cover
Contact Name
Aditya Dedy Purwito
Contact Email
purwito@ub.ac.id
Phone
+6281233789990
Journal Mail Official
wacana@ub.ac.id
Editorial Address
https://wacana.ub.ac.id/index.php/wacana/about/editorialTeam
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Wacana, Jurnal Sosial dan Humaniora
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 14110199     EISSN : 23381884     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.wacana
This journal has a focus on inter and multidisciplinary studies of social sciences and humanities. The scope is the socio-cultural phenomenon, the history, and transformation of society, changes, and stagnation of socio-political institutions, actor orientation, and behavior, the performance of political regimes and socio-economic structures. The scope is not limited by state, nation, temporal duration, certain ideas, and narrow beliefs. This journal is open to various approaches, theories, methodologies, research methods carried out by scientists, academics, researchers and practitioners in the fields and disciplines: economics, social, political science, government studies, international relations, sociology, anthropology, demography, history, religious and cultural studies, philosophy of science, communication science, and development studies.
Articles 493 Documents
Peningkatan Kualitas Pelayanan Perpustakaan Umum Melalui Pendekatan Sistem Lunak (Soft System) (Studi Pada Perpustakaan Umum Kota Kediri) Dewi Purboningsih; M.R.Khairul Muluk; Irwan Noor
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 17 No. 2 (2014)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1057.106 KB) | DOI: 10.21776/ub.wacana.2014.017.03.1

Abstract

Peningkatan kualitas pelayanan perpustakaan umum merupakan suatu kegiatan yang berkelanjutan dilaksanakan untuk mempertahankan kelangsungan hidup organisasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mendeskripsikan dan menganalisis proses peningkatan kualitas pelayanan Perpustakaan Umum Kota Kediri melalui pendekatan sistem lunak (soft system). Dalam proses peningkatan kualitas pelayanan perpustakaan tersebut, menyangkut permasalahan yang berkaitan dengan manjemen pelayanan dan penilaian pemustaka terhadap layanan perpustakaan. Maka, dalam proses peningkatan pelayanan perpustakaan umum, diperlukan suatu pengkajian yang mendalam terhadap masalah (problem) yang terjadi dalam organisasi tersebut melalui pendekatan sistem lunak. Hasil dari penelitian ini, permasalahan muncul dari manjemen pelayanan perpustakaan umum kota kediri, meliputi: jumlah tenaga atau staf dan pustakawan kurang memadai, terkendala pada anggaran sehingga banyak program pelayanan tidak berjalan, penggunaan sistem manual pada layanan sirkulasi menyebabkan pengelola kesulitan untuk memberikan informasi tentang ketersediaan buku, beberapa fasilitas kurang efektif dan tidak dimanfaatkan oleh pengunjung, dan tidak terpenuhinya kebutuhan pemustaka. Sehingga, salah satu rekomendasi dalam peningkatan kualitas pelayanan perpustakaan umum adalah penerapan model LSQ (Library Service Quality).Kata Kunci: Metodologi sistem lunak, Peningkatan kualitas pelayanan, Perpustakaan umum
Efektivitas Website Sebagai Media E-Government dalam Meningkatkan Pelayanan Elektronik Pemerintah Daerah (Studi Pada Website Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang) Santy Nurina Aprilia; Andy Fefta Wijaya; Suryadi Suryadi
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 17 No. 2 (2014)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (989.704 KB)

