cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23021276     EISSN : 26215594     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Bioterdidik adalah jurnal ilmiah yang memuat artikel-artikel hasil penelitian mengenai pembelajaran biologi maupun penelitian biologi.
Arjuna Subject : -
Articles 680 Documents
PROFIL KETERAMPILAN BERTANYA SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA Requistiawati Requistiawati; Tri Jalmo; Berti Yolida
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to describe the students questioning skill and quality of male and female students question based on Bloom's taxonomy revision. This study design using simple descriptive design. The samples were selected by simple random sampling technique that were class VII-1, VII-2, VII-3, VIII-1, VIII-3 and VIII-4 junior high school. The data in were qualitative data that were the questioning skill and quality of male and female students question. The accumulation data technique used observation and questionnaire. The data were obtained from percentage with descriptive analysis. The results of this study indicate that the questioning skill of students classified in "medium" category with a percentage of 53.59%. In addition, male students was 12.32% more often asking question than female students with low-level cognitive question that was 28.46%, was dominant by level question C2 that was 16.87%.Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan keterampilan bertanya dan kualitas pertanyaan siswa laki-laki dan siswa perempuan berdasarkan taksonomi Bloom revisi. Desain penelitian menggunakan desain deskriptif sederhana. Sampel dipilih dengan teknik simple random sampling yaitu siswa kelas VII-1, VII-2, VII-3, VIII-1, VIII-3, dan VIII-4 SMP. Data penelitian berupa data kualitatif yaitu keterampilan bertanya dan kualitas pertanyaan siswa laki-laki dan perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan angket. Data yang telah diperoleh dihitung dalam bentuk persentase dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan bertanya siswa tergolong sedang dengan persentase sebesar 53,59%. Selain itu, siswa laki-laki diketahui 12,32% lebih banyak bertanya dibandingkan siswa perempuan dengan kualitas pertanyaan tergolong dalam pertanyaan kognitif tingkat rendah sebesar 28,46% yang didominansi oleh pertanyaan C2 sebanyak 16,87%.Kata kunci: gender, keterampilan bertanya, kualitas pertanyaan, taksonomi Bloom
IDENTIFIKASI MISKONSEPSI MATERI IPA KELAS VII SMP N 1 GUNUNG SUGIH LAMPUNG TENGAH Ita Reziana; arwin achamad; rini rita t.marpaung
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 5, No 6 (2017): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of the research was to know the misconception of Biology. The design of the research was descriptive. Research sample VIII grade students of SMPN 1 Gunung Sugih of Lampung Teng was choosed 50% of 123 student by random sampling. This research data were qualitative data and quantitative data. The qualitative data were obtained from science biology teachers interview result about misconception of Biology, while quantitative data was obtained from multple choice test and argumentation essay then analyesed used Certainty of Response Index (CRI) method. The calculation of misconception and dontknow concept reach 45% students. Score misconception was based on criteria CRI answers obtained from average value that was 19.16 15,66. The percentage of students that was 15.57% of misconceptions that was low criteria. The material that had the most dominant misconception was material "ecosystem" in sub concept of "inter-dependence among biotic components" with a percentage of 43.90% with moderate criteria.Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi miskonsepsi siswa pada materi IPA Biologi. Desain penelitian ini menggunakan kajian deskriptif. Sampel penelitian siswa kelas VIII Sekoah Menengah Pertama Negeri 1 Gunung Sugih Lampung Tengah dipilih 50% dari 123 jumlah siswa secara random sampling. Data penelitian berupa data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari hasil wawancara tentang miskonsepsi kepada guru IPA Biologi, sedangkan data kuantitatif diperoleh dari tes soal pilihan jamak dan esay beralasan dan analisis dengan metode Certainty of Response Index (CRI). Hasil perhitungan dari kategori miskonsepsi dan tidak tahu konsep siswa mencapai 45% dari jumlah siswa. Skor miskonsepsi berdasarkan kriteria jawaban CRI diperoleh rata-rata yaitu 19,16 15,16. Persentase miskonsepsi siswa yaitu 15,57% dengan kriteria rendah. Materi yang memiliki miskonsepsi paling dominan adalah materi ekosistem pada sub konsep saling ketergantungan diantara komponen biotik dengan presentase 43,90% dengan kriteria sedang.Kata kunci : Certainty Of Response Index, IPA Biologi, miskonsepsi
MISKONSEPSI MATERI SUBSTANSI GENETIKA PADA SISWA SMA SE-KECAMATAN TANJUNG SENANG BANDAR LAMPUNG Tini Aprilia Sari; Tri Jalmo; Berti Yolida
