cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23021276     EISSN : 26215594     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Bioterdidik adalah jurnal ilmiah yang memuat artikel-artikel hasil penelitian mengenai pembelajaran biologi maupun penelitian biologi.
Arjuna Subject : -
Articles 680 Documents
PROFIL KEMAMPUAN KERJASAMA SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA Indri Puspita; Tri Jalmo; Rini Rita T. Marpaung
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims were determine the profile and pattern of students cooperation ability in Science Learning on IV grade and V grade studebts. The subject in this research were 56 students from IV and V grade that were selected by using saturated sampling techniqui. The qualitative data were descriptions of the abilities and pattern of students cooperation that were obtained from students questionnaire and observation sheets that calculated the percentages and interpreted into criterias. The results showed that generaly the students cooperation ability in science learning was "high" criteria with a percentage of 70%, which the highest aspects of cooperation ability was "discipline". While the cooperation pattern performed by students were spontaneous, contracts, and traditional. The most dominan cooperation pattern was contract cooperation that was performed by four groups.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil dan pola kemampuan kerjasama siswa dalam pembelajaran IPA pada siswa kelas IV dan kelas V. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV dan kelas V yang berjumlah 56 siswa dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Data kualitatif berupa deskripsi kemampuan dan pola kerjasama siswa yang diperoleh dari angket dan lembar observasi dengan menghitung persentase dan diinterpretasikan kedalam kriteria. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kemampuan kerjasama siswa dalam pembelajaran IPA termasuk dalam kriteria tinggi dengan persentase 70%, dimana aspek kemampuan kerjasama yang tertinggi yaitu disiplin. Pola kerjasama yang terbentuk pada siswa yaitu spontan, langsung, kontrak, dan tradisional. Pola kerjasama yang paling dominan yaitu pola kerjasama kontrak yang dilakukan oleh empat kelompok.Kata kunci: kemampuan kerjasama, pembelajaran IPA, pola kerjasama
Analisis Pelaksanaan Praktikum Materi Organisasi Kehidupan dan Permasalahannya SMP Se-Kecamatan Kedamaian Meita Dwi Solviana; Berti Yolida; Rini Rita T. Marpaung
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 5, No 5 (2017): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to analyze the implementation and problems on the life organization subject practicum of junior high schools grade VII students in Kedamaian. The sampling technique used purposive sampling. Research data were obtained from questionnaires, interviews, and observations, which was analyzed descriptively The researchs result showed that the implementation of life organization subject practicum has very good criteria, with percentage average of practicum stage and worksheet practicum which has good criteria. The problems that happened during the practicum are the limited number of light microscopes such as animal and plant cells specimens, students psychomotoric skill on making wet specimens, and attractiveness of students practicum worksheets prepared by the teacher only have good enough criteria. Thus, it can be concluded that the implementation of life organization subject practicum in Kedamaian has excellent criteria. There was practicum problem in limitation of practicum tools.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan dan permasalahan praktikum materi organisasi kehidupan di SMP kelas VII se-Kecamatan Kedamaian. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Data penelitian diperoleh dari angket, wawancara, dan observasi, yang dianalisis secara deskriptif menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan praktikum materi organisasi kehidupan berkriteria sangat baik, dengan rata-rata persentase tahapan pelaksanaan praktikum dan penyusunan LKS praktikum berkriteria baik. Permasalahan yang terjadi selama pelaksanaan praktikum adalah keterbatasaan jumlah mikroskop cahaya, jumlah preparat awetan sel hewan dan tumbuhan, kemampuan psikomotorik siswa dalam pembuatan preparat basah sel tumbuhan, serta kurang menariknya LKS praktikum yang disusun oleh guru. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan praktikum materi organisasi kehidupan se-Kecamatan Kedamaian memiliki kriteria sangat baik.Terdapat permasalahan praktikum yaitu keterbatasan alat-alat praktikum.Kata kunci: guru IPA, LKS-praktikum, organisasi kehidupan, pelaksanaan praktikum, permasalahan praktikum
PROFIL KEMAMPUAN KERJASAMA SISWA SDN 1 RAJABASA JAYA DALAM PEMBELAJARAN IPA Evi Yunita; Tri Jalmo; Berti Yolida
