cover
Contact Name
Rahmat Prayogi
Contact Email
rahmat.prayogi91@gmail.com
Phone
+6282282742253
Journal Mail Official
bindounila@gmail.com
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Ir. Sumantri Brojonegoro, Gedong Meneng, Kec. Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Lampung 35145
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kata: Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23388153     EISSN : 27981665     DOI : https://doi.org/10.23960/kata
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian bidang pendidikan bahasa dan sastra, meliputi linguistik teoritis, linguistik terapan, linguistik lintas disiplin, tradisi lisan, filologi, semiotika, sastra murni, sastra terapan, sastra lintas disiplin, serta sastra dan politik identitas.
Articles 554 Documents
Fungsi Latar Pingkan Melipat Jarak dan Rancangan Pembelajarannya di SMA Kelas XII Shinta Wulandari; Kahfie Nazaruddin; Munaris Munaris
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 1 Jan (2018)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.784 KB)

Abstract

The purpose of this research was to describe the function setting in order to support the characterization in Pingkan Melipat Jarak, a novel by Sapardi Djoko Damono, and its design of learning for high schools. The method used was descriptive qualitative method. In the above mentioned novel the function of setting is found as a neutral, metaphorical, and atmospherical. As metaphorical and atmospherical setting, they give rise to Pingkans mental traints of closed, obidient, indifferent, and stubborn. The character of Katsuo are introvert and plain, while the character of Sarwono was trustworthy. In addition the character of Toar and Mrs. Palenkahu is indiscriminate toword peoples sosial statifications. Furthermore the character of Mr. Hadi and Mrs. Hadi is selfish but merciful. Therefore, those characters can be used in the design of learning literature in high school with the teaching aim to make students be able to identify setting and able to function metaphore and atmosphere.Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan keberfungsian latar untuk mendukung penokohan dalam novel Pingkan Melipat Jarak Karya Sapardi Djoko Damono dan rancangan pembelajarannya di SMA. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Dalam novel tersebut ditemukan fungsi latar sebagai latar netral, metafora, dan atmosfer. Dari kedua fungsi latar metafora dan atmosfer untuk mendukung penokohan ditemukan bahwa tokoh Pingkan yang berkepribadian tertutup, patuh, cuek, namun juga keras kepala. Tokoh Katsuo yang berkepribadian suka menyendiri dan sederhana, tokoh Sarwono yang mempunyai kepribadian selalu menepati janji, Toar dan Bu Palenkahu berkepribadian tidak membeda-bedakan kasta apapun pada seseorang, dan tokoh Pak Hadi serta Bu Hadi yang berkebpribadian egois namun tetap penyayang dan dapat digunakan dalam perancangan pembelajaran sastra di SMA dengan tujuan agar siswa mampu mengidentifikasi latar dan mampu menentukan fungsi latar sebagai metafora dan atmosfer.Kata kunci: fungsi latar, sifat tokoh, novel, rancangan pembelajaran.
Penggunaan Afiks pada Karangan Narasi Siswa SMAN 2 Tulang Bawang Udik Isti Nurhasanah; Sumarti Sumarti; Bambang Riadi
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 2 Apr (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.348 KB)

