cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 78 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2014)" : 78 Documents clear
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Teks Anekdot dalam Pembelajaran Bahasa indonesia untuk Peserta Didik Kelas X SMA Negeri 2 Semarapura ., SANG PUTU MERTA PUJAWAN; ., Prof. Dr. I Nengah Martha,M.Pd; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.909 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan bahan ajar berbasis teks anekdot dari segi struktur dan kaidah bahasa serta efektivitas penggunaannya dalam pembelajaran bahasa Indonesia untuk peserta didik kelas X SMA Negeri 2 Semarapura tahun pelajaran 2014/2015 semester ganjil. Untuk tujuan tersebut, penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian dan pengembangan yang dimodifikasi dari pendapat Borg & Gall dan Sugiyono. Subjek penelitian adalah pengembangan bahan ajar berbasis teks anekdot. Objek penelitian adalah struktur bahan ajar, kaidah bahasa bahan ajar, dan efektivitas penggunaan bahan ajar. Proses validasi bahan ajar dilakukan oleh tim uji ahli dan tim uji praktisi. Hasil validasi ini dijadikan dasar untuk merevisi bahan ajar. Selanjutnya, bahan ajar yang telah direvisi lalu dilakukan uji lapangan dalam dua tahap yaitu uji coba terbatas dan uji coba lebih luas. Hasil tes dari uji lapangan tidak saja digunakan untuk penentuan validitas bahan ajar, tetapi juga digunakan untuk penentuan efektivitas penggunaan bahan ajar. Data hasil validasi terhadap bahan ajar yang didapat dari uji ahli dan uji praktisi diolah dengan analisis deskriptif sedangkan data hasil kuesioner yang didapat dari uji ahli, uji praktisi, dan uji lapangan serta hasil tes diolah dengan analisis kuantitatif dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan bahan ajar berbasis teks anekdot dari segi struktur mikro dan makro serta kaidah bahasa mikro dan makro sudah memenuhi standar setelah divalidasi. Selanjutnya, efektivitas penggunaan bahan ajar secara umum dapat dikategorikan baik Kata Kunci : teks anekdot, struktur bahan ajar, kaidah bahasa This study aimed at knowing the development of learning material on anecdote texts about the structure and grammar and the effectiveness of implementation in Indonesian teaching and learning for year X students of SMA Negeri 2 Semarapura in academic year 2014/2015 semester 1. This study was research development which was a modification from Borg & Gall and Sugiyono. Subject of the study was the development of learning material an anecdote texts. Object of the study was about the structure and grammar and the effectiveness of its implementation. Validation of the learning material was done by judges and practitiones. The result of the learning material validation and questionare were used to revise the learning material. The result was not only used to determine the validation but also to determine the effectiveness. The data from validation were analyzed descriptively and the data from questionnaire were analyzed quantitatively and descriptively. The result indicated that the micro and makro structure and grammar of learning material on anecdote texts were standard. The result of questionaire indicated that the structure and grammar of the learning material was categorized good keyword : anecdote texts, the structure of learning material, the grammar
IMPLEMENTASI MODEL MIND MAPPING (PETA PIKIRAN) DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS ANEKDOT PADA SISWA KELAS X SMK PARIWISATA DALUNG ., NI KADEK PUSPITA DEWI; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum; ., Drs.Gde Artawan,M.Pd
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.554 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan perencanaan pembelajaran menulis teks anekdot dengan menggunakan model peta pikiran (mind mapping) pada siswa kelas X SMK Pariwisata Dalung, (2) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran menulis teks anekdot dengan menggunakan model peta pikiran (mind mapping) pada siswa kelas X SMK Pariwisata Dalung, (3) mendeskripsikan evaluasi pembelajaran menulis teks anekdot dengan menggunakan model peta pikiran (mind mapping) pada siswa kelas X SMK Pariwisata Dalung, dan (4) mengetahui hasil belajar siswa dalam pembelajaran menulis teks anekdot melalui implementasi model peta pikiran (mind mapping) pada siswa kelas X SMK Pariwisata Dalung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini disesuaikan dengan tujuan data yang ingin dicari. Metode observasi digunakan untuk mengambil data tentang perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi model peta pikiran (mind mapping) dalam pembelajaran menulis teks anekdot. Metode tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa dalam pembelajaran menulis teks anekdot melalui implementasi model peta pikiran (mind mapping). Metode dokumentasi digunakan peneliti untuk mendapatkan data berupa RPP dan siswa guna mendukung data penelitian ini. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa guru bahasa Indonesia kelas X SMK Pariwisata Dalung telah mengimplementasi model peta pikiran (mind mapping) dengan baik. Pada kelas XTB 2 diperoleh jumlah nilai total seluruh kelas yang berjumlah 36 siswa sebesar 3171 dengan nilai rata-rata kelas sebesar 88,08 sedangkan kelas X TB3 diperoleh jumlah nilai total seluruh kelas yang berjumlah 36 siswa sebesar 3175 dengan nilai rata-rata kelas sebesar 88,19. Dari nilai rata-rata dua kelas tersebut menunjukkan bahwa penerapan model mind mapping dalam pembelajaran menulis teks anekdot sangat berhasil. Kata Kunci : mind mapping, teks anekdot This research is intended to: (1) describe the lesson plan of writing anecdote text through mind mapping model at ten grade students in dalung tourism vocational high school, (2) describe the process of anecdote text through mind mapping model at ten grade students in dalung tourism vocational high school, (3) describe the evaluation of learning process of writing anecdote text through mind mapping model at ten grade students in dalung tourism vocational high school, and (4) find out the result of learning process of writing anecdote text through mind mapping model at ten grade students in dalung tourism vocational high school. The methodology used in this research deals with the purpose of the data needed. The observation methodology is used to find out about the process program and the evaluation of mind mapping model in writing anecdote text process. Test methodology is used to find out the result of writing anecdote text through the implementation of mind mapping model. Documentation methodology is used to find out the data od lesson plan and student to support the data in this research. Based on the research result, its showed that the indonesian teacher at ten grade student in dalung tuorism vocational high school had implemented the mind mapping model well. The data of X TB 2 grade showed that the total score of 36 students is 3171 with subjection mean 88.08 whereas the data of X TB 3 showed the total score of 36 students is 3175 with subjection mean is 88.19. from the data result of both class scores showed that the implementation of mind mapping model in writing anecdote text is succeed. keyword : mind mapping and anecdote text
PEMEROLEHAN BAHASA INDONESIA PADA ANAK USIA DINI DI DESA BERABAN, KECAMATAN KEDIRI KABUPATEN TABANAN ., KADEK ARY KUNTI PUTRI; ., Prof. Dr. I Wayan Rasna,M.Pd; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.478 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemerolehan bahasa Indonesia pada tataran fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik pada anak usia dini yang berusia 2 ? 5 tahun di Desa Beraban Kecamatan Kediri, Tabanan. Untuk mendapatkan hasil yang akurat, perlu adanya metode-metode penelitian yang akurat pula. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan metode observasi dengan teknik rekam dan catat kemudian dianalisis menggunakan dengan cara mengumpulkan data melalui observasi dan dokumentasi percakapan yang dilakukan oleh anak usia dini ke dalam kartu data kemudian mendeskripsikan hasil data serta menyimpulkan hasil analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Anak usia 2 dan 3 tahun memperoleh bunyi vokal /a/, /i/, /u/, /e/, /o/,dan / / serta bunyi konsonan yang muncul yaitu /b/, /c/,/d/,/g/,/j/,/l/,/m/,/n/,/p/,/t/ juga mengalami perubahan bunyi /r/ diucapkan /l/ , /s/ diucapkan /c/ dan bunyi /au/ menjadi /o/ sedangkan pada anak yang berusia 4 - 5 tahun sudah memperoleh semua bunyi vokal dan bunyi konsonan kecuali bunyi /r/ yang frekuensinya jarang. (2) Anak usia dua tahun dalam pemerolehan morfologi belum memperoleh kata yang mendapatkan proses afiksasi serta muncul morfem yang tidak utuh sedangkan pada anak yang berusia 3 ? 