cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23021276     EISSN : 26215594     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Bioterdidik adalah jurnal ilmiah yang memuat artikel-artikel hasil penelitian mengenai pembelajaran biologi maupun penelitian biologi.
Arjuna Subject : -
Articles 680 Documents
Kesulitan Pada Guru IPA SMP Dalam Merencanakan dan Melaksanakan Asesmen Putri Rizkia Elbalkis; Rini Rita T. Marpaung; Arwin Achmad
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 5, No 7 (2017): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to identify the difficulties of science teachers in planning and implementing out the assessment. The research design was simple descriptive design. The samples of this research were 30 science teacher at Kemiling sub-district of Bandar Lampung that were selected by using non-probability sampling technique. Data of the teacher difficulties in planning and implementing the assessment were obtained from questionnaires and interviews then analyzed descriptively. The result of the research showed that the average of teachers difficulties in planning the assessment was low (34.06%) and teachers difficulties in implementing out the assessment was low (29.73%). The highest difficulty in planning the assessment was on indicators setting up the assessment grid. While the highest difficulty in implementing the assessment was the psychomotor domain in observing the aspects assessed.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan guru IPA dalam merencanakan dan melaksanakan asesmen. Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah desain deskriptif sederhana. Sampel penelitian adalah guru IPA SMP se-Kecamatan Kemiling Bandar Lampung berjumlah 30 guru yang dipilih dengan menggunakan teknik sampling non-probability. Data kesulitan guru dalam merencanakan dan melaksanakan asesmen diperoleh dari angket dan wawancara kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kesulitan guru dalam merencanakan asesmen tergolong rendah (34,06%) dan kesulitan guru dalam melaksanakan asesmen juga tergolong rendah (29,73%). Kesulitan tertinggi dalam merencanakan asesmen yaitu pada indikator menyusun kisi-kisi asesmen. Sementara kesulitan tertinggi dalam melaksanakan asesmen yaitu pada ranah psikomotorik dalam mengamati aspek yang dinilai.Kata kunci: asesmen, guru IPA, kesulitan, melaksanakan, merencanakan
PROFIL KETERAMPILAN BERTANYA SISWA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI SMA NEGERI 2 BANDAR LAMPUNG Fitri Nuraini; Tri Jalmo; Berti Yolida
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objectives of this research was to determine the questioning skills and the quality of the questions on biology learning of students from XI and grade XII Science SMAN 2 Bandar Lampung. Samples were grade students from class XI science 1, XI science 7, XI science 8, XII science 6, and XII science 7 which are consisted of 179 students that chosen by using technique simple random sampling. Qualitative data of questioning skill and quality of questions were obtained from observation and analyzed by counting the percentage and interpreted into a table criteria and strengthened by documentation. The results showed that questioning skill of students was "medium" (61,9%). Quality questions of male students and female students were low level of cognitive question that was (44,43%). Female students more often asking questions (34,78%) than male students (20,69%).Penelitian ini bertujuan mengetahui keterampilan bertanya dan kualitas pertanyaan pada pembelajaran Biologi oleh siswa kelas XI IPA dan kelas XII IPA SMA Negeri 2 Bandar Lampung. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1, XI IPA 7, XI IPA 8, XII IPA 6 dan XII IPA 7 yang berjumlah 179 siswa dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data kualitatif berupa keterampilan bertanya dan kualitas pertanyaan yang diperoleh melalui observasi dan dianalisis dengan menghitung persentase dan diinterpretasikan ke dalam tabel kriteria serta diperkuat dengan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan keterampilan bertanya siswa berkategori sedang (61,9%). Kualitas pertanyaan yang diajukan siswa laki-laki dan perempuan tergolong dalam pertanyan kognitif tingkat rendah (44,43%). Siswa perempuan lebih banyak bertanya (34,78%) dibandingkan siswa laki-laki (20,69%).Kata kunci : keterampilan bertanya, kualitas pertanyaan, pembelajaran biologi
