cover
Contact Name
Ida Wiendijarti
Contact Email
ida.wiendijarti@upnyk.ac.id
Phone
+682137688150
Journal Mail Official
jik@upnyk.ac.id
Editorial Address
Kampus II UPN "Veteran" Yogyakarta, Jl. Babarsari 2, Tambakbayan, Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : 16933028     EISSN : 24078220     DOI : https://doi.org/10.31315/jik.v21i3
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmu Komunikasi focuses on writings that contain current research and thinking in the fields of: Communication Science, including media and journalism studies, audio and audiovisual broadcasting studies, public relations studies and advertising studies; Design of Visual Communication; Marketing Communications; Health Communication; Communication Psychology; Sociology of Communication;
Articles 501 Documents
Model Pewarisan Nilai-Nilai Budaya Jawa Melalui Pemanfaatan Upacara Ritual Nuryani Tri Rahayu; Setyarto Setyarto; Agus Efendi
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v12i1.358

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pewarisan nilai-nilai budaya Jawa melalui pemanfaatan upacara ritual dengan maksud agar nilai-nilai budaya Jawa dapat kembali menjadi filosofi dan mewujud dalam perilaku hidup masyarakat Jawa. Pemanfaatan ritual dimaksudkan untuk lebih memberdayakan potensinya mengingat penyelenggaraannya oleh masyarakat dan beberapa pemerintah daerah selama ini hanya diarahkan untuk meningkatkan PAD dari sektor pariwisata. Target khusus penelitian ini meliputi; (a) Pengujian teoretis model konseptual dan uji cobanya dalam skala kecil, (b) Deskripsi efektivitas model konseptual (c) Tersusunnya model konseptual efektif pewarisan nilai-nilai budaya Jawa melalui pemanfaatan upacara ritual. Metode yang digunakan antara lain : (a) Studi pustaka dan pelacakan hasil penelitian relefan untuk memantapkan rancangan penelitian, (b) Expert judgment melalui seminar /lokakarya untuk uji teoretis rancangan model konseptual, (c) Studi Experimental untuk uji coba model, dan (d) Survei analitik untuk pengukuran efektivitas model. Lokasi penelitian di Kabupaten Wonogiri dan jenis penelitian studi deskriptif kualitatif. Sampel ditentukan secara purposive dan pengumpulan data dengan teknik indepth interview, observasi berperan pasif, content analysis, dokumentasi, dan Focus Group Discussion. Hasil penelitian disimpulkan bahwa secara teoretis model konseptual pewarisan nilai-nilai budaya Jawa melalui pemanfaatan upacara ritual tepat untuk diaplikasikan di kalangan masyarakat pendukung budaya Jawa. Pesan dalam proses pewarisan tersebut menghasilkan efek kognitif dan afektif dalam arti dapat menambah pengetahuan tentang makna simbol yang digunakan dalam ritual dan mampu mengubah sikap ke arah yang lebih positif terhadap penyelenggaraan ritual.
Identifikasi Program Corporate Social Responsibility Di Pangkalan Brandan terhadap Rencana Pendirian Pabrik Sodium Ligno Sulfanot Subhan Afifi
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 12, No 2 (2014)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v12i2.374

Abstract

Menurut Undang-Undang No 40 Tahun 2007 menyatakan bahwa setiap perusahaan harus bertanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan di mana perusahaan itu berada. Kewajiban ini mencakup pembangunan ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat. Berkenaan dengan rencana Pertamina mendirikan pabrik baru di Pangkalan Brandan untuk memproduksi Sodium Ligno Sulfanat, perlu perusahaan mengenali permasalahan-permasalahan dalam masyarakat dari persoalan sosial,ekonomi, budaya dan agama. Oleh karena itu menjadi hal penting untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap rencana tersebut. Melalui pendekatan kualitatif,data dikumpulkan melalui wawancara dan focus group discussion. Hasilnya menunjukkan bahwa pertama, pabrik itu dapat meningkatkan kesejahteraan.Kedua, dapat mengurangi angka pengangguran.Ketiga, tidak merusak lingkungan. Keeampat, pabrik ini dapat mendukung kegiatan sosial masyarakat. Program CSR akan dilakukan berdasarkan identifikasi yang telah diperoleh ini.
Semiotika Atribut Ibu-Ibu Anggota DPR RI di Senayan Jakarta Sebagai Pesan Komunikasi Presentasi Diri Dominik Tulasi
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 12, No 2 (2014)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v12i2.369

