cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Naturalis : Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 23026715     EISSN : 26547732     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 230 Documents
HUBUNGAN PARAMETER LINGKUNGAN DENGAN PREVALENSI Infectious Myonecrosis Virus DI TAMBAK SEMI INTENSIF UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) KABUPATEN BENGKULU TENGAH Kasman Kasman; Yar Johan; Bieng Brata; Edi Soetrisno
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.1.18160

Abstract

Penelitian ini dilakukan di tambak udang semi intensif dengan Lokasi tambak di Desa Pasar Pedati Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan parameter lingkungan dengan prevalensi yang berkorelasi terhadap prevalensi IMNV pada sentra budidaya tambak udang vanme (Litopenaeus vannamei) di Kabupaten Bengkulu Tengah. Penelitian ini merupakan studi observasi dengan rancangan studi purpossive sampling menggunakan teknik sampling terhadap sampel udang untuk deteksi dan identifikasi penyakit IMNV. Ekspresi gen virus IMNV pada udang vaname dianalisis dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) dan selanjutnya disajikan secara deskriptif. Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian ini dapat di simpulkan bahwa, Parameter Lingkungan Tambak Semi Intensif udang vaname (Litopenaeus vannamei) di Desa Pasar Pedati Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu masih sesuai untuk kelangsungan hidup udang vaname (Litopenaeus vannamei) dengan prevalensi IMNV sebesar 44,43%. Parameter lingkungan dan Prevalensi menunjukkan hubungan korelasi yang sangat kuat.
ANALISIS KELEMBAGAAN PENGELOLA PERHUTANAN SOSIAL DI HUTAN DESA DEPATI JUNJUNG DAN HUTAN KEMASYARAKATAN AIR SELIMANG KABUPATEN KEPAHIANG Freddy Septian
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.1.18156

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengevaluasi aspek pengelolaan Hutan Desa (HD) Depati Junjung dan Hutan Kemasyarakatan (HKm) di Kecamatan Seberang Musi Kabupaten Kepahiang, (2) mengetahui hubungan antar aspek pengelolaan Hutan Desa (HD) Depati Junjung dan Hutan Kemasyarakatan (HKm) di Kecamatan Seberang Musi Kabupaten Kepahiang, dan (3) mengukur laju perubahan tutupan lahan di Hutan Desa (HD) Depati Junjung dan Hutan Kemasyarakatan (HKm) di Kecamatan Seberang Musi Kabupaten Kepahiang. Penelitian dilakukan pada bulan November 2019 di Desa Taba Padang dan Desa Air Selimang, Kecamatan Seberang Musi, Kabupaten Kepahiang. Evaluasi pengelolaan perhutanan sosial dilakukan secara deskriptif. Analisis hubungan antar aspek pengelolaan perhutanan sosial dianalisis menggunakan Uji Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tutupan lahan pada Hutan Desa (HD) Depati Junjung maupun di kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKm) Air Selimang adalah hutan sekunder dan kebun campuran yang tergolong baik secara ekologis. Selama periode 2005 sampai dengan 2019 luas hutan sekunder baik di kawasan Hutan Desa (HD) Depati Junjung maupun di kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKm) Air Selimang mengalami penurunan, sedangkan kawasan kebun campuran mengalami peningkatan luasannya sebesar penurunan luas hutan sekunder. Aspek kelembagaan, perilaku, kinerja/performa, dan sosial ekonomi pengelola Hutan Desa (HD) Depati Junjung memiliki kriteria baik. Aspek kelembagaan, perilaku, dan kinerja/performa pengelola Hutan Kemasyarakatan (HKm) Air Selimang memiliki kriteria sedang, sedangkan aspek sosial ekonomi memiliki kriteria baik. Terdapat hubungan yang nyata dengan pola linear positif antar aspek pengelolaan perhutanan sosial yang meliputi kelembagaan, perilaku, performa, kinerja, dan sosial ekonomi baik pada pengelola Hutan Desa (HD) Depati Junjung maupun Hutan Kemasyarakatan (HKm) di Kecamatan Seberang Musi Kabupaten Kepahiang.
ANALISIS PROBABILITAS BAHAYA KEGEMPAAN UNTUK PENGELOLAAN DAERAH DALAM MITIGASI BENCANA GEMPA BUMI DI KOTA BENGKULU Litman Litman
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.1.18161

