cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
PALASTREN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 466 Documents
PENEGAKAN HAK REPRODUKSI PEREMPUAN DALAM KEBIJAKAN KELUARGA BERENCANA DI INDONESIA Fatma Laili Khoirun Nida
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 6, No 1 (2013): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v6i1.982

Abstract

Dalam dinamika manajemen kependudukan, masuknya perempuan sebagai akseptor lebih dominan daripadalaki-laki. Namun, tidak diragukan lagi, berbagai masalah muncul dari perempuan sebagai akseptor. Masalah yang timbul sebagai akibat dari keterlibatan mereka dalam menjalankan perannya terkait dengan pembatasan jumlah anak menyebabkan berbagai dampak fisik, psikologis dan sosial. Ironisnya, kondisi masih tidak mengubah peran perempuan sebagai target utama dalam dinamika program keluarga berencana. Banyak faktor yang melemahkan posisi perempuan untuk memiliki daya tawardalam kehidupan reproduksi, terutama terkait dengan dinamika kontrasepsi, seperti kesenjangan penyebaran program kontrasepsi di kalangan perempuan (istri) dan laki-laki (suami), dan peran yang kurang optimal dari pemerintah dalam pelayanan kepada masyarakat baik secara edukatif serta medis sebagai konsekuensi daripelaksanaan program keluarga Berencana.kata kunci: Keluarga Berencana, Hak reproduksi Perempuan In dynamics of population management, the inclusionof women as acceptors is more dominant than men.It means that women’s involvement in the program isabsolute. However, no doubt, a variety of problems arisesfrom the women as the acceptors. The problems thatarise as a result of their involvement in carrying out its role related to the restriction of the children number getvarieties of physical, psychological and social impacts.Ironically, the condition still does not change the role ofwomen as the main target in the dynamics of the familyplanning program. Many factors weaken the position ofwomen to have the bargaining power to reproductivelife, especially related to the dynamics of contraception,such as the gap dissemination of contraception programsamong women (wives) and men (husbands), and lessoptimal role of government in service to the communityboth educativelly as well as medically as a consequence ofthe implementation of the family planing program. Keywords: Family Planning, Women’s reproductionrights
PERAN PEREMPUAN DALAM PELESTARIAN LINGKUNGAN DI KEPULAUAN KARIMUNJAWA Mochammad Widjanarko
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 12, No 1 (2019): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v12i1.4990

Abstract

The aim of this study is to analyze the role of women in preserving the environment in the Karimunjawa Islands. This research is a qualitative research with a phenomenological approach. The data collection used are in-depth interviews and observations. The data analysis research used is coding, by putting the codes on the material obtained. Coding is intended to be able to organize and systemize data in a complete and detailed manner so that data can appear in the description of the topic under study.From the findings of the study it can be concluded: one of the roles of women in preserving the environment in Karimunajawa Islands is to manage waste, which is done by forming a waste bank and inviting families and other people to manage waste. While informants who have lodging houses also use water wisely and sort waste in the form of organic and non-organic waste. For informants who are teachers, besidesplanting crops that is needed everyday, they are able to invite their students to take care of the environment around the school and clean the beach. Keywords: karimunjawa, environmental conservation, women's role  AbstrakTujuan Penelitian adalah menganalisis peran perempuan dalam melestarikan lingkungan di Kepulauan Karimunjawa. Penelitian ini adaah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dan pengamatan. Dalam penelitian analisis data yang digunakan adalah koding, dengan membubuhkan kode-kode pada materi yang diperoleh. Koding dimaksudkan untuk dapat mengorganisasi dan mensistemasi data secara lengkap dan mendetail sehingga data-data dapat muncul gambaran tentang topik  yang diteliti. Dari hasil temuan penelitian dapat disimpulkan: salah satu peran perempuan dalam melestarikan lingkungan di Kepulauan Karimunajawa  adalah  mengelola sampah, yang  dilakukan dengan membentuk bank sampah dan mengajak keluarga serta orang lain untuk mengelola sampah. Sedangkan informan yang memiliki rumah penginapan juga menggunakan air secara bijak dan memilah sampah dalam bentuk sampah organik dan nonorganik. Untuk informan yang berprofesi guru selain menanam tanaman yang bisa diperlukan sehari-hari juga mengajak muridnya dalam menjaga lingkungan di sekitar sekolah dan upaya melakukan bersih-bersih pantai.  
KETELADANAN PEREMPUAN DALAM SASTRA QUR’ANI : ANALISIS KRITIK SASTRA FEMINIS KISAH PEREMPUAN DALAM AL QURAN Amin Nasir
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 6, No 2 (2013): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v6i2.987