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This Researchs goal was to identify students misconception and the factors that affected. Samples were senior high school students that were 148 students. Data of understanding level of students were of tained from diagnostic test that was true/false reasonable test while identification of misconseption used CRI method. The factors tht affected students misconception were of tained from students questionnare and it was analyzed by persentage formula and corellation test that was Pearson Product Moment. Based on the analysis result, it showed that students conceptual understanding level had misconception percentage that was 32,9%, the highest misconception of students was DNA concept that was 44,91%. Misconception on students caused by learning motivation and learning method that showed by the correlation with opposite direction between students motivation and learning method with students misconception. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi miskonsepsi serta faktor yang mempengaruhi miskonsepsi siswa. Sampel berjumlah 148 siswa. Desain penelitian ini adalah deskriptif sederhana. Data tingkat pemahaman siswa diambil dengan menggunakan tes diagnostik berupa pilihan benar/salah beralasan sedangkan identifikasi miskonsepsi menggunakan metode CRI. Faktor yang mempengaruhi miskonsepsi diperoleh dari hasil angket siswa dan dianalisis menggunakan rumus persentase dan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pada tingkat pemahaman konsep siswa terdapat miskonsepsi yaitu sebesar 32,9%, siswa mengalami miskonsepsi paling tinggi pada konsep DNA sebesar 44,91%. Miskonsepsi yang terjadi pada siswa dipengaruhi oleh motivasi belajar siswa dan metode pembelajaran yang ditunjukkan dengan adanya korelasi dengan arah berlawanan antara motivasi belajar siswa dan metode pembelajaran dengan miskonsepsi siswa.Kata kunci: Certainty of Response Index (CRI), faktor peyebab, miskonsepsi, substansi genetika
ANALISIS KESESUAIAN MATERI JAMUR PADA BUKU BIOLOGI DENGAN KOMPETENSI DASAR KURIKULUM 2013 Amilil Hudi; Tri Jalmo; Arwin Surbakti
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the level of conformity of fungi material on Biology textbook of high school class X from the aspect of breadth and depth of material. The sample of this study was A book which published by Erlangga and B book which published by Yrama Widya. Data was collected from documentation technique, through content analysis ontextbook. The data of this study were suitability material of fungi intextbookthatwerereviewed from breadth and depth that were analyzed by qualitative descriptive.The result of this research shows that conformity level of fungiin A book from the aspect of breadth and depth of material were categorized "very suitable" with 100% and 94,44%. Meanwhile, in B book from the aspect of breadth and depth of materials were categorized "appropriate" with 77.78% and 79.63%.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kesesuaian materi Jamur pada buku teks Biologi SMA kelas X dari aspek keluasan dan kedalaman materi. Sampel penelitian ini adalah buku A yang diterbitkan oleh Erlangga dan buku B yang diterbitkan oleh Yrama Widya. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi, melalui analisis isi (konten) pada buku teks. Data penelitian ini berupa kesesuaian materi jamur pada buku teks ditinjau dari aspek keluasan dan kedalaman yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian materi pada buku A dari aspek keluasan dan kedalaman materi sama-sama memperoleh kategori sangat sesuai dengan persentase 100% dan 94,44%. Sementara, pada buku B dari aspek keluasan dan kedalaman materi sama-sama memperoleh kategori sesuai dengan persentase 77,78% dan 79,63%. Dengan demikian, buku teks Biologi SMA kelas X yang diterbitkan oleh Erlangga dan Yrama Widya dapat dijadikan buku pegangan wajib bagi siswa untuk materi pada Jamur.Kata kunci: buku teks, kedalaman materi, keluasan materi, tingkat kesesuaian
PROFIL KEMAMPUAN KERJASAMA SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA Delima Meilyana Simamora; Tri Jalmo; Berti Yolida
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was to describe the profile and patterns of cooperation ability of students in science learning on class IV and V in 2015/2016. The research samples were students of class IVa and Va that were selected by purposive sampling. The study design was a simple descriptive.Collecting data used observation sheets, questionnaires student, teacher interviews, photo and video documentation.Data analysis was performed by descriptive technique which is the result of qualitative data then was described. The results showed that overall average of students cooperation ability have "medium" criteria with a value of 55.16%. There were formed four patterns, which were spontaneous cooperation, direct cooperation, contract cooperation, and traditional cooperation. The most patterns of students cooperation on the class IVa and Va was the contract cooperation.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kemampuan kerjasama dan pola kerjasama siswa dalam pembelajaran IPA kelas IV dan V Tahun Ajaran 2015/2016. Sampel penelitian adalah siswa kelas IVa dan Va SD N 1 Rajabasa Raya yang dipilih dengan purposive sampling. Desain penelitian adalah deskriptif sederhana. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi, angket siswa, wawancara guru, serta dokumentasi foto dan video. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif yakni hasil penelitian berupa data kualitatif yang kemudian dideskripsikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan rerata kemampuan kerjasama siswa SD Negeri 1 Rajabasa Raya berkriteria sedang dengan nilai 55,16%. Terbentuk empat pola yaitu kerjasama spontan, kerjasama langsung, kerjasama kontrak, dan kerjasama tradisional. Pola kerjasama siswa yang paling menonjol pada kelas IVa dan kelas Va adalah pola kerjasama kontrak.Kata kunci: kemampuan kerjasama, pembelajaran IPA, pola kerjasama
