cover
Contact Name
Hamidin Rasulu
Contact Email
cannarium@unkhair.ac.id
Phone
+6282187392215
Journal Mail Official
cannarium@unkhair.ac.id
Editorial Address
https://ejournal.unkhair.ac.id/index.php/cannarium/about/editorialTeam
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Cannarium (Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian)
Published by Universitas Khairun
ISSN : 16931491     EISSN : 27745201     DOI : http://dx.doi.org/10.33387/cannarium
Cannarium is a journal of agricultural sciences. It is a peer-reviewed, scientific journal published by the Faculty of Agriculture, Universitas Khairun Indonesia. Cannarium journal aims at publishing original, scientifically research articles and article review that describe and explain a wide range of agricultural fields and disciplines including Agronomy, Horticulture, plant breeding, plant protection, Agribusiness, Agroindustry, Food Science, Soil Science, Forestry, and Environmental Sciences, bioenergy, Animal Husbandary and other pertinent related to tropical islands-based biodiversity, agricultural sustainability, and ecosystem services. The applications of new molecular, microscopic, and analytical techniques to understanding and explaining population and community dynamics are also of great interest. Cannarium is published twice a year in both print and online versions Cannarium publishes under the cooperation Faculty of Agriculture, Universitas Khairun. The journal publishes in June and December. Cannarium is a free access journal at https://ejournal.unkhair.ac.id/index.php/cannarium
Articles 133 Documents
Kajian Sifat Fisikokimia dan Organoleptik Cookies Rempah Dengan Penambahan Ekstrak Daging Buah Pala (Myristica fragrans) Latulanit, Nabila Shellawaty; Albaar, Nurjanna; Rasulu, Hamidin; Ibrahim, Abu Rahmat; Wulansari, Angela
Cannarium Vol 19, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v19i2.4465

Abstract

Extract from the nutmeg flesh can be used as an additional ingredient in making cookies spice. cookies Spiceare food products that are dried by oven. cookies Spiceare made from wheat flour, sugar and butter with a moisture content of less than 5% and can be stored for quite a long time. This study aims to determine the formulation for making cookies spicewith the addition of the best nutmeg pulp extract. This research method was completely randomized design (CRD) with a single factor, namely the addition of nutmeg pulp extract with 5 treatment levels and 3 replications to obtain 5x3 = 15 experimental units. The treatments consisted of 5 treatments, namely 0% nutmeg and 100% wheat flour (P0), 10% nutmeg pulp and 90% wheat flour (P1), 20% nutmeg pulp and 80% wheat flour. (P2), 30% nutmeg pulp and 70% wheat flour (P3), and 40% nutmeg pulp and 60% wheat flour extract formulation (P4). Parameters covering chemical properties analysis include: moisture content, ash content, protein, carbohydrate, fat, and antioxidant tests. While the organoleptic test analysis includes: taste, texture, color, and aroma. The best treatment was found in the formulation of 40% nutmeg pulp and 60% wheat flour in treatment P4. 
Keanekaragaman Hayati Serangga Pada Lahan Pertanian Cabai Organik dan Konvensional di Kota Ternate Propinsi Maluku Utara Lahati, Betty Kadir; Sabban, Helda; Kaddas, Fatmawati; Baguna, Firlawanti Lestari
Cannarium Vol 18, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v18i2.2611

