cover
Contact Name
persona
Contact Email
jurnalpersona@untag-sby.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalpersona@untag-sby.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Persona: Jurnal Psikologi Indonesia
ISSN : 23015985     EISSN : 26155168     DOI : -
Persona: Jurnal Psikologi Indonesia is a peer-reviewed journal, published by Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Persona Journal was first published in 2012. At first this journal was published three times a year. Starting in 2017 this journal is only published twice a year, in June and December
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 1 (2020): Juni" : 11 Documents clear
Peran efikasi diri dalam memediasi interaksi mindfulness dan burnout pada guru sekolah dasar inklusif G.D., Putu Winda Yuliantari; Widyasari, Pratiwi
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 9 No 1 (2020): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/persona.v9i1.3373

Abstract

AbstractThe role of teachers, especially in primary school education, is something that needs to be considered as a form of anticipation of emotional fatigue that results in burnout. This study aimed to examine the effect of teacher self-efficacy in mediating the relationship of mindfulness to the domain of burnout conditions. Data collected from participants in inclusive primary school (n = 174) using convenience sampling techniques. This study used Mindfulness in Teaching Scale, Teacher Efficacy in Inclusive Practice, and Maslach Burnout Inventory-Educator Survey as measuring tools, which has been adapted to the context of inclusive education in Indonesia. The results of the regression test and the Sobel test showed that self-efficacy significantly mediates the relationship between mindfulness conditions and the domain of personal achievement in burnout conditions. The teacher's self-efficacy becomes an important thing to consider when wanting to handle mindfulness in helping to improve the domain of personal accomplishment in burnout conditions. Implications, limitations of the study, and suggestions for further research are discussed.Keywords: Burnout; Inclusive education; Mindfulness; Primary school teacher; Self-efficacy  AbstrakPeran guru terutama di pendidikan sekolah dasar menjadi hal yang perlu untuk diperhatikan sebagai bentuk antisipasi terhadap kondisi kelelahan emosional yang berujung pada burnout. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh efikasi diri guru dalam memediasi hubungan kondisi kesadaran (mindfulness) terhadap domain kondisi burnout. Pengambilan data partisipan penelitian di sekolah dasar inklusif (n=174) dilakukan dengan teknik convenience sampling. Penelitian ini menggunakan alat ukur Mindfulness in Teaching Scale, Teacher Efficacy in Inclusive Practice, dan Maslach Burnout Inventory-Educator Survey, yang telah diadaptasi ke dalam konteks pendidikan inklusif di Indonesia. Hasil uji regresi dan uji Sobel menunjukkan efikasi diri secara signifikan memediasi hubungan antara kondisi mindfulness dengan domain pencapaian personal pada kondisi burnout. Efikasi diri guru menjadi hal yang penting untuk diperhatikan ketika ingin melakukan penanganan terhadap kondisi kesadaran (mindfulness) dalam membantu meningkatkan domain pencapaian personal pada kondisi burnout. Implikasi, keterbatasan penelitian, dan saran untuk penelitian selanjutnya didiskusikan.Kata kunci: Burnout; Efikasi diri; Guru sekolah dasar; Mindfulness; Pendidikan inklusif
Bagaimana self-efficacy calon guru siswa dengan disabilitas di sekolah inklusi?: Studi di berbagai Perguruan Tinggi Novembli, Meta Silfia; Azizah, Nur
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 9 No 1 (2020): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/persona.v9i1.2804