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research purpose was to describes of cooperative ability and cooperative pattern of students on IV and V grade in Elementary School 1 Rajabasa Jaya Bandar Lampung. This research used simple descriptive design. The samples were all students on IV and V grade which were 50 students that was selected using saturated sampling technique. Qualitative data were cooperative ability and cooperative pattern students that were obtained from observation sheets, students and teacher questionnaire, and teachers interview, this data was then analyzed descriptively. The result showed that overall cooperative ability of students in science learning was high criteria with percentage 61%. The aspects of on the task was the highest that was 68 %. Cooperative pattern there are two cooperative patterns formed, cooperative suplementer and cooperative different. The most dominant cooperative pattern was cooperative suplementer.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan kerjasama dan pola kerjasama siswa kelas IV dan V SD Negeri 1 Rajabasa Jaya Bandar Lampung. Desain penelitian menggunakan desain deskriptif sederhana. Sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas IV dan V berjumlah 50 siswa yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Data kualitatif berupa kemampuan kerjasama dan pola kerjasama siswa yang diperoleh dari lembar observasi, kuesioner siswa dan guru, serta wawancara guru, data tersebut kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan secara keseluruhan kemampuan kerjasama siswa dalam pembelajaran IPA berkriteria tinggi dengan persentase 61%. Aspek berada dalam tugas merupakan aspek dengan persentase tertinggi, yaitu 68%. Terdapat dua pola kerjasama yang terbentuk yaitu pola kerjasama suplementer dan pola kerjasama berbeda. Pola kerjasama paling dominan adalah kerjasama suplementer.Kata kunci: kemampuan kerjasama, pembelajaran IPA, pola kerjasama
Analisis Kadar DO, BOD, dan COD Air Sungai Kuantan Terdampak Penambangan Emas Tanpa Izin Putri Ade Rahma Yulis; Desti Desti; Asyti Febliza
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 6, No 3 (2018): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kuantan Singingi Regency (Kuansing) is a developing region which affected by multidimentional problems. Those problems are appeared in mining sector that cause by the increasing of PETI. Therefore, this research, conducted to analysis levels of DO, BOD, and COD of Kuantan River especially in the Village of Bandar Alai Kari District, Kuantan Singingi Regency. This research  used survey method with purposive sampling based on the location of  PETI activity. The results obtained value of DO (Dissolved Oxygen) (6.61-6.79 ) mg/L, BOD (Biological Oxygen Demand) (0.22 - 1.18) mg/L and COD (Chemical Oxygen Demand)  (8-12) mg/L.  From the results, the river in Bandar Alai Kari village was included  of polluted category,  from low to middle contamination. For DO levels was still available in the permitted quality standard  while for BOD and COD levels had exceeded the permitted quality standard. Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) merupakan kawasan berkembang yang ditandai dengan munculnya berbagai permasalahan yang multidimensi. Permasalahan tersebut dihadapi oleh sektor pertambangannya. Hal ini ditandai dengan semakin maraknya aktivitas PETI. Oleh karena itu pada penelitian kali ini dilakukan analisis kadar DO, BOD, dan COD air Sungai Kuantan. Metode penelitian ini menggunakan metode survei dengan penentuan titik sampling secara purposive berdasarkan lokasi maraknya aktivitas PETI. Dari hasil penelitian didapatkan data nilai DO (Dissolved Oxygen) berkisar dari 6,61-6,79 ppm (mg/L), nilai BOD berkisar dari 0,22 ppm – 1,18 ppm dan nilai COD (Chemical Oxygen Demand) berkisar dari 8 ppm - 12 ppm (mg/L) Dari hasil beberapa paramater ini perairan di Desa Bandar Alai Kari termasuk kedalam kategori tercemar, mulai dari tingkat pencemaran ringan hingga pencemaran sedang. Untuk kadar DO masih dalam ambang batas baku mutu yang diizinkan, sementara untuk kadar BOD dan COD sudah melampaui angka baku mutu yang diizinkan. Kata kunci: analisis kadar air, limbah PETI, oksigen terlarut
Hubungan Pengetahuan Lingkungan Hidup Dengan Sikap Peduli Lingkungan Hidup Ahmadi, Rizal; Surbakti, Arwin; Jalmo, Tri
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was aimed to find out the relationship between living environmental knowlege with living environmental care attitude. The design of this research was descriptive quantitative. The subjects of this study were students of VIII grade of SMP Negeri 3 Tumijajar that were obtaimed sample technique with the number of 112 students. Knowledge understanding was measured by tests and environmental care attitudes with a Likert scale questionnaire. The data of the research were analyzed by simple linear regression analysis. The results showed that students environmental knowledge is sufficient (49.6 15.2). Bisides that, the environmental care attitude of students was very well (83.9 8.6). The results also showed that there was a significant correlation between living environmental knowledge with environmental care attitude with the value of correlation 0.50 and there was a low contribution that was 25%. The results of these contributions showed that the formation of environmental attitude was not fully influenced by environmental knowledge.Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan lingkungan hidup dengan sikap peduli lingkungan hidup. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Tumijajar yang diambil dengan teknik sampel jenuh dengan jumlah 112 siswa. Penguasaan pengetahuan diukur dengan tes dan sikap peduli lingkungan hidup diambil dengan kuesioner skala Likert. Data hasil penelitian dianalisis dengan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan pengetahuan lingkungan hidup siswa berkategori cukup (49,6 15,2). Selain itu, sikap peduli lingkungan siswa berkategori sangat baik (83,9 8,6). Hasil penelitian ini juga menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan lingkungan hidup dengan sikap peduli lingkungan hidup dengan nilai hubungan 0,50 dan terdapat kontribusi yang rendah sebesar 25 %. Hasil kontribusi tersebut menunjukkan terbentuknya sikap peduli lingkungan tidak sepenuhnya dipengaruhi pengetahuan lingkungan.Kata kunci : hubungan, pengetahuan lingkungan, sikap peduli lingkungan