Analisis Kesesuaian Materi Virus Pada Buku Teks SMA Kelas X Dengan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013 Amalia Fauziyah; Tri Jalmo; Arwin Surbakti
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 6, No 3 (2018): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims was to described the confirmity level of virus material on biology textbook for class X with basic competence of 2013 curriculum from aspect of material breadth and depth. The sample was used A textbook published by Erlangga and B textbook published by Yrama Widya. Research instrument is form of material confirmity analysis sheets of textbook. Data collected by documentation study with content analysis on textbooks. Research data was analyzed descriptively qualitative. The result shows that the A textbook was viewed from the aspect of the material breadth and depth equally categorize “very appropriate” (100%). While in the B textbook was viewed from the aspect of the material breadth categorize was “appropriate” (75%), while based on aspect of the material depth categorize “appropriate” (80%). Therefore, A textbook and B can be used as was handbook required for students.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat kesesuaian materi Virus pada buku teks Biologi kelas X dengan kompetensi dasar kurikulum 2013 ditinjau dari aspek keluasan dan kedalaman materi. Sampel yang digunakan adalah buku teks A diterbitkan oleh Erlangga dan buku teks B diterbitkan oleh Yrama Widya. Instrumen penelitian berupa lembar analisis kesesuaian materi pada buku teks. Pengumpulan data melalui studi dokumentasi dengan analisis konten buku teks. Data penelitian berupa kesesuaian materi virus pada buku teks ditinjau dari aspek keluasan dan kedalaman materi yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku teks A ditinjau dari aspek keluasan maupun kedalaman materi sama-sama berkategori “sangat sesuai” (100%). Buku teks B dilihat dari aspek keluasan materi berkategori “sesuai” (75%), sedangkan dari aspek kedalaman materi berkategori “sesuai” (80%). Dengan demikian, buku teks A dan buku teks B dapat digunakan sebagai buku pegangan wajib bagi siswa. Kata kunci: buku teks, kedalaman materi, keluasan materi, materi virus
Pengembangan Buku Penuntun Praktikum Pencemaran Lingkungan dengan Model Argument-Driven Inquiry (ADI) Zevi Octasari; Neni Hasnunidah; Rini Rita T. Marpaung
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the validity and practicality of the guiding book of environmental pollution practicum with ADI model. Research development (R and D) using 4-D model are: define, design, develop, and disseminate but this stage is only up to the develop stage. Data analysis used qualitative descriptive. The developed practice lab book is made with an interesting cover. The parts of the practicum guide book consisted of student identity, title, theoretical base, objectives, research questions, tools, materials, work steps, argumentation scheme, argumentation sessions and reports. Expert and practitioner validation results showed that the valid category is "excellent". The results of the legibility test by the students indicate that the practical category is "excellent". The results of the implementation test of all the practicum procedures show that practically with the criteria criteria "almost all activities performed". Thus, it can be concluded that the guiding book of environmental pollution practicum was developed valid and practical. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan buku penuntun praktikum pencemaran lingkungan dengan model ADI yang valid dan praktis. Penelitian pengembangan (R and D) menggunakan model 4-D yaitu: define; design; develop; dan disseminate, tetapi tahap ini hanya sampai tahap develop. Analisis data mnggunakan deskriptif kualitatif. Buku penuntun praktikum yang dikembangkan dibuat dengan sampul yang menarik. Bagian-bagian buku penuntun praktikum terdiri atas indentitas siswa, judul, dasar teori, tujuan, pertanyaan penelitian, alat, bahan, langkah kerja, skema argumentasi, sesi argumentasi dan laporan. Hasil validasi ahli dan praktisi menunjukkan bahwa valid dengan kategori baik sekali. Hasil uji keterbacaan oleh siswa menunjukkan bahwa praktis dengan kategori baik sekali. Hasil uji keterlaksanaan seluruh prosedur praktikum menunjukkan bahwa praktis dengan kriteria hampir seluruh kegiatan terlaksana. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa buku penuntun praktikum pencemaran lingkungan yang dikembangkan valid dan praktis.Kata kunci: Argument-Driven Inquiry (ADI), buku penuntun praktikum, pencemaran lingkungan