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui makna denotatif sekaligus menggali makna konotatif atribut yang digunakan ibu-ibu anggota dewan sebagai penanda dan petanda yang menyatu dalam penampilan ibu-ibu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia di Jakarta. Dalam konteks penelitian “Penampilan” adalah “Tanda” itu sendiri. Mencari struktur baru yang terdapat pada atribut dalam konteks penampilan khas ibu-ibu anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI. Makna denotatif atribut adalah semua objek yang nampak. Dan makna konotatif adalah makna yang dihadirkan peneliti sesuai konteks dan budaya lokal, yang di dalamnya bermuatan expresi khas individu manusia. Metode: yang digunakan dalam penelitian ini adalah induktif-aposteriori-eksploratif-kualitatif, dengan studi kasus menggunakan daya analisis semiotika komunikasi, yang bermuara pada internalisasi peneliti terhadap fenomena atribut yang digunakan ibu-ibu anggota dewan perwakilan rakyat di Senayan Jakarta. Hasil penelitian adalah upaya me-rekonstruksi pemahaman peneliti tentang semiotika atribut sebagai bentuk pesan dan komunikasi non-verbal.Simpulan: Pemaknaan atribut secara denotatif dapat memberikan pesan komunikasi dan konotasi atas atribut yang digunakan oleh ibu-ibu anggota dewan perwakilan rakyat di Senayan. Pilihan dan penggunaan atribut dalam setiap penampilan dapat memberi kesan yang dijadikan “anchor atau jangkar” bagi peneliti untuk memberi interpretasi lebih jauh tentang atribut-atribut yang dikenakan. Penelitian ini mengambil paradigma teori Ferdinand de Saussure dan Charles Sanders Peirce sebagai spektrum untuk meneropong masalah di lapangan. Hasilnya adalah pandangan Saussure mampu merekonstruksi semua objek yang nampak bagi peneliti. Demikian juga pandangan Peirce memiliki tiga ciri besar yang mampu menjadi cermin atau kacamata untuk melihat kenyataan di lapangan.
Makna Gaya Hidup Tengah Malam Anak Muda Urban di Branded Convenience Store dan Café 24 Jam Bambang Sukma Wijaya
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 12, No 2 (2014)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v12i2.373

Abstract

Saat ini menjamur toko-toko miniswalayan dan kafe cepat saji bermerek (branded convenience store & café) yang buka 24 jam, terutama di kota-kota besar di Indonesia. Dengan fasilitas sambungan internet gratis dan tempat yang nyaman, tak ayal, anak-anak muda pun setiap malam menyemut begadang menikmati waktu tengah-malam dengan membawa ‘peralatan’ kerja seperti laptop atau sekadar berkumpul mengobrol bersama teman-teman sampai pagi ditemani minuman dan makanan ringan. Gaya hidup begadang anak muda urban ini—yang penulis sebut sebagai midnight culture, sesungguhnya bukan hal baru bagi masyarakat Indonesia, karena aktivitas begadang bersama kerap dijumpai di kompleks-kompleks pemukiman dan perkampungan warga. Namun, setelah media dan merek-merek mereproduksi dan mengomodifikasinya, midnight culture menjadi tren dalam wujud baru. Tulisan ini berusaha menginvestigasi dan menangkap makna-makna terkait gaya hidup begadang anak muda urban di branded café dan convenience store 24 jam. Menggunakan metode etnografi kritis, penulis menemukan bahwa begadang bagi anak muda urban merupakan ekspresi dan aspirasi insomniak yang berkelindan dengan pleasure sosial, hasrat kesuksesan dan konstruksi identitas. Wacana personal ini tidak terlepas dari kuasa wacana media dan sosial yang berkembang di masyarakat, sementara secara ekonomi-politik, komodifikasi begadang oleh media dan merek memberikan dampak yang signifikan bagi ‘kelangsungan hidup’ media dan merek (convenience store dan café) tersebut.
Studi Fenomenologi: Tumbuhnya Prasangka Etnis di Yogyakarta Dewi Novianti; Sigit Tripambudi
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 12, No 2 (2014)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v12i2.368

Abstract

Penelitian ini melihat tumbuhnya prasangka-prasangka etnis di Yogyakarta dalam perspektif teori Fenomenologi. Hal ini disebabkan banyaknya pendatang dari berbagai daerah yang datang ke Yogyakarta, baik sekedar untuk wisata, mencari nafkah, maupun untuk melanjutkan studi. Berbagai etnis ada di Yogyakarta ini menyebabkan rentan akan konflik. Dalam penelitian ini mengambil obyek penelitian Jawa Yogya, Batak, Cina, Arab, dan Flores. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan masuk dalam kategori constructivis social research. Sumber penelitian diambil melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga faktor penyebab munculnya prasangka etnis yakni adanya perbedaan, stereotype yang melekat karena secara turun temurun, dan kebanggaan etnis. Faktor pendukung yang dapat mengurangi prasangka antar etnis di Yogya adalah pendidikan keluarga, lingkungan, tingkat pendidikan etnis itu sendiri, serta budaya etnis Jawa Yogya sebagai penduduk asli dan mayoritas yang lemah lembut, santun, mengenal unggah-ungguh. Faktor penghambat adalah masing-masing etnis memilki kebanggan tersendiri akan etnisnya, merasa etnisnya lebih hebat (superioritas/ etnocentris) dan adanya stereotype negative terhadap etnis lainnya.
Model Komunikasi, Sifat Arogansi dan Etika Komunikasi Pemerintah Menuju Pelayanan Publik Prima Akhirul Aminulloh; Dody Setyawan; Fahmi Fauzan
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 12, No 2 (2014)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v12i2.372

