cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
EDU CIVIC
Published by Universitas Tadulako
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 112 Documents
Meningkatkan Keaktifan Siswa Dalam Pembelajaran Pkn Di Kelas VIIIB SMP Negeri 3 Sindue dengan Menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Investigasi Kelompok ISMAIL ISMAIL
EDU CIVIC Vol 3, No 1 (2015): JURNAL EDU-CIVIC
Publisher : EDU CIVIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.956 KB)

Abstract

Meningkatkan Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran PKn Di Kelas VIIIB SMP Negeri 3 Sindue dengan Menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Investigasi Kelompok,Skripsi Program Studi PPKn, Jurusan P.IPS FKIP Universitas Tadulako. Pembimbing I Abduh H. Harun Pembimbing  II Dwi Septiwiharti. Permasalahan utama dalam penelitian ini mengkaji tentang (1) Bagaimana Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Investigasi Kelompok Di SMP Negeri 3 Sindue. (2) Apakah melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Investigasi Kelompok dapat Meningkatkan Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran PKn di SMP Negeri 3 Sindue, Tujuan dari penelitian ini adalah:  Untuk Meningkatkan Keaktifan siswa dalam Pembelajaran PKn di SMP Negeri 3 Sindue dengan menerapkan model pembelajaran tipe investigasi kelompok. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan prosedur (1) perencanaan (2) pelaksanaan tindakan (3) observasi (4) refleksi. Dalam penelitian ini peneliti bertindak sebagai observer dan guru mata pelajaran PKn sebagai pelaksanaan tindakan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah (1) observasi (2) wawancara (3) catatan lapangan. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitan ini meliputi validasi data dan analisis data kualitatif, validasi data terdiri dari empat tahapan (1) Triangulasi, (2) member check, (3) Audil Trail, (4) Expert opinion,  selanjutnya untuk analisi data kualitatif menggunakan model Miller dan Hubermen yang meliputi tiga tahapan yaitu (1) reduksi data (2) penyajian data (3) verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran tipe investigasi kelompok pada mata pelajaran PKn di SMP Negeri 3 Sindue , sudah aktif. Hal ini dapat dilihat dari aktifitas guru PKn dalam mengorganisasikan siswa secara heterogen membentuk siswa dalam kelompok serta membimbing dalam pembelajaran investigasi kelompok. Berdasarkan lembar observasi diperoleh presentase siklius I 68% aktifitas guru dan siklus II 81% aktifitas guru untuk mengaktifkan siswa dalam pembelajaran, selanjutnya dengan penerapan model investigasi kelompok, keaktifan siswa dimana antusias siswa dalam mengikuti pelajaran PKn begitu besar, baik secara individu maupun kelompok seperti tugas yang diberikan contoh mengerjakan LKS, serta aktif bertanya, aktif mengemukakan pendapat, dan memberi kritikan, dari lembar observasi persentase aktifitas siswa siklus I 63% dan siklus II 78%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran investigasi kelompok dalam pembelajaran PKn di kelas VIIIB di SMP Negeri 3 Sindue dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran. Kata kunci : Pembelajaran Investigasi Kelompok, Kekatifan Siswa, Pembelajaran PKn.
DAMPAK FAKTOR EKONOMI ORANG TUA TERHADAP KEBERLANJUTAN PENDIDIKAN ANAK USIA 14-20 TAHUN DI DESA KASOLOANG KECAMATAN BAMBAIRA KABUPATEN PASANGKAYU PROVINSI SULAWESI BARAT Rifai, Ahmad
EDU CIVIC Vol 7, No 1 (2019): JURNAL EDU-CIVIC
Publisher : EDU CIVIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1183.04 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pandangan orang tua terhadap keberlanjutan pendidikan anak dan kondisi ekonomi orang tua sebagai faktor pendukung pendidikan anak. Pokok permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana dampak faktor ekonomi orang tua terhadap keberlanjutan pendidikan anak usia 14-20 tahun di Desa Kasoloang Kecamatan Bambaira Kabupaten Pasangkayu Provinsi Sulawesi Barat. Informan dalam penelitian ini berjumlah 7 orang. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan metode  wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang tidak melanjutkan pendidikan  disebabkan karena rendahnya minat serta kemauan anak dan faktor ekonomi keluarga yang kurang mendukung sehingga memberikan dampak bagi anak-anak di Desa Kasoloang. Ada perbedaan antara orang tua yang lebih memprioritaskan kelangsungan hidup ketimbang dengan pendidikan anak dan orang tua yang memprioritaskan pendidikan yaitu minat dalam melanjutkan  pendidikan itu sangat baik dan didukung oleh ekonomi keluarga yang memadai.Kata Kunci: Faktor Ekonomi; Orang Tua; Pendidikan Anak.
PERAN PERPUSTAKAAN TERHADAP MINAT BACA SISWA KELAS VIII di SMP NEGERI 1 BIROMARU M. Pagisi, Febriana.
EDU CIVIC Vol 2, No 1 (2014): JURNAL EDU-CIVIC
Publisher : EDU CIVIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.872 KB)