Abstract

Keanekaragaman juga menjadi indicator kestabilan ekosistem dalam suatu sistem pertanian sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kelimpahan keanekaragaman hayati serangga  serta nilai dominansinya pada lahan pertanian organik dan konvensional. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Ternate Propinsi Maluku Utara pada Bulan Juni - September 2019. Penelitian menggunakan metode survey pada luas lahan masing-masing 2500m² dengan ketinggian tempat ± 30 mdpl pada umur tanaman 7 - 35 HST. Identifikasi serangga dilakukkan di laboratorium Bioteknologi Universitas Khairun Ternate. Pengambilan sampel serangga dilakukkan sebanyak 5 kali pada interval waktu 1 minggu dengan menggunakan perangkap sweep net (serangga yang menempel pada tanaman),  Pitfall trap (serangga dipermukaan tanah) dan Sticky trap atau  yellow trap (prefensi serangga) pada 3 titik (atas, tengah, bawah) di tiap lahan pengamatan. Hasil analisa terhadap kelimpahan di lahan konvensional tinggi dengan nilai dominasi tinggi namun indeks keanekaragaman hayati serangga yang rendah 0.94% (Rendah). dominansi spesies serangga pada lahan pertanian konvensional terjadi pada spesies dari family Thripidae genus Thrips sp, serangga ini merupakan spesies yang berstatus hama. Keanekaragaman hayati serangga tertinggi dilahan pertanian organik 2.68% (sedang) dengan jumlah kelimpahan serangga yang rendah yang memiliki nilai dominansi serangga yang rendah pula hal ini disebabkan oleh penggunaan Trichoderma sp. berfungsi sebagai pupuk organik juga sebagai biodekomposer dan pengendali hama tanaman pertanian.  Pada saat pengamatan ditemukan beberapa spesies dari musuh alami yang ditemukan yakni dari family Formicidae, Mantidae, Coccinellidae, Braconidae,Aphelinidae, Lycosidae. Musuh alami yang ditemukan berfungsi sebagai predator dan parasitoid yang dapat membunuh serangga hama. Musuh alami ditemukan pada  pengamatan ke 1 - 5. Olehnya itu serangga dilokasi ini tidak terjadi peningkatan serangga pada satu spesimen serangga herbivore. Penanaman tanaman yang lain selain tanaman utama di lahan cabai organik dapat menyediakan sumber makanan bagi serangga sehingga tercipta suatu rantai makanan yang baik dalam suatu ekosistem yang berkelanjutan.
POTENSI KOMERSIALISASI DAUN RAMBUSA (Passiflora foetida L.) SEBAGAI HERBAL PENURUN TEKANAN DARAH Yani, Erna Handai; Candra, Krishna Purnawan
Cannarium Vol 21, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v21i2.6917

Abstract

Rambusa (Passiflora foetida L.) adalah tanaman liar merambat yang sering ditemui di daerah seperti rawa dan pinggiran sungai. Daun tanaman rambusa ini mempunyai fungsi alternatif sebagai anti hipertensi dan anti diabetes. Penelitian ini bertujuan membandingkan karakteristik sensoris teh yang dihasilkan dari dua metode handmade yang berbeda, yaitu metode sangrai dan metode blanching. Bahan utama teh menggunakan sampel dari Desa Babulu Darat, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Penelitian ini dirancang dalam Rancangan Acak Lengkap untuk membandingkan karakteristik sensoris teh yang dihasilkan dari dua metode handmade. Masing-masing perlakuan dilakukan dengan 6 ulangan. Parameter yang diamati adalah karakteristik keseluruhan sensoris hedonik teh yang dihasilkan meliputi warna, aroma, tekstur untuk teh dan warna, aroma, rasa untuk seduhannya. Skala yang digunakan adalah 1-5 yang menunjukkan sangat tidak suka, tidak suka, agak suka, suka, dan sangat suka. Data dianalisis dengan uji Uji Wilcoxon. Respons sensoris hedonik performance bentuk teh daun rambusa yang dihasilkan dengan metode sangrai secara nyata (p0,05) mendapatkan respons sensoris lebih tinggi tinggi (skor 4, suka) dibanding teh yang dihasilkan dengan metode blanching (skor 3, agak suka). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode tersebut dapat digunakan, tetapi metode sangrai menghasilkan teh dengan sifat sensoris hedonik yang lebih disukai.
Pemberdayaan Kelompok Tani Tamallua di Kelurahan Batangmata Sapo Kecamatan Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar Annisa, Khairun; Nursamsi, Nursamsi
Cannarium Vol 23, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v23i1.9890