Abstract

AbstractThe prospective teacher must have both academic and competency readiness. Besides, they must have self-efficacy on their own ability to later teach in schools, especially inclusive schools. However, until now research that discusses how Prospective teachers’ self-efficacy in teaching students with disabilities is still very limited and unclear. The purpose of this study is to reveal the self-efficacy profile of prospective teachers in teaching students with disabilities in inclusive schools as seen in three sub-constructs namely using inclusive instruction, collaboration, and managing behavior. The type of research is a survey. The population is the students of the Elementary School Teacher Education Study Program with a sample of 234 people. The data were collected using a scale of self-efficacy for prospective teachers with alpha coefficient 0,983. The data analyzed using descriptive statistics. In general, the self-efficacy of prospective teachers is in the moderate category. Based on the three sub-constructs of self-efficacy, prospective teachers in using inclusive instructional, collaboration, and managing behavior also are in a medium category. Implications may be reviewed further by the Ministry of Higher Education and University.Key Words: Prospective Teachers; Collaboration; Managing Behavior; Self-Efficacy; Using Inclusive InstructionAbstrakCalon guru harus mempunyai kesiapan baik akademik maupun kompetensi sebelum mengajar di sekolah. Selain itu, calon guru harus mempunyai self-efficacy atas kemampuannya sendiri untuk nantinya mengajar di sekolah terutama sekolah inklusi. Namun, hingga kini penelitian mengenai bagaimana self-efficacy calon guru untuk mengajar siswa dengan disabilitas masih sangat terbatas. Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan gambaran self-efficacy calon guru untuk mengajar siswa dengan disabilitas di sekolah inklusi yang dilihat pada tiga sub konstruk yaitu using inclusive instructional, collaboration, dan managing behavior. Metode penelitian adalah survei dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar dengan partisipan sebanyak 234 orang. Pengumpulan data menggunakan skala self-efficacy calon guru dengan koefisien alpha 0,983. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. Secara umum self-efficacy calon guru berada pada kategori sedang. Berdasarkan ketiga sub-konstruk self-efficacy calon guru yaitu dalam using inclusive instructional, collaboration, dan managing behavior juga memiliki kategori sedang. Implikasi dapat dikaji lebih lanjut oleh Kementerian Pendidikan Tinggi dan Universitas.Kata Kunci: Calon Guru; Kerja Sama; Manajemen Perilaku; Self-Efficacy; Pembelajaran Inklusif 
Stres akademik pada siswa: Menguji peranan iklim kelas dan school well-being Muhid, Abdul; Ferdiyanto, Fahmy
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 9 No 1 (2020): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/persona.v9i1.3523

Abstract

AbstractAcademic stress is a crucial problem experienced by students. Educators and researchers pay high attention to the phenomenon of academic stress among students. This study presents the results of an empirical study of the effects of classroom climate and school well-being on academic stress. This research uses a quantitative approach and is carried out by survey methods that used 3 psychological scales as a measurement tools, namely Academic Stress Scale (? = 0.831); Classroom Climate Scale (? = 0.736); and School Well-being Scale (? = 0.868). The subjects of this study were 105 students taken by the purposive sampling technique at 2 schools. The results showed that simultaneously there was a significant negative effect between classroom climate and school well-being on academic stress. Partially the results of this study indicate that there is a significant influence between classroom climate on academic stress. While the school well-being variable has a significant negative effect on academic stress. Classroom climate and school well-being variables can be used as strong predictors of academic stress.Keywords: Academic stress; Classroom Climate; Cchool Well-Being AbstrakStres akademik menjadi permasalahan yang krusial dialami oleh siswa. Para pendidik dan peneliti menaruh perhatian yang tinggi terhadap fenomena stres akademik di kalangan siswa. Penelitian ini memaparkan hasil studi empiris tentang pengaruh iklim kelas dan school well-being terhadap stres akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan dilakukan dengan metode survei yang menggunakan 3 skala psikologi sebagai alat ukur, yaitu Skala Stres Akademik (? = 0.831); Skala Iklim Kelas (? = 0.736); dan Skala School Well-being (? = 0.868). Subyek penelitian ini berjumlah 105 siswa yang diambil dengan teknik purposive sampling pada 2 sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan ada pengaruh negatif yang signifikan antara iklim kelas dan school well-being terhadap stres akademik. Secara parsial hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara iklim kelas terhadap stres akademik. Sedangkan variabel school well-being memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap stres akademik.  Variabel iklim kelas dan school well-being dapat dijadikan prediktor yang kuat terhadap stres akademik.Kata kunci: Iklim Kelas; School Well-Being; Stres Akademik
Alat ukur pemeliharaan hubungan perkawinan untuk orang Indonesia: Pengujian properti psikometri Santosa, Rizky Putra; Kusumawardhani, Dity Ayu
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 9 No 1 (2020): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/persona.v9i1.2928