Abstract

Keberadaan zona subduksi (megathrust) dan patahan besar Sumatra menyebabkan Kota Bengkulu termasuk daerah rawan gempa bumi. Potensi kebencanaan kegempaan dilakukan dengan menganalisis bahaya kegempaan (seismic hazard) sebagai upaya mitigasi bencana gempa bumi dalam pengelolaan daerah terutama proses pembangunan infrastruktur di kota Bengkulu. Analisis dengan metode probabilistik / PSHA dengan memperhitungkan faktor ketidakpastian kekuatan, lokasi dan waktu kejadian gempa bumi. Hasil penelitian mendapatkan nilai percepatan tanah maksimum / PGA untuk probabilitas terlampaui 10% dan 2% dalam 50 tahun adalah 0,686 – 0,708 g dan 1,2 – 1,265 g. Nilai percepatan spektrum / spectrum acceleration (SA) periode 0,2 detik untuk probabilitas terlampaui 10% dan 2% dalam 50 tahun adalah 1,594 – 1,674 g dan 3,69 g. Periode 1 detik untuk probabilitas terlampaui 10% dan 2% dalam 50 tahun adalah 0,64 – 0,67 g dan 1,06 1,12 g. Daerah pesisir relatif memiliki nilai SA yang lebih tinggi. Berdasarkan analisis kurva bahaya / hazard curve, sumber gempa yang dominan terjadi di kota Bengkulu adalah sumber gempa subduksi Megathrust Mentawai Pagai. Infrastruktur di daerah pesisir diharapkan tidak hanya tahan gempa tetapi juga bisa sebagai shelter untuk penyelamatan dari tsunami.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA DAN STRATEGI PENGEMBANGAN BUDIDAYA IKAN LELE ( Clarias sp ) DI KABUPATEN BENGKULU UTARA Hamidi Hamidi
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.1.18157

Abstract

Usaha budidaya perikanan air tawar di Kabupaten Bengkulu Utara di dukung oleh potensi sember daya alam yang luas sehinggah di Kabupaten Bengkulu Utara ditetapkan sebagai kawasan minapolitan perikanan air tawar yang terdapat di Kecamatan Padang Jaya. Usaha pembesaran ikan lele di Kabupaten Bengkulu sudah cukup lama di tekuni oleh petani, usaha pembesaran tersebut terdiri dari beberapa sistem budidaya, yang meliputi usaha pembesaran sistem konvensional, semi intensif dan intensif. Namun pada kenyataanya usaha pembesaran ikan lele belum memberikan hasil yang maksimal hal tersebut dapat dilihat dari hasil produksi ikan lele di Bengkulu Utara masih dibawah produksi ikan Nila dan ikan mas. Tujuan penelitian in adalah untuk mengetahui kelayakan teknis dan ekonomis serta strategi pengebangan Usaha Budidaya Ikan lele di Kabupaten Bengkulu Utara. Pupulasi dalam penelitian ini adalah pembudidaya ikan lele di Kabupaten Bengkulu Utara sampel yang diambil 50 orang pembudidaya ikan lele. Variabel yang diamanti kelayakan teknis budidaya dan pendepatan ekonomis dari pembudidaya itu sendiri. Metode pengumpulan yang digunakan adalah metode angket, intervew dan metode dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah analis deskriptif, analisis kelayakan teknis dan ekonomis serta nalisis SWOT. Berdasarkan hasil penelitian budidaya ikan lele sistem semi intensif dan intensifdari segi kelayakan teknis layak untuk diteruskan.Dari hasil perhitungan kelayakan ekonomis usaha budidaya ikan lele didapatkan hasil nilai R/C ratio rata > 1, nilai BEP dan PP untuk dikembangkan. Perumusan strategi budidaya ikan lele di Kabupaten Bengkulu Utara memanfaatkan potensi lahan kolam yang luas dan banyaknya pembudidaya ikan untuk meningkatkan produksi ikan guna memenuhi kebutuhan pasar.
STABILITAS EKSTRAK KASAR SENYAWA ANTIBAKTERI Halimeda micronesica Bertoka FSP Negara
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.2.15560

