cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23021276     EISSN : 26215594     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Bioterdidik adalah jurnal ilmiah yang memuat artikel-artikel hasil penelitian mengenai pembelajaran biologi maupun penelitian biologi.
Arjuna Subject : -
Articles 680 Documents
Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Berkomunikasi Lisan dan Hasil Belajar Plantae Fadila Tantri Sukmawati
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 8, No 3 (2020): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research was to know effect of Problem Based Learning to Improving Oral Cummunication skill and Student’s Cognitive Result in Grade X SMA Negeri 1 Purbolinggo in Plantae topic. The method for this research was a pretest-posttest design, using a purposive sampling technique, with a total sample of 72 students and analyzed by t-test. The research results showed that oral communication skill for experiment group is 82,05 (very good) and for control group is 69,72 (good). Student’s cognitive result for N-Gain experiment group is 0,50 (moderate) and for control group is 0,30 (low) with Sig. (2-tailed) t-count 0,05. Therefore, Improving Oral Cummunication skill and Student’s Cognitive Result in Grade X SMA Negeri 1 Purbolinggo with Problem Based Learning in Plantae topic is significantly. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi lisan dan hasil belajar kognitif peserta didik kelas x SMA Negeri 1 Purbolinggo pada materi pokok Plantae. Penelitian ini menggunakan desain pretest-posttest, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan total 72 siswa dan dianalisis menggunakan t-test. Hasil penelitian menunjukan bahwa kriteria rata-rata nilai keterampilan berkomunikasi lisan peserta didik pada kelas eksperimen yaitu 82,05 (Sangat Baik) dan 69,72 (Baik) untuk kelas kontrol. Nilai rata-rata N-Gain pretest-posttest pada kelas eksperimen adalah 0,50 (Sedang) dan kelas kontrol adalah 0,30 (Rendah) dengan Sig. (2-tailed) t-hit 0,05. Sehingga terdapat pengaruh yang signifikan dalam upaya meningkatkan keterampilan berkomunikasi lisan dan hasil belajar kognitif peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Purbolinggo melalui model problem based learning pada materi pokok Plantae.Kata kunci: hasil belajar kognitif, keterampilan komunikasi lisan, Plantae, problem based learningDOI: http://dx.doi.org/10.23960/jbt.v8i3.21595
Hubungan Fleksibilitas Kognitif Dengan Keterampilan Pemecahan Masalah Pada Mata Pelajaran Biologi Di MAN Kota Tasikmalaya Nisha Nurul Oktaviani; Purwanti Kuswarini Suprapto; Romy Faisal Mustofa
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biology subjects are included in science subjects, while students have difficulty solving problems because they are less able to think flexibly when receiving new information. The purpose of this study was to determine the relationship between cognitive flexibility and problem solving skills (KPM) in biology subjects in class X MIA 1 MAN Kota Tasikmalaya. This research was conducted from October to November 2020. The research method used was correlational with a total population of 3 class X MIA students with a total of 86 students. Samples were taken by purposive sampling technique of 1 class (28 people). The data analysis technique used is a simple linear regression test. Based on the results of the study, it can be concluded that there is a relationship between cognitive flexibility and problem solving skills (R = 0.840; R2 = 0.706). Has a relationship strength of 0.840 and a contribution of cognitive flexibility to problem solving skills by 70.6%. Mata pelajaran biologi termasuk ke dalam mata pelajaran sains namun peserta didik kesulitan memecahkan masalah karena kurang bisa berpikir secara fleksibel saat menerima informasi baru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara fleksibilitas kognitif dengan keterampilan pemecahan masalah (KPM) pada mata pelajaran biologi di kelas X MIA 1 MAN Kota Tasikmalaya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan oktober sampai bulan november 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah korelasional dengan populasi seluruh peserta didik kelas X MIA sebanyak 3 kelas dengan jumlah peserta didik 86 orang. