cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ketahanan Nasional
ISSN : 08539340     EISSN : 25279688     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 527 Documents
Reformasi Yang Diperlukan Bangsa Indonesia Sayidimin Suryohadiprojo
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 11, No 1 (2006)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22107

Abstract

Gerakan Reformasi 1998Pada tahun 1997 Indonesia mengalami pukulan Krisis Ekonomi yang amat berat. Ketika itu negara-negara Asia Tenggara mengalami pukulan ekonomi yang berat. Mula-mula pada pertengahan 1997 yang terpukul adalah Malay-sia, tidak lama kemudian diikuti oleh Thailand. Para pejabat IMF yang selalu membimbing dan mengawasi perkembangan ekonomi Indonesia mengatakan bahwa Indonesia tidak akan turut terpukul karena dasar-dasar ekonomi Indonesia sehat dan kuat. Tentu saja mereka mengatakan demikian karena perkembangan ekonomi Indonesia banyak dipenaruhi kehendak IMF. Akan tetapi mereka salah sekali, sebab Indo-nesia pun tidak bebas dari pukulan ekonomi yang akibatknya malahan jauh lebih parah dari pada yang dialami Malaysia dan Thailand. Indonesia benar-benar berada dalam Krisis Ekonomi yang kemudian tidak dapat diatasi secara cepat.
WAWASAN NUSANTARA DAN KETAHANAN NASIONAL DALAM KEHIDUPAN NASIONAL DAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN H. - Budisantoso
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 2, No 3 (1997)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.11609

Abstract

Manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa yang berbudaya, sejak zaman dahulu hidup bermasyarakat, berkelompok-kelompok. Atas Dasar berbagai kesamaan dan kesepakatan, kelompok-kelompok masyarakat tersebut membentuk bangsa. Bangsa yang telah menegara(membentuk negara bangsa (nation state) pada masa lalu, dapat ditarik kesimpulan bahwa negara bangsa yang berjaya(berhasil) dalam mewujudkan cita-cita dan mencapai tujuan nasionalnya, adalah bangsa yang mampu memadukan pemikiran, sikap dan tindakan disertai kekuatan, tekad dan semangat bangsa,yang bahu membahu berjuang bersama demi tercapainya cita-cita dan tujuan yang mereka inginkan. Kepentingan nasional mereka utamakan melebihi kepentingan pribadi, kepentingan kelompok, golongan, dan kedaerahan. Keterpaduan upaya yang disertai dengan tekad dan semngat yang tinggi ini di dasarkan adanya kesamaan persepsi dan cara pandang atau biasa disebut wawasan dalam mencapai tujuan nasional.
Manusia: Pembawa Dan Penyebab, Pereka Dan Pemecah Problem T Jacob
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 5, No 2 (2000)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.23273

Abstract

Munculnya manusia di dunia merupakan suatu peristiwa yang penting kalau kita tinjau secara retrospektif. Mula-mula mungkin tidak berdampak apa-apa terhadap lingkungannya, tetapi beberapa juts tahun kemudian ternyata bersifat negatif terhadap makhluk hidup yang lain dan lingkungan fisiknya. Memang pernah terjadi perubahan lingkungan yang berskala besar oleh suatu spesies hewan lain, tetapi tidaklah sehebat dan seluas yang disebabkan oleh manusia, terutama dalam abad-abad belakangan, sesudah manusia bertambah juinlahnya dengan pesat, mengembangkan teknologi tinggi dan menyebar ke hampir seluruh permukaan bumi
AGRESIVITAS AMERIKA AGENDA BARU KETAHANAN NASIONAL DALAM ERA GLOBALISASI Nanang Pamuji Mugasejati
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 4, No 1 (1999)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.12016