Abstract

The aim of this research is to describe the use of affix in narration essay of students in Senior High School 2 Tulang Bawang Udik. This research used qualitative method. The result of this research indicates that the use of affix in narration essay of students consists of prefix, infix, suffix, confix, and circumfix. There are 292 affixes that are used in details of 289 affixes are correct and 3 affixes are incorrect. The use of affix words dominated by 159 which consists of prefix {meN-}, {peN-}, {ber-}, {se-}, {ter-}, {di-}, and {per-}, 35 suffix words which consists of suffix {an}, {i-}, and {kan-}, 44 confix words which consists of confix {ke-an}, {per-an}, {peN-an}, and {ber-an}, 53 circumfix words which consists of circumfix {meN-kan} and {meN-i}, and the lowest is infix word which only consists of 1 word {em-}.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penggunaan afiks pada karangan narasi siswa SMAN 2 Tulang Bawang Udik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan afiks pada karangan narasi siswa terdiri atas prefiks, infiks, sufiks, konfiks, dan simulfiks. Terdapat 292 afiks yang digunakan dengan rincian penggunaan yang tepat berjumlah 289 dan yang tidak tepat berjumlah 3. Penggunaan kata berafiks didominasi oleh kata berprefiks dengan jumlah 159 yang terdiri atas prefiks {meN-}, {peN-}, {ber-}, {se-}, {ter-}, {di-}, dan {per-}, kata bersufiks berjumlah 35 yang terdiri atas sufiks {an}, {i-}, dan {kan-}, kata berkonfiks 44 yang terdiri atas konfiks {ke-an}, {per-an}, {peN-an}, dan {ber-an}, kata bersimulfiks 53 yang terdiri atas {meN-kan} dan {meN-i}, dan yang terendah adalah kata berinfiks yang berjumlah 1 yaitu infiks {em-}.Kata kunci: afiks, karangan narasi, kata berafiks
Gaya Bahasa Retoris dalam Kumpulan Puisi Mantra Sang Nabi dan Rancangan Pembelajarannya Firman Septihadi; Mulyanto Widodo; Kahfie Nazaruddin
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 3 Jul (2018)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.892 KB)

Abstract

This study attempts to described the rhetorical style in Mantra Sang Nabi a collection of poetry and to design of learning in high school. The descriptive qualitative method was used to attain the above aim. The results of the study showed that in Mantra Sang Nabi, There are six rhetorical devices found: aliterasi, asonansi, apostrof, asindeton, polisindeton, hiperbol. The poet makes use of those devices as an effort to bring out certain emotion mood, sad, leaden, reverence, diaphanous, awe; on purpose to the reader expected to be felt by poet. The results of the study in designed learning as high school of teaching materials, with competence the base of analyzing elements builders poetry.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya bahasa retoris pada kumpulan puisi Mantra Sang Nabi dan merancang pembelajarannya di SMA. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kumpulan puisi Mantra Sang Nabi terdapat gaya bahasa retoris: aliterasi, asonansi, apostrof, asindeton, polisindeton, hiperbol. Penggunaan gaya bahasa retoris pada kumpulan puisi Mantra Sang Nabi merupakan suatu usaha penyair untuk memunculkan suasana tertentu yaitu haru, sedih, kelam, takzim, hening, kagum; dengan sengaja digunakan agar pembaca turut merasakan yang dirasakan oleh penyair. Hasil penelitian in dirancang pembelajarannya sebagai bahan ajar SMA, dengan kompetensi dasar menganalisis unsur pembangun puisi.Kata kunci: gaya bahasa retoris, kumpulan puisi, rancangan pembelajaran
Tindak Tutur Asertif pada Stand Up Comedy SUCI 6 dan Implikasinya Diana Sari; Iing Sunarti; Eka Sofia Agustina
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 4 Sep (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.14 KB)

Abstract

The purpose of this research to describe the form of assertive acts of Mei Mahathir Gamayel on Stand Up Comedy SUCI 6 Kompas TV and its implicated to the learning Indonesian in senior high school. The method used in this research is descriptive qualitative. The results of this research showed there are communicative functions of assertive speech acts which include stating, notifying, suggesting, pride, complaining, and reporting that are spoken directly and indirectly, literally and not literally. The results of this research are implicated to the learning of Indonesian in senior high school class XII on editorial text material or opinion.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur asertif Mei Mahathir Gamayel pada Stand Up Comedy SUCI 6 Kompas TV dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat fungsi komunikatif tindak tutur asertif yang meliputi menyatakan, memberitahukan, menyarankan, membanggakan, mengeluh, dan melaporkan yang dituturkan secara langsung dan tidak langsung, literal dan tidak literal. Hasil penelitian ini dapat diimplikasikan terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA kelas XII pada materi teks editoril atau opini.Kata kunci: asertif, stand up comedy, tindak tutur.
Tahapan Alur dalam Novel Ayahku bukan Pembohong Karya Tere Liye dan Implikasinya Alamsyah Alamsyah; Munaris Munaris; Siti Samhati
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 3 Jul (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.343 KB)

