cover
Contact Name
Hamidin Rasulu
Contact Email
cannarium@unkhair.ac.id
Phone
+6282187392215
Journal Mail Official
cannarium@unkhair.ac.id
Editorial Address
https://ejournal.unkhair.ac.id/index.php/cannarium/about/editorialTeam
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Cannarium (Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian)
Published by Universitas Khairun
ISSN : 16931491     EISSN : 27745201     DOI : http://dx.doi.org/10.33387/cannarium
Cannarium is a journal of agricultural sciences. It is a peer-reviewed, scientific journal published by the Faculty of Agriculture, Universitas Khairun Indonesia. Cannarium journal aims at publishing original, scientifically research articles and article review that describe and explain a wide range of agricultural fields and disciplines including Agronomy, Horticulture, plant breeding, plant protection, Agribusiness, Agroindustry, Food Science, Soil Science, Forestry, and Environmental Sciences, bioenergy, Animal Husbandary and other pertinent related to tropical islands-based biodiversity, agricultural sustainability, and ecosystem services. The applications of new molecular, microscopic, and analytical techniques to understanding and explaining population and community dynamics are also of great interest. Cannarium is published twice a year in both print and online versions Cannarium publishes under the cooperation Faculty of Agriculture, Universitas Khairun. The journal publishes in June and December. Cannarium is a free access journal at https://ejournal.unkhair.ac.id/index.php/cannarium
Articles 133 Documents
Pengaruh Waktu Sentrifugasi Pada Sexing Spermatozoa Dengan Media Bovine Serum Albumin Terhadap Membran Plasma Utuh Spermatozoa X-Y Sapi Simmental Priyanto, Langgeng; Putranti, Oktora Dwi; Riswandi, Riswandi; Gunawan, Muhammad; Susanda, Apriansyah; Setianingsih, Eva
Cannarium Vol 20, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v20i2.5290

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan waktu sentrifugasi yang tepat pada sexing spermatozoa dengan media Bovine Serum Albumin terhadap membran plasma utuh spermatozoa  X-Y pada sapi Simmental. Penelitian ini dilaksanakan Oktober 2021 sampai dengan November 2021 di Laboratorium Reproduksi dan Kesehatan Ternak Balai Pembibitan Hijauan Pakan Ternak Sembawa. Penelitian ini menggunakan rancangan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan (P1: waktu sentrifugasi 4 menit; P2: waktu sentrifugasi 8 menit; dan P3: waktu sentrifugasi 12 menit) dan 4 ulangan. Parameter yang diamati adalah membran plasma utuh spermatozoa X dan Y. Hasil menunjukan bahwa perlakuan waktu sentrifugasi berpengaruh nyata terhadap membran plasma utuh spermatozoa pada spermatozoa X dan Y (P0,05).  Hasil penggunaan waktu yang tepat yaitu pada P1 dengan waktu sentrifugasi 4 menit dimana nilai lapisan atas membran plasma utuh X semen sexing yaitu sebesar 62,93%, lapisan bawah Y sebesar 63,94%. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan waktu sentrifugasi yang tepat pada sexing spermatozoa dengan media Bovine Serum Albumin terhadap membran plasma utuh spermatozoa  X-Y pada sapi Simmental. Penelitian ini dilaksanakan Oktober 2021 sampai dengan November 2021 di Laboratorium Reproduksi dan Kesehatan Ternak Balai Pembibitan Hijauan Pakan Ternak Sembawa. Penelitian ini menggunakan rancangan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan. Parameter yang diamati adalah membran plasma utuh spermatozoa X dan Y. Hasil menunjukan bahwa membran plasma utuh spermatozoa pada spermatozoa X dan Y berpengaruh nyata (P0,05) terhadap perlakuan waktu sentrifugasi.  [D1] Hasil penggunaan waktu yang tepat yaitu pada P1[D2]  dengan waktu sentrifugasi 4 menit dimana nilai lapisan atas membran plasma utuh X semen sexing yaitu sebesar 62,93%, lapisan bawah Y sebesar 63,94%.  [D1]Bukan membran plasma yang berpengaruh nyata terhadap perlakuan waktu sentrifugasi, namun sesuai judul, perlakuan waktu sentrifugasi yang berpengaruh nyata terhadap membran plasma [D2]Perlu dijelaskan terlebih dahulu definisi P1, P2, P3 di dalam abstrak
Utilazation of Bamboo as Non-Timber Forest Products (NFTPs) by Kalaodi Villagers in the Indonesian Island of Tidore Baguna, Firlawanti Lestari; Marasabessy, Much. Hidayah
Cannarium Vol 18, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v18i1.1591