4 tahun sudah muncul morfem yang utuh dan prefiks {meN-} dan usia 5 tahun lebih banyak muncul pemerolehan afiksasi. (3) Pada tataran sintaksis, anak yang berusia 2-3 tahun hanya memperoleh ujaran satu kata, sedangkan anak yang berumur 4-5 tahun sudah memperoleh satu kalimat tunggal yaitu K-S-P-O (4) Pada tataran semantik hampir semua ujaran anak mengandung makna denotatif, hanya ada dua kalimat yang muncul dengan makna konotatif. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan, bahwa anak-anak usia dini di desa Beraban Kecamatan Kediri, Tabanan, memperoleh fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik secara bertahap yang sesuai dengan usianya dan mulai dari yang sederhana hingga yang kompleks. Kata Kunci : pemerolehan fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik This study aims to analyze the Indonesian acquisition at the level of phonology, morphology, syntax and semantics in early childhood aged 2-5 years in the Village Beraban Kediri subdistrict, Tabanan. This study was designed in the form of qualitative research. The data in this study were collected using the method of observation with recording techniques and record. The results showed that: (1) children aged 2 and 3 years has gained the vowels / a /, / i /, / u /, / e /, / /, and / o / and consonant sounds that appear ie / b / , / c /, / d /, / g /, / j /, / l /, / m /, / n /, / p /, / t / is also changing the sound / r / is pronounced / l / and / s / pronounced / c / and sound / au / to / o /, while in children aged 4 and 5 years already acquired all vowel and consonant sounds except the sound / r / is sometimes clearly audible. (2) children aged two years in the acquisition of morphology that have not received word as well as emerging morpheme affixation process is not complete, while in children aged 3-4 years has appeared intact and the prefix morpheme {MeN-} and 5 years of age appear more acquisition affixation. (3) at the level of syntax, children aged 2-3 years only obtain holofrase speech, while children aged 4-5 years have gained a single sentence that is KSPO (4) at the level of semantic nearly all children contain denotative utterances, there is only two sentences appear with connotative meaning. Based on these findings it can be concluded, that the children in the village early age Beraban District of Kediri, Tabanan, acquire phonology, morphology, syntax and semantics in stages in accordance with the age and began the simple to the complexkeyword : acquisition phonology, morphology, syntax, and semantics
A COURSE DESIGN OF INTERVIEW PREPARATION CLASS AT THE BALI HOTEL SCHOOL ., NI MADE AYU SULASMINI; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.146 KB)

Abstract

Sebelum memasuki dunia kerja, calon tenaga kerja perhotelan harus melalui proses wawancara berbahasa Inggris. Mahasiswa Sekolah Perhotelan Bali dibekali dengan keterampilan wawancara melalui pelatihan Interview Preparation. Pelatihan tersebut diharapkan dapat mempersiapkan mahasiswa dalam mengikuti wawancara. Hanya saja, hasil yang diharapkan belum memadai. Proses pelatihan belum dilengkapi oleh perangkat pembelajaran yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain mata pelatihan Interview Preparation di Sekolah Perhotelan Bali yang meliputi silabus, materi serta perangkat evaluasi. Ini adalah studi deskriptif kualitatif, dengan pengembangan model desain mata pelatihan yang dikemukakan oleh Hutchinson and Waters (1978), kerangka pengembangan materi oleh Jolly dan Balitho (1998) serta kriteria materi yang baik oleh Tomlinson (1998).Data diperoleh melalui interview dan kuisioner serta dianalisi secara kulaitatif. Penelitian ini menghasilkan silabus, materi, serta perangkat evaluasi yang efektif dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa berdasarkan rata-rata nilai pre tes 60 dan post test 70.Kata Kunci : Desain pelatihan, silabus, pengembangan materi, evaluasi Entering the workforce, hospitality workers must attend an interview process in English. Students of The Bali Hotel School, especially Cruise line program were scheduled to attend the Interview Preparation class to prepare them with the future interview. However, the result was not maximal. The training process was not completed with the proper instrument. This research aimed to develop a course design for English Interview Preparation at The Bali Hotel School including the syllabus, material and the assessment procedure. The research was descriptive qualitative, followed the course design model by Hutchinson and Waters (1978), material development framework by Jolly and Balitho (1998) and considered the criteria of a good material by Tomlinson (1998). The data were collected through interview and questionnaire and qualitatively analyzed. The research generated syllabus, material, and evaluation procedure that effectively increase the students? achievement on the Interview Preparation class from the average score of pre test 60 to post test 70. keyword : Keywords: Course Design, syllabus, material development, evaluation
