cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
kardi@stainponorogo.ac.id
Editorial Address
Jl. Pramuka No. 156 Po. Box. 116 Ponorogo 63471 Jawa Timur, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Pustakaloka: Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan
ISSN : 20852118     EISSN : 25024108     DOI : -
Core Subject : Science,
PUSTAKALOKA: Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan is a peer-reviewed journal taken from the library of IAIN Ponorogo on Information and Library Science. PUSTAKALOKA is published twice annually (June and December) by the journal editors from the Library IAIN Ponorogo in cooperation with the Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Islam (APPTIS) Jawa Timur.
Arjuna Subject : -
Articles 125 Documents
Pembelajaran PIBP dan Signifikansinya dalam Peningkatan Mutu Akademik Mahasiswa Rofiq, Ahmad Choirul
Pustakaloka Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : STAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/pustakaloka.v1i1.823

Abstract

User education at STAIN (State Islamic College) Ponorogo, known as learning PIBP (Penelusuran Informasi Bahan Pustaka) or the search of information and reference materials, is a purposive effort especially designed to give new students, who basically have many various academic background. knowledge and ability to learn how they can take advantage of provide library services maximally and how they are able to search information in the library quickly and accurately.
Pentingnya Pemahaman Pustakawan Terhadap Bentuk Komunikasi Ilmiah Pada Profil Google Scholar Istiana, Purwani
Pustakaloka Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : STAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/pustakaloka.v8i1.450

Abstract

Abstrak: Banyaknya karya ilmiah yang sudah dihasilkan seorang penulis, tidak terlepas dari penggunaan karya ilmiah penulis lain. Publikasi yang telah dihasilkan oleh seorang penulis akan menunjukkan produktivitas penulis tersebut. Banyaknya sitasi yang diperoleh oleh sebuah publikasi menunjukkan dampak publikasi tersebut terhadap publikasi yang lain. Dewasa ini Perguruan tinggi dituntut untuk menampilkan performance mereka dalam  hal banyaknya publikasi yang dihasilkan dan juga dampak publikasi yang dihasilkan untuk publikasi yang lain. Mengutip publikasi lain merupakan salah satu bentuk komunikasi ilmiah yang dilakukan oleh penulis atau peneliti. Makalah ini akan memaparkan pemanfaatan profile Google Scholar dalam komunikasi ilmiah dan pentingnya pustakawan memahami salah satu bentuk komunikasi ilmiah tersebut. Profil Google Scholar cukup efektif digunakan oleh institusi perguruan tinggi untuk menampilkan profil dosen sehingga akan semakin visible di dunia akademik online. Penting bagi pustakawan memahami tentang profile Google Scholar dan manfaatnya, sehingga dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan kualitas perguruan tinggi.Abstract: Scientific publication which produced by an author was not far from an other the author. The number of author scientific publication showed author productivity. Publication citation described the impact of the publication to other publication. University have to give their performance in the number of scientific publication which produced and its impact to other publication. Citating wa a form of scientific communication between authors. This paper figured out the usage of Google Scholar Profile in scientific communication and the importance of librarian understanding to one scientific communications. Google Scholar profile wa effective to display university lecturer profile which made it visible. The comprehension librarian of profile Google Scholar gave contribution in university quality improvement. 
Membandingkan Greenstone Digital Library (GSDL) dan Ganescha Digital Library (GDL) Tafqihan, Zuhdy
Pustakaloka Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : STAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/pustakaloka.v2i1.854

Abstract

Using digital library software should consider several things. For information providers (read; library), ease of installation and maintenance of a software deserves attenttion because the human resources (HR) that can controls the information and communication technology is still very limited. For information seekers (read: library user), a software capability in providing the most appropriate source of information about what he wants is a primary consideration. Greenstone Digital Library (GSDL) and Ganescha Digital Library (GDL) are two devices that decent alternatives to link these two desires.
Kebutuhan Informasi Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Perpustakaan FIP UNY Tjiptasari, Fitriana; Ridwan, Madinatul Munawwarah
Pustakaloka Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : STAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/pustakaloka.v9i1.919

Abstract

Information seeking behavior originated from the need of a person to information. This study was aimed to determine the information needs of students’ FIP UNY using descriptive quantitative approach. Data were collected using a questionnaire with  the number of respondents was 325 people, which  is obtained  through stratifed random sampling. The results were include a library accessibility, availability of library collections that include the provision of general books and reference collections, the user objectives went to the library, and the type of information in a library that is used by user.Keywords:  information needs, library, librarian, user Perilaku pencarian informasi berawal dari adanya kebutuhan seseorang terhadap informasi. Kajian ini dilaksanakan untuk mengetahui kebutuhan informasi mahasiswa FIP UNY menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner dengan jumlah responden sebanyak 325  orang,  yang  didapatkan  melalui  stratifed  random  sampling.  Hasil  kajian mencakup  aksesibilitas  perpustakaan,  ketersediaan  koleksi  perpustakaan  yang meliputi penyediaan koleksi buku umum dan referensi, tujuan pemustaka mendatangi perpustakaan, dan jenis informasi di perpustakaan yang dimanfaatkan oleh pemustaka. Dari hasil kajian ini, perpustakaan dapat memperhitungkan ketersediaan koleksi di perpustakaan dan fasilitas yang mendukung kunjungan mahasiswa ke perpustakaan.
Urgensi Komunikasi Dalam Implementasi Kebijakan Pengembangan Koleksi Di Perpustakaan Pascasarjana Universitas Negeri Malang Ernaningsih, Dwi Novita
Pustakaloka Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : STAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/pustakaloka.v8i2.682