Abstract

Kalaodi is one of the villages in Tidore Isle which is located around the Tagafura protected forest and has a diverse diversity of non-timber forest products (NTFPs). Bamboo as NTFPs has been commonly used by the Kalaodi Community in daily life such as building materials, food containers, materials for traditional ceremonies or traditional games. The study aims to identify the types of bamboo in Kalaodi and to know the utilization of bamboo. Data retrieval is done through observation and interviews with informants. The selection of informants used a quota-based snowball sampling method. Selected informants were traditional leaders, communities, bamboo farmers, and the community as many as 30 informants. The results showed that 7 (seven) types of bamboo were utilized by the community around the Kalaodi Village forest area, namely Tabaliku Cina, Lou, Tui Biasa, Tabaliku Ake, Gilou, Lou Van, Lou Van, and Tui Jawa. Utilization of bamboo by the community Kalaodi as building materials, furniture, craft materials, social-cultural activities, and environment.
Analisis Dampak Alih Fungsi Lahan dan Dinamika Peternak Terhadap Populasi Kerbau Lokal Di Kecamatan Basis Populasi Geopark Bayah Dome, Kabupaten Lebak Fajriati, Febriana; Arifin, Johar; Wiyatna, Muhammad Fatah
Cannarium Vol 22, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v22i2.8945

Abstract

Kerbau Lokal merupakan salah satu unsur penting dari biodiversity di Kawasan Geopark Bayah Dome, Kabupaten Lebak. Penelitian dilaksanakan dengan tujuan mengidentifikasi penurunan populasi kerbau akibat adanya alih fungsi lahan dan dinamika jumlah peternak yang terjadi di Kecamatan Panggarangan. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif eksploratif dengan pengumpulan data primer melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta data sekunder dari UPTD Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dan BPS Kabupaten Lebak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi kerbau tersebar di seluruh desa yang ada di Kecamatan Panggarangan dengan jumlah betina sebanyak 370 ekor dan jantan 93 ekor. Selama tahun 2013-2022 telah terjadi penurunan populasi sebesar 226 ekor per tahun yang diiringi oleh aktivitas alih fungsi lahan seperti penurunan fungsi lahan sebesar 5% per tahun, peningkatan fungsi lahan pertanian bukan sawah sebesar 41% per tahun, dan peningkatan fungsi lahan non-pertanian sebesar 12% per tahun. Selain itu, terdapat penurunan jumlah peternak sebesar 28% per tahun. Sehingga dapat disimpulkan bahwasanya alih fungsi lahan di Kecamatan Panggarangan tidak berpengaruh pada penurunan populasi kerbau di Kecamatan Panggarangan karena masih memiliki daya dukung lahan yang besar dan aman untuk budidaya ternak. Namun dinamika jumlah peternak yang ada memiliki pengaruh terhadap penurunan populasi kerbau yang ada di Kecamatan Panggarangan karena penurunan populasi kerbau beriringan dengan menurunnya jumlah peternak yang ada di Kecamatan Panggarangan. Sehingga perlu adanya pemanfaatan lahan yang maksimal untuk memulihkan populasi kerbau yang menurun melalui kontribusi dari masyarakat, pemerintah dan berbagai pihak terkait, serta penambahan kelompok ternak untuk meningkatkan pengawasan.
Kajian Permeabilitas Dan Kadar Air Tanah Pada Tiga Tipe Penggunaan Lahan Di Gambesi Kota Ternate Ali, Karlina; Sofyan, Adnan; Rachman, Idris Abd; Hasan, Asrul Dedy Ali
Cannarium Vol 20, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v20i1.4858

