cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Naturalis : Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 23026715     EISSN : 26547732     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 210 Documents
PERTUMBUHAN TANAMAN NYAMPLUNG (Callophyllum innophylum L.) DALAM BLOK ORGANIK DARI LIMBAH SERAT BUAH SAWIT DENGAN PEMUPUKAN DI LAHAN PANTAI Wahyu Hidayat; Agus Susatya; Enggar Apriyanto
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.9.2.13512

Abstract

Provinsi Bengkulu memiliki garis pantai sepanjang ± 525 km yang memiliki potensi sekaligus ancaman bagi keberadaan wilayah daratan akibat aktivitas ombak pantai seperti abrasi. Salah satu cara menanggulangi abrasi pantai adalah dengan cara penanaman vegetasi daerah pesisir melalui kegiatan rehabilitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan tanaman nyamplung dalam blok organik dari limbah serat buah sawit dengan pemupukan serta interaksi keduanya pada lahan pantai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari 2 perlakuan yaitu blok organik (T) dan pemupukan (P). Faktor blok organik terdiri dari semai yang tumbuh pada media tanah (T1 ), semai yang tumbuh pada blok organik kecil (T2 ) dan semai yang tumbuh pada blok organik kecil dan dimasukkan ke dalam blok organik besar (T3 ). Faktor pemupukan terdiri dari 0 gr/tanaman (P1 ), 3 gr/tanaman (P2 ), 5 gr/tanaman (P3 ), dan 7 gr/tanaman (P4 ). Variabel yang diamati adalah persentase hidup tanaman, pertambahan tinggi, diameter, jumlah daun, luas daun, dan jumlah klorofil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase hidup tanaman yang ditanam sebesar 98,15 %. Hal ini berarti bahwa tanaman nyamplung dapat tumbuh pada lahan berpasir. Penggunaan blok organik dari limbah serat buah sawit memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertambahan tinggi dan diameter batang tanaman nyamplung, dimana perlakuan T 2 memberikan pertumbuhan tinggi dan diameter terbaik. Sementara aplikasi pemupukan memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertambahan tinggi dan jumlah daun tanaman nyamplung, dimana perlakuan P 2 memberikan nilai rata-rata terbaik. Namun, interaksi antara kedua perlakuan tersebut tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan tanaman.
HUBUNGAN FAKTOR KESEHATAN LINGKUNGAN RUMAH TERHADAP KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU (Studi Kasus di Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma) Reva Mardianti; Choirul Muslim; Nanik Setyowati
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.9.2.13502

Abstract

Kesadaran masyarakat yang rendah di Kabupaten Seluma, khususnya di Kecamatan Sukaraja akan lingkungan fisik rumah yang bersih dapat mengakibatkan timbulnya suatu penyakit antara lain TB paru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor-faktor kesehatan lingkungan rumah dengan risiko kejadian Tuberkulosis Paru di Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma pada bulan Mei sampai dengan Juni Tahun 2019. Metode penelitian kasus kontrol (case control) dan sampel sebanyak 34 orang terdiri dari 17 sampel kasus yang menderita TB paru diambil dengan teknik total sampling dan 17 sampel kontrol yang tidak menderita TB paru yang mempunyai karakteristik kurang lebih sama dengan sampel kasus diambil secara acak. Hasil penelitian menunjukkan intensitas pencahayaan yang tidak memenuhi syarat (< 60 lux) menyebabkan 76,5% responden menderita TB paru, kelembaban udara yang tidak memenuhi syarat (kelembaban < 40% atau > 60%) menyebabkan 82,4% responden menderita TB paru, kepadatan hunian yang tidak memenuhi syarat (< 9 m2 /orang) menyebabkan 88,2% responden menderita TB paru dan suhu rumah yang tidak memenuhi syarat (<18o C atau > 30 o C) menyebabkan 82,4% responden menderita TB paru. Terdapat hubungan antara intensitas pencahayaan, kelembaban, kepadatan hunian rumah dan suhu terhadap kejadian TB paru.Diharapkan menjaga pola hidup sehat dengan cara membuka ventilasi rumah setiap hari dan menghindari kontak langsung dengan penderita TB paru.
TINJAUAN KUALITAS AIR TANAH DI KAMPUS KANDANG LIMUN UNIVERSITAS BENGKULU Abdul Rahman Singkam
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.9.2.12848