Kesulitan Guru IPA Kelas VIII dalam Merencanakan dan Melaksanakan Asesmen Rifki Dimastian; Rini Rita T. Marpaung; Berti Yolida
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 5, No 6 (2017): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aimed to gain the difficulty of science teachers in planning and implementation the assessment. The difficulties of science teachers in planning and implementation the assessment were affective, cognitive, and psychomotoric. The research's sample were science teachers of VIII grade in Teluk Betung Utara. Descriptive design was applied in this research. The writer collected the data from questionnaire and interview. The result of these questionnaires showed the difficulty of science teachers in planning the assessment that classified as moderate in determining the aim of assessment indicator, arranging the instrument and latticework, writing the question based on latticework and guideline of writing a question, determining the criteria of quality question, and arranging suspension guidelines. The difficulty of science teachers in implementing the assessment was classified as moderate of assessment implementing indicator of affective, cognitive, and psychomotoric. Conclusion in this research that were teachers difficulty in planning and implementation the asssessment could be classified as moderate criteria.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesulitan guru IPA dalam merencanakan dan melaksanakan asesmen. Kesulitan guru IPA dalam merencanakan dan melaksanakan asesmen yaitu ketiga ranah afektif, kognitif, dan psikomotorik. Sampel pada penelitian ini menggunakan sampel jenuh yakni semua guru IPA kelas VIII di SMP Negeri se-Kecamatan Teluk Betung Utara. Desain pada penelitian ini adalah desain deskriptif. Analisis data kualitatif diperoleh dari hasil angket dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan kesulitan guru IPA dalam merencanakan asesmen tergolong kriteria cukup pada indikator menetapkan tujuan asesmen, menyusun instrumen, menyusun kisi-kisi soal, menulis soal berdasarkan kisi-kisi dan kaidah penulisan soal, menentukan kriteria mutu soal, serta menyusun pedoman penskoran. Kesulitan guru IPA dalam melaksanakan asesmen tergolong kriteria cukup pada indikator pelaksanaan asesmen ranah afektif, kognitif, dan psikomotorik. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu kesulitan guru dalam merencanakan dan melaksanakan asesmen termasuk dalam kriteria cukup.Kata kunci: asesmen, guru IPA, kesulitan, melaksanakan, merencanakan
MISKONSEPSI MATERI SUBSTANSI GENETIKA PADA SISWA SMA SE-KECAMATAN KEDATON BANDAR LAMPUNG Cintia Elisa; Tri Jalmo; Berti Yolida
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to describe the students misconceptions and factors that affected misconceptions. Samples were 64 students that were selected using saturated sampling technique. This study design was simple descriptive. Data were obtained of students and teachers. Written test of identification misconception and questionnaire. Data analysed by CRI methods and misconceptions factors were analyzed using percentage formula and Pearson Product Moment Correlation test. The result showed that there were students's misconception of 50,76%. Students who experience the highest misconception on the concept DNA by 58,56%. Correlation test results showed by the correlation with opposite direction between students motivation annd learning method with misconception.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan miskonsepsi siswa dan faktor yang mempengaruhi miskonsepsi. Sampel penelitian adalah siswa SMA kelas XII IPA se-Kecamatan Kedaton Bandar Lampung berjumlah 64 siswa yang dipilih menggunakan teknik Sampling Jenuh. Desain penelitian ini adalah deskriftif sederhana. Data diperoleh dari soal tes tertulis identifikasi miskonsepsi dan pemberian angket siswa dan guru. Analisis data miskonsepsi menggunakan metode CRI dan faktor penyebab miskonsepsi dianalisis menggunakan rumus persentase serta uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi miskonsepsi siswa sebesar 50,76%. Siswa yang mengalami miskonsepsi paling tinggi pada konsep DNA sebesar 58,56%. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya korelasi yang signifikan dengan arah korelasi berlawanan arah antara motivasi belajar siswa dan metode guru mengajar dengan miskonsepsi.Kata kunci: miskonsepsi, Certainty of Response Index (CRI), substansi genetika?
IDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA PADA KONSEP FOTOSINTESIS DAN RESPIRASI TUMBUHAN Hasmah Hasmah; Tri Jalmo; Rini Rita T. Marpaung
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was aimed to describe the misconceptions and factors that can affected students. The samples were 8th grade student of SMP in sub-district Punggur, Central Lampung that was selected by purposive sampling. The design of this research was descriptive. Data was collected by written test of identification of student misconception and questionnaire. Data misconception analyzed using Certainty of Respons Index (CRI) and factors analyzed using percentage formula and Pearson Product Moment Correlation test. Study result showed that the highest percentage of understanding level to the concept of photosynthesis and plant respiration was misconception that was 58,76%. The students who had misconception on photosynthesis concept were 64,05% with high category. The result of Correlation test showed that was correlation with the opposite direction between students and teachers methods with misconception.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan miskonsepsi siswa dan faktor yang mempengaruhi miskonsepsi. Sampel penelitian adalah siswa kelas VIII SMP se-Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah berjumlah 289 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Desain penelitian ini adalah deskriftif sederhana. Pengumpulan data dengan soal tes tertulis identifikasi miskonsepsi siswa dan pemberian angket kepada siswa dan guru. Data miskonsepsi dianalisis menggunakan metode Certainty of Respons Index (CRI) dan faktor dianalisis menggunakan rumus persentase dan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman konsep siswa paling tinggi persentasenya adalah kategori Miskonsepsi sebesar 58,76%. Siswa yang mengalami miskonsepsi pada konsep fotosintesis sebesar 63,05% dengan kategori tinggi. Hasil uji menunjukkan adanya korelasi dengan arah korelasi berlawanan arah antara siswa dan metode guru mengajar dengan miskonsepsi.Kata kunci: Certainty of Response Index (CRI), fotosintesis, miskonsepsi, respirasi tumbuhan
Analisis Kesesuaian Materi Klasifikasi Tumbuhan Pada Buku Teks SMA Kelas X Anggraini Eka Putri; Tri Jalmo; Arwin Surbakti
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 6, No 3 (2018): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aim was to describe the conformity level of Plant Classification materials on biology textbooks with basic competence from aspect material breadth and depth. This research was a qualitative research using documentation study. The samples was used A book and B book. The instrument of this research was the material conformity sheet in terms of the material breadth and depth. Data collection through documentation study by analyzing content of material. The data of this research were analyzed descriptively qualitative. The result of the conformity analysis of book material A and B in terms of the breadth of material shows the category "very fit" with 100% percentage. Meanwhile, depth aspect in book A shows the "appropriate" category with percentage of 67% and in book B showed  the category "less appropriate" with 50% percentage. Thus, the contentness of the material in book A was higher in terms of breadth and depth of material compared with book BPenelitian bertujuan mendeskripsikan tingkat kesesuaian materi Klasifikasi Tumbuhan pada buku teks dengan kompetensi dasar ditinjau dari aspek keluasan dan kedalaman materi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan studi dokumentasi. Sampel penelitian adalah buku A dan buku B. Instrumen penelitian menggunakan lembar kesesuaian materi ditinjau dari apek keluasan dan kedalaman materi. Pengumpulan data melalui studi dokumentasi dengan menganalisis isi materi buku teks. Data penelitian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil analisis kesesuaian materi pada buku A dan B ditinjau dari aspek keluasan materi menunjukkan kategori “sangat sesuai” dengan persentase 100%. Sementara, dari aspek kedalaman pada buku A menunjukkan kategori “sesuai” dengan persentase 67% dan buku B menunjukkan kategori “kurang sesuai” dengan persentase 50%. Dengan demikian, kesesuian materi pada buku A lebih tinggi dilihat dari segi keluasan dan kedalaman materi dibandingkan dengan buku B.Kata kunci: kedalaman materi, keluasan materi, klasifikasi tumbuhan
Hubungan antara Pengetahuan Pencemaran Lingkungan dengan Sikap Peduli Lingkungan Ovi Resja Saputri; Arwin Surbakti; Tri Jalmo
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The design of this research was descriptive correlational study and the research samples were students from grade VIII SMP N 5 Natar. The sampling techinique used in this research was purposive.The purpose of this study was to know the relation between knowledge of environment pollution and environmental care attitude. This research instrument used testmultiple choice tests of environment pollution knowledge and environmental care attitude questionnaire. The results of data analysis of environmental pollution knowledge of the students was high category, care attitude was good category. The relation between knowledge and attitudes in this research indicates that the data obtained indicating a positive. Best on the result, there was positive relationship between knowledge and attitude that was 21%. It can be concluded there was a positive and significant relation between knowledge of environment pollution and environmental care attitude on students grade VIII of SMP N 5 Natar.Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Sampel penelitian siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Natar. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Instrumen pada penelitian ini menggunakan tes pilihan jamak tentang pengetahuan pencemaran lingkungan dan kuisioner sikap peduli lingkungan. Hasil analisis data pengetahuan pencemaran lingkungan siswa rata-rata termasuk dalam kategori tinggi, sedangkan hasil analisis tentang sikap peduli lingkungan bahwa rata-rata termasuk kedalam kategori baik. Hubungan antara pengetahuan dan sikap pada penelitian ini menujukkan bahwa hasil yang diperoleh menunjukan nilai positif. Berdasarkan hasil penelitian terdapat hubungan yang positif antara pengetahuan dengan sikap sebesar 21%. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan antara pengetahuan pencemaran lingkungan dengan sikap peduli lingkungan pada siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Natar.Kata kunci: pengetahuan, pencemaran lingkungan, sikap peduli lingkungan.