Abstract

Village in Ternate City has the potential to be developed as an agricultural area because the soil type is Inceptisol which is suitable for agriculture. The ability of the soil to pass water, or what is commonly called soil permeability, is one of the important components for agricultural land management. Soil structure and texture as well as other organic elements play a role in increasing the rate of soil permeability. This study aims to understand soil permeability and soil water content in Gambesi. Samples were taken at a depth of 0-20 cm (Layer I) and 20-40 cm (Layer II) on three types of land use: residential areas, mixed dry land, and clove and nutmeg plantations. Soil sampling technique used purposive random sampling method. Identification of soil properties in the field is carried out using drill identification techniques, sample rings and profiling. Parameters observed were permeability, percent soil moisture content, specific gravity, particle density and soil texture. The results showed that the soil in each layer and type of land use had a variable permeability rate of 0.63-1.91 cm/hour, with a soil moisture content of 21.6-30.43%, a density of 1.01-1.91 cm. 1.23 gram/cm3, particle density of 2.0-2.27 gram/cm3, and porosity of 39.40-55.41%. The soil texture is sandy loam and sandy clay loam. The rate of soil permeability based on land use type has a rather slow permeability class, while the soil water content is at a permanent wilting point condition.Keywords: Bulk density, particle density, porosity, soil permeability, and soil water content
PEMBELAJARAN DARI PENDAMPINGAN PEMANFAATAN RAIN GARDEN DAN ECO-ENZYME UNTUK AGROSILVOFISHERY DAN PEKARANGAN PANGAN LESTARI Setiajiati, Fitta
Cannarium Vol 22, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v22i1.8256

Abstract

Beberapa kebun dan pekarangan di perkotaan Indonesia belum dikelola secara optimal, salah satunya terjadi di Kelurahaan Mulyaharja, Kota Bogor. Urban farming bisa menjadi solusi untuk meningkatkan kemanfaatan dari kebun dan pekarangan di perkotaan. Untuk memperkenalkan urban farming dengan kebermanfaatan yang optimal, sosialisasi dan pendampingan dilaksanakan pada bulan September – Oktober 2021 di Kelurahan Mulyaharja, Kota Bogor dengan sasaran anggota KWT Ciharashas. Diawali survei, diskusi, dan sosialisasi bersama pihak kelurahan, pengelola wisata, kelompok tani, dan tokoh masyarakat setempat, disepakati bahwa diperlukan aplikasi rain garden dan eco-enzyme sebagai salah satu cara mewujudkan urban farming yang efektif dan rendah biaya. Masyarakat yang awalnya tidak tahu dan bahkan belum pernah mendengar istilah rain garden dan eco-enzyme bersemangat melaksanakan kegiatan pembangunan plot contoh di lahan kelompok tani. Selain pemanfaatan lahan lebih optimal, aspek estetika dan kesehatan lingkungan mengalami perubahan ke arah positif. Pembangunan demplot instalasi rain garden disertai poster tentang petunjuk pembuatan eco-enzyme yang menarik dapat dipahami dengan mudah dan cepat oleh masyarakat. Pemilihan lokasi demplot di KWT yang berprestasi sekaligus berlokasi di sekitar tempat wisata tematik menjadikan upaya penyebaran informasi tentang rain garden dan ecoenzyme bisa lebih efektif. 
PENGARUH PENGGUNAAN PUPUK KANDANG AYAM DAN KCl TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L) VARIETAS TOPO DI INCEPTISOL TERNATE Usman, Alda Inayah
Cannarium Vol 19, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v19i1.3013

