cover
Contact Name
Dr. Anna Fitri Hindriana, M.Si
Contact Email
anna@uniku.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
quagga.prodibio@uniku.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Quagga
Published by Universitas Kuningan
ISSN : 19073089     EISSN : 26155869     DOI : -
Core Subject : Education,
The Quagga Journal (p-ISSN 1907-3089; e-ISSN 2615-5869) is a journal managed by the Biological Education Study Program, Faculty of Teachers Training and Education Universitas Kuningan (FKIP UNIKU). This journal is issued twice a year (January and July) publishing articles from analytical studies and studies in the fields of educational and biological sciences.
Arjuna Subject : -
Articles 186 Documents
EVALUASI PROGRAM KULIAH LAPANGAN EKOLOGI HEWAN PADA SEBUAH UNIVERSITAS SWASTA DI KABUPATEN KUNINGAN JAWABARAT Zaenal Abidin
Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 9, No 02 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v9i02.941

Abstract

Mata kuliah ekologi hewan merupakan salah satu mata kuliah yang diberikan kepada mahasiswa program studi pendidikan biologi yang mewajibkan dilaksanakannya program kuliah lapangan. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pelaksanaan kuliah lapangan mata kuliah ekologi hewan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian evaluatif, dengan menggunakan model evaluasi CIPP (Contex-Input-Proses-Product) yang dikembangkan oleh Stufflebeam. Pengumpulan data dilakukan melalui metode kuesioner, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Evaluasi Konteks : mahasiswa umumnya (92,4%) memahami tujuan kuliah lapangan dan mampu mencapai tujuan kuliah lapangan yang telah ditetapkan oleh dosen; (2) Evaluasi Input : mahasiswa umumnya (83,31%) puas terhadap panduan kuliah lapangan yang diberi oleh dosen, sarana prasarana yang dipergunakan, berdampak pada perkembangan kemampuan penguasaan materi perkuliahan, dan lebih bergairah untuk mempelajari lebih dalam tentang materi-materi yang ada di dalam mata kuliah ekologi hewan; (3) Evaluasi Proses : mahasiswa umumnya (82,00) puas terhadap proses pelaksanaan kuliah lapangan; (4) Evaluasi Produk : sebanyak 71,95 % mahasiswa puas terhadap produk kuliah lapangan. Berdasarkan hasil penelitian evaluasi program ditemukan bahwa pelaksanaan kuliah lapangan ekologi hewan dapat memenuhi dari segi harapan mahasiswa, akademik, dan rekreasi.Kata Kunci : evaluasi program, CIPP, kuliah lapangan
PENERAPAN MODEL SINEKTIK UNTUK MEMINIMALISIR KONSEP ABSTRAK MATERI SISTEM SARAF SERTA PENGARUHNYA TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS XI IPA DI SMA NEGERI 1 CILIMUS Nita Nurokhmah; Ilah Nurlaelah; Ina Setiawati
Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v8i2.834

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah masih rendahnya keterampilan berpikir kreatif siswa serta persepsi siswa yang menganggap bahwa konsep biologi merupakan konsep yang bersifat abstrak. Hal tersebut dikarenakan proses pembelajaran masih bersifat teacher centered learning dan rendahnya motivasi belajar siswa sehingga siswa masih merasa kesulitan dalam memahami materi biologi serta keterampilan berpikir siswa yang kurang terlatih khususnya keterampilan berpikir kreatifnya. Keterampilan berpikir kreatif  merupakan salah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh setiap siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model sinektik dalam meminimalisir konsep abstrak materi sistem saraf serta pengaruhnya terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa kelas XI IPA di SMA Negeri 1 Cilimus. Penelitian ini merupakan penelitian experimental. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan desain posttest only control design. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA di SMA Negeri 1 Cilimus Tahun Ajaran 2015/2016 sebanyak 5 kelas. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Sampel penelitian yang digunakan yaitu kelas XI IPA 3 sebagai kelas eksperimen dan XI IPA 1 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dengan menggunakan tes essay, lembar observasi model sinektik dan angket. Uji hipotesis dengan menggunakan uji t didapatkan p 0,05 yaitu 0,000 0,05 yang artinya penerapan model sinektik dapat meminimalisir konsep abstrak materi sistem saraf serta berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa kelas XI IPA di SMA Negeri 1 Cilimus.Kata Kunci :  Model Sinektik, Keterampilan Berpikir Kreatif, Konsep Abstrak
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI ENERGI LISTRIK MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK Dede Dahyo
Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 9, No 02 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v9i02.751