Abstract

Sebagai lokasi yang terletak bersisian dengan pantai, air tanah di Kampus Kandang Limun Uiversitas Bengkulu (UNIB) dikhawatirkan memiliki kualitas yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kualitas air tanah di 25 Gedung UNIB dari parameter derajat keasaman (ph), total padatan terlarut (TDS) dan jumlah klorida. Pengukuran sampel dilakukan menggunakan alat digital (ph-, TDS-, dan salinometer) sebanyak dua kali mewakili kondisi musim penghujan dan kemarau. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan hasil dengan standar kualitas air tanah kategori satu Permen LH no 82 tahun 2001. Hasil analisis menunjukkan tidak ada satupun dari 25 sampel air tanah di lingkungan Kampus Kandang Limun UNIB yang memenuhi baku mutu air tanah kategori satu (I). Seluruh sampel yang dianalisis memiliki nilai klorida di atas 0.6 ppt, batas maksimal klorida untuk air tanah kategori I. Nilai klorida yang terlalu tinggi ini ditemukan konsisten sepanjang tahun, dan signifikan lebih tinggi saat musim hujan (F1,20=7.53, p=0.009). Selain nilai klorida yang terlalu tinggi, 72% sampel juga memiliki TDS di atas baku mutu sepanjang tahun. Nilai pH yang terlalu asam dari standar baku mutu juga ditemukan pada lima (20%) sumber air yang dianalisis. Seluruh parameter yang diukur independen satu sama lain, kecuali nilai pH yang berbanding lurus terhadap TDS (F1,24=12.32, p=0.013) saat musim hujan. Beberapa rekomendasi yang disarankan untuk mengatasi masalah air bersih di UNIB adalah: 1) Membuat sistem pengadaan air terintegrasi dengan fokus memanfaatkan sumber air tanah berklorida dan berTDS rendah yang ditemukan pada penelitian ini; 2) Membuat dan mengoptimalkan kantong penampungan air hujan pada masing-masing gedung; dan 3). Melakukan sistem daur ulang terhadap air yang telah digunakan.
KAJIAN KESESUAIAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA BAHARI DI PULAU MEGA KABUPATEN BENGKULU UTARA Imam Munandar; Agus Susatya; Zamdial Zamdial
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.9.2.13508

Abstract

Pulau Mega di Kabupaten Bengkulu Utara merupakan Pulau Kecil yang berada di perairan Samudera Hindia sebelah barat Pulau Sumatera yang memiliki kelimpahan sumber daya kelautan dan perikanan, khususnya jasa lingkungan berupa keindahan pantai pasir putih dan terumbu karang beserta ekosistem asosiasinya, sebagai potensi yang sangat penting bagi pengembangan kawasan di masa depan, khususnya pembangunan kegiatan wisata bahari berbasis konservasi. Sebagai upaya untuk mendukung pengembangan kegiatan wisata bahari dimaksud, maka ketersediaan informasi tentang keragaan sumber daya di Pulau Mega adalah suatu keharusan, mengingat hal tersebut merupakan informasi penting yang sangat membantu bagi pemerintah ataupun para investor bidang wisata bahari untuk berinvestasi di pulau -pulau kecil. Metode survei digunakan dalam penelitian ini untuk mengumpulkan data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pulau Mega memiliki potensi yang layak untuk dikembangkan sebagai daerah wisata bahari .
KERAGAMAN DAN KOMPOSISI JENIS SAYUR DI PASAR TRADISIONAL DAN SUPERMARKET DI YOGYAKARTA Steffanie Nurliana; Wiryono Wiryono
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.1.17286

Abstract

Sayur merupakan sumberdaya hayati yang penting bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Dengan keragaman hayati yang tinggi, Indonesia diharapkan memiliki keragaman jenis tanaman sayur asli yang tinggi pula. Penelitian  bertujuan untuk menghitung keragaman jenis dan komposisi jenis tanaman sayur segar yang terdapat di enam pasar tradisional dan tiga supermarket di Provinsi Yogyakarta.  Data dikumpulkan dengan mencatat jenis sayur yang ada di enam pasar tersebut, kemudian diolah untuk menghitung jumlah jenisnya, menghitung indeks kemiripan jenis antara keenam pasar, dan membandingkan jumlah jenis asli dan introduksi. Dari ke enam pasar dan tiga supermarket diperoleh jenis sayur sebanyak 57, yang terdiri dari 13 suku. Jenis tanaman introduksi berjumlah 38 sedangkan jenis tanaman asli hanya 19. Indeks kemiripan jenis antar pasar maupun supermarket berkisar dari 0,42 sampai dengan 0,9. 
KAJIAN KEDUDUKAN GARIS PANTAI UNTUK PENETAPAN SEMPADAN PANTAI KOTA BENGKULU Gading Putra Hasibuan; Yar Johan; Bieng Brata
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.9.2.13513