Abstract

Latar Belakang Penelitian ini adalah semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, pemerintah dituntut untuk lebih meningkatkan kinerja pelayanan public khususnya pelayanan publik berupa layanan elektronik atau e-service, khususnya dalam hal ini adalah website, dimana website pemerintah daerah diharapkan dapat menjadi media e-government sebagai sarana interaksi antara pemerintah dengan masyarakat maupun mempermudah layanan elektronik. Penulisan Tesis dengan judul “Efektivitas Website Sebagai Media E-government dalam Meningkatkan Pelayanan Elektronik Pemerintah Daerah (Studi Pada Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang)” merupakan sebuah studi dimana dalam penelitian ini diharapkan dapat mengetahui seberapa efektif website pemerintah daerah sebagai media e-government. Tujuan Penelitian ini adalah: Untuk menjelaskan dan menganalisis efektivitas website sebagai media e-government dalam meningkatkan pelayanan elektronik pemerintah daerah di Kabupaten Jombang; Untuk menjelaskan dan menganalisis faktor pendukung efektivitas website sebagai media e-government dalam meningkatkan pelayanan elektronik pemerintah daerah di Kabupaten Jombang; Untuk menjelaskan dan menganalisis faktor penghambat efektivitas website sebagai media e-government dalam meningkatkan pelayanan elektronik pemerintah daerah di Kabupaten Jombang. Hasil temuan di lapangan menunjukkan bahwa website Pemerintah Kabupaten Jombang telah efektif sebagai media pemberi informasi kepada masyarakat, namun belum efektif sebagai media dalam memberikan pelayanan publik secara elektronik (e-service) seperti mendownload blangko, formulir, dll. Kata kunci: Efektivitas, E-government, E-service, Media, Teknologi Informasi, Website
Production System Analysis of Brem Processing Unit (Case Study: The Industrial Centers of Brem in Kaliabu and Bancong Village, Madiun District) Ardaneswari Dyah Pitaloka Citraresmi; Sri Kumalaningsih; Imam Santoso
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 17 No. 3 (2014)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.79 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine the condition, the priorities, and the strategy development policy of the brem Madiun production system as an effort to increase the brem Madiun production system. The samples which are used were the brem industries at industrial centers of brem in Kaliabu and Bancong Village at Madiun District. The main instrument to collect the data was a questionnaire for 21 respondents of business leaders. Data analysis method which is used was Analytical Hierarchy Process (AHP). The results showed that the sequence of factors causing the decline of brem’s production capacity were the final product (0,477), capital (0,244), raw materials (0,123), human resources (0,088), the tools and machinery (0,041), and the method (0,026). Benchmarks for goals to be achieved by the production system were the effectiveness of brem Madiun (0,548), productivity (0,227), efficiency (0,138), and quality (0,087). Strategies that can be done on developing the brem industry in Madiun are provision of venture capital to support the administrations, improvement of licensing services, improvement of joint venture accessibility on infrastructure production, supporting on marketing, improvement of human resources quality (coaching and training), development of product, improvement of business management, and development on network of business partnership respectively. After the several strategies development policy was formulated based on existing condition, then the performance of the brem Madiun production system can be improved. Keywords : Brem, Production System Analysis, Strategy Formulation
The Implementation of Industrial Cluster Development Program in Padurenan Village, Kudus R. Heffi Achid Muharrom; Bambang Supriyono; Khairul Muluk
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 17 No. 4 (2014)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.761 KB)

Abstract

Small medium enterprise (SME) has a significant contribution to the national economic growth, and the Government has been trying to enhance the competitiveness of SME by using industrial cluster approach.This research tries to discuss the implementation of embroidery and apparel industrial cluster development program in Padurenan Village, Kudus Regency, also to analyze supporting and constraining factors that influence the implementation. The descriptive research method with qualitative approach is used in this research.The result shows that many activities conducted through a synergy among stakeholders have been implemented succesfully and proven to provide a positive impact for the developmet of embroidery and apparel SME in Padurenan. Enhancing the commitment and communication among actors involved in the program are needed for further development.Keywords:  Embroidery and apparel industry, industrial cluster, policy implementation
Pengaruh Sikap Etnosentris Interpersonal Communication Competence dan Gaya Komunikasi terhadap Efektivitas Komunikasi Etnis Tionghoa kepada Etnis Jawa di Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember Dhama Suroyya; Darsono Wisadirana; Suryadi Suryadi
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 17 No. 3 (2014)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1141.126 KB)