Abstract

Penelitian tindakan kelas  ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil ketuntasan siswa pada materi hubungan energi dan daya listrik hanya mencapai 58% dari jumlah 33 siswa. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan terhadap siswa kelas IX di SMP Negeri 2 Pasawahan Kabupaten Kuningan. Solusi tindakan yang digunakan adalah dengan menerapkan pendekatan saintifik sehingga memfokuskan siswa untuk mencari dan menggali sendiri informasi dan solusi dari masalah yang dihadapi dari materi energy listrik. . Penelitian ini dinyatakan berhasil bila kriteria ketuntasan mencapai lebih dari 80%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diketahui pada siklus bahwa melalui pendekatan saintifik pada materi energy listrik nilai KKM siswa meningkat menjadi 76% dan pada siklus kedua KKM siswa meningkat kembali menjadi 91%, maka dengan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan saintifik dapat meningkatkan prestasi siswa pada materi energy listrik pada siswa kelas IX SMP Negeri 2 Pasawahan Kabupaten Kuningan. Kata Kunci: prestasi belajar  materi energi listrik, pendekatan saintifik.
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS MELALUI IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING PADA MATERI CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP KELAS VII SMP NEGERI 1 KADUGEDE Riana, Angga; Dirdjosoemarto, Soendjojo; Nurlaelah, Ilah
Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v8i1.825

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa melalui implementasi metode discovery learning. Keterampilan proses sains yang digunakan dalam penelitian ini meliputi keterampilan mengamati, mengklasifika-sikan, berhipotesis, dan berkomunikasi. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Kadugede dengan metode quasi experiment yang menggunakan desain Nonequivalent Control Group Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan simplerandom sampling. Sampel penelitian meliputi kelompok eksperimen berjumlah 39 siswa dengan menggunakan metode discovery learning dan kelompok kontrol 40 siswa dengan menggunakan metode konvensional (ceramah). Tes uraian diberikan pada saat pretest dan posttest. Dari hasil pengolahan data menunjukkan bahwa pengetahuan awal siswa tidak berbeda nyata antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, maka untuk mengetahui adanya pengaruh akibat dari perlakuan yang diberikan terhadap kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menggunakan data posttest. Pengujian hipotesis berdasarkan perhitungan dengan menggunakan uji t diperoleh hasil thitung  6,1256 dan ttabel 1,6649 ini berarti thitung ttabel. Hal tersebut menunjukkan terdapat peningkatan keterampilan proses sains siswa melalui implementasi metode discovery learning. Berdasarkan penelitian di atas, metode pembelajaran discovery learning dapat meningkatkan keterampilan proses sains (KPS) siswa.Kata kunci : Metode discovery learning, Keterampilan Proses Sains (KPS)
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH DENGAN STRATEGI IDEAL MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA MATERI KELENJAR ENDOKRIN Widiantie, Rahma; Lismaya, lilis
Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 9, No 01 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v9i01.515