Abstract

Kebijakan pengembangan koleksi dalam perpustakaan akademik mempunyai peran yang signifikan dalam mengembangkan kualitas koleksi untuk mendukung kegiatan akademik sivitas akademika di perguruan tinggi.  Eksistensi dan parameter kualitas perpustakaan dapat diukur dari kualitas koleksi yang dimiliki dan ketermanfaatannya bagi pemustaka. Kebijakan pengembangan koleksi merupakan seni untuk menganalisis kebutuhan pemustaka melalui komunikasi antara pihak pemustaka dengan stakeholders. Kebijakan pengembangan koleksi merupakan kebijakan yang dilakukan oleh perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan pemustaka sesuai dengan subject area, di dalamnya terjadi proses komunikasi dengan populasi masyarakat yang dilayani maupun dengan penyandang dana (Evans, 2005: 50). Artikel ini akan membahas tentang pentingnya komunikasi dalam implementasi kebijakan pengembangan koleksi di Perpustakaan PPs UM. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana implementasi kebijakan dan berbagai kendala yang dihadapi dalam implementasi kebijakan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil dari penelitian ini adalah pustakawan belum dapat membangun komunikasi yang baik dengan stakeholders yang meliputi pihak pimpinan sebagai penyandang dana dan pemustaka sebagai pemanfaat koleksi perpustakaan. Implementasi kebijakan pengembangan koleksi belum dapat mensinergikan berbagai kepentingan maupun kebutuhan dari pihak perpustakaan dan stakeholders sehingga implementasi kebijakan yang ada belum bisa efektif dan efisien
Optimalisasi Layanan Perpustakaan dalam Meningkatkan Minat baca Siswa Aulawi, Moch Basit
Pustakaloka Vol 4, No 1 (2012)
Publisher : STAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/pustakaloka.v4i1.841

Abstract

The key to use a knowledge treasury on library especially school library is reading. And the process of reading a literature will be maximal if it is done by interest in reading. In addition to having main duty, such as information, circulation and reference service, school library has a role to increase interest in reading of students. A lot of services of library to increase students interest in reading are those which become part of learning process, service to increase students skill to explore information, and service to increase library use. So, the library many oppotunities to increase students interest in reading. The main parts, especially librarian. Those process will form a paradigm the reading is the main matter in learning process. This essay will explore librarys role to increase students interest in reading.
Analisis Komparatif Sumber Tebuka (Open Source) Sistem Manajemen Perpustakaan Terpadu Antara Koha dan Newgenlib Setiawan, Setiawan
Pustakaloka Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : STAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/pustakaloka.v9i2.1091

Abstract

Abstrak            Perkembangan Teknologi Informasi informasi yang semakin pesat berdampak kepada berkembangnya perangkat lunak dengan sumber terbuka  Open Source Software (OSS) seperti  LINUX (yang lebih kepada Sistem operasinya), MySQL (basis data) PHP, Perl, Pyton (bahasa pemograman). OSS yang telah dikembangkan seperti Koha dan NewGenLib merupakan suatu tawaran yang menarik bagi perpustakaan untuk mengembangkan sistem pengelolaan di perpustakaan.            Penelitian  ini memberikan analisis rinci mengenai perbandingan dari kedua jenis perangkat lunak, yaitu Koha (3.2.4) dan NewGenLib (3,0), sebagaimana yang akan dilakukan dalam penelitian ini. Metodologi yang digunakan untuk penelitian ini adalah "metode Evaluasi"            Hasil dari Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari sistem pengelolaan perpustakaan terpadu sumber terbuka (Open Source), yaitu Koha dan NewGenLib, untuk menginformasikan kepada pustakawan tentang pertimbangan apa yang harus dibuat ketika memilih sumber terbuka untuk sistem manajemen perpustakaan terpadu.                                                            AbstractDevelopment of Information Technology Information that increasingly rapidly affect the development of software with open source Open Source Software (OSS) such as LINUX (more to the operating system), MySQL (database) PHP, Perl, Pyton (programming language). Developed OSS such as Koha and NewGenLib are an attractive offer for libraries to develop library management systems.This study provides a detailed analysis of the comparison of the two types of software, ie Koha (3.2.4) and NewGenLib (3.0), as will be done in this study. The methodology used for this study is "Evaluation method"The results of this study aim to study open source integrated library management system (Open Source), that is Koha and NewGenLib, to inform the librarian about what considerations should be made when selecting open source for integrated library management system.
Implementasi Literasi Informasi Di Sekolah Mashuri, Ilham
Pustakaloka Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : STAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/pustakaloka.v3i1.635

