cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Paradigma: Jurnal Masalah Sosial, Politik, dan Kebijakan
ISSN : 14103133     EISSN : 28291778     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal online Paradigma mengundang peneliti dan akademisi untuk menuliskan hasil penelitiannya untuk dipublikasikan sesuai dengan tema-tema di bawah ini kebijakan di bidang : (1) Ilmu Administrasi Bisnis; (2) Ilmu Hubungan Internasional dan (3) Ilmu Komunikasi.
Arjuna Subject : -
Articles 260 Documents
LEDAKAN AMONIUM NITRAT: FAKTOR PEMICU URGENSI PERUBAHAN SISTEM POLITIK DI LEBANON Harmiyati, Harmiyati
Jurnal Paradigma Vol 25 No 2 (2021): July 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/paradigma.v25i2.5328

Abstract

Lebanon, a country with a confessional political system, fragmented its political power based on the composition of religions. The political system is fragile and become an obstacle in creating national integrity. The fragility of the political system has always been the source of unstable politics and economics, however, the system remains until now. These problems are worsened by the fact that Lebanese community are exclusive in certain areas based on their religion, thus it triggers the imbalance of social and economic. On the other hand, the number of corruptions in the country has increased among the political elites hence social, political, and economical chaos are undeniable.
KINERJA BIROKRASI PADA SITUASI KRISIS SEBAGAI REFLEKSI MENGUKUR REFORMASI BIROKRASI DI INDONESIA Firdaus, Syahran; Susanto, Catur; Putra, Halim Dwi
Jurnal Paradigma Vol 25 No 2 (2021): July 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/paradigma.v25i2.5329

Abstract

The performance of the bureaucracy in Indonesia faces a big challenge when the Covid-19 pandemic situation occurs. As the spearhead of a policy issued by the government, the bureaucracy is expected to be run effectively and efficiently. Especially in a crisis situation, the resulting impact must be immediately felt by the affected community. It is interesting because the character of bureaucracy is always associated with slow motion, rigidity, and quite complicated. In fact, in a crisis situation like this, a bureaucratic character that is coordinated, adaptive to field needs, and measurable in every step taken is needed. This aim paper to reflect on the Reform Agenda in Indonesia which has been launched in recent years with the performance of the bureaucracy in responding to the crisis due to the Covid-19 pandemic outbreak. The research method is carried out qualitatively and data collection through secondary data collection. The result this research  for reflection that is carried out tries to provide recommendations view on the current bureaucratic reform agenda in Indonesia using the concepts of Bureaucratic Reform Politics and Strong Political Leadership. These two concepts are relevant to explain the shortcomings of the bureaucratic changes that have been planned so far.
Monopoli Sumber Daya Alam Sebagai Pemicu Konflik di AFRIKA TENGAH Bramantya, Tegar
Jurnal Paradigma Vol 26 No 1 (2022): January 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/paradigma.v26i1.6097

Abstract

               Afrika tengah sebagai negara penghasil mineral dan minyaj yang melimpah. Secara dengan adanya keberlimpahan itu semestinya bisa menjadi negara yang maju melalui pengembangan teknologi ekstraktifnya, akan tetapui negara tersebut malah dilanda peperangan saudaran dan korupsi yang tidak kunjung selesai. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan Kembali dan melihat keterkaitan rezim politik dengan adanya kelompok bersenjata di Afrika tengah, dengan melakukan pengumpulan data primer berupa jurnal dan artikel, dan data sekunder berupa berita dan data statistic yang akan dijelaskan secara deskriptif dalam tulisan ini. Dan pada intinya bahwa keterpurukan negara di Afrika Tengah merupakan produk dari system pemerintahannya yang bermasalah baik itu dari aspek pejabat yang korup dan berbagai permasalah ekonomi lainya
Challenging Government Policies: Fpi’s Role On Enforcing Laws and Act Of Humanities Akbar, Hikmatul
Jurnal Paradigma Vol 26 No 1 (2022): January 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/paradigma.v26i1.6606

Abstract

Pada masa pemerintahan Jokowi, beberapa kebijakan pemerintah harus berhadapan dengan Kelompok Islam Indonesia. Front Pembela Islam atau FPI yang dituduh sebagai Islam garis keras, kemudian dibubarkan oleh pemerintah. Meskipun demikian, organisasi ini masih mendapat banyak dukungan public, bahkan setelah pemimpinnya, Habis Rizieq Shibab yang kharismatik berhasil dipenjarakan. Tulisan ini menjelaskan mengapa FPI berhasil mempertahankan popularitasnya serta tetap mendapat dukungan politik dari para elit. Dengan menggunakan studi pustaka, studi lapangan, analisis deskriptif dan metode penelitian kualitatif, hasil kajian menunjukkan bagaimana FPI bergerak pada sisi penegakan hukum dan melakukan berbagai aksi kemanusiaan yang kemudian mempengaruhi opini publik, terutama bagi mereka yang berasal dari kelompok Muslim yang taat.
Kemampuan Absorptif Sebagai Variabel Mediasi pada Pengaruh Orientasi Kewirausahaan Terhadap Keunggulan Kompetitif Dewanti, Ida Susi
Jurnal Paradigma Vol 26 No 1 (2022): January 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/paradigma.v26i1.6610