Abstract

Perilaku arogan aparat pemerintah negara secara signifikan mempengaruhi sikap arogansi terhadap masyarakat. Karena itu solusi diperlukan untuk memecahkan atas masalah arogansi dan ketidakpedulian aparat pemerintah terhadap masyarakat. Pada gilirannya, komunikasi dan etika dalam pelayanan publik seharusnya dioptimalkan, menjadi efektif dan efisien.Komunikasi dan etika dalam pelayanan publik bagi aparat pemerintah diperlukan untuk membangun hubungan harmonis antara pegawai pemerintah sebagai aparat pemerintah dan masyarakat. Untuk mendukung hal ini, kebijakan lokal pemerintah diputuskan melalui penyerapan aspirasi masyarakat, dan masyarakat akan berpartisipasi di dalamnya karena kebijakan lokal yang diputuskan tersebut mereka merasa terlibat dan dilibatkan. Penelitian ini dilakukan di Malang Raya dengan menggunakan analisis jalur (path analysis). Penentuan sampling menggunakan sampling purposive.Data dianalisis dengan menggunakan SPSS untuk menguji hipotesis dalam setiap alur dari masing-masing variabel. Hasilnya menunjukkan bahwa variabel komunikasi dan etika dalam pelayanan pemerintah secara signifikan mempengaruhi pelayanan publik. Demikian pula sebaliknya, sikap arogansi dan apatis masyarakat mempengaruhi secara positif dan signifikan terhadap pelayanan masyarakat.
Pemaknaan tentang Kebebasan Informasi Publik Menuju Pemerintahan Indonesia yang Bersih Felik Jebarus
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 12, No 2 (2014)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v12i2.371

Abstract

Dinamika pemaknaan istilah (terms) menjadi sangat penting dalam penyusunan suatu perundang-undangan tentang kebebasan untuk memperoleh informasi publik. Konsep tentang kebebasan, keterbukaan, hak warganegara terhadap informasi, badan publik, kerahasiaanh n Negara dan komisi informasi adalah fokus utama dalam pemaknaan ini, dan sekaligus menjadi tema besar yang mendasari proses penyusunan sebuah undang-undang yakni Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik. Dalam perspektif komunikasi, hukum adalah produk komunikasi. Bagaimana dan apa yang menjadi lingkup dan cakupan dari produk hukum sebagai perundang-undangan lahir dari perdebatan, argumentasi, penalaran, persuasi, diskusi,dan interpretasi satu sama lain. Melalui penelitian interpretif, tulisan ini menyajikan bagaimana pemaknaan terhadap konsep-konsep hukum terjadi. Hasilnya menunjukan bahwa ada dua domain perdebatan dan argumentasi, yakni memajukan hak-hak publik masyarakat dan melindungi kepentingan badan publik dan pemerintah. Kontestasi pemaknaan terjadi pada konsep tentang kerahasisaan Negara, apa yang dimaksud dengan kekebasan versus hak warganegara, perdebatan tentang Komisi Informasi dan Badan Publik.
Pendekatan Simulakra Terhadap Kekerasan Dalam Film Kartun Tom & Jerry Vibriza Juliswara
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 12, No 2 (2014)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v12i2.370

Abstract

Terlepas dari sisi rating keberadaan media Televisi di Indonesia, dari pendekatan simulakra ternyata tayangan film kartun lewat media TV juga membawa dampak bagi penontonnya. Tayangantayangan televisi tidak lebih dari sebuah dongeng besar untuk meninabobokan pemirsa. Dan yang paling berbahaya, tayangan pemberitaan di televisi ternyata telah menjadi hantu simulakra yang paling menakutkan. Bagaimana tidak, tayangan pemberitaan televisi tidak lagi mencerminkan keadaan yang sebenarnya namun sudah menjadi kenyataan itu sendiri. Inilah yang disebut Baudrillard sebagai hyperreality atau realitas semu. Tom and Jerry, begitu akrab di kalangan anak-anak, sayangnya dibalik keakraban tersebut, tersembunyi adanya ancaman, pemecahan masalah tokohnya cenderung dilakukan dengan cepat dan mudah melalui tindakan kekerasan. Cara-cara seperti ini relatif sama dilakukan oleh musuhnya (tokoh antagonis). Ini berarti tersirat pesan bahwa kekerasan harus dibalas dengan kekerasan, begitu pula kelicikan dan kejahatan lainnya perlu dilawan melalui cara-cara yang sama.Dengan kemampuan berpikir yang masih amat sederhana, dapat dimaklumi jika anak-anak cenderung menganggap film kartun yang ia tonton di layar televisi adalah sesuatu hal yang nyata.
Persoalan Kelembagaan dalam Pengelolaan Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio di Jawa Tengah Liliek Wiratmo
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 12, No 3 (2014)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v12i3.1443

Abstract

Pengaruh Technology Acceptance Model Terhadap Pembelian Furniture Dan Handycrat Produk Ukm Melalui Media Online Di Yogyakarta Surpiko Hapsoro Darpito
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v13i2.1454

Abstract


Filter by Year

2008 2025