Abstract

Sikap etnosentrisme, interpersonal communication competence dan Gaya komunikasi merupakan tiga faktor yang memiliki pengaruh dalam terwujudnya efektivitas komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sikap etnosentris , interpersonal communication competence dan gaya komunikasi terhadap efektivitas komunikasi etnis Tionghoa kepada etnis Jawa secara simultan dan parsial. Penelitian dilakukan di Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember dengan objek penelitian dibatasi pada sikap etnosentris, interpersonal communication competence dan gaya komunikasi sebagai variabel bebas dan efektivitas komunikasi sebagai variabel terikat. Peneliti menggunakan metode kuantitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan angket atau kuesioner. Sampel dalam penelitian ini merupakan etnis Tionghoa yang bermukim di Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember dengan rentang usia antara 17 hingga 60 tahun berjumlah 86 orang. Pengujian validitas data menggunakan product moment sedangkan untuk menguji reliabilitas data menggunakan alpha cronbach. Analisis regresi berganda digunakan untuk menganalisa pengaruh tiga variabel independent terhadap satu variable dependent. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh secara parsial maupun simultan antara variable bebas terhadap variable terikat. Perolehan hasil ini dibuktikan melalui uji signifikansi yakni terdapat pengaruh parsial antara sikap etnosentris terhadap efektivitas komunikasi sebesar nilai thitung = -2,157 artinya hal ini berarti terdapat pengaruh yang signifikan sikap etnosentris (X1) terhadap efektifitas komunikasi (Y) kemudian interpersonal communication competence berpengaruh secara parsial terhadap efektivitas komunikasi sebesar thitung = 4,534 artinya terdapat pengaruh secara signifikan antara interpersonal communication competence terhadap efektivitas komunikasi serta gaya komunikasi berpengaruh terhadap efektivitas komunikasi sebesar thitung = 2,098. Secara simultan sikap etnosentris, interpersonal communication competencedan gaya komunikasi berpengaruh terhadap efektivitas komunikasi sebesar nilai Fhitung = 23,174. Selain pengaruh juga ditemukan hubungan erat antara ketiga variabel bebas terhadap satu variabel terikat sebesar 67.7% atau 0,677%. Kata Kunci: Efektivitas komunikasi, gaya komunikasi, interpersonal communication competence, sikap etnosentris
Workplace Spirituality Tenaga Kependidikan Universitas Brawijaya (Studi Pada Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam Dan Matematika Serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) Sutan Rachman WHS; Soesilo Zauhar; Choirul Saleh
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 17 No. 3 (2014)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1139.643 KB)

Abstract

Konsep pengembangan manusia secara menyeluruh merupakan solusi atas perubahan fenomena sosial saat ini yang menyebabkan kehidupan seseorang tidak menyatu karena lingkungan pekerjaan atau tempat kerja hanya menjadi tempat untuk mencari hal-hal profan (duniawi) dan tidak mempunyai ruang untuk sesuatu yang sakral atau suci. Akibat dari adanya pemisahan ini, seseorang lebih terfokus hidupnya untuk menggeluti dunia karir tanpa memperhatikan kehidupan batinnya. Fenomena tersebut menumbuhkan kesadaran untuk menghubungkan aspek spiritualitas individu dengan pengelolaan pekerjaan  atau lingkungan kerja, melalui konsep workplace spirituality,. Dalam studi akademis, workplace spirituality merupakan bidang yang masih baru dan masih terus dikembangkan, namun sebagian besar studi masih dilakukan di Amerika Serikat dan Kanada, dan sangat sedikit sekali yang dilakukan di luar kedua negara tersebut. Berdasarkan hal itu, penelitian ini bermaksud untuk memperkaya topik workplace spirituality dari sudut pandang administrator publik di Indonesia melalui pendekatan fenomenologi, dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini menghasilkan dua sudut pandang terkait workplace spirituality, pertama adalah sudut pandang agama dan yang kedua adalah sudut pandang intrinsik  -  alamiah, kedua sudut pandang tersebut sama – sama bertujan untuk memberikan makna dalam bentuk ekspresi positif dalam lingkungan kerja. Penelitian lebih jauh juga dibutuhkan untuk memperkokoh konsep ini, baik melalui metode kualitatif maupun kuantitatif.Kata kunci: Agama, Perilaku, Spiritual, Tuhan, Workplace Spirituality,
Hubungan Negara-Masyarakat dalam Proses Pembentukan Daerah Otonom di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Lukman Damopolii; Bambang Supriyono; Luqman Hakim
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 17 No. 3 (2014)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1129.312 KB)

