cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
FIKRAH
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 155 Documents
KONTEKTUALISASI MISI RISALAH KENABIAN DALAM MENANGKAL RADIKALISME Dewi, Siti Malaiha
FIKRAH Vol 3, No 2 (2015): FIKRAH: JURNAL ILMU AQIDAH DAN STUDI KEAGAMAAN
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Jurusan Ushuluddin, Institut Agama Islam Negeri Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/fikrah.v3i2.1801

Abstract

Misi risalah atau tujuan diutusnya Nabi Muhammad SAW ke dunia yaitu untuk membawa dan menebar rahmat dan kasih sayang kepada alam semesta. Misi risalah kenabian bersifat universal untuk semua manusia, tidak hanya untuk mereka yang beriman, tetapi juga bagi mereka yang tidak beriman. Rahmat dan kasih sayang mencerminkan Islam yang ramah, santun, toleran, dan penuh dengan cinta damai. Islam tidak menebarkan kebencian dan permusuhan. Aksi kekerasan dan anakhis oleh kelompok radikal yang mengatasnamakan pembelaan dan dakwah untuk agama Islam akhir-akhir ini, menunjukkan adanya pemahaman ajaran agama Islam secara tekstual, kaku dan eksklusif. Pemahaman secara tekstual memunculkan doktrin kebenaran sepihak dan hak justifikasi atas kesalahan kelompok lain yang dianggap tidak sepaham. Pemahaman ini semakin mempertajam perbedaan yang menjadi sunnatullah. Berdakwah untuk menyampaikan misi risalah yang dilakukan dengan cara-cara yang baik dan benar, santun, beradab, dan bijaksana, bukan dengan paksaan dan dilakukan dengan cara-cara kekerasan. Dakwah yang sangat baik telah dipraktikkan oleh Rasulullah SAW yang terbukti efektif dan sukses. Semangat untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW yang ramah, santun, cinta damai, toleran, dan penuh kasih sayang harus terus diaktuliasaikan dan dikontekstualiasikan dengan semangat zaman sebagai bentuk tanggung jawab seorang muslim baik secara individual maupun sosial.
AMBIVALENSI KOTA DEMOKRASI DALAM FILSAFAT POLITIK AL FARABI STUDI KRITIS MADINAH AL FADHILAH AL FARABI Yasin, Mohammad
FIKRAH Vol 1, No 1 (2013): Fikrah
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Jurusan Ushuluddin, Institut Agama Islam Negeri Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/fikrah.v1i1.306

Abstract

It is fashionable nowadays to be democratic; prompted by the desire to portray Islam as a modern ideology and a progressive government system, they have interpreted Islamic political and juridical theory in democratic terms. In short, some people assumed that democracy is the only good government system. But, in few centuries ago, al-Faraby criticized democracy as a bad government system. Al Farabi said democracy is a good system between bad systems, he proposed “the prime city (Madinah al- Fadlilah)” system. The prime city is the post democracy system, giving direction to the people to achieve ‘highest happiness’. But in other hand Al Farabi said that democracy possible to grow up men of excellent, more civilized, more populated, more productive and more perfect. It is also possible to glean from it certain parts of the virtuous city. Thus it may include philosophers, rhetoricians, and poets dealing with all kinds of things. Al Farabi seems to tell us that democracy is the most favourable for the founding of a Virtuous city. Al Farabi never tell us how the virtuous city may arise from the city of pigs; but he tells us how we may glean the various city from democracy. Al Farabi mentioned that democracy is bad system, but he also said that a virtuous city can rise from democracy city. According to me, Al Farabi inconsistent on his theory of democracy and it open to be criticized. This article will explain the Al Farabi’s theory of democracy deeply and criticize it. Keywords: Democracy, City, State, and Madinah-al-Fadhilah
Hubungan Antara Tipe Kepribadian Dengan Orentasi Religiusitas Suminta, Rini Risnawati
FIKRAH Vol 4, No 2 (2016): FIKRAH: JURNAL ILMU AQIDAH DAN STUDI KEAGAMAAN
Publisher : Prodi Ilmu Aqidah Jurusan Ushuluddin STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/fikrah.v4i2.1884

