cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Nexus Kedokteran Komunitas
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 306 Documents
Hubungan Riwayat Atopik dan Masa Kerja dengan Kejadian Dermatitis Kontak Iritan pada Pekerja Cuci Motor di Kecamatan Jebres Surakarta Nur Ismi Mustika Febriani; Nurrachmat Mulianto; . Hardjono
Nexus Kedokteran Komunitas Vol 2, No 1 (2013): Nexus Kedokteran Komunitas
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Irritant contact dermatitis is the most common form of occupational skin disease, accounting for up to 80% of all occupational skin disorders. Atopic history and work period are risk factors for irritant contact dermatitis. This study aimed to analyze the relation of atopic history and work period with the incidence of irritant contact dermatitis on motorcycle wash workers at District of Jebres in Surakarta. Method: This study was observational analytics with cross sectional approach. Subjects were male who worked in motorcycle wash at District of Jebres in Surakarta. Samples were 60 workers. This samples were taken by fixed disease purposive sampling. Data were collected by questionaire and digital autograph, then analyzed by multiple logistic regression analysis using SPSS 17.0 for windows. Result: The results of atopic history analysis showed that there was a positive relationship between atopic history and the incidence of irritant contact dermatitis. Motorcycle wash workers who had atopic history would increase the risk to get irritant contact dermatitis 8.44 times than workers who hadnt atopic history (OR = 8.44; CI 95% 2.203 s/d 32.341). The results from analysis variable of work period showed significant relationship between work period and the incidence of irritant contact dermatitis. The worker who had worked ? 3 years had a greater risk 4.91 times than workers who had worked < 3 years (OR = 4.91; CI 95% 1.365 s/d 17.675). Conclusion : There was a positive relationship between atopic history and work period with the incidence of irritant contact dermatitis on motorcycle wash workers at District of Jebres in Surakarta. The motorcycle wash workers who had atopic history and had worked ? 3 years would increase the risk of irritant contact dermatitis. Keywords : irritant contact dermatitis, atopic history, work period, motorcycle wash workers
Pelaksanaan Surveilans Epidemiologi Penyakit DBD di Desa Tegalsari RT 4 RW 6 Kelurahan Bejen Puskesmas Karanganyar Naqiyya Syahidah Azman; Nasya Thahira; Natika Amilasani; Nisrina Hanifah; Nur Sabila Rizky; W. Primaningtyas; K. Iswati; Iwan Christiawan
Nexus Kedokteran Komunitas Vol 7, No 2 (2018): Nexus Kedokteran Komunitas
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan kasus tahunan yang sudah sering terjadi di Indonesia. Vektor penyebab utama DBD adalah nyamuk Aedes aegypti dan Aedes Albocpictus. Indonesia merupakan wilayah endemis dengan persebaran di seluruh wilayah tanah air. Distirbusi penyakit suspek DBD sejak minggu pertama tahun 2018 hingga minggu pertama 2019 tertinggi ada di Jawa Timur dengan jumlah 700 orang, lalu Jawa Tengah 512 orang dan Jawa Barat 401 orang (Kemenkes,2019). Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis peningkatan kasus DBD di Kelurahan Benjen. Sampai bulan April 2019, tercatat ada 58 kasus yang tersebar di seluruh wilayah kecamatan Karanganyar (Puskesmas Karanganyar,2019).Metode: Metode yang kami gunakaan pada penelitian ini adalah observasi analitik kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Desa Tegalsari, Kelurahan Bejen pada tanggal 6 dan 15 April 2019. Sampel yang diambil sebanyak 12 rumah (14 rumah tetapi 2 menolak). Sampel diambil berdasarkan radius 100 meter dari rumah yang terdapat kasus DBD. Data kami peroleh dengan cara wawancara mendalam dan melakukan penyelidikan epidemiologi. Keabsahan data yang kami dapatkan berdasarkan triangulasi data (teori, fakta observasi, dan wawancara petugas puskesmas).Hasil: Hasil penelitian surveillance kami didapatkan Angka bebas jentik di Kelurahan Bejen Kecamatan Karanganyar Tahun 2019: 7/12 x 100% = 58,3%. Program yang telah dilaksanakan Puskesmas Karanganyar untuk mengatasi wabah DBD adalah kelas pemicuan DBD,siaran keliling waspada DBD, dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).Kesimpulan: Kasus penyakit DBD di Kabupaten Karanganyar meningkat dari tahun 2018 menuju tahun 2019. Berdasarkan hasil PE yang kami lakukan di Kelurahan Bejen didapatkan pula Angka Bebas Jentik (ABJ) yang masih kurang dari normal. Angka Bebas Jentik dikatakan normal apabila jumlahnya menyentuh 95%. Hal tersebut menandakan bahwa masyarakat di Kelurahan Bejen masih rawan untuk terkena penyakit DBD.Kata Kunci: DHF, Benjen Village, MNE, LFN
