cover
Contact Name
Ida Wiendijarti
Contact Email
ida.wiendijarti@upnyk.ac.id
Phone
+682137688150
Journal Mail Official
jik@upnyk.ac.id
Editorial Address
Kampus II UPN "Veteran" Yogyakarta, Jl. Babarsari 2, Tambakbayan, Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : 16933028     EISSN : 24078220     DOI : https://doi.org/10.31315/jik.v21i3
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmu Komunikasi focuses on writings that contain current research and thinking in the fields of: Communication Science, including media and journalism studies, audio and audiovisual broadcasting studies, public relations studies and advertising studies; Design of Visual Communication; Marketing Communications; Health Communication; Communication Psychology; Sociology of Communication;
Articles 501 Documents
EMPLOYEE BRANDING SEBAGAI STRATEGI KOMUNIKASI ORGANISASI UNTUK MENGKOMUNIKASIKAN CITRA MEREK (BRAND-IMAGE) Yeni Rosilawati
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 3 (2008)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v6i3.61

Abstract

Brand image can be projected through all aspects coming from the organization. From logo, location, store layout, product quality,service quality and also can be projected from the manner and attitude of the employees of organization toward their customers. That is called employee brabding. As Miles and Mangold said that employee branding is “the process by which employees internalized the desired brand image and are motivated to project the image to cus- tomers and other organizational consituents”. Employees can be strengthening and create brand image through their behavior and attitude. Employee brand-building behaviors may include courtesy, responsiveness, reliability, helpfulness, and empathy, among others. Such behaviors have been shown to contribute to consumers’ perceptions of service quality and may result in higher levels of customer retention and loyalty. The succesfullness of communication depend on how the organization projected their image to their publics. With employee branding, the employees help the organization by showing their empaht and exploring customers -cultural experiences. The real branding is creating brand by comprising all about the intangible aspects and tangible aspects.
Development of Local Institutions towards on Participation and Communication Model in the United Kingdom Eko Priyo Purnomo
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 3 (2010)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v8i3.132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlibatan para pemangku kepentingan dan mengelaborasi model komunikasi yang telah digunakannya. Partisipasi adalah istilah yang sangat populer dan nilai yang berhubungan dengan pengembangan serta implementasi kebijakan pada level lokal, nasional dan internasional. Ada beberapa isu untuk melihat pengembangan komunitas secara lestari dan berkelanjutan. Pertama, sebuah mekanisme kelembagaan yang dapat membuat aturan dan penegakan aturan tersebut. Kedua, peningkatan kapasitas yang membuat masyarakat setempat dapat membangun hubungan yang setara dengan para pemangku kepentingan lain seperti pemerintah daerah dan pembeli. Ketiga adalah transparansi kelembagagan yang mendukung sistem informasi dan kesetaraan antara pemangku kepentingan di masyarakat. Hal ini dapat ditunjukkan dengan melihat model komunikasi para pemangku kepentingan yang digunakan. Isu yang terakhir adalah tingkat fleksibilitas dan adaptif dari komunitas tersebut. Metode kualitatif sebagai metode dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode untuk mengumpulkan data, seperti etnografi dan pendekatan partisipatif. Data dianalisis menggunakan metode kualitatif. Observasi dan wawancara mendalam dilakukan di kelompok masyarakat yang dipilih dan terletak di Leeds, Inggris. Sebagai sebuah studi kasus adalah Proyek Bardon Grange (Bardon Grange Allotment Project), sebuah lembaga yang diprakarsai oleh Leeds Student Union (LSU). Organisasi ini dipilih karena mereka telah mengimplementasikan kerja berbasis lokal dan mereka telah membentuk beberapa inisiatif lokal.
Reporting on ‘Monas Incident’ in the Mass Media Construction Gatut Priyowidodo
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 2 (2010)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v8i2.75