IDENTIFIKASI GAYA BELAJAR BERDASARKAN GENDER DAN HUBUNGANNYA DENGAN HASIL BELAJAR IPA Nadia Ulfah Ulfah; tri jalmo; Rini Rita T. Marpaung
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 5, No 5 (2017): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aim at to find out the types of learning styles of students, to know the different learning styles between the gender, and to know the relationship between learning styles based on gender and learning outcomes. This study was a descriptive study with samples were SMP students in Kedaton District Bandar Lampung amounted to 100 students selected by purposive sampling. Research data were of learning styles and learning outcomes, obtained from questionnaires and written tests whit multiple choice, analyzed descriptively and Mann-Whitney U test and Kendall's Tau Correlation test.The result showed that there are three Learning style are visual, auditoral and kinesthetic. The number of student whit visual learning style is more dominant than the auditorial learning style and kinesthetic. Learning styles based on gender there is no significantly different. There was no significant correlation between learning styles and learning outcomes in male and female students.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis gaya belajar siswa, mengetahui perbedaan gaya belajar antar Gender, dan hubungan gaya belajar berdasarkan gender dengan hasil belajar. Penelitian ini merupakan kajian deskriptif dengan sampel siswa SMP kelas VII se-Kecamatan Kedaton Bandar Lampung berjumlah 100 siswa yang dipilih secara purposive sampling. Data penelitian berupa gaya belajar dan hasil belajar, diperoleh dari angket dan tes tertulis pilihan jamak, dianalisis secara deskriptif dan uji beda Mann- Whitney U serta uji Korelasi Kendalls Tau. Hasilnya,terdapat tiga gaya belajar yaitu visual, auditorial dan kinestetik, jumlah siswa dengan gaya belajar visual lebih dominan dibandingkan dengan gaya belajar auditorial dan kinestetik terhadap hasil belajar. Pada uji Mann-whitney U tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Tidak terdapat korelasi yang signifikan antara gaya belajar dengan hasil belajar pada siswa laki-laki dan perempuan.Kata kunci:gaya belajar, gender,hasil belajar, IPA
Pengembangan Media Pembelajaran Biologi Berbasis Flash pada Materi Sistem Pencernaan Manusia Kelas XI Dwi Wahyudi; Arwin Achmad; Rini Rita T. Marpaung
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 5, No 7 (2017): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Thisstudy aimed to produceFlash-basedlearningmedia on the human digestion system of XIth grade. The research design wasResearchandDevelopment (RD).The subject were students of XI IPA 1 as experiment class and X IIPA 2 as control class at SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung. Thisresearch done by threesteps, pre-study, development,andevaluation. Questionnaire was used to collect qualitative data by subject matter expert test, media expert test, language expert test, and attractiveness test which analyzed descriptively. Test was used to collect quantitative data by effectiveness test which analyzed using Mann-Whitney U test. The resultsshowed thatFlash-based biology learning media was appropriatewith the requirements. Effectiveness testshowed that average oflearningoutcomes ofexperiment class was higherthancontrolclass(experiment= 79,26;control=70,59) and got probability 0,008.Attractiveness test was 3,28with valueassessment wasinteresting.Penelitian ini bertujuan menghasilkan media pembelajaran berbasis Flash pada materi sistem pencernaan manusia pada kelas XI. Desain penelitian yang digunakan adalah Research and Development, subjek uji coba adalah kelas XI IPA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 2 sebagai kelas kontrol pada SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung. Penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap yaitu studi pendahuluan, pengembangan, dan evaluasi. Angket digunakan untuk mengumpulkan data kualitatif melalui uji ahli materi, uji ahli media, uji ahli bahasa, uji praktisi, dan uji kemenarikan yang dianalisis secara deskriptif. Tes digunakan untuk mengumpukan data kuantitatif melalui uji efektivitas yang dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran biologi berbasis Flash sesuai dengan kebutuhan. Hasil uji efektivitas menunjukkan rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (eksperimen = 79,26; kontrol = 70,59) dengan probabilitas sebesar 0,008. Uji kemenarikan memperoleh nilai kelayakan 3,28 dengan penilaian menarik.Kata kunci: biologi, flash, media pembelajaran, sistem pencernaan manusia
GAYA BELAJAR BERDASARKAN GENDER DAN HUBUNGANNYA DENGAN HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA SMP Hayati Hayati; Tri Jalmo; Rini Rita T. Marpaung