Abstract

Cerita dalam Al-Qur’an bukan hanya cerita untuk dongeng semata-mata, tapi  juga mengandung pelajaran,tuntutan, dan petunjuk bagi manusia. Al-Qur’an secara khusus membahas jenis perempuan menurut perbuatan mereka. Al-Qur’an mengacu pada seorang wanita sholehah dan wanita yg dzalim. Penelitian ini menganalisis empat cerita wanita, yaitu: Asiyah, ibu Musa, Ratu Saba’,dan istri Nabi Nuh dan Nabi Lut. Qur’an menegaskan pandangan perempuan sebagai orang yang bertanggung jawab penuh atas pilihannya, baik tindakan terpuji atauaktivitas tirani. Perempuan diakui sebagai pribadi yang mandiri yang tidak bergantung pada sosok laki-laki.Orang wanita mendapatkan ganjaran atas apa yang dia lakukan, baik atau buruk.Kata Kunci: Kritik Sastra, Perempuan Teladan, Al-Qur’an. Stories in the Qur’an is not just a fairytale story for sheer,but it also contains lessons, demands, and instructionsfor humans. The Qur’an specifically discuss the types ofwomen according to their deeds. The Qur’an refers to anideal woman and a bad women. This research analyzedfour women stories : Asiyah, Moses mother, the QueenSaba’ and Mrs Nuh dan Mrs Lut. Qur’an confirms theview of women as a person who fully responsible for herchoice, either commendable action or tyranny activity.Women are recognized as an independent person whodoes not rely on the male figure. A woman getting a reward for what she has does, good and bad.Keywords: Literary Criticism, Women  Idols, Al-Qur’an.
Desacralization of Marriage in the Islamic Community of Javanese Farmers Sardjuningsih Sardjuningsih
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 13, No 1 (2020): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v13i1.7412

Abstract

Field research with a phenomenological approach, in the District of Kabuh-Jombang. The barren rural socio-geographical setting makes tradition basics a reference and measure of norms of action. The uniqueness of this study with previous research is the process of reducing the sacredness of marriage by placing the status of Widower or Widow better than the status of an old spinster or old age. Research with a Phenomenological approach with Robert Merton's Structural-Functional analysis knife rests on deep interview techniques of 20 informants consisting of couples who experience young and divorced couples, families, and community leaders. produce conclusions that the tradition of underage marriage is a social fact, a habit that still continues to this day, constructed with noble and sacred meaning. In the social process the Nobleness of meaning is not supported by other social facts, that being a widower or widow is better than being an old woman or old woman. This puts divorce better than maintaining marriage. This pragmatic outlook is contrary to the ideal ideals of a sacred marriage. The result of a complex divorce is a negative new social fact that is neglecting the rights of children to be paid by their parents. This negative social fact is due to the dysfunctional social control and social structure of the process of adaptation to change.
REKONSTRUKSI HUKUM BERKEADILAN GENDER SEBAGAI PENDEKATAN DALAM PEMBERDAYAAN BURUH PEREMPUAN TELAAH DISPARITAS HUKUM PADA TENAGA KERJA WANITA DI KABUPATEN MAGELANG Arif Hidayat
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 7, No 1 (2014): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v7i1.1000

