cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 572 Documents
Evaluasi Nutrisi Limbah Kulit Durian (Durio zibethinus) yang Difermentasi Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) pada Masa Inkubasi yang Berbeda Henny Suciyanti; Endang Sulistyowati; Yosi Fenita
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.10.2.77-86

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nutrisi limbah kulit durian yang telah difermentasi menggunakan jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) pada masa inkubasi yang berbeda. Limbah kulit durian (LKD) yang difermentasi ini diduga dapat meningkatkan nilai nutrisi dan menurunkan kandungan serat kasar di dalam LKD. Fermentasi LKD menggunakan Pleurotus ostreatus dilakukan selama 2, 4, 6, dan 8 minggu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Masing-masing perlakuan yaitu P0 (Perlakuan kontrol tanpa dilakukan proses fermentasi), P1 (fermentasi pada masa inkubasi 2 minggu), P2 (fermentasi pada masa inkubasi 4 minggu), P3 (fermentasi pada masa inkubasi 6 minggu), dan P4 (fermentasi pada masa inkubasi 8 minggu). Variabel yang diukur meliputi kadar air, bahan kering, abu, bahan organik, lemak kasar, protein kasar, serat kasar dan bahan ekstrak tanpa nitrogen. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa LKD yang difermentasi pada masa inkubasi yang berbeda berpengaruh sangat sangat nyata (P<0,001) terhadap kadar air, bahan kering, bahan organik, dan lemak kasar. Berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap protein kasar dan serat kasar, serta berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kadar abu dan bahan ekstrak tanpa nitrogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKD yang difermentasi dengan jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) pada masa inkubasi 8 minggu dapat meningkatkan protein kasar, dan kadar abu, serta menurunkan kadar lemak kasar.Kata Kunci : limbah kulit Durian, Pleurotus ostreatus, masa inkubasi, nutrisi ruminan
Pendugaan Bobot Badan Menggunakan Ukuran-Ukuran Tubuh pada Domba Wonosobo Y. Haryanti; E. Kurnianto; C.M.S. Lestari
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.10.1.1-6

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menduga bobot badan domba Wonosobo menggunakan ukuran-ukuran tubuh (lingkar dada, tinggi pundak dan panjang badan). Domba Wonosobo sebanyak 273 ekor yang terdiri dari 118 ekor domba jantan dan 155 ekor domba betina dikelompokkan menjadi 6 kelompok umur (0-6 bulan, 7-11 bulan, 1-1,5 tahun, 1,75-2 tahun, 2,5-3 tahun dan 3-4 tahun). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan proc stepwise (SAS versi 6,12). Hasil penelitian menunjukkan lingkar dada dan panjang badan merupakan variabel yang sangat penting dalam menduga bobot badan domba Wonosobo. Lingkar dada dan panjang badan mempunyai kontribusi sebesar 90,97% dan 76,09% terhadap perubahan bobot badan domba jantan dan betina. Simpulan dari penelitian ini adalah lingkar dada dan panjang badan dapat digunakan untuk menduga bobot badan domba Wonosobo.Kata kunci : Bobot badan, Domba Wonosobo, Ukuran-ukuran tubuh.
Pengaruh Pemberian Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) terhadap pH, DMA, Susut Masak dan Uji Organoleptik Sosis Daging Ayam Broiler Audina Irawati; Warnoto Warnoto; Kususiah Kususiah
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.10.2.125-135