Abstract

Keterampilan memecahkan masalah merupakan salah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh mahasiswa untuk menghadapi persaingan dan perkembangan zaman. Mahasiswa mengalami kesulitan dalam proses menyelesaikan permasalahan pembelajaran sehingga dibutuhkan cara atau strategi pemecahan masalah yang tepat untuk meningkatkan keterampilan memecahkan masalah mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peningkatan keterampilan memecahkan masalah mahasiswa melalui strategi IDEAL pembelajaran berbasis masalah.  Metode penelitian yang digunakan adalah weak experiment dengan desain penelitian The One-Group Pretest-Posttest Design. Sampel yang digunakan adalah mahasiswa semester VI yang menempuh mata kuliah endokrinologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan keterampilan memecahkan masalah dengan indeks N-Gain 0,3 termasuk kategori sedang dan hasil postesnya lebih tinggi dibandingkan dengan nilai KKM mata kuliah endokrinologi. Hasil uji t menunjukkan hipotesis diterima, artinya terdapat peningkatan keterampilan memecahkan masalah mahasiswa melalui penerapan strategi IDEAL pembelajaran berbasis masalah . Hasil analisis keterampilan memecahkan masalah berdasarkan rubric penilaian, yaitu rata-rata skor 2,2 dalam kategori baik, artinya mahasiswa mempunyai keterampilan dalam mengidentifikasi masalah, menentukan tujuan memecahkan masalah, mencari banyak alternative solusi, menentukan solusi yang terbaik namun lemah dalam mengevaluasi proses memecahkan masalahnya sesuai dengan tujuan yang ditentukan. Penerapan strategi IDEAL pembelajaran berbasis masalah dapat digunakan sebagai alternatif dalam upaya meningkatkan keterampilan memecahkan masalah mahasiswa karena langkah-langkahnya memudahkan siswa dalam memecahkan masalah pembelajaran.Kata kunci: Keterampilan Pemecahan Masalah, Peningkatan, Pembelajaran Berbasis Masalah, Strategi IDEAL
PENERAPAN METODE GALLERY WALK TERHADAP KREATIVITAS SISWA PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KELAS X SMA NEGERI 1 GEGESIK Retno Rakhmayanti; Anna Fitri Hindriana; Handayani Handayani
Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v10i2.1252

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan metode Gallery Walk terhadap kreativitas siswa dengan menggunakan metode True Eksperimen post-test Only Control Design. Penelitian ini juga menggunakan Peer Assesment untuk menilai proses pembuatan produk antar teman, Angket digunakan untuk mengetahui respon siswa terhadap metode pembelajaran Populasi  penelitian adalah seluruh siswa kelas X IPA SMA Negeri 1 Gegesik Tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 194 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan Cluster Random Sampling, dibagi menjadi 2 kelompok kelas, yaitu kelas metode Gallery Walk sebanyak 40 siswa dan kelas metode Proyek sebanyak 40 siswa. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi penilaian kreativitas produk, lembar observasi penilaian antar teman dan angket. Hipotesis diuji menggunakan uji statistik nonparametrik wilcoxon, Peer Assesment dan angket menggunakan presentasi hasil . Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai uji wilcoxon adalah R# 820 Z 7,7 yang artinya ada pengaruh penerapan metode Gallery Walk terhadap kreativitas siswa. Hasil Peer Assesment menunjukkan presentasi 100 % untuk semua indikator pada kelas ekspeimen yang artinya peer assesment ini sangat baik digunakan pada metode Gallery Walk. Sedangkan untuk hasil Angket menunjukkan presentasi 90% untuk proses pembelajaran, 88,75% untuk kecocokan Metode Galley Walk terhadap materi, 87,5% untuk kelebihan metode Gallery Walk, 5% untuk kekurangan metode Gallery Walk. Kata kunci : Gallery Walk, Kreativitas
KEANEKARAGAMAN PHYTOPLANKTON DI SITU BALONG KAMBANG DESA PASAWAHAN KECAMATAN PASAWAHAN KABUPATEN KUNINGAN Nadea Novasaraseta; Zaenal Abidin; Edi Junaedi
Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 10, No 01 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v10i01.806

Abstract

Phytoplankton dapat digunakan sebagai bioindikator kualitas air. Penelitian tentang Keanekaragaman phytoplankton di Situ Balong Kambang Desa Pasawahan Kecamatan Pasawahan Kabupaten Kuningan bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman phytoplankton sebagai bioindikator kualitas air. Penentuan stasiun pengambilan sampel phytoplankton menggunakan metode sampling sistematis dan penghitungan populasi ikan dewa dengan menggunakan metode kuadran.  Peneliti menetapkan 5 stasiun. Parameter fisika-kimia yang di ukur adalah kecepatan arus, intensitas cahaya, suhu, DO, BOD, dan pH. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dalam indeks biologi, seperti indeks keanekaragaman, indeks dominansi, indeks keseragaman, dan indeks kelimpahan. Hasil identifikasi phytoplankton ditemukan 27 genus dari 4 divisi utama yaitu Chlorophyta (10 genus), Cyanophyta (3 genus), Bacillariophyta (12 genus), dan Cyanobacteria (2 genus). Indeks Keanekaragaman (H’) berkisar antara 2,33 - 2,61 berarti komunitas biota dalam keadaan sedang. Kelimpahan phytoplankton (N) berkisar antara 1191 sel/liter sampai 623 sel/liter yang tergolong rendah. Indeks Keseragaman (J) berkisar antara 0,69 - 0,76 yang berarti memiliki nilai keseragaman stabil. dan Indeks Dominansi berkisar antara 0,11 - 0,13 berarti dari semua spesies di stasiun tidak ada yang mendominansi. Hasil analisis regresi linier sederhana kelimpahan phytoplankton dengan kelimpahan ikan dewa tidak signifikan, begitupun dengan nilai parameter fisika-kimia dengan keanekaragaman phytoplankton karena nilai Fhit Ftab.Kata Kunci : Keanekaragaman Phytoplankton, Kualitas air, Indeks Biologi, Perairan Balong Kambang
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PJBL) TERHADAP KREATIVITAS DAN PREATASI BELAJAR SISWA KELAS X PADA KONSEP LIMBAH DAN DAUR ULANG LIMBAH DI SMA NEGERI 1 CIAWIGEBANG Rohmah, Soviati; Nurlaelah, Ilah; Setiawati, Ina
Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v8i2.830