Abstract

The aim of the present study was to determine the relationship between big five personality and religious orientation. The subjects of this study were students of Islamic psychology program, Department of Ushuluddin, State College of Islamic Religion Kediri. Samples (N=99) were collected through a simple random sampling, and completed a  questionnaire in the form of a scale.  The instrument in this research had been aplided by the big five personality scale and religious orientation scala. The analyzis for this research using the Product Moment Analizing for Correlation between the variables with SPSS program. The results of the study showed that there was a positive significant relationship between extraversion, openness to experience,  agreeableness and intrinsic religious orientation and in contrast there was a negative significant relationship between neuroticism and conscientiousness and intrinsic religious orientation.
PROPAGANDA KIAI ṢĀLIḤ DARAT DAN HARMONI NUSANTARA (Telaah Kitab Minhāj Al-Atqiyā`) Misbah, Aflahal
FIKRAH Vol 4, No 1 (2016): FIKRAH: JURNAL ILMU AQIDAH DAN STUDI KEAGAMAAN
Publisher : Prodi Ilmu Aqidah Jurusan Ushuluddin STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/fikrah.v4i1.1629

Abstract

Akhir abad 19, Jawa menjadi panggung propaganda Kiai Ṣāliḥ Darat untuk mewujudkan harmoni di masyarakat. Berbagai pandangan yang dapat menumbuhkan semangat anti kolonial disisipkan dalam karya tulisnya, seperti dalam kitab Minhāj Al-Atqiyā`. Bukan hal aneh jika Kiai Ṣāliḥ melakukan aksi demikian. Pasalnya, pemerintah kolonial merupakan pemerintahan ẓālim yang menjajah agama dan bangsanya. Untuk mewujudkan masyarakat harmoni, berbagai penindasan, pemiskinan, serta pembodohan dari pemerintah kolonial harus dihilangkan. Lebih dari itu, propaganda Kiai Ṣāliḥ tidak terbatas pada lingkup eksternal untuk mewujudkan harmoni dalam kehidupan bangsa dan negara. Dalam lingkup internal, Kiai Ṣāliḥ terus berupaya untuk mengonsolidasikan antar kelompok keagamaan dalam Islam, yang mengalami perkembangan cukup intensif di masyarakat. Ini dilakukan untuk menciptakan suatu kekuatan yang sinergis dan kokoh untuk menghadapi kolonial. Penelitian ini ingin mengkaji teknik propaganda yang dilakukan Kiai Ṣāliḥ dalam kitab Minhāj Al-Atqiyā`. Penelitian ini merupakan kajian kepustakaan (library research), dengan pendekatan interaksionisme simbolik. Dalam kitab Minhāj Al-Atqiyā, teknik propaganda yang dilakukan Kiai Ṣāliḥ dalam lingkup eksternal adalah teknik  plain folks, name calling, card stacking, bandwagon, testimonial, dan fear arousing. Sedangkan dalam lingkup internal, teknik yang digunakan adalah Glittering Generalities. Beberapa teknik ini memberikan pesan tentang pentingnya kekuatan harmoni-internal, sebelum membangun kehidupan yang benar-benar harmoni secara lebih luas, khususnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
PESAN DAKWAH DALAM MENYELESAIKAN KONFLIK PEMBANGUNAN RUMAH IBADAH (Kasus Pembangunan Rumah Ibadah Antara Islam dan Kristen Desa Payaman) Ahmad, Nur
FIKRAH Vol 1, No 2 (2013): Fikrah
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Jurusan Ushuluddin, Institut Agama Islam Negeri Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/fikrah.v1i2.549

Abstract

Semangat dan Militansi Keislaman Kaum Muda di Ruang Publik Alam, Lukis; Aminah, Aminah
FIKRAH Vol 5, No 2 (2017): December 2017
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Jurusan Ushuluddin, Institut Agama Islam Negeri Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/fikrah.v5i2.2510

Abstract

This study examines the dynamics of university students in fighting for their aspiration to uphold Islam in the public sphere. For their presence, mosque and campuses become their ideological base camp and Islamic thought. Islam and young people have become a special identity that negotiates with modernity. This study aims to provide a critical view on the prolongation of youth in understanding the reality of Islam in the public sphere, affected by the social and political situation in Indonesia during the New Order and post-reform era. In addition, it would provide a perspective on the identity of young people who take Islamic symbols in promoting for their ideation into the public sphere Yogyakarta City is selected as fieldwork location because the progressiveness of youth and Islam is increasing, and as the city of education centre Yogyakarta plays a role in transforming the Islamic culture of a new model for young people.
ISLAM PRIBUMI DAN ISLAM PURITAN: Ikhtiar Menemukan Wajah Islam Indonesia Berdasar Proses Dialektika Pemeluknya dengan Tradisi Lokal Farida, Umma
FIKRAH Vol 3, No 1 (2015): FIKRAH: JURNAL ILMU AQIDAH DAN STUDI KEAGAMAAN
Publisher : Prodi Ilmu Aqidah Jurusan Ushuluddin STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/fikrah.v3i1.1830