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian jamur tiram putih terhadap pH, DMA, susut masak dan uji organoleptik sosis daging ayam broiler. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) enam perlakuan dengan empat ulangan. Perlakuan tersebut adalah P0 (tanpa pemberian jamur tiram putih), P1 (sosis dengan pemberian jamur tiram putih 25% dari bahan daging), P2 (sosis dengan pemberian jamur tiram putih 50% dari bahan daging), P3 (sosis dengan pemberian jamur tiram putih 75% dari bahan daging), P4 (sosis dengan pemberian jamur tiram putih 100% dari bahan daging), P5 (sosis dengan pemberian jamur tiram puntih 100% tanpa bahan daging). Variabel yang diamatai antara lain adalah pH, DMA, susut masak dan uji organoleptik sosis daging ayam broiler. Data dianalisis dengan menggunakan sidik ragam, bila sidik ragam menunjukkan pengaruh sangat nyata (P<0,01) maka dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) untuk melihat perbedaan antar perlakuan.Hasil penelitian menunjukkan pemberian jamur tiram putih berbeda tidak nyata (P<0,05) terhadap pH, susut masak dan bau sosis daging ayam broiler namun, pada variabel DMA sosis, uji organoleptik warna, tekstur, rasa dan penerimaan umum sosis daging ayam broiler menunjukkan berpengaruh sangat nyata (P<0,01). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jamur tiram putih 100% dari bahan daging tidak memberikan pengaruh negatif sehingga sosis dapat diterima secara umum. Sosis dengan 100% pemberian jamur tiram putih tanpa menggunakan daging menurunkan nilai pH, DMA, warna, rasa dan penerimaan umum sosis, namun meningkatkan nilai bau dan tekstur sosis serta memperbaiki susut masak sosis.Kata kunci : Daging ayam broiler, jamur tiram putih, sosis.
Penggunaan Lumpur Sawit Fermentasi dengan Neurospora sp dan Suplementasi Ekstrak Daun Katuk (Sauropus androgynus) terhadap Performa Ayam Ras Petelur di Desa Srikaton Yosi Fenita; Irma Badarina; Basyarudin Zain; Teguh Rafian
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.10.1.44-50

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan lumpur sawit yang telah difermentasi dengan Neurospora sp dan ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus) terhadap performa produksi ayam ras petelur. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 3 Juni sampai dengan 5 Juli 2014 di peternakan ayam ras petelur, Desa Srikaton, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, menggunakan 60 ekor ayam berumur 9 bulan yang terbagi dalam 2 perlakuan dengan 30 sampel yang ditempatkan pada kandang baterai individual (individual cage). Perlakuan terdiri dari P1 (ransum dengan 15% LSF + 0,6% EDK) dan P2 (ransum peternak). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan LSF dan EDK menurunkan konsumsi ransum, meningkatkan persentase produksi telur (%), meningkatkan produksi telur (butir), meningkatkan produksi telur/produksi massa (gram), dan meningkatkan nilai konversi ransum (P<0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan lumpur sawit fermentasi pada taraf 15% dan ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus) pada taraf 0,6% dalam ransum tidak meningkatkan konsumsi ransum, tetapi dapat meningkatkan produksi telur dan memperbaiki konversi ransum ayam ras petelur. Kata Kunci : Lumpur sawit fermentasi, ekstrak daun katuk, ayam ras petelur.
Model Kurva Pertumbuhan Pra Sapih Kambing Saburai di Kabupaten Tanggamus Kusuma Adhianto; M.D. Iqbal Hamdani; Sulastri Sulastri
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.10.2.95-100