Abstract

Masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana peran perpustakaan terhadap minat baca siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran perpustakaan terhadap minat baca siswa. Metode penelitian yang  digunakan adalah  deskriptif-kualitatif. Populasi dalam penelitian ini  sebanyak 192 orang siswa sedangkan yang menjadi sampel sebanyak 29 orang siswa dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Setelah data dikumpulkan di analisis melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa memegang peranan yang sangat penting baik untuk siswa, guru, maupun sekolah itu sendiri. Bagi siswa, dengan adanya perpustakaan perpustakaan sekolah dapat membantu mereka dalam menyelesaikan tugas sekolah. Bagi guru, dapat membantu  proses  pembelajaran.  Bagi  sekolah,  dapat  menjadi  penunjang  atas  instansi  itu sendiri. Hasil dari pengolahan angket menunjukkan bahwa skor dengan kunjungan siswa kelas VIII ke perpustakaan dalam sebulan 44,83%, pendapat siswa mengenai kelengkapan buku di perpustakaan 62,06%, jenis buku yang peling diminati siswa kelas VIII 68,96%, pendapat siswa kelas VIII mengenai ketertarikan akan fasilitas yang disediakan 58,62%, peningkatan minat baca dengan adanya perpustakaan 62,06%, faktor rasa ingin tahu terhadap minat baca 72,41%. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa keberadaan perpustakaan sekolah mempengaruhi setiap elemen yang ada di SMP Negeri 1 Biromaru. Dari hasil pengolahan angket dapat diketahui bahwa kondisi minat baca siswa khususnya kelas VIII sudah baik dengan peran  yang telah dimainkan oleh perpustakaan tersebut. Keterlibatan perpustakaan dalam sekolah maupun perguruan tinggi perlu dioptimalkan lagi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti kejenuhan dan kepenatan di dalam ruang perpustakaan.   Kata kunci : perpustakaan, minat baca, siswa      
UPAYA ORANG TUA DALAM MENGANTISIPASI DEKADENSI MORAL PADA ANAK USIA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA(SMP) DI RT 01 RW 02 KELURAHAN TALISE Nurafni, Nurafni
EDU CIVIC Vol 7, No 1 (2019): JURNAL EDU-CIVIC
Publisher : EDU CIVIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1296.406 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor apa saja yang menyebabkan timbulnya dekadensi moral pada anak usia sekolah menengah pertama (SMP) dan bagaimana upaya orang tua dalam mengatasi dekadensi moral pada anak usia sekolah menengah pertama (SMP) Kelurahan Talise di Rt 01 Rw 02 Kelurahan Talise. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yakni observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek pada  penelitian ini adalah Anak atau remaja yang mempunyai ciri-ciri dekadensi moral berumur 13 sampai 15 tahun sejumlah 10 orang. Informannya terdiri atas 10 orang tua anak, 1 ketua Rt 01, 1 ketua Rw 02, dan 2 tokoh masyarakat. Hasil penelitian ditemukan faktor internal dan faktor eksternal. Adapun faktor internalnya yaitu rasa individulistis, egois dan persaingan dalam hidup dan pengetahuan dari nilai-nilai agama. Kemudian faktor eksternal yaitu kurangnya perhatian dari orang tua, pergaulan anak dan lingkungan dimasyarakat. Dengan demikian, orang tua mempunyai beberapa peranan dalam memberikan pendidikan moral yaitu melalui penanaman keimanan sejak dini, menanamkan pendidikan moral, melakukan pengawasan terhadap anak, dan menciptakan suasana rumah tangga yang harmonis.Kata Kunci: Anak; Dekadensi Moral; Orang Tua. 
STUDI KASUS TENTANG ANAK PUTUS SEKOLAH DI KECAMATAN MOUTONG Kulyawan, Roy
EDU CIVIC Vol 3, No 2 (2015): JURNAL EDU-CIVIC
Publisher : EDU CIVIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.521 KB)