Abstract

The aims of this research were to describe the plots in Novel Ayahku bukan Pembohong by Tere Liye and explore the implications towards the literature teaching learning in Senior High School. This research was a descriptive-qualitative, which the technique implemented was text analysis. The result of this research showed that the novel plots are divided into 5 stages; descripting has 39 data, showing conflict has 31 data, raising conflict has 19 data, climax has 4 data, and resolution has 7 data. The implication of this research was approppriate in literature teaching learning of senior high school for novel material.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan Tahapan Alur dalam novel Ayahku bukan Pembohong karya Tere Liye dan implikasinya dalam pembelajaran sastra di Sekolah Menengah Atas. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis teks. Hasil analisis secara secara keseluruhan pada Ayahku bukan Pembohong karya Tere Liye terdiri atas alur yang di bagi menjadi lima tahap yaitu, penyituasian 39 data, pemunculan konflik 31 data, peningkatan konflik 19 data, klimaks 4 data, dan penyelesaian 7 data. Hasil penelitian ini dapat diimplikasikan terhadap pembelajaran sastra di Sekolah Menengah Atas kelas XII pada materi novel.Kata kunci: tahapan alur, implikasi, dan novel
Citra Perempuan Novel Padang Bulan Karya Andrea Hirata Kelayakan sebagai Bahan Ajar Andika Putri; Kahfie Nazaruddin
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 1 Jan (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.786 KB)

Abstract

The purpose of this study to describe the image of the heroine in the novel by Andrea Hirata Padang Bulan and performance as a teaching material of literature in high school (SMA). This study used descriptive qualitative method. Source of research data is Padang Bulan novel by Andrea Hirata. Data analysis techniques in this research is the analysis of the text. The results of the research showed that citra as main character (Enong) in the Padang Bulan novels by Andrea Hirata, citra Enong as a child, citra Enong as young girl, citra Enong as friends and citra Enong as society. Citra as the main character in the Padang Bulan novels worthy make instructional materials in teaching literature at Senior High School because it sufficient of the criteria for selecting teaching literature in the curriculum 2013.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan citra tokoh utama perempuan dalam novel Padang Bulan karya Andrea Hirata dan kelayakannya sebagai bahan ajar sastra di sekolah menengah atas (SMA). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian adalah novel Padang Bulan karya Andrea Hirata. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra tokoh utama perempuan (Enong) yang terdapat dalam novel Padang Bulan karya Andrea Hirata citra Enong sebagai anak, citra Enong sebagai gadis remaja, citra Enong sebagai teman dan citra Enong sebagai anggota masyarakat. Citra tokoh utama perempuan dalam Padang Bulan layak dijadikan bahan ajar dalam pembelajaran sastra di SMA karena sudah memenuhi kriteria pemilihan bahan ajar sastra dalam kurikulum 2013.Kata kunci : citra perempuan, kelayakan bahan ajar , novel.
Keefektifan Kalimat dalam Naskah Soal Ujian Akhir Semester Ganjil Kelas VIII SMP Ida Sholehah Rahayu; Nurlaksana Eko Rusminto; Sumarti Sumarti
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 2 Apr (2018)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.761 KB)