Abstract

Tuntutan pembentukan daerah otonom di Indonesia dewasa ini semakin intensif dan masif. Seringkali diartikulasikan sebagai tuntutan politik tanpa melihat urgensi administratif sehingga cenderung mengesampingkan hakekat otonomi daerah dan tujuan desentralisasi. Otonomi daerah masih dipahami sebatas hak daerah memperoleh otonomi, tanpa memperhitungkan kapasitas daerah dalam berotonomi. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis latar belakang tuntutan pembentukan, proses pembentukan, dan partisipasi masyarakat dalam proses pembentukan daerah otonom di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisa model Mills dan Huberman melalui langkah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan; pertama, latar belakang tuntutan pembentukan sebagai upaya lokalisasi kekuasaan untuk menciptakan pusat kekuasaan baru di daerah dan faktor gerakan sosial yang dipicu konflik sosial berbasis etnik, gerakan reaksioner, pembandingan dengan pencapaian daerah lain, serta adanya peluang politik. Kedua, proses pembentukan terbagi dalam tiga tahap yakni sosialisasi dan konsolidasi elit, pemekaran desa dan kecamatan, serta pendekatan dan komunikasi politik di semua tingkatan. Pada aspek keterpenuhan syarat sebagaimana diatur UU 32/2004 dan PP 78/2007, daerah ini telah memenuhi syarat administratif dan fisik namun belum memenuhi syarat teknis. Ketiga, partisipasi masyarakat dilakukan dalam bentuk musyawarah, pengumpulan dana dan hibah tanah atau bangunan, serta pemasangan atribut pemekaran, sehingga secara keseluruhan telah ada pertanda partisipasi walaupun belum sampai pada derajat kendali warga. Kata kunci: Gerakan sosial, Lokalisasi kekuasaan, Partisipasi masyarakat, Pembentukan daerah otonom 
Pengaruh Marketing Mix (7p) dan Perilaku Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Produk Healthy Food Bar di Malang Etty Carolina; Imam Santoso; Panji Deoranto
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 18 No. 1 (2015)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1341.872 KB) | DOI: 10.21776/ub.wacana.2015.018.01.6

Abstract

Peningkatan aktivitas dan pendapatan penduduk, mendorong diperlukannya makanan yang praktis, mudah, cepat cara penyajiannya serta bergizi. Healthy Food Bar (HFB) merupakan produk yang mempertimbangkan nilai gizi yang tinggi dan praktis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh secara simultan dan parsial variabel dalam marketing mix (atribut produk, harga, saluran distribusi, promosi, orang, proses, lingkungan fisik) serta dalam perilaku konsumen (faktor  lingkungan, individu, psikologis) terhadap keputusan pembelian HFB. Hasil penelitian dari 100 responden menunjukan variabel marketing mix (produk, harga, saluran distribusi, promosi, orang, proses, lingkungan fisik) dan perilaku konsumen (faktor lingkungan, individu, psikologis) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk HFB. Secara parsial variabel marketing mix (produk, harga, saluran distribusi, promosi, orang, proses) dan variabel perilaku konsumen (faktor lingkungan, individu, psikologis) berpengaruh signifikan sedangkan variabel lingkungn fisik berpengaruh tidak signifikan terhadap keputusan pembelian produk HFB.Kata kunci : Healthy Food Bar, Marketing Mix, Perilaku Konsumen, Regresi Linier Berganda
Kemitraan di Sektor Pelabuhan Dalam Mendukung Jasa Pelayanan di Pelabuhan (Analisis Pelaksanaan Kemitraan di Pelabuhan Yos Sudarso Antara PT. Pelindo IV Cabang Ambon Dengan Pemerintah Kota Ambon) Rizki Nurjannah Derlen; Sumartono Sumartono; Hermawan Hermawan
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 18 No. 1 (2015)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (963.82 KB) | DOI: 10.21776/ub.wacana.2015.018.01.7