Abstract

AbstractRelationship maintenance is intended to maintain the desired relationship characteristics. It is necessary to have specificity in measuring the maintenance of the marital relationship that can be used in Indonesian culture and language because there are no studies focusing on this theme. This study aims to develop a measure of behavior to maintain marital relations based on seven dimensions of positivity, assurances, self-disclosure, relationship talks, understanding, tasks, and network. This research is a quantitative descriptive study because it aims to determine the psychometric characteristics of measuring instruments. A total of 199 subjects are heterosexual couples who are married. The preparation of this scale is carried out through the steps of concept construction, item preparation, item review as well as validity and reliability testing. Validity tests include Aiken's content validity, construct validity with confirmatory factor analysis, and criterion validity that is correlated with marital satisfaction. This research produced 34 items of marital maintenance relationship behavior scale with adequate psychometric properties in each dimension. This scale can be used to answer questions related to relationship maintenance. Future scale development is discussed in this paper.Keywords: Marriage Couples; Measurement; Relationship Maintenance AbstrakPemeliharaan hubungan ditujukan untuk mempertahankan karakteristik hubungan yang diinginkan. Penting untuk adanya kekhususan dalam mengukur pemeliharaan hubungan perkawinan yang dapat digunakan dalam budaya dan bahasa Indonesia karena penggunaan skala pemeliharaan hubungan tidak banyak dilakukan dan bahkan belum ada penelitian yang berfokus pada perilaku memelihara hubungan perkawinan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun alat ukur perilaku memelihara hubungan pernikahan berdasarkan tujuh dimensi yaitu kepositifan, jaminan, pengungkapan diri, pembicaraan hubungan, pemahaman, pembagian tugas dan berbagi jaringan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif, karena bertujuan untuk mengetahui karakteristik psikometrik alat ukur. Sebanyak 199 partisipan merupakan pasangan heteroseksual yang telah menikah. Penyusunan skala ini dilakukan melalui tahap konstruksi konsep, penulisan butir, pengkajian butir serta uji validitas dan uji reliabilitas. Uji validitas diantaranya validitas isi aiken, validitas berdasarkan konstruk menggunakan analisis faktor konfirmatori dan validitas berdasarkan kriteria yang dikorelasikan dengan kepuasan perkawinan. Penelitian ini menghasilkan 34 butir skala perilaku memelihara hubungan perkawinan dengan properti psikometris yang memadai disetiap dimensi keperilakuan. Skala ini dapat digunakan guna menjawab pertanyaan terkait pemeliharaan hubungan. Pengembangan skala lebih lanjut dibahas dalam tulisan ini.Kata kunci: Pengukuran; Pemeliharaan Hubungan; Pasangan Perkawinan 
Profiling bakat menggunakan Employee Aptitude Survey (EAS): Dapatkah menjadi prediktor Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)? Ekawati, Dian; Kinayung, Dian; Widiana, Herlina Siwi
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 9 No 1 (2020): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/persona.v9i1.2983

Abstract

AbstractGrade Point Average (GPA) the cumulative value achieved by a university student, is one of the criteria in job selection. However, not all students get the minimum GPA threshold required. Aptitude is a factor that may predict the GPA. The aim of this study is to examine aptitude as a predictor of GPA in university students. The hypothesis is aptitudes in the Employee Aptitude Survey (EAS) are able to predict students’ Grade Point Average (GPA). The research participants were 380 university students chosen by incidental sampling. The EAS was used to measure aptitude, with the reliability of each subtest that was adequate and met the validity index based on confirmatory analysis. GPA was known from a self-report questionnaire. The analysis was performed using Kendall's Tau statistical analysis technique. In general, speed and visual accuracy aptitude is the only aptitude measured with EAS that is unable to predict GPA. There were different aptitude profiles between students majoring in natural and social sciences. Based on the results, nine subtests in the EAS that significantly predict GPA may be used in selecting new students in the university.Keywords: Employee Aptitude Survey (EAS); GPA; university student. AbstrakIndeks Prestasi Komulatif (IPK) yang merupakan nilai kumulatif yang dicapai oleh setiap mahasiswa di Perguruan Tinggi, sampai dengan saat ini masih menjadi salah satu kriteria dalam seleksi pekerjaan. Namun tidak semua mahasiswa memperoleh IPK sesuai dengan batas minimal yang dipersyaratkan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji bakat-bakat sebagai prediktor IPK pada mahasiswa. Hipotesis penelitian adalah bakat-bakat yang ada dalam Employee Aptitude Survey (EAS) mampu memprediksi Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa. Partisipan penelitian adalah 380 mahasiswa yang dipilih dengan insidental sampling. Alat ukur yang digunakan untuk adalah EAS, dengan reliabilitas tiap subtes yang memadai serta memenuhi indeks validitas berdasar analisis faktor konfirmatori. Data IPK diperoleh dari self report questionaire. Analisis dilakukan dengan menggunakan teknik analisis statistik Kendall’s Tau. Secara umum, aspek kecepatan dan ketelitian visual menjadi satu-satunya aspek dalam EAS yang tidak mampu berperan sebagai prediktor IPK. Terdapat perbedaan profil bakat pada mahasiswa eksakta dan non eksakta. Berdasarkan hasil penelitian, sembilan subtes dalam EAS yang mampu memprediksikan IPK secara signifikan dapat digunakan sebagai alat seleksi mahasiswa baru.Kata kunci: Employee Aptitude Survey (EAS); IPK; mahasiswa            
Efektivitas modifikasi kognitif perilaku untuk menurunkan kecemasan sosial pada remaja dengan Borderline Intellectual Functioning (BIF) Wahyuningsih, Listiyani; Daengsari, Dini P.
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 9 No 1 (2020): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/persona.v9i1.2782