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini sebagai berikut: 1). Faktor-faktor apa yang menyebabkan anak putus sekolah. 2). Bagaimana dampak anak putus sekolah bagi kehidupan masyarakat. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor penyebab anak putus sekolah dan dampak yang ditimblkan anak putus sekolah  bagi kehidupan masyarakat. Subjek/informan dalam penelitian ini adalah anak putus sekolah, orang tua anak putus sekolah, masyarakat dan pemerintah di Kecamatan Moutong yang keseluruhan berjumlah 61 orang. Penetapan informan dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu dengan cara menetapkan informan secara sengaja menurut kretria tertentu dan mengetahui secara mendalam mengenai anak putus sekolah di Kecamatan Moutong. Variabel dalam penelitian ini adalah variabel tunggal yaitu anak putus sekolah. Teknik pengumpulan data digunakan teknik observasi, wawancara dan angket. Teknik analisis data menggunakan teknik reduksi data, pengajian data dan verifikasi data untuk menganalisis data angket dengan menggunakan perhitungan berdasarkan persentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa anak putus sekolah di Kecamatan Moutong yang menjadi faktor penyebabnya anak putus sekolah adalah faktor ekonomi, faktor lingkungan dan faktor kurang kesadaran orang tua terhadap pendidikan. Adapun dampak yang ditimbulkan oleh anak putus sekolah di Kecamatan Moutong yaitu 1). Dalam sisi positifnya membantu orang tua. 2). Dalam sisi negatifnya pencurian, pemerasan dan perkelahian antara kampung maupun sesama mereka Kesimpulannya bahwa anak putus sekolah di Kecamatan Moutong merupakan hal yang harus diperhatikan baik dari instansi terkait, orang tua dan masyarakat agar anak putus sekolah di Kecamatan Moutong dapat diminimalisir terutama dengan melihat apa yang menjadi penyebab anak sampai putus sekolah dan mengatasi dampak yang ditimbulkan anak putus sekolah yang bersifat negatif  untuk membawa meraka kearah yang bersifat positif dan membuka lapangan pekerjaan untuk anak putus sekolah di Kecamatan Moutong.   Kata Kunci      : Anak Putus Sekolah
Implementasi Kebijakan Kartu Indonesia Pintar Dalam Meningkatkan Partsipasi Anak Melanjutkan Pendidikan Di SMP Negeri 6 Tolitoli Utara Kecamatan Tolitoli Utara Kabupaten Tolitoli Dahlia, Dahlia
EDU CIVIC Vol 7, No 2 (2019): JURNAL EDU-CIVIC
Publisher : EDU CIVIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1153.182 KB)

Abstract

   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Kebijakan Kartu Indonesia Pintar dalam meningkatkan partisipasi anak melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 6 Tolitoli Utara. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 22 terdiri dari Kepala Sekolah, Koordinator KIP, 15 Anak penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan 5 Orang tua/Keluarga siswa penerima KIP. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Cara pengambilan sampel dilakukan dengan cara Purposive sampling. Tehnik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan studi dokumen. Analisis dilakukan menggunakan 3 tahap yaitu: reduksi data, penyajian data, verifikasi data (kesimpulan). Implementasi Program Kartu Indonesia Pintar dalam meningkatkan partisipasi anak melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 6 Tolitoli Utara sudah bisa dikatakan berhasil dikatakan demikian karna Penerima manfaat Program Kartu Indonesia Pintar sebagian besar berasal dari SDN 2 Santigi yang kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 6 Tolitoli Utara sejak 2 tahun terakhir yaitu pada Tahun Ajaran 2016/2017 s/d 2017/2018 berjumlah 76 siswa persentasi yang diperolah sebesar 90,47% atau termasuk kedalam kategori partisipasi tinggi. Program tersebut dapat membantu mencegah anak dari kemungkinan putus sekolah dan menarik siswa putus sekolah untuk berpartisipasi melanjutkan kembali pendidikannya. Partisipasi yang dimaksud dalam hal ini adalah keikutsertaan anak melanjutkan pendidikan bagi anak yang sebelumnya sempat putus sekolah karna kekurangan biaya dan anak yang sempat menganggur kini mereka dapat melanjutkan pendidikan tanpa mengkhawatirkan biaya yang terlalu memberatkan orang tua.  Kata Kunci: Implementasi ; Kartu Indonesia Pintar; Partisipasi ;                  Melanjutkan Pendidikan
Pemanfaatan Perpustakaan Sebagai Sumber Pembelajaran PKn Di SMPN 1 Ampana Kota Kabupaten Tojo Una-Una Amin, Mohammad
EDU CIVIC Vol 4, No 1 (2016): JURNAL EDU-CIVIC
Publisher : EDU CIVIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.496 KB)