Abstract

This study aims to describe the effectiveness of sentences in the questions that include unity of question statement ideas, cohesiveness and cohesiveness question statement, the emphasis of the core of question statement, the variation of question statement, alignment of questions statement, and the spelling of Indonesian language. This study used descriptive qualitative method. Sources of data in this study are all sentences in the script of final exam of the odd semester of class VIII SMPN 1 covering three subjects, namely Bahasa Indonesia, Civics Education and Social Sciences. The result of the research showed that the phrase composed in the text of the three subjects, qualifies the effectiveness of the sentence, namely the unity of the statement, the cohesiveness and cohesiveness of the statement, the emphasis of the statement, the variation of the statement, and the alignment of the statement.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan kalimat dalam soal yang meliputi kesatuan gagasan pernyataan soal, kepaduan dan kekompakan pernyataan soal, penekanan inti pernyataan soal, variasi pernyataan soal, kesejajaran pernyataan soal, dan ejaan bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah seluruh kalimat dalam naskah soal ujian akhir semester ganjil kelas VIII SMPN 1 meliputi tiga mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia, Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kalimat yang disusun dalam naskah soal ketiga mata pelajaran tersebut, memenuhi syarat keefektifan kalimat yaitu kesatuan gagasan pernyataan, kepaduan dan kekompakan pernyataan, penekanan inti pernyataan, variasi pernyataan, dan kesejararan bentuk pernyataan soal.Kata kunci: keefektifan, kalimat, naskah soal
Keefektifan Penggunaan Media Gambar Berantai dalam Pembelajaran Menulis Cerita Fabel Kelas VII Dewi Iqomatul Laili; Iqbal Hilal; Eka Sofia Agustina
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 2 Apr (2018)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.754 KB)

Abstract

The purpose of this research was to know the effectiveness of the used of the media of the chain images compared with the use of single image media on the ability to write text fable story of class VII students of junior high school Al-Kautsar Bandar Lampung in year 2017/2018. The method used in this research was quantitative method. This research is an experimental research with pretest-posttest control group design. Data analysis technique is done by using t-test with 5% significant level. The results of this study showed that the experimental data of the experimental group and the control group obtained p value of 0.0070.05 which means there is a significant difference. The average value of the experimental group increased 6.5 while the increase in the control group was not greater than the experimental group of 3.87. thereby the use of chain drawing media in learning to write text fable stories more effectively used.Tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui keefektifan penggunaan media gambar berantai dibandingkan dengan penggunaan media gambar tunggal terhadap kemampuan menulis teks cerita fabel siswa kelas VII SMP Al-Kautsar Bandar Lampung tahun pelajaran 2017/2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan pretest-postest control group design. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan uji-t dengan taraf signifikan 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan data postest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diperoleh nilai p sebesar 0.007 0.05 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan. Nilai rata-rata kelompok eksperimen mengalami peningkatan 6.5 sedangkan peningkatan pada kelompok kontrol tidak lebih besar dari kelompok ekperimen yaitu 3.87. dengan demikian penggunaan media gambar berantai dalam pembelajaran menulis teks cerita fabel lebih efektif digunakan.Kata kunci: keefektifan, media gambar berantai, pembelajaran menulis fabel.
Pembelajaran Menulis Cerpen Siswa Kelas X1 SMAN 1 Way Tenong Lampung Barat Nia Purnamasari; Edi Suyanto; Iqbal Hilal
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 2 Apr (2018)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.117 KB)

Abstract

The purpose of this study describes (1) planning, (2) implementation, and (3) assessment of short story writing lessons. The method used in this research is descriptive qualitative. The results showed that teachers have done the stages of planning, implementation, and assessment of learning. In the planning, the teacher makes a learning implementation plan based on the RPP component of Curriculum 2013. Implementation of learning is assembled in the teacher preliminary activities preparing students to follow the learning process, the teacher's core activities to present the material properly, the closing activities of the teacher to reflect and submit the next meeting plan. Assessment conducted by the teacher includes the assessment of attitude competence by observing the attitude of student responsibility, the assessment of knowledge gives the problem and the assessment of performance skills.Tujuan penelitian ini mendeskripsikan (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, dan (3) penilaian pembelajaran menulis cerita pendek. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melakukan tahapan perencanaan,  pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran. Pada perencanaan, guru membuat rencana pelaksanaan pembelajaran berdasarkan komponen RPP  Kurikulum  2013. Pelaksanaan pembelajaran dirakit dalam kegiatan  pendahuluan guru menyiapkan peserta didik untuk mengikuti proses pembelajaran, pada kegiatan inti guru menyajikan materi dengan tepat, pada kegiatan penutup guru melakukan refleksi dan menyampaikan rencana pertemuan berikutnya. Penilaian yang dilakukan oleh guru mencakup   penilaian   kompetensi sikap dengan mengamati sikap tanggung jawab siswa,  penilaian pengetahuan memberikan soal dan penilaian keterampilan melakukan unjuk kerja .Kata kunci: pembelajaran, menulis,  cerpen.
Penggunaan Bahasa Persuasi Iklan Komersial di Televisi dan implikasinya di SMP Fatia Maulina; Mulyanto Widodo; Nurlaksana Eko Rusminto
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 2 Apr (2018)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.64 KB)