Abstract

Pelayanan publik yang berkualitas dalam sektor pelayanan jasa pelabuhan dihasilkan melalui kemitraan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk kemitraan yang terjalin antara PT. Pelindo IV cabang Ambon dengan pemerintah kota Ambon, mendeskripsikan dan menganalisa pelaksanaan kemitraan serta menjelaskan faktor pendukung dan penghambat dalam penyelenggaraan kemitraan antara PT Pelindo IV cabang Ambon dengan pemerintah kota Ambon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Bentuk kemitraan yang dibangun antara PT Pelindo IV cabang Ambon dengan pemerintah kota Ambon memiliki kecenderungan ke bentuk kerjasama consortia. Pihak-pihak yang terlibat dalam kemitraan ini adalah PT Pelindo IV cabang Ambon sebagai pemilik sumber daya modal, Pemerintah Kota Ambon sebagai pemilik sumber daya lahan, perusahaan pelayaran sebagai pengguna jasa lapangan penumpukan peti kemas yang dimitrakan dan masyarakat Kota Ambon sebagai konsumen dari barang yang didistribusikan melalui jasa pelayanan pelabuhan. Faktor pendukung kemitraan ini yaitu adanya arus bongkar muat barang yang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan dan ketersediaan lahan. Faktor penghambat kemitraan ini yaitu masih belum selesainya proses pengkajian terhadap rencana relokasi pasar Nusaniwe, Belum adanya sosialisasi secara resmi dari Pemerintah Kota Ambon terkait relokasi pedagang pasar Nusaniwe, Masih diberlakukannya retribusi karcis di pasar Nusaniwe, Kurangnya koordinasi dan sinkronisasi antara Pemerintah Kota Ambon dengan PT Pelindo IV cabang Ambon sehingga rencana kemitraan ini menjadi terhambat.Kata kunci : kemitraan, pelayanan jasa, sektor pelabuhan
Implementation of Compulsory Study 12 Year Policy to Increase Education Quality in Kudus Regency Asih Widi Lestari; Andy Fefta Wijaya; Siti Rochmah
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 18 No. 1 (2015)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1023.002 KB) | DOI: 10.21776/ub.wacana.2015.018.01.1

Abstract

Education is an important instrument in improving the human resources quality. Kudus Regency has implemented compulsory study since 2010 through Kudus Regency Regional Regulation Number 2/ 2010 about Compulsory Study 12 (Twelve) Years. While, Central Government issued compulsory study 12 year policy in June 2013 through Ministry of Education and Culture Regulation Number 80/2013 about Universal Secondary Education. Obviously, this is a bold step of Kudus Regency Government in improving the education quality at Kudus Regency. The research objectives are: to know, analyze, and describe about Implementation of compulsory study 12 years policy to increase education in Kudus Regency; and to know, analyze, and describe about supporting and inhibiting factors toward implementation of compulsory study 12 years policy to increase education quality in Kudus Regency. This research resulted that the implementation compulsory study 12 years policy in Kudus Regency has been successfully, viewed from the actor that completely carry out their duties and responsibilities; the existence of funding and programs from Kudus Regency Government and Central Government is supporting the mechanism implementation in accordance with the provisions. The compulsory study 12 years policy in Kudus Regency had positive impact in improving the education quality at Kudus Regency, it is seen from the increase of Gross Enrollment Ratio (GER) for secondary education from 60% in 2008 to 80,59% in 2013. The success in improving the education quality is also seen from achievement of Kudus Regency in obtained champions in various championships. The supporting factors are The content of the Kudus Regency Regional Regulation Number 2/ 2010 about Compulsory Study 12 Years and the Minister of Education and Culture Regulation Number 80/ 2013 about Universal Secondary Education which clear and easy to understand; the willingness of Kudus Society in receiving the compulsory study 12 years policy; the support funding and scholarships provided by Kudus Regency Government and Central Government. And the inhibiting factors are lack of quality and quantity of human resources (teachers) in Kudus Regency; lack of facilities and infrastructure in supporting the education; the facilities and infrastructure referred is the practice equipments for students that expensive; inequality in educational development at Kudus Regency, especially in rural area; the mindset of Kudus Regency society who ignore the education, especially in rural area; unpredictable conditions such as flood that rather frequently in Kudus, so that damage the education infrastructure. Keyword: Compulsory Study 12 Year Policy, Education Quality, Kudus Regency