Abstract

Bakteri patogen dapat menimbulkan penyakit terhadap ikan, jenis bakteri patogen yang sering menyebabkan penyakit pada ikan antara lain adalah Aeromonas salmonicida dan Aeromonas hydrophila. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menimbulkan resistensi terhadap bakteri patogen, oleh sebab itu penting untuk mencari sumber molekul bioaktif baru yang dapat dijadikan antibiotik yang aman. Rumput laut Halimeda micronesica yang berasal dari Pantai Panjang, Kota Bengkulu memiliki potensi sebagai antibakteri, namun stabilitas senyawa antibakteri yang terkandung dalam rumput laut tersebut belum diketahui. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur stabilitas senyawa antibakteri yang terkandung didalam rumput laut Halimeda micronesica. Bakteri uji (Aeromonas salmonicida dan Aeromonas hydrophila) diinokulasikan kedalam cawan petri yang berisi media Nutrient Agar. Kemudian kertas cakram (± 6) mm diletakkan diatas permukaan media Nutrient Agar, lalu diteteskan ekstrak kasar rumput laut sebanyak 20 µl dengan konsentrasi 15% pada masing-masing kertas cakram dan diinkubasi pada temperatur 28oC, 30 oC, 32 oC selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa antibakteri yang terkandung dalam ekstrak kasar rumput laut Halimeda micronesica tidak stabil. Karena diameter zona bening yang terbentuk berbeda di setiap pengukuran. Senyawa bioaktif yang terkandung dalam Halimeda micronesica tidak stabil meskipun diameter zona bening yang terbentuk tergolong kuat
VALUASI URBAN FLOATING FARMING SEBAGAI MEDIA KEMANDIRIAN PANGAN MASYARAKAT DAN PEMENUHAN RUANG HIJAU BANTARAN SUNGAI PERKOTAAN Dienny Redha Rahmani; Hanny Maria Caesarina
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.2.13432

Abstract

Permasalahan yang muncul pada permukiman bantaran sungai tertama sungai Kuin yang tergolong permukiman tua adalah minimnya ruang hijau dan tentunya kondisi ekonomi masyarakat yang dominan menengah kebawah. Permasalahan ini diharapkan dapat ditangangi dengan Urban Floating Farming. Oleh karena itu perlu dilakukan studi valuasi baik sosial maupun lingkungan untuk memastikan bahwa konsep ini dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Hasil valuasi sosial dengan perangkat persepsi dan preferensi masyarakat menunjukan bahwa daya terima masyarakat tergolong tinggi terhadap konsep pertanian terapung perkotaan ini. Valuasi lingkungan dengan perangkat Indeks kenyamanan menunjukan urgensi pemenuhan ruang hijau tinggi di tengah minimnya lahan dan dominannya Kawasan terendam air. Sehingga, karakteristik Urban Floating Farming berpotensi menjadi alternatif kemandirian pangan untuk meningkatkan ekonomi masyarakaat sekaligus meningkatkan luasan ruang hijau di permukiman bantaran sungai.
EVALUASI PROGRAM PENATAAN PERMUKIMAN KUMUH KELURAHAN SUMBER JAYA, KECAMATAN KAMPUNG MELAYU KOTA BENGKULU Yenni Lidiawati; M. Faiz Barchia; B Hermawan
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.2.20405

