cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 572 Documents
Kecernaan Nutrisi Konsentrat- PUFA yang Mengandung Curmiyeast pada Sapi Perah Laktasi Bangun Dwi Cahyono; Endang Sulistyowati; Irma Badarina
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.10.1.59-70

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kecernaan nutrisi konsentrat PUFA yang mengandung Curmiyeast pada sapi Fries Holland di Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong.  Penelitian ini menguji  2 perlakuan dan 10 ekor sapi perah laktasi.  Perlakuan P0 adalah kontrol yang hanya menggunakan ransum peternak yaitu hijauan tanpa konsentrat dan P1 adalah perlakuan yang menggunakan hijauan (87.5%)  dengan  tambahan  konsentrat- PUFA (12.5%) yang mengandung Curmiyeast.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata terhadap konsumsi bahan kering dan bahan organik. Konsumsi bahan kering yaitu dengan rataan P0 (8,07 kg) dan P1 (8,42 kg), bahan organik yaitu dengan rataan P0 (5,98 kg) dan P1(6,30 kg). Protein kasar P0 (0,72 kg) dan P1 (0,78 kg). Berbeda dengan konsumsi lemak yang sangat signifikan (P<0,01) yaitu P0 (0,12 kg) dan P1 (0,22 kg). Pemberian konsentrat PUFA dalam ransum sangat nyata (P<0,01) meningkatkan kecernaan bahan kering, bahan organik, protein kasar dan lemak. Kecernaan bahan kering P0 (65,47%) dan P1 (74,31%), bahan organik P0 (57,20%) dan P1 (72,32%), protein kasar P0 (74,03%) dan P1 (79,87%), lemak P0 (50,53%) dan P1 (81,81%). Kesimpulan bahwa pemberian konsentrat- PUFA yang mengandung Curmiyeast dapat meningkatkan kecernaan bahan kering, bahan organik, protein kasar dan lemak ransum ternak sapi perah laktasi. Kata kunci: kecernaan, konsentrat-PUFA-curmiyeast, sapi perah
Pengaruh Jenis dan Waktu Pemberian Ransum terhadap Performans Pertumbuhan dan Produksi Ayam Broiler Betty Herlina; Ririn Novita; Teguh Karyono
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.10.2.107-113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon performans ayam broiler terhadap jenis dan waktu pemberian ransum yang meliputi konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum dan bobot karkas. Hasil pengamatan menggunakan analisis rancangan acak lengkap faktorial 2 x 4 dengan 3 kali ulangan. Kedelapan perlakuan dibedakan berdasarkan macam dan frekuensi pemberian ransum yaitu : perlakuan J1W0; macam ransum 1 dan pemberian ransum secara ad libitum. perlakuan J1W1; macam ransum 1 dan pemberian ransum 2 kali pada pukul 06.00 dan 18.00 WIB. perlakuan J1W2; macam ransum 1 dan pemberian ransum 3 kali pada pukul 06.00, 12.00 dan 18.00 WIB. perlakuan J1W3; macam ransum 1 dan pemberian ransum 4 kali pada pukul 06.00, 10.00, 14.00 dan 18.00 WIB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan macam dan frekuensi pemberian ransum berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum dan bobot karkas. Konsumsi ransum yang tertinggi adalah J2W3: 3.597,81g dan terendah 3.208,59g. Pertambahan bobot badan yang tertinggi pada J2W2: 2.101,81g dan terendah J1W2: 1.895,92g. Konversi ransum yang tertinggi pada J2W1: 1,84 dan terendah J1W1: 1,65. Bobot Karkas yang tertinggi pada J2W2: 1627.33 dan terendah J1W1:1365.33. Disimpulkan bahwa pengaruh berbagai jenis dan waktu pemberian pakan ad libitum, 2 kali, 3 kali, dan 4 kali tidak memberikan pengaruh terhadap performans ayam broiler.Kata kunci: jenis ransum, waktu pemberian ransum, performans, ayam broiler
Pengaruh Ragi Tape terhadap pH, Bakteri Asam Laktat dan Laktosa Yogurt Asti Yosela Oktaviana; Dadang Suherman; Endang Sulistyowati
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.10.1.22-31