Abstract

Sejak dunia mengalami proses globalisasi, sebenarnya ruang lingkup studi "ketahanan nasional " memasuki periode baru. Salah satu masalah yang penting dipahami adalah bahwa secara politik internasional, globalisasi , bukanlah merupakan proses yang bekerja secara otomatis berupaya menggerakkan globalisasi ini baik di tingkat ideologi (melalui publikasi atau penyebaran gagasan yang mengagungkan proses globalisasi ini ) atau pada dataran politik(melalui terkenan untuk liberalisasi ekonomi bagi negara-negara di dunia)
Strategi Integrasi Pendidikan Kebencanaan Dalam Optimalisasi Ketahanan Masyarakat Menghadapi Bencana Erupsi Gunung Merapi Zela Septikasari; Yulia Ayriza
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 24, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.33142

Abstract

ABSTRACTThe objectives of this research were  to analyzed the disaster education integration strategy in primary school in disaster-prone area III of Sleman Regency, and  to analyzed the implications of disaster education in the community resilience to faced the eruption of Mount Merapi. The research was conducted with using  qualitative research with primary data collection techniques through in-depth interviews, observation, and documentation. The results showed that primary schools of disaster alert schools in disaster-prone areas III of Sleman District had undertaken various strategies in the integration of disaster education. Disaster education integration strategies include  (1).  Disaster education integration strategy using newspapers as instructional media, (2). Disaster education integration strategy with real object media by bringing students to the object directly, (3). Disaster education integration strategy by using the media images and student worksheet random word volcano eruption of Mount Merapi. Disaster education integration strategies implemented could improve students' disaster knowledge and skills in coping with disasters to be transferred to families, thereby maximizing the community resilience in the face of disasters. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah  untuk  menganalisis strategi integrasi pendidikan kebencanaan pada sekolah dasar pada kawasan rawan bencana III Kabupaten Sleman, dan untuk  menganalisis implikasi pendidikan kebencanaan dalam  ketahanan masyarakat menghadapi bencana erupsi Gunung Merapi.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pengumpulan data wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah dasar sekolah siaga bencana pada KRB III Kabupaten Sleman telah melakukan berbagai macam strategi dalam integrasi pendidikan kebencanaan. Strategi integrasi pendidikan kebencanaan yang dilakukan adalah (1). Strategi integrasi pendidikan kebencanaan dengan menggunakan surat kabar sebagai media pembelajaran, (2). Strategi integrasi pendidikan kebencanaan dengan media obyek nyata dengan membawa siswa ke obyek secara langsung, (3). Strategi integrasi pendidikan kebencanaan dengan menggunakan media gambar dan LKS acak kata bencana erupsi Gunung Merapi. Strategi integrasi pendidikan kebencanaan yang dilaksanakan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menghadapi bencana yang akan ditransfer pada keluarga, sehingga akan memaksimalkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana. 
Nasionalisme Dan Masa Depan Bangsa Indonesia Wahyono S K
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 13, No 3 (2008)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22182

Abstract

Memasuki tahun 2009 bangsa Indonesia men ghadapi sedikitnya tiga tantangan yang berat, pertama adalah krisis ekonomi dunia yang berdampak negatif terhadap ekonomi Indonesia, kedua adalah pernilihan umum untuk memilih para pemim pin baru bangsa Indonesia baik untuk anggota legislatif mau pun Presiden dan Wakil Presiden yang harus dapat membawa bangsa Indonesia keluar dari berbagai kemelut akibat kriris ekonomi dunia dan melanjutkan pembangunan nasional yang sekarang terbengkalai, dan ketiga adalah membangkitkan kembali semangat nasional- isme bangsa Indonesia untuk bersatu padu dalam pikiran, tekad dan tindakan untuk menjadikan bangsa Indonesia ban gsa yang merdeka, bersatu dan berdaulat yang mampu berdiri tegak di antara ban gsa- ban gsa maju di dunia.
Ketahanan Nasional Indonesia Suyidiman Suryohadiprojo
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 2, No 1 (1997)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.19163