Kesulitan Guru IPA Kelas VIII se-Kecamatan Langkapura dalam Merencanakan dan Melaksanakan Asesmen Kinasih Cahyono; Rini Rita T Marpaung; Berti Yolida
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 5, No 5 (2017): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to identify the difficulties of science teachers of eighth grade at Langkapura Bandar Lampung in the academic year of 2016/2017. The difficulties include the planing and implementations of assessment for their students. Thus, all science teachers of grade VIII were selected by non probability sampling technique. This research design was descriptive. Qualitative data were obtained from the questionnaire and interviews that were analysis descriptively. The research result showed that the difficulties of science teachers in planning the assessment were classified as quite difficult to determine the purpose of the assessment, arranging the instrument, composing the lattice works of question, writing questions based on the lattice and the rules of writing questions, determining the quality criteria of question, and arranging the scoring guidelines. The difficulties in implementing the assessments were indicators of affective, psychomotor, and cognitive which was classified in high criteria. So, teachers difficulties in planning the assessment is classified in quite criteria, meanwhile implementing the assessment was high criteria.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan guru IPA kelas VIII SMP se-Kecamatan Langkapura Kotamadya Bandar Lampung tahun ajaran 2017/2017. Sampel penelitian ini adalah seluruh guru IPA kelas VIII yang dipilih dengan teknik sampling non probability. Desain penelitian adalah desain deskriptif. Data kualitatif diperoleh dari hasil angket dan wawancara pada guru yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan kesulitan guru IPA dalam merencanakan asesmen tergolong kriteria cukup pada indikator menetapkan tujuan asesmen, menyusun instrumen, menyusun kisi-kisi soal, menulis soal berdasarkan kisi-kisi dan kaidah penulisan soal, menentukan kriteria mutu soal, serta menyusun pedoman penskoran. Kesulitan dalam melaksanakan asesmen pada indikator pelaksanaan asesmen ranah afektif, psikomotorik, dan kognitif tergolong kriteria tinggi. Jadi, kesulitan guru dalam merencanakan asesmen termasuk kriteria cukup dan melaksanakan asesmen termasuk dalam kriteria tinggi.Kata kunci: asesmen, kesulitan, melaksanakan asesmen, merencanakan asesmen
Pengembangan Buku Penuntun Praktikum Klasifikasi Makhluk Hidup dengan Model Argument Driven Inquiry (ADI) Umi Nurkhasanah; Neni Hasnunidah; Arwin Achmad
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The lab workbook was used to support laboratory activities. This study aims to describe the validity and practicality of the guide book of classification of living creatures developed with ADI model. The research design was R D with 4-D model covering define stage, design, develop, and disseminate but disseminate not done. The practical lab book was made with a bright cover and a Franklin Gothic Book letter. Each practicum guide consists of a practical title, basic theory, objectives, research questions, tools, materials, work steps, argumentation schemes including claims, data, warrants, backing, argumentation sessions, and reports. Expert and practitioner validation test results are categorized as "excellent". The results of legibility test categorization "excellent". The results of the implementation test of practicum criteria "almost all activities performed". Thus, it can be concluded that the guiding book of practicum developed is declared valid and practical.Buku penuntun praktikum digunakan untuk menunjang kegiatan laboratorium. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan validitas dan praktikalitas buku penuntun praktikum klasifikasi makhluk hidup yang dikembangkan dengan model ADI. Desain penelitian adalah R D dengan model 4-D meliputi tahapan define, design, develop, dan disseminate tetapi disseminate tidak dilakukan. Buku penuntun praktikum dibuat dengan sampul yang cerah dan huruf Franklin Gothic Book. Setiap penuntun praktikum terdiri atas judul praktikum, dasar teori, tujuan, pertanyaan penelitian, alat, bahan, langkah kerja, skema argumentasi yang meliputi claim, data, warrant, backing, sesi argumentasi, dan laporan. Hasil uji validasi ahli dan praktisi berkategori baik sekali. Hasil uji keterbacaan berkategori baik sekali. Hasil uji keterlaksanaan praktikum berkriteria hampir seluruh kegiatan terlaksana. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa buku penuntun praktikum dikembangkan dinyatakan valid dan praktis.Kata kunci: Argument Driven Inquiry (ADI), klasifikasi makhluk hidup, penuntun praktikum
Analisis Pelaksanaan Praktikum dan Permasalahannya pada Materi Organisasi Kehidupan di Kelas VII Galuh Ayu Mungkashi; Berti Yolida; Arwin Achmad