PERBANDINGAN FRASE VERBA DALAM BAHASA INDONESIA DENGAN FRASE VERBA DALAM BAHASA BELANDA: SEBUAH KAJIAN ANALISIS KONTRASTIF ., YOGA PUTRA SEMADI; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.577 KB)

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan mendeskripsikan (1) persamaan dan perbedaan frase verba dalam bahasa Indonesia dengan frase verba dalam bahasa Belanda pada kalimat tunggal dan (2) persamaan dan perbedaan frase verba dalam bahasa Indonesia dengan frase verba dalam bahasa Belanda pada kalimat majemuk. Subjek penelitian ini adalah buku yang menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Belanda, serta native speaker orang Belanda. Objek penelitian ini adalah perbandingan frase verba dalam bahasa Indonesia dengan frase verba dalam bahasa Belanda pada kalimat tunggal dan kalimat majemuk. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode pencatatan dokumen dan wawancara. Metode analisis data digunakan beberapa langkah, yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) persamaannya, yaitu dibentuk oleh afiksasi, letak verba di belakang nominal, adanya kata kerja bantu, dibentuk oleh keterangan aspek, verba dapat berbentuk verba dasar. Perbedaanya, yaitu pembentukan verba oleh afiks, pembentukan kalimat aktif-pasif, letak verba berdasarkan tenses, penggunaan kata kerja bantu, perpaduan verba dengan kelas kata lain, pembentukan kalimat tunggal bentuk interogatif dan imperatif. (2) Persamaannya, yaitu dibentuk oleh afiksasi, perpaduan verba dan keterangan, letak verba dalam induk kalimat. Perbedaanya, yaitu posisi verba berbeda di dalam induk maupun anak kalimat. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa terdapat persamaan dan perbedaan yang signifikan antara frase verba dalam bahasa Indonesia dan bahasa Belanda pada kalimat tunggal dan kalimat majemuk. Untuk itu, disarankan kepada lembaga pendidikan agar selalu melakukan penelitian terkait dengan perbandingan struktur bahasa antara bahasa satu dan bahasa lainnya. Kata Kunci : frase verba, analisis kontrastif. This qualitative descriptive study aims to describe (1) the similarities and differences of the verb phrase in Indonesian and Dutch language on simple sentence, and (2) the similarities and differences of the verb phrase in Indonesian and Dutch language on complex sentence. The subjects of this study were the books of Indonesian and Dutch language, and native speakers of Dutch language. Object of this study is the comparison of the verb phrase in single sentence and complex sentence of Indonesian and Dutch language. The data collection methods used is the method of recording documents and interviews. There are several steps for data analysis; those are data reduction, data report, and conclusion. The result of study shows that (1) the similarities are formed by affixation; the verb position is behind of nominal; there are auxiliaries verb, formed by aspect adverbial, the form of verb is base verb. The differences are verb formed by affixation, the formation of active-passive sentences; the position of the verb based on tenses, there are auxiliaries verb, formed by other word class, formation of a single sentence interrogative and imperative forms. (2) The similarities of verb phrase in the complex sentence are formed by affixation; formed by aspect adverbial, the position of the verb in the main clause. The difference is the position of the verb is different in the stem and clause. Based on the results of study, it can be concluded that there are significant similarities and differences between verb phrases in Indonesian and Dutch languages in single and complex sentence. Therefore, it is suggested to educational institutions to always conduct research about the comparison of language structure to other languages. keyword : verb phrase, contrastive analysis.
