cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 572 Documents
Evaluasi Penerapan Aspek Teknis Peternakan pada Usaha Peternakan Sapi Perah Sistem Individu dan Kelompok di Rejang Lebong Dadang Suherman
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 3, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.3.1.35-42

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan aspek teknis peternakan (reproduksi, makanan, dan pemeliharaan sehari-hari) pada usaha peternakan sapi perah sistim individu dan kelompok di kabupaten Rejang Lebong, propinsi Bengkulu. Metode yang digunakan adalah metode survai, jumlah responden usaha peternakan sapi perah sebanyak 30 orang, yang terdiri dari 18 responden peternak sapi perah sistim pemeliharaan individu dan 12 responden peternak sapi perah sistim kelompok. Pengambilan responden secara purposive random sampling. Data hasil penelitian menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata produksi susu pada usaha peternakan sapi perah untuk pemeliharaan sistim individu tidak berbeda dengan pemeliharaan sistim kelompok (6,75 vs. 6,80 kg). Tingkat penerapan aspek teknis pada usaha peternakan sapi perah sistim pemeliharaan individu lebih tinggi daripada usaha peternakan sapi perah sistim kelompok.Kata kunci : Sistem pemeliharaan individu, sistem kelompok, aspek teknis
Kualitas Karkas serta Uji Organoleptik Ayam Peraskok, Ayam Buras Kampung, dan Ayam Broiler pada Umur Potong Belah Empat Kususiyah Kususiah
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.7.2.101-106

Abstract

ABSTRAKPeraskok merupakan ayam F1 hasil persilangan ayam ras petelur dengan ayam Buras Bangkok yang diharapkan memiliki pertumbuhan cepat dan kualitas daging setara dengan ayam kampung. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas serta uji organoleptik Ayam Peraskok, Ayam Buras Kampung, dan Ayam Broiler pada umur potong belah empat. Lima ekor Ayam Peraskok, lima ekor Ayam Buras Kampung, lima ekor Ayam Broiler dipergunakan untuk pengambilan data. Peubah yang diukur adalah berat potong belah empat, berat karkas, persentase karkas, panjang shank, panjang drumstik, panjang punggung, tampilan karkas, dan uji organoleptik yang meliputi : uji rasa, uji bau, uji warna, serta kekesatan karkas. Data yang diperoleh ditabulasi dan dibahas secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas karkas Ayam Peraskok sama dengan kualitas karkas Ayam Kampung.Kata kunci: ayam kampung, karkas, organoleptik
Profil Komponen Leukosit Kambing Kacang Betina Prasapih yang Disuplementasi Tepung Katuk Heri Dwi Putranto; Nurmeiliasari Nurmeiliasari; Sura Menda Ginting; Yossie Yumiati; Ahmad Zueni
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 9, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.9.1.1-9

Abstract

ABSTRAKKambing kacang dikenal sebagai kambing lokal dan merupakan salah satu plasma nutfah ternak ruminansia Indonesia. Kambing lokal ini lazim dipelihara oleh peternak dan menjadi salah satu pensuplai kebutuhan protein hewani masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dari suplementasi tepung katuk (Sauropus androgynus) dengan level pemberian yang berbeda terhadap profil komponen leukosit dan deferensiasinya pada kambing kacang betina fase prasapih. Rancangan percobaan yang dipergunakan adalah Bujur Sangkar Latin (Latin Square). Sebanyak 9 ekor kambing kacang betina prasapih (umur 4 sampai 6 bulan, berat rerata 8,45 ± 1,00 kg) selama 7 minggu dipelihara dalam kandang individu dan mendapat perlakuan 3 aras suplementasi tepung katuk (A: pakan hijauan dan konsentrat ad libitum (HK) + non suplementasi, B: HK + suplementasi 3% dari berat hidup, dan C: HK + suplementasi 6% dari berat hidup) masing dengan 3 ulangan. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa bahwa perlakuan suplementasi tepung katuk berpengaruh tidak nyata terhadap profil komponen leukosit dan deferensiasinya yaitu limfosit, monosit, netrofil dan eosinofil (P > 0,05). Kondisi (umur, berat badan, seks) kambing betina prasapih yang seragam dalam penelitian ini diperkirakan sebagai penyebabnya. Kondisi individu yang seragam berakibat pada kondisi fisiologis tubuh serta kemampuan produksi antibodi yang sama pula.Kata Kunci: Kambing kacang betina prasapih, Leukosit, Suplementasi tepung katuk
Performans Sifat Kualitatif dan Kuantitatif Puyuh Asal Yogyakarta, Padang dan Bengkulu Desia Kaharuddin; Kususiyah Kususiyah
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 1, No 1 (2006)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.1.1.21-25