Abstract

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kondisi kondisi prasarana lingkungan seperti air bersih, jalan, drainase, persampahan dan air limbah pasca penanganan kumuh yang dilakukan, dan menganalisa keberhasilan program kawasan kumuh kelurahan sumber jaya melalui pembangunan sarana dasar seperti air bersih, jalan, drainase, persampahan dan air limbah menurut persepsi masyarakat; Sampel penelitian ini adalah masyarakat Kelurahan Sumber Jaya. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner disebarkan langsung ke auditor sebanyak 87 kuesioner. Metode statistik menggunakan pengujian hipotesis uji statistik R dan T. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sarana air bersih memiliki rata-rata lebih tinggi dari yang lain sebesar 3,85, selain itu sarana jalan memiliki rata-rata 3,77 dan sarana drainase memiliki rata-rata 3,74. Sarana persampahan dan air limbah memiliki rata-rata 3,60. Melihat perbandingan rata-rata tiap karakteristik, dapat disimpulkan bahwa sarana air bersih, jalan dan drainase memiliki bobot tergolong tinggi dan sarana tersebut mendukung kebutuhan masyarakat dengan baik yang ada dipermukiman kumuh Kelurahan Sumber Jaya, sedangkan saran persampahan dan Air Limbah masih tergolong cukup baik tetapi masih mendukung sarana permukiman yang ada. Hal ini perlu dilakukan peningkatan terhadap sarana persampahan dan air limbah sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
IDENTIFIKASI OBYEK WISATA UNTUK PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA BERKELANJUTAN DI KECAMATAN KABAWETAN KABUPATEN KEPAHIANG Dwi Tyas Pambudi; Yuwana Yuwana; Damres Uker
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.2.20395

Abstract

Penelitian ini untuk memberikan gambaran pengembangan obyek wisata berkelanjutan di Kecamatan Kabawetan di lihat dari variabel perkembangan dan diversitas ekonomi wilayah Kacamatan Kabawetan, inventarisasi potensi obyek wisata yang ada, identifikasi faktor utama yang mempengaruhi minat wisatawan berkunjung ke obyek wisata. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dari analisis data PDRB, perkembangan ekonomi Kecamatan Kabawetan berada pada urutan ke 5 (lima) dari delapan kecamatan dengan sumbangan PDRB sebesar Rp.273.087.870 dengan sektor penyumbang terbesar pada bidang usaha pertanian. Kecamatan Kabawetan memiliki 17 potensi obyek wisata yang terdiri dari a) terdapat 10 potensi obyek wisata alam; b) wisata buatan terdapat 5 (lima) obyek wisata dan; c) terdapat 2 (dua) obyek wisata sejarah. Berdasarkan analisis skoring, terdapat 6 (enam) Obyek Wisata di Kecamatan Kabawetan yang memiliki kelas berpotensi untuk pengembangan, yaitu: Kebun Teh Kabawetan, Air Terjun Tirta Mandiri, Mountain Valley, Air Terjun Sengkuang, Taman Kabawetan, dan Rest Area 1. Terdapat 4 obyek wisata cukup berpotensi, yaitu: Pabrik Pengolahan Teh, Rumah Belanda, Kampung Kopi, Kebun Bunga Dama Sari Flower, dan Kebun Teh Trisula. Adapun 6 (enam) obyek wisata memiliki kelas kurang berpotensi. Dari analisis persepsi wisatawan yang berkunjung, obyek wisata memiliki modal pengembangan yaitu: 1) Modal Lingkungan, dari hasil penelitian para wisatawan sangat menyukai potensi wisata alam, dengan persentase 73.33 persen; 2) Modal ekonomi, tiket yang masih terjangkau; (3) Modal Sosial yaitu obyek wisata sangat aman dan penduduknya sangat ramah, dengan sekor berturut-turut 96, 67 persen dan 93 persen. Prinsip-prinsip pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kecamatan Kabawetan sudah dilaksanakan dilihat dari beberapa aspek seperti; a) Aspek Lingkungan; Kepedulian pengelolaan sampah, menjaga kelestarian lingkungan; b) Aspek Sosial Budaya; Keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan, semangat gotong royong terjaga, Budaya masyarakat yang ramah, Budaya lokal mejadi lestari, meningkatnya SDM; c) Aspek Ekonomi; Peningkatan PAD Kabupaten Kepahiang, Peningkatan Ekonomi dan Inovasi produk makanan berbahan local, Keterlibatan Bumdes dalam pengelolaan obyek wisata.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERLINDUNGAN LAHAN PERTANIAN BERKELANJUTAN DI KABUPATEN SELUMA Ikhwan Efendy; Agus Susatya; Bieng Brata; Yurike Yurike
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.2.20400