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model Project Based Learning (PJBL) terhadap kreativitas dan prestasi belajar serta untuk mengetahui hubungan antara kreativitas dan prestasi belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah Eksperimental design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri 1 Ciawigebang Tahun Ajaran 2015/2016 yang berjumlah 351 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik Cluster Random Sampling, terdapat 2 kelompok sampel yaitu kelas model PJBL sebanyak 38 siswa dan kelas metode proyek sebanyak 38 siswa. Instrumen dalam penelitian ini adalah  assessment kreativitas produk, test uraian kemampuan berpikir kreatif, assessment kinerja PJBL, dan angket siswa. Uji hipotesis dengan menggunakan uji statistik nonparametrik dalam hal ini untuk uji hipotesis pengaruh penerapan PJBL terhadap kreativitas produk menggunakan uji Wilcoxon didapatkan ZhitungZ(0,025) yaitu 5,11,98 artinya ada pengaruh penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PJBL) terhadap kreativitas siswa dan uji hipotesis pengaruh penerapan model Project Based Learning (PJBL) terhadap prestasi belajar didapatkan ZhitungZ(0,025) yaitu 4,81,98 yang artinya ada pengaruh model Project Based Learning (PJBL) terhadap prestasi belajar siswa, serta uji koefisien korelasi untuk mengetahui hubungan kreativitas dan prestasi belajar yang dibelajarkan melalui model PJBL didapatkan rhitungrtabel yaitu 2,92,58 artinya terdapat hubungan antara kreativitas dan prestasi belajar. Kata Kunci : Model Project Based Learning (PJBL), Kreativitas, Prestasi Belajar
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN METAKOGNITIF DENGAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA KONSEP PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KELAS X Lestari, Hanifah Nur; Suganda, Ondi; Widiantie, Rahma
Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 9, No 02 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v9i02.745