Developing Supplementary English Teaching Materials for the Tenth Year Students of SMA PGRI 6 Denpasar in Implementing Curriculum 2013 ., NI MADE YUNIARI; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.755 KB)

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengembangkan materi bahan ajar penunjang Bahasa Inggris untuk siswa Kelas X SMA PGRI 6 Denpasar dalam mengimplementasi Kurikulum 2013. Pada studi ini, model R&D dari Sugiono digunakan sebagai prosedur penelitian. Dimulai dari menganalisis silabus kurikulum 2013. Dari analisis tersebut ditemukan ada Sembilan unit dalam materi bahan ajar penunjang bahasa Inggris. Tiap unit terdapat tema, topik, dan aktifitas-aktifitas. Dalam studi ini data didapat dari rubrik dan kuesioner. Rubrik berdasarkan kriteria materi yang baik menurut Tomlinson dan BSNP. Rubric ini diisi oleh ahli praktisi dan guru. Sedangkan kuesioner diisi oleh guru dan siswa. Dalam studi ini Pretest dan posttest juga dilakukan. Hasil dari pretest adalah 79, 08, sedangkan hasil dari posttest adalah 86,58. Ini menunjukkan bahwa hasil rata-rata posttest lebih tinggi dari pretest. Ini dapat disimpulkan bahwa materi bahan ajar penunjang bahasa Inggris ini efektif digunakan untuk mengajar bahasa Inggris pengimpementasi kurikulum 2013. Kata Kunci : Penunjang, Materi Bahan Ajar Bahasa Inggris, Kurikulum 2013 The aim of this study is to develop the supplementary English teaching materials for the tenth year students of SMA PGRI 6 Denpasar in implementing Curriculum 2013. In this study, the model of Research and Development by Sugiono was employed as the research procedures. It started from the need analysis. It was done by analyzing syllabus of curriculum 2013. From the need analysis, it was found that there were nine units in the supplementary English teaching materials. Each unit had a theme, a unit, and activities. In this study the data were obtained by using rubric and questionnaire taken from the criteria of a good material by Tomlinson and BSNP. The rubric was filled by the expert judgments and teacher, while the questionnaire was filled by teacher and students. In this study the pretest and posttest were also conducted. The result of pretest?s mean score was 79.08, and the posttest was 86.58. The result of posttest?s mean score is higher than pretest?s mean score. It can be concluded that the supplementary English teaching materials is effective to be used for teaching English in implementing curriculum 2013. keyword : Supplementary, English Teaching Materials, Curriculum 2013
THE CONTRIBUTION OF LEARNING STYLES, TEACHING STYLES, AND LEARNING ENVIRONMENT TOWARDS GRADE ELEVEN STUDENTS’ ENGLISH ACHIEVEMENT OF SMA NEGERI 1 RENDANG ., I WAYAN BUDIARTA; ., Prof. Dr. Nyoman Dantes; ., Prof. Dr. A. A. I. Ngurah Marhaeni,MA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara gaya belajar, gaya mengajar, dan lingkungan belajar terhadap prestasi belajar bahasa Inggris siswa kelas XI SMA Negeri 1 Rendang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif ex-post facto, dengan studi korelasional yang melibatkan 100 orang siswa sebagai populasi sampel. Kuesioner digunakan untuk mengukur data gaya belajar, gaya mengajar, dan lingkungan belajar. Sedangkan data prestasi belajar bahasa inggris siswa diperoleh dengan pencatatan dokumen nilai rapor. Instrumen yang disusun distandardisasi untuk mengetahui validitas dan reliabiltasnya. Pengolahan data dilakukan dengan analisis deskriptif, regresi sederhana dan regresi ganda. Temuan penelitian menunjukkan bahwa; 1) gaya belajar siswa memberikan kontribusi yang signifikan sebesar 21,3%; 2) gaya mengajar memberikan kontribusi yang signifikan sebesar 25,9%; 3) lingkungan belajar memberikan kontribusi yang signifikan sebesar 19,8%; dan ketiga variable secara bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 36,2% terhadap prestasi belajar bahasa inggris. Sumbangan efektif gaya belajar siswa sebesar 9,50%, gaya mengajar sebesar 15,6% dan lingkungan belajar sebesar 11,8%. Secara simultan ketiga variabel memberikan sumbangan efektif (SE) sebesar 36,25% terhadap prestasi belajar bahasa inggris. Kata Kunci : gaya belajar, gaya mengajar, lingkungan belajar dan prestasi belajar bahasa Inggris This study was conducted in order to find out a correlation between learning styles, teaching styles, and learning environment towards grade eleven students? English achievement of SMA Negeri 1 Rendang. It was conducted by employing a quantitative ex-post facto design with correlation study involving a total number of 100 students as population sample. Questionnaire was used to measure learning styles, teaching styles, and learning environment. While the data of students? English achievement was obtained from the students? scores of English in their school report card. The instrument was standardized in order to know its validity and reliability. The data analysis was done descriptively by using simple regression and multiple regressions. The findings showed that; 1) there was a significant contribution of Learning styles (21.3%); 2) there was a significant contribution of teaching styles (25.9%); 3) there was a significant contribution of learning environment (19.8%); and 4) there was a significant contribution of those three variables towards students? English achievement (36.2%). The effective contribution of learning style was 9.50%, teaching style was 15.6%, and learning environment was 11.8%. Simultaneously all variables have effective contribution (SE) about 36.25 % towards students? English achievement. keyword : english achievement, learning environment, learning styles, teaching styles.
A Discourse Semantic Analysis of the Expository Paragraphs Written by the Eleventh Grade Students of SMAN 1 Kubu in the Academic Year 2013/2014 Based on Systemic Functional Linguistic Theory ., NI MADE WAHYU SUPRABA WATHI; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.697 KB)

Abstract

This study aimed at describing and explaining the experiential meaning, interpersonal meaning and textual meaning as well as the nature of schematic structure in the students? writings under study. This study used descriptive qualitative approach with content analysis as its technique. In collecting the data, some techniques were used such as content analysis, document analysis and also interviewing. This study involved 24 students of the eleventh grade of SMAN 1 Kubu in the academic year 2013/2014. Thus, the object of this study was 24 students? expository writings analyzed through Systemic Functional Linguistics. From the result of the study, it was found out that the students expressed the experiential meaning by using six process types. Mostly, they used material process in their writings. The students expressed the interpersonal meaning of the text through the use of declarative, imperative, modality and personal pronoun. It was revealed that the expository texts under study were mostly constructed in declarative forms. The students expressed the textual meaning of their expository texts through developing themes and rhemes of the clauses constructing the texts. For that reason, the thematic development or progression was analyzed to recognize the textual meanings. Meanwhile, it was identified that twenty three expository writings were built in three main stages, while there is one text which was constructed in two stages or generic structures. The three stages cover introduction (thesis), main body (arguments) and conclusion (reiteration).keyword : Discourse Semantics, Expository Writing, Systemic Functional Linguistics.
