cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Naturalis : Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 23026715     EISSN : 26547732     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 230 Documents
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB DAN STRATEGI PENGENDALIAN ALIH FUNGSI SAWAH MENJADI PERUMAHAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP LINGKUNGAN DI KOTA BENGKULU Siska Aprillya S; Faiz Barcia; Bieng Brata
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.9.2.13505

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab, strategi pengendalian, dan dampaknya terhadap lingkunga alih fungsi lahan sawah menjadi perumahan di Kota Bengkulu. Penelitian dilakukan pada Oktober sampai dengan November 2019 di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu. Estimasi faktor-faktor yang mempengaruhi petani dalam mengalih fungsikan lahan sawah digunakan analisis regresi logistik. Dampak alihfungsi sawah terhadap lingkungan maka dilakukan analisis deskriptif. Sedangkan strategi penataan alih fungsi lahan digunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa j umlah tanggungan keluarga, kendala irigasi dan harga jual sawah berpengaruh nyata terhadap peluang terjadinya alih fungsi lahan . Semakin tinggi jumlah tanggungan keluarga, kendala irigasi dan harga jual sawah maka semakin tinggi kecenderungan petani untuk melakukan alih fungsi lahan sawah menjadi perumahan. Posisi pengendalian alih fungsi lahan pertanian sawah berada pada kuandran III yaitu posisi dengan strategi WO yaitu pemanfaatan peluang yang ada dan meminimalkan kelemahan yang ada. Sebanyak 70,75% responden beranggapan bahwa alih fungsi lahan sawah menjadi perumahan berdampak negatif terhadap lingkungan dengan rata -rata jawaban 3,54 yang tergolong setuju.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KELEMBAGAAN YANG MENGANCAM PENGELOLAAN PERKEBUNAN KAKAO RAKYAT DI KABUPATEN ACEH TIMUR, ACEH Cut Mulyani; Iswahyudi Iswahyudi; Boy Riza Juanda
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.9.2.11167

Abstract

Rendahnya produktivitas perkebunan kakao di Kabupaten Aceh Timur dipengaruhi oleh penggunaan bahan tanam yang kurang baik, teknologi budidaya yang kurang optimal, umur tanaman yang sudah tidak produktif dan tingginya serangan hama penyakit sehingga mengancam terhadap keberlanjutan perkebunan kakao rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor kunci aspek kelembagaan yang memberikan pengaruh terhadap pengelolaan perkebunan kakao rakyat. Penilaian status keberlanjutan pengelolaan perkebunan kakao rakyat menggunakan teknik Multi Dimensional Scalling (MDS). MDS digunakan untuk menilai indeks status keberlanjutan serta faktor-faktor kunci yang memberikan pengaruh kurang berkelanjutan dalam pengelolaan perkebunan kakao rakyat. Hasil analisis menunjukkan bahwa status pengelolaan perkebunan kakao rakyat dari dimensi ekologi dan kelembagaan kurang berkelanjutan, dari dimensi ekonomi cukup berkelanjutan, dan dari dimensi sosial budaya sangat berkelanjutan. Dari dimensi kelembagaan, faktor kunci yang mempengaruhi keberlanjutan perkebunan kakao rakyat adalah kelompok tani kakao, kontrol lembaga terkait, dan Lembaga Swadaya Masyarakat. Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga keberlanjutan pengelolaan perkebunan kakao rakyat di Kabupaten Aceh Timur dengan membentuk lembaga pengelola perkebunan kakao yang terpadu.
PENGARUH UMUR DAN GENDER TERHADAP SIKAP PEDULI LINGKUNGAN PADA MASYARAKAT DIKAMPUNG NELAYAN SEJAHTERA KELURAHAN SUMBER JAYA KOTA BENGKULU Wardani Wardani; Wiryono Wiryono; Agus Susatya
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.9.2.13510

Abstract

Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain, ini disebutkan dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 1997. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh antara umur dengan sikap peduli lingkungan pada masyarakat Kampung Nelayan Sejahtera Kelurahan Sumber Jaya Kota Bengkulu (2) mengetahui pengaruh Gender dengan sikap peduli lingkungan pada masyarakat Kampung Nelayan Sejahtera Kelurahan Sumber Jaya Kota Bengkulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan cara random. Hasil penelitian menunjukkan (1) Terdapat pengaruh umur terhadap sikap peduli lingkungan pada masyarakat di Kampung Nelayan Sejahtera Kelurahan Sumber Jaya Kota Bengkulu. Temuan ini di tunjukkan berdasarkan hasil perhitungan uji T diperoleh nilai T hitung sebesar 2,324 dengan signifikansi 0,024 < siginifikansi ? : 0,05. Artinya H 0 di tolak dan H 1 diterima. (2) Tidak terdapat perbedaan sikap peduli lingkungan antara laki-laki dan perempuan pada masyarakat di Kampung Nelayan Sejahtera Kelurahan Sumber Jaya Kota Bengkulu
ANALISIS HYGIENE SANITASI DAN KUALITAS AIR MINUM PADA DAMIU DI WILAYAH KECAMATAN GADING CEMPAKA KOTA BENGKULU Heny Agustati; Agus M. H. Putranto; Marulak Simarmata
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.9.2.13342