Abstract

Konsep Ketahanan Nasional pada dasarnya mirip konsep keamanan komprehensif yang telah kita bahas pada tulisan terdahului. Kemiripan tersebut, terutama terletak pada sifatnya yang bersifat semesta atau total. Akan tetapi berbeda dengan konsep keamanan komprehensif, konsep Ketahanan Nasional merupakan konsep yang lebih luas cakupannya. Jika Keamanan Komprehensif semata-mata digunakan untuk menghadapi satu benturan fisik dengan luar negeri, maka Ketahanan Nasional di samping digunakan untuk menghadapi agresi dari luar, juga dimaksudkan untuk mengatasi seluruh tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang dialami satu bangsa dalam memperjuangkan kepentingan nasional dan kelangsungan hidupnya.
Peran Strategi Pers Dalam Memperkuat Ketahanan Nasional Tarman Azzam
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 15, No 3 (2010)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22668

Abstract

Krisis moneter yang menerpa Indonesia tahun 1997 berkembang menjadi krisis multidimensi, menyebabkan meletusnya era reformasi dengan runtuhnya rezim Orde Baru tahun 1998, ditandai mundurnya Presiden Soeharto diganti Wapres B. J. Habibie menjadi Presiden RI ketiga. Krisis itu terutama tahun 1997-1999, pusaran awal era reformasi. Ketahanan Nasional saat itu pada titik nadir, nasib Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam taruhan tetap berdiri atau ambruk sebagai nation state. Saat itu berbagai demonstrasi meletus, mencaci-maki rezim berkuasa, menghujat Orde Baru yang gagal memakmurkan rakyat, menuntut segera diatasinya krisis dan ditegakkannya hukum yang keras atas para koruptor. Pemerintah pun limbung, tidak mampu memenuhi rakyat, tidak berdaya merespons perubahan zaman, dan gagal mengatasi krisis. Akibatnya masyarakat kian kecewa dan frustrasi, maka meletuslah kemarahan yang menimbulkan chaos dan anarchy. Semua kejadian itu diliput lengkap oleh pers, tanpa tedheng aling­aling, berani dan gamblang, yang sangat dirasakan man­faatnya oleh masyarakat, terutama demi memenuhi hak rakyat untuk tahu (the people's right to know). Peranan pers sangat penting dan strategis dalam memperkuat Ketahanan Nasional. Ada korelasi yang sinergi dan konver­gensi antara pers dan Ketahanan Nasional dalam memper­kokoh dan memakmurkan kepentingan nasional, dan akan membimbing negara bangsa dalam mencapai ketahanan nasional yang tangguh.
Pancasila Dan Kebangsaan Dalam Masyarakat Majemuk Dengan Keanekaragaman Kebudayaan S Budhisantosa
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 7, No 2 (2002)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22078

Abstract

Kebanyakan negara yang baru merdeka sejak perang dunia yang lalu menghadapi masalah yang berkepanjangan dalam memperjuangkan pengakuan kesetaraan dalam pergaulan internasional (equality) sebagai bangsa berdaulat. Di samping hambatan yang ditimbulkan oleh sementara negara kolonial yang ingin mempertahankan pengaruhnya, kebanyakan negara yang baru merdeka itu menghadapi masalah dalam negeri yang tidak kalah beratnya. Oleh karena itu mereka harus berjuang untuk membebaskan diri dari sisa-sisa pengaruh kekuasaan kolonial, memperkuat persatuan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan warganya, di samping membangun administrasi pemerintahan yang efektif dan mengembangkan kebudayaan nasional.
Tegaknya Ketahanan Nasional Untuk Menjamin Keu Tuhan Negara Kesatuan Ri H Budisantoso
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 5, No 3 (2000)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.19187