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengidentifikasi konstruksi berita tentang FPI versus AKKBB (Aliansi Kebebasan untuk Kerukunan Beragama dan Berkeyakinan) - dalam kasus konflik pelarangan ajaran Ahmadiyah,(2) untuk mengidentifikasi konstruksi media massa terhadap pelaksanaan gerakan pemurnian ajaran agama di negara pluralisme, (3) untuk mengetahui konstruksi pemberitaan media dalam menempatkan hubungan antara negara dan organisasi keagamaan sebagai kekuatan masyarakat sipil untuk mendukung kehidupan yang harmonis orang beragama. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis wacana. Fokus pada berita media tentang FPI atau Insiden Monas di Suara Pembaruan dan Republika dalam periode publikasi antara 02-12 Juni, 2008. Komponen yang diamati mencakup, tematik, skematik, semantik, sintaksis, gaya dan rectories. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pertama, konstruksi berita dari media sangat ditentukan oleh ideologi media tersebut. Suara Pembaruan (bernuansa nilai Kristiani) menekankan bahwa FPI melakukan kekerasan terhadap hak-hak orang dalam melaksanakan kebebasan beragama. Republika (menekankan nilai Islami) menilai bahwa FPI tidak membuat kekerasan tetapi menerapkan praktek pemurnian ajaran Islam. Kedua, praktek pemurnian ajaran agama tidak merupakan tindakan yang salah. Ketiga, negara dinilai sangat tidak tegas dalam melaksanakan fungsinya. Negara tidak memberikan perlindungan yang cukup kepada mereka yang lemah.
Pemaknaan Siswa pada Materi Bias Jender di Sekolah Tuti Widiastuti
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 10, No 2 (2012)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v10i2.127

Abstract

Tulisan inidisusun berdasarkan penelitian yang bermaksud ingin mengetahuibiasjender dalam dunia pendidikan, khususnya dalam proses belajar-mengajar. Hal iniditunjukkan dengan gambaran bahwa perempuan dimarjinalisasi dalam peran domestik, dan telah diposisikan sebagaisosok yang lemah. Kerangka berpikir teoretismenggunakan studi budaya (culturalstudies) khususnya mengenai studi pemaknaan (reception). Metode penelitian yang digunakan adalah Triangulasi tipe the dominant-less dominant design, dimana paradigma dominan menggunakan pendekatan interpretif dengan dilengkapi data kuantitatif. Teknik analisis datamenggunakandeskriptifkualitatif, dimana data kuantitatif diperoleh dari populasi riset yaitu para siswa di SDN Cipinang Besar 01 Pagi, Jakarta Timur. Teknik sampling menggunakan stratified sampling, dibagi atas dua kelompok untuk setiap kelompok yaitu 36 responden,jadi total sampel adalah72 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan nilai kritis tabel t table untuk signifikansi 0,05 dan df=N – 1 = 35 adalah 1,691. Oleh karena nilait hasil investigasi adalah 0,03 maka null hypothesis gagal untuk ditolak. Dalam penelitian ini dijumpai pemaknaan teks dominan treading dimana siswa menggunakan kode-kode yang diterima umum dan tidak terjadi perbedaan penafsiran antara penulis dan pembaca. Halini jelas menunjukkan bahwa teks bahan ajar di sekolah belum menyediakan tempat untuk mode of expression dalam mensejajarkan perempuan dengan laki-laki.
Two Ways Communication: Sebuah Model Pembelajaran dalam Komunitas Samin di Sukolilo Pati Rini Darmastuti; Mustika Kuri Prasela
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 2 (2010)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v8i2.81