Abstract

Kelompok tani memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan taraf hidup petani. Meski demikian, sebagian kelompok masih menghadapi kendala seperti rendahnya kapasitas sumber daya manusia, terbatasnya akses informasi, dan minimnya kemandirian dalam pengelolaan usaha tani. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pemberdayaan pada kelompok tani Tamallua berdasarkan lima dimensi pemberdayaan dan bagaimana penerapan konsep tersebut bagi kemajuan dan kesejahteraan kelompok tani Tamallua. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis data secara interaktif, yaitu dengan cara mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 5 dimensi pemberdayaan pada kelompok tani Tamallua yakni (Enabling) pemerintah telah menciptakan iklim yang mendukung dengan memberikan sosialisasi dan bantuan pertanian namun bantuan tersebut belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan petani seperti jenis obat hama yang tidak tepat. (Empowering) pelatihan yang diberikan sempat memperkuat pengetahuan dan keterampilan petani, namun tidak berkelanjutan. (Protecting) belum ada perlindungan khusus yang diberikan oleh pemerintah terhadap kelompok tani, namun hubungan antar anggota kelompok tetap harmonis dan kondusif. (Fostering) dukungan yang diberikan pemerintah menunjukkan kepedulian, namun belum konsisten dengan harapan petani. (Supporting) sudah ada upaya pemerintah dalam menjaga keseimbangan dan akses terhadap sumber daya melalui bantuan dan pelatihan. Namun, pelatihan yang tidak berkelanjutan menjadi tantangan tersendiri.
Analisis Modal Sosial Petani Padi Sawah Di Kecamatan Bunga Raya Kabupaten Siak Provinsi Riau Kausar, Kausar; Cepriadi, Cepriadi; Suharti, Rita
Cannarium Vol 20, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v20i2.5361

Abstract

Salah satu program pembangunan yang masih diharapkan menjadi andalan pembangunan nasional adalah pembangunan pertanian. Dalam pembangunan sektor pertanian, khususnya dalam meningkatkan kapasitas petani padi diperlukan adanya modal sosial. Maka, dengan demikian menarik untuk meneliti tentang  analisis sosial petani padi sawah Kecamatan Bunga Raya Kabupaten Siak Provinsi Riau. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik proportional random sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 orang mewakili dari kelompok tani. Analisis yang digunakan adalah skala Likert. Tingkat modal sosial petani pada kelompok tani padi sawah Kecamatan Bunga Raya Kabupaten Siak kategori tinggi. Jumlah skor rata-rata yaitu 3,91 yang berarti bahwa modal sosial berada pada kategori tinggi. Bagi kelompok tani diharapkan agar dapat mempertahankan modal sosial di Kecamatan Bunga Raya Kabupaten Siak Provinsi Riau karena modal sosial sangat penting dalam proses pembangunan sumber daya petani.
Inhibitory response of Pectobacterium carotovorum subsp. carotovorum(Jones) Dye Applied with Betel Leaf and Areca Nut Extract as a Potential Organic Bactericide Uge, Emerensiana -; Harini, Titik Sri; Widinugraheni, Sri; Henuk, Jilinda B.D
Cannarium Vol 18, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v18i1.1451

Abstract

Soft root caused by the bacterium Pectobacterium carotovorum subsp carotovorum (Jones) Dye (P.c.c), is a disease that is very detrimental to horticultural plants, especially carrot. The disease control is commonly done by chemical techniques, but because of  the negative impact, it is important to choose an environmentally friendly techniques, such as plant extracts. The aim of this research is to know response of P.c.c bacteria growth when it is applied with betel leaves extracts (BTL) and Areca nut extracts (ANE) in different concentrations.This research is begun  with pathogenecity test,  Gram coloring test, and Growing on selective media. While the inhibation testing was carried out in In Vitro. Experiment were carried out with agarose-wells method, where bacterial inoculum was grown with agarose medium, then plant extract added in to medium through the well. The observation done by measured inhibitory zone diameter (mm) around agarose-wells. The data presented the size of the inhibitory zone diameter (mm) formed on P.c.c culture media, then was analyzed  using  ANOVA followed by  Duncan’s  test.Pathogenecity test, Gram-coloring test, and growing selective media test showed that there was symptoms on 4 days after infection, red and rod-shaped bacteria, while in CVD medium, the bacteria grow uniformly at 37 0 C, although they do not form a basin in the medium. And In vitro test showed that the treatment of BTL, and ANE  at 10%, 5%, and 10% concentration respectively, had good ability to inhibit bacteria in NA medium, with the average inhibition zone diameters of 32.33 mm, 28.67 mm, and 33 .67 mm.
Eksplorasi Singkat Laku Tobe, “Tumpeng” Singkong Tradisional dari Pulau Timor Barat, Nusa Tenggara Timur Naisali, Hyldegardis; Witoyo, Jatmiko Eko; Utoro, Panggulu Ahmad Ramadhani; Permatasari, Nelsy Dian
Cannarium Vol 22, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v22i2.9092