Kesulitan Guru IPA SMP Kelas VIII dalam Merencanakan dan Melaksanakan Asesmen Rita Yanti; Rini Rita T. Marpaung; Berti Yolida
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 5, No 5 (2017): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to identify the difficulties of science teachers in planning and implementing an assessment at a private middle school in Labuhan Ratu district, Bandar Lampung City. The samples of the study were all of 8th grade science teachers that were selected with nonprabability sampling technique. This research used descriptive design type. Qualitative data were obtained from interviews of teacher responses and quantitative data were obtained from questionnaires of teacher. The results showed that teachers difficulties in planning the assessment included in sufficient criteria on indicators objectives of the assessment, preparing the instrument, preparing the grid, writing questions based on the grid and writing rules, determining the quality criteria, and compiling the scoring guidelines. The difficulties experienced by teachers in conducting the assessment was sufficient criteria on indicators of the implementation of psychomotor, effective, and cognitive domain. Thus, teachers difficulties in planning and carrying out the assessment was sufficient criteria.Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kesulitan Guru IPA dalam merencanakan dan melaksanakan asesmen pada SMP Swasta se-Kecamatan Labuhan Ratu Kotamadya Bandar Lampung. Sampel penelitian adalah seluruh guru IPA kelas VIII, yang dipilih dengan teknik sampling nonprobability. Desain penelitian ini menggunakan tipe desain deskriptif. Data kualitatif diperoleh dari wawancara pada guru dan data kuantitatif diperoleh dari angket pada guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan guru dalam merencanakan asesmen termasuk dalam kriteria cukup pada indikator menetapkan tujuan asesmen, menyusun instrumen, menyusun kisi-kisi, menulis soal berdasarkan kisi-kisi dan kaidah penulisan soal, menentukan kriteria mutu soal, dan menyusun pedoman penskoran. Kesulitan yang dialami oleh guru dalam melaksanakan asesmen termasuk dalam kriteria cukup pada indikator pelaksanaan asesmen ranah psikomotorik, ranah afektif, dan kognitif. Dengan demikian, kesulitan guru dalam merencanakan dan melaksanakan asesmen termasuk kriteria cukup.Kata kunci: kesulitan, melaksanakan asesmen, merencanakan asesmen
Identifikasi Kesulitan Guru IPA dalam Merencanakan dan Melaksanakan Asesmen Richa Amelia; Rini Rita T. Marpaung; Arwin Achmad
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims was to measure science teachers in Labuhan Maringgai sub-district in planning and implementing the assesement. The samples of this research were 30 science teachers of SMP in Labuhan Maringgai sub-district. Qualitative data was analyzed by descriptive statistic technique. The results showed that the average of science teachers difficulties in planning and implementing assesement was sufficient. The highest percentage that caused teachers difficulties in planning assesement was pinning the learning objectives. While the problems that caused difficulties in conducting assesement were implementing affective domain assesement, especially in observing aspects and conditioning the assesement implementation. It can be concluded that the difficulties of science teachers in Junior High School in Labuhan Maringgai District in planning assesement had difficulty in determining assesement techniques and determining the form of assesement. The difficulty of assesement implementation was implementing the affective domain assesement, that domain can not be measured because the attitude and character of learners at any time may change.Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kesulitan guru IPA se-Kecamatan Labuhan Maringgai dalam merencanakan dan melaksanakan asesmen. Sampel penelitian adalah 30 guru IPA SMP se-Kecamatan Labuhan Maringgai. Data kualitatif dianalisis dengan menggunakan teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kesulitan yang dialami guru IPA dalam merencanakan dan melaksanakan asesmen tergolong cukup. Persentase tertinggi yang menyebabkan guru kesulitan dalam merencanakan asesmen adalah menetapkan tujuan pembelajaran. Sedangkan persentase tertinggi yang menyebabkan guru kesulitan dalam melaksanakan asesmen adalah dalam pelaksanaan asesmen ranah afektif, terutama dalam mengamati aspek sikap dan mengkondisikan pelaksanaan asesmen. Dapat disimpulkan bahwa kesulitan guru IPA SMP se-Kecamatan Labuhan Maringgai dalam merencanakan asesmen yaitu dalam menentukan teknik asesmen dan menentukan bentuk asesmen. Kesulitan dalam melaksanakan asesmen yaitu pada ranah afektif, ranah tersebut tidak dapat diukur karena sikap dan karakter peserta didik sewaktu-waktu dapat berubah.Kata kunci: asesmen, guru IPA, kesulitan, melaksanakan, merencanakan