Abstract

Kurva pertumbuhan merupakan gambaran kemampuan individu untuk menampilkan potensi genetik dan perkembangan tubuh mencapai dewasa. Penelitian mengenai model kurva pertumbuhan kambing Saburai sejak lahir sampai umur 3 bulan telah dilaksanakan di wilayah sumber bibit Kabupaten Tanggamus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model kurva pertumbuhan kambing Saburai pada periode pra sapih. Penelitian ini menggunakan metode observasi dengan sample acak sebanyak 145 ekor kambing. Data yang diperoleh dianalisis regresi. Hasil analisis menunjukkan bahwa model kurva pertumbuhan kambing Saburai dari lahir sampai 3 bulan mengikuti model persamaan regresi Y=0,16x + 3,29 untuk anak kambing saburai jantan dan Y=0,149x + 3,25 untuk betina.Kata kunci: kurva pertumbuhan, kambing saburai, Tanggamus
Seleksi Awal Calon Pejantan Sapi Aceh Berdasarkan Berat Badan Widya Pintaka Bayu Putra; Sumadi Sumadi; Tety Hartatik; Hendra Saumar
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.10.1.7-12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  memilih calon pejantan sapi Aceh yang dipelihara di Balai Pembibitan Ternak Unggul – Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Sapi Aceh Indrapuri berdasarkan berat badan ternak. Evaluasi yang dilakukan pada seleksi calon pejantan meliputi catatan berat lahir (BL), berat sapih (BS), berat setahunan (BY) dan berat dewasa (BD). Jumlah ternak yang digunakan untuk dievaluasi pada tahun 2014 adalah 34 ekor. Berdasarkan data catatan produksi diperoleh 10 calon pejantan sapi Aceh terbaik dengan kisaran nilai rasio berat dewasa (RBD) 1,03 sampai 1,65. Kesepuluh sapi Aceh ini akan direkomendasikan sebagai calon pejantan untuk progam uji zuriat pada tahap seleksi berikutnya.Kata kunci: sapi Aceh, catatan produksi, berat badan, rasio berat dewasa.
Uji In Vitro Kecernaan Bahan Kering, BahanOrganik dan Produksi N-NH3 pada Kulit Buah Durian (Durio zibethinus) yang Difermentasi Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) dengan Perbedaan Waktu Inkubasi Rudi Hartono; Yosi Fenita; Endang Sulistyowati
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.10.2.87-94

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kecernaan Bahan Kering (KCBK), Bahan Organik (KCBO) dan Produksi N-NH3 pada Kulit Buah Durian yang Difermentasi dengan Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) secara in vitro. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama yaitu proses fermentasi limbah kulit durian dengan menggunakan Pleurotus ostreatus selama 2, 4, 6, dan 8 minggu. Tahap kedua yaitu analisis kecernaan in vitro. Perlakuan penelitian menggunakan 5 perlakuan dengan 4 ulangan dengan menggunakan rancangan penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL).Perlakuan adalahP0 = Kulit Durian Tanpa Fermentasi, P1 = Kulit Durian dengan Fermentasi 2 minggu, P2 = Kulit Durian dengan Fermentasi 4 minggu, P3 = Kulit Durian dengan Fermentasi 6 minggu, P4 = Kulit Durian dengan Fermentasi 8 minggu. Variabel yang diukur meliputi kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, dan produksi N-NH3 (amonia). Hasil analisis sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa limbah kulit durian yang difermentasi dengan Pleurotus ostreatus pada masa inkubasi yang berbeda berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kecernaan bahan organik, berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap Kecernaan bahan kering, serta berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap produksi N-NH3. Hasil penelitian disimpulkan bahwakulit durian yang difermentasi dengan jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) (KDF) mampu meningkatkan nilai kecernaan bahan organik bekisar antara 39,07 % – 52,43 %.Kata Kunci : jamur tiram putih , kulit Durian fermentasi, kecernaan, KCBK, KCBO dan N-NH3.
Identikasi Permasalahan Perlebahan sebagai Dasar Pengembangan Usaha Madu di Provinsi Bengkulu Rustama Saepudin
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.10.1.51-58