Abstract

Maluku Utara merupakan provinsi kepulauan, berdasarkan daya dukung lingkungan mempunyai potensi pengembangan komoditas pertanian hortikultura. Inceptisol Ternate adalah tanah yang memiliki C-organik, N-total, P-tanah dan KTK tanah yang rendah, sehingga berdampak pada terbatasnya suplai hara yang dibutuhkan tanaman untuk menopang pertumbuhan dan produksi tanaman yang optimal. Oleh karena itu perlu dilakukan pemupukan sesuai dengan dosis yang dianjurkan agar dapat menghasilkan hasil yang optimal.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dari pemberian pupuk kdandang ayam, KCl dan interaksinya, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri dari dua faktor : faktor pertama adalah pupuk kandang ayam dengan dosis 0, 20,dan 40 ton/ha dan faktor kedua adalah dosis pupuk KCl 0, 150, dan 300 ton/ha. Masing-masing perlakuan diulang 3 kali sehingga terdapat 27 satuan percobaan. Data yang diperoleh dianalisis dengan (anova), bila perlakuan memberikan pengaruh nyata dan sangat nyata maka dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur α 0,05.           Hasil penelitian menunjukan perlakuan pupuk kandang ayam memberikan pengaruh tidak nyata pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, berat umbi basah dan berat umbi kering, dan perlakuan dan pupuk KCl memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan jumlah daun dan berpengaruh tidak nyata untuk parameter tinggi tanaman, jumlah umbi, berat umbi basah dan berat umbi kering, sedangkan kombinasi kedua perakuan memberikan pengaruh tidak nyata pada semua parameter pengamatan. Produksi tertinggi dicapai pada perlakuan A2M2 yaitu 11,20 ton/ha. Abdulrachman, S. dan Z. Susanti. 2004. Pengaruh Pemberian Zeolit terhadap Peningkatan Efisiensi Pupuk P dan K pada Tanaman Padi. J. Zeolit Indonesia. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BPPP).2000.Sumber Daya Lahan Indonesia dan Pengelolaannya Dapartemen Pertanian. Bogor.Bank Indonesia. 2013. Kebijakan Bank Indonesia dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan. Prosiding Seminar Regional Akselerasi Inovasi Teknologi mendukung Ketahanan Pangan di Wilayah Kepulauan Ternate. 4 Desember 2013.BPS, 2018. Distribusi Perdagangan Bawang Merah. Indonesia.BPTP Maluku Utara. 2010. Uji adaptasi Bawang Merah Topo di Dataran Rendah. Laporan Pengkajian. Sofifi.Dewi. 2012. Bahan Pangan, Gizi Dan Kesehatan. Alfabeta. Bandung.Dwidjoseputro. 1990. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.Elisman, R. 2001. Pengaruh pemberian beberapa jenis pupuk kandang terhadap pertumbuhan bibit kopi Arabika (Coffee Arabika Var. Kartika I). Skiripsi. Fakultas Pertanian Universitas Tanaman Siswa. Padang Sari et al.,2006) Hanafiah, A. K 2008 Dasar-dasar Ilmu Tanah. PT Rajawali Press.Muyyasir, Sufardi, I. Saputra. 2012. Perubahan Sifat Fisik Inceptisol Akibat Perubahan Jenis dan Dosis Pupuk Organic. Jurnal Lentera 12:12-8.Pairunan. A. K. dkk. 1985. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Ujung Pandang: BKPT INTIM.Rachman, I. I. Djuniwati. S. Idris K. 2008. Pengaruh Bahan Organik dan Pupuk NPK terhadap Serapan Hara dan Produksi Jagung di Inceptisol Ternate. Jurnal Tanah dan Lingkungan, Vol. 10 No 1: 7-13.Sulistiono, W., dkk. 2010. Kajian Budidaya Bawang Topo di Dataran Rendah. Laporan Hasil Penelitian BPTP Maluku Utara. Maluku Utara.Sunarjono, H. dan P. Soedomo. 1989. Budidaya Bawang Merah. Penerbit Sinar Baru. Bandung.Suriani, N. 2012. Budidaya Bawang Merah dan Bawang Merah. Yogyakarta: Cahaya Atma Pustaka.Sutedjo, M. 2002. Pupuk dan Cara Pemupukan. Rineka Cipta. Jakarta.Sutrisna, N., S. Suwalan, dan Ishaq. 2003. Uji Kelayakan Teknis dan Finansial Penggunaan Pupuk NPK Anorganik pada Tanaman Kentang Dataran Jawa Barat..
Pengujian Kualitas Bibit Jabon Merah (Anthocephalus macrophyllus (Roxb.) Havil) pada Pemberian Pupuk Hayati dan Kimia Irmayanti, Laswi; Nurhikmah, Nurhikmah; Fatrawana, Adesna
Cannarium Vol 18, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v18i2.2399