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi sifat kimia, seperti pH, kandungan bakteri asam laktat, dan kadar laktosa dalam  yogurt yang difermentasi dengan ragi tape atau yogurt yang difermentasi dengan asam laktat.  Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November sampai  Desember 2014 di Gapoktan Sumber Mulya Desa Suka Sari, Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu. Desain penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan. P1 = penambahan  3% (per 1000 gram susu) plain yogurt starter sebagai kontrol; P2 = penggantian plain yogurt starter dengan 25% ragi ; P3 = penggantian plain yogurt starter dengan 50% ragi.  Hasil menunjukkan bahwa penggantian 25% dan 50% ragi tidak mempengaruhi secara signifikan  sifat kimia; pH 3.9-4.5, bakteri asam laktat 1.1 x 108 – 32 x 108 cfu/ml dan laktosa 2.14-3.34%. Substitusi ragi tidak  mempengaruhi sifat kimia yogurt. Kata kunci : sifat kimia, ragi, yogurt. 
Pengaruh Pemberian Tepung Daun Pepaya (Carica papaya) terhadap Kadar Protein dan Lemak pada Telur Puyuh Urip Santoso; Yosi Fenita
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.10.2.71-76

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tepung daun pepaya terhadap kadar protein dan lemak dalam telur puyuh. Perlakuan dibedakan berdasarkan level pemberian tepung daun pepaya yang diberikanpada pakansebagai berikut. P0 = Pakan yang tidak mengandung tepung daun pepaya (0%); P1 = Pakan yang mengandung 2,5% tepung daun pepaya; P2 = Pakan yang mengandung 5% tepung daun pepaya; P3 = Pakan yang mengandung 7,5% tepung daun pepaya dan; P4 = Pakan yang mengandung 10% tepung daun pepaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung daun pepaya secara nyata (P<0,05) meningkatkan kadar protein dan kadar lemak telur puyuh.Kata kunci: Tepung daun pepaya, lemak, protein, telur puyuh
Pemanfaatan Limbah Biji Durian (Durio zibethinus Murr) sebagai Bahan Penstabil Es Krim Susu Sapi Perah Sistanto Sistanto; E. Sulistyowati; Yuwana Yuwana
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 12, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.12.1.9-23

Abstract

Berlimpahnya limbah biji durian pada musim durian belum banyak dimanfaatkan, disisi lain  biji durian berpotensi sebagai sumber bahan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nutrisi biji durian yang dijadikan tepung dan pengaruhnya jika dimanfaatkan sebagai bahan penstabil es krim susu sapi perah. Materi penelitian terdiri dari biji durian yang dijadikan tepung, susu segar, susu bubuk skim, tepung maizena, gula halus, whipping cream dan yolk. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancang Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan adalah penggunaan tepung biji durian konsentrasi 0,9% (TBD1); 1,1% (TBD2); 1,3% (TBD3) ; 1,5% (TBD4) dan es krim komersial (Kontrol). Variabel pengamatan meliputi kadar air, kadar abu, lemak, protein, serat kasar dan gross energy (GE) menggunakan Bomb calorimeter dengan analisis proksimat. Pengamatan es krim meliputi pH, kecepatan meleleh, viskositas dan overrun. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan ragam ANOVA dan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan program XL stat. Hasil penelitian menunjukan bahwa, pengunaan tepung biji durian (TBD) sebagai bahan penstabil es krim susu sapi perah secara statistik berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap nilai pH dan viskositas es krim (cP), serta tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap kecepatan meleleh (menit) dan overrun (%) dengan nilai pH terbaik pada perlakuan kontrol (6,40) dan TBD1 (6,20), kecepatan meleleh terlama pada perlakuan TBD3 (30,14 menit per 50 ml), viskositas tertinggi 335,00 cP (perlakuan TBD2 dan TBD3) dan overrun paling baik yaitu  74,26% (perlakuan TBD4). Semakin besar level penggunaan TBD dalam adonan es krim menunjukan bahwa semakin meningkatkan nilai overrun. Kata kunci : tepung biji durian, es krim, bahan penstabil
Kehilangan Bahan Kering, Acid Detergent Fiber dan N-Acid Detergent Fiber Daun Moringa oleifera Secara In Vitro F. Nisa; A. Subrata; E. Pangestu
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.3.282-286