Hubungan Tingkat Pengetahuan Agamadengan Motivasi Merokok di SMA Al Islam 1 Surakarta Dwi Ariono; Ari Natalia Probandari; Kusmadewi Eka Damayanti
Nexus Kedokteran Komunitas Vol 3, No 1 (2014): Nexus Kedokteran Komunitas
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background:The smoking behaviour is an important issue for the whole world. Based on Riskesdas 2010, the number of smokers in Indonesia year was 34.7% which ranked the 5th in the world. Smoking behaviour usually begins during adolescence, which is preceded by motivation. In Indonesia, religion is believed to be the source of moral human behavior. This research aimed to identify correlation between the level of religion related knowledge and smoking motivation among students in SMA Al Islam 1 Surakarta. Methods:The study design was analytical observational study with the approach of cross sectional. The population was grade X and XI SMA Al Islam 1 Surakarta. By using the quota sampling, 350students were selected as study sample. The data collection used questionnaires. The data were analyzed by Spearman correlation test. Results:336 people (97.43%) had a good level of religion related knowledge and 335 people (71.77%) had a low motivation to smoking. The data identified very weak negative correlation between the level of religion related knowledge and smoking (r = 0.114 and p = 0.085). Someone who has a good level of knowledge of religion was not always followed by the smoking of low motivation. Conclusions:There is a weak negative correlation but not statistically significant between the level of religion related knowledge and motivation to smoking among students in SMA Al Islam 1 Surakarta. Keywords:adolescent, smoking, motivation, religion related knowledge
The Relationship between Amount of Computer Usage and Computer Vision Syndrome in Sinarmas Bank Employees Monica Fradisha Zukhri; R AJ Sri Wulandari; Amelya Augusthina Ayusari
Nexus Kedokteran Komunitas Vol 6, No 1 (2017): Nexus Kedokteran Komunitas
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Nowadays, in this technological era, prolonged uses of computer could result in increasing incidence rate of computer vision syndrome, particularly to people who work at computers. Computer vision syndrome is a complex ocular problems that translates to discomfort feeling on eyes due to high visual demands of computer viewing. Hence, this study aim to know the relationship between amount of computer usage and computer vision syndrome. Methods: An analytical observational cross sectional study was conducted involving Sinarmas Bank employees. Subjects were collected using purposive sampling method, based on inclusive and exclusive criteria. Data regarding computer vision syndrome were obtained using a questionnaire. The collected data were analyzed with Chi-square test followed by Coefficient Contingency test. Result: This study revealed that 29 subjects (46.0 %) who used computer for more than 4 hours experienced computer vision syndrome, while subjects who used computer for 2-4 hours and less than 2 hours did not show computer vision syndrome. Significance value of the relationship between amount of computer usage and computer vision syndrome in Sinarmas Bank employees shown by Chi square test was p=0.000. Hence, there was significant association between the variables. Coefficient contingency test result also demonstrated that there was a strong association between amount of computer usage and computer vision syndrome in Sinarmas Bank employees (c=0.707). Conclusion: This study statistically stated that there is a significant relationship between amount of computer usage and computer vision syndrome in Sinarmas Bank employees. Keywords: Computer Vision Syndrome, Amount of Computer Usage.