Abstract

Seedling quality is an expression used to describe a seedling ability to adapt and grow after planting. Good quality seedling will determine the success of planting. The purpose of this study was to describe the quality of Jabon seedling (Anthocephalus macrophyllus) in the application of biological and chemical fertilizers. The research was conducted at Tembal Lestari Nursery, South Halmahera Regency. The treatments applied were control, application of chemical fertilizers, biological fertilizers, and a combination of biological chemical fertilizers. The results of seedling testing on the combination of biological and chemical fertilizers gave a value of 100% according to the general requirements for seedling quality, and 100% included in the first class category (P) in the special requirements assessment.
KARAKTERISTIK MAYONES BERBAHAN DASAR VIRGIN COCONUT OIL PADA BERBAGAI PENAMBAHAN KUNING TELUR Piceslia, Andi Astri; Jarsyah, Dialvi Asbasari; Wiyani, Lastri; Darnengsih, D; Mustafiah, Mustafiah
Cannarium Vol 21, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v21i1.6183

Abstract

Mayones  merupakan salah satu produk emulsi yang banyak digunakan  dibidang pangan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kuning telur terhadap karakteristik mayones berbahan dasar virgin coconut oil (VCO). Proses pembuatan mayones yaitu mencampurkan kuning telur (0, 5, 7, 9, 11) %, garam, gula, gum xanthan, mustard, jeruk nipis, air dan VCO (rasio air:VCO = 4:1). Selanjutnya dilakukan penghomogenan menggunakan ultra turrax selama 4 menit kecepatan 15000 rpm hingga terbentuk mayones. Analisis dilakukan terhadap viskositas, stabilitas, dan uji organoleptik (warna, rasa, aroma, dan tekstur). Mayones yang dibuat dengan berbahan dasar virgin coconut oil mempunyai sifat stabil, nilai  viskositas terendah sebesar 312 cP pada penambahan kuning telur 0% dan tertinggi sebesar 525 cP pada penambahan kuning telur 9%,, semakin tinggi penambahan kuning telur maka viskositas semakin tinggi. Pada pengujian organoleptik diperoleh kombinasi air masak dan kuning telur 5% mempunyai tingkat kesukaan terhadap rasa (nilai skor 2,8= netral), warna (nilai skor 3,8= suka), aroma (nilai skor 2,9 = netral), dan tekstur (nilai skor 3.2 = netral). Jika dibandingkan dengan SNI 01-4473-1998  mayones dengan kombinasi air masak dan 5% kuning telur mempunyai kadar air 77,31% lebih tinggi dari SNI (maks 30%), kadar lemak 12,49% lebih rendah dari SNI (min 65%), kadar protein 2,21% memenuhi syarat SNI (min 0,9%), angka lempeng total 1x102 koloni/gr memenuhi standar SNI (maks 1x104 koloni/gr) . Mayones yang dihasilkan pada penelitian ini tergolong rendah lemak (low fat).
Status Infeksi Ektoparasit pada Kucing (Felis domestica) di Kelurahan Sasa, Ternate Selatan Wahyuni, Sri
Cannarium Vol 23, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v23i1.9694