Abstract

Menemukan wajah Islam Indonesia selalu menarikuntuk didiskusikan, mengingat prosentasi umat Islamdi Indonesia termasuk ke dalam jumlah umat Islamterbesar di seluruh dunia disamping memiliki pola dankarateristik tersendiri dari wajah Islam Arab. Sehingga wajar jika banyak kalangan yang berkepentingan untukberusaha menguak wajah tersebut. Tulisan ini menjadisuatu ikhtiar untuk memotret wajah Islam Indonesia danpola keberagamaannya, dengan berpijak dari klasifiasiyang dibuat Geertz. Sedangkan untuk menguak potretwajah Islam Indonesia dilakukan dengan melihat prosesdialektika pemeluk ajaran Islam dengan tradisi lokalyang ada.
TRADISI IKHTILAF DAN BUDAYA DAMAI DI PESANTREN Studi kasus PP Nurul Ummah dan Ar-Romli Yogyakarta Maknun, Lukluil
FIKRAH Vol 2, No 2 (2014): Fikrah
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Jurusan Ushuluddin, Institut Agama Islam Negeri Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/fikrah.v2i2.664

Abstract

Harmonisasi Antar Umat Beragama Melalui Pernikahan Beda Agama Munawaroh, Lathifah
FIKRAH Vol 5, No 1 (2017): June 2017
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Jurusan Ushuluddin, Institut Agama Islam Negeri Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/fikrah.v5i1.2307

Abstract

Indonesia as the religious community with the six recognized religions makes this country often vulnerable and sensitive in issues related to religion. Further, disharmony among religions is often apparent, even at the level of endless hostility. Keeping the peace by pursuing harmonious efforts among religious people is the duty of Indonesian society. One of the things that make disharmony among religious people is the issue of different religious marriages in Indonesia. This is because religious marriage in Indonesia has become a polemic and issues that need to get attention for all people. For example, the scholars who have issued his fatwa to the legal basis of the law. While there is an ijtihad from contemporary scholars who allow it, Sayyid Sabiq is one of them. This paper aims at analyzing the thoughts of Sayyid Sabiq in the issue of different religious marriages in order to create a harmonious relationship between religious people. This research is a literature by using Fiqhus Sunnah as the primary data in analyzing Sayyid Sabiq’s opinion about the marriage of different religions, especially the marriage of Muslim men with female scribes who allow this type of marriage as an effort of harmonization between religious people, especially Muslims with the scribes.
TEOLOGI ANTI KORUPSI DALAM TINJAUAN AL-QUR’AN Karim, Abdul
FIKRAH Vol 1, No 1 (2013): Fikrah
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Jurusan Ushuluddin, Institut Agama Islam Negeri Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/fikrah.v1i1.311

Abstract

Masalah korupsi sebenarnya merupakan wacana klasik yang terus bergulir dan terus mengalami dinamika perkembangan zaman. Menjadi sebuah isu yang sangat krusial untuk dipecahkan dan masih membelit bangsa Indonesia khususnya sampai saat ini. Tindak pidana korupsi disinyalir telah menjalar di semua bidang dan sektor pembangunan dan sulit untuk diatasi. Hal ini pun kemudian menjadi menarik untuk diperbincangkan dalam konteks teologi anti korupsi, mengingat bahwa praktek korupsi seakan menjadi suatu aliran tersendiri dalam kehidupan sosial keagamaan. Kita harus menghadirkan sebuah formula yang mampu menjelaskan atas pembacaan korupsi yang lebih komperhensif, khususnya dari sudut pandang al-Qur’an. Al- Qur’an memang tidak secara lugas menyebutkan term korupsi sebagai kesatuan hukum yang eksplisit, melainkan term-term tertentu seperti ghulu>l, al-suht, al-dawl, hira>bah yang mengarah pada subtansi korupsi tersebut. Berangkat dari term-term tersebut pula, sebuah kerangka rumusan anti korupsi mulai diperbincangkan dalam berbagai ragamnya sebagai bentuk epistemologi pencegahan dan juga pemberantasannya. Keywords: Teologi Anti Korupsi, Al-Qur’an, Pencegahan.

Page 8 of 16 | Total Record : 155