Abstract

AbstractChildren with Borderline Intellectual Functioning (BIF) are prone to experiencing social anxiety caused by cognitive distortions. Psychological interventions that emphasize the conversion of cognitive is a cognitive-behavioral modification (CBM). Research on the application of CBM for children BIF has not been carried out. The aim of this study was to examine the effectiveness of CBM to reduce social anxiety on children with BIF. Social anxiety was measured by the Social Anxiety Scale for Adolescent (SAS-A). Data in this study also were obtained through observation and interviews with subjects and parents. This research using single subject A-B-A’ design and involve one subject, 13 years old female adolescent. This intervention conducted in 6 sessions with 90-120 minutes/session. Data on this study is analyzed by comparing SAS-A scores before and after the intervention. The result shows a change in social anxiety level on the subject. Therefore, Cognitive Behavior Modification is effective to reduce the level of social anxiety on an adolescent with BIF.Keywords: Borderline Intellectual Functioning; Cognitive Behavior Modification; Social anxiety AbstrakAnak dengan borderline intellectual functioning (BIF) rentan mengalami masalah kecemasan sosial yang disebabkan oleh distorsi kognitif. Intervensi psikologis yang bisa dilakukan adalah modifikasi kognitif-perilaku. Penelitian mengenai penerapan modifikasi kognitif-perilaku untuk anak dengan BIF belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat keefektifan Modifikasi Kognitif-Perilaku untuk menurunkan kecemasan sosial pada anak dengan BIF. Kecemasan sosial diukur menggunakan kuesioner Social Anxiety Scale for Adolescent (SAS-A). Data dalam penelitian ini juga diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan subjek dan orang tua. Design penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah single subject A-B-A’ design, penelitian ini melibatkan satu subjek yaitu seorang remaja perempuan berusia 13 tahun. Terapi ini dilakukan dalam 6 sesi, dengan durasi 90-120 menit/sesi. Teknik analisis data dilakukan dengan membandingkan skor SAS-A sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perubahan tingkat kecemasan sosial pada subjek. Dengan demikian, Modifikasi Kognitif-Perilaku terbukti efektif untuk menurunkan tingkat kecemasan sosial pada remaja dengan BIF.Kata Kunci: Borderline Intellectual Functioning; Kecemasan Sosial; Modifikasi Kognitif Perilaku
Meningkatkan perilaku prososial pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) melalui pembelajaran karakter: Bagaimana efektivitasnya? Suroso, Suroso; Maramis, Fandy; Farid, Muhammad
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 9 No 1 (2020): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/persona.v9i1.3214