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengindentifikasi dan menganalisis hygiene sanitasi lingkungan DAMIU terhadap kualitas fisik, mikrobiologi dan kimia pada Air Minum Isi Ulang di Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu . Penelitian dilaksanakan dengan metode deskriptif dengan sampel sebanyak 14 DAMIU yang diambil secara acak. Hasil penelitian menunjukkan ada 9 (64,2%) depot yang berhubungan antara hygiene sanitasi, fisik (kekeruhan) dan mikrobiologi sedangkan kimia (pH) tidak berhubungan. Terdapat 4 (28,7%) depot yang berhubungan antara hygien sanitasi, kimia (pH), fisik (kekeruhan) dan mikrobiologi. Terdapat 1 (7,1%) depot berhubungann antara hygiene sanitasi, kimia (pH) dan fisik (kekeruhan) sedangkan mikrobiologi tidak berhubungan. Disarankan agar konsumen berhati-hati membeli air minum isi ulang dengan melihat hasil laboratorium yang masih berlaku dan izin laik sehat. Bagi pemerintah daerah supaya menerbitkan PERDA yang mencantumkan sanksi penutupan bagi pengusaha yang melanggar aturan dan produk airnya membahayakan masyarakat.
ANALISIS KERAGAMAN JENIS TUMBUHAN BAWAH PADA TIGA KETINGGIAN DI TAMAN WISATA ALAM BUKIT KABA PROVINSI BENGKULU Mario Norris; Wiryono Wiryono; Yansen Yansen
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.9.2.13506

Abstract

Tumbuhan bawah merupakan suatu jenis vegetasi dasar yang terdapat dibawah tegakan hutan. Keberadaan tumbuhan bawah dilantai hutan dapat berfungsi dalam mongkonversi tanah dan air, dikarenakan tumbuhan bawah memiliki sistem perakaran yang banyak sehingga menghasilkan rumpun yang rapat dan mampu mencegah erosi tanah, sebagai pelindung tanah dari pukulan air hujan dan aliran permukaan, juga berperan dalam meningkatkan bahan organik dalam tanah. Penelitian bertujuan untuk menganalisis komposisi jenis tumbuhan bawah, menghitung jenis asli dan asing, dan menghitung indeks keragaman jenis tumbuhan bawahnya pada tiga ketinggian (lokasi penelitian bawah 1200-1250 mdpl, tengah 1500-1550 mdpl, dan atas 1700-1750 mdpl) di Taman Wisata Alam Bukit Kaba Provinsi Bengkulu.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuadrat.Ukuran kuadrat yang digunakan adalah 1x1 meter.Banyaknya jumlah kuadrat mengacu pada kurva species area dengan luasan minimum 50 m2 . Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi tumbuhan bawah pada lokasi penelitian bawah ditemukan 32 jenis 21 famili yang terdiri dari 21 jenis asli dan 11 jenis asing, pada lokasi penelitian tengah ditemukan 34 jenis 24 famili yang terdiri dari 22 jenis asli dan 12 jenis asing, dan pada lokasi penelitian atas ditemukan 31 jenis 15 famili yang terdiri dari 17 jenis asli dan 14 jenis asing. Tingkat keragaman jenis tumbuhan bawah (H’) tergolong tinggi dengan besaran masing-masing pada lokasi penelitian bawah 3.23, tengah 3,24, dan atas 2,83. Indeks kemerataan jenis (E) tergolong tinggi secara keseluruhan dengan besaran masing-masing pada lokasi penelitian bawah 0.93, tengah 0.91, dan atas 0.82.
TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM REHABILITASI HUTAN MANGROVE DI KECAMATAN MEMPAWAH HILIR, KABUPATEN MEMPAWAH Siti Puji Lestariningsih; Tri Widiyastuti; Jagad Aditya Dewantara
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.1.16244

