cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
FIKRAH
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 155 Documents
Dakwah Lintas Iman Sebagai Upaya Harmonisasi Agama: Studi Dakwah Lintas Iman Perpektif Sain An-Nursi al-Asyari, M khoirul Hadi
FIKRAH Vol 4, No 2 (2016): FIKRAH: JURNAL ILMU AQIDAH DAN STUDI KEAGAMAAN
Publisher : Prodi Ilmu Aqidah Jurusan Ushuluddin STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/fikrah.v4i2.1632

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian yang berbasis library reseach, penelitian ini bertema tentang “ Dakwah lintas sebagai upaya harmonisasi Agama : Studi Dakwah Lintas Iman perpektif Said Nursi  dalam artikel ini ada beberpa pertanyaan penelitian yang akan menjadi fokus masalah, pertama bagiamana pandangan Said An-Nursi berkaiatan dengan pola Dakwah  keberagamaan (lintas Iman) dan keberimanan antar Umat beragama di dalam Risala-I Nur ? kedua bagaimana sosiohistoris kehidupan Said An-Nursi ? dan apa relevansinya dengan harmonisasai Agama di Indonesia ?, dengan pendekatan konten analisis untuk mendeskripsikan pandangan kebragaaman dan dakwah lintas iman dalam pandangan Said Nursi di dan pendekatan sejarah untuk mengkaji biografi kehidupan Said an-Nursi, serta mencoba mencari simpul dengan konsep Harmonisasi Agama di Indonesia, penelitian ini menghasilkan beberapa point penting pertama, mendeskripsikan pemikrian Said Nursi tentang konsep Dakwah Lintas Iman, dan kedua biografi Said Nursi sebgai pembacaan sosiohistoris kehidupan Said Nursi, dan ketiga mengetahu relevanitas konsep dakwah lintas Iman Said Nursi dengan harmonisasi Agama di Indonesia.
Dinamika Perjuangan Muslim di Palestina Rosyid, Moh.
FIKRAH Vol 3, No 2 (2015): FIKRAH: JURNAL ILMU AQIDAH DAN STUDI KEAGAMAAN
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Jurusan Ushuluddin, Institut Agama Islam Negeri Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/fikrah.v3i2.1796

Abstract

Upaya negara Palestina untuk mewujudkan kedaulatannya sebagai negara mendapat tantangan oleh arogansi Israel yang ingin menganeksasinya dengan dalih ’ajaran’ dan keyakinannya. Usaha optimal Israel mencaplok wilayah negara Israel dirancang dengan langkah yang rapi, yakni sejak munculnya protokol zionis hingga eksisnya negara Israel. Sejak itu, konflik yang diderita negara Palestina membuat negaranya makin miskin karena energinya tersedot untuk memperjuangkan kedaulatan, di tengah upaya yang harus dilakukan untuk membangun kesejahteraan warganya. Penderitaan Palestina kian nyata tatkala negara adi daya ikut campur di belakang Yahudi dengan zionisnya. PBB pun tak bernyali karena tak berdaya mengatasi selera Israel untuk mewujudkan obsesinya mengganyang negara Palestina yang berdaulat. Palestina dan Israel pun dijadikan dagangan politik oleh negara adi daya yang memiliki kepentingan tertentu. Angin segar menyongsong bagi Palestina dengan respeknya sebagian negara dunia yang memiliki iba karena didzalimi  Israel dapat dipotret dalam kaleidoskop. Pada Peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika sepakat bulat mendukung Deklarasi Palestina sekaligus mengusulkan negara itu anggota PBB. Pada 13 Mei 2015 Tahta Suci Vatikan mengumumkan pengakuan negara Palestina sejak PBB memberi pengakuan kepada Palestina sebagai negara peninjau. Pada 10 September 2015 Sidang Majelis Umum PBB secara mutlak menyetujui resolusi yang memperbolehkan Palestina dan Takhta Suci Vatikan mengibarkan bendera masing-masing di markas PBB. Pada 30 September 2015 bendera Palestina untuk pertama kali berkibar di markas PBB di New York. Pengibaran bendera Palestina di PBB setelah negara anggota Majelis Umum PBB mendukung Resolusi 9/320 berisi rencana pengibaran bendera negara-negara pemantau nonanggota di PBB, yakni Palestina. Pengibaran bendera merefleksikan komitmen otoritas Palestina untuk mengejar dan mewujudkan mimpi rakyatnya memiliki negara sendiri.
MEMAHAMI KONSEP HERMENEUTIKA KRITIS HABERMAS Atabik, Ahmad
FIKRAH Vol 1, No 2 (2013): Fikrah
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Jurusan Ushuluddin, Institut Agama Islam Negeri Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/fikrah.v1i2.541