Abstract

The language of persuasion in advertising basically has a nature that aims to inform, persuade, invite, advise, and even influence consumers to be interested to follow the willingness of producers. This paper describes the use of language persuasion on commercial advertising on television with descriptive qualitative research methods, observation data collection techniques and documentation, tagmatic analysis techniques with indicators based on the nature of language persuasion. The results of this study indicate the existence of four types of language nature of persuasion is the invitation, suggestion or suggestion, command, and assert. Some properties of persuasion language are also influenced by intonation and pressure. The result of this research can be implicated as teaching material and teacher learning media in teaching material of presentation pattern and advertisement language, slogan or poster in Grade VIII odd semester, that is found in Core Competence 3, Basic Competence 3.4 2013 curriculum revision year 2017 Indonesian lesson.Bahasa persuasi pada iklan pada dasarnya memiliki sifat yang bertujuan untuk memberi informasi, membujuk, mengajak, memberi saran, bahkan memengaruhi konsumen agar tertarik untuk mengikuti kemauan produsen. Artikel ini mendeskripsikan penggunaan bahasa persuasi pada iklan komersial di televisi dengan metode penelitian deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data observasi dan dokumentasi, teknik analisis tagmatik dengan indikator berdasarkan sifat bahasa persuasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya empat jenis sifat  bahasa persuasi yaitu ajakan, anjuran atau saran, perintah, dan menegaskan. Beberapa sifat bahasa persuasi dipengaruhi pula oleh intonasi dan tekanan. Hasil dari penelitian ini dapat diimplikasikan sebagai bahan ajar dan media pembelajaran guru dalam membelajarkan materi pola penyajian dan kebahasaan iklan, slogan atau poster pada kelas VIII semester ganjil, yaitu terdapat pada Kompetensi Inti 3, Kompetensi Dasar 3.4 kurikulum 2013 revisi tahun 2017 pelajaran Bahasa Indonesia.Kata kunci : bahasa persuasi, iklan, bahan dan media pembelajaran

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 1 Apr (2024): JURNAL KATA (BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA) Vol 11, No 2 Sep (2023): JURNAL KATA (BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA) Vol 10, No 2 Sep (2022): Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 10, No 1 Apr (2022): JURNAL KATA (BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA) Vol 9, No 2 Sep (2021): JURNAL KATA (BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA) Vol 9, No 1 Apr (2021): JURNAL KATA (BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA) Vol 8, No 2 Sep (2020): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 8, No 1, Apr (2020): Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 8, No 1 Ap (2020): Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 8, No 1 Apr (2020): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 7, No 2, Sep (2019): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 7, No 2, Nov (2019): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 7, No 2 Sep (2019): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 7, No 1 Apr (2019): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarnnya) Vol 6, No 4 Sep (2018) Vol 6, No 3 Jul (2018) Vol 6, No 2 Apr (2018) Vol 6, No 1 Jan (2018) Vol 5, No 4 Sep (2017) Vol 5, No 3 Jul (2017) Vol 5, No 2 Apr (2017) Vol 5, No 1 Jan (2017) Vol 4, No 4 Sep (2016) Vol 4, No 3 Jul (2016) Vol 4, No 2 Apr (2016) Vol 4, No 1 Jan (2016) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 9 (2013) Vol 1, No 8 (2013) Vol 1, No 7 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 1, No 1, Apr (2013): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 1, No 1, Sep (2013): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) More Issue