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana peran guru memotivasi siswa memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar pada pembelajaran PKn di SMPN 1 Ampana Kota Kabupaten Tojo Una-Una dan bagaimana aktivitas siswa memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar pada pembelajaran PKn. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 584 orang siswa dan yang menjadi sampel berjumlah 85 orang siswa. teknik pengumpulan data pengumpulan data melalui angket, wawancara, dan dokumentasi.  Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahawa peran guru dalam memotivasi siswa memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber pembelajar PKn dengan cara pemberian tugas kelompok atau tugas individu. Aktifitas siswa memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar yaitu mengerjakan tugas, membaca buku, meminjam buku, mengembalikan buku. Dari pengelolaan angket tanggapan responden mengenai kualitas perpustakaan sebagai sumber belajar 82,76%. Tentang hasil belajar dalam pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar PKn 85,23%. Konsentrasi siswa mengerjakan tugas di perpustakaan 76.52%. Pengeruh minat baca siswa setelah adanya perpustakaan 74,82 %. Minat belajar siswa setelah Adanya perpustakaan sebagai sumber belajar 76,47%. Peran perpustakaan sebagai sumber belajar PKn 75,70%. Keefektifan sumber belajar dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di perpustakaan 76,17 %. Ketersediaan buku di perpustakaan sebagai sumber belajar pada pembelajaran PKn 82,17%. Pelayanan perpustakaan khususnya pada pembelajaran PKn 74,82%. Kesesuaian penempatan buku-buku di perpustakaan 79,17 %. Fasilitas perpustakaan sebagai sumber belajar pada pembelajaran PKn 74,47%. Adapun hasil penelitian ini menunjukan bahwa perpustakaan sekolah SMPN 1 Ampana Kota Kabupaten Tojo Una-Una sudah baik dalam memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber pembelajaran PKn.   Kata Kunci : Pemanfaatan Perpustakaan, Sumber Belajar.
MAKNA PELAKSANAAN UPACARA ADAT PERKAWINAN SUKU DAWAN DITINJAU DARI NILAI-NILAI RELIGIUSITAS DI DESA POTO KECAMATAN FATULEU BARAT KABUPATEN KUPANG NUSA TENGGARA TIMUR Hay, Sarah J.
EDU CIVIC Vol 7, No 2 (2019): JURNAL EDU-CIVIC
Publisher : EDU CIVIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1287.654 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan pelaksanaan upacara adat perkawinan (2) mengetahui makna religiusitas, dan (3) mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan upacara adat perkawinan suku Dawan di Desa Poto Kecamatan Fatuleu Barat Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur. Lokasi penelitian di Desa Poto. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 12 orang yang terdiri dari 7 orang tokoh adat yaitu bapak Mathias Nifueki selaku pelindung adat, bapak Osias Boy selaku kepala suku Dawan Desa Poto, bapak Lorens Atte selaku orang tua adat, bapak Samuel Klali, S.Pd selaku orang tua adat, bapak Simon Petrus Kofi selaku orang tua adat dan ibu Silpha Skana selaku oran tua adat , 2 orang tokoh Agama yaitu bapak Matheos Paul selaku utusan injil dan bapak Yohanis Pitay selaku majelis gereja dan 3 orang suku dawan dari warga Desa setempat yaitu bapak Metusalakh Oemanu selaku orang tua yang pernah melakukan upacara adat perkawinan, ibu Nyora Smaut selaku orang tua yang pernah melakukan upacara adat perkawinan dan ibu Yohana Hanas yang pernah melakukan pelanggaran dalam pelaksanaan upacara adat perkawinan. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi kasus. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Analisis dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Berdasarkan hasil penelitian bahwa (1) masyarakat Dawan masih melaksanakan upacara adat perkawinan suku Dawan yang terdiri dari 6 tahap yaitu (a)  Oko Mamat/Hosen atau buka pintu (tempat sirih atau menyapa keluarga perempuan), (b) musyawarah keluarga laki-laki, (c) Tam Aluk/Masuk Minta (peminangan), (d)  Kaos Nonot (pergantian/perpindahan marga), (e) Taniu Fatu’toko (mandi berkat) dan (f) Kabin (menikah/nikah masehi) (2) makna religiusitas dalam pelaksanaan upacara adat perkawinan suku Dawan a) pengalaman c) pengamalan d) keyakinan e) praktik agama (rituaistik) (f) pengetahuan akan agama. Faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan upacara adat perkawinan suku Dawan dikategorikan dalam tiga bentuk yaitu a) struktural, b) kultural dan c) interaksional.Kata kunci: Makna; Pelaksanaan Upacara Adat, Perkawinan, Suku Dawan; Religiusitas.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE TANYA JAWAB PADA PEMBELAJARAN PPKN DI KELAS VIIB SMP NEGERI 10 PALU Arni, Arni
EDU CIVIC Vol 4, No 1 (2016): JURNAL EDU-CIVIC
Publisher : EDU CIVIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.36 KB)