Pengembangan Buku Penuntun Praktikum Sistem Ekskresi pada Manusia dengan Model Argument Driven Inquiry (ADI) Yesi Yosinta; Neni Hasnunidah; Berti Yolida
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laboratory efficacy was supported by a practical guide book. This study aims to describe the validity and practicality of the manual excommunication manual of excretory systems in humans with an Argument Driven Inquiry (ADI) model that has been developed. This development research refers to the 4-D model proposed by Thiagaradjan covering define, design, develop, and disseminate stages. However disseminate was not done. The developed product was made with attractive cover, Baskerville Old Face letter with size 12, and EYD is good and correct. Expert and practitioner validation results showed 84% and 98% ideality scores with "excellent" category. The results of legibility test by learners obtained 96% idealized score with the category "very good". The practicum implementation test result of all experiments was 98% score with the criteria "almost all activities were performed". Thus, it can be concluded that the developed product was valid and practical.Keefektifan kegiatan laboratorium ditunjang dengan adanya buku penuntun praktikum. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan validitas dan praktikalitas buku penuntun praktikum sistem ekskresi pada manusia dengan model Argument Driven Inquiry (ADI)yang telah dikembangkan. Penelitian pengembangan ini mengacu pada model 4-D yang dikemukakan oleh Thiagaradjan meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Akan tetapi,disseminate tidak dilakukan. Produk yang dikembangkan dibuat dengan sampul yang menarik, huruf Baskerville Old Face dengan ukuran 12, serta EYD yang baik dan benar. Hasil validasi ahli dan praktisi menunjukkan skor keidealan 84% dan 98% dengan kategori baik sekali. Hasil uji keterbacaan oleh peserta didik memperoleh skor keidealan 96% dengan kategori baik sekali. Uji keterlaksanaan praktikum dari semua percobaan menghasilkan skor 98% dengan kriteria hampir seluruh kegiatan terlaksana. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa produk yang dikembangkan valid dan praktis.Kata kunci: Argument Driven Inquiry (ADI), buku penuntun praktikum, pengembangan, sistem ekskresi pada manusia
Hubungan Cara Belajar dengan Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas IX di Metro Dina Afriani Putri; Tri Jalmo; Berti Yolida
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aims to identify students learning styles, correlation between student learning styles, and the related factors. The research samples using cluster random sampling technique of IX grade students with total samples were 318 students. Qualitative data were factors information and quantitative data which were learning styles and the achievement scores that were obtained from questionnares, interview, and tests. The data were analyzed by using Kolmogorov-Smirnov, linearity test, and product moment correlation test. The result showed that there were three ways of learning styles that the most widely used by students: reading (54,40%), listening (29,56%), and Speaking and writing (12,26%). The correlation result indicates a high significant correlation between learning styles and learning achievements. The dominant learning factors that influence student learning styles were learning resources.Penelitian bertujuan mengetahui cara belajar dan hubungan dengan prestasi belajar IPA, serta faktor yang berhubungan dengan cara belajar siswa. Desain penelitian berupa deskriptif-korelasional. Sampel penelitian menggunakan cluster random sampling pada siswa kelas IX di Metro Pusat dengan total sampel 318 siswa. Data kualitatif berupa deskripsi hubungan antara cara belajar dengan prestais belajar IPA, dan deskripsi hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi belajar dengan cara belajar siswa. Data kuantitatif berupa nilai angket dan nilai tes prestasi belajar. Data dianalisis dengan uji Kolmogorov-Smirnov, uji linieritas, dan uji korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan tiga cara belajar yang paling banyak digunakan yaitu membaca (54,40%), mendengar (29,56%), serta mengucap dan menulis (12,26%). Hasil korelasi menunjukkan adanya hubungan signifikan yang tinggi antara cara belajar dengan prestasi belajar. Faktor belajar yang dominan berhubungan dengan cara belajar siswa adalah sumber belajar.Kata k#unci: cara belajar, faktor belajar, prestasi belajar
Efektivitas Formasi Tempat Duduk terhadap Hasil Belajar Siswa SMP Eka Rahmi Pala; Arwin Achmad; Rini Rita T. Marpaung