Abstract

Pulau Timor Barat di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki keragaman kuliner khas yang menggambarkan kekayaan budaya dan kearifan lokal masyarakatnya. Salah satu kuliner tradisional di NTT yang belum banyak dikenal adalah laku tobe, yang terbuat dari bahan utama singkong yang diolah menjadi tepung gaplek, yang  dikombinasikan dengan kelapa parut, dan gula merah sebagai pembentuk cita rasa. Laku tobe umumnya disajikan pada upacara adat dan memiliki bentuk kerucut menyerupai tumpeng kecil, serta cita rasa gurih dan manis. Namun, informasi mengenai komposisi bahan penyusun dan metode pembuatan laku tobe masih sangat terbatas. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk memberikan informasi mengenai komposisi bahan penyusun dan proses pembuatan laku tobe secara tradisional yang banyak dilakukan oleh Masyarakat Timor, NTT secara singkat melalui tinjauan berbagai sumber pustaka dari tahun 1991-2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa laku tobe memiliki potensi untuk dikembangkan dalam konteks pangan etnik dan dapat dikenalkan secara luas dengan tetap mempertahankan unsur tradisional dan nilai gizi yang lebih optimal. Harapannya, laku tobe dapat menjadi ikon kuliner dari NTT yang dikenal di tingkat nasional dan internasional.
Tingkat Keberhasilan Penggunaan Pupuk Hayati Bioboost dan Interval Pemberian terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) Karim, Harli A.; Nurdin, Dahlia; Enice, Enice
Cannarium Vol 20, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v20i1.4791

Abstract

This research was conducted in Timoro Village, Tabulahan Subdistrict, Mamasa Regency, which was conducted in April to July 2019. The aim was to determine the level of success in using Bioboost biofertilizers and the interval of administration of growth and production of cucumber plants. The design method used in the implementation of this study was in the form of a Randomized Group Design with a Separate Plot Design (RPT) pattern. Main plot of Bioboost (W) biological fertilizer time interval treatment includes two levels, namely: W1 = Bioboost Biofertilizer Giving biweekly W2 = Bioboost Biofertilizer giving once every three weeks Whereas Child Plot (AP) is a dose of Bioboost (F) consisting of bioboost fertilizer (F) consisting of the three levels, namely: F0 = without administration of Bioboost Biofertilizer F1 = dose of Bioboost Biofertilizer 20 ml + 1000 ml of water. F2 = dosage of Bioboost 40 ml + 1000 ml water.The results showed that the interaction of the time interval of administration with the dose of bioboost biofertilizer (Z x F) had no effect on the growth and production of cucumber plants on all parameters. Keywords: Bioboost Biofertilizer, Giving and Cucumber Intervals
KARAKTERISTIK FISIKO KIMIA EDIBLE FILM PULP KOPI DENGAN PENAMBAHAN KITOSAN Wati, Gek Ayu Sagita Widya Tresna; Suriati, Luh; Semariyani, Anak Agung Made
Cannarium Vol 21, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v21i2.6974

