 2, No 2 (2014): Fikrah
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Jurusan Ushuluddin, Institut Agama Islam Negeri Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/fikrah.v2i2.563

Abstract

Muslim Puritan Dan Muslim Moderat (Pembacaan Terhadap Kedudukan Perempuan) Munawir, Munawir
FIKRAH Vol 5, No 1 (2017): June 2017
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Jurusan Ushuluddin, Institut Agama Islam Negeri Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/fikrah.v5i1.2068

Abstract

Puritans Muslim -with a spirit of the Quran and Sunnah- made Islam in the time of Prophet Sawas an authentic and final model. Using a textual approach, they understand Islam rigidly so that all the features of Islam mixed with local locality (non-Arabic) are considered to be viruses and must be sterilized to get pure. In contrast to moderate Muslims, though both of them are in line with the Quran and Sunnah, they are not using a textual approach but contextualist or even philosophical. Islam at the time of the Prophet saw was viewed by moderate Muslims as a historic and dialectical Islam with socio-cultural society, because they understand Islam flexibly. With different approaches in the return movement in the Quran and Sunnah, the two Islamic epistemes are different, as seen in the issue of womens position. In the history, Puritan Muslims often use violence in the name of religion to defend and spread its ideology. The above study is based on historical study with descriptive-qualitative approach.

Page 9 of 16 | Total Record : 155