Abstract

-
Analisis Pendapatan Peternak Ayam Ras Pedaging dengan Sistem Kemitraan Berbeda di Kecamatan Tellusiattinge Kabupaten Bone S. N. Sirajuddin; V. S Lestari; M. Nizam
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 8, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.8.2.169-175

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pendapatan pendapatan peternak ayam ras pedaging pada sistem kemitraan berbeda . Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Tellusiattinge pada bulan Maret hingga Mei 2013 dengan jenis penelitian adalah deskriptif dan analisis data yang digunakan yaitu Pendapatan= Penerimaan-Biaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan peternak ayam ras pedaging yang bermitra dengan perusahaan lebih tinggi dibandingkan peternak yang bermitra dengan perusahaan perorangan(bakul)Kata kunci: pendapatan,bermitra,peternak, ayam ras pedaging,perusahaan,bakul
Studi terhadap Profil Hematologik dan Albumin Darah Ayam Ras Petelur Selama Force Molting Andi Mushawwir
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 5, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.5.2.71-80

Abstract

ABSTRAK Penelitian in dilakukan untuk mengetahui profil hematologic yang meliputi hemoglobin, eritrosit, limposit, serta kadar albumin darah ayam ras petelur selama force molting. Jumlah ayam ras petelur fase layer yang dugunakan sebagai sampel 15 ekor dari strain Lohman, dengan rata-rata berat badan 2,378±0,021 kg. Penelitian ini dilakukan di Peternakan Ayam Ras Petelur Cililin. Analisis sampel dilakukan di Laboratorium Molekuler and Bioteknologi, PT Saraswati Indo Genetech, Bogor. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kadar hematologi dan albumin darah mengalami penurunan dibandingkan sebelum pembatasan ransum, dan kembali meningkat setelah diberikan ransum setengah darai kebutuhannya.Kata Kunci : Albumin, force molting, layer, hematologik.
Pengaruh Suplementasi Tepung Daun Indigofera Pada Tepung Gaplek Sebagai Sumber Energi Pengganti Jagung Kuning Dalam Ransum Puyuh (Coturnix-Coturnix Japonica) Terhadap Produksi dan Warna Kuning Telur Tris Akbarillah; Hidayat Hidayat; Kususiyah Kususiyah
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 6, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.6.1.33-40

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tepung gaplek yang ditambah dengan tepung daun Indigo sebagai pengganti jagung kuning dalam pakan puyuh. Tiga ratus puyuh betina umur 42 hari dibagi secara acak menjadi 6 perlakuan, masing-masing perlakuan terdiri 10 ulangan dalam rancangan acak lengkap. Pakan sumber energi yang digunakan adalah jagung kuning giling (J) dan (atau) tepung gaplek (G) dengan atau tanpa suplementasi tepung daun indigofera (TDI). Perlakuan tersebut adalah: P1 = 27,5% J + 0% G + 0% TDI, P2 = 27,5% J + 0% G + 10% TDI, P3 = 14% J + 13,5% G + 0% TDI, P4 = 14% J + 13,5% G + 10% TDI, P5 = 0% J + 27,5% G + 0% TDI, dan P6 = 0% J + 27,5% G + 10% TDI, masing-masing dari total pakan. Variabel yang diukur adalah konsumsi pakan, produksi telur, berat telur, konversi pakan, dan warna kuning telur. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata produksi telur antar perlakuan menunjukkan berbeda nyata (P<0,05). Sebaliknya, rata-rata berat telur dan konversi pakan antar perlakuan tidak menunjukkan perbedaan yang nyata (P>0,05). Kualitas kuning telur berdasarkan nilai Roche Yolk Colour Fan menunjukkan berbeda nyata (P<0,05), dengan nilai rata-rata , P5 (1,56) ; P3 (2,97) ; P1 (4,58) ; P6 (6,82) ; P4 (7,44) ; dan P2 (8,26)Kata kunci: pakan sumber energi, indigofera, puyuh
Persentase Organ Dalam dan Deposisi Lemak Broiler Yang Diberi Pakan Tambahan Tepung Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus Sabdariffa Linn) Yogi Tri Wandono; Bieng Brata; Hardi Prakoso
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 8, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.8.1.32-40