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah proses pembelajaran yang tidak bervariasi menyebabkan siswa kurang mengembangkan keterampilan berpikirnya terutama dalam menyadari pengetahuan metakognitifnya. Akibatnya siswa kesulitan memecahkan permasalahan yang diberikan padahal permasalahan yang diberikan merupakan masalah yang nyata dan sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan metakognitif dengan kemampuan pemecahan masalah melalui model Problem Based Learning (PBL) pada konsep pencemaran lingkungan. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Kuningan dengan populasinya adalah seluruh siswa kelas X dan sampel yang digunakan sebanyak 68 siswa yang diambil menggunakan teknik cluster random sampling yang terbagi dalam dua kelas yaitu kelas eksperimen dengan menggunakan model PBL dan kelas kontrol menggunakan model inquiry terbimbing. Desain penelitian ini adalah Posttest Only Control Design. Untuk mengumpulkan data digunakan Metacognitive Awareness Inventory (MAI) dan tes uraian kemampuan pemecahan masalah. Hasil uji t untuk variabel pengetahuan metakognitif menunjukan thitung ttabel  (4,38 2,65) artinya ada perbedaan yang signifikan antara siswa kelas eksperimen pada hasil tes MAI dengan menggunakan model pembelajaran PBL. Hasil penelitian menunjukan pengetahuan metakognitif siswa kelas eksperimen dikategorikan sangat baik dan siswa kelas kontrol hasilnya dikategorikan baik. Hasil uji t untuk variabel kemampuan pemecahan masalah menunjukan thitung ttabel (3,72 2,65) artinya ada perbedaan yang signifikan antara siswa kelas eksperimen pada hasil posttest kemampuan pemecahan masalah menggunakan model pembelajaran PBL. Dalam hasil penelitian ini pada total keseluruhan indikator yang tercapai mendapatkan rata-rata total rubrik yang didapat yaitu 3,1 yang menunjukan kriteria baik, sedangkan pada kelas kontrol mendapatkan rata-rata total rubrik yaitu sebesar 2,9 yang menunjukan kriteria baik juga. Hal ini menunjukan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa sudah mencapai kriteria baik pada tiga indikator. Hasil korelasi diketahui rxy = 0,74 yang berarti memiliki korelasi yang cukup dan berkorelasi positif. Sehingga ada hubungan antara pengetahuan metakognitif siswa dengan kemampuan pemecahan masalah melalui model pembelajaran PBL. Sedangkan rata-rata persentase hasil angket menunjukan 85,29% siswa merespon positif  terhadap pembelajaran menggunakan PBL.
TRENT BIOTIC INDEX (TBI) MAKROZOOBENTOS PADA PERAIRAN LOTIK DI SEKITAR TALAGA REMIS KABUPATEN KUNINGAN Lisdari Hotifah; Zaenal Abidin; Edi Junaedi
Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v8i1.821

Abstract

Penelitian ini berjudul “Trent Biotic Index (TBI) Makrozoobentos  pada Perairan Lotik di Sekitar Talaga Remis Kabupaten Kuningan”. Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana keberadaan makrozoobentos sebagai salah satu biota air yang termasuk sebagai bioindikator terhadap pencemaran air dengan menggunakan pendekatan biologi Trent Biotic Index (TBI). Metode penelitian ini adalah deskriptif yang memberi gambaran tentang kualitas perairan lotik sekitar Talaga Remis dengan TBI untuk setiap stasiun dengan populasi semua makrozoobentos air pada perairan lotik di sekitar Talaga Remis Kabupaten Kuningan dan sampel yang digunakan adalah makrozoobentos yang diambil dengan pemasangan perangkap atau jaring/surber di empat stasiun yang telah ditentukan. Data hasil penelitian ini dianalisis secara kuantitatif dalam penyajian tabel identifikasi makrozoobentos dan nilai indeks biotiknya. Hasil pengukuran nilai DO pada stasiun I adalah 9.5 ppm, stasiun II dan III masing-masing adalah 8.5 ppm, dan stasiun IV adalah 8.7 ppm. Sedangkan untuk nilai BOD pada stasiun I bernilai 0.71, stasiun II dan III masing-masing bernilai 0.61, dan stasiun IV bernilai 0.63. Jenis makrozoobentos yang paling banyak ditemukan pada stasiun I adalah Planaria, stasiun II adalah Serratella, stasiun III adalah Hydropsyche dan Planaria, dan stasiun IV adalah Polypedilum. Sedangkan untuk hasil perhitungan TBI didapatkan nilai untuk stasiun I adalah V yang memiliki nilai BOD paling tinggi, sedangkan stasiun II,III, dan IV adalah IX karena memiliki nilai BOD lebih rendah dibandingkan dengan stasiun I. Nilai BOD lebih tinggi pada stasiun I dikarenakan berdekatan dengan perairan lentik (menggenang) telaga dimana tidak ada arus sehingga polutan yang masuk ke dalam perairan akan tetap terkumpul di sekitar perairan tersebut. Dengan nilai TBI yang didapat maka dapat disimpulkan bahwa kualitas perairan lotik sekitar Talaga Remis masih belum tercemar berat oleh bahan organik. Hal ini disebabkan karena tidak adanya aktivitas manusia yang dapat menyebabkan tercemarnya perairan lotik sekitar Talaga Remis seperti pembuangan limbah. Pencemaran air masih secara alami dan terbatas dari aktivitas pengunjung yang datang ke Talaga Remis.Kata kunci : Trent Biotic Index (TBI), Makrozoobentos, Perairan Lotik, Kualitas air, Talaga Remis

Page 4 of 19 | Total Record : 186