Abstract

Perlakuan terhadap Pria dan wanita tentu saja berbeda,namun kenyataan berbicara bahwa wanita cenderung menjadi korban perlakuan tidak adil. Ini mengarah ke skema yang berbeda antara pria dan wanita dalam penilaian keadilan. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi model penegakan keadilan antaralaki-laki dan perempuan. Melalui metode kualitatif penelitian ini menunjukkan bahwa model penegakan hukum antara laki-laki dan perempuan berbeda. Namun,model utama kedua menunjukkan kemiripan, misalnyarelasi yang didominasi model penegakan hukum. Selainpengaruh dominan hukum internasional, dalam model kesejahteraan, pria terlibat secara signifikan sedangkan dalam model perempuan variabel yang mempengaruhi  adalah harapankata kunci: Pemberdayaan, Penegakan Hukum, KeadilanGender. Men and women are treated differentially but women tend to be the victims of unjust treatment. It leads to the different schemas between men and women in justice judgment. This article aimed to explore the law enforcement model between men and women. Trough the qualitative method the study shows that law enforcement model between men and women is different. However, the main model of these two is similar, e.g. relationaldominated law enforcement model. Besides the dominant influence of interactional law, in the model of men welfare is significantly involved while in the model of women the other influencing variable is expectation.Keywords: Empowerment, Law Enforcement, Gender Justice.
PENGASUHAN ANAK USIA DINI BERPERSPEKTIF GENDER DALAM HUBUNGANNYA TERHADAP PEMILIHAN PERMAINAN DAN AKTIVITAS KEAGAMAAN UNTUK ANAK Evi Muafiah; Wirawan Fadly
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 12, No 1 (2019): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v12i1.3188

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pola pengasuhan yang terjadi di lembaga Penelitian ini bertujuan mengetahui pola pengasuhan yang terjadi di lembaga PAUD maupun dalam lingkungan keluarga serta hubungannya terhadap pemilihan permainan dan aktivitas keagamaan AUD. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods dengan desain concurrent embedded. Penelitian dilaksanakan di eks-karesidenan Madiun dengan pemilihan sampel melalui purposive sampling pada data yang diperoleh menggunakan metode kualitatif dan random sampling pada data kuantitatif. Data tersebut dikumpulkan menggunakan angket, observasi, dan wawancara yang kemudian dianalisis berdasarkan karakteristiknya melalui deskriptif kualitatif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan Pertama masyarakat telah responsif gender pada pengasuhan AUD dan cenderung bebas pada aspek stereotipe, subordinasi, dan marginalisasi, Kedua, pemahaman responsif gender dalam pemilihan pemainan yang dimiliki guru lebih baik daripada orang tua/pengasuh, sedangkan pemilihan aktivitas keagamaan tidak ada perbedaan, dan Ketiga adanya hubungan signifikan antara pola asuh dalam lingkungan keluarga dan lembaga PAUD terhadap pemilihan permainan, namun berbeda pada pemilihan aktivitas keagamaannya dimana hubungan signifikan hanya pada lingkungan keluarga.Kata Kunci: Pengasuhan Anak, Berperspektif Gender, Pemilihan Permainan, Aktivitas Keagamaan
Ekoteologi berwawasan Gender dalam al-Quran Nur Arfiyah Febriani
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 10, No 1 (2017): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v10i1.2463

Abstract

Ekoteologi adalah bentuk teologi konstruktif yang membahas interrelasi antara agama dan alam, terutama dalam menatap masalah-masalah lingkungan. Secara umum, ekoteologi berangkat dari suatu premis bahwa ia ada karena adanya hubungan antara pandangan dunia keagamaan manusia dan degradasi lingkungan.Ekoteologi sangat penting dalam merekonstruksi paradigma antroposentris. Interkoneksi antara manusia dengan dirinya sendiri, manusia dengan sesama manusia, manusia dengan lingkungan dan manusia dengan Tuhan yang harmonis dalam konsep ekoteologi, diharapkan dapat membangun kesadaran spiritual manusia yang menurut Nasr semakin memudar dalam masyarakat modern dan menjadi sumber segala permasalahan yang terjadi. Di sisi lain, peran laki-laki dan perempuan yang komplementer dan kooperatif dalam relasi gender termasuk dalam upaya konservasi lingkungan, adalah suatu yang niscaya dalam al-Quran. Al-Quran menyanggah stereotipe karakter bagi keduanya berdasarkan jenis kelamin. Artinya, stereotipe yang ada adalah doktrin dari pandangan masyarakat yang telah melekat dan teraktualisasi serta membentuk pola relasi gender yang inharmonis
PEREMPUAN SAMIN DALAM TANTANGAN POLITIK LOKAL DI KUDUS JAWA TENGAH Moh Rosyid
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 7, No 2 (2014): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v7i2.1027