Abstract

Distorsi Perilaku Keberagamaan Masyarakat Majemuk dalam Membangun Toleransi Beragama di Dukuh Kayuapu Dewi, Siti Malaiha; Hidayah, Novi Nurul
FIKRAH Vol 5, No 2 (2017): December 2017
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Jurusan Ushuluddin, Institut Agama Islam Negeri Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/fikrah.v5i2.2977

Abstract

The application of inter-religious tolerance in Kayuapu has been distorted. This research is a qualitative field research. Sources of the data were collected from observations or documentation and interviews with Muslim and Christian communities in the Kayuapu Kulon, Kudus Regency, Central Java, Indonesia. The result is revealed that the tolerance understood by the Kayuapu community are provides freedom for anyone to embrace religion and the practice of worship according to their own beliefs. But some residents also practice religious conversion repeatedly. The contributing factors are: first, environmental factors or playmates; second, changes in status such as marriage and divorce; third, economic factors (poverty); and fourth, the lack of understanding of religion.
Nilai-nilai Konstruk Harmoni Perspektif Tokoh Wayang Semar izzati, afina
FIKRAH Vol 4, No 2 (2016): FIKRAH: JURNAL ILMU AQIDAH DAN STUDI KEAGAMAAN
Publisher : Prodi Ilmu Aqidah Jurusan Ushuluddin STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/fikrah.v4i2.1631

Abstract

Keberadaan masyarakat yang heterogen tentu memunculkan berbagai tafsiran mengenai perlunya upaya dalam membangun harmoni antar umat. Keharmonian dapat dicapai dengan berbagai upaya, salah satunya dengan berbasis budaya lokal. Salah satunya tokoh wayang Semar yang begitu terkenal dan penuh dengan pesan moral dan nilai-nilai. Dalam cerita pewayangan terselip nilai-nilai yang dapat dijadikan teladan oleh masyarakat. Melalui wayang pula dapat dijadikan wujud dalam menjaga kelestarian budaya Indonesia sendiri.Penelitian ini menggunakan kajian kepustakaan, dengan pendekatan analisis isi. Secara umum berbagai peneliti mengkaji mengenai tokoh wayang Semar. Akan tetapi setiap peneliti memiliki penekanan yang berbeda, pada penelitian ini bertitik pada nilai-nilai yang dapat dijadikan upaya dalam membangun harmoni.Terdapat berbagai nilai konstruk dengan berdasar pada tokoh wayang Semar, bahwa nilai-nilai ikhlas, toleransi, kebebasan, kejujuran, persaudaraan, dan  kebijaksanaan merupakan upaya konstruk dalam mewujudkan keharmonian. Nilai-nilai ini memberikan pesan tentang pentingnya upaya dalam usaha membangun harmoni.
POSMODERNISME DAN POLEMIK KEBERAGAMAAN MASYARAKAT MODERN (Antitesis Posmodernisme atas Dinamika Kehidupan Modernisme) Masudi, Masudi
FIKRAH Vol 2, No 2 (2014): Fikrah
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Jurusan Ushuluddin, Institut Agama Islam Negeri Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/fikrah.v2i2.668

Abstract

MENGGAPAI PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP DI INDONESIA: Studi Perbandingan Etika Islam dan Etika Ekofeminisme Sururi, Ahmad
FIKRAH Vol 2, No 1 (2014): Fikrah
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Jurusan Ushuluddin, Institut Agama Islam Negeri Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/fikrah.v2i1.552

Abstract

Peranan aliran murji’ah dalam membangun Kehidupan toleransi di masa modern Nurudin, Muhamad
FIKRAH Vol 5, No 1 (2017): June 2017
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Jurusan Ushuluddin, Institut Agama Islam Negeri Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/fikrah.v5i1.1769