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling sebanyak 1 kelas (28 orang). Teknik analisis data yang digunakan adalah uji regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara fleksibilitas kognitif dengan keterampilan pemecahan masalah (R = 0,840; R2 = 0,706). Memiliki kekuatan hubungan sebesar 0,840 dan kontribusi dari fleksibilitas kognitif terhadap keterampilan pemecahan masalah sebesar 70.6%. Kata kunci: fleksibilitas kognitif, keterampilan pemecahan masalah, mata pelajaran biologi DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jbt.v9i1.21745
Analisis Kesesuaian Buku Teks IPA SMP Dengan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013 Median Agus Priadi; Tri Jalmo; Dina Maulina; Sudarto Sudarto
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to find out the level of the materials breadth and depth, and misconceptions in the human circulatory system material in science textbooks for SMP class VIII with basic competencies in the 2013 curriculum. This reseacrh use 4 textbooks as a sample that selected by purposive sampling technique. This research is a simple descriptive research. Data collection is done by documentation technique. Data analysis was carried out using descriptive statistical techniques using the percentage formula and described by category level. The results showed that the level of materials breadth in the four textbooks was classified as "very appropriate". The level of misconceptions in the four textbooks is classified as "very low". In book A, 2 misconceptions were found, in book B, C and D, there were no misconceptions. The conclusion of this research, in the four textbooks the level of material breadth is "very appropriate", the level of depth of material is "diverse", and the level of misconception of material is "very low".Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat keluasan, kedalaman, dan miskonsepsi materi sistem peredaran darah manusia pada buku teks IPA SMP kelas VIII dengan kompetensi dasar kurikulum 2013. Sampel penelitian adalah 4 buku teks yang dipilih secara purposive sampling. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif sederhana. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik statistik deskriptif menggunakan rumus persentase dan dideskripsikan berdasarkan tingkat kategori. Hasil penelitian menunjukkan tingkat keluasan materi sistem peredaran darah manusia pada keempat buku teks tergolong “sangat sesuai”. Tingkat miskonsepsi materi sistem peredaran darah manusia keempat buku teks tergolong “sangat rendah”. Pada buku A ditemukan 2 miskonsepsi, buku B, C dan D tidak ditemukan miskonsepsi. Kesimpulan penelitian ini, pada keempat buku teks tingkat keluasan materi “sangat sesuai”, tingkat kedalaman materi “beragam”, dan tingkat miskonsepsi materi “sangat rendah”.Kata kunci: buku teks, keluasan materi, kedalaman materi, miskonsepsi DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jbt.v10i1.23869
Keragaman Tumbuhan Mangrove di Pesisir Kabupaten Siak Sebagai Pengendali Abrasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat Fatimah Suri; Hadi Purwanto
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objectives of this study were (1) to identify the types of mangrove species in swamp rivers; (2) Identifying the type of business or livelihoods of the community in the mangrove ecosystem; (3) Knowing the perceptions and participation of mangrove farming communities in utilizing mangrove plants as abrasion control and as alternative food. The method used in this research is a survey method. Division of research stations based on human activity. The results of this study found 11 types of sapling strata from 9 families. Which consists of trees, seedlings, and saplings. The benefits of mangrove plants really help the community and can be processed into a substitute for daily staple food. Mangrove plants are also useful as an abrasion control. The mangrove swamp river community who use mangrove plants as foodstuff is around 5%. So broadly speaking, mangroves have several relationships in human needs as a provider of food, shelter and health.Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengidentifikasi jenis-jenis spesies Mangrove di sungai rawa; (2) Mengidentifikasi jenis usaha atau mata pencaharian masyarakat pada ekosistem mangrove; (3) Mengetahui persepsi dan partisipasi masyarakat petani mangrove dalam memanfaat tumbuhan mangrove sebagai pengendali abrasi dan sebagai pangan alternatif. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei. Pembagian stasiun penelitian berdasarkan aktivitas manusia. Hasil penelitian ini ditemukan 11 jenis strata sapling dari 9 suku. Yang terdiri dari pohon, semai, dan anakan. Manfaaat dari tanaman mangrove sangat membantu masyarakat, dan dapat di olah menjadi pengganti makanan pokok sehari-hari. Namanam mangrove juga bermanfaat sebagai pengendali abrasi. Masyarakat sungai rawa mangrove yang memanfaatkan tumbuhan mangrove sebagai bahan pangan sekitar 5%. Maka secara garis besar, mangrove mempunyai beberapa keterkaitan dalam kebutuhan manusia sebagai penyedia bahan pangan, papan, dan kesehatan.Kata kunci: keragaman mangrove, masyarakat Pesisir, pengendali abrasi
Analisis Pola Hubungan Antara Gaya Belajar, Karakter dan Multiple Intelligences Mahasiswa Pada Pembelajaran Biologi Terintegrasi Fenomena Coronavirus-19 Noor Naini Hujjatusnaini; Meliyani Meliyani; Yuliandari Yuliandari; Iis Yulianti; Noor Yulia Sulistiowati; Nur Istiqomah
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 8, No 3 (2020): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is a qualitative descriptive study that aims to determine the relationship patterns of learning styles, characters and multiple intelligences of students in biology learning integrated of the coronavirus-19 phenomenon. The research method is a cross-sectional survey method. The research sample was 40 students in the Biology Education Study Program of IAIN Palangka Raya. The results of the study that the learning styles, character, and multiple intelligences possessed by students showed a strong and mutually influencing relationship. Students with linguistic verbal intelligence and mathematical logical intelligence have higher moral-knowing, while students with intrapersonal, visual, and musical intelligence have stronger moral-feeling. In contrast, students with naturalist, interpersonal, and kinesthetic intelligence have the moral-action with the strongest personality values. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode survey crossectional pada 40 mahasiswa di Program Studi Tadris Biologi IAIN Palangka Raya. Instrumen karakter siswa tersebut dinamakan tes dilema moral dengan mengangkat fenomena wabah Covid-19. Hasil penelitian bahwa gaya belajar, karakter, dan multiple intelligences yang dimiliki mahasiswa menunjukkan hubungan yang kuat dan saling mempengaruhi. Mahasiswa yang memiliki multiple intelligences tinggi memiliki kecenderungan menggunakan gaya belajar gabungan. Mahasiswa dengan kecerdasasan verbal linguistik dan logis matematis memiliki moral-knowing yang lebih tinggi, sedangkan mahasiswa dengan kecerdasan intrapersonal, visual, dan musikal memiliki moral-feeling lebih kuat. Sebaliknya, mahasiswa dengan kecerdasan naturalis, interpersonal, dan kinestetis memiliki moral-action dengan nilai personality paling kuat                                                                Kata kunci: dilema moral, gaya belajar, multiple intelligences, pendidikan karakter DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jbt.v8i3.21646
Analysis of the Relation of Mango Plants in Jember Using the Taximetry Method Ulyatul Maghfiroh; Sulifah Apriliya Hariani; Pujiastuti Pujiastuti