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Pakan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang mulai bulan Oktober-November 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kehilangan Bahan Kering (BK), Acid Detergen Fiber (ADF) dan N-Acid Detergen Fiber (N-ADF) daun kelor secara in vitro. Penelitian dilakukan dalam tiga tahap yaitu persiapan, uji in vitro, analisis BK, ADF dan N-ADF. Materi yang digunakan yaitu cairan rumen kambing PE, daun kelor dan daun lamtoro yang digunakan sebagai pembanding. Uji kehilangan nutrien dilakukan secara in vitro dengan menggunakan metode Tilley dan Terry (1963) pada tahap pertama (fermentatif). Uji Acid  etergent Fiber (ADF) dilakukan menurut metode Van Shoest (1991). Uji Nitrogen-Acid Detergen Fiber (N-ADF) dilakukan menurut metode Kjeldhal (1883). Hasil penelitian menunjukan bahwa persentase kehilangan BK daun kelor berbeda nyata lebih tinggi (p?0,05) dibandingkan dengan daun lamtoro (71,91% vs 58,02%). Persentase kehilangan ADF daun kelor tidak berbeda nyata (p?0,05) dibandingkan dengan daun lamtoro (57,09% vs 52,53%). Persentase kehilangan N-ADF daun kelor berbeda nyata lebih rendah (p?0,05) dibandingkan dengan daun lamtoro (24,09% vs 43,55%). Kesimpulan dari hasil penelitian adalah daun kelor memiliki kualitas nitrogen yang lebih baik dibandingkan dengan daun lamtoro dilihat dari kandungan N dinding sel yang lebih rendah.Kata kunci: serat, nitrogen dinding sel, daun kelor
Efektivitas Ekstrak Hipofisa Sapi terhadap Produktivitas Ayam Petelur (Gallus gallus) Afkir Strain Hisex Brown A. Nubatonis; W. M. Nalley; T. M. Hine
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.3.244-251

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas ekstrak hipofisa sapi (EHS) terhadap produktivitas ayam petelurtipehisex brown periode afkir. Penelitian ini menggunakan 60 ekor ayam petelur tipe hisex brown yang berumur 88 minggu dengan berat badan 2,01 ± 8,30 kg. Ayam-ayam tersebut diacak dengan rancangan acak lengkap ke dalam lima grup dan diinjeksi EHS dengan konsentrasi:  0; 7,5; 15; 22,5 atau 30 mg/kg bobot badan. Injeksi dilakukan secara intramuskuler pada otot dada dengan frekuensi satu kali per minggu. Masing-masing perlakuan diulang empat kali, dengan tiga ekor ayam pada setiap ulangan. Data penelitian dianalisis dengan sidik ragam dan dilanjutkan denganuji Duncan. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa injeksi EHS tidak mampu meningkatkan produksi telur, konversi pakan, indeks telur, indeks putih telur, indeks kuning telur, haugh unit, dan tebal kerabang (p>0,05), menurunkan bobot telur dan konsumsi pakan (p<0,05), dan meningkatkan indeks warna kuning telur (p<0,05). Disimpulkan bahwa injeksi EHS tidak efektif untuk meningkatkan produktivitas ayam petelur tipe hisex brown periode afkir.Kata kunci :ekstrak hipofisa sapi, hisex brown, produktivitas, period eafkir
Pengaruh Penggunaan Bungkil Inti Sawit sebagai Pengganti Ampas Tahu dalam Ransum terhadap Produksi Susu Kambing Nubian H. Kartiko; T. Akbarillah; Hidayat Hidayat
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.3.229-237

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian konsentrat dengan level bungkil inti sawit (BIS) berbeda sebagai konsentrat pengganti ampas tahu terhadap produksi susu pada kambing Nubian. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL), dengan perlakuan P1 (ampas tahu + dedak + mineral feed supplement s + hijauan), P2 (ampas tahu + bungkil inti sawit + dedak + mineral feed supplement s + hijauan), P3 (bungkil inti sawit + dedak + mineral feed supplement s + hijauan ). Penelitian ini terdiri dari 3 perlakuan dan 3 ulangan sehingga ternak yang digunakan sebanyak 9 ekor kambing Nubian laktasi. Variabel yang diamati yaitu konsumsi bahan kering (BK), Konsumsi bahan organik (BO), konsumsi protein kasar (PK), produksi susu dan berat jenis susu. Konsumsi bahan kering, bahan organic dan protein kasar konsentrat dan total berpengaruh nyata (P<0,05) tetapi hijauan berpengaruh tidak nyata (P>0,05). Perlakuan berpengaruh tidak nyata (P > 0,05) terhadap produksi dan BJ susu. Produksi susu kambing Nubian P1: 1,23 liter/ekor/hari, P2: 1,30 liter/ekor/hari dan P3: 1,11 liter/ekor/hari, Berat jenis susu1 P1 1,0292, P2 1,0282 dan P3 1,0279. Pemberian pakan konsentrat berbahan bungkil inti sawit dapat menggantikan penggunaan ampas tahuKata kunci : Bungkil Inti Sawit, Konsumsi BK,BO & PK,  Produksi Susu, Kambing Nubian
Pengaruh Pemberian Pakan Protein Mikropartikel dan Probiotik terhadap Kecernaan Lemak dan Perlemakan Daging pada Ayam Broiler E. Harumdewi; N. Suthama; I. Mangisah
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.3.258-264