Pengaruh Penerapan Model Group Investigation Melalui Diskusi dan Prediction Guide Terhadap Kemampuan Berbicara Siswa Kelas X SMK Kesehatan PGRI Denpasar Tahun Pelajaran 2014/2015 ., DESAK PUTU EKAYANI; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.911 KB)

Abstract

Penelitian eksperimen ini bertujuan mendeskripsikan (1) kemampuan berbicara siswa kelas X SMK Kesehatan PGRI Denpasar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional, (2) kemampuan berbicara siswa kelas X SMK Kesehatan PGRI Denpasar dengan menggunakan model pembelajaran GI melalui diskusi dan prediction guide, dan (3) mengetahui pengaruh model pembelajaran group investigation melalui diskusi dan prediction guide terhadap kemampuan berbicara siswa kelas X SMK Kesehatan PGRI Denpasar. Populasi penelitian ini siswa kelas X.K1, X.K2, X.K3, X.K4, dan X.K5 SMK Kesehatan PGRI Denpasar tahun ajaran 2014/2015 (N=216). Sampel penelitian ini siswa kelas X.K2 sebagai kelas control dan X.K3 sebagai kelas eksperimen (n=43) yang ditentukan dengan melihat kedua kelas ini merupakan kelas yang homogen dari kemampuan akademik dan berbicara merata. Sumber data dalam penelitian ini adalah kemampuan berbicara siswa melalui tes kemampuan berbicara menyampaikan laporan hasil observasi. Pengumpulan data melalui pretest dan postest kemampuan berbicara. Analisis data dilakukan melalui analisis varian dua jalur. Hasil analisis menunjukkan bahwa, (1) kemampuan berbicara siswa SMK Kesehatan PGRI Denpasar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional cukup baik (rata-rata = 55,651) terletak pada interval 41,67 ? rata-rata ? 58,33, kategori baik sebanyak 9 orang (20,93 %) dan kategori rendah sebanyak 34 orang (79,07 %). (2) kemampuan berbicara siswa SMK Kesehatan PGRI Denpasar dengan model GI melalui diskusi dan prediction guide sangat baik (rata-rata = 89,698) terletak pada interval 58,33 ? rata-rata ? 75, kategori sangat baik sebanyak 42 orang (97,67 %) dan kategori baik sebanyak 1 orang (2,33 %). (3) terdapat pengaruh model pembelajaran group investigation melalui diskusi dan prediction guide terhadap kemampuan berbicara siswa SMK Kesehatan PGRI Denpasar tahun pelajaran 2014/2015, taraf signifikansi ? = 0,05, bilangan (sig) 000 lebih kecil daripada ?. Simpulannya adalah bahwa penerapan pembelajaran model GI melalui diskusi dan prediction guide lebih baik daripada pembelajaran menggunakan model konvensional. Dengan demikian pembelajaran model GI melalui diskusi dan prediction guide lebih tepat dilaksanakan. Kata Kunci : model group investigation, diskusi, prediction guide, kemampuan berbicara This experimental study aims to describe, (1) the ability to speak the students of class X SMK PGRI Health Denpasar using conventional learning model, (2) the ability to speak the students of class X SMK PGRI Health Denpasar using the GI model of learning through discussionand your prediction, and (3) determine the effect of group investigation model of learning through discussion and prediction of the ability to speak your class X SMK PGRI Health Denpasar. This study population X.K1 graders, X.K2, X.K3, X.K4, and X.K5 SMK PGRI Health Denpasar academic year 2014/2015 (N =216). The sample of this study X.K2 graders as a class as a class X.K3 control and experimental (n =43) were determined by looking at the second classis a homogene ous class of academic ability and speaking evenly. Sources of datain this studyis theability to talk students through the test speech deliver a report on the observation. The collection of data through pretest and posttest speech. Data analysis was performed by analysis of variance of two paths. The analysis showed that, (1) the ability to speak SMK PGRI Health Denpasar using conventional learning model is quite good (mean = 55,651) lies in the interval 41.67 ?? average of 58.33, both categories were 9 people (20.93%) and low categories of 34 individuals (79.07%). (2) the ability to speak SMK PGRI Health Denpasar with GI model sthrough discussion and your prediction was good (mean = 89.698) lies in the interval 58.33 average ?? 75, the excellent category as many as 42 people (97.67 %) and both categories were1(2.33%). (3) there are significant group investigation model of learning through discussion and the ability to speak your prediction SMK PGRI Health Denpasar academic year 2014/2015, ?=0.05 significance level, number (sig) 000 is smaller than ?. The conclusion is that the implementation of the GI model learning through discussion and your prediction is better than using the conventional model of learning. Thus the GI model of learning through discussion and guide more precise prediction implemented.keyword : model of group investigation, discussion, your prediction, the ability to speak