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis hubungan kekerabatan tanaman mangga dilakukan dengan metode taksimetri dengan menggunakan instrumen penelitian berupa tabel karakteristik yang nantinya akan dikode secara biner. Data yang digunakan berupa data kulitatif yang kemudian diubah menjadi data kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di 5 Kecamatan di kabupaten Jember yaitu kecamatan Ambulu, Tempurejo, Panti, Tanggul dan Sumbersari pada bulan November 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai jarak kekerabatan antar tanaman mangga yang diamati. Berdasarkan dari hasil analisis yang telah diperoleh, diketahui bahwa pasangan yang memiliki hubungan kekerabatan paling dekat adalah mangga apel dan mangga endog dengan nilai indeks similaritas 0,898. Sedangkan untuk pasangan yang memiliki hubungan kekerabatan paling jauh adalah mangga gadung dan mangga apel dengan nilai indeks similaritas 0,610.The analysis of the relation of mango plants was carried out by the taxymmetric method using a research instrument in the form of a characteristic table which would later be coded binary. The data used is in the form of qualitative data which is then converted into quantitative data. This research was conducted in 5 sub-districts in Jember district, namely Ambulu, Tempurejo, Panti, Tanggul and Sumbersari sub-districts in November 2020.. This study aims to obtain the value of the distance between the observed mango plants. Based on the results of the analysis that has been obtained, it is known that the pair that has the closest kinship relationship is the apple mango and the endog mango with a similarity index value of 0.898. Meanwhile, the pair that has the most distant kinship relationship is the gadung mango and the apple mango with a similarity index value of 0.610. Keywords: mango, taximetry, similarity indexDOI: http://dx.doi.org/10.23960/jbt.v10i1.23466
Hubungan Konsep Diri dengan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Konsep Ekosistem Nurhasanah Nurhasanah; Diana Hernawati; Ryan Ardiansyah
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is a correlational study that connects the concepts of self with the learners critical thinking ability on the ecosystem material. Samples of the research of 30 students as participants with sampling techniques purposive sampled. The research instruments used include questionnaires adopted from the Tennessee Self Concept Scale (TSCS) developed by William H. Fitts and a breakdown test for measuring critical thinking skills. The self-concept questionnaire consisted of 43 statements. Each item has an alternate answer indicating the degree of conformity or inconsistency with self-subject. Alternative answers consist of 5 options, i.e. very appropriate (SS), corresponding (S), uncertain (TP), unsuitable (TS), and very inappropriate (STS). While the ability of critical thinking is measured using the question of ecosystem material consists of 15 problems with the indicator adopted from (Ennis, 1993). Hypotheses testing uses bivariate correlation regression. Before a hypothesis test with a regression linierity is performed, first data is tested for normality and its homogenization as a prerequisite test analysis. The results showed no relation between self-concept and critical thinking ability (R = 0,471; R2 = 0,222) means there is a self-concept contribution to the critical thinking ability of 22.2%. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang menghubungkan antara konsep diri dengan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada materi ekosistem. Sampel penelitian sebanyak 30 peserta didik sebagai partisipan dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi kuesioner yang diadopsi dari Tennessee Self Concept Scale (TSCS) yang dikembangkan oleh William H. Fitts dan tes uraian untuk mengukur kemampuan berpikir kritis. Kuesioner konsep diri terdiri dari 43 pernyataan. Setiap item memiliki alternatif jawaban yang menunjukkan derajat kesesuaian atau ketidaksesuaian dengan diri subjek. Alternatif jawaban terdiri dari 5 pilihan, yaitu sangat sesuai (SS), sesuai (S), tidak pasti (TP), tidak sesuai (TS), dan sangat tidak sesuai (STS). Sementara kemampuan berpikir kritis diukur menggunakan soal uraian materi ekosistem terdiri dari 15 soal dengan indikator mengadopsi dari (Ennis, 1993). Pengujian hipotesis menggunakan regresi korelasi bivariat. Sebelum uji hipotesis dengan linieritas regresi dilakukan, terlebih dahulu data diuji normalitas dan homogenitasnya sebagai uji prasyarat analisis. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara konsep diri dengan kemampuan berpikir kritis (R=0,471; R2=0,222) artinya terdapat kontribusi konsep diri terhadap kemampuan berpikir kritis sebesar 22,2%. Kata kunci: Konsep diri; Kemampuan berpikir kritis; Peserta didik DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jbt.v9i1.22306