Abstract

Kecamatan Mempawah Hilir memiliki potensi hutan mangrove seluas 371,33 Ha. Sebagian hutan mangrove menjadi obyek wisata di Desa Pasir dan sebagian lagi menjadi sasaran rehabilitasi di Kelurahan Tanjung. Penebangan dan pembukaan hutan yang berlebihan serta alih fungsi mangrove menjadi areal penggunaan lain memicu hilangnya hutan mangrove. Kerusakan hutan mangrove perlu mendapatkan perhatian serius baik dari pemerintah maupun masyarakat setempat. Kelestarian hutan mangrove yang tidak terjaga dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan wilayah pesisir yang menimbulkan kerugian bagi lingkungan dan sosial ekonomi masyarakat. Salah satu upaya untuk mengembalikan fungsi mangrove dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku pembangunan. Sebelumnya penelitian belum pernah dilakukan di Kecamatan Mempawah Hilir dan memiliki kontribusi memberikan contoh bagi wilayah lain dalam memulihkan lahan hutan mangrove yang rusak melalui bentuk partisipasi masyarakat. Oleh sebab itu, wawancara terstruktur dengan kuesioner dan wawancara mendalam menjadi sumber data. Selain itu, analisis yang berpengaruh terhadap partisipasi masyarakat diolah secara kuantitatif dengan regresi linear berganda. Tingkat partisipasi masyarakat dalam rehabilitasi hutan mangrove cukup baik dengan kelas tinggi yaitu 23,1 % pada tingkat tinggi, 55,8 % tingkat sedang, dan 21,1 % rendah. Tingginya partisipasi masyarakat terlihat dalam proses perencanaan kegiatan rehabilitasi dengan memberikan sumbangan ide pemikiran dan keaktifan dalam kegiatan penanaman mangrove. Faktor yang berbanding lurus dengan tingkat partisipasi masyarakat yaitu lama tinggal, pendidikan, keaktifan organisasi, dan persepsi masyarakat terhadap hutan mangrove. Faktor umur, jarak rumah dengan hutan mangrove, dan pendapatan berbanding terbalik dengan tingkat pastisipasi masyarakat dalam rehabilitasi mangrove.
ANALISIS KARAKTERISTIK HABITAT KEPITING BAKAU (Scylla spp.) DI EKOSISTEM MANGROVE KELURAHAN KANDANG KECAMATAN KAMPUNG MELAYU KOTA BENGKULU Zamdial Zamdial; Dede Hartono; Ari Rhamadhon; Nurlaila Ervina Herliany
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.1.17931

Abstract

The goals of this study was to identify the characteristics of mangrove crab habitat in Kandang Village, Kampung Melayu District, Bengkulu City. This research was conducted in September 2020, using a survey method. Primary data were collected by direct observation and measurement methods at the research location.The station for sampling and data measurement was determined by the purposive method. All samples were analyzed in the Fishery Laboratory, Faculty of Agriculture, Bengkulu University.The analysis of the bottom substrate type was carried out using the Shepard Triangle method. Macrozoobenthos data analysis was conducted to determine the conditions of structural community which consisted of diversity index (H '), uniformity index (E) and dominance index (C). The study results showed the waters parameter values of the mangrove crab habitat were temperature (290 C), pH (7), and salinity (10ppt). Based on sediment analysis showed that the sediment was dominated by the dust fraction, which was 74.54%, then followed by 11% clay and 10% sand. The substrate of the waters is a dusty clay type, with a composition of dust (74.54%), clay (11%), and sand (10%). There are 4 types of macrozoobenthos that found from substrate samples, namely Thiaridae, Corbiludae, Bulimidae, and Gobiidae. The value of the diversity index (H ') macrozoobenthos was 0.83 and the dominance index value (C) was 0.74. The uniformity index (E) was based on the calculation of the data obtained by the value of 0.60, this showed that the level of uniformity was high, also justified by the presence of one dominating individual. The parameter values and the type of water substrate in Kandang Village, Kampung Melayu District, Bengkulu City still support the growth and survival of mangrove crabs.
EVALUASI TERHADAP JALUR HIJAU JALAN KOTA LUBUKLINGGAU KECAMATAN LUBUKLINGGAU TIMUR II PROVINSI SUMATERA SELATAN Ardea Gattein; Wiryono Wiryono; Guswarni Anwar
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.1.17861