Abstract

Proses pembelajaran yang sering disebut oleh komunitas Samin sebagai sekolah masih berlangsung sampai saat ini. Proses pembelajaran ini sering disebut dengan ‘Sinau Nulis’. Dalam kehidupan mereka, belajar bukan hanya dipahami sebagai proses untuk mempelajari huruf dan angka, tetapi dipahami sebagai pembelajaran seumur hidup. Secara khusus, berarti belajar tentang bagaimana bertahan hidup dan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk tetap kuat dalam menghadapi tantangan yang ada. Oleh karena itu, ‘Sinau Nulis’ hanya dilihat sebagai bagian kecil dari apa yang mereka pahami sebagai belajar. Meski demikian, belajar membaca dan menulis tetap merupakan bagian yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari komunitas Samin. Hal ini terjadi karena pada saat ini mereka mulai menggunakan HP, teknologi dan sepeda motor. Untuk bertransaksi dan menggunakan media massa, mereka membutuhkan kemampuan membaca dan menulis dalam bahasa Indonesia. Sayangya proses belajar baca dan tulis yang saat ini mereka selenggarakan belum bisa menyebar ke seluruh komunitas karena keterbatasan guru, tempat dan waktu. Sisi yang menarik untuk dicermati adalah ppada saat proses pembelajaran seumur hidup ini dipraktekkan dengan system komunikasi dua arah. Sehingga lebih lanjut, tulisan ini akan menggambarkan beberapa temuan tentang fakta komunikasi dua arah dalam proses ‘sinau nulis’.
Dinamika Komunikasi Islami di Media Online Amar Ahmad
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 11, No 1 (2013)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v11i1.308

Abstract

Dunia telah beralih dari era industrialisasi ke era informasi yang kemudian melahirkan information society (masyarakat informasi). Dalam aktivitas kehidupan masyarakat informasi, teknologi merupakan aspek paling vital dalam menuntaskan dan memudahkan berbagai persoalan kehidupan. Masyarakat Indonesia telah dapat dikategorikan sebagai masyarakat informasi, karena masyarakat Indonesia tidak dapat melepaskan diri dan aktivitasnya dari penggunaan beragam penggunaan teknologi termasuk teknologi komunikasi dan informasi. Dalam era kecanggihan teknologi, masyarakat tidak hanya penting mengetahui jenis media dan berbagai teknologi yang melingkupinya, melainkan perlu pula memahami dengan baik bagaimana penggunaan teknologi tersebut secara optimal, efisien, dan berdaya guna sehingga pesan-pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat mad’u (khalayak) dapat direspon dengan baik dan tepat sasaran. Tulisan ini mengupas dinamika komunikasi Islami yang terjadi di media online. Media online telah menjadi semacam oasis dakwah Islam kontemporer, namun dalam beberapa content (isi) materi dakwah tidak memberi informasi yang bersifat Islami.
POLA KOMUNIKASI INTERPERSONAL KORBAN TRAFFICKING PENGANTIN PESANAN DI SINGKAWANG KALIMANTAN BARAT Elly Triana; Christina Rochayanti; Isbandi Isbandi
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1 (2009)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v7i1.7

Abstract

Trafficking is slavery activity of including in human being commerce, one of the typical modus which during the time trend in Kalbar, that is “order bride”. The brokers look for the beautiful women in Singkawang Town, especially amoy-amoy to be married with the foreign citizen men, Taiwan, Hongkong, and Singapore. Amount of informan is five people. Research method used by descriptive qualitative, this method giving description and communications analyse between individual in relation between perpetrator of order bride with the brokers/ middleman. Accumulation data technique used by Observation, Interview, and reference study technique for the perception, obtaining information, and collect the data, adding data, support- ing data from other sources. The results of this research indicated that pattern of interpersonal communications in relation of order brige with the brokers/middleman done by approach every order bridge started with the introduction, continued with the dating, dating intensity, and com- munications of one-way, two-way, feedback, and persuasive. All this represent the important matter in making and looking after good cooperation or relation.
Konsep Diri Eks Wanita Tuna Susila di Panti Sosial Syaiful Rohim
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 1 (2010)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v8i1.68