The Potential of Plant Diversity in Bukit Barisan Selatan National Park in Support of Achieving National Curriculum Goals Wisnu Juli Wiono; Nadya Meriza
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to describe the diversity of plants found in Bukit Barisan Selatan National Park. The analysis of plant diversity was carried out by applying the quadratic method. Twenty-five squares were constructed for sampling. The results showed that there were thirty two (32) plant tribes consisting of 256 individuals in the exposed area and 899 individuals in the burial area. Data on plant diversity were then mapped to be correlated with Basic Competence (BC) at each level of the educational unit. Mapping results showed, there are 6 BC at the elementary school level; 5 BC at the junior high school level; and 7 basic competencies at high school level that can be learned by utilizing information on plant diversity of Bukit Barisan Selatan National Park. Based on the results of the analysis, it is known that the existence of plant diversity in Bukit Barisan Selatan National Park has the potential to support the achievement of the objectives of the national curriculum.Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan keanekaragaman tumbuhan yang terdapat di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Analisis kenakeragaman tumbuhan dilakukan dengan menerapkan metode kuadrat. Dua puluh lima petak berbentuk bujur sangkar dibuat untuk pengambilan sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga puluh dua (32) suku tumbuhan yang terdiri atas 256 individu di tempat terdedah dan 899 individu di tempat ternanung. Data tentang keanekaragaman tumbuhan selanjutnya dipetakan untuk dikorelasikan dengan Kompetensi Dasar (KD) di setiap tingkat satuan pendidikan. Hasil pemetaan menunjukkan, terdapat 6 KD di tingkat sekolah dasar (SD); 5 KD di tingkat SMP; dan 7 KD di tingkat SMA yang dapat dibelajarkan dengan memanfaatkan informasi keanekaragaman tumbuhan TNBBS. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa keberadaan keanekaragaman tumbuhan di TNBBS berpotensi mendukung tercapainya tujuan kurikulum nasional.Kata kunci: keanekaragaman, kurikulum, Taman Nasional Bukit Barisan SelatanDOI: http://dx.doi.org/10.23960/jbt.v9i1.22014
Hubungan Antara Self Efficacy dengan Literasi Sains pada materi ekosistem di SMA Negeri 1 Tasikmalaya Chyntia Anggita Lestari; Romy Faisal Mustofa; Diana Hernawati
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literasi sains adalah kemampuan individu untuk mencurahkan perhatian pada topik-topik yang terkait sains dan gagasan-gagasan sains sebagai wujud refleksi individu. Literasi sains penting dimiliki agar peserta didik mampu memenuhi berbagai tuntutan zaman yaitu menjadi problem solver. Hal penting lain yang harus dimiliki selain literasi sains yaitu self efficacy (keyakinan diri). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dengan literasi sains pada materi ekosistem di SMA Negeri 1 Tasikmalaya. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah korelasional. Populasi penelitian ini adalah semua peserta didik kelas X yang terdiri dari 8 kelas. Teknik sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan sampel kelas X MIPA 6 dan X MIPA 7 dengan jumlah 60 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 2 instrumen yaitu instrumen self efficacy yang peneliti buat sendiri dengan indikator yang dikemukakan oleh Albert Bandura yaitu magnitude,strength dan generality. Untuk instrumen literasi sainsnya diadopsi dari penelitian Novianur dengan indikator yang dikemukakan PISA yaitu mengidentifikasi permasalahan ilmiah, menjelaskan fenomena alam secara ilmiah, menggunakan bukti ilmiah. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi bivariat. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa self efficacy memiliki hubungan yang kuat dengan literasi sains. Hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,749 dengan nilai koefisien determinasi sebesar 56,2%.