Abstract

Bentuk hutan kota yang cukup efektif dalam mengurangi emisi karbon adalah jalur hijau di sekitar jalan lalu lintas dalam kota. Kota Lubuklinggau memiliki posisi geostrategis dengan menjadi kota perlintasan jalur lalu lintas tengah Sumatera. Lubuklinggau Timur II merupakan sebuah kecamatan sebagai pusat di kota Lubuklinggau yang memiliki area perbelanjaan. Banyaknya pembangunan untuk perdagangan maupun perhotelan, mengakibatkan jalur hijau di pusat kota semakin berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan dan mengevaluasi jalan yang memiliki jalur hijau, mengidentifikasi dan mengevaluasi jenis pohon, mengevaluasi kesehatan pohon serta menghitung dugaan cadangan karbon pada jalur hijau di jalan Pusat Kota Lubuklinggau Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga Oktober 2019 pada jalur hijau di jalan Pusat Kota Lubuklinggau Provinsi Sumatera Selatan, khususnya Kecamatan Lubuklinggau Timur II. Pengambilan data ini dilakukan pada semua jalan yang memiliki jalur hijau di lokasi penelitian. Pengamatan tanaman dilakukan pada tanaman yang termasuk pohon dengan tinggi minimal 1 m dan metode pengamatan pohon dilakukan dengan metode sensus pohon. Pendugaan cadangan biomassa dilakukan dengan menggunakan metode Non Destructive, menggunakan rumus allometrik dari beberapa peneliti sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan jumlah jalan yang memiliki jalur hijau jalan di Pusat Kota Lubuklinggau Kecamatan Lubuklinggau Timur II adalah 15 jalan atau 34,1% dari 44 jalan. Jumlah jenis pohon yang ditemukan adalah 28 jenis yang tergolong dalam 18 Famili dengan total tanaman sebanyak 482 pohon. Sebanyak 89,3% jenis tanaman tergolong jenis eksotis. Sebagian besar pohon tergolong sehat. Total biomassa adalah 3.337,87 Ton dan cadangan karbon tersimpan sebesar 1.668,93 Ton.
IDENTIFIKASI JENIS SAMPAH LAUT (MARINE DEBRIS) PANTAI LENTERA MERAH KOTA BENGKULU PROVINSI BENGKULU Yar Johan
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.1.17932

Abstract

Sampah laut (marine debris) merupakan bahan padat yang sangaja atau tidak sengaja di tinggalkan dalam laut yang memiliki dampak mengancam kelangsungan dan keberlanjutan hidup biota laut. Penelitian mengenai sampah laut dilakukan pada daerah pesisir Pantai Lentera Merah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi sampah laut berdasarkan jenis dan ukuran, selain itu massa sampah laut juga diukur. Pengumpulan sampah laut dilakukan dalam sebuah transek yang dibentangkan mengikuti garis pantai pada saat surut terendah lalu dibagi menjadi 3 plot dengan ukuran 5 × 2 meter dengan pembagian 5 meter kearah laut 5 meter ke arah darat. Sampah dikumpulkan pada periode sebagai data pendukung dalam faktor penyebaran sampah laut. Pengamatan vegetasi dilakukan guna melihat implikasi sampah laut terhadap tumbuhan pantai. Dari hasil penelitian menunjukkan Pantai Lentera Merah merupakan daerah yang paling banyak sampah dengan total item 956,666 gr. Jenis plastik juga merupakan sampah yang paling dominan didapatkan dari lokasi penelitian yang. Berdasarkan jenis ukuran sampah yang paling banyak ditemukan pada 2 stasiun berdasarkan ukuran adalah macro-debris (2.5 cm – 1 m).
KAJIAN SISTEM PENGELOLAAN AIR LIMBAH PABRIK KARET PT KIRANA WINDU TERHADAP KUALITAS AIR SUNGAI RAWAS KABUPATEN MUSI RAWAS UTARA Bella Pertiwi Arbi; Agus Martono HP; Budiyanto Budiyanto
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.1.17862

Abstract

Pembuangan Air Limbah yang merupakan hasil sisa dari proses produksi dimana apabila limbah ini terlalu banyak di lingkungan maka akan berdampak pada pencemaran khususnya Air Sungai. Sungai Rawas diperkirakan telah mengalami penurunan kualitas Air Sungai karena adanya aktivitas Pabrik Karet di sekitarnya yang membuang Air Limbah hasil produksi ke Sungai Rawas, oleh karena itu diperlukan Sistem Pengelolaan Air Limbah yang baik untuk menghindari adanya Pencemaran Air Sungai.Pengambilan Sampel dilakukan pada Inlet dan Outlet IPAL serta Sungai Rawas Hulu Pabrik dan Sungai Rawas Hilir Pabrik. Waktu Penelitian dilaksanakan selama lebih 5 bulan, dimulai dari bulan Agustus sampai Desember 2019. Hasil penelitian dan perhitungan Efisiensi IPAL serta Perhitungan Status Mutu Air Sungai Rawas yang telah dilakukan di 4 (Empat) Titik Pengambilan Sampel untuk 6 (Enam) Parameter yaitu pH, BOD,COD,TSS,Amoniak Total dan Nitrogen Total, dapat disimpulkan bahwa; Beban Pencemaran pada Air Limbah Pada PT. Kirana Windu didapat Efisiensi IPAL Agustus – Desember 2019 pH 72,59 – 82,76 %, BOD 88,12 – 94,46 %, COD 81,23 – 97,10 %, TSS 91,34 – 99,65 %, Amoniak Total 91,60 - 97,84% dan Nitrogen Total 92,70 – 97,60 % . Sehingga IPAL layak digunakan dan Kondisi Sungai Rawas memenuhi baku mutu sehingga Sungai Rawas tidak tercemar.

Page 10 of 23 | Total Record : 230