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan tambahan tepung kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa Linn) sebagai feed suplement terhadap persentase organ dalam broiler. Penelitian dilaksanakan mulai bulan April sampai September 2012. Pemeliharaan dilakukan pada bulan Juni sampai Juli 2012 di ZonaPertanian Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu Medan Baru. Pengukuran variabel bobot organ dalam, lemak abdomen, lemak gizzard, dan fatty liver score bertempat di Laboratorium Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan uji lanjut Duncans Multiple Range Test (DMRT). Sebanyak 48 ekor ayam broiler ditempatkan secara acak ke dalam 16 buah petak, dengan 4 perlakuan dengan 4 ulangan dan setiap ulangan terdiri 3 ekor ayam. Keempat perlakuan tersebut adalah sebagai berikut: ransum basal tanpa tepung kelopak bunga rosella sebagai kontrol (P0), ransum basal + 0,5 % tepung kelopak bunga rosela (P1), ransum basal + 1 % tepung kelopak bunga rosella (P2), ransum basal + 1,5 % tepung kelopak bunga rosella (P3). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah berat dan persentase organ dalam broiler, lemak abdomen, lemak gizzard, dan fatty liver score. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian tambahan pakan tepung kelopak bunga rosella (TKBR) dalam ransum tidak berpengaruh terhadap persentase berat hati dan limpa, namun memberikan pengaruh terhadap persentase berat usus, jantung, gizzard, dan persentase lemak abdomen, lemak gizzard dan fatty liver score, sehingga mampu menurunkan persentase lemak dan fatty liver score.Kata kunci: Tepung kelopak bunga rosella, persentase organ dalam, broiler.
Performan Keuangan PT Ultrajaya Milk Industry and Trading Company, Tbk. setelah Diakuisisi oleh PT Unilever Indonesia, Tbk. Janu Didik Santoso; Urip Santoso
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.10.2.114-124

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja keuangan PT Ultrajaya Milk Industry and Trading Company, Tbk. setelah diakuisisi oleh PT Unilever Indonesia, Tbk. Data keuangan perusahaan tersebut dihitung rasio keuangannya seperti net profit margin (NPM), return on invesment (ROI), return on equity (ROE), earning per share (ESP), total assests turnover (TATO), current ratio (CR) dan debt ratio (DR). NPM, ROI, EPS dan TATO perusahaan meningkat sesudah diakuisisi, sementara DR menurun. CR perusahaan lebih tinggi sesudah 6 tahun diakuisisi sedangkan ROE meningkat sesudah 3 tahun diakuisisi. Dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan PT Ultrajaya Milk Industry and Trading Company, Tbk. meningkat sesudah diakuisisi.Kata kunci: PT Ultrajaya Milk Industry and Trading Company, Tbk., PT Unilever Indonesia, Tbk., kinerja keuangan, akuisisi
Kontribusi dan Status Wanita Dalam Usaha Peternakan Sapi Potong Urip Santoso; Kususiyah Kususiyah
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.10.1.32-43

Abstract

Peneltian ini bertujuan untuk mengevaluasi kontribusi dan status wanita dalam usaha sapi potong. Penelitian ini dilakukan di dua desa di kecamatan Kota Argamakmur, Bengkulu Utara dan masing-masing desa dipilih responden yang mempunyai sapi potong skala kecil (1-5 ekor) dan skala menengah (6-10 ekor). Dari setiap desa diambil responder sebanyak 50 keluarga dimana pada setiap desa terbagi atas 25 responden usaha skala kecil dan 25 responden usaha skala menengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jam kerja wanita pada usaha sapi potong untuk skala kecil adalah 1,177 jam per hari, sedangkan pada skala menengah adalah 2,388 jam per hari. Sementara jam kerja pria untuk skala kecil adalah 2,355 jam sedangkan pada skala menengah adalah 2,655 jam. Walaupun kontribusi wanita cukup besar, namun statusnya dalam usaha sapi potong masih belum dianggap sebagai mitra kerja. Kegiatan koperasi dan penyuluhan dominasi pria juga masih sangat besar. Kegiatan rumah tangga masih didominasi oleh wanita. Jam kerja wanita pada rumah tanggal untuk skala kecil adalah 5,889 jam per hari sementara pria hanya 0,282 jam. Pada skala menengah, jam kerja wanita pada rumah tangga adalah 6,402 jam sedangkan pria hanya 0,087 jam. Yang menarik adalah walaupun jam kerja wanita pada usaha sapi potong skala menengah adalah relatif sama dengan pria, namun jam kerjanya dalam rumah tangga tidak berkurang. Pola pengambilan keputusan dalam rumah tangga juga sangat didominasi oleh pria terutama pada hal-hal yang dianggap penting, sedangkan untuk kegiatan rutin rumah tangga keputusan diambil oleh wanita. Kata kunci: kontribusi wanita, status wanita, usaha sapi potong.