Uji Mortalitas Ulat Grayak (Spodoptera litura F.) Terhadap Ekstrak Tanaman Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata Prain) Gusthi Permatasari; Nova Hariani; Sus Trimurti
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 8, No 3 (2020): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The tongue-in-law plant (Sansevieria trifasciata Prain) contains saponins, flavonoids, steroids and triterpenoids which are natural metabolites that have the potential to control agricultural pests such as armyworms (Spodoptera sp.). Therefore, the aim of this study was to determine the mortality and LC50 value for 72 hours of giving in-law tongue plant extract to Spodoptera litura and the length of the life cycle of S. litura in the laboratory. The research method used a completely randomized design (CRD). The extract of the tongue-in-law plant is obtained from the maceration process of the tongue-in-law plant with ethanol and then concentrated using a rotary evaporator until the thick extract is obtained. The results of the research on the ethanol extract of the tongue-in-law plant on the mortality of S. litura, found that the highest mortality was 63.6% at a concentration of 800 ppm and the lowest mortality value was 36.4% at a concentration of 200 ppm for 72 hours.Tanaman lidah mertua (Sansevieria trifasciata Prain) mengandung saponin, flavonoid, steroid, dan triterpenoid yang merupakan metabolit alami yang berpotensi untuk mengendalikan hama pertanian seperti ulat grayak (Spodoptera sp.). Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mortalitas dan nilai LC50 selama 72 jam pemberian ekstrak tumbuhan lidah mertua terhadap Spodoptera litura dan lamanya siklus hidup S. litura di laboratorium. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Ekstrak tumbuhan lidah mertua diperoleh dari proses maserasi tumbuhan lidah mertua dengan etanol kemudian dipekatkan menggunakan rotary evaporator hingga diperoleh ekstrak kental. Hasil penelitian ekstrak etanol tumbuhan lidah mertua terhadap mortalitas S. litura didapatkan mortalitas tertinggi sebesar 63,6% pada konsentrasi 800 ppm dan nilai mortalitas terendah pada konsentrasi 36,4%. 200 ppm selama 72 jam.Kata kunci: mortalitas, Sansevieria trifasciata, Spodoptera litura DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jbt.v8i3.21591 

Filter by Year

2013 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 3 (2023): JURNAL BIOTERDIDIK Vol 11, No 2 (2023): JURNAL BIOTERDIDIK Vol 11, No 1 (2023): JURNAL BIOTERDIDIK Vol 10, No 3 (2022): JURNAL BIOTERDIDIK Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Bioterdidik Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Bioterdidik Vol 9, No 3 (2021): Jurnal Bioterdidik Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Bioterdidik Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Bioterdidik Vol 8, No 3 (2020): Jurnal Bioterdidik Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Bioterdidik Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Bioterdidik Vol 7, No 6 (2019): Jurnal Bioterdidik Vol 7, No 5 (2019): Jurnal Bioterdidik Vol 7, No 4 (2019): Jurnal Bioterdidik Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Bioterdidik Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Bioterdidik Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Bioterdidik Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Bioterdidik Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Bioterdidik Vol 6, No 6 (2018): Jurnal Bioterdidik Vol 6, No 6 (2018): Jurnal Bioterdidik Vol 6, No 5 (2018): Jurnal Bioterdidik Vol 6, No 4 (2018): Jurnal Bioterdidik Vol 6, No 3 (2018): Jurnal Bioterdidik Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Bioterdidik Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Bioterdidik Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Bioterdidik Vol 5, No 7 (2017): Jurnal Bioterdidik Vol 5, No 6 (2017): Jurnal Bioterdidik Vol 5, No 5 (2017): Jurnal Bioterdidik Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Bioterdidik Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Bioterdidik Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Bioterdidik Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Bioterdidik Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Bioterdidik Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Bioterdidik Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Bioterdidik Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 10 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 9 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 8 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 7 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 6 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 6 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 5 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 4 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 10 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 9 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 8 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 7 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 6 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 5 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 4 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 1, No 7 (2013): Jurnal Bioterdidik Vol 1, No 6 (2013): Jurnal Bioterdidik Vol 1, No 5 (2013): Jurnal Bioterdidik Vol 1, No 4 (2013): bioterdidik Vol 1, No 3 (2013): jurnal bioterdidik Vol 1, No 2 (2013): bioterdidik Vol 1, No 1 (2013): bioterdidik More Issue