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan program rehabilitasi, interaksi, adaptasi sosial, dan konsep diri mantan pelacur sebelum dan sesudah bergabung dengan pusat rehabilitasi. Penelitian ini sangat menarik untuk dilakukan, karena ketika peneliti mengungkapkan kenyataan subjektif dari satu pelacur yang masuk dan bergabung dalam proses rehabilitasi, kesiapan adaptasi juga terungkap. Penelitian dilakukan dengan metode wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi sebagai teknik dalam mengumpulkan data. Penelitian ini menunjukkan bahwa konsep diri mantan pelacur adalah negatif sebelum masuk rehabilitasi (ketika menjadi pelacur) berdasarkan motivasi subjek untuk menjadi pelacur, dan juga sebagai citra diri akibat persepsi fisik, mental, dan sosial selama sebagai pelacur. Selain itu ditemukan polarisasi konsep diri menjadi konsep diri yang positif dan negatif setelah bergabung dengan rehabilitasi, berdasarkan persepsi diri fisik, sosial, dan mental.Dari konsep polarisasi diri, terbentuk menjadi tiga tipologi pelacur mantan, yaitu mantan pelacur optimis, mantan pelacur dilematis, dan mantan pelacur pesimis. Dalam konteks kesiapan adaptasi sosial, juga ditemukan tiga klasifikasi kesiapan adaptasi sosial mantan pelacur di Bina Karya Wanita “Harapan Mulya” yang menjadi pusat Rehabilitasi Kedoya Jakarta yaitu; mantan pelacur siap adaptasi, mantan pelacur tidak siap, dan mantan yang pragmatis atau pelacur bersyarat.
Strategi Branding Media Cetak Lokal Berbasis Komunitas: Studi Kasus Majalah Media Kawasan Kelapa Gading Muhamad Isnaini
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 11, No 1 (2013)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v11i1.301

Abstract

Kompetisi media menjadi lebih kuat. Tidak hanya di media mainstream, tetapi juga media lokal. Untuk bertahan, media membutuhkan dana yang didapat dari penjualan dan iklan. Masalah yang sama juga di media lokal. Banyak media lokal berkembang, tapi juga banyak yang mati karena minim dana. Pengiklan segan pada media lokal karena segmentasi audiensnya tidak jelas dan kurang ditata secara profesional. Hal tersebut yang membuat media lokal jatuh di mata pengiklan. Penelitian ini menggunakan metode case study. Yakni mempelajari bagaimana komunitas berbasis media lokal, yakni majalah media kawasan kelapa gading yang memiliki nilai baik sehingga menarik lebih banyak pengiklan. Penelitian menunjukkan, branding dari majalah media kawasan kelapa gading bukan proses yang instan melainkan evaluasi berkala.
PERAN HUMAS PEMERINTAH DAERAH DALAM KASUS PENAMBANGAN PASIR BESI DI KABUPATEN KULON PROGO Harry Broto Widodo; Siti Fatonah; Retno Hendariningrum
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 2 (2009)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v7i2.13

Abstract

Today, Kulon Progo Regency still face the pro and con problems regarding iron sand mining. The government of Kulon Progo Regency is required to be able to build communication with all parties in solving the problems. This research is aimed at identifying the implementation of public relations role of the government of Kulon Progo Regency in facing iron sand mining case problems in Kulon Progo Regency as well as obstacles faced by the government of Kulon Progo Regency in enacting the role of public relations in dealing with the problems. This research employs qualitative descriptive analysis. The activity of qualitative descriptive analysis is done by processing the data obtained through interview, observation and documentation technique. Based on research results, it is concluded that although Public relations have done its role in the plan socialization of iron sand mining in Kulon Progo Regency, but the false perception held by the society about mining process has not changed yet, it means that the Power Control Theory which is conducted by the Public Relations Of Kulon Progo Local Government is not maximum yet. The obstacles faced by the Public Relations Of Kulon Progo Local Government in dealing with iron sand mining problems in Kulon Progo are first, internal obstacles in the function of public relations which has the position as the dominant coalition in relation to its authority in entering social responsibility, public understanding or two-way communication is not maximum yet, second, a false perception held by the people of southern sea shore upon the process of mining process.

Page 10 of 51 | Total Record : 501


Filter by Year

2008 2025