Abstract

AbstractIncreasing prosocial behavior can help solve social problems that occur in the community. Cultivation of prosocial behavior can be done at school through character learning. This study aims to examine the effectiveness of character learning to improve prosocial behavior in working together, helping and respecting the rights and welfare of others in high school adolescents. The experimental research design used in this study was one group pretest-posttest. Research participants numbered 21 class XI Xin Zhong Surabaya High School students who were selected based on purposive sampling techniques. The research instrument used a prosocial scale compiled by researchers with a reliability coefficient of ? = 0.898. The results of the analysis using Wilcoxon show that character learning is effective for improving the prosocial behavior of high school adolescents. It is recommended that teachers use the character learning module to improve the prosocial behavior of high school adolescents.Keywords: Character learning; Learning effectiveness; Prosocial behavior AbstrakPeningkatan perilaku prososial dapat membantu menyelesaikan permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat. Penanaman perilaku prososial dapat dilakukan di sekolah melalui pembelajaran karakter. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pembelajaran karakter untuk meningkatkan perilaku prososial bekerja sama, menolong dan menghargai hak dan kesejahteraan orang lain pada remaja SMA. Desain penelitian eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah one group pretest-posttest.  Partisipan penelitian berjumlah 21 siswa kelas XI SMA Xin Zhong Surabaya yang terpilih berdasarkan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan skala prososial yang disusun oleh peneliti dengan koefisien reliabilitas sebesar ?= 0,898. Hasil analisis menggunakan Wilcoxon menunjukkan bahwa pembelajaran karakter efektif untuk meningkatkan perilaku prososial remaja SMA. Disarankan agar para guru menggunakan modul pembelajaran karakter untuk meningkatkan perilaku prososial remaja SMA.Kata kunci: Efektivititas Pembelajaran; Pembelajaran Karakter; Perilaku Prososial
Peran maternal self-efficacy sebagai mediator antara perceived social support dan depresi peripartum Fitria, Ika; Permatasari, Dian Putri; Nurwanti, Ratri
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 9 No 1 (2020): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/persona.v9i1.3230

Abstract

AbstractPeripartum period is a term used to describe the period that lasts from the process of pregnancy to postpartum. Peripartum depression is associated with various negative impacts in various aspects of life, not only for mothers but also for children both short term and long term. This study aims to determine the role of maternal self-efficacy as a mediator of the correlation between perceived social support and peripartum depression using correlational quantitative methods. Study participants were taken using accidental sampling technique involving 84 women who were in the peripartum period as participants (M = 27, SD = 5.106). There are 3 research instruments used in this study, namely The Multidimensional Scale Perceived Social Support (MSPSS); Perceived Maternal Parental Self-Efficacy (PMP S-E); and Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). The results of the analysis using simple mediation analysis with the PROCESS macro from Hayes show that maternal self-efficacy mediates the relationship between perceived social support and peripartum depression. In addition, it is also known that perceived social support has a direct effect on peripartum depression.Keywords: Maternal Self Efficacy; Perceived Social Support; Peripartum Depression Abstrak Periode peripartum merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menjelaskan periode yang berlangsung sejak proses kehamilan hingga pasca melahirkan. Depresi peripartum dikaitkan dengan berbagai dampak negatif dalam berbagai aspek kehidupan, tidak hanya bagi ibu, tetapi juga bagi anak baik jangka pendek, maupun jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran maternal self-efficacy sebagai mediator korelasi antara perceived social support dan depresi peripartum menggunakan metode kuantitatif korelasional. Partisipan penelitian diambil menggunakan teknik accidental sampling dengan melibatkan 84 perempuan yang berada dalam periode peripartum sebagai partisipan (M = 27, SD = 5.106). Terdapat 3 instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu The Multidimensional Scale Perceived Social Support (MSPSS); Perceived Maternal Parental Self-Efficacy (PMP S-E); dan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS).  Hasil analisis menggunakan analisis mediasi sederhana dengan makro PROCESS dari Hayes menunjukkan bahwa maternal self-efficacy memediasi hubungan antara perceived social support dan depresi peripartum. Selain itu, diketahui pula perceived social support memiliki direct effect terhadap depresi peripartum. Kata kunci: Depresi Peripartum; Maternal Self-Efficacy; Perceived Social Support
Internalisasi nilai keluarga dan regulasi emosi: Dapatkah membentuk perilaku sosial remaja? Josua, Dian Pertiwi; Sunarti, Euis; Krisnatuti, Diah
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 9 No 1 (2020): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/persona.v9i1.2801