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aim was to describe the learning style based on gender and its correlation with students learning achievement. Design research was a qualitative descriptive. The research samples were 259 students of class VIII SMP Tanjung Karang Barat sub-district that were selected by purposive sampling. The research data were learning styles and learning achievement, that were obtained from questionnaires and written tests, data were analyzed descriptively and statistically using different test Mann-Whitney U and Kendall's Tau correlation test. As a result, auditory learning styles more dominant than the visual and kinesthetic learning styles. On test Mann-Whitney U there was no significant difference between the auditorial learning styles of male and female students. There was significant differences between visual learning styles and kinaesthetic learning styles among male and female students. There was no significant correlation between learning styles with learning achievement of male and female students.Keywords: gender, learning style, learning achievement, science learningPenelitian bertujuan untuk mendeskripsikan gaya belajar ber-dasarkan gender dan hubungannya dengan hasil belajar siswa. Desain penelitian berupa deskriptif kualitatif. Sampel penelitian adalah 259 siswa kelas VIII SMP se-Kecamatan Tanjung Karang Barat yang dipilih secara purposive sampling. Data penelitian berupa gaya belajar dan hasil belajar, diperoleh dari angket dan tes tertulis pilihan jamak, dianalisis secara deskriptif dan statistik menggunakan uji beda Mann-Whitney U dan uji korelasi Kendalls Tau. Hasilnya, jumlah siswa dengan gaya belajar audiotorial lebih dominan dibandingkan gaya belajar visual dan kinestetik. Pada Uji Mann-Whitney U tidak terdapat perbedaan signifikan antara gaya belajar auditorial antar siswa laki-laki dan perempuan, terdapat perbedaan signifikan antara gaya belajar visual dan gaya belajar kinestetik antar siswa laki-laki dan perempuan. Tidak terdapat korelasi yang signifikan antara gaya belajar dengan hasil belajar pada siswa laki-laki dan perempuan.Kata kunci: gaya belajar, gender, hasil belajar, pembelajaran IPA

Filter by Year

2013 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 3 (2023): JURNAL BIOTERDIDIK Vol 11, No 2 (2023): JURNAL BIOTERDIDIK Vol 11, No 1 (2023): JURNAL BIOTERDIDIK Vol 10, No 3 (2022): JURNAL BIOTERDIDIK Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Bioterdidik Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Bioterdidik Vol 9, No 3 (2021): Jurnal Bioterdidik Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Bioterdidik Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Bioterdidik Vol 8, No 3 (2020): Jurnal Bioterdidik Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Bioterdidik Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Bioterdidik Vol 7, No 6 (2019): Jurnal Bioterdidik Vol 7, No 5 (2019): Jurnal Bioterdidik Vol 7, No 4 (2019): Jurnal Bioterdidik Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Bioterdidik Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Bioterdidik Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Bioterdidik Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Bioterdidik Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Bioterdidik Vol 6, No 6 (2018): Jurnal Bioterdidik Vol 6, No 6 (2018): Jurnal Bioterdidik Vol 6, No 5 (2018): Jurnal Bioterdidik Vol 6, No 4 (2018): Jurnal Bioterdidik Vol 6, No 3 (2018): Jurnal Bioterdidik Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Bioterdidik Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Bioterdidik Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Bioterdidik Vol 5, No 7 (2017): Jurnal Bioterdidik Vol 5, No 6 (2017): Jurnal Bioterdidik Vol 5, No 5 (2017): Jurnal Bioterdidik Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Bioterdidik Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Bioterdidik Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Bioterdidik Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Bioterdidik Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Bioterdidik Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Bioterdidik Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Bioterdidik Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 10 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 9 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 8 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 7 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 6 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 6 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 5 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 4 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 10 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 9 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 8 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 7 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 6 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 5 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 4 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 1, No 7 (2013): Jurnal Bioterdidik Vol 1, No 6 (2013): Jurnal Bioterdidik Vol 1, No 5 (2013): Jurnal Bioterdidik Vol 1, No 4 (2013): bioterdidik Vol 1, No 3 (2013): jurnal bioterdidik Vol 1, No 2 (2013): bioterdidik Vol 1, No 1 (2013): bioterdidik More Issue