Abstract

Sempadan pantai merupakan daratan sepanjang tepian pantai yang berfungsi untuk pengamanan dan pelestarian pantai. Perubahan fungsi sempadan pantai menjadi lahan tambak dan pemukiman telah mengakibatkan terjadinya abrasi, banjir, rusaknya rumah, rusaknya jalan, berkurangnya jumlah produksi penangkapan ikan, memburuknya sanitasi lingkungan permukiman dan intrusi air laut. Oleh karena itu, penetapan sempadan pantai harus dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan pantai. Namun, belum ada kajian teknis mengenai kedudukan garis pantai yang digunakan sebagai acuan dalam penetapan sempadan pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kedudukan garis pantai dan menentukan penetapan sempadan pantai di Kota Bengkulu. Metode yang digunakan adalah melakukan analisis elevasi pantai, analisis pasang surut, analisis citra Landsat 8 dan analisis kemunduran garis pantai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedudukan garis pantai yang digunakan dalam menentukan sempadan pantai di Kota Bengkulu adalah kedudukan garis pantai Highest Astronomical Tide (HAT) dengan rata-rata kemunduran garis pantai sebesar 1,801 m/tahun yang dominan terjadi di Muara Kualo, Muara Jenggalu, dan Pelabuhan Pulau Baai. Sempadan pantai di Kota Bengkulu untuk proyeksi selama 30 tahun memiliki lebar sebesar 154,038 m (Kecamatan Muara Bangkahulu, Sungai Serut, Ratu Agung, Gading Cempaka, dan Kampung Melayu) dan 100 m (Kecamatan Sungai Serut, Teluk Segara, Ratu Samban, dan Ratu Agung).
ANALISIS KESESUAIAN KAWASAN TAMBAK UDANG VAMANE (LITOPENAEUS VANNAMEI) DI DESA PASAR BEMBAH KABUPATEN BENGKULU UTARA M. Anshar Budi Caniago; Yar Johan; Zamdial Zamdial
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.9.2.13503

Abstract

Provinsi Bengkulu secara geografis terletak di Pantai Barat Pulau Sumatera, dengan panjang garis pantai 525 km. Selain potensi perikanan tangkap, juga memiliki potensi perikanan budidaya. Kegiatan perikanan budidaya di wilayah pesisir adalah tambak udang. Kabupaten Bengkulu Utara memiliki potensi yang paling luas untuk pengembangan tambak udang. Dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan potensi tambak Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) maka perlu diteliti analisis kesesuaian kawasan di Desa Pasar Bembah Kabupaten Bengkulu Utara. Metode yang digunakan dalam penelitia ini adalah Metode Survei. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan dan data sekunder meliputi literatur-literatur penunjang serta data pendukung lainnya. Kesesuaian kawasan untuk pengembangan tambak Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) di Desa Pasar Bembah Kecamatan Air Napal Kabupaten Bengkulu Utara diperoleh luas kawasan yang masuk dalam kategori sangat sesuai adalah 362.20 ha. Adapun nilai Indek Kesesuaian Tambak (IKT) berkisar 66,67-100% dan luas kawasan yang masuk dalam kategori sesuai adalah 42.63 ha, adapun nilai Indek Kesesuaian Tambak (IKT) berkisar 33,34 – 66,66 %. Strategi yang perlu dilakukan dalam pengembangan kawasan tambak udang: 1) Mengoptimalkan pemanfaatan tata ruang untuk pengembangan tambak udang sehingga potensi lahan dapat dioptimalkan sesuai dengan daya dukung lingkungan, 2) Menerapkan manajemen pengelolaan tambak udang dengan konsep biosecurity dan Best Manajemen Pratices (BMP), 3) Bergabung dengan asosiasi tambak udang, 4) Meningkatkan produksi tambak udang dengan menerapkan teknologi super intensif ramah lingkungan, dan 5) Meningkatkan pengawasan terhadap keamanan produk/ menerapkan standar cara berbudidaya udang yang baik.
Model 3R pada Pengelolaan Sampah di Lingkungan Universitas Bengkulu Rahmat Nursalim; Pandu Imam Sudibyo
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.9.2.13498