Filter by Year

2009 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 29 No. 1 (2026): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 28 No. 4 (2025): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 28 No. 3 (2025): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 28 No. 2 (2025): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 28 No. 1 (2025) Vol. 28 No. 1 (2025): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 27 No. 4 (2024) Vol. 27 No. 3 (2024) Vol. 27 No. 2 (2024) Vol. 26 No. 4 (2023): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 26 No. 3 (2023): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 26 No. 2 (2023): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 26 No. 1 (2023): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 25 No. 4 (2022) Vol. 25 No. 3 (2022) Vol. 25 No. 2 (2022) Vol. 25 No. 1 (2022) Vol. 24 No. 4 (2021) Vol. 24 No. 3 (2021) Vol. 24 No. 2 (2021) Vol. 24 No. 1 (2021) Vol. 23 No. 4 (2020) Vol. 23 No. 3 (2020) Vol. 23 No. 2 (2020) Vol. 23 No. 1 (2020) Vol. 22 No. 4 (2019) Vol. 22 No. 3 (2019) Vol. 22 No. 2 (2019) Vol. 22 No. 1 (2019) Vol. 21 No. 4 (2018) Vol. 21 No. 3 (2018) Vol. 21 No. 2 (2018) Vol. 21 No. 1 (2018) Vol. 20 No. 4 (2017) Vol. 20 No. 3 (2017) Vol. 20 No. 2 (2017) Vol. 20 No. 1 (2017) Vol. 19 No. 4 (2016) Vol. 19 No. 3 (2016) Vol. 19 No. 2 (2016) Vol. 19 No. 1 (2016) Vol. 18 No. 4 (2015) Vol. 18 No. 3 (2015) Vol. 18 No. 2 (2015) Vol. 18 No. 1 (2015) Vol. 17 No. 4 (2014) Vol. 17 No. 3 (2014) Vol. 17 No. 2 (2014) Vol. 17 No. 1 (2014) Vol. 16 No. 4 (2013) Vol. 16 No. 3 (2013) Vol 16, No 2 (2013) Vol. 16 No. 2 (2013) Vol. 16 No. 1 (2013) Vol. 15 No. 4 (2012) Vol. 15 No. 3 (2012) Vol 15, No 2 (2012) Vol. 15 No. 2 (2012) Vol. 15 No. 1 (2012) Vol 15, No 1 (2012) Vol. 14 No. 4 (2011) Vol. 14 No. 3 (2011) Vol. 14 No. 2 (2011) Vol. 14 No. 1 (2011) Vol. 13 No. 4 (2010) Vol 13, No 4 (2010) Vol. 13 No. 3 (2010) Vol. 13 No. 2 (2010) Vol 13, No 2 (2010) Vol. 13 No. 1 (2010) Vol. 12 No. 4 (2009) Vol. 12 No. 3 (2009) Vol. 12 No. 2 (2009) Vol. 12 No. 1 (2009) More Issue