Abstract

Infestasi ektoparasit pada kucing adalah kondisi yang disebabkan oleh parasit yang hidup di luar tubuh inang termasuk kutu, tungau, dan pinjal. Pinjal Ctenocephalides felis adalah ektoparasit yang paling umum ditemukan, dan merupakan parasit penghisap darah yang banyak menginfeksi kucing dan anjing peliharaan di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis ektoparasit pada kucing domestik. Penelitian ini bersifat deskriptif analitis, bertujuan untuk menggambarkan prevalensi penyebaran pinjal serta jenis pinjal yang teridentifikasi pada kucing. Penelitian dilakukan melalui survei terhadap 30 ekor kucing yang berada di Kelurahan Sasa, Ternate Selatan. Pemeriksaan fisik dilanjutkan dari kepala hingga ekstremitas kucing. Proses ini melibatkan pengamatan (inspeksi) terhadap kondisi kulit dan rambut. Tahap berikutnya mencakup pengambilan sampel pada kucing domestic dan pemeriksaan jenis ektoparasit menggunakan mikroskop. Dari 30 ekor kucing yang diperiksa, terdiri dari 12 kucing jantan dan 18 kucing betina, ditemukan 25 kucing terinfeksi ektoparasit, dengan total 120 individu ektoparasit yang teridentifikasi. Sementara itu, sebanyak 5 ekor terdeteksi negatif terhadap infeksi. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa jenis ektoparasit yang paling umum menginfeksi kucing di Kelurahan Sasa, Ternate Selatan adalah pinjal Ctenocephalides felis, yang mencapai persentase 83%.
Keragaman Tumbuhan Hutan Sekunder di Sekitar Perkebunan Kelapa Sawit di Provinsi Riau Hikmah, Nur; Nurjannah, Siti; Zuhud, Ervizal A.M.; Sunkar, Arzyana
Cannarium Vol 20, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v20i2.5236

Abstract

Perubahan tutupan lahan menjadi perkebunan kelapa sawit dianggap menurunkan keanekaragaman hayati, termasuk keragaman tumbuhan. Hutan sekunder yang berada di sekitar perkebunan kelapa sawit diharapkan dapat menjaga keberlanjutan dari keragaman tumbuhan yang masih tersisa meskipun bukan bagian dari areal perkebunan kelapa sawit. Penelitian dilakukan di empat perkebunan kelapa sawit yang tersebar di dua kabupaten yaitu Kampar dan Pelalawan, Provinsi Riau selama 28 hari pada bulan Maret 2016. Metode penelitian yaitu analisis vegetasi petak tunggal dengan mengidentifikasi keragaman tumbuhan di hutan sekunder yang ada di sekitar perkebunan kelapa sawit. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa keanekaragaman jenis tumbuhan bervariasi sesuai dengan kondisi lokasinya. Jumlah spesies tumbuhan yang ditemukan beragam, PT SAR (85 spesies), PT AMA (71 spesies), PT MUP (44 spesies) dan PTPN (41 spesies). Perbedaan ini karena luasan dan kerapatan hutan sekunder juga berbeda. Nilai kekayaan jenis juga berbeda setiap lokasi, yaitu PT SAR (12.02), PT AMA (9.80), PT MUP (7.66), dan PTPN (5.67). Semakin tinggi nilai kekayaan spesies di suatu lokasi menunjukkan bahwa areal tersebut memiliki keanekaragaman yang tinggi. Hutan sekunder di sekitar PT SAR merupakan areal yang memiliki tingkat keragaman tumbuhan lebih tinggi dibandingkan ketiga lokasi lainnya.