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 5, No 7 (2017): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to determine theeffectiveness of seating formation towards student learning outcomes on interactions between organisms and their environmentsubject. The research design was pretest-posttest non-equivalent groups. The population was all students of VII grade of Junior High School 1 Gadingrejo. The samples were VII8, VII9, and VII10grades student which were selected by purposive sampling technique. This research data were the result of students pretest-posttest, students self-assessment sheets affective aspects, and students observation sheets psychomotor aspects. Cognitive aspects of learning outcome data were analyzed by One-Way Anova test and by Independent Sample t-test, affective and psychomotor aspects learning outcomes were analyzed by Qualitative Achievement Index and calculated the score improvement. The results showed that the I experiment class had the highest cognitives N-gain and score improvement (affective and psychomotor). So, there were differences of effectiveness of the three seating formations that applied towards student learning outcomes on interactions between organisms and their environment subject.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas formasi tempat duduk terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya. Desain penelitian ini adalah desain pretes-postes non ekuivalen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Gadingrejo. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VII8, VII9, dan VII10yang diambil dengan teknikpurposivesampling. Data penelitian ini berupa hasil belajar siswa yang diperoleh melalui pretes-postes, lembar penilaian diri aspek afektif siswa, dan lembar pengamatan aspek psikomotorik siswa. Data aspek kognitif kemudian dianalisis dengan ujiOne-Way Anovayang dilanjutkan dengan ujiIndependent Sample t-test, data aspek afektif dan aspek psikomotorik dianalisis menggunakan IPK serta dihitung peningkatan nilainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen I memilikiN-gainkognitifdanpeningkatan nilai (afektif dan psikomotorik) tertinggi. Jadi, terdapat perbedaan efektivitas dari ketiga formasi tempat duduk yang diterapkan terhadap hasil belajar siswa materi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya.Kata kunci:efektivitas, formasi tempat duduk, hasil belajar

Filter by Year

2013 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 3 (2023): JURNAL BIOTERDIDIK Vol 11, No 2 (2023): JURNAL BIOTERDIDIK Vol 11, No 1 (2023): JURNAL BIOTERDIDIK Vol 10, No 3 (2022): JURNAL BIOTERDIDIK Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Bioterdidik Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Bioterdidik Vol 9, No 3 (2021): Jurnal Bioterdidik Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Bioterdidik Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Bioterdidik Vol 8, No 3 (2020): Jurnal Bioterdidik Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Bioterdidik Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Bioterdidik Vol 7, No 6 (2019): Jurnal Bioterdidik Vol 7, No 5 (2019): Jurnal Bioterdidik Vol 7, No 4 (2019): Jurnal Bioterdidik Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Bioterdidik Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Bioterdidik Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Bioterdidik Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Bioterdidik Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Bioterdidik Vol 6, No 6 (2018): Jurnal Bioterdidik Vol 6, No 6 (2018): Jurnal Bioterdidik Vol 6, No 5 (2018): Jurnal Bioterdidik Vol 6, No 4 (2018): Jurnal Bioterdidik Vol 6, No 3 (2018): Jurnal Bioterdidik Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Bioterdidik Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Bioterdidik Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Bioterdidik Vol 5, No 7 (2017): Jurnal Bioterdidik Vol 5, No 6 (2017): Jurnal Bioterdidik Vol 5, No 5 (2017): Jurnal Bioterdidik Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Bioterdidik Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Bioterdidik Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Bioterdidik Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Bioterdidik Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Bioterdidik Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Bioterdidik Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Bioterdidik Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 10 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 9 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 8 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 7 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 6 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 6 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 5 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 4 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 10 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 9 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 8 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 7 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 6 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 5 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 4 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 1, No 7 (2013): Jurnal Bioterdidik Vol 1, No 6 (2013): Jurnal Bioterdidik Vol 1, No 5 (2013): Jurnal Bioterdidik Vol 1, No 4 (2013): bioterdidik Vol 1, No 3 (2013): jurnal bioterdidik Vol 1, No 2 (2013): bioterdidik Vol 1, No 1 (2013): bioterdidik More Issue