Abstract

Lately the term information literacy is often discussedthis awareness needs to be appreciated. Even in Indonesia it canbe said to be late, but considering the importance of the benefits of information for the development of the awareness that literacy should be developed. Information literacy is defined as one’s knowledge of the needs information, the ability to identify, seek, evaluate, organize and effectively create, use and communicate information for solving problems. Those Knowledges are a prerequisite to live in an information society and part of one’s basic right to lifelong learning. In a number of libraries that have implemented information literacy, some progress has been achieved. Indeed it is still limited in higher education, sothat information literacy programs in schools should be encouraged and realized. This literacy can be done through various programs: through user education during new student orientation, incidental activity, or to integrate IL into the school curriculum. To realize this agenda all librarians should continue to learn and develop their competences. Without it, they are impossible to carry out information literacy at the school.
Mewujudkan Perpustakaan Ideal menuju pada Peningkatan Mutu Pendidikan di Perguruan Tinggi UH, Irma Rumtianing
Pustakaloka Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : STAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/pustakaloka.v1i1.829

Abstract

Spirit and reverberation to enhance significant library role for educational institution recently become more perceptible because our country nowadays is left behind by other neighboring contries in this matter. The agenda to reformn education keeps on and the improvement of library based education is discoursed continually.
Sejarah Klasifikasi Ilmu-Ilmu Keislaman dan Perkembangannya dalam Ilmu Perpustakaan Fistiyanti, Isna; Hariyati, Mutty
Pustakaloka Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : STAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/pustakaloka.v9i1.977

Abstract

The history of the development of Islamic civilization can be divided into three parts, namely: the classical period (650 -1250), the middle period (1250-1800) and the modern period (1800-present). In the classical period,  Islamic scholarly discourse reached a high level that could contribute to the development of sciences in the following period. The sciences that developed in Islamic history were very complex and various, and religious sciences were only a branch of Islamic sciences as a whole. The progress of Islamic civilization is related to the progress of all aspects or fields of Islamic scholarship. The division of sciences came from various Muslim scientists, and not infrequently there emerged disharmony between the various fields of Islamic sciences. To overcome this disharmony various Muslim thinkers and scholars have produced the classification of sciences with their hierarchy. In Islam there is not really an essential separation between religious sciences and general sciences. In term of knowledge management, Indonesian libraries have arranged their resources and materials according to a specific arrangement. The guideline of Islamic classification first published by the National Library was the classification of library materials on Indonesia according to DDC using 2X0 notation. In the guideline of Islamic classification, Islamic sciences are divided into major groups which consist of  Islam (general), Tafsir (Qur’anic exegesis) , Hadith (the Prophetic traditions), Aqa’id and Ilmukalam (theology), Fiqh (Islamic law), Akhlaq and Tasawuf (mysticism), Social and Cultural subjects, Philosophy and Islamic development, sects in Islam, and Islamic history. Sejarah perkembangan peradaban Islam dibagi menjadi tiga bagian, yaitu: periode klasik (650 -1250 M), periode pertengahan (1250-1800 M) dan periode modern (1800-sekarang). Pada masa klasik diskursus keilmuan Islam mencapai tingkat sehingga kemudian dapat disumbangkan pada berkembangnya ilmu pengetahuan di masa-masa sesudahnya. Kompleksitas ilmu-ilmu yang berkembang dalam peradapan Islam; bahwa ilmu-ilmu agama hanya salah satu bagian dari berbagai cabang ilmu secara keseluruhan. Kemajuan peradaban Islam berkaitan dengan kemajuan seluruh aspek atau bidang-bidang keilmuan. Dengan adanya pembagian ilmu dari berbagai ilmuwan Muslim, tak jarang terjadi disharmoni antara berbagai bidang ilmu keislaman. Untuk mengatasi disharmoni ini berbagai pemikir dan cendikia Muslim memunculkan klasifikasi ilmu-ilmu lengkap dengan hierarkinya. Dalam Islam sebenarnya tidak dikenal pemisahan esensial antara ilmu agama dengan ilmu umum. Perpustakaan dalam mengelola berbagai jenis bahan pustaka disusun juga menurut tata urutan tertentu sebelum sampai ke tangan pengguna. Pedoman klasifikasi Islam pertama kali diterbitkan oleh perpustakaan Nasional adalah—Klasifikasi Bahan Pustaka tentang Indonesia Menurut DDC menggunakan notasi 2X0. Dalam penyusunan pedoman klasifikasi Islam, ilmu keislaman dibagi dalam kelompok besar meliputi: Islam (Umum), Tafsir, Hadis, Aqaid dan ilmu kalam, Fiqih, Akhlak dan Tasawuf, Sosial dan Budaya Islam, Filsafat dan perkembangan Islam, Aliran dan Sekte dalam Islam, serta sejarah Islam. 

Page 10 of 13 | Total Record : 125