Abstract

Perlebahan di Bengkulu dihadapkan pada rendahnya produktivitas dan kualitas. Oleh karena itu dipandang perlu dilakukan penelitian mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi. Penelitian dilaksanakan di 3 kabupaten, Kepahiang, Seluma, dan  Bengkulu Tengah,  Provinsi Bengkulu. Identifikasi dilakukan dengan cara wawancara dan peninjauan langsung terhadap responden yang dipilih secara purposive sampling ke lapangan.  Dari hasil identifikasi ditemukan bahwa terdapat lima katagori permasalahan perlebahan di Provinsi Bengkulu, yaitu persoalan bibit dan dana masing masing 70,19% dan 48,34%, penyuluhan (45,40%), pembinaan teknis (27,20%), bibit/induk ratu, dan tehnis budidaya serta panen (22,07%). Dapat disimpulkan bahwa masalah yang paling penting untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas madu di Bengkulu adalah dengan cara menyediakan bibit/ratu lebah A. millifera, menyediakan dana, pembinaan/pelatihan, penyuluhan dan meningkatkan tehnik budidaya lebah mulai dari pemeliharaan, mengatasi hama , pemanenan sampai pasca panen.Kata kunci:  perlebahan, identifikasi, mengatasi masalah, Bengkulu.
Evaluasi Kecernaan Nutrient Pelepah Sawit yang Difermentasi dengan Berbagai Sumber Mikroorganisme sebagai Bahan Pakan Ternak Ruminansia T. Astuti; G. Yelni
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.10.2.101-106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kecernaan nutrient pelepah sawit yang optimal hasil fermentasi dari berbagai sumber mikroorganisme, baik yang berbahan lokal maupun komersial, sebagai bahan pakan ternak ruminansia secara in-vitro. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan untuk masing-masing perlakuan. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah A: kontrol, B: fermentasi pelepah sawit dengan mikroorganisme lokal dari isi rumen, C: fermentasi pelepah sawit dengan mikroorganisme lokal dari sumber feses sapi, D: fermentasi pelepah sawit dengan mikroorganisme lokal dari sumber urin sapi, E: fermentasi pelepah sawit dengan EM4, dan F: fermentasi pelepah sawit dengan ragi tempe. Pelepah sawit difermentasi selama 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan fermentasi menunjukkan pengaruh nyata pada kecernaan bahan kering, bahan organik, serat kasar, dan protein kasar. Kecernaan bahan kering yang optimal 46.39%, bahan organik yang 27.55%, serat kasar 32.12%, dan protein kasar 23.22%, hasil fermentasi pelepah sawit dengan mikroorganisme lokal sumber feses sapiKata kunci : kecernaan nutrien, pelepah sawit, fermentasi
Respon Fisiologis Sapi Perah Dara Fries Holland yang Diberi Konsentrat dengan Tingkat Energi Berbeda Dadang Suherman; B.P. Purwanto
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.10.1.13-21

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh tingkat energi pakan konsentrat yang berbeda dengan respon fisiologis sapi perah dara. Penelitian menggunakan empat ekor sapi perah dara dan empat perlakuan energi pakan konsentrat dengan Rancangan Bujur Sangkar Latin 4 x 4. Energi pakan konsntrat perlakuan, meliputi P1 (TDN 60%), P2 (TDN 65%), P3 (TDN 70%), dan P4 (TDN 75%)  serta  CP 12-15%. Penelitian dilaksanakan selama empat periode serta setiap periode selama 21 hari. Parameter unsur  lingkungan mikro terdiri dari suhu udara, kelembaban udara, THI, kecepatan angin, dan radiasi matahari, serta respon fisiologis, konsumsi TDN dan pertambahan bobot badan sapi perah dara. Data dianalisis menggunakan sidik ragam dan dilanjutkan uji beda nyata terkecil (BNT)). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi TDN untuk P1, P2, P3, dan P4 masing-masing 3.7, 3.8, 3.7, dan 3.7. PBB sapi perah dara tidak berbeda nyata (P>0.05) pada setiap faktor lingkungan dan periode. Hasil penelitian pada respon fisiologis menunjukkan berbeda nyata (P<0.01), yang ditunjukkan P4 memberikan efek lebih rendah terhadap stress panas. Pemberian perlakuan energi pakan konsentrat 65-70% menunjukkan pertumbuhan optimum pada sapi perah dara. Kombinasi lingkungan dan pemberian energi pakan konsentrat yang lebih tinggi dapat meningkatkan pembebasan panas pada sapi perah dara. Kata kunci : energi ransum, respon fisiologis, stress panas, sapi perah dara