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah di lingkungan kampus universitas Bengkulu (UNIB), hingga kini belum direncanakan secara baik dan benar. Salah satu cara merencanakan pengelolaan sampah yang baik adalah dengan menyusun model prediksinya sehingga penanganan sampah dimasa datangnya bisa diatasi dengan baik. Gerakan yang muncul sebagai solusi permasalahan pengelolaan sampah dilingkungan kampus adalah gerakan eco- campus. Sampah yang ada dilingkungan kampus masih menyimpan potensi sumber daya apabila dapat dikelola dengan baik. Sampah organik masih dapat digunakan untuk bahan baku kompos, sedangkan sampah anorganik dapat didaur ulang, dijual atau digunakan kembali untuk kegunaan lain. Sistem pengelolaan 3 R ( reduce, reuse dan recycle), sudah sangat populer untuk diterapkan dalam suatu kawasan termasuk di lingkungan kampus UNIB. Untuk menerapkan sistem tersebut, diperlukan data jumlah timbulan sampah dan jenisnya diseluruh gedung yang ada (yang telah digunakan) dilingkungan kampus UNIB. Metode pengamatan terhadap timbulan  sampah yang ada di lingkungan kampus UNIB, digunakan prosedur sebagaimana yang disajikan dalam SNI 3242-2008. Secara kolektif berdasarkan pengukuran yang dilakukan jumlah volume sampah yang ditimbulkan dari semua gedung yang ada di lingkungan  Universitas Bengkulu rata-rata  sebanyak 10.402,65 liter/ hari, sedangkan kapasitas tampung yang ada sebesar 25.185 liter/ hari. Rata-rata volume angkutan 5.250,00 liter/ hari. Jumlah sampah organik yang timbul sebanyak 193,48 kg/ hari dan sampah anorganiknya sebesar 175,60 kg/ hari. Estimasi nilai penjualan dari timbulan sampah yang masih dapat digunakan dan didaur ulang adalah Rp 5.226.225,- per bulan atau Rp 62.714.700,- per tahun.
DAMPAK SOSIAL EKONOMI DAN ESTIMASI KERUGIAN EKONOMI AKIBAT BANJIR DI KELURAHAN RAWA MAKMUR KOTA BENGKULU Santri Santri; Enggar Apriyanto; Satria Putra Utama
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.9.2.13509

Abstract

Penelitian tentang banjir dan dampaknya perlu dilakukan di Kota Bengkulu, karena banjir merupakan bencana alam yang menduduki peringkat tertinggi yaitu terjadi sebanyak 16 kali di tahun 2015, 39 kali ditahun 2016 dan 31 kali di tahun 2017 (BPBD, 2018). Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui dampak banjir terhadap sosial ekonomi masyarakat Kelurahan Rawa Makmur, untuk mengetahui estimasi nilai kerugian ekonomi akibat banjir di Kelurahan Rawa Makmur dan untuk mengetahui persepsi masyarakat Kelurahan Rawa Makmur terhadap banjir. Penelitian ini dilakukan bulan Februari sampai Juni 2019 di Kelurahan Rawa Makmur. Metode analisis data untuk dampak sosial ekonomi dan persepsi masyarakat diidentifikasi menggunakan metode deskriptif. Estimasi nilai kerugian ekonomi akibat banjir digunakan Metode Pendekatan Harga Pasar, Opportunity Cost, dan Cost of Illness. Dampak sosial ekonomi yang timbul akibat terjadinya banjir di Kelurahan Rawa Makmur pada Bulan April 2019 berupa terhambatnya aktivitas sehari -hari masyarakat terdampak seperti bekerja dan sekolah, timbulnya penyakit, dan keru gian ekonomi. Estimasi kerugian langsung masyarakat sebesar Rp. 1.742,957,130.66, - Persepsi masyarakat Kelurahan Rawa Makmur mengenai dampak banjir adalah menimbulkan kerugian berupa terputusnya akses, kerugian kehilangan pendapatan, kerusakan harta benda dan menimbulkan penyakit. Alasan masyarakat tetap bertahan tinggal di lokasi rumah saat ini dengan alasan lokasi stra tegis, hubungan antar warga cukup baik dan status kepemilikan rumah milik sendiri/keluarga.
SIMULASI AQUACROP UNTUK MEMPROYEKSIKAN PRODUKTIVITAS PADI BERDASARKAN SKENARIO PERUBAHAN IKLIM REPRESENTATIVE CONCENTRATION PATHWAYS (RCP) 4.5 DI KABUPATEN BENGKULU UTARA Winda Ayu Kusumawati; Mohammad Chozin; Sigit Sudjatmiko
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.9.2.13514

Abstract

Perubahan iklim memiliki peran penting dalam keberlanjutan produksi padi. Upaya mitigasi dan renacana aksi terus diupayakan untuk meminimalisasi terjadinya gagal panen oleh sebab itu proyeksi iklim di masa mendatang sangat dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model yang dapat digunakan untuk memproyeksikan produktivitas padi di Kabupaten Bengkulu Utara ketika kondisi iklim berubah. Penelitian ini menggunakan model Aquacrop berdasarkan skenario perubahan iklim Representative Concentration Patways (RCP)4,5 yang divalidasi dengan data observasi parameter iklim dan produktivitas padi di Kabupaten Bengkulu Utara pada kurun waktu tahun 2008 sampai tahun 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data skenario RCP4,5 yang digunakan untuk mengembangkan model Aquacrop 4.0 memiliki kesesuaian yang tinggi terhadap data observasi kecuali pada data paremeter curah hujan. Kondisi iklim di Bengkulu Utara hingga tahun 2050 diproyeksikan hanya mengalami perubahan yang relatif kecil. Penggunaan model Aquacrop untuk memproyeksi produktivitas padi di Bengkulu Utara memerlukan koreksi untuk menghindari bias terlalu tinggi.

Page 9 of 21 | Total Record : 210