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian kombinasi protein pakan mikropartikel dan probiotik terhadap kecernaan lemak dan perlemakan daging ayam broiler. Ternak yang digunakan adalah ayam broiler umur sehari (DOC) sebanyak 100 ekor (jantan dan betina maisng-masing 50 ekor), dengan bobot badan rata – rata 46 ± 2,77 g. Perlakuan yang diterapkan sebagai berikut: T0 (pakan standar dengan protein 21%), T1 (pakan protein non mikropartikel 18%), T2 (pakan protein mikropartikel 18%), T3 (pakan T1 + Lactobacillus sp. 1,2 ml), T4 (pakan T2 + Lactobacillus sp. 1,2 ml). Satu ml hasil kultur Lactobacillus sp. sama dengan 108cfu. Parameter yang diamati adalah kecernaan lemak, massa lemak daging, lemak abdominal dan pertambahan bobot badan harian (PBBH). Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan (masing – masing 5 ekor). Data dianalisis ragam dan dilajutkan dengan uji Duncan pada probabilitas 5%. Perlakuan diberikan mulai umur 21 hari sampai 42 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwaT4 memiliki nilai kecernaan lemak tertinggi dan berbeda nyata (P<0,05) dengan T0, T1 dan T2, tetapi sama dengan T3. Namun, massa lemak daging pada T4 nyata (P<0,05) paling rendah dibandingkan perlakuan lain, diikuti oleh nilai pada T3 yang nyata (P<0,05) lebih rendah dibandingkan T0, namun antar T0, T1 dan T2 sama. Lemak abdominal terendah dan PBBH tertinggi pada perlakuan T4 dan berbeda nyata (P<0,05) dengan semua perlakuan lainnya, namun antar perlakuan lainnya sama. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian pakan protein mikropartikel dan Lactobacillus sp. 1,2 ml dapat meningkatkan kecernaan lemak dan pertambahan bobot badan harian dengan penurunan massa lemak daging dan lemak abdominal. Kata kunci : protein mikropartikel, probiotik, kecernaan lemak, massa lemak daging, broiler
Peningkatan Produksi Susu dan Income Over Feed Cost (IOFC) Kambing Perah dengan Penambahan Katuk (Sauropus adrogunus) dan Kunyit ( Curcuma longa) pada Sakura Blok Jarmuji Jarmuji; D. Suherman; E. Silvia; I. Apriyani
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.3.310-317

Abstract

Demplot dilaksanakan selama 40 hari menggunakan rancangan bujur sangkar latin dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan (Gasperz, 1991). Masing-masing perlakuan dilaksanakan selama 10 hari (4 hari periode adaptasi dan 6 hari periode koleksi data). Perlakuan yang dilakukan di dalam Demplot (D) antara lain: D1(sakura blok), D2 (sakura blok+25 katu +2% kunyit), D3 (sakura blok +4% kunyit) dan D4 (sakura blok + 4% katu). Kambing perah yang digunakan dalam demplot adalah bengsa kambing Peranakan Etawa (PE) dengan berat rata-rata 50 kg, Pakan yang diberikan pada masing-masing perlakuan berupa hijauan (4 kg Indigofera sp: 1 kg Brachiaria decumbens), dan 4 kg ampas tahu (rekomendasi dari LPPB Pondok Kubang). Sakura blok diberikan sebanyak 150 gram/ekor/hari pada masing-masing kambing.hasil demplot menunjukan bahwa produksi susu tertinggi pada D4 yaitu sebesar 2.664,4 ml/ek/hari diikuti oleh  D2 (2,622.7 ml / ek / hari), D3 (2,456,2 ml / ek/ hari) and D1 (2,425 ml / ek /hari). Meskipun biaya ransum yang dikeluarkan pada D4 relatif paling tinggi diantara kelompok demplot, namun Income Over Feed Cost (IOFC) yang diperoleh juga relatif tinggi yaitu sebesar Rp,60.354/ekor/hari.sementara D1, D2 dan D3 IOFC yang diperoleh sebesar Rp54.859, Rp59.494   dan Rp55.484    Kata kunci : kambing perah, produksi susu, sakura blok, IOFC