Abstract

AbstractThe study of the condition of the area of residence, internalization of family values, and emotional regulation, of adolescent social behavior, is important because the environment influences feelings, and as a motive for adolescent behavior. This study aims to look at the influence of the environment, internalization of family values , and emotional regulation on adolescent social behavior. The study was conducted in five schools in the Districts of Abadijaya and Mekarjaya, Depok City. The study participants consisted of 120 adolescents (men n = 60 & women n = 60) and 120 working mothers taken using disproportional random sampling techniques. Data collection using the Asian Value Scale-Revised (AVS-R), Cognitive Emotional Regulation Questionnaire (CERQ), and Maladaptive Social Behavior. The PLS analysis results show that there are effects of environmental characteristics, family characteristics, internalization of family values, and emotional regulation on adolescent social behavior.Keywords: Adolescent emotional regulation; Adolescent social behavior; Family values Residential environment AbstrakStudi tentang kondisi wilayah tempat tinggal, internalisasi nilai-nilai keluarga, dan pengaturan emosi, terhadap perilaku sosial remaja penting dilakukan karena lingkungan berpengaruh terhadap perasaan, dan sebagai motif perilaku remaja. Penelitian ini bertujuan untuk melihatan pengaruh lingkungan, internaliasi nilai keluarga dan regulasi emosi terhadap perilaku sosial remaja. Penelitian dilakukan di lima sekolah yang ada di Kecamatan Abadijaya dan Mekarjaya Kota Depok. Partisipan penelitian terdiri dari 120 remaja (laki-laki n=60 & perempuan n=60 dan 120 ibu bekerja yang diambil menggunakan teknik  disproportional random sampling. Pengumpulan data menggunakan skala Asian Value Scale Revisied (AVS-R), Cognitive Emotional Regulation Questionnaire (CERQ) dan Maladaptive Social Behaviour. Hasil uji PLS menunjukkan terdapat pengaruh karakteristik lingkungan, karakteristik keluarga, internalisasi nilai keluarga, dan regulasi emosi terhadap perilaku sosial remaja. Kata kunci: lingkungan tempat tinggal; nilai keluarga; pengaturan emosi remaja; perilaku sosial remaja
Validasi skala penilaian instrumen perencanaan karier menggunakan Andrich Threshold Sandjaja, Stefanus Soejanto; Syahputra, Yuda; Erwinda, Lira
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 9 No 1 (2020): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/persona.v9i1.3310

Abstract

AbstractSuccess in a career is synonymous with the welfare of an individual's life, which needs further handling from the counselor. In determining and preparing for a future career, counselors should use a valid and reliable inventory. However, inventory that is considered valid and reliable by the counselor still raises problems in administration, namely students are confused in setting the response point in the inventory. The purpose of this study is to find a clear and unambiguous rating scale to make it easier for students to set a response point in their inventory. The research sample uses area random sampling consisting of six groups of test subjects, namely: 1, n = 75; 2, n = 61; 3, n = 47; 4, n = 146; 5, n = 85; and 6, n = 63. Data in this study were 5-point Likert scale political data collected using career planning inventory. The research data were analyzed using the Rasch model by testing the rating scale analysis through Threshold analysis between ratings. The results showed the rating scale in the Threshold analysis, the rating scale changed to a four-point Likert scale with a choice of very inappropriate, not appropriate, appropriate, and very appropriate.Keywords: Career Planning; Likert Scale; Ratting Scale; Threshold AbstrakSukses dalam karier identik dengan kesejahteraan hidup individu, yang perlu penanganan lebih lanjut dari konselor. Dalam menentukan dan mempersiapkan karier dimasa depan, konselor mestinya menggunakan inventori yang valid dan reliabel. Namun, inventori yang dianggap valid dan reliabel oleh konselor masih memunculkan permasalahan dalam pengadministrasian, yaitu siswa bingung dalam menetapkan rating scale pada inventori. Tujuan penelitian ini adalah menemukan skala penilaian yang jelas dan tidak ambigu untuk memudahkan siswa menetapkan rating scale pada inventori. Sampel penelitian menggunakan area random samplingyang terdiri dari enam kelompok subjek tes, yaitu: 1, n = 75; 2, n = 61; 3, n = 47; 4, n = 146; 5, n = 85; dan 6, n = 63. Data dalam penelitian ini berupa data politomi 5-point Likert scale yang dikumpulkan menggunakan career planning inventory. Data penelitian dianalisis menggunakan model Rasch dengan menguji rating scale analysis melalui analisis Threshold antar rating. Hasil penelitian menunjukkan rating scale pada analisis Threshold, rating scale berubah menjadi empat point Likert scale dengan pilihan sangat tidak sesuai, kurang sesuai, sesuai, dan sangat sesuai. Kata kunci: Perencanaan Karier; Ratting Scale; Skala Likert; Threshold

Page 1 of 2 | Total Record : 11