Abstract

Penelitian ini mencakup bagaimana kehidupan politik perempuan Samin. Tulisan ini mencoba untuk menjawab apa faktor yang mempengaruhi mereka untuk melaksanakan kepercayaan tradisional dalam kehidupan politik mereka. peneliti menggunakan beberapa model alternatif untuk melakukan penelitian ini, seperti ethnomethodology, etnografi, membumi, dan fenomenologi. Data dianalisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif untuk memahami kegiatan sosial perempuan Samin di Kudus dalam hal pemilihan umum.Hasil dari penelitian ini adalah bahwa wanita Saminsangat aktif dalam kehidupan politik mereka. Keaktifanmereka dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti: daridiri mereka sendiri, dari suami mereka dan dari para pemimpin Samin.kata kunci: Tindakan Politik, Perempuan Samin, Pemilu. This research covers how is the political life of Saminwomen. It tries to answer what are factors which influence them to implement the traditional beliefs in theirpolitical life. The researcher uses some alternative modelsto undertake this research, such as ethnomethodology,ethnography, grounded, and phenomenology. The data are analyzed by using qualitative approach to understandthe social activities of Samin women in Kudus in terms ofgeneral election. It is found that Samin women are veryactive in their political life. Their activeness are influencedby some factors such as: from theirselves, from their husbands and from the Samin leaders.Keywords: Political act, Samin’s women, Election.
EFEKTIVITAS PELATIHAN PENERAPAN PHBS ANAK USIA DINI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERAN ORANG TUA agnes fitria widiyanto; Elviera Gamelia
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 10, No 1 (2017): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v10i1.2253

Abstract

Keterlibatan dan kemampuan orang tua terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) anak usia dini sangat menentukan kualitas kesehatan anak. Kemampuan orang tua mengenai PHBS ditingkatkan dengan pendidikan kesehatan seperti pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pelatihan penerapan PHBS terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan peran orang tua siswa PAUD.Penelitian  quasy experimental ini menggunakan desain pre-test and post-test design. Sampel 36 orang tua (19 orang tua PAUD Tunas Harapan Desa Karangmangu dan 17 orang tua PAUD Kasih Ibu Desa Kemutug Kidul). Pengumpulan data menggunakan angket untuk pengetahuan dan sikap, serta kuesioner untuk peran yang dilakukan sebelum dan sesudah pelatihan. Data diuji dengan uji wilcoxon untuk perbedaan pengetahuan dan sikap sebelum-sesudah diberikan pelatihan, sedangkan uji paired t test untuk perbedaan peran sebelum-sesudah diberikan pelatihan.Hasil uji menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan, sikap, dan peran sebelum dan sesudah diberikan pelatihan dengan nilai p pengetahuan 0,000, sikap 0,000, dan peran 0,000 (<0,05).Pelatihan penerapan PHBS anak usia dini efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan peran orang tua. Kata Kunci : PHBS, orang tua, anak usia dini
DUKUNGAN KELUARGA, PERAN GENDER, EFIKASI DIRI PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIR, DAN PENGHARAPAN AKAN HASIL TERHADAP CAREER INDECISION SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI KOTA MADIUN Muhammad Ali; Mukhibat Mukhibat
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 9, No 2 (2016): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v9i2.2054

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung antara peran gender, dukungan keluarga, efikasi diri pengambilan keputusan karir, dan harapan hasil  terhadap career indecision siswa SMA. Data dikumpulkan dengan kuesioner yang disebarkan kepada 280 siswa dan dianalisis dengan SEM (Structural Equation Modeling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga, efikasi diri pengambilan keputusan karir, dan harapan hasil berpengaru langsung yang signifikan dan negatif terhadap career indecision, sementara peran gender berpengaruh signifikan dan positif terhadap carer indecision. Dukungan keluarga melalui efikasi diri pengambilan keputusan karir dan harapan hasil, peran gender melalui efikasi diri pengambilan keputusan karir dan harapan hasil, dan efikasi diri pengambilan keputusan karir melalui harapan hasil berpengaruh signifikan dan negatif terhadap career indecision. Peran gender ditemukan tidak berpengaruh pada harapan hasil dan career indecision melalui harapan hasil. Direkomendasikan bagi konselor untuk melakukan layanan konsultasi bagi orang tua dalam rangka mengurangi tingkat career indecision siswa.