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh antara orientasi kewirausahaan (EO), keunggulan kompetitif (CA) dan kemampuan absorptif (AC) pada UKM kerajinan kulit dan apakah kemampuan absorptif memediasi hubungan antara orientasi kewirausahaan dan keunggulan kompetitif. Paradigma keunggulan kompetitif terutama pada UKM seringkali masih berhadapan dengan rendahnya kemampuan mereka untuk mencapai keunggulan kompetitif. Sumber daya yang terbatas dan ketidakberanian mengambil risiko serta pengetahuan yang terbatas  menjadi beberapa kendala yang dihadapi UKM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan tersebut dengan menguji orientasi kewirausahaan dan keunggulan kompetitif serta kemampuan absorptif. Penelitian korelasional ini mengumpulkan data menggunakan kuesioner. Jumlah responden sebanyak 120 UKM dari 4 kabupaten dan 1 kota di wilayah Provinsi Yogyakarta dengan tingkat respon 70%. Sampel dipilih menggunakan metode simple random sampling untuk menanggapi kuesioner yang diberikan. Pengukuran dan model struktural dinilai menggunakan analisis Hierarchical regression analysis. Hasil analisis menunjukkan bahwa kemampuan absorptif memediasi antara hubungan innovativeness, risk taking dan proactiveness terhadap keunggulan kompetitif. Pada jalur pengaruh antara innovativeness dan risk taking terhadap keunggulan kompetitif, kemampuan absorptif merupakan variabel mediasi sempurna, sementara pada proactiveness terhadap keunggulan kompetitif merupakan variabel mediasi parsial. Temuan ini mengkonfirmasi pandangan berbasis pengetahuan, yang menyatakan bahwa orientasi kewirausahaan dan kemampuan absorptif sebagai sumber daya tidak berwujud dapat menciptakan nilai dalam pengembangan produk dan hasil-hasilnya, Orientasi kewirausahaan dan kemampuan absorptif mampu membawa pelaku usaha kerajinan menciptakan keunggulan kompetitif. Keterbatasan penelitian ini adalah variabel kemampuan absorptif relatif jarang digunakan terutama untuk UKM sehingga persepsi subjektivitas responden masih sangat kuat.  
LATAR BELAKANG KEMENANGAN PARTAI KONSERVATIF (BORIS JOHNSON) PADA PEMILU INGGRIS TAHUN 2019 Hudzaifa, Mella; Muharjono, Muharjono
Jurnal Paradigma Vol 26 No 1 (2022): January 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/paradigma.v26i1.6663

Abstract

The victory of the Conservative party (Boris Johnson) in the 2019 British election was very interested case. By considering that the chairman of the Conservative party before, that has resigned from the position of Prime Minister of the UK twice in 2017 and 2019, its surprised fenomena. In addition, the chairman of the party, Boris Johnson, was known as an controversial figure, racist, and rumors of infidelity. But in the 2019 election the Conservative party (Boris Johnson) shown still could managed to get a majority of the vote. For this reason, this journal aims to explored any factors that support the victory of the Conservative party (Boris Johnson) by the theory of voter behavior and with qualitative descriptive methods. As a result, the Conservative party's succeed was motivated by party management and party leaders in responding to and processing issues currently being faced by British society, such as Brexit, health, and crime. In addition, the Conservative party also had loyal voters who come from middle class and also the support of swinged voters. Johnson's success in offering policies on these issues, especially Brexit, has caused working class voters to also choose Conservative party.
LATAR BELAKANG PEMBOIKOTAN PRODUK HIBURAN KOREA SELATAN OLEH CINA TAHUN 2016 Wati, Ratna; Masturah, Ersi Ghaisani
Jurnal Paradigma Vol 26 No 2 (2022): July 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/paradigma.v26i2.7289