Abstract

Kondisi obyektif bangsa dan negara RI sangat heterogen. Bangsa Indonesia terdiri lebih dari 200 suku bangsa dengan beragam bahasa, agama dan adat istiadatnya, tersebar tidak merata di pulau-pulau besar dan kecil. Wilayah RI sangat luas terdiri lebih dari 17.000 pulau besar kecil beserta laut teritorial dan yurisdiksi nasional. Kondisi tersebut, di samping merupakan kekayaan bangsa, juga mengandung kerazvanan yang dapat menjadi sumber disintegrasi bangsa dan negara. Oleh karena itu kita perlu memahami kearifan dari The Founding Fathers (Pendiri Negara) kita, bahzva mereka sangat menekankan pentingnya persatuan bangsa dan keutuhan (kesatuan) zvilayah nasional. Penekanan pen­tingnya persatuan dan kesatuan nasional tersebut, dirumus­kan dalam Pancasila, lambang negara, LIUD 1945, lagu Kebangsaan Indonesia Raya, yang mengandung banyak nilai-nilai persatuan bangsa dan keutuhan wilayah. Nilai­nilai tersebut antara lain: Negara Indonesia ialah negara kesatuan, pemerintahan yang kuat, presiden dan wakil presiden dipilih oleh MPR, kedaulatan rakyat (demokrasi) yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan lain-lain.

Filter by Year

1996 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 3 (2025) Vol 31, No 2 (2025) Vol 31, No 1 (2025) Vol 30, No 3 (2024) Vol 30, No 2 (2024) Vol 30, No 1 (2024) Vol 29, No 3 (2023) Vol 29, No 2 (2023) Vol 29, No 1 (2023) Vol 28, No 3 (2022) Vol 28, No 2 (2022) Vol 28, No 1 (2022) Vol 27, No 3 (2021) Vol 27, No 2 (2021) Vol 27, No 1 (2021) Vol 26, No 3 (2020) Vol 26, No 2 (2020) Vol 26, No 1 (2020) Vol 25, No 3 (2019) Vol 25, No 2 (2019) Vol 25, No 1 (2019) Vol 24, No 3 (2018) Vol 24, No 2 (2018) Vol 24, No 1 (2018) Vol 23, No 3 (2017) Vol 23, No 2 (2017) Vol 23, No 1 (2017) Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 1 (2015) Vol 21, No 1 (2015) VOL. XXI, NO. 1 APRIL 2015 Vol 20, No 3 (2014) Vol 20, No 2 (2014) Vol 20, No 1 (2014) Vol. XX, No. 3, Desember 2014 VOL. XX, NO. 2, AGUSTUS 2014 VOL. XX, NO. 1, APRIL 2014 Vol 19, No 3 (2013) Vol 19, No 2 (2013) Vol 19, No 1 (2013) VOL. XIX, NO. 3, DESEMBER 2013 VOL. XIX, NO. 2, AGUSTUS 2013 VOL. XIX, NO. 1, APRIL 2013 Vol 17, No 3 (2012) Vol 17, No 2 (2012) Vol 17, No 1 (2012) Vol 16, No 3 (2011) Vol 16, No 2 (2011) Vol 16, No 1 (2011) Vol 15, No 3 (2010) Vol 15, No 2 (2010) Vol 15, No 1 (2010) Vol 14, No 3 (2009) Vol 14, No 2 (2009) Vol 14, No 1 (2009) Vol 13, No 3 (2008) Vol 13, No 2 (2008) Vol 13, No 1 (2008) Vol 12, No 3 (2007) Vol 12, No 2 (2007) Vol 12, No 1 (2007) Vol 11, No 3 (2006) Vol 11, No 2 (2006) Vol 11, No 1 (2006) Vol 10, No 3 (2005) Vol 10, No 2 (2005) Vol 10, No 1 (2005) Vol 9, No 3 (2004) Vol 9, No 2 (2004) Vol 9, No 1 (2004) Vol 8, No 3 (2003) Vol 8, No 2 (2003) Vol 8, No 1 (2003) Vol 7, No 3 (2002) Vol 7, No 2 (2002) Vol 7, No 1 (2002) Vol 6, No 3 (2001) Vol 6, No 2 (2001) Vol 6, No 1 (2001) Vol 5, No 3 (2000) Vol 5, No 2 (2000) Vol 5, No 1 (2000) Vol 4, No 3 (1999) Vol 4, No 2 (1999) Vol 4, No 1 (1999) Vol 3, No 3 (1998) Vol 3, No 2 (1998) Vol 3, No 1 (1998) Vol 2, No 3 (1997) Vol 2, No 2 (1997) Vol 2, No 1 (1997) Vol 1, No 1 (1996) More Issue