HUBUNGAN ANTARA PENYULUHAN DAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG BAKTERIAL VAGINOSIS Ari Probandari; Maryani Maryani; Balgis Balgis; Eti Poncorini Pamungkasari
Nexus Kedokteran Komunitas Vol 8, No 1 (2019): Nexus Kedokteran Komunitas
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Bakterial vaginosis, merupakan salah satu penyakit dengan jumlah penderita cukup besar di Indonesia, namun saat ini belum mendapatkan perhatian yang besar karena belum banyak yang menyadari tentang bahaya penyakit ini. Sosialisasi kepada masyarakat terkait bacterial vaginosis masih sangat kurang. Penelitian ini bertujuan menilai efektifitas penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan tentang Bacterial vaginosis pada ibu ibu kader di puskesmas Banyuanyar dan Kratonan.Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan quasi eksperimental one group pre-test, post-test desing. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Juli 2019 di 2 Puskesmas yaitu Puskesmas Kratonan dan Puskesmas Banyuanyar. Dari 54 responden, sebanyak 11 orang tidak diikutkan dalam analisis karena kelengkapan data yang kurang. Subyek diberi kuesioner pare-test dilanjutkan dengan penyuluhan, dan diberi kuesioner post-test setelahnya. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan menggunakan paired t test dan alternatifnya yaitu uji Wilcoxon.Hasil: Mayoritas responden berusia 50 tahun keatas yaitu sebesar 67,4%, dan 93% responden berjenis kelamin perempuan. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbandingan pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan. Terdapat 37 responden yang mengalami peningkatan pengetahuan setelah diberikan penyuluhan, 4 responden memiliki pengetahuan tetap, hanya 2 responden yang tingkat pengetahuannya menurun. diperoleh nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05).Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara penyuluhan dengan tingkat pengetahuan tentang bacterial vaginosisKata Kunci: Penyuluhan, Tingkat Pengetahuan, Bacterial vaginosis
Gambaran Pelaksanaan ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Tiga Puskesmas di Karesidenan Surakarta Anjang Kusuma Netra; Aji Danarko; Habiba Nur Laili; Fauziyyah Boenyamin; Muh Zaki Wisnumurti; Muhammad Afif Murad; Monica Bella E; Rizkika Albanjar S; Han Yang; Deonesya Maria R.S; Fathu Thaariq Baihaqy; Muhammad Irsa Madjid; Azzahra Khoirunnisa; Ghina Harisa A; Joshua Jota Romadhona; Kiara Hanna Quinncilla; Safrilia Syifa DA
Nexus Kedokteran Komunitas Vol 8, No 1 (2019): Nexus Kedokteran Komunitas
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Cakupan pemberian ASI di Indonesia pada tahun 2016 diketahui bahwa jumlah persentase bayi mendapat ASI eksklusif sampai usia 6 bulan sebesar 29,5% dan bayi yang mendapat ASI usia 0-5 bulan sebesar 54,0%. Masih rendahnya pencapaian program pemberian ASI eksklusif dapat terjadi karena beberapa hambatan, diantaranya rendahnya pengetahuan mengenai ASI ekslusif. Tujuan peneltian ini untuk mengetahui gambaran pelaksanaan ASI eksklusif pada bayi di empat puskesmas di wilayah kerja Karesidenan Surakarta. Metode: Data diperoleh dari data primer empat puskesmas di Karesidenan Surakarta, di antaranya Puskesmas Jumapolo, Puskesmas Banyuanyar, dan Puskesmas Sibela. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Hasil: Dalam penelitian ini puskesmas Banyuanyar tidak mencapai target ASI eksklusif. Hal ini didukung juga dengan tidak tercapainya target pada upaya inisiaisi menyusu dini, yakni 39,1% dari target 48%. Dua puskesmas lain telah mencapai target dan hasilnya setara dengan ketercapaian ASI ekslusif. . Kesimpulan: Dalam penelitian ini didapatkan kesesuaian antara ketercapaian target ASI eksklusif dan inisiasi menysu dini. Hal ini didukung beberapa penelitian yang menyatakan terdapat hubungan yang setara antara ASI eksklusif dan inisiasi menyusu dini (IMD). Kata Kunci: ASI eksklusif, IMD
Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di Wilayah Kerja Dua Puskesmas di Karesidenan Surakarta Anjang Kusuma Netra; Aji Danarko; Habiba Nur Laili; Fauziyyah Boenyamin; Muh Zaki Wisnumurti; Muhammad Afif Murad; Monica Bella E; Rizkika Albanjar S; Han Yang; Deonesya Maria R.S; Fathu Thaariq Baihaqy; Muhammad Irsa Madjid; Azzahra Khoirunnisa
Nexus Kedokteran Komunitas Vol 8, No 1 (2019): Nexus Kedokteran Komunitas
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama. Tingginya angka kejadian BBLR dapat mempengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa depan, karena bayi yang lahir dengan BBLR juga dapat menyebabkan peningkatan risiko kecacatan permanen, gangguan kognitif dan masalah kesehatan kronis lainnya dikemudian hari. Identifikasi faktor risiko BBLR adalah penting dalam menengahi konsekuensi kesehatan BBLR setelah lahir dan juga dalam mengurangi angka kejadian BBLR. Tujuan peneltian ini untuk mengetahui kejadian BBLR di wilayah kerja dua puskesmas di Karesidenan Surakarta. Metode: Data diperoleh dari data primer empat puskesmas di Karesidenan Surakarta, di antaranya, Puskesmas Banyuanyar dan Puskesmas Sibela. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan kesesuaian hasil antara kejadian KEK pada ibu hamil di wilayah puskesmas Banyuanyar, yang juga kejadian BBLR yang melampaui target. Sedangkan, pada Puskesmas Sibela, tidak didapatkan kesesuaian hasil antara kejadian KEK pada ibu hamil dan kejadian BBLR. Kesimpulan: Puskesmas Banyuanyar belum mencapai target yang diharapkan, sehingga diharapkam pihak puskesmas dapat mengevaluasi dan melaksanakan inovasi program guna meminimalisasi kejadian BBLR. Kata Kunci: BBLR, KEK
Gambaran Pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Tingkat Rumah Tangga di Wilayah Kerja Puskesmas Karesidenan Surakarta Anjang Kusuma Netra; Aji Danarko; Gita Santhika Putri D; Laila Putri Nurafsyah; Helena Christina Yolanda; Gustitiara An Nisaa; Maria Angela Sasono; Ghina Harisa A; Joshua Jota Romadhona; Kiara Hanna Quinncilla; Safrilia Syifa DA; Han Yang; Deonesya Maria R.S; Fathu Thaariq Baihaqy; Muhammad Irsa Madjid; Azzahra Khoirunnisa; Habiba Nur Laili; Fauziyyah Boenyamin; Muh Zaki Wisnumurti; Muhammad Afif Murad; Monica Bella E; Rizkika Albanjar S
Nexus Kedokteran Komunitas Vol 8, No 1 (2019): Nexus Kedokteran Komunitas
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Program PHBS di Rumah Tangga adalah suatu upaya untuk memberdayakan anggota di taraf rumah tangga agar tahu, berkenan dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat dan berperan aktif dalam pergerakanpergerakan kesehatan di lingkungan masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat tingat rumah tangga di empat wilayah kerja puskesmas di Karesidenan Surakarta. Metode: Data diperoleh dari data primer empat puskesmas di Karesidenan Surakarta, di antaranya Puskesmas Jumantono, Puskesmas Banyuanyar, Puskesmas Jaten I, dan Puskesmas Sibela. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Hasil: Dalam penelitian ini puskesmas Banyunayar dan Jaten I belum mencapai target perilaku hidup bersih dan sehat di tingkat rumah tangga. Ketidak tercapaian ini diduga berdampak pada kejadian diare pada balita. Data yang didapatkan hanya berupa persentase temuan kejadian diare pada balita. Data yang dimiliki masih kurang dapat memenuhi dan melengkapi penelitian ini. Diharapkan Pihak Puskesmas Banyuanyar dan Jaten I membuat inovasi dan program demi terlaksana perilaku hidup bersih dan sehat di tingkat rumah tangga. Kesimpulan: Dalam penelitian ini puskesmas Banyunayar dan Jaten I belum mencapai target perilaku hidup bersih dan sehat di tingkat rumah tangga. Hal ini juga diduga berdampak pada persentase temuan kasus diare pada balita di empat puskesmas yang tidak mencapai target. Kata Kunci: PHBS, rumah tangga
PENINGKATAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG VAKSINASI COVID-19 Reviono .; Yusup Soebagyo; Betty Suryawati; Marwoto .; Harsini .