Abstract

Hallyu merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kecintaan terhadap budaya Korea Selatan dan produknya di mata Internasional. Hallyu berkembang dengan cepat ke seluruh dunia terutama Asia, termaksud Cina. Hubungan bilateral yang terjalin diantara kedua negara semakin mempermudah produk hiburan Korea Selatan mulai dari K-pop (Korean Pop Musik), Drama Korea, Film Korea, Album Musik Korea memasuki pasar hiburan Cina. Banyaknya produk hiburan Korea Selatan yang masuk ke Cina membuat Cina menjadi pasar luar negeri kedua terbesar setelah Jepang bagi produk tersebut. Menariknya, pada Agustus 2016 Pemerintah Cina melarang atau memboikot berlangsungnya salah satu konser bintang K-pop (Korean Pop), yaitu EXO yang kemudian diikuti dengan dikeluarkannya peraturan tidak tertulis yang ditujukan untuk stasiun televisi Cina agar tidak menayangkan produk hiburan yang berkaitan dengan Korea Selatan pada November 2016. Berdasarkan hasil analisa dengan menggunakan metode penelitian kulitatif dan trade-peace model sebagai kerangka teori diperoleh tiga alasan yang melatarbelakangi pemboikotan produk hiburan Korea Selatan oleh Cina pada tahun 2016 yaitu, untuk melindungi produk hiburan dalam negeri Cina, adanya pesan atau pengaruh implisit dalam Drama Korea Selatan, serta sebagai upaya balasan terkait THAAD (Terminal High Altitude di Area Defense) Korea Selatan.
LATAR BELAKANG KEMENANGAN JOE BIDEN DALAM PEMILU AMERIKA SERIKAT TAHUN 2020 Muryantini, Sri; Fauziati, Adhelia Eka
Jurnal Paradigma Vol 26 No 2 (2022): July 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/paradigma.v26i2.7317

Abstract

The United States election in 2020 presents two tough opponents, namely Joe Biden and Donald Trump. Two candidates used their respective strategies to gain public support. The result of this election is the victory of Joe Biden who managed to get a landslide support than his opponent, Trump. This journal contains an analysis of Joe Biden’s victory in the 2020 United States election. The purposes of writing this journal is to find out the background of Joe Biden’s victory being elected President of the United States in the 2020 election. This study uses qualitative research methods. The theory used for this research is the theory of voter behavior. The results of this study indicate that Joe Biden’s victory is supported by three variables, namely identification of the party, utilization of developing issues and orientation to candidates so that many states in the United States choose him.
Global Governance dan Bioteknologi: Monopoli Benih Transgenik oleh Monsanto dan Posisi World Trade Organization Sari, Dyah Lupita
Jurnal Paradigma Vol 26 No 2 (2022): July 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/paradigma.v26i2.7331

Abstract

World Trade Organization telah menetapkan Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights (TRIPs) Agreement sebagai mekanisme baru dalam pengaturan terkait hak kekayaan intelektual. Tetapi, penerapan TRIPs Agreement banyak menimbulkan kontroversi di bidang aglikultur. Masalah yang terjadi adalah hak paten jelas memberikan perlindungan yang kuat dan tidak berasalan bagi industri bioteknologi. Hal itu bisa dimanfaatkan oleh perusahaan besar dan juga negara-negara maju untuk memonopoli benih transgenik yang dampaknya akan merugikan para petani-petani lokal—khususnya di negara berkembang—yang berdampak pada ketahanan pangan global. Dengan mendasarkan Analisa pada pendekatan Global Governance, tulisan ini membahas mengenai bagaimana posisi Global Governance—dalam hal ini WTO—dalam penerapan TRIPs Agreement dengan mengambil studi kasus monopoli benih transgenic oleh Monsanto. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan mengumpulkan data-data sekunder. Tulisan ini berargumen bahwa WTO sebagai Global Governance masih belum bisa mengatasi masalah monopoli benih transgenik karena sampai saat ini pun pembahasan ini belum selesai di dalam internal WTO sendiri.  Dalam pembuatan regulasinya, WTO kurang memperhatikan prinsip-prinsip dasarnya dalam melindungi dan memberi manfaat bagi negara-negara berkembang sehingga cenderung menguntungkan negara-negara maju atau perusahaan besar yang memiliki power.Kata Kunci: TRIPs Agreement, benih transgenik, World Trade Organization, Global Governance, Monopoli, Monsanto
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA GANDHOK GROUP YOGYAKARTA Dewanti, Ida Susi; Hadi, Lukmono; Anggraini, Bella Fitri
Jurnal Paradigma Vol 26 No 2 (2022): July 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/paradigma.v26i2.7351

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh antara gaya kepemimpinan dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan dengan motivasi kerja sebagai variabel moderasi pada Gandhok Group Yogyakarta. Kinerja karyawan merupakan faktor penting bagi perusahaan. Kinerja karyawan yang unggul akan mempengaruhi kinerja organisasi menjadi lebih baik. Kinerja karyawan dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya gaya kepemimpinan, lingkungan kerja, serta motivasi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variable-variabel tersebut dengan melakukan pengujian korelasi. Penelitian korelasional ini mengumpulkan data menggunakan kuesioner. Jumlah responden sebanyak 32 karyawan Gandhok group Yogyakarta.  Tingkat respon 100%. Sampel dipilih menggunakan metode sampel jenuh karena jumlah populasi yang kecil. Pengukuran dan model struktural dinilai menggunakan analisis Hierarchical regression analysis. Hasil analisis menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Motivasi kerja dapat memperkuat pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan. Motivasi kerja tidak dapat memperkuat pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan. Gaya kepemimpinan dan lingkungan kerja secara simultan atau bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada Gandhok Group