Abstract

Edible film merupakan lapisan tipis dari bahan yang dapat dimakan, mampu meningkatkan mutu makanan, yang kualitasnya ditentukan oleh bahan penyusunnya. Edible film berbahan dasar polisakarida sering digunakan untuk melapisi bahan pangan karena mampu bertindak sebagai membran permeabel yang selektif dalam pertukaran gas karbondioksida dan oksigen. Salah satu bahan polisakarida dalam pembuatan edible film ialah pulp kopi. Pulp kopi terdiri dari bagian kulit terluar (exocarp) dan bagian daging buah (mesocarp).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi kitosan dan volume pencetakan terhadap karakteristik fisikokimia edible film pulp kopi serta mengetahui konsentrasi kitosan dan volume pencetakan untuk menghasilkan edible film pulp kopi dengan karakteristik fisikokimia terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor perlakuan yaitu konsentrasi kitosan 1,0%, 1,5% dan 2,0% dan volume pencetakan 20 ml, 30 ml dan 40 ml. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa konsentrasi kitosan dan volume pencetakan berpengaruh terhadap karakteristik fisikokimia edible film pulp kopi. Edible film pulp kopi dengan penambahan kitosan 1,5% dan volume pencetakan 20 ml menghasilkan edible film pulp kopi dengan karakteristik fisikokimia terbaik dengan karakterisik kadar air 0,56%, derajat keasaman (pH) 5,0, warna (ΔE) 26,01, transparansi 70,59, ketebalan 0,06 mm, dan kelarutan yang baik.
Perlakuan Pendahuluan Menggunakan Gelombang Mikro pada Hancuran Biji Pala (Myristica fragrats Houtt) untuk Meningkatkan Rendeman dan Mutu Minyak Atsiri dan Oleoresin Pala Lumbessy, Abdul Syukur; Hastuti, Pudji; Soeparmo, Soeparmo
Cannarium Vol 19, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v19i1.3401

Abstract

Perlakuan pendahuluan menggunakan gelombang mikro (MW) oven diharapkan dapat memecahkan jaringan pala, memfasilitasi destilasi dan ekstraksi pelarut, sehingga dapat meningkatkan rendemen, kualitas minyak atsiri dan oleoresin pala. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses destilasi dan ekstraksi pelarut dengan menggunakan microwave pretreatment guna meningkatkan rendemen dan kualitas minyak atsiri dan oleoresin pala. Pretreatment microwave digunakan pada 450 watt selama 60, 120, 180, dan 0 detik sebagai kontrol. Destilasi air dan uap digunakan untuk memisahkan minyak atsiri, sedangkan maserasi dengan alkohol 96% digunakan untuk mengekstraksi oleoresin dalam tiga variasi sampel: perlakuan rasio pelarut, yaitu 50: 200, 50: 300, dan 50: 400 (b). / v). Analisis komponen minyak atsiri dan oleoresin menggunakan GC-MS, sedangkan kenampakan warna dianalisis menggunakan  Lovibons Tintometer.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen minyak atsiri tertinggi terdapat pada perlakuan awal MW 450 watt selama 120 detik yaitu 11,77% (db), terdapat 20 komponen senyawa yang teridentifikasi , dengan  5 komponen yang dominan yaitu sabinene 41,87%, benzena 11,06%., sikloheksen 10,68%, α-pinen 7,05%, terpineol 6,42% dan tiga komponen penyedap utama adalah myristicin 3,05%, metil eugenol 0,82% dan elimisin 1,45%. Massa jenis minyak 0,897, berwarna bening kekuningan, dan kelarutan dalam etanol 1:3. Pada sampel kontrol (tanpa microwave pretreatment) rendemen minyak 11,44% (db), teridentifikasi 15 komponen  dengan 5 besar komponen yang dominan adalah sabinene 44,07%, sikloheksen 11,71%, α-pinene 10,05%, copaena 9,21%, dan terpineol 5,96%, sedangkan penyumbang aroma utama adalah myristicin 2,12%. Massa jenis minyak 0,857 dengan warna bening kekuningan dan kelarutan etanol 1: 3.Perlakuan awal menghasilkan oleoresin tertinggi (13,68%), yaitu pada paparan gelombang mikro 450 watt selama 120 detik dengan perbandingan sampel: etanol 50: 300 (b / v). oleoresin yang diperoleh terdapat 20 komponen, dimana enam komponen memiliki persentase yang tinggi yaitu: propanetriol 26,37%, asam asetat 16,92%, metilbutanol 11,55%, asam formid 7,86%, oxabicolo 4,69%, guanosine 4,50%, dengan kontribusi komponen aroma  adalah asam asetil, propanetriol, dan asam format. Resin dikarakterisasi memiliki densitas 0,891, berwarna merah kehitaman dengan kelarutan etanol 1: 4.

Page 10 of 14 | Total Record : 133