ANALISIS KRITIS TEKS BERITA FEATURE KARYA SISWA KELAS VII SMP BUDI UTAMA KEROBOKAN TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., PUTU ARYA SUDARMA PUTRA; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum; ., Prof. Dr. I Nengah Martha,M.Pd
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.411 KB)

Abstract

Penelitian dengan rancangan deskriptif kualitatif ini, bertujuan untuk: (1) untuk mengetahui struktur makro yang mendasari teks berita feature karya siswa kelas VII SMP Budi Utama Kerobokan tahun pelajaran 2013/2014. (2) untuk mengetahui struktur mikro yang digunakan siswa kelas VII SMP Budi Utama Kerobokan tahun pelajaran 2013/2014 untuk menyampaikan gagasan dalam teks berita feature. (3) untuk mengetahui struktur supra yang digunakan siswa kelas VII SMP Budi Utama Kerobokan tahun pelajaran 2013/2014 untuk menyampaikan gagasan dalam teks berita feature. Penelitian ini menggunakan metode dokumentasi untuk mengumpulkan 20 teks berita feature. Struktur makro yang mendasari teks berita feature: adanya topik tentang kisah hidup seseorang. Struktur mikro yang digunakan dalam teks berita feature: adanya latar, detail, nominaliasi, dan kata ganti. Struktur supra yang digunakan dalam teks berita feature: judul, lead, situasi, dan adanya komentar. Simpulkan dari penelitian ini, yaitu struktur Makro yang mendasari teks berita feature adalah unsur topik tentang kisah kehidupan. Struktur mikro yang terletak pada unsur latar, detail, maksud, nominalisasi, kata ganti, ekspresi. Struktur supra yang digunakan secara keseluruhan memiliki masing-masing judul teks berita, lead, story. Saran penelitian sebagai berikut: (1) agar memperhatikan struktur sosial yang membentuk sebuah wacana. (2) agar memperhatikan struktur pembentuk wacana (struktur makro, mikro, dan supra). (3) diharapkan dapat menganalisis teks berita feature dengan ranah yang berbeda. Misalnya, pragmatik, sintaksis, morfologi, dan analisis kebahasaan lainnya.Kata Kunci : Analisis wacana kritis, teks berita feature Research with this qualitative descriptive design, aims to: (1) to determine the structure of the underlying macro news text feature works of the seventh grade students of SMP Budi Utama Kerobokan 2013/2014 school year. (2) to determine the microstructure of the used class VII SMP Budi Utama Kerobokan school year 2013/2014 to convey ideas in a text message feature. (3) to determine the structure used supra seventh grade students of SMP Budi Utama Kerobokan school year 2013/2014 to convey ideas in a text message feature. This study uses documentation to collect 20 news text feature. The structure of the underlying macro news text feature: the presence of the topic of the story of one's life. Microstructure that is used in the report text features: the presence of background, detail, nominaliasi, and pronouns. Supra structure used in the report text features: titles, leads, situation, and any comments. Conclude from this study, which is the underlying structure of news text Macro feature is the topic of the story elements of life. Microstructure which is located on the background elements, detail, purpose, nominalizations, pronouns, expressions. Supra structure used as a whole has a text title of each news, leads, story. Suggestions research as follows: (1) to pay attention to the social structures that make up a discourse. (2) to consider the structure-forming discourse (structural macro, micro, and supra). (3) is expected to analyze the text message feature with a different realm. For example, pragmatics, syntax, morphology, and other linguistic analysis.keyword : critical discourse analysis, text message feature