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini yaitu apakah dengan penggunaan metode tanya jawab dalam pembelajaran PPKn dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIB SMP Negeri 10 Palu? Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PPKn dengan menggunakan metode tanya jawab. Penelitian ini adalah penelitian tindakan  kelas yang dilaksanakan  di SMP Negeri 10 Palu, melibatkan 20 orang siswa terdiri atas 9 orang laki-laki dan 11 orang perempuan. Pada setiap siklus dilaksanakan dua kali pertemuan di kelas dan setiap siklus terdiri empat  tahap  yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tindakan siklus I diperoleh ketuntasan klasikal 50% dan daya serap nilai rata-rata hasil belajar siswa 56%. Dari 20 orang siswa hanya 10 orang yang memperoleh ketuntasan secara individu sehingga presentase ketuntasan klasikal mencapai 50%. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan tindakan kelas dengan menerapkan metode Tanya jawab belum berhasil sehingga perlu dilakukan kembali penelitian pada tindakan siklus II. Pada tindakan siklus II diperoleh ketuntasan klasikal 90% dan nilai rata-rata hasil belajar siswa 80%. Dari 20 siswa yang mengikuti tes yang tuntas belajar yakni 18 siswa dengan presentase ketuntasan 90%. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas dengan menerapkan metode Tanya jawab secara efektif dan efisien tidak perlu dilanjutkan ke siklus berikutnya. Dengan  demikian, pembelajaran dengan menerapkan metode Tanya jawab dinyatakan tuntas dan mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan yakni minimal 80% dan daya serap klasikal minimal 65%. Dengan demikian, pembelajaran menggunakan metode tanya jawab dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PPKn.     Kata Kunci: Peningkatan Hasil Belajar Siswa dan Metode Tanya Jawab.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA DI SMA NEGERI 4 PALU Safrul, Safrul
EDU CIVIC Vol 4, No 2 (2016): JURNAL EDU-CIVIC
Publisher : EDU CIVIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.88 KB)

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah implementasi nilai-nilai Pancasila di SMA Negeri 4 Palu? Rumusan masalah adalah mendeskripsiskan implementasi nilai-nilai Pancasila di SMA Negeri 4 Palu. Manfaat penelitian adalah Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pengalaman langsung bagi siswa dalam hal  Implementasi Nilai-nilai Pancasila.Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi guru-guru PPKn dalam mengembangkan pembelajaran terkait dengan Nilai-nilai Pancasila.Memberikan upaya perbaikan sikap dan perilaku siswa sehingga menunjang prestasi belajar serta minat belajar Siswa..Subyek dalam penelitian ini berjumlah 42 siswa dan 2 orang guru. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi sementara analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Dari data hasil wawancara dan observasi menggunaka analisis kualitatif dengan tahap-tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. disimpulkan bahwa implementasi nilai-nilai Pancasila di SMA Negeri 4 Palu sudah terlaksana dengan baik hal ini dibuktikan oleh hasil angket yang menunjukkan respon yang tinggi terhadap pernyataan positif di setiap sila Pancasila, hasil tersebut dapat dijabarkan sila persila sebagai berikut: Sila ke -1 respon tertinggi pada pernyataan “menghargai teman yang sedang beribadah” dengan capaian 100%. Sila ke- 2 respon tertinggi pada pernyataan“ketika berteman tidak memiliki latar belakang suku/etnis” dengan capaian 97%. Sila ke-3 respon tertinggi pada pernyataan “ menggunakan bahasa indonesia ketika berkomunikasi dengan guru” dengan capaian 90%. Sila ke-4 respon tertinggi pada pernyataan “ selalu mengutamakan musyawarah ketika menggambil keputusan” dengan capaian 91%. Sila ke-5 respon tertinggi pada pernytaan “ ikut senang atas keberhasilan teman” dengan capaian 89%. Penerapan nilai-nilai pancasila terdapat pada aturan –aturan yang digunakan selama orientasi sekolah mulai  penggunaan pakaian, pergaulan  sesama teman maupun pergaulan terhadap guru dan warga seolah lainnya. Penanganan terhadap siswa-siswa yang melakukan pelanggaran-pelanggaran di dekolah, ditangani melalui pendekatan kekeluargaan.  Kata Kunci : Implementasi; Nilai-nilai Pancasila; SMAN 4 Palu

Page 10 of 12 | Total Record : 112