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to analyze the implementation and problems on the life organization subject practicum of junior high schools grade VII students in Labuhan Ratu. The sample selection used purposive sampling technique. The design used is exploratory research design. Research data were obtained from questionnaires, interviews, and observations, then the data were analyzed descriptively using Miles and Huberman model. The researchs result showed that the implementation of life organization subject practicum has good criteria, with percentage average of practicum phases which have good criteria, and average of worksheet practicum which has good enough criteria. The problems encountered during the practicum exercise are the limited number of light microscopes, preserved animal and plant cells specimens, and students practicum worksheets prepared by the teacher only have good enough criteria. Thus, it can be concluded that the implementation of life organization subject practicum in Labuhan Ratu has good criteria, although there are some problems in the implementation.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan dan permasalahan praktikum materi organisasi kehidupan di SMP kelas VII se-Kecamatan Labuhan Ratu. Pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Desain yang digunakan adalah desain riset eksploratori. Data penelitian diperoleh dari angket, wawancara, dan observasi, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan praktikum materi organisasi kehidupan berkriteria baik, dengan rata-rata persentase tahapan pelaksanaan praktikum berkriteria baik, serta rata-rata penyusunan LKS praktikum berkriteria cukup baik. Permasalahan yang ditemui saat pelaksanaan praktikum adalah keterbatasan jumlah mikroskop cahaya, keterbatasan jumlah preparat awetan sel hewan dan tumbuhan, serta LKS praktikum yang disusun oleh guru hanya bekriteria cukup baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan praktikum materi organisasi kehidupan se-Kecamatan Labuhan Ratu memiliki kriteria baik, walaupun terdapat beberapa permasalahan di dalam pelaksanaannya.Kata kunci: organisasi kehidupan, pelaksanaan praktikum, permasalahan praktikum

Filter by Year

2013 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 3 (2023): JURNAL BIOTERDIDIK Vol 11, No 2 (2023): JURNAL BIOTERDIDIK Vol 11, No 1 (2023): JURNAL BIOTERDIDIK Vol 10, No 3 (2022): JURNAL BIOTERDIDIK Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Bioterdidik Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Bioterdidik Vol 9, No 3 (2021): Jurnal Bioterdidik Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Bioterdidik Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Bioterdidik Vol 8, No 3 (2020): Jurnal Bioterdidik Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Bioterdidik Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Bioterdidik Vol 7, No 6 (2019): Jurnal Bioterdidik Vol 7, No 5 (2019): Jurnal Bioterdidik Vol 7, No 4 (2019): Jurnal Bioterdidik Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Bioterdidik Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Bioterdidik Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Bioterdidik Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Bioterdidik Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Bioterdidik Vol 6, No 6 (2018): Jurnal Bioterdidik Vol 6, No 6 (2018): Jurnal Bioterdidik Vol 6, No 5 (2018): Jurnal Bioterdidik Vol 6, No 4 (2018): Jurnal Bioterdidik Vol 6, No 3 (2018): Jurnal Bioterdidik Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Bioterdidik Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Bioterdidik Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Bioterdidik Vol 5, No 7 (2017): Jurnal Bioterdidik Vol 5, No 6 (2017): Jurnal Bioterdidik Vol 5, No 5 (2017): Jurnal Bioterdidik Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Bioterdidik Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Bioterdidik Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Bioterdidik Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Bioterdidik Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Bioterdidik Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Bioterdidik Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Bioterdidik Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 10 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 9 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 8 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 7 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 6 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 6 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 5 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 4 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 10 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 9 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 8 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 7 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 6 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 5 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 4 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 1, No 7 (2013): Jurnal Bioterdidik Vol 1, No 6 (2013): Jurnal Bioterdidik Vol 1, No 5 (2013): Jurnal Bioterdidik Vol 1, No 4 (2013): bioterdidik Vol 1, No 3 (2013): jurnal bioterdidik Vol 1, No 2 (2013): bioterdidik Vol 1, No 1 (2013): bioterdidik More Issue