Abstract

Ketersediaan lahan di bidang pertanian merupakan syarat mutlak untuk mewujudkan peran sektor pertanian secara berkelanjutan, terutama untuk mewujudkan kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan pangan nasional. Namun permasalahan yang dihadapi saat ini adalah tingginya tekanan terhadap lahan, sehingga terjadi persaingan pemanfaatan lahan antara sektor pertanian dan non pertanian. Meningkatnya permintaan lahan untuk kegiatan non pertanian pada akhirnya menyebabkan terjadinya konversi lahan pertanian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji implementasi kebijakan perlindungan lahan pertanian berkelanjutan di Kabupaten Seluma dan mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan di Kabupaten Seluma. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif yaitu dengan usaha mengumpulkan, menyusun dan menginterprestasikan data yang ada kemudian menganalisa data tersebut, menelitinya, menggambarkan dan menelaah secara lebih jelas dari berbagai faktor yang berkaitan dengan kondisi, situasi dan fenomena yang diselidiki. Implementasi perlindungan lahan berkelanjutan masih menghadapi kendala. Mayoritas responden (75,00%) berpendapat bahwa hal ini disebabkan oleh tidak pernah dilakukan sosialisasi; implementor kurang responsif (68,75% responden); kurang paham terhadap kebijakan (72,25% responden); kurang lengkapnya data pendukung (62,50% responden); SOP yang tidak jelas (58,75% responden); koordinasi lintas sektoral masih jarang (73,75% responden); tekanan ekonomi (71,25 % responden).
EVALUASI IMPLEMENTASI HUTAN TANAMAN RAKYAT DI KABUPATEN BENGKULU SELATAN PROVINSI BENGKULU (STUDI KASUS DI KECAMATAN ULU MANNA KABUPATEN BENGKULU SELATAN) Aprita Kurniawati
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.2.19966

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa isi izin HTR, menilai tingkat dukungan stakeholder dan tingkat partisipasi masyarakat dan merumuskan strategi implementasi HTR di Kabupaten Bengkulu Selatan. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2019-Juli 2019 di lokasi izin HTR Kecamatan Ulu Manna Kabupaten Bengkulu Selatan. Data primer diperoleh melalui kuisioner dan wawancara dengan para responden, dinas/instansi dan pihak terkait. Data sekunder diperoleh melalui studi pustaka atau telaah literatur, dokumen, data dan informasi lain yang terkait dengan tercapainya tujuan penelitian. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan SWOT. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa: masih terdapat perbedaan persepsi terhadap tujuan kebijakan HTR, asumsi yang digunakan tidak sesuai dengan kondisi lapangan dan struktur implementasi yang ada tidak berjalan sebagaimana mestinya, Tingkat kemampuan stakeholder dan partisipasi masyarakat dalam mengimplementasikan kebijakan HTR termasuk dalam kategori rendah. Rekomendasi strategi yang dapat dikembangkan dalam implementasi kebijakan HTR di Kabupaten Bengkulu Selatan adalah: Mengoptimalkan dukungan Pemda dalam percepatan implementasi HTR melalui sosialisasi dan penyuluhan yang intensif dan menggunakan isu kelangkaan kayu dan peluang pemasaran sebagai rangsangan bagi masyarakat untuk menanam tanaman berkayu