Abstract

This paper explores the tolerance in the modern era. Tolerance is an important component in building a plural society aiming at living together without being distinguished from each other. Conversely, the lack of tolerance has the potential to threaten the unity especially in the context of the nation, like Indonesia. The awareness of diversity in thinking and acting will add harmonious life and tolerance, such as the Murjiah group. This research used qualitative methods that are library research by using Islamic literature as the main reference. Therefore, it can be said that the difference in the world of Islamic thought has long been developed. It is in line with the teachings offered by the Murjiah group. Although in its development this group is divided into two major groups namely the moderates (Mutawasith) and extreme (Mutasaddid). Since the Murjiah no longer grew as a dynamic stream, but turned into a passive group. Nevertheless, the original character remains visible that is a tolerant attitude.
PORTUGIS DAN MISI KRISTENISASI DI TERNATE Nomay, Usman
FIKRAH Vol 2, No 1 (2014): Fikrah
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Jurusan Ushuluddin, Institut Agama Islam Negeri Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/fikrah.v2i1.559

Abstract

RELASI AGAMA DAN BUDAYA LOKAL: Upacara Yaqowiyyu Masyarakat Jatinom Klaten Amaliyah, Efa Ida
FIKRAH Vol 3, No 1 (2015): FIKRAH: JURNAL ILMU AQIDAH DAN STUDI KEAGAMAAN
Publisher : Prodi Ilmu Aqidah Jurusan Ushuluddin STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/fikrah.v3i1.1825

Abstract

Perayaan Yaqowiyyu di desa Jatinom sudah menjadi ritualyang dilaksanakan setiap hari Jum’at minggu kedua dibulan Safar penanggalan Jawa. Ritual tersebut berlangsunghingga saat ini sebagai ungkapan penghormatan terhadapKi Ageng Gribig berupa menyebar kue apem ke halayakramai yang sudah menunggu di lapangan yang sudahdisediakan. Penelitian ini secara khusus membahas tentangmakna dari semua unsur yang ada dalam ritual tersebut,seperti pengunjung, pedagang, dan masyarakat sekitar desaJatinom. Selain itu juga masuknya modernitas yang tidak bisaterelakkan lagi. Untuk mengetahui bahasan tersebut, makapendekatan penelitian ini adalah pendekatan fungsionalis.Pendekatan fungsionalis mengadaikan bahwa suatumasyarakat dipandang sebagai suatu jaringan kelompokyang bekerjasama secara terorganisasi, yang bekerja dalamsuatu cara yang relatif teratur menurut seperangkat aturandan nilai yang dianut oleh sebagian masyarakat tertentu.Sebuah perilaku atau tindakan sosial bisa dibenarkankarena hal tersebut dalam masyarakat dinilai sebagaifungsional. Makna yang muncul sangat beraneka ragamtergantung harapan dari mereka yang datang di ritual tersebut. Makna keberkahan adalah yang paling dominan.Mereka percaya bahwa dengan mendapatkan kue apemdari lemparan panitia, hajat-hajat yang mereka inginkanakan cepat terkabul. Sebagai contoh, bagi petani berharappanennya akan melimpah dengan menyebarkan apemhasil tangkapan di Yaqowiyyu ke sawah mereka. Begitujuga yang menghendaki adanya jodoh, berhasil dan suksesdalam pekerjaannya, serta usahanya yang lancar. Salah satuyang mereka lakukan dengan apem tersebut menyimpannyadi tempat-tempat yang dianggap bisa aman, seperti lemaridan di bawah tempat tidur. Makna lain didapat oleh parapedagang dadakan, tukang parkir, dan masyarakat sekitarkarena kedatangan keluarga jauh mereka. Dengan adanyaantusiasisme dari kalangan masyarakat, maka pemerintahsetempat mengapresiasi untuk keberlangsungan ataumelanggengkan ritual tersebut. Salah satunya denganmenggandeng perusahaan rokok sebagai sponsor tunggal.Karenanya tidak salah kalau ritual Yaqowiyyu dijadikansebagai wisata religi yang ada di Kabupaten Klaten.Sehingga, unsur-unsur modernitas yang diwakili olehpemerintah dan perusahaan rokok mendukung untukmelestarikan ritual yang dilakukan oleh pendirinyayaitu Ki Ageng Gribig sebagai bentuk kearifan local bagimasyarakat yang mempercayainya.

Page 7 of 16 | Total Record : 155