Nexus Kedokteran Komunitas Vol 9, No 1 (2021): Nexus Kedokteran Komunitas
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Sampai saat ini pandemic COVID-19 masih merupakan problem global dan mempengaruhi segala aspek kehidupan masyarakat dunia. Salah satu solusi untuk dapat mengakhiri pandemic COVID-19 adalah dengan vaksinasi. Saat ini pemerintah Indonesia melakukan program vaksinasi COVID-19 kepada tenaga Kesehatan dan masyarakat umum. Dengan vaksinasi diharapkan akan segera tercipta herd immunity dan akan menurunkan angka kesakitan dan kematian karena infeksi virus SARSCOV2. Metode: Metode penelitian adalah deskriptif analitik yang dilakukan adalah dengan memberikan questionare tentang pengetahuan masyarakat tentang vaksin COVID-19. Subyek penelitian adalah masyarakat Desa Sepat, Masaran, Sragen. Sebelum dilakukan survey dilakukan penyuluhan tentang vaksin COVID-19. Kemudian diberikan questioner tentang vaksin COVID-19 dan dianalisis. Hasil: Survey tentang pengetahuan peserta kegiatan penyuluhan tentang vaksinasi COVID-19 menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan tentang vaksin COVID-19 sangat bervariasi. Pengetahuan tentang tujuan vaksinasi, kehalalan produk vaksin, syarat-syarat individu yang dapat divaksin, dan efek samping dari vaksin COVID-19 masih perlu ditingkatkan. Peningkatan pengetahuan tentang vaksin COVID-19 dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam vaksinasi COVID-19 sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat COVID-19. Kesimpulan: Pengetahuan masyarakat tentang vaksin masih perlu ditingkatkan. Pengetahuan masyarakat tentang vaksin COVID-19 sangat penting dalam mensukseskan program vaksinasi untuk membentuk herd immunity dan menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat pandemic COVID-19. Key Word: Vaksinasi, COVID-19, Pengetahuan, Penyuluhan, herd immunity
Pengaruh Dukungan Keluarga terhadap Kekambuhan Pasien Skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Daerah Surakarta Ensan Galuh Pertiwi
Nexus Kedokteran Komunitas Vol 1, No 2 (2012): Nexus Kedokteran Komunitas
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Schizophrenia is a psychiatric disorder that can relapse. One of the most important things that cannot be ignored in improving the health status of patients is family support. This study was aimed to know the influence of family support on relapse of patients with schizophrenia in the Surakarta Mental Hospital. Methods: This study was observational and analytical approach of case-control studies in the Outpatient Clinic Surakarta Mental Hospital. Samples were chosen by purposive sampling based on inclusion criterias: (1) the patients family who take or wait for patients with schizophrenia in RSJD Surakarta, (2) live at the same home with patients, (3) patients are 20-60 years old, (4) complete an informed consent. Samples cannot be chosen if there was violence in the family in one last year. Sample answered (1) informed consent sheets and identities, (2) family support questionnaire. The datas were taken from 60 samples then were sorted by the scores of family support, then taken as much as 30% upper and lower ranking, so the final sample number were 36 peoples. The data was analyzed using (1) Chi Square test, (2) Odds Ratio, (3) Spearman test with SPSS 17.0 for Windows. Results: (1) There was an influence of family support on relapse of patients with schizophrenia in RSJD Surakarta (p = 0.040 CI 95%), (2) low family support increased the patient's risk for recurrence (OR = 4.375), (3 ) If family support was low, the recurrence will be high, and if family support was high, then the recurrence will be low (Spearman's rho = -0.506; CI = 99%). Conclusions: There was an influence of family support toward relapse of patients with schizophrenia in the Surakarta Mental Hospital. Keywords: family support, relapse of patients with schizophrenia.